cover
Contact Name
Taufik Ampera
Contact Email
taufik.ampeera@gmail.com
Phone
+6282320798484
Journal Mail Official
ejournalmidang@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.unpad.ac.id/midang/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Midang
ISSN : -     EISSN : 2986657X     DOI : https://10.24198/midang
Midang adalah jurnal yang mencakup kajian pengembangan dan penerapan IPTEKS, maka jurnal ini ditujukan untuk mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang mencakup konsep, model dan implementasinya sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 56 Documents
PENDAMPINGAN PSIKOEDUKASI TEKNOLOGI PEMBERSIH AIR SEDERHANA PADA GENERASI MUDA DESA CILAYUNG, KECAMATAN JATINANGOR Nugraha, Tubagus Chaeru; Lukman, Fahmy; Amalia, Rosaria; Gunawan, Wahyu
Midang Vol 2, No 2 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.54859

Abstract

Cilayung adalah salah satu desa di kecamatan Jatinangor yang mengalami permasalahan terkait air.  Walaupun kualitas air di Desa Cilayung masih dalam batas normal, akan tetapi dapat terkontaminasi oleh zat lain akibat kegiatan pembuangan air besar atau limbah cair di tempat terbuka. Oleh karena itu,  perlu ada pendampingan penggunaan teknologi pembersih air sederhana.  Metode pendampingan yang digunakan adalah  psikoedukasi. Metode psikoedukasi adalah tindakan modalitas yang disampaikan untuk merubah persepsi seseorang dari yang awalnya tidak tau menjadi tau, tidak bisa jadi bisa, dan tidak mau menjadi mau. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan persepsi pada generasi muda, baik nilai kognitif, nilai afektif dan nilai psikomotoriknya. Nilai kognitif di awal pendampingan kurang menjadi lebih baik. Demikian juga nilai afektif dan psikomotoriknya kurang menjadi rata-rata baik dan lebih baik. Simpulan, kegiatan pendampingan dengan metode psikoedukasi berhasil dilakukan dalam penggunaan teknologi sederhana pada siswa SMP. Rekomendasi, perlu perluasan mitra sasaran pendampingan  psikoedukasi, yaitu  pada siswa SMA dan sederajat.
SOSIALISASI CUCI TANGAN MELALUI BUKU SAKU “SEHAT CERIA SETELAH PANDEMI” DI TAMAN BACAAN MASYARAKAT JATINANGOR Dewi, Retasari; Dida, Susanne; Lusiana, Elnovani; Yuliani, Rostika
Midang Vol 2, No 1 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.52307

Abstract

Pemerintah menyatakan pandemi telah berakhir, namun beberapa kebiasaan baik yang telah dipelajari anak-anak saat pandemi harus dipertahankan agar tetap sehat. Buku komik seri Jojo Anak Jatinangor dari Pusat Studi Komunikasi Kesehatan Universitas Padjadjaran kembali hadir di tahun 2023 dengan format yang berbeda, yaitu buku saku kebiasaan baik. Buku ini menjadi media promosi kesehatan dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM). Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyosialisasikan tata cara mencuci tangan melalui media buku saku “Sehat Ceria Setelah Pandemi” pada anak-anak di empat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kecamatan Jatinangor. Kegiatan ini menggunakan metode storytelling dan observasi pada perilaku peserta sebelum dan setelah dibacakan buku. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa terdapat perubahan cara mencuci tangan para peserta yang telah dibacakan buku oleh storyteller.
INTRODUKSI PERILAKU HIDUP SEHAT DENGAN KONSUMSI TEMPE canasoyvalia DI DESA BUGEL KECAMATAN TOMO KABUPATEN SUMEDANG Ratnasari, Dewi; Gantrisia, Kamelia; Cansrina, Genita
Midang Vol 2, No 2 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.51642

Abstract

Introduksi perilaku hidup sehat melalui budi daya kacang koro pedang dalam pembuatan tempe dilakukan di desa Bugel kecamatan Tomo kabupaten Sumedang. Kegiatan budi daya kacang koro pedang putih belum pernah diperkenalkan di desa ini. Kacang koro pedang putih adalah tanaman legum (kacang-kacangan) dengan berbagai keunggulan, antara lain ketahanan terhadap lingkungan, dapat ditanam di tanah-tanah marjinal, perawatan selama pertumbuhannya relatif mudah, sederhana, dan murah, tingkat produktivitas tinggi (1-5 ton/hektar), serta memiliki kandungan protein yang mendekati kandungan protein kacang kedelai, bahkan setelah difermentasi kandungan protein dalam kacang koro pedang putih menjadi lebih tinggi dari protein kacang kedelai. Introduksi budi daya kacang koro pedang putih ini dilakukan untuk meningkatkan perilaku hidup sehat masyarakat di desa Bugel kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang dengan mengkonsumsi tempe berbahan baku kacang koro pedang putih. Dalam kegiatan ini akan dilakukan beberapa tahapan metode. Tahap kesatu merupakan langkah persiapan serta observasi. Pada tahapan selanjutnya diberikan edukasi melalui metode ceramah dan diskusi. Pengevaluasian akan dilakukan pada tahapan terakhir. Sesi persiapan mencakup persiapan bahan baku dan peralatan pembuatan tempe kacang koro pedang putih. Pencapaian hasil kegiatan berupa pengayaan secara keilmuan, serta pengetahuan dalam teori maupun praktik kaum ibu rumah tangga dalam memperoleh sumber protein nabati untuk kesehatan keluarga secara mudah dan murah, serta dapat meningkatkan perekonomi keluarga.
PANGAN DALAM PERSPEKTIF BUDAYA SUNDA: MATERI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI DESA SINDULANG, KECAMATAN CIMANGGUNG, KABUPATEN SUMEDANG Wahya, Wahya; Rahman, Fadly; Hamid, Abdul
Midang Vol 2, No 1 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.50859

Abstract

Setiap bangsa di dunia tidak dapat melepaskan dirinya dari keperluan akan pangan atau makanan karena pangan merupakan sumber tenaga ketika melakukan aktivitas. Dengan pangan manusia dapat mempertahankan hidupnya di dunia. Oleh karena itu dicari berbagai cara melalui budaya agar pangan tetap dapat terus hadir dan diingat dalam kehidupan. Pangan dalam perspektif budaya Sunda memiliki nilai-nilai kearifan lokal. Pangan bukan hanya sekadar sesuatu yang diperlukan fisik untuk memberikan tenaga ketika melakukan aktivitas, tetapi memiliki nilai-nilai dalam kehidupan. Oleh karena itu, bukanlah hal yang aneh masalah makanan itu diangkat dalam ungkapan atau peribahasa dalam budaya Sunda yang menunjukkan kecerdasan orang Sunda dalam memandang makanan dari perspektif budayanya. Orang yang tidak kebagian makanan istimewa diasosiakan dengan bengkok tikoro ‘kehabisan makanan karena telat datang’. Keadaan masyarakat yang makmur digambarkan dengan murah sandang murah pangan ‘murah pakaian murah makanan’. Ketika bertamu hanya mendapatkan minuman tanpa makanan disindir dengan ngaburuy ‘seperti kecebong’. Orang kaya yang banyak makanan dan uang diilustrasikan dengan rea ketan rea keton ‘banyak ketan dan uang’. Budaya pangan melekat dengan kehidupan orang Sunda.
MENGHIJAUKAN HULU CITARUM: EDUKASI PENANAMAN POHON DI KAWASAN TITIK NOL SUNGAI CITARUM KABUPATEN BANDUNG Gustaman, Budi; Rosfiantika, Evi; Aunillah, Rinda
Midang Vol 2, No 2 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.55439

Abstract

Pelestarian Sungai Citarum menjadi isu penting dalam satu dekade terakhir, salah satunya sejak Green Cross Switzerland and Blacksmith Institut, organisasi yang fokus pada pelestarian lingkungan, menyatakan bahwa Sungai Citarum merupakan salah satu tempat tercemar dan terkotor di dunia pada 2013. Faktanya, pencemaran sungai bukan satu-satunya permasalahan yang terjadi, Sungai Citarum dilanda masalah kerusakan hutan dan alih fungsi lahan di wilayah hulu, serta masalah banjir di bagian hilir. Hal ini menjadi pekerjaan bagi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, militer, pelaku industri, komunitas, hingga akademisi. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, pemerintah pusat meluncurkan Program Citarum Harum pada 2018 dengan fokus pada penanganan praktis, penanganan praktik, riset, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat seputar pelestarian Sungai Citarum. Secara khusus, Universitas Padjadjaran juga terlibat aktif, yakni dengan adanya Pusat Riset Citarum atau Citarum Center of Research (CCR). Terlepas dari program tersebut, pada Januari-Februari 2023 dilakukan program Pengabdian Pada Masyarakat di wilayah hulu Sungai Citarum, yang berpayung pada program PPM Universitas Padjadjaran. Kegiatan yang dilaksanakan berupa edukasi penanaman pohon di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Lokasi tersebut merupakan kilometer nol Sungai Citarum, yang memiliki permasalahan kerusakan hutan dan alih fungsi hutan. Kegiatan ini memfokuskan kepada pelibatan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah, guru, mahasiswa, aparat desa, dan karang taruna dalam edukasi dan partisipasi aktif dalam penanaman pohon. Hasil yang didapat dari program ini adalah pewarisan ide dan praktik seputar pelibatan aktif generasi muda dengan program-program pelestarian lingkungan di Desa Tarumajaya. Realisasinya adalah mengikutsertakan siswa-siswa sekolah dan karang taruna dalam program pelestarian lingkungan yang dicanangkan oleh desa. Hasilnya, program PPM yang telah diselenggarakan diadopsi oleh pemerintah desa secara ide dan praktik dalam berbagai program pelestarian lingkungan di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.
REIMAGINE KOTA BANDUNG: TAWARAN PENULISAN SEJARAH LOKAL DAN SEKTORAL Gumilar, Trisna; Subekti, Mega; Ampera, Taufik
Midang Vol 2, No 1 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.51234

Abstract

Sementara pembangunan fisik Kota Bandung, termasuk peningkatan tata ruang, infrastruktur, dan ekonomi, telah diupayakan oleh pemerintah guna mengurangi ketimpangan sosial yang kini sangat terasa, partisipasi aktif masyarakat menjadi suatu keharusan. Dalam konteks ini, melibatkan masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap Kota Bandung menjadi krusial guna menjaga stabilitas sosial dan kelangsungan dari kemajuan yang telah dicapai. Tingginya tingkat pergantian penduduk di Kota Bandung menjadi titik perhatian, mengingat hal ini dapat mengancam rasa identitas dan keterikatan yang esensial dalam memperkuat fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan. Tulisan ini menjadi sebuah usulan teoritis yang relevan terkait potensi degradasi identitas, dengan mengadopsi metode penelusuran literatur sebagai pendekatan penelitian. Salah satu fokusnya adalah konsep ‘imagined community’ dalam membentuk identitas bersama masyarakat dan keterikatan warga terhadap Kota Bandung. Di antara pendekatan tersebut, terdapat penekanan pada pentingnya membangun sebuah narasi sejarah bersama. ‘Narasi sejarah bersama’ menjadi krusial dalam menghadapi situasi tingginya pergantian penduduk di Kota Bandung, yang disebabkan oleh baik kelahiran maupun migrasi.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIPERTENSI MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DAN KURATIF DI JAWA TIMUR Kamaruddin, Muhammad Junaid; fauziah, Fauziah; Djohansah, Violetta; Derius Ardian, Kristian; Parisa, Rika; Rafael, Rafael; Septiyani, Anisah; Nabilah, Mei Syara
Midang Vol 2, No 2 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.53258

Abstract

Program pendidikan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah rutin di Desa B bertujuan meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi melalui program pendidikan kesehatan dan pemeriksaan rutin dengan menggunakan pendekatan pendidikan masyarakat dan pelatihan. Program ini mencakup data akurat tekanan darah masyarakat, laporan pemeriksaan tekanan darah individu, serta kolaborasi dengan pihak sejawat terkait edukasi kesehatan dan monitoring reguler untuk mengoptimalkan manajemen hipertensi. Hasil akhir program meliputi peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan menurunkan status hipertensi masyarakat secara keseluruhan di desa B.
DIGITALISASI ‘AYAM PELUNG CIANJUR’ SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN PRODUK BUDAYA DI KELOMPOK TANI MAKMUR CIANJUR Khoeruman, Hilman Fauzia; Karyaningsih, Tri Yulianty; Abdul Malik, Muhammad Zulfi
Midang Vol 2, No 1 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.52935

Abstract

Ayam pelung telah dijadikan sebagai simbol Kabupaten Cianjur sejak tahun 2016. Hal itu merupakan salah satu upaya pelestarian dan pemertahanan identitas kultural Kabupaten Cianjur. Upaya Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam memperkenalkan dan menjual ayam pelung sebagai komoditas ternak maupun kultural tidak berbanding lurus dengan peningkatan pasar, penjualan, dan peminat ayam pelung. Pasar dan penjualan ayam pelung dewasa ini semakin menurun, hal itu disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah proses jual beli ayam pelung masih menggunakan cara konvensial. Selain itu peminat ayam pelung sebagai ayam seni suara terbatas hanya komunitas tertentu. Pemanfaat pemasaran digital pada era industri 4.0 akan sangat membantu bidang peternakan tersebut, di antaranya dari segi pasar, penjualan, dan informasi yang komprehensif tentang ayam pelung. Salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut adalah perlu ada laman digital berbasis website dengan konten atraktif dan edukatif. Metode penyuluhan dan praktik langsung diterapkan kepada kelompok Tani Makmur di Kabupaten Cianjur sebagai rangkaian pelatihan dan peningkatan kompetensi digital yang menunjang pemasaran dan pelestarian ayam pelung sebagai produk budaya. Hasil dari program pengabdian ini berupa adanya website yang representatif dengan sehingga mampu menjangkau target audience secara global dan mendatangkan calon pembeli secara langsung melalui pesan jaringan pribadi.
KETERAMPILAN KREATIF MENULIS (PUISI) BAGI SISWA SMA Tiswaya, Waway; Suryana, Nana; Hamid, Abdul
Midang Vol 2, No 2 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.55487

Abstract

Keterampilan menulis tidaklah dimiliki oleh setiap orang, termasuk para siswa SMA. Ada kalanya keterampilan itu harus dilatihkan dan dibiasakan. Berlatih menulis, terutama bagi mereka yang sama sekali belum pernah mencobanya, tentu memerlukan bimbingan dari orang yang setidak-tidaknya pernah mempunyai pengalaman melakukannya. Dengan bimbingan dan pelatihan yang baik, niscaya mereka akan mampu membuat tulisan apa pun sesuai dengan apa yang diketahui dan diminati. Untuk meningkatkan perhatian dan pemahaman siswa tentang penulisan kreatif bidang puisi ini, perlu adanya penyuluhan yang tidak hanya mengenalkan istilah-istilahnya saja, tetapi juga harus ada pengenalan dari aspek seni oleh para ahli di bidangnya.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PERMEN JELI TOMAT DI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) WARDIYAN KELURAHAN KARTASURA Handayani, Catur Budi; Asmoro, Novian Wely; Harsanto, Bovi Wira
Midang Vol 2, No 1 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.51210

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan gizi makanan anak yang dijajakan pada 2 lingkungan sekolahan (SD dan SMP) yang ada di wilayah RW 07 Kelurahan Kartasura. Tim PkM terdiri dari 3 orang dosen dan dibantu oleh 2 orang mahasiswa. Mitra adalah ibu-ibu anggota Kelompok Bersama (Kube) “Wardiyan” yang berada di RW 07 Kelurahan Kartasura yang sebagian besar berwirausaha sebagai pembuat jajanan anak. Kegiatan yang dilakukan oleh tim PkM terdiri dari 2 tahapan. Tahap pertama berupa penyuluhan dan demontrasi pembuatan permen jeli tomat kemudian dilanjutkan dengan tahap ke 2 berupa praktek mendiri dengan pendampingan. Kegiatan pengabdian mampu meningkatkan pengetahuan (67,02%) dan keterampilan (100%) dari peserta. Luaran produk berupa permen jeli tomat dalam kemasan sachet dan toples yang siap jual.