cover
Contact Name
Iwan Tri Bowo
Contact Email
iwantb@umpri.ac.id
Phone
+6285601771179
Journal Mail Official
jbn.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Pringsewu JL. KH Ahmad Dahlan No. 112 Pringsewu Lampung 35373 Phone: 085601771179
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25488651     EISSN : 25488651     DOI : DOI: https://doi.org/10.52657/bagimunegeri
Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JBN) merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk Kegiatan Pengabdian, dengan nomor E-ISSN 2548-866X dan P-ISSN 2548-8651 adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Penerbitan jurnal dilakukan setiap 6 Bulan sekali, yaitu bulan Juni dan Desember Journal Homepage Image Jurnal Bagimu Negeri (JBN) merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk Kegiatan Pengabdian, dengan nomor E-ISSN 2548-866X dan P-ISSN 2548-8651 adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Penerbitan jurnal dilakukan setiap 6 Bulan sekali, yaitu bulan Juli dan Desember Scope Jurnal 1. Education, 2. Teaching, 3. Counseling, 4. Training, 5. Socializing, 6. Mentoring, 7. Coaching,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 385 Documents
KELAS BABY MASSAGE TERHADAP KETERAMPILAN IBU UNTUK OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG BAYI DI PMB SUMARTINI PURWAKARTA TAHUN 2026 Nova Rati Lova; Rositta Febriana; Triya Puspitarati; Suparmi
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3650

Abstract

. Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang bayi secara mandiri di rumah. Salah satu bentuk stimulasi yang efektif adalah baby massage (pijat bayi), yang terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, serta memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi. Namun, masih banyak ibu yang belum memahami teknik pijat bayi yang benar dan aman. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan ibu dalam melakukan baby massage guna mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Kegiatan ini dilaksanakan di PMB Sumartini Purwakarta pada tahun 2026 dengan sasaran ibu yang memiliki bayi .Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Pada tahap awal, peserta diberikan edukasi mengenai manfaat baby massage, waktu yang tepat melakukan pijat bayi, serta kontraindikasi yang perlu diperhatikan. Selanjutnya dilakukan demonstrasi teknik pijat bayi oleh tenaga kesehatan yang kompeten, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung oleh ibu dengan pendampingan fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan baby massage. Secara kualitatif, sebagian besar peserta menyatakan bahwa mereka memperoleh pemahaman baru mengenai teknik pijat bayi yang aman dan benar. Ibu juga mengungkapkan peningkatan rasa percaya diri untuk melakukan pijat bayi secara mandiri di rumah. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa peserta mampu mempraktikkan tahapan pijat bayi sesuai prosedur yang telah diajarkan. Beberapa peserta menyampaikan bahwa bayi tampak lebih rileks, tidur lebih nyenyak, dan lebih tenang setelah dilakukan pijat bayi.
PROGRAM PEMANFAATAN BUAH SEMANGKA SEBAGAI UPAYA NONFARMAKOLOGIS PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI Metaliasari; Tia Nurfitri
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3651

Abstract

Hipertensi pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai hipertensi serta rendahnya pemanfaatan terapi nonfarmakologis menjadi faktor yang memengaruhi pengendalian tekanan darah selama kehamilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai hipertensi dalam kehamilan serta mengoptimalkan pemanfaatan buah semangka sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah. Kegiatan dilaksanakan di TPMB Tia Nurfitri, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dengan sasaran 30 ibu hamil dan 7 kader kesehatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, edukasi manfaat buah semangka, serta pendampingan konsumsi buah semangka sebanyak 200 gram per hari selama 7 hari. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil dengan kategori baik dari 13,3% menjadi 80%, sedangkan kategori kurang menurun dari 60% menjadi 3,3%. Selain itu, proporsi ibu hamil dengan tekanan darah normal meningkat dari 16,7% menjadi 80%, sementara kategori hipertensi menurun dari 56,6% menjadi 3,3%. Program ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai konsumsi buah semangka dapat menjadi alternatif terapi nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengendalikan tekanan darah pada ibu hamil. Keberhasilan program juga didukung oleh keterlibatan kader kesehatan dalam proses pendampingan dan monitoring peserta
"PROGRAM LENTERA KESPRO" LAYANAN EDUKASI TERPADU CEGAH PERNIKAHAN DINI DAN MASALAH REPRODUKSI DI KELURAHAN CISEUREUH PURWAKARTA Dita Humaeroh; Tia Suciati; Husnul Chotimah
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3653

Abstract

Program Lentera Kespro merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terkait kesehatan reproduksi serta mencegah terjadinya pernikahan dini dan berbagai masalah reproduksi. Program ini dilaksanakan di Kelurahan Ciseureuh yang masih menghadapi tantangan dalam hal pemahaman kesehatan reproduksi dan tingginya risiko pernikahan usia dini. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan edukasi terpadu yang melibatkan penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi, serta kampanye kesehatan yang dirancang khusus untuk remaja. Materi yang diberikan meliputi pengenalan kesehatan reproduksi, pubertas, risiko pernikahan dini, infeksi menular seksual (IMS), serta keterampilan dalam pengambilan keputusan dan penolakan terhadap perilaku berisiko. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai dampak pernikahan dini dan kesehatan reproduksi. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test pada 37 remaja, kategori pengetahuan baik meningkat dari 8,1% menjadi 83,8%, sedangkan kategori kurang menurun menjadi 0%. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh metode edukasi interaktif melalui penyuluhan, diskusi, media visual, dan pendekatan peer education.
PROGRAM HOLISTIC CARE INOVASI PERAWATAN POSTPARTUM: PIJAT OKSITOSIN DAN KOMPRES HANGAT HERBAL SEBAGAI STRATEGI MENURUNKAN TINGGI FUNDUS UTERI Dewi Sulastri Sutaran; Nurhayati; Teti Yuli Handayani
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3654

Abstract

Masa nifas merupakan periode yang rentan terhadap berbagai komplikasi, salah satunya perdarahan postpartum yang dapat disebabkan oleh terhambatnya proses involusi uteri. Kurangnya pengetahuan ibu nifas mengenai tanda bahaya masa nifas dan pentingnya involusi uteri dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas dalam perawatan postpartum melalui pendekatan holistic care berupa edukasi, pijat oksitosin, dan kompres hangat herbal. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja TPMB Bidan Rosida Plered, Kabupaten Purwakarta, dengan sasaran 38 ibu nifas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan pembuatan kompres hangat herbal, pelatihan pijat oksitosin, praktik langsung, serta pendampingan dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu nifas, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 13% menjadi 89%, kategori cukup menurun dari 37% menjadi 11%, dan kategori kurang menurun dari 50% menjadi 0%. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik pijat oksitosin dan pembuatan kompres hangat herbal secara mandiri sebagai upaya mempercepat involusi uteri. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas terkait perawatan masa nifas serta berpotensi menjadi alternatif promotif dan preventif dalam mencegah komplikasi postpartum melalui pendekatan holistic care.
PENYULUHAN KASUS GAWAT DARURAT DAN PENATALAKSANAANNYA DI SEKOLAH LANSIA PCA LANGKAPURA Pira Prahmawati
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3655

Abstract

Lansia dapat mengalami situasi gawat darurat yang diakibatkan oleh berbagai penyebab yang terkait masalah fisiologis, neurologis, psikologis dan sosial. Lansia seringkali mengalami penurunan kesehatan seperti mengidap hipertensi, diabetes mellitus, penyakit asam urat, gangguan fungsi jantung, gangguan fungsi ginjal dan lain-lain. Penyakit kronis yang dideritanya terkadang menimbulkan situasi gawat darurat dan kritis seperti tidak sadarkan diri, sesak nafas dan nyeri dada sebelah kiri. Kondisi lain yang dapat menimbulkan situasi gawat darurat pada lansia adalah seperti tersedak dan luka bakar. Sehingga melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan para lansia dapat memahami pengertian, tanda dan gejala, penyebab dan cara penanganan awal kasus-kasus tersebut. Namun lansia dapat menjadi korban yang tidak berdaya pada kondisi gawat darurat sehingga lansia perlu mendapatkan pertolongan segera dengan cepat dan tepat. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para lansia dalam menghadapi kasus gawat darurat yang mungkin dialaminya. Hasil Penyuluhan ini para lansia aktif dan antusias mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir kegiatan, aktif dalam bertanya kepada narasumber, sebanyak 5 pertanyaan dari narasumber dapat dijawab dengan benar, aktif dalam redemontrasi praktek dan 3 orang dapat mengulang tindakan dengan bimbingan. Kehadiran peserta mencapai 100% yaitu sebanyak 30 orang. Kesimpulan bahwa penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemapuan terkait kegawatdaruratan pada peserta Sekolah Lansia PCA Langkapura. Saran bahwa diperlukan menghadirkan pendamping/caregiver lansia pada acara penyuluhan ini agar dapat memberikan pertolongan pertama pada lansia jika mengalami kondisi gawat darurat.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DAN IBU BAYI MELALUI IMPLEMENTASI SLEEP BABY KIT SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS TIDUR BAYI 0-6 BULAN Mey Linda Darmayanti; Ayu Arifianingsih; Titin Prihantini; Karmilah; Neneng Maryamah
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3656

Abstract

Kualitas tidur bayi merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan, perkembangan neurologis, regulasi emosi, dan kesehatan bayi secara optimal. Gangguan tidur pada bayi usia 0–6 bulan masih sering ditemukan di masyarakat akibat kurangnya pengetahuan ibu mengenai sleep hygiene dan stimulasi relaksasi tidur bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu serta ibu bayi melalui implementasi Sleep Baby Kit yang terdiri dari baby massage, white noise, dan edukasi sleep hygiene sebagai strategi peningkatan kualitas tidur bayi usia 0–6 bulan. Kegiatan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Munjul Jaya tepatnya di Balai Musyawarah RW01 Kelurahan Cisereuh dengan melibatkan 10 kader Posyandu dan 20 ibu bayi usia 0–6 bulan. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, pendampingan praktik, dan monitoring kualitas tidur bayi menggunakan lembar observasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu, peningkatan sikap positif ibu bayi, serta peningkatan kualitas tidur bayi setelah implementasi Sleep Baby Kit . Sebagian besar bayi mengalami peningkatan kategori kualitas tidur baik dari 20% menjadi 75%. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan berada pada kategori sangat puas sebesar 60%. Implementasi Sleep Baby Kit terbukti menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif, mudah diterapkan, dan berpotensi dikembangkan sebagai program promotif preventif berbasis masyarakat dalam mendukung kesehatan bayi.
PEMANFAATAN MASKER LEMON DAN MADU SEBAGAI UPAYA NONFARMAKOLOGIS DALAM MENGURANGI JERAWAT PADA AKSEPTOR KB SUNTIK KOMBINASI DI TPMB ROSIDA PURWAKARTA TAHUN 2026 Intan Noor Khalifah; Yeni Tegar Setiawati; Evalina Fransisca Lusianawati
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3657

Abstract

Jerawat merupakan salah satu efek samping yang sering dikeluhkan oleh akseptor KB suntik kombinasi akibat perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kondisi kulit. Pemanfaatan bahan alami seperti lemon dan madu dapat menjadi alternatif nonfarmakologis untuk membantu mengurangi jerawat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan akseptor KB suntik kombinasi dalam memanfaatkan masker lemon dan madu serta mengevaluasi perubahan tingkat jerawat setelah penggunaannya. Kegiatan dilaksanakan di TPMB Rosida Purwakarta dengan melibatkan 70 akseptor KB suntik kombinasi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan masker lemon dan madu, simulasi penggunaan, serta pendampingan selama empat minggu. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan tingkat jerawat sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbaikan tingkat jerawat setelah penggunaan masker lemon dan madu. Pada pretest, sebagian besar peserta berada pada tingkat jerawat 3 sebanyak 56 orang (80,0%) dan tingkat jerawat 4 sebanyak 10 orang (14,3%), sedangkan tingkat jerawat 2 sebanyak 4 orang (5,7%) dan tidak terdapat peserta pada tingkat jerawat 1. Setelah intervensi, jumlah peserta pada tingkat jerawat 1 meningkat menjadi 28 orang (40,0%) dan tingkat jerawat 2 menjadi 32 orang (45,7%). Sementara itu, peserta pada tingkat jerawat 3 menurun menjadi 10 orang (14,3%) dan tidak terdapat lagi peserta pada tingkat jerawat 4. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan masker lemon dan madu dapat membantu menurunkan tingkat keparahan jerawat pada akseptor KB suntik kombinasi. Selain itu, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan serta penggunaan masker lemon dan madu sebagai alternatif perawatan kulit berbahan alami.
ROLLBLEND ESSENSIAL OIL PEPPERMINT DAN JAHE SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER INOVATIF DALAM MENGURANGI NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL Maulida Latifah; Qurotul 'Aini
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3659

Abstract

Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil akibat perubahan fisiologis selama kehamilan yang dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai penanganan nonfarmakologis menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keluhan nyeri punggung tidak tertangani secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu hamil melalui terapi komplementer serta pemberian rollblend essensial oil peppermint dan jahe sebagai upaya penurunan keluhan nyeri punggung. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, edukasi mengenai manfaat terapi komplementer, demonstrasi penggunaan rollblend essential oil, serta pendampingan praktik mandiri pada ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan ibu hamil secara aktif dalam proses edukasi dan praktik terapi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kepatuhan dan pemahaman ibu hamil mengenai terapi komplementer, serta penurunan keluhan nyeri punggung setelah penggunaan rollblend essensial oil secara rutin. Mayoritas nyeri punggung sebelum diberikan intervensi berada di skala 4-6 (nyeri sedang) sebanyak 33 ibu hamil (82,50%), sedangkan setelah dilakukan intervensi mayoritas nyeri punggung berada di skala 1-3 (nyeri ringan) sebanyak 31 ibu hamil (77,50%). Selain itu, ibu hamil menjadi lebih mandiri dalam melakukan penanganan awal terhadap keluhan nyeri punggung secara aman dan nonfarmakologis. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan ibu hamil melalui terapi komplementer dan pemberian rollblend essensial oil peppermint dan jahe efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta membantu menurunkan keluhan nyeri punggung selama kehamilan.
PELATIHAN PEMBUATAN KARYA SENI KOLASE DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH ALAM PADA PESERTA DIDIK SD NEGERI 3 WARINGINSARI BARAT Riska Juwita Sari; Asma Nabilatuz Zahra; Siska Amelia Fernanda; Nike Fadzila Putri; Hanif Al Fikri; Melvari Zulfani
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3660

Abstract

Pelatihan pembuatan karya seni kolase dengan memanfaatkan limbah alam pada peserta didik SD Negeri 3 Waringinsari Barat bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan motorik halus, dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan melalui pelatihan pembuatan karya seni kolase berbahan limbah alam di SD Negeri 3 Waringinsari Barat. Hal ini dikarenakan rendahnya kreativitas peserta didik dalam pembelajaran seni rupa serta kurangnya pemanfaatan limbah alam sebagai media pembelajaran menjadi permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai konsep seni kolase dan pemanfaatan limbah alam, demonstrasi pembuatan karya, praktik langsung oleh peserta didik menggunakan bahan berupa daun kering dan bahan alam lainnya, serta evaluasi terhadap proses dan hasil karya yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mampu menghasilkan karya kolase yang beragam, kreatif, dan sesuai dengan tema yang diberikan. Selain itu, peserta didik menunjukkan peningkatan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran, berkembangnya keterampilan motorik halus, serta meningkatnya kesadaran untuk memanfaatkan limbah alam sebagai bahan yang memiliki nilai guna dan nilai estetika. Pelatihan ini terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran seni rupa yang kreatif, kontekstual, dan ramah lingkungan, sehingga dapat mendukung pengembangan kreativitas serta karakter peduli lingkungan pada peserta didik sekolah dasar.
PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN KERAJINAN TIGA DIMENSI BERBAHAN CLAY Endang Wahyuni; Cenita Givia Intani; Hanifah; Icha Anggraini; Putri Hardiana; Firly Azzahra
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3661

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas siswa dalam pembelajaran seni rupa di SD Negeri 2 Tanjung Agung, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus. Pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan kegiatan menggambar dua dimensi sehingga siswa belum memiliki pengalaman membuat karya tiga dimensi. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan kerajinan tiga dimensi berbahan clay, mengetahui peningkatan kreativitas siswa, serta mengetahui respons siswa terhadap penggunaan media clay dalam pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan praktik langsung (learning by doing) melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan menggunakan metode demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan individu kepada 19 siswa kelas V. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan kerajinan tiga dimensi berbahan clay berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan kreativitas siswa dengan rata-rata persentase kreativitas sebesar 82,5% pada kategori tinggi. Selain itu, respons siswa terhadap kegiatan memperoleh rata-rata persentase sebesar 90,7% dengan kategori sangat positif. Penggunaan media clay membuat siswa lebih aktif, antusias, dan percaya diri dalam menuangkan ide serta imajinasi melalui karya tiga dimensi. Dengan demikian, pelatihan kerajinan tiga dimensi berbahan clay dapat menjadi alternatif kegiatan pembelajaran kreatif untuk meningkatkan kreativitas siswa sekolah dasar.