cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM)
Published by CV Firmos
ISSN : 29866324     EISSN : 29866308     DOI : 10.54082/ijpm.IDPaper
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 189 Documents
Peningkatan Kompetensi Literasi Digital Guru melalui Pelatihan Google Workspace, Canva, Artificial Intelligence, dan Google Form di Pondok Pesantren Ma'arif As-Sa'adiyah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat Khairul Azmi; Adelia Alfama Zamista; Tri Yuliati
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): IJPM - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1321

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru memiliki kompetensi literasi digital yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran. Namun, hasil observasi di Pondok Pesantren Ma'arif As-Sa'adiyah menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum optimal memanfaatkan platform digital seperti Google Workspace, Canva, Artificial Intelligence (AI), dan Google Form dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi literasi digital guru melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan platform digital tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Mei 2026 dengan melibatkan 18 orang guru sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan, sedangkan evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kompetensi peserta meningkat dari 47,60% menjadi 86,20% atau mengalami peningkatan sebesar 38,60%. Peningkatan tertinggi terjadi pada kompetensi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Selain mengalami peningkatan pemahaman, peserta juga mampu membuat media pembelajaran menggunakan Canva, memanfaatkan Google Workspace untuk kolaborasi dokumen, menggunakan AI sebagai pendukung penyusunan materi ajar, serta menyusun evaluasi pembelajaran berbasis Google Form. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi literasi digital guru dan mendukung penerapan teknologi digital dalam proses pembelajaran di lingkungan pesantren.
Penguatan Tata Kelola Konservasi Mangrove Berbasis Masyarakat melalui Pendekatan Community-Based Conservation dan Community-based Research di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik Ichsan Suryo Wibowo; Al Izzha Kusumaningtyas; Ziadatur Rizqiyah
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): IJPM - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1324

Abstract

Kawasan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Desa Pangkahwetan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi, mendukung aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, serta melindungi wilayah pesisir dari berbagai ancaman lingkungan. Namun, dalam beberapa dekade terakhir kawasan ini mengalami degradasi akibat aktivitas antropogenik dan pemanfaatan sumber daya pesisir yang belum memperhatikan prinsip keberlanjutan. Kondisi tersebut mengancam fungsi ekologis mangrove serta mengganggu stabilitas sistem sosial-ekologi masyarakat pesisir. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memulihkan fungsi ekosistem mangrove melalui edukasi dan sosialisasi berbasis konservasi. Program bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi mangrove dengan menerapkan pendekatan Community-Based Conservation yang dipadukan dengan prinsip Community-Based Research. Pendekatan Community- Based Conservation diterapkan dengan menempatkan Masyarakat sebagai subjek aktif dalam identifikasi permasalahan dan perumusan Solusi konservasi, sedangkan prinsip Community-Based Research diwujudkan melalui penghimpunan persepsi, pengalaman dan pengetahuan local Masyarakat sebagai dasar penyusunan strategi rehabilitasi. Kegiatan dilakukan melalui metode curah pendapat (brainstorming) bersama masyarakat pesisir, kelompok nelayan, Pemerintah Desa Pangkahwetan, dan Kelompok Masyarakat Pengawas (PokMasWas) Muara Tangguh sebagai mitra konservasi. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dengan Tingkat kehadiran mencapai 100%. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran, pengetahuan, dan keterlibatan masyarakat mengenai aspek ekologi, sosial-ekonomi, mitigasi bencana, teknik penanaman dan perawatan bibit mangrove, serta monitoring kesehatan vegetasi. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan serta menjadi dasar penyusunan strategi rehabilitasi dan rencana pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan. Luaran yang dihasilkan meliputi dokumen rencana pengelolaan kawasan pesisir, modul dan media edukasi konservasi mangrove, peta hasil identifikasi mangrove.
Manajemen Pendidikan Anggota Dalam Penguatan SDM Koperasi di Paguyuban Koperasi Wanita Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik Rachman Halim Yustiyawan; Endang Muryani; Zaqia Rahma Dewi; Muhamad Muslih
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): IJPM - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1327

Abstract

Koperasi wanita memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai lembaga ekonomi yang tangguh dan inklusif. Potensi tersebut tercermin dari tingginya keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi mikro dan usaha rumah tangga yang menjadi basis utama kegiatan koperasi wanita. Kegiatan  Pengabdian  kepada  Masyarakat  (PkM)  bertujuan  untuk  meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi anggota koperasi wanita dalam menerapkan prinsip-prinsip koperasi  secara  konsisten dan berkelanjutan.  Kegiatan ini  dilatarbelakangi oleh temuan lapangan yakni  rendahnya  literasi  koperasi  dan  belum  optimalnya  penerapan  prinsip-prinsip koperasi dalam praktik kelembagaan tata kelola koperasi. Metode  pelaksanaan  kegiatan  menggunakan  pendekatan  edukatif  dan  partisipatif, melalui pelatihan penerapan  prinsip  koperasi  dalam  kegiatan  operasional  koperasi. Sasaran  kegiatan  meliputi anggota, pengurus, dan pengawas koperasi wanita. Hasil  kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anggota terhadap jati  diri dan prinsip operasi koperasi, meningkatnya kesadaran anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna  jasa  koperasi,  serta  tumbuhnya  komitmen  pengurus  untuk  melaksanakan pendidikan anggota secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa  pendidikan anggota merupakan instrumen strategis dalam memperkuat tata kelola, keberlanjutan usaha, dan jatidiri koperasi. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pendidikan anggota menjadi agenda rutin koperasi wanita dengan dukungan pendampingan berkelanjutan dari perguruan tinggi  dan pemangku  kepentingan  terkait.
Edukasi Gizi Berbasis Media Poster dan Ceramah untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi Remaja di SMK Negeri 1 Kota Tegal Tri Marta Fadhilah; Retno Sekarwati; Habibah Syakur; Nila Ayuning Tyas
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): IJPM - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1341

Abstract

Kebiasaan makan tidak sehat pada remaja Indonesia, yang ditandai dengan tingginya konsumsi siap saji dan minuman manis serta rendahnya asupan sayur dan buah, menjadi masalah gizi yang kian memprihatinkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMK Negeri 1 Kota Tegal mengenai dampak pola makan buruk terhadap status kesehatan. Sasaran kegiatan ini berfokus pada 31 siswa kelas X dari jurusan Tata Boga. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif berbasis PowerPoint, media poster "Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang", serta sesi tanya jawab. Pengukuran pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan instrumen berupa 8 soal pilihan ganda dan 7 pernyataan skala Likert (rentang skor 7–135). Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) berdasarkan z-score WHO. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman gizi remaja berhasil dipertahankan dan dimantapkan pada kategori baik setelah diberikan edukasi. Edukasi ini berhasil memantapkan pemahaman gizi peserta pada kategori baik, meningkatkan kesadaran pemenuhan gizi harian sesuai tingkat aktivitas di sekolah, serta mendorong kemandirian siswa dalam memilih makanan yang lebih sehat. Kesimpulannya, kombinasi ceramah interaktif, poster edukasi, dan sesi tanya jawab efektif dalam mempertahankan dan memperkuat pengetahuan gizi responden pada kategori baik meskipun tidak menunjukkan lonjakan skor rata-rata secara signifikan akibat fenomena ceiling effect. Program edukasi gizi yang lebih intensif dan berkelanjutan tetap diperlukan untuk menghasilkan perubahan perilaku makan yang signifikan pada remaja SMK.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Wangunsari Melalui Program Edukasi Interaktif, Sinergi Kesehatan, dan LOSEDA Cepi Wantiara; Teti Febrianti; Asep Setiawan; Mutiah Ainul Mardiah; Meisal Maulana; Reza Abdul Rohman; Raehan Wisnu Wardana
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): IJPM - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1354

Abstract

Desa Wangunsari di Kecamatan Naringgul menghadapi tantangan "triple burden": rendahnya motivasi belajar siswa, masalah kesehatan dan perundungan, serta penumpukan sampah organik rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengatasi masalah tersebut secara terintegrasi melalui tiga pilar program: Sahabat Belajar, Sahabat Sehat, dan LOSEDA. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan sasaran siswa SDN Padamulya, Posyandu, dan warga desa. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang signifikan. Pada pilar pendidikan, metode gamification berhasil memecah kejenuhan belajar dan meningkatkan literasi dasar siswa. Pada pilar kesehatan, sinergi tenaga medis mengoptimalkan layanan Posyandu, sementara edukasi film pendek berhasil menumbuhkan empati anti-bullying. Pada pilar lingkungan, warga berhasil mengadopsi teknologi LOSEDA (Lodong Sesa Dapur) menggunakan pipa PVC bekas untuk mengolah limbah organik menjadi kompos. Kesimpulannya, pendekatan holistik ini terbukti efektif dalam memberdayakan masyarakat guna mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.
Pemanfaatan Generative AI sebagai Media Pembelajaran Kreatif untuk Mendukung Imajinasi dan Kreativitas Peserta Didik pada SMA Muhammadiyah 6 Palembang Jaka Purnama; Yayuk Ike Meilani; Pitri Yanah
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): IJPM - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1356

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memberikan peluang besar bagi siswa untuk menghasilkan karya kreatif, namun banyak siswa di SMA Muhammadiyah 6 Palembang yang belum memahami pemanfaatan AI secara optimal, khususnya dalam pembuatan konten visual yang menarik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital dan keterampilan siswa dalam memanfaatkan teknologi AI untuk pengembangan konten digital. Kegiatan ini diikuti oleh 14 siswa dengan metode pelaksanaan yang meliputi pemaparan materi untuk memberikan wawasan, praktik langsung, serta pendampingan intensif dalam penggunaan aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT dan Swap Face AI, yang diakhiri dengan evaluasi melalui kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan teknis peserta yang nyata, di mana siswa berhasil memproduksi konten visual kreatif melalui praktik fitur-fitur pada ChatGPT dan Swap Face AI. Berdasarkan evaluasi terhadap 14 peserta tersebut, diperoleh tingkat respons yang sangat positif dengan 86% peserta menyatakan sangat setuju dan 14% menyatakan setuju terhadap seluruh aspek pelatihan. Dampak dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kreativitas siswa dalam menghasilkan konten digital yang lebih menarik dan inovatif serta memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi era digital
Strengthening the Governance of Village-Owned Enterprises Based on Local Potential to Realize Economic Independence in Asei Besar Village Jayapura Regency Meinarni Asnawi; Pascalina Van Sweet Sesa; Hesti Selvianingrum; Karmel Kogoya; Ester Nofan Yumame; Khofifah Indah Lestari; Fernandino Gilbert Kalem Lemauk; Jali Dekiron Wanena; Nipis Tabuni; Nyait Yeklin Matuan
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): IJPM - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1361

Abstract

This Community Service Program (PKM) aimed to strengthen the governance of the Village-Owned Enterprise (Badan Usaha Milik Kampung/BUMKam) through a local potential-based empowerment approach to support the economic independence of Asei Besar Village, Jayapura Regency. The program addressed several governance challenges, including weak institutional capacity, the absence of standard operating procedures (SOPs), inadequate administrative and financial management, and the limited ability of managers to identify and develop local economic potential. The program employed a participatory approach consisting of education, training, interactive discussions, field observations, problem identification, and mentoring. The training covered institutional governance, organizational structure, administrative management, financial governance, accountability, transparency, and business planning based on local potential. The effectiveness of the program was evaluated using a pre-test and post-test involving 13 participants. Data were analyzed using the Shapiro–Wilk normality test followed by the Wilcoxon Signed Rank Test because the data did not meet the normality assumption. The results demonstrated a substantial improvement in participants' knowledge after the intervention. The average score increased from 47.77 in the pre-test to 82.54 in the post-test, representing an improvement of approximately 72.78%. The Wilcoxon Signed Rank Test indicated a statistically significant difference between pre-test and post-test scores (Z = -3.182; p = 0.001), confirming that the program effectively enhanced participants' understanding of institutional governance, organizational management, financial administration, business planning, transparency, accountability, and the utilization of local resources for sustainable BUMKam development. This program offers an integrated community empowerment model that combines institutional strengthening, participatory mentoring, governance improvement, financial management, and local potential mapping. The model contributes practical value for strengthening BUMKam governance and can serve as a replicable framework for promoting sustainable village economic development in indigenous and rural communities.
Optimalisasi Pencegahan Kecacingan melalui Edukasi, Skrining Kebersihan Kuku, dan Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa SD UMP Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Defi Nurul Hayati; Latif Hisbulloh; Kurnia Ritma Dhanti; Syaukaty Yasinta; Muhammad Aldi Alfrizal; Najwa Dzakira Syalsa; Ayra Mysha Naira; Dino Aprilianto Gusty
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): IJPM - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1362

Abstract

Infeksi kecacingan masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan pada anak usia sekolah yang erat kaitannya dengan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama kebersihan kuku dan kebiasaan mencuci tangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat siswa dalam pencegahan kecacingan melalui edukasi, skrining kebersihan kuku, dan praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS). Kegiatan dilaksanakan pada 70 siswa kelas V SD UMP Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melalui tahapan penyuluhan mengenai penyakit kecacingan, observasi kebersihan kuku yang dipadukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, serta demonstrasi dan praktik tujuh langkah CTPS sesuai standar. Keberhasilan kegiatan dievaluasi berdasarkan distribusi kategori kebersihan kuku serta keterampilan siswa dalam mempraktikkan CTPS. Hasil skrining menunjukkan bahwa 38 siswa (54,3%) memiliki kebersihan kuku kategori baik, 12 siswa (17,1%) kategori cukup, dan 20 siswa (28,6%) kategori kurang, sehingga target minimal 50% kategori baik telah tercapai. Selain itu, siswa mampu mempraktikkan tujuh langkah CTPS dengan benar setelah mengikuti demonstrasi dan pendampingan, yang menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mencuci tangan sesuai prosedur. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa meningkatnya pemahaman siswa mengenai hubungan antara kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan, dan pencegahan infeksi kecacingan, serta mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Kombinasi edukasi, skrining kesehatan, dan praktik CTPS merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan kecacingan pada anak usia sekolah.
Pelatihan Sortir Zat Aditif untuk Peningkatan Kesehatan Warga RT 9 Kelurahan Warung Muncang Bandung Ai Nurhayati; Saepudin Saepudin; Suci Tresna Dewi Handayani; Jack Febrian Rusdi
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): IJPM - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1370

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam rangka sosialisasi bahaya zat aditif pada makanan. Kegiatan ini penting dilakukan karena masih banyak warga yang tidak mengerti dampak bahaya dari zat aditif pada makanan. Peserta mengikuti beberapa tahapan berupa penyuluhan, pemutaran video eksperimen, praktik penyortiran makanan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Metode pengabdian dilaksanakan dengan cara pembagian pretest, kemudian pemberian materi, lalu praktik sortir makanan, kemudian posttest. Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara mempraktikkan kepada warga mengenai metode penyaringan makanan tanpa zat aditif. Warga melakukan praktik langsung cara menyortir makanan yang mengandung zat aditif dan memisahkan dari jenis makanan yang tidak mengandung zat aditif. Hasil dari kegiatan ini adalah warga mengalami peningkatan ilmu pengetahuan mengenai kewaspadaan terhadap bahaya zat aditif yang terkandung dalam makanan instan. Awalnya, sebelum dilatih, hanya 26,7 % tingkat pemahaman peserta mengenai zat aditif; kemudian, setelah dilatih mengenali zat aditif, tingkat pemahaman zat aditif naik menjadi 93,3 %. Warga semakin meningkat pemahamannya mengenai cara menyaring makanan terbaik untuk anak-anaknya agar terhindar dari makanan yang mengandung zat aditif. Hasil dari kegiatan ini sangat penting agar kesadaran warga mulai meningkat sejak dini, sehingga mereka bisa memilih makanan terbaik untuk dikonsumsi oleh keluarganya. Hasil dari kegiatan ini adalah perubahan perilaku peserta yang mulai memilih makanan alami dibandingkan dengan makanan yang mengandung zat aditif.  Hasil dari pengabdian ini dapat meningkatkan kecerdasan calon konsumen agar bisa menghindari bahaya zat aditif dari makanan. Pada akhirnya, derajat kesehatan warga menjadi semakin meningkat.