cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281399091484
Journal Mail Official
jurnal.siliwangi@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Direktorat Politenik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 28071530     DOI : https://doi.org/10.34011/jks.v4i1.1671
Jurnal Kesehatan Siliwangi menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus, pengabdian masyarakat, penelitian kualitatif/dan kuantitatif di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Teknik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Articles 560 Documents
HIPEREMESIS GRAVIDARUM, SEBUAH LAPORAN KASUS DI KABUPATEN SUKABUMI hilya nabila; Dedes Fitria; Titi Nurhayati; Fauzia Djamilus; Novita Dewi Pramanik; Yohana Wulan Rosaria
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi mual muntah berlebihan selama kehamilan yang menyebabkan gangguan keseimbangan cairan, elektrolit, serta nutrisi ibu. Tingginya angka kejadian hiperemesis gravidarum, baik secara global maupun nasional dan lokal, menunjukkan bahwa kondisi ini merupakan salah satu gangguan kehamilan yang masih sering terjadi, terutama pada trimester pertama. Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara menyeluruh pada ibu hamil usia 25 tahun dengan hiperemesis gravidarum. Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi literature dengan pendokumentasian SOAP (Subjektif, Objektif, Analisa dan Penatalaksanaan). Hasil pemeriksaan diperoleh data Subjek ibu mengalami mual muntah lebih dari 10 kali per hari dengan tanda dehidrasi dan hasil data objektif diperoleh nyeri tekan pada epigastrium,penurunan berat badan berlebihan, turgor kulit kembali >2detik dan keton urine  (+++). Penatalaksanaan yang dilakukan yaitu tindakan kolaboratif melalui pemberian cairan dan medikasi, sedangkan asuhan kebidanan difokuskan pada edukasi, dukungan emosional, konseling nutrisi, asuhan komplementer berupa aromaterapi, air jahe, dan air hangat. Kesimpulan menunjukkan setelah diberikan asuhan kondisi ibu mulai membaik dan frekuensi mual muntah menurun dan ibu tidak mengalami dehidrasi..
ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA IBU DENGAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI syahla jahda; Anita Mega; Riana Pascawati; Tatik Kusyanti
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan risiko tinggi memiliki potensi bahaya yang lebih besar bagi ibu dan janin sehingga memerlukan pemantauan secara berkesinambungan untuk mendeteksi komplikasi sedini mungkin. Continuity of Care merupakan model asuhan kebidanan yang memberikan pemantauan menyeluruh sejak masa kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuannya untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan berkesinambungan pada kehamilan risiko tinggi sebagai upaya deteksi dini risiko, pencegahan komplikasi, dan peningkatan keselamatan ibu dan bayi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan model asuhan continuity of care dari masa kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, penunjang, observasi, pencatatan pada buku KIA, serta dokumentasi fasilitas kesehatan. Selama asuhan, ibu mengalami hipertensi dalam kehamilan, preeklampsia dengan tanda berat, retensio plasenta, dan hipertensi postpartum. Hasil asuhan menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan berkesinambungan mampu menjaga kondisi ibu tetap stabil dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat serta memberikan dampak positif terhadap kondisi bayi. Proses konseling yang dilakukan secara berkesinambungan menggunakan SKB juga meningkatkan kesiapan ibu dalam memilih metode kontrasepsi jangka panjang setelah masa nifas. Kata kunci: Continuity of Care, Kehamilan, Risiko Tinggi
ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL PADA NY.S USIA 35 TAHUN G3P2A0 GRAVIDA 39 MINGGU DI PUSKESMAS CARINGIN Lailatul Faz; Ni Nyoman Sasnitiari; Eva Sri Rahayu
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Puskesmas Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor periode Januari–Desember 2024, terdapat 874 persalinan spontan ditolong bidan, 120 oleh dokter SpOG, dan 40 oleh paraji. Bidan memegang peranan penting dalam observasi, pendampingan, serta dukungan agar proses persalinan berjalan aman. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan menerapkan asuhan kebidanan persalinan normal di Puskesmas Caringin. Metode laporan kasus menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dalam format SOAP. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Pada 11 April 2025 pukul 06.00 WIB, Ny.S, usia 35 tahun, G3P2A0 hamil 39 minggu datang dengan keluhan mules sejak pukul 23.00 WIB dan keluar lendir darah. HPHT 13-07-2024, TP 20-04-2025. Tanda vital normal, TFU 31 cm, presentasi kepala, his 2x/10’/20”, pembukaan 2 cm, ketuban utuh. Diagnosis: Ny.S inpartu kala I fase laten, janin tunggal intrauterin, kondisi ibu dan janin baik. Asuhan meliputi pemantauan kemajuan persalinan, kesejahteraan ibu dan janin, edukasi teknik relaksasi, anjuran makan-minum, mobilisasi, penggunaan gym ball, massage keluarga, posisi miring kiri, serta teknik meneran. Persalinan dipimpin dengan prinsip Asuhan Persalinan Normal. Hasil: bayi lahir pukul 13.20 WIB, plasenta pukul 13.28 WIB. Ibu mengalami robekan hingga otot perineum dan dijahit. Bayi berhasil dilakukan IMD pada menit ke-50. Saran diberikan agar ibu mengikuti anjuran bidan, dan bagi bidan diharapkan terus memberi pelayanan sesuai standar untuk keselamatan ibu dan bayi.
ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY.M DENGAN PENERAPAN AKUPRESURE MASSAGE DI PUSKESMAS MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Adinda Lutfiah
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of midwifery care provides consistent services from pregnancy through the postpartum period and neonatal care, allowing midwives to monitor the mother's condition holistically. One of the main concerns during labor is pain, particularly in the active phase of the first stage due to uterine contractions and cervical dilation. Acupressure massage can be used as a non-pharmacological method to alleviate pain by stimulating specific points that trigger endorphin release. The aim of this report is to describe the implementation of continuity of midwifery care in Ms. M, with the use of acupressure massage as a pain management intervention during labor. This study used a case study design with a midwifery management approach, including assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Acupressure massage was applied at the LI4 and SP6 points during the active phase of the first stage of labor in accordance with established procedures. Pain intensity was measured using the Visual Analog Scale (VAS). The results of the midwifery care implementation showed that during pregnancy, Ms. M experienced weight gain that did not meet the recommended minimum standard. The labor process proceeded physiologically and without complications, with the application of acupressure as a non-pharmacological intervention to help reduce labor pain. The postpartum period progressed normally, although the mother experienced sore nipples, which were managed through breast care education. The newborn’s condition was within normal limits, with no complications observed. The mother was also able to independently provide neonatal care and chose a contraceptive method appropriate to her needs and condition. Acupressure massage proved effective as part of continuity of midwifery care because it is safe, easy to apply, and enhances maternal comfort during labor. Midwives are encouraged to improve accuracy in care provision to prevent gaps between theory and practice and to apply acupressure massage consistently
ASUHAN KEBIDANAN POSTPARTUM PADA NY.D USIA 38 TAHUN P5A0 DENGAN BENDUNGAN ASI DI PUSKESMAS CIJERUK: SEBUAH LAPORAN KASUS ina Handayani; Rey Hananta; Sri Mulyati; Suhartika
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa postpartum terjadi perubahan pada payudara sebagai persiapan untuk menyusui. Pada awal menyusui hal yang umum terjadi adalah bendungan ASI. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2019 menyebutkan bahwa terdapat ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 35.985 orang (15,60%), serta pada tahun 2020 Ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 77.231 orang (37,12%). Komplikasi yang bisa terjadi akibat bendungan ASI adalah mastitis. Tujuan dalam penelitian ini adalah dapat melakukan Asuhan Kebidanan Postpartum pada Ny. D Usia 33 Tahun P5A0 melahirkan 3 hari yang lalu dengan Bendungan ASI di Puskesmas Cijeruk Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan adalah laporan kasus, dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan menggunakan SOAP. Pengumpulan data didapatkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, obsevasi, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil dalam penelitian ini didapatkan melalui pegkajian data subjektif yaitu ibu mengalami bengkak, nyeri, dan terasa penuh pada payudara. Data objektif didapatkan bahwa payudara teraba keras, kemerahan, bengkak, nyeri, payudara terasa panas, ASI tidak keluar dengan lancar dan payudara terasa penuh. Analisa Ny. D usia 33 tahun P5A0 dengan bendungan ASI, penatalaksanaan yang sudah dilakukan Breastcare, kompres hangat dan dingin, konseling teknik menyusui yang baik dan benar kontrasepsi, konseling gizi seimbang,dan konseling sibling rivalry. Kesimpulan pada LTA ini pengkajian data subjektif dan objektif sesuai dengan kondisi bendungan ASI dan asuhan yang diberikan sudah sesuai dengan protap serta kewenangan bidan. Saran kepada tenaga kesehatan yang bisa disampaikan supaya ditingkatkan pelayanan asuhan pada kasus bendungan ASI dan dapat dilakukan pencegahan pada kasus bendungan ASI pada ibu nifas. Kata Kunci : Masa Nifas, Bendungan ASI, ASI Eksklusif Pustaka : (2019-2025)
MODUL DETEKSI DINI TB PARU DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN KADER TENTANG TB PARU A.Achmad Fariji; Herry Sugiri; Jundra Darwanty
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kasus TB baru pada tahun 2018 sebanyak 1.308. Sedangkan kasus TB anak pada tahun 2018 sebanyak 138. Realisasi atau capaian kinerja program penanggulangan TB sebesar 78,80 % sebenarnya sudah mencapai bahkan melebihi target program, namun secara pelayanan minimal belum mencapai 100 % karena penemuan kasus TB belum mencapai 100 %. Penemuan kasus secara aktif, pemberian KIE untuk pencegahan penularan dengan penerapan etika batuk, pengendalian faktor risiko dan pemberian obat pencegahan. Prinsip pelayanan TB adalah penemuan orang dengan TB sedini mungkin, ditatalaksana sesuai standar, sekaligus pemantauan hingga sembuh melalui Temukan, Obati Sampai Sembuh. Penemuan kasus TB belum mencapai 100 %. Untuk meningkatkan temuan kasus melalui kegiatan deteksi dini, peran kader posyandu sangat berpengaruh dalam meningkatkan temuan kasus melalui deteksi dini. Penelitian ini menggunakan kuasi-eksperimen. Hasil analisis diketahui ada perbedaan yang bermakna pada nilai pengetahuan antara nilai pretes dan postes pada masing-masing kelompok. Hasil analisis uji t independen menunjukkan perbedaan hasil antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, artinya penggunaan modul lebih berguna dalam meningkatkan pengetahuan kader. Disarankan memberikan modul kepada kader untuk meningkatkan pengetahuan dan kegiatan promosi kesehatan secara aktif dalam penjaringan kasus TB
ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. S DENGAN PENERAPAN REBOZO DAN SISA PLASENTA PADA MASA NIFAS DI PUSKESMAS MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Nursaidah
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuhan Continuity of Care (COC) dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak penting untuk mendeteksi dini masalah serta mencegah terjadinya komplikasi selama kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan kontrasepsi. Komplikasi yang dapat terjadi pada masa nifas adalah sisa plasenta, yang berisiko menyebabkan perdarahan postpartum dan infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat dan selama proses persalinan terutama pada kala I terjadi kontraksi uterus dan dilatasi serviks yang menyebabkan nyeri. Nyeri yang tidak terkelola dapat meningkatkan kecemasan dan menghambat kemajuan persalinan. Rebozo sebagai metode nonfarmakologis dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan ibu melalui relaksasi otot panggul. Tujuan laporan ini adalah untuk menggambarkan penerapan asuhan berkesinambungan pada Ny. S dengan sisa plasenta dan penerapan rebozo sebagai penatalaksaan nyeri persalinan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil asuhan kebidanan berkesinambungan pada masa kehamilan ibu melakukan kunjungan antenantal care secara teratur sebanyak 2 kali. Pada kehamilan usia 36 minggu, ibu mengalami keluhan sering BAK diberikan edukasi bahwa kondisi tersebut merupakan keluhan fisiologis trimester akhir. Pada usia kehamilan 38 minggu, ditemukan kesenjangan ibu diberikan misoprostol oleh SPOG. Pada masa persalinan diberikan intervensi Rebozo untuk mengurangi nyeri persalinan kemudian dilakukan penilaian intensitas nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Bayi yang lahir spontan langsung menangis, penilaian APGAR baik. Kontrasepsi yang dipilih ibu pascasalin adalah KB IUD. Selama masa nifas, ibu mengalami masalah sisa plasenta dan dilakukan kuretase di RSUD Majalaya. Pendekatan berkesinambungan mampu mendeteksi masalah secara dini, memberikan intervensi tepat, serta mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat melalui penanganan dan rujukan yang sesuai Kata kunci: Asuhan kebidanan berkesinambungan, persalinan, Teknik rebozo, nyeri persalinan, sisa plasenta
PENGARUH STRATEGI KONSELING BERIMBANG TERHADAP RENCANA PEMILIHAN KB PASCA PERSALINAN BAGI IBU HAMIL TRIMESTER III Nursaidah
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KB pasca persalinan metode kontrasepsi jangka panjang merupakan salah satu upaya penting dalam menurunkan angka kehamilan yang tidak direncanakan. Kehamilan yang tidak direncanakan akibat jeda kelahiran yang terlalu dekat dapat berdampak pada kesehatan ibu dan anak. Konseling sejak kehamilan trimester III merupakan momen strategis untuk membentuk kesiapan dan pengambilan keputusan kontrasepsi yang tepat. Strategi Konseling Berimbang (SKB) menjadi pendekatan efektif karena bersifat komunikatif, tidak memihak, dan berbasis kebutuhan klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SKB terhadap rencana pemilihan KB pasca persalinan MKJP pada ibu hamil trimester III. Desain penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dan desain one group pre-test and post-test. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah responden 48 orang. Alat ukur yang digunakan adalah surat pernyataan rencana pemilihan KBPP. Pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah ibu yang merencanakan pemilihan KB pasca persalinan setelah diberikan konseling dengan SKB, terutama pada metode AKDR. Analisis data menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari pemberian SKB terhadap keputusan pemilihan metode kontrasepsi pasca persalinan (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa Strategi Konseling Berimbang efektif dalam meningkatkan rencana pemilihan KB pasca persalinan pada ibu hamil trimester III. Diharapkan metode ini dapat diterapkan secara lebih luas dalam pelayanan antenatal sebagai salah satu upaya meningkatkan cakupan KB pasca persalinan dan menurunkan risiko kehamilan yang tidak direncanakan. Kata kunci: Strategi Konseling Berimbang, KB Pasca Persalinan, Ibu Hamil Trimester III
EVIDENCE BASED CASE REPORT (EBCR): THE EFFECT OF ACUPRESSURE APPLICATION ON LABOR PAIN IN BIRTHING MOTHERS Ziyan Ulfiah; Diyan Indrayani; Sri Mulyati
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childbirth is a physiological process accompanied by significant pain, which can cause physical and psychological stress in mothers giving birth. The pain experienced by mothers during childbirth not only affects their physical condition, but can also influence their psychological well-being, the progress of labor, and maternal-neonatal outcomes. One non-pharmacological intervention that can be used to reduce labor pain is acupressure, which involves applying pressure to specific points on the body to produce an analgesic effect that reduces pain. The purpose this article to determine the effect of acupressure on reducing labor pain in women in active phase 1 of labor. The search for research articles was conducted using the e-databases PubMed, Science Direct, Cochrane, IMR Press, and Google Scholar based on the inclusion criteria of publication within the last 5 years, free full text, research design using RCT and systematic review, in Indonesian or English, resulting in 3 journals that could be reviewed. This study was a case study. The results showed that pregnant women who received acupressure experienced a reduction in pain as measured by the Numeric Rating Scale (NRS) from 7 to 3, indicating that acupressure was proven to reduce labor pain in pregnant women. It is hoped that health workers will use acupressure to reduce labor pain in pregnant women.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI SADARI BERBASIS TEORI MOTIVASI PROTEKSI PADA REMAJA PUTRI : The Relationship Between Knowledge and Breast Self-Examination Motivation Based on the theory of Protection Motivation in Adolescent girls Nadhaafa Nur Karliena Karlie
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast cancer is the main cause of global cancer incidence of all cancer cases. Breast cancer is one of the five leading causes of death worldwide. Many breast tumors are found at a young age, even teenagers as young as 14 years old suffer from tumors in the breast which can potentially become cancer if not detected early. Efforts to detect breast cancer early can be done with BSE, which is a screening program to identify breast cancer when they are small, before the cancer has a chance to spread. This research aims to determine the relationship between BSE knowledge and motivation among teenagers at SMAN 1 Ciparay. This research uses a analytical design with a cross-sectional approach. This research allocated 170 class X female students at SMAN 1 Ciparay. Sampling technique using Stratified Random Sampling Technique. The research results of knowledge in the good category were 74.1% and motivation in the high category was 54.1%. The relationship between knowledge and motivation is that respondents who have less knowledge and low motivation are 63.6% more than respondents who have good knowledge and high motivation are 57.1%. The chi square test of knowledge with motivation obtained p value=0.018 (<0.05). Based on the results, it can be said that there is a relationship between knowledge and motivation in doing BSE.Conclusion The better the level of knowledge, the better the motivation for BSE (Self Breast Examination) as an Early Detection of Breast Cancer in Young Women. Key words: Breast cancer, Breast Self-Examination, Knowledge, Motivation, Female adolescents, Senior High School