cover
Contact Name
Muhammad Rudi Insani
Contact Email
rudhysany@gmail.com
Phone
+6289628721440
Journal Mail Official
e-journal@staittd.ac.id
Editorial Address
Kampus STAI Tebingtinggi Deli Jalan T. Imam Bonjol No. 16 Kota Tebing Tinggi
Location
Kota tebing tinggi,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30264162     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.10008857
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal At-Tarbiyah diterbitkan satu kali setahun pada bulan Oktober. Isinya berupa tulisan ilmiah tentang penelitian Dosen dan Mahasiswa, Pendidikan Agama Islam, Ilmu Keislaman yang berupa pemahaman konseptual, tinjauan pustaka, tulisan praktik, atau hasil penelitian dari berbagai sudut pandang.
Articles 334 Documents
Pengaruh Media Digital Game (Aplikasi Secil Tajwid) Terhadap Peningkatan Kemampuan Belajar Tajwid Pada Siswa SMPN 1 Jalancagak Istiqomah, Iis; Anshori, Irma; Yusuf, Ahmad
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media digital game, khususnya aplikasi Secil Tajwid, terhadap peningkatan kemampuan belajar tajwid siswa kelas VIII J SMPN 1 Jalancagak. Metode yang digunakan yakni pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 32 ssiwa ynag dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian ynag digunakan berupa tes hasil belajar tajwid yang diberikan sebelum dan sesduahhh perlakuan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan batuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkattan signifikan pada nilai rata-rata hasil belajar siswa, dari 47, 19 pada pretest menjadi 85,94 pada posttest. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Secil Tajwid berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan belajar tajwid siswa
Pro Dan Kontra Penggunaan Pengeras Suara Dalam Aktivitas Keagamaan Islam: Perspektif Masyarakat Non-Muslim Di Lingkungan Multikultural Tebing Tinggi Usnur, Uswatun; Ayu, Mahesa; Nainggolan, Mir-atul; Ramadhani, Nazla; Nabila, Putri; Andriarsih, Yudhistia
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia kaya akan budaya, suku, ras, dan kepercayaan karena keragaman budaya dan agamanya. Hubungan agama dalam masyarakat majemuk membutuhkan sikap saling menghargai dan toleransi untuk menciptakan kerukunan hidup. Pemakaian pengeras suara dalam acara keagamaan Islam adalah salah satu masalah yang sering muncul dalam dinamika keberagaman, dan ini menghasilkan berbagai tanggapan dari bukan Muslim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki persepsi masyarakat nonmuslim terhadap penggunaan pengeras suara dalam aktivitas keagamaan Islam di berbagai lingkungan. Orang non-Muslim yang tinggal di sekitar tempat kegiatan keagamaan Islam disurvei dan diwawancarai menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai hal, seperti tingkat toleransi, frekuensi penggunaan pengeras suara, dan pemahaman mereka tentang prinsip multikultural, memengaruhi persepsi orang nonmuslim. Hasilnya menunjukkan bahwa diskusi dan sikap saling menghormati antarpemeluk agama sangat penting untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat yang majemuk.
Pengaruh Kewiritan Terhadap Kehidupan Spritual Masyarakat Usnur, Uswatun; Anggraini, Sahfina; Sari, Suci; Putri, Aisyah; Hadiyanti, Annisa; Surbakti, Siti; Amanda, Ade
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewiridan merupakan salah satu bentuk praktik keagamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Muslim dan dilaksanakan secara rutin serta berkesinambungan. Kegiatan kewiridan meliputi berbagai amalan ibadah seperti dzikir, doa, pembacaan shalawat, istighasah, serta pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang dilakukan baik secara individu maupun berjamaah. Praktik ini tidak hanya dipahami sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga sebagai sarana pembinaan spiritual yang memiliki pengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilaku sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh kewiridan terhadap kehidupan spiritual masyarakat, dengan menitikberatkan pada aspek peningkatan kesadaran beragama, ketenangan batin, pembentukan akhlak, serta penguatan hubungan sosial antarindividu dalam lingkungan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap pelaksanaan kegiatan kewiridan, wawancara dengan tokoh agama dan anggota masyarakat yang aktif mengikuti kewiridan, serta dokumentasi terhadap kegiatan keagamaan yang berlangsung secara rutin. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara sistematis untuk menggambarkan keterkaitan antara intensitas pelaksanaan kewiridan dengan tingkat kehidupan spiritual masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewiridan memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kehidupan spiritual masyarakat. Masyarakat yang secara konsisten mengikuti kewiridan menunjukkan peningkatan kesadaran dalam menjalankan ibadah wajib dan sunnah, memiliki ketenangan jiwa dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, serta menampilkan perilaku yang lebih sabar, ikhlas, dan rendah hati. Selain itu, kewiridan juga berkontribusi dalam membentuk akhlak sosial yang baik, seperti sikap saling menghormati, tolong-menolong, dan menjaga keharmonisan antarwarga. Kegiatan kewiridan yang dilaksanakan secara berjamaah turut mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Dengan demikian, kewiridan tidak hanya berfungsi sebagai media pendekatan diri kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana pembinaan spiritual dan sosial yang berperan penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi ilmiah dalam pengembangan kegiatan keagamaan berbasis masyarakat guna meningkatkan kualitas kehidupan spiritual dan sosial secara berkelanjutan
Analisis Konseptual Mawani‘ Al-Taklif: Tinjauan Atas Faktor Penghalang Pemberlakuan Hukum Syariat Asyifa Zakiyah, Asyifa Zakiyah; Rahmania, Harisma
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Mawani‘ al-Taklif atau faktor penghalang pemberlakuan hukum syariat merupakan elemen penting dalam ushul fiqh yang memastikan bahwa taklif hanya diterapkan pada individu yang memenuhi syarat kelayakan syar‘i. Kajian ini bertujuan menganalisis konsep tersebut secara konseptual melalui telaah literatur klasik dan kontemporer, dengan menitikberatkan pada unsur akal, kemampuan (qudrah), pengetahuan (‘ilm), serta kondisi paksaan (ikrah) sebagai penghalang utama taklif. Analisis ini juga mengaitkan penerapan konsep mawani‘ al-taklif dalam berbagai konteks modern, seperti gangguan mental, keadaan darurat, ketidaktahuan hukum, dan kondisi tidak mampu berbuat. Hasil kajian menegaskan bahwa prinsip mawani‘ al-taklif sejalan dengan maqaṣid al-syari‘ah, yang berorientasi pada keadilan, kemudahan, serta perlindungan hak individu, sesuai dengan kaidah syariat bahwa Allah tidak membebani seseorang di luar kapasitasnya (QS. al-Baqarah: 286). Pemahaman ini memberikan kontribusi penting terhadap penerapan hukum Islam yang adil, proporsional, dan humanis.
Nilai Religius Dalam Tradisi Among-Among Di Desa Kuta Pinang, Kecamatan Tebing Syahandar, Kabupaten Serdang Bedagai Usnur, Uswatun; Jihad , Muhammad; Agustina, Kafilia; Asmarani, Sri; Saragih, Rabbiyah; Siregar, Syahfitri
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi among-among merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih banyak dijumpai dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan selametan atau syukuran. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan fungsi tradisi among-among dalam kehidupan sosial masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi among-among berperan penting dalam mempererat hubungan sosial antarwarga, menjaga keharmonisan masyarakat, serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Meskipun terdapat perubahan dalam pelaksanaannya, esensi nilai kebersamaan dan rasa syukur dalam tradisi among-among masih tetap dipertahankan oleh masyarakat.
Peran Pesantren Dalam Mewarisi Akhlakul Banin Untuk Pendidikan Anak Hilda, Hilda; Mar’ah, Mawar; Abdullah, Yasin; Alam, Muhammad; Ulumillah, Muhammad
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pesantren sebagai Lembaga pendidikan yang menyimpam warisan  spiriyual  tetap relevan di era kontemporer ini terutama dalam membentuk karakter anak, karena itu pentingnya dalam mewariskannilai-nilai akhlak yang menjadi inti pendidikan pesantren salah satunya adalah kitab Akhlakul Banin. Artikel ini bertujuan un tuk mengkaji bagaimana warisan pendidikan pesantrendi terapkan dalam mendidik anak melalui pembelajaran kitab Ahklakul Banin, serta mejelaskan metode, dampak dan factor pendudkung maupun penghambatnya, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji warisan pendidikan pesantren dalam mendidik anak melalui pembelajaran kitab Akhlakul Banin, serta menganalisis penerapan dan dampak nilai-nilai akhlak yang terkandung di dalamnya terhadap pendidikan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa kitab Akhlakul Banin jilid 1–4, sedangkan sumber data sekunder meliputi literatur pendidikan akhlak, tafsir, hadits, serta kajian kontemporer tentang pendidikan karakter yang diterbitkan antara tahun 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Akhlakul Banin memuat nilai-nilai akhlak fundamental seperti adab kepada Allah, orang tua, guru, sesama, serta pembiasaan disiplin dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut relevan dan aplikatif dalam membentuk karakter anak di tengah tantangan pendidikan modern, sehingga memperkuat peran pesantren sebagai institusi strategis dalam pendidikan akhlak anak.
Kodifikasi Mushaf Utsmani: Latar Belakang, Proses, dan Dampaknya bagi Umat Islam Urip, Mufti; Aziz , Hannan; Falahuddin, Muhammad; Alamsyah, Pandu; Hidayat , Chandra
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji kodifikasi Mushaf Utsmani pada masa Khalifah Utsman bin Affan RA sebagai upaya menjaga kesatuan dan keaslian Al-Qur’an. Dengan metode kualitatif library research dan analisis isi terhadap sumber primer (hadis Bukhari-Muslim, kitab ulumul Qur’an klasik) serta literatur sekunder, penelitian ini membahas latar belakang, proses, dan dampak kodifikasi tersebut.Latar belakang utama adalah munculnya perbedaan bacaan (qira’at) di berbagai wilayah akibat ekspansi Islam, yang menyebabkan konflik sosial hingga saling mengafirkan. Hudzaifah bin al-Yaman melaporkan keresahan ini kepada Utsman, meminta tindakan agar umat tidak terpecah seperti Ahlul Kitab.Proses kodifikasi dilakukan oleh panitia yang dipimpin Zaid bin Tsabit dengan dasar mushaf masa Abu Bakar (dari Hafshah RA), disesuaikan dengan rasm Quraisy. Hasilnya beberapa salinan Mushaf Utsmani disebarkan ke wilayah utama (Kufah, Basrah, Syam, Madinah, dll.), disertai perintah memusnahkan mushaf lain yang tidak sesuai.Dampaknya sangat besar: standardisasi teks Al-Qur’an mengakhiri potensi perpecahan, melindungi otentisitas sesuai janji Allah (QS. Al-Hijr: 9), menjadi dasar ilmu qira’at dan tafsir, serta memungkinkan keragaman bacaan sah dalam satu kerangka rasm yang sama. Kodifikasi ini merupakan langkah visioner untuk menjaga kesatuan umat dan kemurnian Al-Qur’an hingga kini.
Konsep Akhlak Dan Pendidikan Karakter Dalam Membentuk Akhlak Karimah Di Pesantren Al-Bahjah Nur Aini, Noveliya; Kurniyah, Siti; Hilda, Hilda; Nurhakim, Rohman; Fahkiroh, Salsabila
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan sesuatu yang penting dalam pembentukan kepribadian santri, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai akhlak karimah di tengah tantangan perkembangan zaman. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri melalui pembiasaan, keteladanan, dan internalisasi nilai-nilai religius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep pendidikan karakter, nilai-nilai karakter yang ditanamkan, serta strategi pembinaan akhlak karimah santri di Pesantren Al-Bahjah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengasuh pesantren dan santri. Analisis data dilakukan melalui penarikan Kesimpulan dari hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di Pesantren Al-Bahjah menekankan nilai disiplin, religiusitas, kemandirian, tanggung jawab, dan adab kepada guru melalui kegiatan keagamaan, pembiasaan hidup sederhana, serta pengaturan waktu dalam setiap aktivitas santri. Pendidikan karakter tersebut berdampak positif terhadap perubahan perilaku santri, baik di lingkungan pesantren maupun ketika berada di luar pesantren, meskipun masih menghadapi tantangan pengaruh lingkungan dan perkembangan zaman.
Inovasi Administrasi PAUD Berbasis Aplikasi Dalam Meningkatkan Layanan Pendidikan Usnur, Uswatun; Nursalwa, Nadya; Syakdiah, Nurahayati; Triwidari, Nurul
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melihat bagaimana transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam tata kelola administrasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini menyelidiki penggunaan aplikasi digital sebagai inovasi administratif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di PAUD. Tinjauan sistematis literatur ilmiah dan dokumen kebijakan yang relevan digunakan untuk melakukan analisis ini. Penelitian menunjukkan bahwa platform administrasi terpadu yang dapat diakses secara mobile dan berbasis cloud mengoptimalkan efisiensi operasional, mengurangi beban kerja administratif guru, dan meningkatkan transparansi kelembagaan. Selain itu, fitur notifikasi instan dan portofolio digital aplikasi meningkatkan kolaborasi sekolah-orang tua dengan mendorong komunikasi dua arah dan memungkinkan orang tua untuk memantau perkembangan anak secara aktif. Faktor-faktor penting seperti kemampuan guru untuk menerapkan pelatihan berbasis TPACK, keyakinan bahwa data pribadi anak dilindungi oleh undang-undang, dan ketersediaan teknologi murah seperti model open-source untuk PAUD di wilayah dengan jumlah anggaran terbatas sangat memengaruhi keberhasilan penerapan teknologi ini. Jika transformasi digital dapat secara efektif membantu membangun ekosistem PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berpusat pada anak, maka penelitian ini menekankan bahwa pendekatan implementasi yang komprehensif harus mencakup elemen teknis, pedagogis, dan manajerial.
Peran Kegiatan Keagamaan Dalam Pembinaan Remaja Di Lingkungan Masyarakat Usnur, Uswatun; Azwirda, Azwirda; Salsabillah, Jihan; Azizah, Nurlia; Anggriani, Yeyen
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan remaja merupakan aspek penting dalam pembangunan masyarakat, mengingat remaja berada pada fase transisi yang rentan terhadap berbagai pengaruh sosial negatif. Kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat hadir sebagai salah satu sarana strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kegiatan keagamaan dalam pembinaan remaja di lingkungan masyarakat melalui pendekatan library research. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan pembinaan remaja dan aktivitas keagamaan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menemukan konsep, pola, dan kontribusi kegiatan keagamaan terhadap perkembangan remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan berperan signifikan dalam menanamkan nilai-nilai moral, meningkatkan kesadaran spiritual, membentuk sikap sosial yang positif, serta memperkuat kontrol diri remaja dalam menghadapi tantangan kehidupan sosial. Selain itu, kegiatan keagamaan juga berfungsi sebagai wadah pembinaan nonformal yang mendorong partisipasi aktif remaja dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat memiliki peran penting dan strategis dalam pembinaan remaja secara holistik, baik dari aspek spiritual, moral, maupun sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi masyarakat dan lembaga terkait dalam mengembangkan program pembinaan remaja berbasis nilai-nilai keagamaan