cover
Contact Name
Irwan
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+628115775000
Journal Mail Official
jurnalftk@gmail.com
Editorial Address
Dusun Bandol, Desa Untang, Kecamatan Banyuke Hulu, , Kab. Landak, Provinsi Kalimantan Barat, 79364
Location
Kab. landak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
ISSN : 26145898     EISSN : 29880130     DOI : 10.58919
Core Subject : Religion, Education,
Bidang pastoral meliputi kepemimpinan dan pelayanan kristiani, permasalahan Jemaat, etika pelayanan kontemporer, hidup menggereja dalam konteks multikultural, keberagaman agama-agama, keberpihakan kepada kaum miskin dan marginal, keadilan perdamaian, dan keutuhan ciptaan. Bidang pendidikan agama meliputi pendidikan (formal and informal) agama Islam-Kristen-Katolik-Budha-Hindu-Konghucu dalam perspektif interreligious studies, multikultural, dan moderasi beragama berupa desain program, strategi pembelajaran dan kurikulum, sejarah dan filsafat, metodologi, psikologi, etika profesi guru, evaluasi, dan manajemen. Bidang katekese meliputi pengembangan ilmu dan praktik katekese di lingkup paroki, keluarga, dan sekolah.
Articles 81 Documents
MARK AS NARRATIVE (Plot and Structure of Mark 4,35-8,30) Ferry Hartono
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v1i2.1

Abstract

Every literature consists of Story and Plot, or should I say, series of events. While the Story is about what happened literally, the Plot is more about how the narrator explains what happened. Aristotle alleged that the Plot and Structure were the most important elements in of a Tragedy (Poetics VI,5; VII,1). However, the success of a story also depends on the rendering of Character (Poetics VI,5). Therefore, the study about Characters in Narrative Criticism is necessary to conclude the exploration of a literature. Gospel of Mark, as presented in this paper is through and through a story. Study of plot and structure in it, therefore, is necessary to build the sufficient base for study of character. This research paper is dedicated mainly on plot of the Gospel of Mark, particularly Mark 4,35-8,30. To understand the plot, it is essential to know the style and context of the literature at hand, facts about the author and the setting of the story.
THE PROBLEMS OF SUFFERING, RETRIBUTIVE JUSTICE, AND PROPOSED MORALITY IN THE BOOK OF JOB Irwan Irwan
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v1i2.2

Abstract

Penderitaan adalah bagian dari hidup manusia. Manusia berusaha memahami mengapa ada penderitaan dan bagaimana harus menyikapinya. Kebijaksanaan Israel kuno berusaha memahami misteri penderitaan itu, salah satunya adalah Kitab Ayub. Melalui studi pustaka, artikel ini menyelidiki jawaban Kitab Ayub terhadap persoalan penderitaan manusia dan bagaimana manusia menjalani hidupnya (moralitas) tatkala penderitaan menimpanya.
ARENDT’S PERSPECTIVE ON THE ROLE OF THE INTELLECT IN THE ACT OF AVOIDING EVIL Shelomita Selamat
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v1i2.3

Abstract

Human being is a rational animal who has the capability to think. The activity of thinking distinguishes man from other animals. Nevertheless, there are some people who do not use their capability to think. Many people just follow what other people said without really considering what they actually do. For Hannah Arendt, this is one of the factors that causes many evils have occurred in our daily life. Moreover, she used the term of the banality of evil to describe the evil that has happened because of the culprit’s inability to think. Therefore, she emphasized the importance of thinking in every human being. For her, thinking makes human to avoid grave evil.
TIME AS DISTENTIO ANIMI ACCORDING TO SAINT AUGUSTINE Simplesius Sandur
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v1i2.4

Abstract

Apakah waktu? Apakah waktu itu ada? Bagaimana mengukurnya? Pertanyaan-pertanyaan yang luput dari perhatian kita tetapi Agustinus telah menjawabnya. Jelas waktu itu ada dan ia ada karena ia “lewat” dalam hidup kita. Bagi Agustinus waktu itu adalah distentio animi atau penggelembungan jiwa. Disebut “pengegelembungan” karena waktu adalah suatu dialektika antara 3 hal: memori, perhatian dan harapan. Penggelembungan jiwa membawa masa lalu dan yang akan datang pada saat ini yang sedang lewat. Masa lalu, masa depan dan sekarang selalu hadir dalam jiwa. Dalam masa lalu ada memori, dalam masa depan ada harapan dan saat ini ada perhatian dan ketiganya adalah aktivitas dari jiwa. Waktu itu adalah suatu dialektika tiga hal “sekarang”: sekarang tentang hal-hal masa lalu, sekarang tentang hal-hal sekarang dan sekarang tentang hal-hal yang akan datang.
SAINT BENEDICTA OF THE CROSS (EDITH STEIN): CROSS AND THE TRUTH Tantani binti Longkiad
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v1i2.5

Abstract

Pencarian kebenaran sejati merupakan perjuangan setiap orang yang berpikir khususnya mereka yang “skeptik” terhadap kebenaran-kebenaran iman. Edith Stein yang berpersonalitas sangat keras dengan kemampuan intelektualnya yang sangat tinggi berhadapan dengan krisis iman sejak masih muda. Dia tidak percaya kepada eksistensi Allah sebagai seorang Pribadi. Dia adalah seorang “atheist” yang giat mencari kebenaran melalui ilmu pengetahuan – khususnya lewat fenomenologi yang diajarkan oleh Edmund Husssel. Perjumpaannya dengan beberapa filsuf beriman seperti Max Scheller dan Adolf Reinach telah menimbulkan kerinduannya untuk bertobat dan oleh rahmat Tuhan ia dituntun kepada suatu pengalaman iman ketika membaca buku Riwayat Hidup Teresa dari Avila.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DAN MONITORING ORANG TUA TERHADAP SELF-ESTEEM REMAJA AWAL Ida Royani
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v1i2.6

Abstract

Penelitian yang dilakukan terhadap sampel siswa/i SMP Pangudi Luhur Salatiga ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial orang tua dan monitoring orang tua terhadap self-esteem remaja awal. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk angket, yakni angket dukungan sosial orang tua, monitoring orang tua dan self-esteem. Metode analisa data yang digunakan adalah analisa regresi 2 prediktor dengan bantuan program SPSS versi 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua dan monitoring orang tua secara simultan berpengaruh signifikan terhadap self-esteem (F- reg=33.833; p-value<0.05), dan total sumbangan yang diberikan sebesar 48.11%. Masing-masing variabel memberikan sumbangan sebesar 12.42% dan 35.69%. Sumbangan Monitoring Orang Tua lebih besar (ß- MOT=0.525) dibandingkan sumbangan dari Dukungan Sosial Orang Tua (ß-DOT=0.206). Total sumbangan sebesar 48.11% menandakan bahwa masih ada variabel-variabel lain di luar penelitian ini yang dapat dijadikan sebagai prediktor self-esteem sebesar 51.89%.
DIALOG FILOSOFIS MAIMONIDES: JEJAK PEMIKIRAN AL-FĀRĀBI DALAM PANDANGAN RELASI FILSAFAT DAN AGAMA MAIMONIDES Simplesius Sandur
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v2i1.7

Abstract

The questions about relation between philosophy and religion always raise discussions among scholars and philosophers. It is not only about “philosophic” and “religious” problem but aslo extends to the truth and role of both in a society. Maimonides offers his solution to resolve this issue. He proposes a harmonization of both “truths” since they came from the same Source. In Maimonides’ mind, philosophy and religion have an essential role in establishing a society. Maimonides, of course, does not stand alone to resolve this probem. His main sources are Platonic and Aristotelian philosophy interpreted by Arabic masters in Arabic philosophical tradition particularly by Al-Fārābi. Maimonides tries as he can to analyze Judaism philosophically. He establishes his concept on relation between philosophy and religion on the thesis natural division of human beings.
MEMAHAMI SIFAT ADIKODRATI RAHMAT BAGI HIDUP KONKRET SECARA ANTROPOLOGI KRISTIANI Herwindo Chandra
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v5i2.8

Abstract

Fokus penelitian yaitu memahami sifat adikodrati rahmat bagi hidup konkret orang Katolik. Adapun tujuan penelitian untuk memperoleh pemahaman agar rahmat yang adikodrati bukan dinilai sebagai realitas di luar hidup konkret tetapi nyata dapat dialami. Penelusuran literatur digunakan untuk mengali pemahaman akan rahmat dalam gagasan Karl Rahner. Gagasan rahmat dalam sejarah teologi Katolik terlalu menampilkan sifat metafisis alih-alih realitas konkret dalamjiwa manusia. Pendasaran perkembangan gagasan filsafat Rahnerian menjadi suatu terobosan bagiteologi rahmat Katolik. Panorama karya-karya filosofis dan teologis Rahnerian diuraikan untuk memahami bahwa realitas antropologi modern membuka suatu cakrawala baru penghayatan iman secara khusus integrasi dimensi kodrat dan adikodrati manusia. Kebaruan penelitian menampilkangagasan menterjemahkan rahmat ke dalam hidup konkret.
THE PRIESTHOOD OF SAMUEL (A Very Short Study of 1Sam 3:1-15) Ferry Hartono
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v2i1.9

Abstract

Posisi Samuel dalam 1-2Sam sangat besar. Dialah kingmaker yang dipilih oleh Allah. Dengan diurapinya Saul dan Daud sebagai raja, Israel memasuki suatu periode baru yang penting. Samuel lebih dikenal sebagai nabi, meskipun panggilannya yang terjadi di bawah bimbingan Imam Eli di Rumah Tuhan sangat pantas ‘dicurigai’ menempatkan posisi Samuel sebagai imam juga. Artikel singkat ini bertujuan untuk mencari bukti-bukti intrabiblis dari 1Sam 3,1-15 akan martabat dan status imamat Samuel. Ini tidak mudah pertama-tama karena mengingat institusi imamat pada masa Samuel belum terdefinisikan secara penuh. Belum lagi ditambah dengan latar belakang Samuel yang bukan berasal dari Suku Lewi. Untuk membedah masalah-masalah ini saya akan menggunakan kritik teks sederhana dan pendekatan sinkronistis.
EXPLORING THE SUBSTANCE OF SILENCE IN CHRISTIAN EXPERIENCE Paulinus Seso
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v2i1.10

Abstract

Pencarian dan penemuan arti keheningan dalam pengalaman hidup orang Kristiani sangat mendesak untuk melahirkan komunikasi yang otentik. Komunikasi yang otentik bermula, lahir, dan ditemukan dalam keheningan. Temuan arti hening yang akurat membebaskan penafsir/komunikator dari interpretasi superfisial, sempit dan ambigu.