cover
Contact Name
Muhammad Rudi Insani
Contact Email
rudhysany@gmail.com
Phone
+6289628721440
Journal Mail Official
e-journal@staittd.ac.id
Editorial Address
Kampus STAI Tebingtinggi Deli Jalan T. Imam Bonjol No. 16 Kota Tebing Tinggi
Location
Kota tebing tinggi,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30264162     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.10008857
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal At-Tarbiyah diterbitkan satu kali setahun pada bulan Oktober. Isinya berupa tulisan ilmiah tentang penelitian Dosen dan Mahasiswa, Pendidikan Agama Islam, Ilmu Keislaman yang berupa pemahaman konseptual, tinjauan pustaka, tulisan praktik, atau hasil penelitian dari berbagai sudut pandang.
Articles 325 Documents
Penelitian Tindakan Sosial Berbasis Kearifan Lokal: Menjaga Nilai Gotong Royong Di Era Modern Shohibul Ma’ali, Muhammad; Qolbi, Nuril; Rohman, Muhammad
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual bentuk penerapan penelitian tindakan sosial berbasis kearifan lokal dalam upaya menjaga dan menguatkan nilai gotong royong di era modern. Kajian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber teori dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Gotong royong dipandang sebagai salah satu bentuk tindakan sosial yang merepresentasikan solidaritas, kebersamaan, dan identitas bangsa Indonesia. Dalam perkembangan modernisasi, nilai tersebut mulai mengalami pergeseran akibat meningkatnya individualisme, materialisme, dan rasionalitas ekonomi. Melalui pendekatan reflektif terhadap konsep penelitian tindakan sosial, artikel ini menegaskan bahwa kearifan lokal dapat dijadikan dasar metodologis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat modern. Revitalisasi nilai gotong royong perlu dilakukan melalui pendidikan, kebijakan sosial, serta media budaya yang mampu menjembatani tradisi dan kemajuan teknologi.
Pengaruh Lingkungan Rumah Terhadap Kemandirian Anak Parinduri, Sari; Satya, Nabila; Padila, Saskia; Sitanggang, Syahri; Sinaga, Ela; Rachman, Luna
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan rumah terhadap kemandiriananak sekolah dasar. Lingkungan rumah sebagai tempat pertama anak berinteraksi memiliki peran penting melalui pola asuh orang tua, pembiasaan rutinitas, dan fasilitas yang mendukung. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek empat anak SD berusia 10–11 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang lingkungan rumahnya mendukung kemandirian dan memberi kesempatan melakukan aktivitas sendiri cenderung lebih mandiri, sedangkan anak yang terlalu dibantu menunjukkan kemandirian lebih rendah. Penelitian ini menekankan pentingnya peran orang tua dalam membimbing dan memberikan kesempatan agar anak berkembang menjadi individu yang mandiri.
Peran Pengajian Kitab Al-Hikam Karya Abdullah Al Haddad Dalam Mengatasi Krisis Identitas Dan Kekhawatiran Masa Depan Siswa MA Manbail Futuh Yang Mukim Di Pondok Rosida , Lailatus; A Yun, Safinatul
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran kitab Al-Hikam karya Abdullah Al-Haddad dalam mengatasi krisis identitas dan kekhawatiran masa depan siswa MA Manbail Futuh yang mukim di pondok pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pengajian Al-Hikam, menganalisis nilai-nilai spiritual dan moral yang terkandung di dalamnya, serta menelaah dampaknya terhadap ketenangan batin dan optimisme siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap empat siswa dan satu pengurus pondok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian Al-Hikam dilaksanakan setiap hari Selasa pagi setelah salat Subuh dengan metode ceramah yang disertai penjelasan nilai-nilai hikmah. Ajaran yang ditekankan meliputi keikhlasan, kesabaran, muhasabah, dan tawakal, yang terbukti membantu siswa mengenal diri, menenangkan pikiran, serta mengurangi rasa cemas terhadap masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Al-Hikam bukan hanya teks keagamaan, tetapi juga media pendidikan tasawuf yang efektif dalam membentuk identitas religius dan keseimbangan emosional siswa pondok.
Analisis Preferensi Model Media Pembelajaran Berbasis Kemampuan Ekplorasi Nilai Dan Keteladanan Siswa Mata Pelajaran PAI Kelas IX Di SMP Bustanut Tholibin Karang Semanding Tuban Hidayati, Munip; Nabila Muslim, Nabila Muslim
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi guru dan peserta didik kelas IX terhadap model dan media pembelajaran berbasis kemampuan eksplorasi nilai dan keteladanan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Bustanut Tholibin. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LKPD dan metode ceramah yang selama ini diterapkan belum mampu mendukung pembelajaran yang bermakna karena lebih menekankan pada aspek kognitif. Guru dan siswa menyatakan kebutuhan akan media pembelajaran yang interaktif, visual, dan kontekstual untuk mendukung internalisasi nilai-nilai moral dan keteladanan. Keterbatasan sarana pembelajaran serta minimnya program pendukung pembentukan karakter ikut menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa diperlukan inovasi pengembangan model dan media pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan pengetahuan, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam mengeksplorasi nilai serta meneladani prinsip ajaran Islam dalam kehidupan nyata.
INTEGRASI ILMU DAN AKHLAK DALAM PERSPEKTIF KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALIM: IMPLIKASI BAGI PENDIDIKAN KARAKTER Salwa, Noveliya; Aziz, Hannan; Nurhakim, Rohman; Latifah, Leni; Fakhiroh, Salsabila
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas pola pendidikan karakter peserta didik dan integrasi antara ilmu dan akhlak yang terkandung dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Imam Burhanuddin Az-Zarnuji sebagai sumber pendidikan Islam klasik. Ta’lim al-Muta’allim menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak mulia melalui niat, keikhlasan belajar, adab kepada guru, kesungguhan dalam menuntut ilmu, sikap tawadhu, sabar, tawakal dan integrasi ilmu dan akhlak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka (library research), sumber data primer yaitu melalui menganalisis kitab Ta’lim Al-Muta’alim, serta sumber data sekunder dari buku, jurnal yang membahas kajian tentang kitab Ta’lim Al-Muta’alim. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moral dalam kitab tersebut mencakup integritas, hormat terhadap guru, tanggung jawab, dan ketekunan dalam belajar yang dapat dijadikan dasar dalam pengembangan model pendidikan karakter di lembaga pendidikan kontemporer. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa Ta’lim al-Muta’allim menawarkan metode pendidikan karakter yang holistik dan relevan untuk diimplementasikan dalam pendidikan kontemporer, khususnya dalam memperkuat dimensi moral dan spiritual peserta didik di tengah tantangan modernisasi pendidikan. Kata Kunci: Intergrasi Ilmu dan Akhlak, Ta’lim Al-Mutaalim, Pendidikan Karakter.   Abstract This study examines the patterns of student character education and the integration of knowledge and morality contained in Ta’lim al-Muta’allim by Imam Burhanuddin Az-Zarnuji as a classical source of Islamic education. Ta’lim Al-Muta'allim emphasizes that education is not merely the transfer of knowledge but also the formation of noble character through intention, sincerity in learning, proper conduct toward teachers, perseverance in seeking knowledge, humility (tawadhu’), patience, reliance on God (tawakkul), and the integration of knowledge and morality. This research employs a qualitative approach using library research. The primary data source is the analysis of the book Ta’lim al-Muta’allim, while secondary data are obtained from books and academic journals discussing studies on Ta’lim al-Muta’allim. The findings indicate that the moral values contained in the book include integrity, respect for teachers, responsibility, and diligence in learning, which can serve as a foundation for developing character education models in contemporary educational institutions. The study concludes that Ta’lim al-Muta’allim offers a holistic and relevant character education method that can be implemented in modern education, particularly in strengthening the moral and spiritual dimensions of students amid the challenges of educational modernization. Keywords: Integration of Knowledge and Morality, Ta’lim Al-Muta’allim, Character Education.
Pendidikan Integratif Pada PTKI (Studi Pendekatan Kontekstual Dalam Membangun Keseimbangan Ilmu Di Ma’had Al-Jami’ah UIN Maliki Malang) Safiq, Abdulloh
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 1 (2024): At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan integratif yang mengintegrasikan Islam dan Sains bukan hanya di tingkat universitas namun juga dalam pendidikan pesantren mahasiswa. Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi wadah integrasi Islam dan Sains dalam proses pendidikan mahasantri dengan model dan karakteristiknya. Hal ini dilakukan guna menghilangkan pandangan tentang dikotomi ilmu pengetahuan. Adapun tujuan studi ini: pertama, konsep kurikulum integrative, kedua, implementasi kurikulum integrative dan yang ketiga, implikasi kurikulum integrative dalam pendidikan di Ma’had Al Jamiáh UIN Maliki Malang khususnya dalam aspek kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan sebagai tahap akhirnya. Adapun teknik keabsahan data dengan cara triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi teori. Dalam penelitian ini dihasilkan beberapa temuan terkait kurikulum integrative dalam pendidikan di Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yaitu: 1) Konsep kurikulum integrative dalam pendidikan di Ma’had Al Jamiáh UIN Maliki Malang yakni bersifat institusional atau bersinergi antara Ma’had Al Jamiáh, fakultas dan progam studi. 2) Implementasi kurikulum integrative Ma’had Al Jamiáh UIN Maliki Malang mencakup beberapa aspek yaitu mulai dari pola penerimaan mahasantri, durasi masa studi, proses dan kegiatan pembelajaran, metode evaluasi pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. 3) Implikasi kurikulum integrative dalam pendidikan di Ma’had Al Jamiáh UIN Maliki Malang meliputi aspek implikasi integrasi Islam dan Sains, dampak akademis dan peran mahasantri.
Penanaman Moderasi Beragama Di Pondok Pesantren Huda, M. Miftakhul
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 1 (2024): At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya moderasi beragama dalam konteks pendidikan agama, khususnya di pondok pesantren, sebagai tanggung jawab kolektif yang tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga lembaga. Melalui pemahaman yang moderat dan inklusif, pesantren dapat menjadi garda terdepan dalam mengajarkan nilai-nilai toleransi, kedamaian, dan keseimbangan dalam beragama, serta menjaga keberagaman sebagai berkah yang memperkaya kehidupan bersama. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan istiqra', yang melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber pustaka, seperti buku, tesis, artikel, dan jurnal, serta analisis data secara deskriptif kualitatif dan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penanaman moderasi beragama di pondok pesantren dilakukan melalui berbagai pendekatan yang beragam, namun memiliki tujuan yang sama yaitu membentuk santri yang toleran, inklusif, dan berpikiran moderat. Beberapa pesantren mengandalkan gerakan dakwah sebagai instrumen utama, seperti Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Al-Mazaya Paser, yang mengintegrasikan dakwah dengan nilai-nilai inklusif, toleran, dan menghargai keberagaman. Selain itu, kajian kitab kuning di pesantren seperti Al-Anwar dan Al-Qur'an Ath-Thabraniyyah menjadi metode penting dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Dalam konteks ini, kitab-kitab klasik seperti fiqih, tasawuf, dan akhlak diajarkan untuk memperkuat sikap tasamuh, tawazun, dan syura, yang menekankan pentingnya sikap saling menghormati dalam perbedaan pendapat. Selain itu, pesantren juga memanfaatkan pembelajaran agama, peran kyai, dan pemanfaatan teknologi untuk menanamkan moderasi beragama. Kyai di pesantren seperti Al-Anwar dan Al-Qur'an Ath-Thabraniyyah menjadi teladan dalam mengajarkan nilai-nilai moderat melalui pengajaran kitab kuning dan kehidupan sehari-hari yang mencerminkan sikap toleran. Sementara itu, teknologi dan literasi media menjadi sarana yang semakin penting untuk membekali santri agar lebih kritis dan selektif dalam menerima informasi, khususnya di era digital. Pondok Pesantren Harisul Khairaat menekankan pentingnya literasi media dalam menghadapi tantangan radikalisasi di dunia maya, dengan mengajarkan santri untuk menggunakan media sosial secara bijak dan moderat. Secara keseluruhan, pesantren berperan sebagai benteng ideologis dalam membangun karakter santri yang religius namun tetap berpikiran terbuka dan cinta damai.
Kemampuan Membaca Kritis Mahasiswa Jurusan Komunikasi Dalam Menafsirkan Teks Media Massa Anggrainy, Septy
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 1 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca kritis mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi dalam menafsirkan teks media massa. Membaca kritis merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa komunikasi karena berkaitan dengan kemampuan memahami, menganalisis, dan mengevaluasi pesan media secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung. Data dikumpulkan melalui tes membaca kritis, wawancara, dan analisis tugas mahasiswa yang berkaitan dengan teks media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis mahasiswa berada pada tingkat yang bervariasi, terutama dalam mengidentifikasi ide pokok, menganalisis sudut pandang dan bahasa media, serta mengevaluasi objektivitas dan kredibilitas teks. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran literasi membaca dan literasi media di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya pada program studi Ilmu Komunikasi.
Tranformasi Pendidikan Islam dalam Perspektif Nuzulul Quran dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Kontemporer Nur Aini, Noveliya; Latifah, Leni; Abdullah, Yasin; Fahkiroh, Salsabila; Suhartini, Titin
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa penting dalam Sejarah islam yang mana tidak hanya ditandai dengan turunnya wahyu kepada nabi Muhammmad SAW. Tetapi, ini merupakan titik awal transformasi dalam Pendidikan islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Nuzulul Qur’an sebagai titik awal transformasi pendidikan Islam yang berfokus pada pembentukan karakter dan akhlak mulia, serta relevansinya dalam konteks pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur’an dan hadis, serta sumber sekunder berupa buku dan artikel jurnal yang relevan dengan pendidikan Islam dan transformasi Pendidikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis yaitu dengan menggambarkan atau memaparkan data berdasarkan sumber yang dikaji, seperti ayat Al-Qur’an, hadis, dan pendapat para ahli pendidikan Islam. Serta pendekatan normatif dan kontekstual yaitu berdasarkan norma atau sumber ajaran Islam terkait akhlak mulia dan karakter. Serta mengakaitkan dengan konteks pendidikan Islam di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani seperti keimanan, kejujuran, tanggung jawab, dan integritas moral merupakan fondasi utama pendidikan Islam sejak peristiwa Nuzulul Qur’an. Transformasi pendidikan Islam kontemporer menuntut adaptasi metode dan media pembelajaran berbasis teknologi tanpa mengesampingkan nilai akhlak. Simpulan penelitian ini menegaskan pendidikan Islam yang bertujuan membentuk insan kamil yang mana generasi berilmu, berkarakter, dan berakhlak. Kata Kunci: Nuzulul Qur’an, Pendidikan Islam, Transformasi Pendidikan, Akhlak, Era Digital. Abstrak Nuzulul Qur’an is a fundamental event in Islamic history that not only marks the first revelation to Prophet Muhammad (peace be upon him) but also represents the starting point of transformation in Islamic education. This event introduced an educational paradigm that emphasizes character formation and noble morality as the primary foundation of human development. This study aims to analyze Nuzulul Qur’an as the basis for the transformation of Islamic education, particularly in the formation of character and morality, as well as its relevance in the context of contemporary Islamic education. This research employs a qualitative approach using library research methods. The data were obtained from primary sources, namely the Qur’an and Hadith, as well as secondary sources in the form of books and scholarly journal articles related to Islamic education and educational transformation. Data analysis was conducted using a descriptive-analytical method by examining Qur’anic verses, Hadith, and the perspectives of Islamic education scholars, supported by normative and contextual approaches. These approaches emphasize Islamic normative values related to noble character and connect them with the dynamics of Islamic education in the digital era. The findings indicate that Qur’anic values such as faith, honesty, responsibility, and moral integrity have served as the core foundation of Islamic education since the event of Nuzulul Qur’an. The transformation of contemporary Islamic education requires the adaptation of learning methods and the integration of technology-based media without neglecting moral and character values. This study concludes that Islamic education aims to shape insan kamil, namely a generation that is knowledgeable, has strong character, and upholds noble morals. Keywords: Nuzulul Qur’an, Islamic Education, Educational Transformation, Morality, Digital Era.
Karakteristik Ayat Makkiyah Dan Madaniyah: Studi Komparatif Dan Implikasinya Dalam Penafsiran Al-Quran Mirnawati, Mirnawati; bin Sapa, Nasrullah; Muhammad Amin Sahib, Muhammad Amin Sahib
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakteristik ayat Makkiyah dan Madaniyah., 2) Mengetahui hikmah pembagian wahyu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan elemen kuantitatif, mengadopsi metodologi tafsir kontekstual (tafsir maudhu'i) yang dikembangkan oleh ulama modern seperti Muhammad Husayn Thabathaba'i, yang menekankan analisis ayat dalam kerangka historis dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik ayat Makkiyah dan Madaniyah sangat berbeda sesuai waktu dan tempat wahyu diturunkan. Ayat Makkiyah diturunkan sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW di Mekkah; lebih pendek, padat, bersifat puitis dengan fokus pada keimanan, tauhid, serta ajaran universal. Sedangkan ayat Madaniyah turun setelah hijrah di Madinah, cenderung lebih panjang, prosaik, berisi regulasi sosial, hukum syariat, dan tata kehidupan masyarakat Islam yang sudah terbentuk. Perbedaan ini menunjukkan peran ayat Makkiyah sebagai fondasi keimanan dan ayat Madaniyah sebagai pengatur kehidupan sosial umat. Hikmah pembagian wahyu ini adalah menyediakan kerangka berpikir bertahap dan sistematis dalam memahami Al-Qur’an agar tafsir tetap kontekstual dan aplikatif. Wahyu Makkiyah membangun pondasi keimanan, sedangkan wahyu Madaniyah mengatur tata sosial dan hukum demi terciptanya keadilan dan harmoni. Pembagian ini juga membantu menghindari kekeliruan penafsiran serta mendukung integrasi teknologi digital dalam analisis Al-Qur’an untuk pendidikan agama yang lebih relevan dan dialog antaragama yang bertanggung jawab. Penelitian ini penting dilakukan berdasarkan hasil literature, maka studi komparatif ayat Makkiyah-Madaniyah penting dilakukan untuk penafsiran yang akurat, tetapi penelitian lanjutan diperlukan untuk mengatasi tantangan interpretasi modern. Penelitian ini membangun atas temuan ini dengan analisis mendalam dan implikasi praktis.