cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 30264081     DOI : https://doi.org/10.47134/paud
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ISSN 3026-4081 is a scientific journal published by Indonesian Journal Publisher. PAUD publishes four issues annually in the months of October, January, April, and July. This journal only accepts original scientific research works (not a review) that have not been published by other media. The focus and scope of Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini include different kinds of scientific articles based on the field research and program in the area of early childhood education.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2026): January" : 21 Documents clear
Macro Role Plays on Early Childhood Expressive Language Skills Nurul Khaimah; Arismunandar; Rusmayadi; Herlina; Wahira
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2428

Abstract

This study aims to find out the description of the implementation of macro role-playing, find out children's expressive language skills before and after doing macro role-playing activities, and examine the effect of macro role-playing on early childhood expressive language skills. This research method uses a quantitative approach with a simple experimental method. The design used is a pre-experimental design with a one group pretest-posttest design. The data collection technique through observation and documentation of descriptive analysis as a form of data analysis from this study. The results showed that the implementation of macro role-playing was effective and smooth over 8 sessions, with high participation (95%) and simple props support that encouraged imaginative interaction resembling real life, making it suitable for language development., children's expressive language skills improved significantly before (average 0.45 or 41.9%) and after (0.88 or 81.8%) treatment, especially on the indicators of storytelling and spontaneous expression (up to 121%).,  and a significant positive influence was found on macro role play on expressive language skills (Wilcoxon test: T=35 < 151 tables; Z=-5.62, p<0.001), proving that this method is effective as a game intervention for early childhood oral language development.
Storytelling Methods and Learning Styles on Early Childhood Speaking Skills Satriani; Herlina; Herman; Wahira; Surya
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2429

Abstract

This study aims to analyze the influence of storytelling methods on early childhood speaking ability in several early childhood schools, to analyze the influence of learning style on early childhood speaking ability, and to analyze the influence of storytelling methods and learning styles on early childhood speaking ability. The method in this study uses This type of research uses a quantitative research approach. The design in this study uses a case study design which is a method to collect and analyze data related to a case. The techniques used in data collection include, observation, documentation, questionnaires. The data analysis used was in the form of descriptive analysis, validity and reliability test, classical assumption test, and multiple linear regression analysis. The results of the study show that there is a positive and significant influence between storytelling methods on children's learning abilities, there is a positive and significant influence between learning styles on children's learning abilities. Based on the results of the study using the F test, it shows that the storytelling method and learning style simultaneously have a significant influence on the ability of early childhood learning in early childhood schools. As a suggestion for teachers to pay attention to the emotional involvement and active involvement of students, so that the storytelling method applied can encourage students to feel and express their feelings and provide opportunities for students to retell the content of the story in the words of the students.
Analisis Permasalahan Perkembangan Bahasa, Motorik, dan Sosial-Emosional Anak Usia Dini di TPA Cahya Mentari Ferdiani, Ananda Giko; Aniya, Aniya Silvi Madahuna; Marau, Safira Annisa; Zai, Rospri Seniwati; Fauziah, Syifa
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis permasalahan perkembangan anak usia dini di TPA Cahya Mentari, dengan fokus pada aspek bahasa, motorik, dan sosial-emosional, serta merumuskan strategi penanganan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perkembangan fisik-motorik dan kognitif anak berjalan baik. Namun, teridentifikasi tiga kluster permasalahan utama: (1) Keterlambatan dan hambatan bahasa (ekspresif-reseptif) yang menjadi isu sentral, ditandai dengan kosakata terbatas, artikulasi kurang jelas, dan respons verbal yang minimal; (2) Keterlambatan motorik kasar dan halus pada beberapa kasus spesifik; serta (3) Kesulitan sosial-emosional, seperti kesulitan berbagi, bergiliran, berkomunikasi, dan memahami perasaan orang lain, yang seringkali merupakan dampak dari masalah bahasa primer. Faktor penyebabnya antara lain kurangnya stimulasi optimal di lingkungan rumah (interaksi verbal minim dan penggunaan gawai berlebihan) serta faktor kepribadian anak. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa diperlukan pendekatan terpadu yang berfokus pada optimalisasi perkembangan bahasa melalui strategi pembelajaran komunikatif-interaktif, disertai stimulasi motorik terstruktur dan penguatan kompetensi sosial-emosional. Kolaborasi sinergis antara guru dan orang tua merupakan kunci keberhasilan intervensi dini untuk mendukung pencapaian perkembangan anak secara holistik.
Dampak Teknologi Digital terhadap Perkembangan Kognitif, Sosial, dan Emosional Anak Usia Dini Mugi Rahayu, Shely
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2453

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat, khususnya penggunaan gadget, telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan anak usia dini, mencakup aspek kognitif, sosial, bahasa, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan anak usia dini dalam aktivitas keseharian di lingkungan panti asuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam proses pengumpulan dan analisis data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif serta wawancara informal berupa percakapan ringan agar anak merasa nyaman dan mampu mengekspresikan diri secara alami. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol berpotensi menurunkan kualitas interaksi sosial anak, menghambat kemampuan komunikasi verbal, serta memunculkan gangguan dalam regulasi emosi, seperti tantrum dan rasa frustrasi ketika penggunaan gadget dibatasi. Anak yang sering menggunakan gadget cenderung lebih memilih aktivitas individual dan menunjukkan respons sosial yang terbatas. Meskipun demikian, penggunaan gadget juga dapat memberikan manfaat positif bagi perkembangan kognitif dan bahasa anak apabila digunakan secara bijak, dengan pemilihan konten edukatif yang sesuai serta adanya pendampingan dari orang dewasa.
Efektivitas Metode Fonik dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Anak Usia Dini: Studi Kasus di Taman Kanak-Kanak Kota Surabaya Putri, Ni; Santi, Dyan
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kesulitan membaca pada siswa taman kanak-kanak serta mengevaluasi efektivitas metode fonik sebagai bentuk intervensi awal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap seorang siswa taman kanak-kanak yang mengalami kesulitan membaca. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan guru, observasi kegiatan belajar, serta asesmen psikologis menggunakan Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) dan Tes Frostig. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengintegrasikan temuan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki kapasitas intelektual verbal pada kategori rata-rata, namun mengalami hambatan signifikan pada kemampuan performa non-verbal dan persepsi visual yang berada di bawah usia kronologis. Hambatan tersebut berdampak pada kesulitan mengenal dan membedakan huruf, serta membaca suku kata dan kata sederhana. Implementasi metode fonik menunjukkan peningkatan kemampuan pengenalan huruf, bunyi huruf, dan kemampuan mengeja suku kata sederhana. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode fonik efektif sebagai intervensi awal untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak taman kanak-kanak dengan kesulitan membaca, meskipun masih diperlukan dukungan visual dan pendampingan berkelanjutan untuk mencapai kemandirian membaca.
Analisis Praktik Parenting dalam Mendukung Perkembangan Karakter Anak Usia Dini Juita, Angelina; Nafsia, Andi; Mogi, Eustakia
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2460

Abstract

Perkembangan karakter anak usia dini sangat dipengaruhi oleh praktik pengasuhan yang diterapkan dalam lingkungan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik parenting yang dilakukan orang tua dalam mendukung pembentukan karakter anak usia dini, khususnya pada anak berusia 4–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai pola pengasuhan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Subjek penelitian terdiri atas orang tua yang memiliki anak usia dini, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk menghasilkan temuan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik parenting positif, seperti pemberian teladan perilaku baik, komunikasi yang hangat dan terbuka, pembiasaan nilai-nilai moral dalam aktivitas harian, serta penerapan disiplin positif tanpa kekerasan, memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak.
Implementasi Model Model Pembelajaran di PAUD Cahya Mentari Darmawan, Nidha; Zatu, Grizelda; Deswinta, Nada; Dewi, Nufitriani
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2462

Abstract

Model pembelajaran pada anak usia dini harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan kognitif dan psikologis anak agar proses belajar menjadi efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan implementasi model pembelajaran pada tiga jenjang usia berbeda, yaitu Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-Kanak (TK) A1 di PAUD Cahya Mentari. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan kualitatif dengan teknik pengamatan langsung terhadap interaksi guru-anak, penataan lingkungan fisik, serta pelaksanaan aktivitas belajar harian.Hasil observasi menunjukkan adanya perbedaan fokus implementasi pada setiap kategori usia. Pada kategori TPA, pembelajaran didominasi oleh pendekatan pengasuhan menyeluruh yang dipadukan dengan pengenalan sentra sains dasar. Sebaliknya, pada jenjang KB dan TK A1, model pembelajaran yang diterapkan jauh lebih terstruktur melalui pendekatan berbasis sentra atau area bermain yang terencana sesuai tema tertentu. Temuan ini menyimpulkan bahwa PAUD Cahya Mentari telah berhasil mengintegrasikan model pembelajaran yang fleksibel dan tepat sasaran. Keselarasan antara metode pengajaran dan tahapan usia memastikan bahwa aktivitas belajar tetap berpusat pada bermain sebagai inti perkembangan anak.
Analisis Penerapan Model-Model Pembelajaran di TPA,KB,TK Lab School Cahya Mentari Madahuna, Aniya; Ferdiani, Ananda; Marau, Safira; Dewi, Nufitriani
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan model-model pembelajaran yang digunakan dalam unit pendidikan usia dini di lingkungan Lab School, yaitu Taman Penitipan Anak  (TPA), Kelompok Bermain  (KB), dan Taman Kanak-Kanak  (TK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPA menerapkan model pembelajaran berbasis rutinitas sehari-hari dan permainan sensorik untuk memicu aspek perkembangan dasar seperti keterampilan motorik halus, kasar, serta perkembangan sosial-emosi. Di KB, model pembelajaran utamanya adalah bermain terstruktur melalui pusat permainan dan kegiatan berbasis proyek guna mendukung pengembangan kemampuan bahasa, kognitif, dan sosial. Sementara itu, TK menggunakan pendekatan ilmiah dalam kurikulum terintegrasi, dikombinasikan dengan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran melalui penemuan untuk memperkuat literasi, numerasi, kreativitas, serta kesiapan belajar di jenjang sekolah dasar. Penerapan ketiga model pembelajaran tersebut terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif, menyenangkan, dan berpusat pada anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi model pembelajaran yang sesuai dengan usia anak dapat memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak di PAUD Lab School Cahaya Mentari.
Membangun Minat Baca Anak Usia 3-4 Tahun dengan Menggunakan Buku Cerita Bergambar KB Melati Terpadu Kec. Kelua Norhalimah, Norhalimah; Nugroho, Wahyu Budi
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun minat baca anak usia 3–4 tahun melalui penggunaan buku cerita bergambar di KB Melati Terpadu Kecamatan Kelua. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat baca anak yang terlihat dari kurangnya ketertarikan anak terhadap kegiatan membaca serta terbatasnya perhatian anak saat guru membacakan cerita. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 19 anak kelompok bermain usia 3-4 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar dapat membangun minat baca anak. Anak menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan membaca, tertarik memperhatikan gambar, dan mulai mengenali huruf serta kata sederhana. Buku bergambar memberikan rangsangan visual yang menarik sehingga anak lebih mudah memahami isi cerita. peningkatan persentase ketuntasan dari 52% pada Siklus I menjadi 84% pada Siklus II, Dengan demikian, kegiatan membaca menggunakan buku cerita bergambar efektif dalam menumbuhkan minat baca pada anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Numerasi Anak Usia Dini Melalui Media Flashcard Seprina, Artika; Rachmadini, Indri Mutia; Putri, Ramadani Fadilah; Sumaya, Azzahra; Amelia, Eka; Utami, Winda Sherly
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2366

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan salah satu kemampuan dasar yang perlu dikembangkan sejak anak usia dini karena berperan penting dalam membangun kesiapan belajar matematika pada jenjang pendidikan selanjutnya. Namun, pembelajaran numerasi di lembaga PAUD masih sering dilakukan secara konvensional sehingga kurang menarik dan belum melibatkan anak secara aktif. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya pemahaman anak terhadap konsep bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media flashcard terhadap peningkatan kemampuan numerasi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi experiment tipe pretest–posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 41 anak kelompok B usia 5–6 tahun yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan pembelajaran numerasi menggunakan media flashcard, sedangkan kelompok kontrol diberikan pembelajaran tanpa penggunaan media flashcard. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kemampuan numerasi anak yang meliputi kemampuan mengenal angka, menghitung jumlah benda, mencocokkan simbol bilangan, dan mengurutkan bilangan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi anak pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media flashcard efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi anak usia dini. Oleh karena itu, media flashcard dapat dijadikan alternatif media pembelajaran numerasi yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.

Page 2 of 3 | Total Record : 21