cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
jirs@kampusakademik.co.id
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
jirs@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Research Student
ISSN : 30255708     EISSN : 30255694     DOI : https://doi.org/10.61722/jirs.v1i2.42
Jurnal Ilmiah Research Student ( JIRS), P- ISSN: 3025-5708 (cetak),E- ISSN: 3025-5694 (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Kampus Akademik Publising . Jurnal Ilmiah Research Student ( JIRS) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Hukum, . Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Januari, Maret, Mei, Juli, September dan November)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 639 Documents
KLASIFIKASI RISIKO KESEHATAN MENTAL GENERASI Z BERDASARKAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES Laila Syafira; Zahwa Aura Mutiara Hsb; Roberto Kaban
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11755

Abstract

Kesehatan mental Generasi Z menjadi perhatian penting karena intensitas penggunaan media sosial yang tinggi berpotensi memengaruhi kondisi psikologis, seperti kecemasan, depresi, dan gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan risiko kesehatan mental Generasi Z berdasarkan pola penggunaan media sosial menggunakan algoritma Naïve Bayes. Dataset Social Media and Mental Health dari Kaggle digunakan sebanyak 481 data responden, kemudian difilter pada rentang usia 18–27 tahun sehingga diperoleh 356 data. Tahap praproses meliputi pelabelan, penanganan missing value, penyeimbangan data, transformasi data, normalisasi, dan seleksi fitur sehingga diperoleh 312 data final dengan 10 atribut terpilih. Data dibagi menjadi 70% data latih dan 30% data uji. Hasil pengujian menunjukkan akurasi sebesar 92,55%, presisi 91,67%, dan recall 93,62%. Hasil ini menunjukkan bahwa pola penggunaan media sosial berpotensi digunakan sebagai indikator awal dalam deteksi risiko kesehatan mental Generasi Z.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMP Yukalfin Hulu; Friska L. Situngkir
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11759

Abstract

Mathematical conceptual understanding is one of the fundamental competencies that students must possess in mathematics learning because it serves as the basis for understanding, connecting, and applying mathematical concepts to solve problems. However, many students still experience difficulties in understanding mathematical concepts, particularly in the topic of quadratic functions. This study aimed to analyze junior high school students' mathematical conceptual understanding of quadratic functions. The research employed a qualitative descriptive approach and was conducted at SMP Negeri 1 Gomo, South Nias Regency, involving 30 ninth-grade students as the research subjects. Data were collected through a mini-test consisting of four essay questions designed based on the cognitive levels of Bloom’s Taxonomy, namely application (C3), analysis (C4), evaluation (C5), and creation (C6). The data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that students' mathematical conceptual understanding was still relatively low. The highest percentage of correct answers was found in the application (C3) question, reaching 40.0%, while the lowest percentage was found in the creation (C6) question, at 20.0%. The analysis of students' responses indicated that most students experienced difficulties in explaining mathematical concepts using their own words, identifying examples and non-examples of quadratic functions, applying concepts accurately in problem-solving, and relating quadratic function concepts to other mathematical concepts. The dominant errors included misconceptions about exponentiation operations, incorrect determination of the vertex and maximum or minimum values of quadratic functions, and misconceptions regarding the relationship between the discriminant and the minimum value of a quadratic function. Therefore, the teaching of quadratic functions should emphasize activities that promote conceptual understanding through exploration, multiple mathematical representations, discussion, and problem-solving, enabling students not only to master mathematical procedures but also to develop a deep understanding of mathematical concepts.
ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN RHODAMIN B PADA SEDIAAN KOSMETIK LIPSTIK (X) YANG ADA DIPASARAN KOTA MANADO Rifani Hutami Supardi; Tatia Anastasya Mokoginta; Nur Zulhijah Mangantiku; Ni Luh Iswari Arya; Dhea A.A Hamzah; Ummuhani Taher
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11788

Abstract

Rhodamin B merupakan zat warna sintetis yang dilarang penggunaannya dalam sediaan kosmetik karena berpotensi menimbulkan efek toksik bagi kesehatan, seperti iritasi kulit, kerusakan organ, hingga bersifat karsinogenik. Meskipun demikian, masih ditemukan dugaan penyalahgunaan Rhodamin B pada produk kosmetik yang beredar di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara kualitatif keberadaan Rhodamin B pada sediaan kosmetik lipstik yang beredar di Kota Manado menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Penelitian dilakukan melalui uji pendahuluan menggunakan metanol untuk mengamati fluoresensi sampel, dilanjutkan dengan preparasi sampel, pembuatan larutan baku, serta analisis menggunakan KLT dengan pengamatan di bawah sinar UV 254 nm dan 365 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel lipstik memberikan fluoresensi kuning kehijauan pada uji pendahuluan yang mengindikasikan adanya senyawa fluoresen. Pada uji KLT diperoleh nilai Rf sampel sebesar 0,52, sama dengan nilai Rf baku Rhodamin B sebesar 0,52, sedangkan larutan pembanding memiliki nilai Rf sebesar 0,54. Selain itu, warna bercak yang dihasilkan pada pengamatan visual maupun di bawah sinar UV menunjukkan karakteristik yang serupa dengan baku Rhodamin B. Kesamaan nilai Rf dan karakteristik bercak tersebut menunjukkan bahwa sampel lipstik yang dianalisis terindikasi positif mengandung Rhodamin B. Dengan demikian, metode Kromatografi Lapis Tipis terbukti efektif sebagai metode analisis kualitatif untuk mendeteksi keberadaan Rhodamin B pada sediaan kosmetik dan dapat digunakan sebagai langkah awal dalam pengawasan keamanan produk kosmetik yang beredar di masyarakat.
Penerapan Metode Six Sigma Dan Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) Dalam Upaya Pengendalian Kualitas Produk STAY BKA Pada PT XYZ Abrar Zaki Abirama Fawwaz; Ari Zaqi Al-Faritsy
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11803

Abstract

Product quality plays an essential role in maintaining the competitiveness of manufacturing companies. PT XYZ continues to experience quality issues in the STAY BKA product, with defective products accounting for 32% of total production during the Pre-Delivery Inspection (PDI) process. This study aims to analyze the defect level, identify the root causes of product defects, and propose improvement strategies using the Six Sigma and Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) methods through the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) approach. A quantitative descriptive method was employed using production and defect data collected through direct observation and company documentation during February 2026. The results revealed five dominant defect types, namely Over Buffing (36.6%), Dent (22.4%), Bintik (20.1%), Bolong (10.5%), and Paintless (10.4%). The average Defects Per Million Opportunities (DPMO) was 59,941.91, corresponding to a process capability level of 3.0580 sigma. Fishbone analysis and FMEA indicated that the primary causes of defects were related to human, method, machine, and material factors. Improvement recommendations include installing protective partitions in WIP containers, revising standard operating procedures and buffing RPM standards, establishing standard pre-treatment duration, monitoring curing oven temperature, and scheduling regular spray gun maintenance. These improvement actions were integrated into a Control Plan supported by daily check sheets to ensure continuous quality control.
Analisis Peran Komunikasi Interpersonal Orang Tua dalam Mengontrol Paparan Konten Brainrot Anomali pada Anak Usia Sekolah Dasar Anindita Putri Ardianti; Livia Natasha; Deswinta Maharani Febiand; Rosalia Prismarini
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11807

Abstract

The rapid development of digital media has made it easier for children to access various types of content on social media, including brainrot anomaly content, which is often absurd, repetitive, and lacks educational value. This study aims to analyze the role of parental interpersonal communication in controlling children's exposure to brainrot anomaly content. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The participants consisted of three parents, one school counselor, and one elementary school-aged child. The findings indicate that interpersonal communication plays a significant role in controlling children's exposure through parental supervision, screen time limitation, discussions about digital content, and guidance in selecting age-appropriate media. Furthermore, collaboration between parents and schools is essential to improve children's digital literacy and encourage responsible digital media use.
ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN HIDROKUINON PADA SEDIAAN KOSMETIK Rifani Hutami Supardi; Felisity Glory Hippi; Ketrin Olivia; Amelia Putri Hakamat; Dini Amalia
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11809

Abstract

Hidrokuinon merupakan senyawa yang pernah digunakan sebagai agen pencerah kulit, namun penggunaannya dalam kosmetik dibatasi karena berpotensi menimbulkan berbagai efek samping, seperti iritasi, dermatitis, hingga eksogen okronosis apabila digunakan secara tidak tepat. Oleh karena itu, pengawasan terhadap keberadaan hidrokuinon dalam sediaan kosmetik perlu dilakukan melalui pengujian laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara kualitatif keberadaan hidrokuinon pada sediaan kosmetik menggunakan beberapa pereaksi kimia. Sampel yang digunakan berupa krim pemutih (Diamond Cream) yang dianalisis melalui uji kualitatif menggunakan pereaksi besi(III) klorida (FeCl₃), perak nitrat (AgNO₃), dan Benedict. Masing-masing pengujian dilakukan berdasarkan prinsip reaksi spesifik yang menghasilkan perubahan warna atau pembentukan endapan apabila hidrokuinon atau senyawa target terdeteksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji menggunakan FeCl₃ tidak terjadi perubahan warna hijau, pada uji AgNO₃ tidak terbentuk endapan maupun cincin perak, dan pada uji Benedict tidak terbentuk endapan merah bata. Seluruh hasil pengujian menunjukkan respons negatif terhadap pereaksi yang digunakan. Berdasarkan hasil tersebut, sampel Diamond Cream tidak menunjukkan adanya senyawa yang bereaksi dengan pereaksi FeCl₃, AgNO₃, maupun Benedict dalam batas deteksi metode uji kualitatif yang diterapkan. Dengan demikian, berdasarkan parameter pengujian yang dilakukan, sampel tidak menunjukkan indikasi adanya kandungan hidrokuinon. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode uji kualitatif sederhana dapat dimanfaatkan sebagai skrining awal dalam pengawasan mutu dan keamanan produk kosmetik sebelum dilakukan analisis yang lebih spesifik menggunakan metode instrumental.
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT (BKO) DALAM SEDIAAN JAMU MENGGUNAKAN KLT Rifani Hutami Supardi; Putri Nabila Assegaf; Alisya Halizah; Rosalina Husaleka
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11811

Abstract

Peredaran jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) masih menjadi permasalahan dalam pengawasan obat tradisional di Indonesia karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Salah satu BKO yang sering ditemukan pada sediaan jamu pegal linu adalah parasetamol yang sengaja ditambahkan untuk memberikan efek analgesik secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan BKO pada sediaan jamu menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel jamu dianalisis dengan menggunakan silika gel 60 F254 sebagai fase diam dan campuran etil asetat, kloroform, serta n-heksana sebagai fase gerak. Larutan baku pembanding dan sampel ditotolkan pada plat KLT, kemudian dielusi dan diamati di bawah sinar UV 254 nm untuk menentukan nilai faktor retensi (Rf). Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel jamu menghasilkan tiga bercak dengan nilai Rf berturut-turut sebesar 0,57; 0,65; dan 0,85. Nilai Rf bercak pertama mendekati nilai Rf baku pembanding parasetamol sehingga mengindikasikan adanya dugaan kandungan BKO berupa parasetamol pada sampel jamu, sedangkan dua bercak lainnya diduga berasal dari senyawa lain yang terdapat dalam sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Kromatografi Lapis Tipis mampu digunakan sebagai metode skrining kualitatif yang sederhana, cepat, dan ekonomis untuk mendeteksi keberadaan BKO pada produk jamu. Pengawasan secara berkelanjutan terhadap obat tradisional perlu terus ditingkatkan guna menjamin keamanan, mutu, dan perlindungan konsumen dari peredaran produk yang tidak memenuhi persyaratan
Analisis Pengaruh Jadwal Pemeliharaan, Kompetensi Personel, dan Ketersediaan Fasilitas terhadap Kelaikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada Unit ARFF di Bandar Udara Noviardy Eko Rizky Atmaja; Zahira Syazwana Hufaiya; Nawang Kalbuana
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11829

Abstract

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan elemen kritis dalam sistem proteksi kebakaran aktif pada unit Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) di bandar udara. Kelaikan APAR secara signifikan dipengaruhi oleh tiga faktor determinan, yaitu jadwal pemeliharaan yang teratur, kompetensi personel yang melaksanakan inspeksi, dan ketersediaan fasilitas pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap kelaikan APAR pada unit ARFF berdasarkan pendekatan Analytical Inductive Literature Review (AILR). Data bersumber dari enam artikel ilmiah utama yang diterbitkan antara tahun 2022 hingga 2025, mencakup kajian di Bandar Udara Husein Sastranegara, Yogyakarta International Airport, Bandar Udara Komodo Labuan Bajo, dan PT Semen Baturaja, serta diperkaya dengan integrasi studi-studi terkait dari bidang manajemen bandar udara, pengawasan keamanan penerbangan, dan pemeliharaan kendaraan PKP-PK. Hasil analisis menunjukkan: (1) jadwal pemeliharaan yang konsisten sesuai Permenaker No. 4 Tahun 1980 merupakan prediktor terkuat kelaikan APAR; (2) kompetensi personel yang terlatih, bersertifikat, dan terus dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan meningkatkan akurasi inspeksi serta kecepatan respons; dan (3) ketersediaan fasilitas yang lengkap dan memadai merupakan enabling factor yang menjadi prasyarat terpenuhinya standar kelaikan. Ketiga faktor ini bersifat komplementer dan harus dikelola secara holistik dalam kerangka Safety Management System (SMS) untuk menjamin keselamatan penerbangan yang berkelanjutan.
BIODIVERSITAS MUSUH ALAMI PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) YANG DI BERI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) Nurhijra Nurhijra; Mohamad Lihawa; Angry Pratama Solihin
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11856

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui apakah Mikroorganisme Lokal (MOL) berpengaruh terhadap biodiversitas musuh alami pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L). Penelitian ini dilaksanakan pada November 2024–Maret 2025 di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kota Gorontalo, serta di Laboratorium Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan konsentrasi (kontrol; 20 ml/L; 40 ml/L; 60 ml/L), masing-masing diulang empat kali sehingga menghasilkan 16 petak percobaan berukuran 340×200 cm dengan jarak tanam 60×50 cm dan total 240 tanaman sampel. Variabel pengamatan yang digunakan meliputi jenis-jenis musuh alami, populasi, kelimpahan populasi, dan keanekaragaman musuh alami pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ekosistem tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) teridentifikasi delapan spesies arthropoda, yaitu Diplacodes trivialis, Polistes stigma, Coccinella transversalis, Paederus fuscipes, Orthetrum serapia, Machimus sadyates, Orthetrum trinacria, dan Micraspis discolor. Pemberian mikroorganisme lokal (MOL) berpengaruh terhadap peningkatan populasi musuh alami, dengan perlakuan 60 ml/L dibandingkan perlakuan lainnya. Aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) memengaruhi kelimpahan dan distribusi musuh alami pada agroekosistem cabai, dengan dominansi utama pada Paederus fuscipes. Nilai indeks keanekaragaman musuh alami pada seluruh perlakuan (20,40 dan 60 ml/L) berada pada kategori sedang.
Pengaruh Teaching Factory (TEFA) Terhadap Minat Wirausaha Siswa Tata Busana SMK Negeri 1 Brondong Rahma Faradiba Nur Eliza; Imami Arum Tri Rahayu
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11865

Abstract

The purpose of this study is to 1) Analyze the implementation of Teaching Factory on Fashion Production Design students at SMK Negeri 1 Brondong, 2) Analyze the entrepreneurial interest of Fashion Production Design students at SMK Negeri 1 Brondong, 3) Analyze the influence of Teaching Factory on the entrepreneurial interest of Fashion Production Design students at SMK Negeri 1 Brondong. This study is an Ex-Post Facto research type with secondary data using quantitative descriptive methods. The sample in this study was all grade XII Fashion Production Design students at SMK Negeri 1 Brondong obtained using nonprobability sampling techniques with a total sampling method of 11 students. Data collection techniques were carried out through questionnaires and documentation. The results of this study indicate that the implementation of Teaching Factory is in the high category and the interest in entrepreneurship is very high. The results of the Spearman Rank Correlation test obtained a significance value of 0.006 <0.05, so Ha is accepted and H0 is rejected. The correlation coefficient value of 0.761 indicates a strong and positive relationship between Teaching Factory and students' entrepreneurial interest. In addition, the coefficient of determination (R Square) value of 0.516 shows that the influence of Teaching Factory on students' entrepreneurial interest is 51.6%, while 48.4% is influenced by other factors outside of research.