Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat berisi hasil dari pengabdian dan pemberdayaan berupa penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai disiplin ilmu diantaranya agama, pendidikan, ekonomi, hukum, teknik, pertanian, dan kesehatan.
Articles
48 Documents
Peningkatan Financial Literacy dan Implementasi Sistem Ekonomi Syariah bagi Guru Ekonomi dan Pegawai Lembaga Keuangan Syariah (BMT) di Sokaraja Banyumas
Ida Nurlaeli;
Sarpini Sarpini
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2022): September
Publisher : CV Litera Inti Aksara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61813/jlppm.v1i2.11
Isu literasi keuangan (financial literacy) juga cukup hangat diperbincangkan di Banyumas, di dorong adanya kekhawatiran akibat pertumbuhan penduduk serta perkembangan pesat pasar keuangan. Pemahaman akan financial literacy semakin diperlukan demi terciptanya penduduk yang berkualitas dan memiliki kecerdasan finansial yang baik, masyarakat tidak hanya dituntut menguasai materi namun juga harus menguasai praktek demi mengikuti perkembangan pasar keuangan. Secara umum kegiatan meliputi tahap Observasi, Persiapan, Pemaparan konsep, Pendampingan dan evaluasi. Dengan bermunculannya Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang ada di Indonesia cukup menegaskan jika bank dengan sistem operasional syariah memiliki prospek dan peluang yang cukup besar di masa depan untuk menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia dan menggantikan sistem ekonomi konvensional yang sebelumnya diterapkan di Indonesia. Dalam konsep ekonomi Islam, pendapatan keuntungan melalui praktik riba ditiadakan, dan sebagai gantinya, bank akan mengambil keuntungan menggunakan sistem bagi hasil (profit loss sharing). Kelebihan kedua yang dimiliki oleh bank syariah adalah lebih menitikberatkan pada investasi di sektor riil. Bagi Indonesia, pasar riil jauh lebih penting karena menyangkut denyut ekonomi sebagian besar masyarakat. Literasi keuangan sangatlah penting dimiliki setiap orang karena akan mempengaruhi perilaku keuangan dari individu tersebut
Meningkatkan Peran Posyandu Tulip dalam Implementasi Pemberian Makanan Tambahan Homemade di Kelurahan Kolpajung, Kabupaten Pamekasan
Nur Fathin Luaylik;
Rina Nur Azizah;
Erina Saputri;
Ach Resa Fachrizi
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2023): September
Publisher : CV Litera Inti Aksara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61813/jlppm.v2i2.41
Pemberian Makanan Tambahan(PMT) pada anak menjadi kewajiban orang tua dalam memenuhi gizi. Setelah usia enam bulan, anak sudah bisa diperkenalkan bentuk makanan tambahan pendamping ASI. Variasi makanan cepat saji menjadi tantangan utama ibu supaya tetap menggunakan bahan alami. Permasalahan utama di Posyandu Tulip yaitu banyaknya ibu-ibu dari balita ketergantungan pada makanan tambahan instan berpengawet dibandingkan membuat PMT sendiri. Kurangnya referensi menu PMT salah satu faktor ibu-ibu kurang memahami mengolah bahan makanan. Solusi terhadap masalah ini yaitu mengoptimalkan peran kader Posyandu Tulip mensosialisasikan variasi menu PMT di setiap pelaksanaan Posyandu Balita. Metode pada pengabdian kepada Masyarakt (PKM) yaitu pemberian makanan tambahan pada balita sambil melaksanakan posyandu rutin, tahap selanjutnya adalah praktik pembuatan PMT, pemeriksaan berat badan bayi dan pengarahan ibu-ibu mengenai pentingnya PMT berbahan alami. PKM dilakukan di Dusun Nyabagan, Kelurahan Kolpajung, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan PKM dilaksanakan 20 Oktober 2021 dan 20 November 2021. Hasil kegiatan pendayagunaan posyandu berdampak sangat baik yakni pada saat ini hampir 90 % ibu-ibu memiliki tambahan referensi pembuatan makanan tambahan alami pada saat posyandu rutin berikutnya.Kata-kata Kunci : PMT; Balita, Implementasi
Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah pada Ranting Muhammadiyah Jipang Kabupaten Banyumas
Ibnu Hasan;
A Sulaeman
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2022): September
Publisher : CV Litera Inti Aksara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61813/jlppm.v1i2.16
Muhammadiyah adalah gerakan Islam modern tertua di Indonesia yang telah memberikan andil dalam mengembangkan dakwah di berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, kesehata, sosial keagamaan. Sejak tahun 1975, atau tepatnya 63 tahun setelah berdirinya pada tahun 1912, organisasi ini telah memiliki rumusan dakwah yaitu Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ). GJDJ dirancang sebagai upaya mengefektifkan gerakan dakwah dengan mengorganisasikan jamaah agar lebih optimal perannya. Peran optimal dari jamaah yang diharapkan meliputi lima hal penting yakni pertama: shalat berjamaah di masjid; kedua: kegiatan pendidikan jamaah (pengajian); ketiga: penggalangan zakat, infaq dan shadaqah; keempat: pemberdayaan jamaah yang menfokuskan pada bidang ekonomi dan kelima: gerakan organisasi Muhammadiyah. Untuk mewujudkan kegiatan GJDJ, ditempuh beberapa tahap yakni tahap perencanaan, tahap pelatihan, tahap peleksanaan, tahap evaluasi dan pembinaan, serta tahap pengembangan. Melalui empat tahapan ini diharapkan GJDJ akan dapat dilaksanakan dan dikembangkan menuju pemberdayaan jamaah.
Strategi Pengembangan Model Bisnis bagi Anggota Madrasah Bisnis Muhamamadiyah Abdurahman Bin Auf
Encep Saepudin;
Safitri Mukarromah
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): Maret
Publisher : CV Litera Inti Aksara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61813/jlppm.v1i1.7
Berdasarkan pemberdayaan ekonomi anggota Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PC PM) Ajibarang, yang kini sudah bergabung dalam Madrasah Bisnis Abdurahman bin Auf (MBAA) diketahui bahwa mitra masih belum memiliki model bisnis yang akan dikembangkan pada masa depan. Pengembangan model bisnis harus berdasarkan konsep manajemen modern. Karena itu, dibutuhkan suatu pemberdayaan berkelanjutan dalam bentuk pelatihan teori dan praktek pada mitra sehingga bisnis dikelola tidak secara otodidak, melainkan berdasarkan prinsip manajemen modern. Peserta diajak mencatat profil bisnisnya dan target yang diinginkan dalam satu, dua, hingga lima tahun ke depan. Kemudian, menginventarisasi produknya dalam hal inovasi, sumber bahan baku, mesin/alat bantu kerja. Peserta juga harus mencatat positioning, targeting, dan segmenting pasarnya sehingga fokus pada target yang ingin dicapai. Dilanjutkan dengan menyusun kemampuan modal yang tersedia dengan mengetahui modal yang dibutuhkan dan mencatat sumber modal sendiri dan modal yang harus pinjam, serta kemampuan dalam pengembalian.
Kaderisasi Melalui Peningkatan Religiusitas di Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Purwokerto
Zakiyah Zakiyah;
Safitri Mukarromah;
Kusno Kusno
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): Maret
Publisher : CV Litera Inti Aksara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61813/jlppm.v2i1.31
Kaderisasi merupakan hal urgen untuk keberlangsungan suatu organisasi, bahkan suatu keniscayaan bagi sebuah organisasi tanpa adanya kaderisasi. Sementara itu Muhammadiyah sebagai organisasi besar tidak luput dari penyiapan kader yang mempunyai loyalitas tinggi untuk meneruskan estafet kepemimpinan. Pengabdian bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, wawasan dan keterampilan/skill komprehensif terkait dengan kaderisasi melalui peningkatan religiusitas. Permasalahan yang dipecahkan dalam pengabdian ini adalah; (1) rendah dan minimnya wawasan mitra akan kaderisasi melalui peningkatan religiusitas, (2) kurangnya motivasi mitra untuk menjadi kader unggul, (3) keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu anak yatim yang menguasai kaderisasi dan peningkatan religiusitas. Kondisi ini menjadikan perlu adanya pelatihan yang berkolaborasi dengan pihak terkait termasuk dengan tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Agama Islam. Metode yang digunakan dengan metode parsipatoris aktif dialogis dengan pemberian pemahaman komprehensif kepada mitra kemudian dilanjutkan dengan pemberian kemampuan, keterampilan/skill terkait dengan kaderisasi melalui peningkatan religiusitas. Metode yang digunakan dengan ceramah, shering, diskusi dan pemberian contoh kongkrit kaderisasi melalui peningkatan religiusitas Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mitra bertambah pengetahuan dan wawasannya setelah mengikuti kegiatan yakni sebanyak 95 %, mitra meningkat motivasinya menjadi kader Muhammadiyah dan Aisyiyah sebanyak 92 %, dan mitra meningkat kemampuan dan keterampilannya dalam hal kaderisasi melalui peningkatan religiusitas yakni sebanyak 91 % yang menunjukkan bahwa pengabdian memberikan manfaat dan kontribusi riil bagi mitra.
Penyuluhan Hukum dalam Rehabilitasi Sosial Lapas Narkotika Kelas II A Kabupaten Pamekasan
Mahsun Ismail;
Mohammad Mohammad;
Nur Hidayat;
Gatot Subroto
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2022): September
Publisher : CV Litera Inti Aksara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61813/jlppm.v1i2.12
Ketergantungan (dependensi) merupakan satu dari beberapa akibat yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkotika. Akibat ketergantungan itu membuat orang yang menyalahgunakan narkotika akan sulit untuk terlepas atau berhenti tidak menggunakan narkotika. Sejalan dengan upaya membantu penyalahguna narkotika maka Lapas narkotika klas IIA Pamekasan melakukan rehabilitasi sosial terhadap warga binaan pemasyarakatan dalam kegiatan penyuluhan hukum dalam rehabilitsi sosial. Adapun tujuan dari dilakukannya penyuluhan hukum ini, diharapkan warga binaan pemasyarakatan bisa pulih secara mental dan psikisnya dengan memunyai kesadaran membina kapabilitas sosial dan tanggung jawab sosial mereka baik dalam keluarga, masyarakat, maupun lingkungannya. Kegiatan ini difasilitasi oleh lapas narkotika klas IIA Pamekasan yang bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Madura. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif yaitu menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek dan objek, baik lembaga, masyarakat, dan lain sebagainya, serta didasarkan atas hasil observasi yang dilaksanakan serta memberikan argumentasi terhadap apa yang ditemukan dan dihubungkan dengan konsep teori yang relevan. Hasil dari penyuluhan hukum ini diketahui bahwa: Pertama, rehabilitasi sosial merupakan program pemerintah untuk refungsionalisasi serta pengembangan untuk memungkinkan seseorang mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat yang termaktub dalam instrumen hukum Undang Undang Nomor 11 tahun 2009, UU No. 35 Tahun 2009 dan SEMA Nomor 04 Tahun 2010. Kedua, rehabilitasi sosial berbasis sosial order dilakukan dengan memperdalam pengetahuan dan kepatuhan warga binaan pemasyarakatan terhadap norma sosial yang ada di masyarakat ketika nantinya mereka keluar dai lembaga pemasyarakatan
Penyuluhan Pentingnya Pencantuman Label dan Mentorship Nomor Induk Berusaha Terhadap UMKM Di Desa Baddurih
Febrina Heryanti;
Mahsun Ismail;
Gatot Subroto;
Adi Gunawan;
Miati Miati;
Ilham As Shidqi
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2023): September
Publisher : CV Litera Inti Aksara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61813/jlppm.v2i2.43
Penelitian ini mengulas tentang pentingnya pencantuman label serta Nomor Induk Berusaha terhadap UMKM masyarakat desa baddurih. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membantu masyarakat agar memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk mandapatkan legalitas terhadap home industri yang mereka miliki. Selain itu, untuk meningkatkan penjualan produk, tentunya tidak terlepas dari label yang unik agar lebih mudah untuk dipasarkan. Akan tetapi tujuan diadakannya penyuluhan mengenai pentingnya pencantuman label serta Mentorship Nomor Induk Berusaha (NIB) yaitu untuk mengubah mindset dan meyakinkan masyarakat terlebih dahulu mengenai pentingnya pencantuman label serta NIB pada produk home industri yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Baddurih. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode wawancara serta observasi langsung terhadap masyarakat di setiap Dusun yang ada di Desa Baddurih, agar mempermudah peneliti untuk melakukan penelitian mengenai UMKM masyarakat yang sudah ataupun belum memiliki Nomor Induk Berusa (NIB) serta keunikan label dan kejelasan label dalam produk yang dihasilkan.
Upaya Mengembangkan UMKM Dengan Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Desa Mangar
Mahsun Ismail;
Nur Hidayat;
Sri Sulastri;
Gatot Subroto;
Febrina Heryanti;
Achmad Taufik
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): Maret
Publisher : CV Litera Inti Aksara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61813/jlppm.v2i1.18
Upaya pemerintah dalam rangka memajukan dan melindungi pelaku UMKM yakni setiap pelaku UMKM harus mempunyai Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas dari usaha yang dilakukan. Akan tetapi persoalan yang dihadapi masyarakat khususnya pelaku UMKM yang ada di Desa Bandaran tidak sedikit yang masih belum mengetahui cara untuk mendapatkan NIB tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian ini terhadap pelaku UMKM untuk mengedukasi dan mendaftarkan usaha yang dilakukan oleh pelaku UMKm yang ada di Desa Mangar untuk mendapatkan NIB. Metode yang digunakan adalah observasi dan sosialisasi terhdapa pelaku UMKM di Desa Mangar serta pelaksnaan pembuatan NIB oleh peserta KKN kelompok 15. Hasil pengabdian kepada pelaku UMKM yang ada di Desa Mangar yang dilakukan oleh peserta KKN kelompok 15 adalah membantu mendaftarkan produk UMKM sehingga mendapatkan NIB yang langusng diberikan kepada pemilik UMKM.
Membangun Spirit Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Layanan Digital Keuangan Syariah
Tri Mulato;
Rahmatia Rahmatia
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): Maret
Publisher : CV Litera Inti Aksara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61813/jlppm.v1i1.8
Perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang baik. Termasuk kehadiran layanan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk dapat menjangkau layanan kepada masyarakat luas. kehadiran layanan keuangan syariah berupa bank digital syariah yang sudah hadir saat ini, tidak sekedar memberikan layanan keuangan, melainkan ada layanan-layanan yang dapat dijadikan objek untuk berbisnis. Produk dan layanan keuangan syariah dapat menjadi sumber bisnis yang menguntungkan dengan akses yang tidak terbatas waktu dan tempat. Kegiatan ini merupakan kegiatan berupa Transformasi Kreativitas dan Inovasi Kewirausahaan (KIK) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Sultan Amai Gorontalo untuk meningkatkan pengetahuan dan skill mahasiswa di bidang kewirausahaa. Pada kegiatan ini melibatkan mentor-mentor dari eksternal berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ada 30 mentor eksternal yang memberikan materi tentang kewirausahaan bagi para peserta, dengan tujuan menambah pengetahuan bisnis, termasuk layanan bisnis digital keuangan syariah. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa peserta memahami bisnis digital khususnya dari lembaga keuangan syariah. Peserta diperkenalkan produk dan layanan dari bank digital syariah, yang dapat ditawarkan untuk dijual untuk memperoleh keuntungan. Serta disampaikan keuntunggan yang dapat diperoleh dengan memanfaatkan bisnis dari layanan bagi digital syariah.
Upaya Peningkatan Kesadaran Hukum Melalui Pendaftaran Merek Bagi Pelaku Usaha Kecil Menengah Berbasis Mahasiswa
Makbul, Mohammad;
Makhrus, M;
Fathaniyah, Lidia
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): Maret
Publisher : CV Litera Inti Aksara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61813/jlppm.v2i1.33
This article addresses the crucial issue of legal protection for products and services by business entities, known as intellectual property. In the effort to value and safeguard intellectual creations, the concept of Intellectual Property Rights (IPR) emerged with the aim of providing recognition, appreciation, and protection to these creations, also contributing to economic growth. The Directorate General of Intellectual Property Rights (IPR) is responsible for managing the administration of copyrights, trademarks, patents, and others. Trademark registration also serves as a symbol of business legitimacy, reducing risks and enhancing consumer trust in products. The article highlights the urgency of intellectual property registration, particularly in sectors requiring legal protection. In light of this, community engagement is conducted to impart understanding to small and medium-sized business operators among students and provide training on business trademark registration. The method employed in this community engagement involves participatory dialogue-based socialization and trademark registration training. The outcomes of this community engagement reveal that many students engaged in small and medium-sized businesses lack business legitimacy. Hence, there is a need for trademark registration training to be conducted.