cover
Contact Name
Widayat Widayat
Contact Email
widayat@live.undip.ac.id
Phone
+6281329163105
Journal Mail Official
pspi@live.undip.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275 Semarang Jawa Tengah Indonesia www. pspi.undip.ac.id; Email pspi@live.undip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 29858100     DOI : 10.14710/jpii.xxxx.xxxxx
Fokus dari JPII ini adalah mempublikasikan setiap artikel ilmiah dari dari para peneliti, insinyur, Insinyur Profesional. Artikel yang diterbitkan dapat berbentuk Artikel Riset, Artikel Review, Artikel dari Studi Kasus, Review Artikel baik Singkat maupun Lebar. Pekerjaan Keinsinyuran diantaranya dalam bidang keteknikan /rekayasa, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan. Ruang lingkup dari jurnal ini adalah: - Teknik Industri yang meliputi teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik industri - Teknik Sipil dan Rekayasa Bangunan yang meliputi perairan, sungai dan bendungan - Teknik Informatika, Komputer dan Sistem Informasi - Rekayasa Sumber Daya Hayati yang meliput pertanian, peternakan dan perikanan
Articles 122 Documents
Pelaksanaan Erection Jembatan Pipa Pada Proyek Pembangunan Spam Regional Kartamantul Tahap II Kapasitas 300 L/Detik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Noviyanto, Sigit; Sarminingsih, Anik; Widayat, Widayat
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 7 (2023): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.23861

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta diperlukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum. Untuk mengalirkan distribusi air bersih dibutuhkan jalur pipa transmisi dari hulu ke hilir yang beberapa titik dilalui sungai. Jembatan pipa adalah bangunan yang berfungsi untuk menyebrangkan aliran air antara dua titik berbeda. Perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan banyak metode pelaksanaan erection jembatan. Hasil observasi studi kasus ini dari awal produksi, pengiriman sampai dengan proses perakitan sudah memenuhi Standar Operasi Prosedur (SOP). Metode erection yang digunakan terdiri dari 2 unit crane 5 ton, dan pemasangan perancah scaffolding. Pemilihan metode erection crane lebih cepat sebanyak 1 bulan dan biaya pelaksanaan dari rencana awal Rp1.237.075.915,00 turun menjadi Rp1.099.075.915,00. Analisa biaya tersebut didapat efisiensi biaya sebesar Rp138.000.000,- dengan persentase 11,15%. Kata kunci: metode erection, jembatan pipa, baja IWF 500, crane
Konstruksi Tieback Sebagai Upaya Pencegahan Deformasi Pada Struktur Tanggul Pengaman Pantai di Jakarta Achdan, Muhammad Danny; Susanty, Aries; Budiharjo, M. Arief
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 8 (2023): JPII: Nopember -Desember 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.23910

Abstract

Pembangunan pengaman pantai di Jakarta atau NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) merupak Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan sebagai upaya perlindungan terhadap banjir rob yang meningkat akibat dari penurunan muka air tanah (land subsidence) dan kenaikan muka air laut. Dari hasil penyelidikan tanah menunjukan bahwa terdapat lokasi yang memiliki lapisan lumpur yang dapat mengakibatkan kemiringan (deformasi) terhadap struktur spun pile. Dalam hal ini direncanakan konstruksi tambahan yaitu konstruksi tieback yang berfungsi sebagai counterweight dalam upaya pencegahan terjadinya kemiringan (deformasi). Struktur tieback direncanakan memiliki 3 struktur utama yaitu struktur steel pipe sebagai tiang pondasi, struktur pilecap untuk menyatukan steel pipe dan sebagai beban utama counterweight itu sendiri dan struktur balok baja sebagai pengikat antara tieback dengan struktur tanggul. Perencanaan yang telah dianalisis meliputi pekerjaan struktur pondasi steel pipe, struktur counterweight pilecap dan struktur balok baja. Hasil analisis menunjukan bahwa struktur tieback dapat mencegah terjadinya deformasi pada struktur tanggul pengaman pantai Jakarta secara analitis. Kata kunci: tanggul pengaman pantai, konstruksi tieback, counterweight
Sekutu Emitor Dua Tahap dan Resistor Daya sebagai Detektor Arus pada Sistem Proteksi Arus Analog Novianto, Dwi; Isnanto, R Rizal; Nisworo, Sapto
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 2 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24264

Abstract

Fokus penelitian ini adalah sistem proteksi Catu Daya Meja tegangan ganda yang digunakan untuk melakukan sebuah percobaan pada suatu proyek penelitian ataupun praktikum pada proses pembelajaran. Catu Daya Meja yang dijual di pasaran rata-rata mampu menyalurkan arus 3A hingga 10A karena penggunaannya yang luas. Kemampuan menyalurkan arus yang cukup tinggi harus disertai dengan sistem proteksi arus. Sistem proteksi arus dapat dirancang secara digital ataupun analog. Keduanya mempunai kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Namun sistem proteksi arus analog lebih populer karena apabila terjadi kerusakan, pengguna dapat memperbaikinya dengan mudah karena tidak melibatkan proses pengkodingan. Salah satu sensor yang populer dan mudah ditemukan di pasaran serta handal adalah resistor daya 0,1Ω/100W yang dirangkai secara seri paralel. Tegangan yang dihasilkan dari resistor tersebut digunakan untuk membias rangkaian sekutu emitor dua tahap dengan transistor 2N3904. Rangkaian sekutu emitor tahap ke-dua digunakan sebagai saklar untuk mengaktikan relay LY2l4. Karena resistor daya yang digunakan mempunyai nilai hambatan kecil namun dipergunakan untuk memproteksi arus yang besar, maka perhitungan pada proses pemilihan nilai komponen harus diperhatikan. Perhitungan tersebut akan dibahas pada artikel ini secara terperinci. Selain perhitungan, penentuan lebar jalur PCB juga harus sesuai standar. Standar yang akan digunakan adalah Standar IPC. Dari perhitungan diperoleh sistem proteksi handal yang dapat menyalurkan arus maksimal 10A dengan catu daya sistem antara 26V hingga 60V. Selain itu, komponen yang dipilih adalah komponen yang mudah ditemukan di pasaran sehingga mempermudah perawatan jika terjadi kerusakan. Kata kunci: proteksi, arus, standar, IPC
Optimasi Kuat Tekan Beton Dengan Substitusi Fly Ash, Bahan Tambah Natrium Glukonat dan Menurunkan Rasio Air/Semen Dharsono, Nikolaus Dharmawan; Wardhani, Dyah Hesti; Hadiyanto, Hadiyanto
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 8 (2023): JPII: Nopember -Desember 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.20942

Abstract

Beton adalah campuran pasir, kerikil, batu pecah atau agregat lainnya yang dicampur dengan semen dan air hingga membentuk suatu massa seperti batu. Inovasi beton karena penggunaan beton yang luas pada bidang konstruksi. Pada penelitan sebelumnya, substitusi semen dengan fly ash sebesar 9%, silica fume sebesar 12,5% dan penambahan natrium glukonat sebesar 0,03% meningkatkan kuat tekan beton (28 hari) sebesar 14,6%, tetapi membutuhkan biaya campuran lebih besar 290,23% dari sampel kontrol. Maka pada penelitian ini akan mengoptimalisasi hasil penelitian sebelumnya dengan menghilangkan variabel silica fume untuk menurunkan harga campuran pada beton. Pada penelitian ini menggunakan rancangan fakotrial 2k dengan 3 faktor dengan mengoptimalkan penggunaan fly ash dan natrium glukonat dengan mengurangi rasio w/c untuk didapatkan hasil kuat tekan beton maksimal. Pada penelitian ini dilakukan pengujian slump test beton segar dan pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari. Data tersebut digunakan untuk mengoptimasi kuat tekan beton dengan bantuan software minitab versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada slump test, senyawa fly ash meningkatkan workability, rasio w/c dan natrium glukonat mengentalkan beton segar. Pada kuat tekan beton, memperbesar kadar fly ash mengurangi kuat tekan beton, mengurangi rasio air/semen meningkatkan kuat tekan beton, dan memperbesar natrium glukonat meningkatkan kuat tekan beton. Pada kuat tekan beton. dengan komposisi semen:fly ash:rasio w/c :natrium glukonat sebesar 0,91:0,09:0,42:0,002 meningkatkan kuat tekan beton sebesar 15,33% dari kontrol pada umur 28 hari. Biaya campuran beton untuk mencapai kuat tekan optimum lebih kecil 5,73% dari harga semen per kg pada sampel kontrol. Kata kunci: beton, fly ash, rasio w/c, natrium glukonat, uji slump, optimasi kuat tekan beton
Perencanaan Kebutuhan Fasilitas Pejalan Kaki Pada Area Pendidikan Jalan Perjuangan Cirebon Hermawan, Dedi; Huboyo, Haryono Setiyo; Putranto, Thomas Triadi
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 8 (2023): JPII: Nopember -Desember 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.18342

Abstract

Lingkungan pendidikan Jalan Perjuangan di Kota Cirebon merupakan kawasan yang dikelilingi oleh kegiatan mahasiswa dan kegiatan ekonomi, sehingga diduga lalu lintas di kawasan tersebut tidak teratur, salah satunya adalah kegiatan pejalan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain kebutuhan ruang pejalan kaki yang akan dibangun di lingkungan kampus. Pengumpulan data dilakukan dengan pemetaan langsung di lokasi pengamatan pada hari kerja selama dua hari pengamatan yang mencakup hari utama. Data yang dikumpulkan adalah jumlah kendaraan, jumlah pejalan kaki dan jumlah penyeberang. Informasi yang diperoleh digunakan untuk mendapatkan hasil yang menentukan tipe fasilitas pejalan kaki yang tepat untuk area pada ruas jalan perjuangan. Hasil perhitungan diperoleh bahwa ruas jalan tersebut membutuhkan fasilitas trotoar dengan lebar 1,8-2 meter dan dibutuhkan 4 pelican crossing untuk 2 titik yaitu di depan Kampus Syariah IAIN Sheikh Nur Jati Cirebon dan di depan halte IAIN Sheikh Nur Jati. Maka kebutuhan rencana anggaran untuk pembangunan fasilitas pejalan kaki di kawasan Kampus IAIN Sheikh Nur Jati Cirebon, Jalan Perjuangan, Kecamatan Kesambi, Cirebon adalah sebesar Rp1.411.115.000,00. Kata kunci: pejalan kaki, trotoar, pelican crossing, Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Evaluasi Manajemen Waktu Penyelesaian Proyek Pembangunan Jalan Terminal Petikemas Tanjung Emas Semarang Dengan CPM dan PERT Wijanarko, Aji; Purwaningsih, Ratna; Silviana, Silviana
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23914

Abstract

Manajemen waktu memainkan peran penting dalam setiap proyek pembangunan dan pemeliharaan, dengan tujuan memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Dalam penelitian ini, fokus diberikan pada aspek-aspek manajemen waktu yang diterapkan dalam proyek. Proyek yang menjadi objek penelitian adalah pemeliharaan jalan di Terminal Petikemas Semarang, dan metode CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique) digunakan untuk menentukan durasi proyek dan lintasan kritis. Proses pengendalian jadwal menjadi sangat penting dalam pengawasan proyek. Dalam penjadwalan, digunakan diagram jaringan untuk mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan dalam proyek. Metode CPM dan PERT digunakan dalam penelitian ini untuk membuat jaringan kerja dan menentukan lintasan kritis, sehingga dapat diperoleh estimasi durasi proyek.Berdasarkan hasil analisis aspek-aspek manajemen waktu, hasil perhitungan analisis metode CPM (critical path method) untuk pekerjaan pemeliharaan jalan paving blok Terminal Petikemas Semarang memerlukan durasi 10 hari, dengan jalur kritis di kegiatan D, E, F, G, dan H. Sedangkan dengan metode PERT adalah 10,84 hari dengan probabilitas keberhasilan proyek terselesaikan sebesar 87,3%, untuk itu apabila probabilitas keberhasilan proyek ingin sebesar 91%-99,3% maka dibutuhkan durasi pelaksanaan proyek selama 10,85-11 hari kerja. Faktor penghambat meliputi cuaca buruk, seperti hujan deras dan angin kencang, yang dapat menyebabkan penundaan dan memengaruhi kualitas pekerjaan, serta banjir rob yang sering terjadi di daerah tersebut, menghalangi akses ke area proyek dan merusak pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya. Kata kunci: manajemen waktu, CPM, PERT, diagram network
Pengaruh Pelepasan Wave Trap terhadap Operasi Sistem Transmisi Alam, Aji Suryo; Sumardi, Sumardi; Denis, Denis; Prasetia, Hikmah
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23915

Abstract

Wave trap merupakan suatu peralatan yang dipasang secara seri pada saluran transmisi dan berfungsi menyaring arus frekuensi tinggi yang dikirim dari gardu induk lawan maupun dari gardu induk sendiri. Penyaringan arus frekuensi tinggi berguna agar pancaran tidak mengganggu peralatan gardu induk yang lain, sehingga penyaluran listrik dan komunikasi tidak saling mempengaruhi. Pada gardu induk Pegangsaan terpasang wave trap hanya pada fasa R dan T, pemasangan wave trap ini diduga menyebabkan ketidakseimbangan arus yang mengalir pada ruas tersebut. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui dampak pelepasan wave trap yang terpasang pada saluran terhadap operasi sistem. Metode yang dilakukan adalah memasang alat power quality monitoring pada ruas tersebut guna mengetahui karakteristik power quality (ketidakseimbangan arus dan harmonisa) sebelum dan sesudah dilakukan pelepasan wave trap sekaligus dilakukan perhitungan ketidakseimbangan hasil pengukuran lapangan. Hasil studi kasus didapatkan ketidakseimbangan arus sebelum pelepasan wave trap adalah 29,19% sedangkan setelah wave trap dilepas turun menjadi 15%. Harmonisa tegangan total sebelum pelepasan wave trap sebesar 1,433% dan setelah pelepasan wave trap 1,481%. Harmonisa arus sebelum pelepasan wave trap sebesar 22,53% dan setelah pelepasan wave trap sebesar 46,61%. Dari hasil yang sudah didapatkan, dapat disimpulkan pelepasan wave trap berdampak pada ketidakseimbangan arus, tetapi tidak berdampak pada harmonisa arus dan tegangan. Kata kunci: wave trap, monitoring, ketidakseimbangan arus, harmonisa, power quality
Studi Komparasi Kapasitas Dukung Rencana dan Kapasitas Dukung Aktual Fondasi Tiang Pancang Pada Konstruksi Slab On Pile Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 2 Wibowo, Agung Hari; Sulardjaka, Sulardjaka; Silviana, Silviana
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23917

Abstract

Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 2 sepanjang 16,31 km melintas di Kawasan Pantai Utara Jawa. Peta Geologi Regional menunjukkan bahawa di area Pantai Utara Jawa memiliki lapisan tanah alluvial dengan karakteristik lempung dan lanau. Hasil penyelidikan tanah menunjukkan kedalaman lapisan lunak hingga mencapai lebih dari 60 m. Kondisi ini memicu rekayasa konstruksi untuk menopang jalan raya di atasnya. Salah satu upaya pemenuhan elevasi rencana (finish grade) adalah dengan konsep elevated road dengan konstruksi slab on pile. Jalur lalu-lintas rencana diletakkan pada sebuah pelat beton (concrete slab) yang ditopang oleh tiang-tiang pancang diameter 600 mm. Dengan kondisi lapisan tanah lunak yang cukup dalam, kapasitas dukung tiang-tiang fondasi ditanggung oleh tahanan gesek yang diberikan tanah di sepanjang tiang. Studi komparasi ini membandingkan kapasitas dukung rencana yang dihitung dengan rumus empirik dengan kapasitas dukung aktual lapangan hasil PDA Test. Perhitungan dilakukan pada 5 tiang uji untuk kemudian dilakukan komparasi dengan data record PDA test. Untuk kasus umur pemancangan 14 hari di lokasi penelitian, kapasitas dukung tiang dari hasil PDA test masih di bawah angka kapasitas dukung rencana. Kapasitas dukung aktual rata-rata yang diperoleh dari 5 tiang uji adalah sebesar 278 ton. Nilai ini berada di bawah kapasitas dukung rencana metode Shio & Fukui sebesar 381 ton, Meyerhoff sebesar 355 ton, Biaud et al. sebesar 777 ton, dan Luciano Decourt sebesar 605 ton. Di umur tiang pancang 14 hari setelah selesai pemancangan, hasil perhitungan  kapasitas dukung metode Meyerhoff yang paling mendekati kapasitas dukung aktual hasil PDA test dengan rasio 1,26. Disusul berikutnya metode Shio & Fukui dengan rasio 1,36, Luciano Decourt (2,16), dan Biaud et al. (2,81). Beberapa hasil penelitian sebelumnya menunjukkan terdapat korelasi positif antara umur setelah selesai pemancangan dengan kapasitas dukung gesek. Untuk jenis tiang friksi hal ini tentu sangat berpegaruh, jadi memungkinkan ketika tinjauan dilakukan dengan umur pemancangan yang lebih lama, maka daya dukung aktual yang didapat akan meningkat. Hal ini membutuhkan penelitian lanjutan untuk mendapatkan hubungan waktu dengan kenaikan daya dukung tiang pancang, utamanya untuk lokasi yang memiliki lapisan tanah lunak cukup dalam seperti di lokasi penelitian ini. Kata kunci: kapasitas dukung ultimit, kapasitas gesek, pondasi, tiang pancang, N-SPT.
Perbandingan Layout Potongan dan Pengadaan Besi Antara Desain Struktur Awal Dengan Desain Struktur Revisi 01 Menggunakan Program Opticutter Anam, Muhammad Syaiful; Sumiyati, Sri; Purwaningsih, Ratna
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 2 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23918

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang sedang intens melakukan pembangunan infrastruktur jembatan yang banyak dibangun khususnya pada wilayah yang terpisah oleh sungai. Selain itu jembatan juga digunakan untuk pembangunan jalan yang tidak memungkinkan jika dibangun langsung di atas tanah dikarenakan terbatasnya lahan. Hal ini umum terjadi di wilayah perkotaan dengan kondisi padat penduduk. JORR Elevated adalah jembatan layang yang dibangun untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di JORR saat ini akibat dari meningkatnya volume lalu lintas. Pembuatan jembatan layang menggunakan Pier Head sebagai struktur tumpuan dari girder. Salah satu material Pier Head adalah besi tulangan. Potongan tulangan dalam sebuah struktur atau disebut Bar Bending Schedule (BBS) memiliki variasi yang beragam sesuai dengan analisis struktur. Besi yang tersedia di pasaran umumnya memiliki panjang 12 meter per batang. Oleh karena itu diperlukan optimasi potongan untuk meminimalisir sisa potongan atau waste dan menentukan jumlah pengadaan tulangan. Pada praktek di lapangan, perhitungan waste dapat dikatakan baik jika hasil yang diperoleh <3% dan akan lebih baik lagi jika hasilnya mendekati angka 0. Metode konvensional dalam optimasi potongan memiliki kekurangan yang disebabkan oleh banyaknya iterasi untuk memperoleh konfigurasi potongan yang optimal. Selain itu faktor human error juga sering terjadi terutama pada proyek yang memiliki potongan tulangan yang kompleks. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan program OptiCutter berbasis website yang dapat mengolah data dengan optimal. Berdasarkan perbedaan desain antara desain awal dan desain revisi 01, dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan pada jumah pengadaan, biaya, dan waste besi. Jumlah peningkatan pengadaan besi terbanyak adalah sebanyak 4 buah dan hal ini secara linear berpengaruh terhadap biaya. Peningkatan waste terbesar adalah sebesar 0,6464%. Jumlah pengurangan pengadaan besi terbanyak adalah 1 buah, sedangkan penurunan nilai waste terbesar terdapat pada angka 3%. Kata kunci: cutting optimization, bar bending schedule, JORR Elevated, waste, OptiCutter
Pelaksanaan Pekerjaan Timbunan Inti (Zona 1) Pada Bendungan Tiu Suntuk di Kabupaten Sumbawa Barat Arjula, Jus; Silviana, Silviana; Susanty, Aries
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 7 (2023): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.23864

Abstract

Identifikasi dan klasifikasi tanah material timbunan adalah merupakan pekerjaan penting, baik dalam tahap desain maupun tahap pelaksanaan penimbunan dan pemadatan bendungan urugan. Sebagian besar tanah di Indonesia adalah merupakan tanah residual hasil pelapukan dari batuan di daerah tropis (tropical residual soils) dan hasil pengangkutan (transported soil) yang mempunyai sifat-sifat yang khas. Untuk memperoleh material timbunan tanah kedap air (zona inti) sesuai dengan spesifikasi dan kriteria yang telah ditentukan, asal terbentuknya dan sifat-sifat tanah material timbunan tersebut harus dipahami terlebih dahulu, khususnya tanah dari daerah tropis seperti di Indonesia. Dengan memahami sifat-sifat material tanah timbunan tersebut dapat diketahui kekurangan dan kelebihan dari setiap jenis tanah yang ada di Indonesia, sehingga dapat diketahui cara memperlakukannya pada tahap pelaksanaan penimbunan dan pemadatan di lapangan. Kata kunci: bendungan urugan, timbunan zona inti, uji propertis, uji pemadatan, uj permeabilitas

Page 7 of 13 | Total Record : 122