cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
STUDI PENYAMBUNGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS SAWIT PADA GARDU HUBUNG DI KABUPATEN SANGGAU Muhammad Ramadhan; Junaidi -; Zainal Abidin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.46837

Abstract

Kalimantan Barat memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Energi Baru Terbarukan (PLT EBT) salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). PT.PLN diwajibkan membeli energi listrik berbasis EBT dari pihak ketiga apabila memenuhi persyaratan dalam S.K/DIR/0357/2014. Pemilihan lokasi PLTBg dekat dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Kecamatan Meliau memiliki PKS dengan produksi 60 ton TBS/jam dengan titik sambung melalui Gardu Hubung Meliau. Pada titik sambung juga mengalami drop tegangan melewati batas drop maksimal sebesar 13,51% saat Waktu Beban Puncak (WBP). Penelitian bertujuan melakukan simulasi penyambungan PLTBg ke GH Meliau sistem Sanggau serta menyelidiki apakah penyambungan memenuhi persyaratan dalam S.K/DIR/0357/2014. Simulasi menggunakan ETAP untuk menghitung aliran daya dan hubung singkat. Hasil simulasi aliran daya berupa profil tegangan, daya kirim, rugi-rugi daya saluran dan pembebanan saluran. Simulasi hubung singkat dilakukan dengan 4 skenario yaitu gangguan 3 fasa, 1 fasa, fasa-fasa, dan 2 fasa ke tanah. Hasil simulasi menunjukan drop tegangan terbesar kondisi eksisting saat WBP sebesar 20,03%, setelah penyambungan drop tegangan terbesar saat WBP sebesar 7,57% terjadi pada penyulang Kuala Buayan. Total rugi daya saluran setelah penyambungan saat WBP menurun sebesar 33,91%. Hasil simulasi hubung singkat setelah penyambungan arus hubung singkat terbesar pada gangguan 3 fasa sebesar 1,441 kA terjadi di GH Meliau. Berdasarkan hasil aliran daya dan hubung singkat, penyambungan PLTBg memperbaiki profil tegangan sistem, membuat rugi-rugi daya saluran menurun sehingga memenuhi persyaratan penyambungan dalam S.K/DIR/0357/2014 serta meningkatkan arus hubung singkat namun masih di bawah batas standar SPLN 52 Tahun 1983
ANALISA CALL SUCCES RATE PADA JARINGAN CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS ( CDMA ) ., Agus Zainullah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v1i1.3969

Abstract

  Sistem komunikasi seluler adalah sistem komunikasi wireless dimana subscriber bisa bergerak dalam suatu coverage jaringan yang luas, sehingga subscriber yang melakukan komunikasi tidak mengalami dropcall karena di daerah blankspot. CDMA ( code division multiple access ) adalah teknologi multiuser dimana masing-masing user menggunakan code yang unik dalam mengakses kanal yang terdapat dalam sstem. Dimana sistem CDMA memiliki lebar frekuensi yang cukup lebar dan tahan terhadap gangguan. Analisis arus pembicaraan ( traffic ) pada sistem wireless dapat diketahui dengan menganalisa semua parameter-parameter yang ada seperti analisa call attempt, call success, call completion, blok call dan drop call. Dengan analisis ini akan didapatkan berbagai peningkatan guna mengoptimalkan jaringan secara efisien apakah perlu adanya penambahan sirkit atau komponen penunjang lainnya. Dengan adanya analisa tentang arus pembicaraan tersebut akan memberi beberapa keuntungan seperti sinyal yang dihasilkan semakin bagus, sehingga kemungkinan terjadinya dropcall sangat kecil. Setelah melakukan analisa, terdapat 4 BTS yang mempunyai tingkat drop call tinggi yaitu BTS Kubu 2,47%, BTS Seirengas 2,37%, BTS Tlk.Pakedai 2,24%, BTS Wajokhulu 2,20%. maka perlu dilakukan Pengurangan radius cakupan dengan melakukan penurunan daya pancar untuk masing-masing BTS dengan cara mengurangi jarak pancar pada masing-masing BTS, terbukti setelah melakukan pengurangan jarak pancar dapat mengurangi resiko terjadiny drop call. Hasil setelah melakukan penurunan daya pancar yaitu Kubu 1,94%, BTS Seirengas 1,85%, BTS Tlk.Pakedai 1,73%, BTS Wajokhulu 1,69%. Dari tabel dapat dilihat bahwa terbukti terjadi penurunan prosentase drop call yang disebabkan oleh inteferensi yang dikarenakan oleh transmisi daya overhead yang berlebihan dari Base Station tetangga ( neighbour BTS ). Jadi terbukti bahwa pengurangan sinyal overhead dengan pengaturan kembali daya pancar akan menyebabkan penurunan prosentase drop call.
ANALISIS PENGARUH BESAR DIAMETER ANTENA MICROWAVE TERHADAP KINERJA BTS (BASE TRANSCEIVER STATION) (STUDI KASUS BTS DI PONTIANAK) Pradhesta, Lena Endriana; Imansyah, Fitri; Kusumawardhani, Eka; Marindani, Elang Derdian; Pontia W, F. Trias
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56170

Abstract

Microwave atau gelombang mikro merupakan gelombang elektromagnetik yang merupakan bentuk dari pancaran radio yang ditransmisikan melalui udara dan diterima dengan menggunakan antena yang berbentuk bundar yang dipasang di atas tower. Antena microwave berfungsi untuk menerima dan menyalurkan gelombang radio, bisa dari BTS ke BTS atau pun dari BTS ke BSC. Kinerja BTS sendiri salah satunya dipengaruhi oleh ukuran diameter antena microwave. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh   besar   diameter   antena  microwave  terhadap  kinerja   BTS  dengan membandingkan besar diameter di beberapa lokasi yang berbeda dengan jenis provider yang sama. Adapun untuk nilai parameter sinyal disesuaikan dengan perhitungan link budget  yang  nantinya  akan  dibandingkan  dengan   data  yang   dimonitoring  melalui StarWeb   LCT, agar data atau sinyal  tersebut dapat ditransmisikan dengan   maksimal. Berdasarkan hasil analisa, besar diameter antena microwave berpengaruh terhadap nilai RSL, frekuensi, dan jarak pancar sinyal. Antena microwave yang memiliki diameter 0.3 m mampu memancarkan sinyal sejauh 1-2 km, diameter 0.6 m mampu memancarkan sinyal sejauh 3-4 km, diameter 0.9 m mampu memancarkan sinyal sejauh 9-12 km, dan diameter 1.8 m mampu memancarkan sinyal sejauh 17-19 km yang artinya semakin besar ukuran antena microwave yang digunakan, maka jarak pancar sinyal akan semakin jauh.
ANALISIS KINERJA MONITORING PROTOTIPE MODEL KWH METER SATU FASA DENGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI TRANSCEIVER SX 1276 Arpiandi, Muhammad Rizky; Marpaung, Jannus; Yacoub, Redi Ratiandi; Imansyah, Fitri; Hiendro, Ayong
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56990

Abstract

Listrik adalah salah satu kebutuhan primer manusia pada era kemajuan teknologi dan komunikasi. Hampir semua aspek kehidupan manusia menggunakan perangkat yang digerakkan dengan listrik. KWh Meter adalah alat penghitung pemakaian energi listrik yang bekerja menggunakan metode induksi medan magnet, dimana medan magnet tersebut menggerakkan piringan yang terbuat dari alumunium. Adanya teknologi transceiver SX 1276 mampu membuat pengukuran kWh meter dengan jarak jauh. Modul transceiver SX1276 memiliki kemampuan untuk berkomunikasi jarak jauh, kecepatan data yang rendah, konsumsi daya rendah, dan transmisi data yang aman. Modul transceiver SX1276 dapat digunakan pada jaringan publik, private, dan hybrid untuk mencapai jangkauan yang lebih luas daripada jaringan seluler. Karena kemampuannya modul transceiver SX1276 sangat cocok digunakan untuk memonitoring keadaan di suatu tempat dari tempat yang lain. Pada penelitian ini berhasil dirancang pengukuran kWh meter kemudian diimplementaskan dengan modul transceiver SX1276 sebagai media transmisi data monitoring kWh meter. Data dari sensor tegangan dan arus yang telah di akuisisi oleh Arduino Uno pada sistem transmitter (Tx) kemudian dikirimkan ke sistem receiver (Rx) oleh bantuan modul transceiver SX1276. Sensor tegangan mampu melakukan akuisisi data dengan akurasi 99,47% dan sensor arus mampu mengakuisisi data dengan akurasi 82,83% sampai 98,22%. Perubahan parameter-parameter transmisi transceiver SX1276 mengakibatkan perubahan pada hasil performa komunikasinya. Pada pengujian variasi Bandwidth dari 62,50 kHz, 125 kHz, 250kHz, 500kHz dengan jarak 50m nilai SNR dan   RSSI terbaik pada BW 62,50kHz. Pada pengujian variasi Coding Rate dari C/R 4/5, 4/6, 4/7, 4/8 dengan jarak pengujian 50m nilai SNR dan RSSI terbaik ada pada C/R 4/8. dan pengujian variasi Spreading Factor dari SF7, SF9, SF10, SF12 dengan pengujian jarak 50m, 100m, 150m, 200m, 250m nilai SNR dan RSSI terbaik ada pada SF 7, semakin tinggi nilai parameter SF maka area komunikasi transceiver SX1276 semakin jauh, namun akan berakibat terhadap ToA yang semakin lama.
Rancang Bangun Prototype Turbin Angi Tipe Darrieus Dengan Kecepatan Angin Di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas - Abdurrahim; Ismail Yusuf; Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48385

Abstract

Energi angin merupakan energi terbarukan yang cukup fleksibel, karena energi angin bisa digunakan sebagai pembangkit listrik. Energi angin merupakan salah satu sumber energi yang perlu diteliti, salah satunya di daerah jauh dari jangkaun listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang, dan melakukan uji coba dari sebuah turbin angin tipe darrieus dalam kapasitas kecil, agar menghasilkan energi listrik dari kecepatan angin rendah yang ada di Desa Temajuk. Metodologi penelitian meliputi perancangan desain turbin angin darrieus menggunakan tiga buah sudu, bahan sudu menggunakan plat alumunium 0,5 mm, melakukan eksperimental dari turbin angin darrieus dan observasi. Hasil pengujian menunjukkan nilai kecepatan angin terendah didapat 1,8 m/s dengan tegangan terukur 0,06 volt, arus 0,01 ampere, dan keluaran daya sebesar 0,0006 watt, sedangkan kecepatan angin tertinggi 3,9 m/s dengan tegangan terukur 1,23 volt, arus 0,02 ampere, dan keluaran daya sebesar 0,0246 watt, untuk efisiensi sebesar 0,005%, dan nilai cut-in speed yang diperoleh sebesar 1,8 m/s.
PERHITUNGAN ARUS HUBUNG SINGKAT SALURAN KABEL BAWAH TANAH 20 kV DI KOTA PONTIANAK Darmawan, Afif; Gianto, Rudy; -, Purwoharjono
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57147

Abstract

Penelitian ini adalah untuk menghitung besar arus gangguan hubung singkat pada Saluran Kabel Bawah Tanah (SKTM) 20 kV di Kota Pontianak. Gangguan hubung singkat yang mungkin terjadi di dalam jaringan distribusi ada 3 (tiga), yaitu: gangguan hubung singkat 3 fasa, gangguan hubung singkat fasa ke fasa dan gangguan hubung singkat 1 fasa ke tanah. Dengan menulis penelitian ini dapat mengetahui besar arus hubung singkat dan acuan dalam penyetingan peralatan proteksi saluran kabel bawah tanah 20 kV di Kota Pontianak. Perhitungan ini dilakukan pada penyulang Mawar 1, Dahlia, Megamall, Krisan 1, Kenanga 1, Teratai 1, dan Sakura dengan asusmsi titik gangguan hubung singkat pada 25%, 50%, 75%, dan 100% dari panjang penyulang. Didapat hasil perhitungan gangguan arus hubung singkat SKTM di Kota Pontianak dengan bentuk kurva linier. Dapat disimpulkan bahwa arus hubung singkat tiga fasa lebih besar dari fasa-fasa maupun fasa-tanah. Semakin dekat titik gangguan dengan sumber, maka semakin besar arus gangguan yang dapat terjadi. Dan semakin kecil kapasitas trafo, maka arus gangguan hubung singkat juga akan semakin kecil.
Studi Perencanaan Instalasi Proteksi Tegangan Lebih Petir Pada Gedung Kantor Bupati Bengkayang Septino Adrian; M. Iqbal Arsyad; Danial -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48544

Abstract

Gedung Kantor Bupati Bengkayang merupakan pusat Pemerintahan Kabupaten Bengkayang yang mempunyai fungsi penting dalam jalannya Pemerintahan. Bangunan ini mempunyai dimensi bangunan dengan tinggi 27 meter, lebar 49 meter dan panjang 88,5 meter. Perencanaan instalasi proteksi tegangan lebih petir dilakukan untuk melindungi bangunan dari sambaran petir langsung maupun sambaran petir tidak langsung dengan mengacu pada standar Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP) dan SNI 03-7015-2004. Dengan menggunakan metode elektrogeometri akan dilakukan perhitungan jarak sambar petir dan radius perlindungan penangkal petir yang dipasang pada bangunan. Berdasarkan PUIPP, Gedung Kantor Bupati Bengkayang mempunyai nilai indeks perkiraan bahaya sambaran petir (R) = 15, yaitu perkiraan bahaya sambaran petir sangat besar sehingga sangat perlu untuk memiliki sistem proteksi petir. Penentuan tingkat proteksi berdasarkan SNI 03-7015-2004, dengan rata-rata jumlah hari guruh 136 hari/tahun dapat ditentukan nilai kepadatan sambaran petir (Ng) 18,5773 sambaran/km2/tahun, nilai area cakupan ekivalen bangunan yang menarik sambaran petir (Ae) 33.172,5 m2, nilai frekuensi sambaran petir (Nd) 0,6162 sambaran/ tahun, dan nilai efesiensi sistem panangkal petir (E) 0,83 sehingga Gedung Kantor Bupati Bengkayang mempunyai tingkat proteksi tingkat IV. Setelah melakukan perhitungan menggunakan metode elektrogeometri, untuk melindungi Gedung Kantor Bupati Bengkayang dari sambaran petir dengan nilai arus maksimum 5 kA, diperlukan 5 penangkal petir dengan sudut perlindungan sebesar 45°, jarak sambar tiap penangkal petir 22,77 meter dan radius perlindungan tiap penangkal petir sebesar 22,37 meter sebagai sistem proteksi eksternal. Untuk proteksi internal Gedung Kantor Bupati Bengkayang pada arus dibawah 5 kA dilakukan dengan pemasangan arrester pada panel utama/ Main Distribution Panel (MDP) tipe 1 dengan nilai arus discharge maksimum sebesar 50 kA,  pada panel pembagi/ Sub Distribution Panel (SDP) dengan arrester tipe 2 dengan nilai arus discharge maksimum sebesar 20 kA dan pada peralatan listrik dengan arrester tipe 3 dengan nilai arus discharge maksimum sebesar 7 kA.
STUDI PERENCANAAN PROTEKSI TEGANGAN LEBIH EKSTERNAL PETIR DI PLTS 1,5 MW UNIVERSITAS TANJUNGPURA Wongso, Dio Suseno; Rajagukguk, Managam; -, Danial
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.60256

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah sebuah sistem pembangkit listrik yang mengubah energi dari cahaya matahari untuk menjadi energi listrik. Pada saat ini Universitas Tanjungpura sedang melakukan pembangunan PLTS sebesar 1,5 MW dengan luas lahan 11,075 m2. Sehingga dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mendesain sistem proteksi eksternal petir agar mampu memproteksi PLTS 1,5 MW Universitas Tanjungpura hingga kuat arus 3 kA menggunakan metode bola bergulir dan metode Early Streamer Emission (ESE). Kedua metode tersebut akan dipasang tiang terminasi udara dengan ketinggian 17 m. Pada metode bola bergulir akan dilakukan perhitungan jarak sambaran petir (R), sudut proteksi (α), radius proteksi (Rp), dan luas daerah proteksi (Ax) dengan nilai kuat arus petir (I) berdasarkan BS EN/IEC 62305 yakni 3 kA, 5 kA, 10 kA, dan 16 kA. Sedangkan pada metode Early Streamer Emission (ESE) akan dilakukan perhitungan jarak tambahan dari ESE (∆L), radius proteksi (Rp), dan luas daerah proteksi (Ax) dengan kuat arus petir (I) berdasarkan BS EN/IEC 62305 sebesar 3 kA atau pada tingkat proteksi I. Perhitungan metode bola bergulir pada sistem proteksi eksternal petir tertinggi berdasarkan BS EN/IEC 62305, yakni dengan kuat arus petir (I) 3 kA didapatkan jarak sambaran petir (R) sebesar 20,4234 m, sudut proteksi (α) yang menyinggung tiang terminasi udara dan bola bergulir sebesar 9,6483 ° dengan radius proteksi (Rp) dihasilkan sebesar 20,1344 m, menghasilkan luas daerah proteksi (Ax) sebesar 1273,5891 m2. Sedangkan perhitungan metode Early Streamer Emission (ESE) akan digunakan 2 terminasi udara ESE yang memiliki spesifikasi yang berbeda sebagai perbandingan sistem proteksi eksternal petir, dengan kuat arus petir (I) 3 kA atau tingkat proteksi I berdasarkan BS EN/IEC 62305. Menggunakan terminasi udara Pulsar 60 didapatkan jarak tambahan dari ESE (∆L) 60 m dengan radius proteksi (Rp) yang dihasilkan sebesar 80,3505 m, menghasilkan luas daerah proteksi (Ax) sebesar 20282,7596 m2. Dari hasil perhitungan tersebut dibuatlah desain 3 dimensi untuk melihat kebutuhan dari sistem proteksi eksternal petir sesuai dengan kuat arus petir (I). Dari hasil penelitian yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa terminasi udara ESE memiliki keunggulan lebih efisien jika dibandingkan dengan terminasi udara konvensional menggunakan metode bola bergulir, dikarenakan terminasi udara ESE dapat memproteksi dengan menggunakan tiang terminasi udara yang lebih sedikit.
STUDI PENGARUH HEAT RATE TERHADAP KINERJA PADA PLTU BIOMASSA DI PT. HARJOHN TIMBER Ikhwan Nanda Kumara; Kho Hie Khwee; Yandri -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48817

Abstract

Sebagai salah satu upaya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sekaligus pemanfaatan limbah kayu sisa hasil produksi pada PLTU Biomassa dengan kapasitas 7,5 MW di PT. Harjohn Timber yang merupakan perusahaan kayu lapis yang telah beroperasi selama 15 tahun. Salah satu upaya untuk menjaga kinerja dari pembangkit di perusahaan tersebut adalah dengan melakukan evaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung specific fuel consumption, heat rate, dan efisiensi termal. Metode langsung digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data dari pembangkit sehingga dapat dilakukan analisis perhitungan.Nilai kalori dari serbuk kayu adalah 5.940,44 kcal/kg dan HHV dari sebuk kayu sebesar 24.854,8 kJ/kg. Hasil perhitungan menunjukan specific fuel consumption bruto dan netto terendah sebesar 0,68 kg/kWh dan 0,77 kg/kWh pada beban 6877 kW dan tertinggi sebesar 0,99 kg/kWh dan 1,2 kg/kWh pada beban 4171 kW, kemudian heat rate bruto dan netto terendah sebesar 16.876,82 kcal/kWh dan 19.256,99 kcal/kWh pada beban 6877 dan tertinggi sebesar 24.518,69 kcal/kWh dan 29.908,11 kcal/kWh pada beban 4171 kW, serta efisiensi termal bruto dan netto terendah sebesar 3,5% dan 2,9% pada beban 4147 kW dan tertinggi sebesar 5,1% dan 4,5% pada beban 6877 kW. Daya tertinggi yang dihasilkan pembangkit sebesar 6877 kW dari nilai kerja aktual berdasarkan spesifikasi 7088 kW dengan nilai heat rate bruto dan netto sebesar 16.876,82 kcal/kWh dan 19.256,99 kcal/kWh dan daya terendah yang dihasilkan pembangkit sebesar 4147 kW dari nilai kerja aktual berdasarkan spesifikasi 7088 kW dengan nilai heat rate bruto dan netto sebesar 24.518,69 kcal/kWh dan 29.908,11 kcal/kWh.
ANALISIS SINPO TERHADAP KUALITAS APLIKASI VIDEO CONFERENCE DI KAWASAN MASJID KAPAL MUNZALAN KABUPATEN KUBU RAYA Prio Utomo; Eka Kusumawardhani; Fitri Imansyah; Leonardus Sandy Ade Putra; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.62132

Abstract

Video conference merupakan sebuah teknologi komunikasi yang terdiri dari beberapa orang pada dua lokasi berbeda atau lebih yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan pada waktu yang sama. Tujuan penelitian ini sendiri adalah diperuntukan untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi kualitas video pada aplikasi video conference dan bagaimana pengaruh Quality of Service terhadap kualitas aplikasi video conference, dengan membandingkan tiga aplikasi video conference yaitu, zoom meetings, google meet, dan webex meeting. Penelitian ini dilakukan di kawasan Masjid Kapal Munzalan Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengatur limit bandwidth dari 50 Mbps, 5 Mbps, 3 Mbps, 1 Mbps, 100 Kbps, dan 50, Kbps agar diketahui grafik dari parameter-parameter Quality of Service. Nilai-nilai parameter tersebut diuji atau diukur menggunakan aplikasi wireshark dengan cara menghubungkan laptop ke jaringan wifi oxygen yang ada di kawasan tersebut. Dari hasil pengukuran QoS terhadap tiga aplikasi video conference dengan limit bandwidth yang telah ditentukan, terdapat perbandingan kualitas video, dimana terjadi penurunan kualitas video pada saat menggunakan google meet, dan kenaikan kualitas video pada saat menggunakan zoom meetings dan webex meetings. Itu artinya parameter QoS dapat mempengaruhi kualitas pada aplikasi video conference.