cover
Contact Name
Nugroho Heri Cahyono
Contact Email
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Kompleks Pendopo Agung Taman Siswa Jl. Tamansiswa No.25, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cilpa : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa
ISSN : 23559691     EISSN : 28092260     DOI : 10.30738
Cilpa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa is a blind peer-reviewed journal dedicated to the publication of quality thoughts and research results in the field of Fine Arts and Fine Arts Education, the study or creation of fine arts but is flexible and not implicitly limited. All publications in CILPA are open access, allowing articles to be freely available without any violation.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2025): July" : 6 Documents clear
Penciptaan Huruf Tradisonal Motif Tato Dayak ical, Faisal Syamsuddin; Amir, Supratiwi
CILPA Vol 10 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i2.19796

Abstract

Abstrak Tato Dayak memiliki beragam motif dimana setiap motif yang dimiliki mempunyai makna tersendiri dalam pengunaanya sesuai dengan aturan adat masayarakat Dayak. Berdasarkan analisa dan beberapa pertimbangan yang telah dilakukan menganggap tato Suku Dayak memiliki potensi untuk digunakan sebagai sumber ide dalam menciptakan desain huruf motif tato Dayak Kalimantan. Tujuan penelitian dan penciptaan karya ini adalah upaya pembangunan branding budaya Tato dengan penerapan media huruf sehingga budaya dapat dilestarikan dan dapat difungsikan dalam masyarakat. Metode penciptaan karya ini menggunakan metode eksplorasi, improvisasi dan eksperimentasi, serta pembentukan (forming). Dalam mendeskripsikan ide, konsep karya dan gagasan menciptakan huruf motif corak tato Dayak melalui pendekatan estetik tanpa menghilangkan makna setiap motif. Ruang lingkup pengembangan gagasan serta penerapan karya dilakukan secara bertahap. Hasil dari penelian dan penciptaan karya ini adalah berupa Huruf motif tato Dayak dan Tipografi yang mengintegrasikan unsur-unsur budaya Dayak dan proses kreatif berfungsi sebagai alat pendidikan yang efektif. Aplikasi huruf dan tipografi tersebut Melalui buku, poster, atau materi informasi lainnya yang menggunakan jenis huruf bergaya Dayak. Abstract Dayak tattoos have various motifs, each with its own meaning in their use according to the customs of the Dayak community. Based on the analysis and several considerations that have been made, it is believed that Dayak tattoos have the potential to be used as a source of ideas in creating letter designs for Dayak Kalimantan tattoo motifs. The purpose of this research and creation of this work is an effort to build tattoo culture branding thru the application of letter media so that the culture can be preserved and function within society. The method of creating this work uses exploration, improvisation, and experimentation methods, as well as forming. In describing the idea, concept of the work, and the idea of creating letters with Dayak tattoo motifs thru an esthetic approach without losing the meaning of each motif. The scope of idea development and the application of the work are carried out in stages. The result of this research and creation is in the form of Dayak tattoo motif letters and typography that integrate elements of Dayak culture and the creative process, serving as an effective educational tool. The application of these letters and typography is thru books, posters, or other informational materials that use Dayak-style fonts.
HAMBATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PESERTA DIDIK DI SMPN 7 MALANG Subqiyah, Viola Yuniar Mallikhatus; Devira, Marshanda
CILPA Vol 10 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan dalam kemampuan berpikir kreatif peserta didik di kelas VII D SMP Negeri 7 Malang. Subjek penelitian terdiri dari 28 peserta didik dengan latar belakang dan karakteristik yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode participant observation, di mana peneliti secara langsung terlibat dalam proses pembelajaran untuk mengamati perilaku, respons, dan partisipasi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hambatan yang signifikan dalam pengembangan kemampuan berpikir kreatif, terutama pada peserta didik laki-laki. Hambatan tersebut mencakup kurangnya kepercayaan diri dalam mengemukakan ide, keterbatasan dalam mengembangkan gagasan secara orisinal, serta kecenderungan untuk mengikuti pola pikir konvensional. Faktor lingkungan kelas, pendekatan pembelajaran yang masih dominan satu arah, dan kurangnya stimulus visual juga menjadi faktor yang memperkuat hambatan tersebut. Temuan ini menunjukkan pentingnya inovasi dalam strategi pembelajaran untuk menciptakan ruang eksplorasi yang lebih luas, terutama dalam mendukung peserta didik laki-laki yang cenderung mengalami kesulitan lebih besar dalam berpikir kreatif. Abstract This research aims to identify and analyze the obstacles to the creative thinking abilities of students in class VII D at SMP Negeri 7 Malang. The research subjects consisted of 28 students with diverse backgrounds and characteristics. This study uses the participant observation method, where the researcher is directly involved in the learning process to observe the behavior, responses, and participation of the students. The research results indicate that there are several significant obstacles in the development of creative thinking skills, especially among male students. These obstacles include a lack of confidence in expressing ideas, limitations in developing original concepts, and a tendency to follow conventional thinking patterns. Classroom environment factors, a predominantly one-way learning approach, and a lack of visual stimuli also reinforce these barriers. These findings highlight the importance of innovation in learning strategies to create broader exploration spaces, especially in supporting male students who tend to face greater difficulties in creative thinking.
Pemanfaatan Bahan Bekas Dalam Pembuatan Tempat Pensil Pada Mata Pelajaran SBK Di Sdit Darul Istiqomah Palangka Raya Arrazi, Muhammad Syaufi; Arif Dian Pratama
CILPA Vol 10 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i2.20120

Abstract

Abstrak                                                                                          Pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) di sekolah dasar seharusnya mampu mendorong siswa untuk berkreasi secara aktif dan kontekstual. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran SBK masih minim dalam kegiatan praktik dan belum sepenuhnya mengembangkan potensi kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengembangkan keterampilan kreatif siswa melalui kegiatan membuat kotak pensil dari bahan bekas. Metode yang digunakan adalah pendekatan berbasis proyek (project-based learning) dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik, dan evaluasi. Subjek kegiatan adalah siswa kelas IV Darul Istiqomah Palangka Raya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa dapat menghasilkan produk kreatif, berdaya guna, dan memiliki nilai estetika, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemanfaatan barang bekas. Kegiatan ini juga membentuk karakter siswa menjadi lebih peduli lingkungan, mandiri, dan mampu bekerja sama. Pemanfaatan bahan bekas terbukti efektif sebagai media pembelajaran kreatif yang mudah, murah, dan mendidik. Abstract The learning of Arts, Culture, and Skills (SBK) in elementary schools should be able to encourage students to create actively and contextually. However, in practice, SBK learning still lacks practical activities and has not fully developed the creative potential of students. This research aims to explore and develop students' creative skills thru the activity of making pencil boxes from recycled materials. The method used is a project-based learning approach with stages of socialization, training, practice, and evaluation. The subjects of the activity are the fourth-grade students of Darul Istiqomah Palangka Raya. The results of the activity show that students can produce creative, useful, and esthetically valuable products, while also raising awareness of the importance of utilizing used goods. This activity also shapes students' character to be more environmentally conscious, independent, and capable of working together. The use of recycled materials has proven to be an effective medium for creative learning that is easy, inexpensive, and educational.  
Buah Manggis Sebagai Ide Penciptaan Karya Batik Khas Hargotirto Hidayat, Erjuyn Yayan; Sugiyamin, sugiyamin; Cahyono, Nugroho Heri; Triyono
CILPA Vol 10 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i2.20322

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi buah manggis sebagai sumber penciptaan karya seni batik tulis sekaligus mengenalkan identitas khas Hargotirto Kulon Progo melalui karya batik tulis, mengenalkan potensi buah manggis sebagai komoditas buah lokal, dan mendorong kecintaan masyarakat pada batik tulis. Metode penciptaan ini meliputi eksplorasi, perancangan dan perwujudan, Tahapan penciptaan karya seni diawali dengan eksplorasi berupa penggalian ide, pengumpulan data pengamatan, karakteristik buah manggis sebagai motif utama, aneka ragam hias pada pohon manggis sebagai motif pendukung dilanjukan pembuatan sketsa dan pembuatan desain. Perwujudan berupa pembuatan kain batik pencantingan, pewarnaan dan pelepasan malam kemudian dilanjut dengan proses pembuatan sandang. Hasil dari penelitian ini yaitu Memunculkan identitas potensi Kalurahan Hargotirto, Kokap, Kulon Progo yang selama ini belum diolah, melalui karya seni batik dengan motif buah manggis; Menyampaikan pesan bahwa buah manggis sebagai komoditas buah tahunan melalui karya batik tulis yang dibuat; Mampu menciptakan hal baru terutama di dunia kriya batik di Kalurahan Hargotirto dengan menciptakan Tujuh karya batik tulis tema buah manggis berjuduh Kesinambungan, Abyakta, ADEM (Aman, Damai, Elok, Madani), Aditya Yoda, Din, Noto Ati, dan Spodang. Abstract This research aims to explore the mangosteen fruit as a source for creating batik art while introducing the unique identity of Hargotirto Kulon Progo thru batik works, showcasing the potential of mangosteen as a local fruit commodity, and fostering public appreciation for batik art. The creation method includes exploration, design, and realization. The stages of creating the artwork begin with exploration, which involves idea generation, data collection thru observation, the characteristics of the mangosteen fruit as the main motif, and the various decorations on the mangosteen tree as supporting motifs, followed by sketching and design creation. The realization involves the creation of batik cloth thru canting, dyeing, and wax removal, followed by the process of making clothing. The results of this research are to highlight the potential identity of Kalurahan Hargotirto, Kokap, Kulon Progo, which has not been utilized until now, thru batik art with mangosteen motifs; to convey the message that mangosteen is a seasonal fruit commodity thru the created written batik works; and to create something new, especially in the world of batik crafts in Kalurahan Hargotirto, by producing seven written batik works with the theme of mangosteen titled Kesinambungan, Abyakta, ADEM (Safe, Peaceful, Beautiful, Civilized), Aditya Yoda, Din, Noto Ati, and Spodang.
Estetika Dekonstruksi Lukisan Dalang Bali Karya I Nyoman Gunarsa Kenak, I Made Kenak Dwi Adnyana; I Kadek Agus Ardika
CILPA Vol 10 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i2.20325

Abstract

ABSTRAK Lukisan “Dalang Bali” merupakan sebuah karya seni dua dimensi seniman lukis terkenal Bali saat ini yaitu I Nyoman Gunarsa. Lukisan ini bertema tentang kebudayaan Bali, yang merupakan sebuah bentuk representasi yang di dalamnya terkandung ideologi dan berlatar belakang sosial budaya masyarakat Hindu Bali. Gunarsa yang menghadirkan representasi estetika dekonstruktif lewat tanda visual membawa misi tertentu yang menjadi ideologi seniman. Melalui tanda visual inilah lukisan “Dalang Bali” bisa dilihat sebagai tanda atau teks yang tidak bermakna tunggal (kompleks). Penelitian ini memfokuskan pada analisis dekonstruksi dari estetika yang hadir dalam lukisan “Dalang Bali”. Penelitian ini menggunakan metode observasi, pengumpulan dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data bersifat deskriptif analisis, Teori yang digunakan adalah teori dekonstruksi, dan teori hipersemiotika. Hasil pembahasan dari representasi estetika dekonstruksi lukisan “Dalang Bali” I Nyoman Gunarsa diurai dari aspek bentuk yang terdistorsi, ruang yang menghadirkan ruang terbatas dan tanpa batas, komposisi yang di dalammya mengandung kontras dan sudut pandang yang menciptakan peleburan makna yang tunggal, transformasi struktur dalam pementasan wayang yang asli menciptakan konotasi makna dari makna yang bersifat denotasi, dan tanda yang menghadirkan tanda palsu dan tanda daur ulang yang menciptakan dekontekstualisasi pada tanda. ABSTRACT The painting “Dalang Bali” is a two-dimensional work of art by the famous Balinese painter I Nyoman Gunarsa. This painting is themed around Balinese culture, which serves as a form of representation containing ideology and rooted in the socio-cultural background of the Balinese Hindu community. Gunarsa presents a deconstructive aesthetic representation through visual symbols, carrying a specific mission that reflects the artist's ideology. Through these visual symbols, the painting “Dalang Bali” can be seen as a sign or text that is not singular in meaning (complex). This study focuses on the deconstruction analysis of the aesthetics present in the painting “Dalang Bali.” The research employs observation, documentation collection, and interviews. The data analysis technique is descriptive analysis, using deconstruction theory and hypersemiotics theory. The discussion of the deconstructive aesthetic representation in the painting “Dalang Bali” by I Nyoman Gunarsa is analyzed from the aspects of distorted form, space that presents both limited and unlimited space, composition that contains contrasts and perspectives creating a fusion of singular meaning, structural transformation in the original wayang performance creating connotative meaning from denotative meaning, and signs that present false signs and recycled signs creating decontextualization of the sign.
Penciptaan Karya Lukis "Orkestra Liar dalam Sepi": Dialog Spiritual Manusia dan Alam Kalimantan Windu Setiawan
CILPA Vol 10 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i2.20436

Abstract

Abstrak Penciptaan karya seni berjudul “Orkestra Liar dalam Sepi” yang mengangkat tema flora dan simbol budaya Kalimantan Timur, khususnya Anggrek Hitam dan Ornamen ukiran suku Dayak sebagai elemen visual utama dalam karya. Tujuan penciptaan karya tersebut adalah menghadirkan sebuah karya seni yang merefleksikan spiritualitas manusia dan harmoni alam sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya lokal. Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan Gustami yang mencakup eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Karya ini lahir dari sebuah keresahan atas kurangnya representasi visual Kalimantan dalam seni rupa kontemporer nasional. Hasil penciptaan karya tersebut menunjukan perpaduan antara flora langka dari Kalimantan dan ornamen budaya Suku Dayak mampu membentuk sebuah narasi visual yang tidak hanya menghadirkan nilai estetis, tetapi juga mengandung akan makna spiritual dan edukatif. Karya Lukisan ini berhasil merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan roh leluhur melalui pendekatan simbolik dan komposisi visual yang  dinamis. Karya ini bukan hanya sebagai bentuk ekspresi artistik, melainkan sebagai media reflektif untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian budaya dan ekologi Kalimantan Timur. Abstract The creation of an artwork titled “Wild orchestra in Silence” which highlights the theme of flora and cultural symbols of East Kalimantan, paeticularly the Black Orchid and Dayak tribal carving ornaments as the main visual elements in the work. The purpose of creating this artwork is to present an artistic piece that reflects human spirituality and harmony with nature as one form of preserving local culture. The method used is based on Gustami’s approach, which includes exploration, design, and realization. This work emerged from a concern over the lack of visual representation of East Kalimantan in national contemporary art. The result of this work shows a combination of rare flora from kalimantan and Dayak cultural ornaments that form a visual narrative that not only presents aesthetic value but also contains spiritual and educational meaning. This painting successfully represents the harmonious relationship between humans, nature, and ancostral spirits through a symbolic approach and dynamic visual composition. This work is not merely an artistic expression but also a reflective medium to raise awareness about the importance of praserving the culture and ecology of East Kalimantan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6