cover
Contact Name
Kuncoro Asih Nugroho
Contact Email
pend_fisika@uny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pend_fisika@uny.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : 30259215     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Fisika merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Departemen Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini menerbitkan karya ilmiah atau artikel dari hasil penelitian bidang pendidikan fisika. Prosedur penerbitan dalam jurnal ini melalui peer-review dan menerapkan etika penerbitan ilmiah sebagaimana ditetapkan oleh Committee on Publication Ethics (COPE). Ruang lingkup artikel dalam jurnal ini adalah pendidikan.
Articles 211 Documents
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PROJECT BASED LEARNING PADA MATERI GERAK HARMONIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X SMA DEVELOPING OF STUDENT’S WORKSHEET (LKPD) BASED ON PROJECT BASED LEARNING AT HARMONIC MOTION MATERIAL TO INCREASE STUDY’s RESULT OF X’s CLASS OF SENIOR HIGH SCHOOL hadiid sulaiman; jumadi jumadi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 6, No 8 (2017): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis model pembelajaran project based learning pada materi gerak harmonis yang layak untuk peserta didik kelas X SMA, (2) mengetahui peningkatan keterampilan proses peserta didik dengan menggunakan LKPD berbasis project based learning dalam pembelajaran, (3) mengetahui peningkatan penguasaan materi peserta didik dengan menggunakan LKPD berbasis project based learning dalam pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model Borg and Gall. Subyek penelitian adalah 28 peserta didik kelas X MIA 2 SMA N 1 Wates. Instrumen penelitian meliputi instrumen perangkat pembelajaran, lembar observasi keterampilan proses, lembar evaluasi penguasaan materi, lembar angket respon peserta didik dan lembar keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis yang digunakan adalah standar baku ideal, standart gain dan GLM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) LKPD berbasis model pembelajaran project based learning pada materi gerak harrmonik layak digunakan untuk pembelajaran di SMA. (2) Peningkatan keterampilan proses sains peserta didik pada beberapa aspek mengalami peningkatan dengan gain rendah yaitu mendesain dan merancang, menyimpulkan dan mengkomunikasikan. (3) Peningkatan penguasaan materi peserta didik berdasarkan nilai standar gain dari pretest-posttest sebesar 0,55 dalam kategori sedang dan presentase ketuntasan peserta didik sebesar 50%.Kata kunci : LKPD, ketrampilan proses, project based learning, penguasaan materiABSTRACTThis study aims to: (1)produce student’s worksheet (LKPD) based on project based learning model on harmonic motion material which suitable for X’s student class of senior high school, (2)understand the increasing of process skills of student by using LKPD based on project based learning in learning, (3)understand the increasing material authority of student by using LKPD based on project based learning in learning. This study is research and development using Borg and Gall model. Research subject is 28 students of X MIA 2 SMA N 1 Wates. Research instrument is learning device instrument, process skill sheet, evaluation material authority sheet, students questionnaire respons sheet, carried out learning sheet. Analyze technique is used standard basic ideal, standart gain, and GLM. The research findings show that (1)LKPD based on project based learning on harmonic motion material is suitable used for learning in senior high school. This matter be based on validation result by expert validator and practition validator. (2)increasing sains process skill of student in some aspect experience increasing with low gain that is design and construct, summarize, and communicate, (3)increasing material authority of student based on standar gain value from pretest-posttest is 0,55 at medium category and completeness percent of student is 50%.Keywords: LKPD, process skills, project based learning,material authority
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE DITINJAU DARI PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMA Jauhari, Latif; Pujianto, Pujianto
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpf.v10i2.11426

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis antara peserta didik yang diberikan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dan peserta didik yang diberikan pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional materi momentum dan impuls,dan (2) Peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik yang diberikan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share pada materi momentum dan impuls. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengancontrol group pre-test-posttest design. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA di SMAN 1 Tempel tahun pelajaran 2017/2018. Materi fisika yang diajarkan yaitu momentum dan impuls. Instrumen pengumpulan data yaitu soal tes keterampilan berpikir kritis, lembar observasi keterlaksanaan RPP, dan lembar validasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptifdan nilai standard gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis antara peserta didik yang diberikan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dengan peserta didik yang diberikan pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada materi momentum dan impuls di SMAN 1 Tempel, dan (2) Peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik yang diberikan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share sebesar 0,53 (sedang). Kata kunci: pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share, keterampilan berpikir kritis, momentum dan impuls. Abstract This research aims to determine (1) the differences of critical thinking skills between students which follows the physics instruction using cooperative learning type think-pair-share model and the conventional learning model, (2)the improvement ofcritical thinking skills of high school students which follows the physics learning using cooperative learning type think-pair-share model. This research is an experimental research with the control group pretest-posttest design. The population of this research are first grade students of SMA N 1 Tempel in academic year 2017/2018. The matter physics that taught is impulse and momentum. The instrument of data collection aretest of critical thinking skills, observation sheet of RPP implementation, and validation sheet. Data analysis using normalized gain score and descriptive analysis. The finding of the research shows that: (1) there were differences of critical thinking skills between students which follows the physics instruction using cooperativelearning type think-pair-share model and the conventional learning model, and (2) improvement of critical thinking skills of high school students which follows the physics instruction using cooperative learning type think-pair-share model equal to 0,529 with medium category. Keywords: Cooperative learningtype think-pair-share, critical thinking skills,impuls and momentum
PENGEMBANGAN INSTRUMEN NON TES BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH UNTUK PEMETAAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA PADA KOMPETENSI SPIRITUAL DEVELOPMENT OF NON TEST INSTRUMENT BASED ON THE SCIENTIFIC APPROACH FOR MAPPING LEARNING OUTCOME OF PHYSICS FOR HIGH SCHOOL STUDENTS AT SPIRITUAL COMPETENCE Yuyun Kusmia Dewi; Mundilarto Mundilarto
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan instrumen non tes berbasis scientific approach untuk pemetaan hasil belajar fisika siswa SMA pada kompetensi spiritual dan (2) memetakan kompetensi spiritual siswa dengan menggunakan instrumen non tes berbasis scientific approach yang telah dikembangkan.Penelitian ini merupakan penelitian R D yang terdiri dari 4 tahapan utama, yaitu: studi pendahuluan (research), pengembangan (development), penerapan (implementation), dan penyebarluasan (dessemination). Subjek penelitian terdiri dari64 siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Yogyakarta. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, penilaian diri, dan penilaian teman sebaya. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penilaian ahli instrumen non tes yang dikembangkan dinyatakan layak dengan kategori sangat baik. Hasil pemetaan kompetensi spiritual siswa menggunakan instrumen non tes yang telah dikembangkan, yaitu: Sangat Baik (14%), Baik (24%), Cukup (53%), dan Kurang (9%).                                                                                        Kata kunci: instrumen non tes, scientific approach, kompetensi spiritual AbstractThis research aims to (1) develop non test instrument based on the scientific approach for mapping learning outcome of physics for high school students at spiritual competence and (2) map spiritual competence of students by using the developed non test instrument. This research includes in R D research which has 4 main procedures, such as: research, development, implementation, and dissemination. The subjects of this research were 64 students from class XI IPA SMA Negeri 6 Yogyakarta. The form of the research instruments are observation sheet, self assessment, and peer assessment. The data was analised quantitavely and qualitatifely. The research outcome shows that the developed non test instrument is qualified with very good category based on the judging by the experts. The outcome of the mapping spiritual competence of students using the developed non test instrument were very good (14%), good (24%), enough (53%), and less good (9%). Keywords: non test instrument, scientific approach, spiritual competence
Pengembangan Instrumen Penilaian Proyek Mind Mapping untuk Mengukur Penguasaan Konsep Fisika dan Keterampilan Berpikir Kreatif Adhistinka Jiananda; Mundilarto Mundilarto
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh produk instrumen penilaian berbasis proyek mind mapping yang layak untuk mengukur penguasaan konsep fisika dan keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan modifikasi model Wilson dan Oriondo dan Antonio. Validitas instrumen dilakukan dengan expert judgement oleh ahli pendidikan fisika dan praktisi. Instrumen penilaian diujikan kepada 11 peserta didik untuk uji terbatas dan 32 peserta didik untuk uji luas. Teknik analisis data digunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah telah dihasilkan instrumen penilaian berbasis proyek mind mapping yang memenuhi syarat untuk mengukur penguasaan konsep fisika dan keterampilan berpikir kreatif peserta didik dengan rata-rata hasil validasi dari ahli dan praktisi sebesar 60,5.Kata-Kata Kunci: pengembangan, instrumen penilaian proyek mind mapping, penguasaan konsep fisika, keterampilan berpikir kreatif.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN FISIKA SMA TERINTEGRASI PENDIDIKAN KEBENCANAAN LETUSAN GUNUNG API DITINJAU DARI PENGUASAAN MATERI DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA ALAM Lia Rahmawati , Yusman Wiyatmo
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2018): Jurusan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui adanya perbedaan penguasaan materi, (2) mengetahui adanya perbedaan kesiapsiagaan bencana alam, (3) mengetahui keefektifan pembelajaran fisika terintegrasi pendidikan kebencanaan letusan gunung api ditinjau dari penguasaan materi, dan (4) mengetahui keefektifan pembelajaran fisika terintegrasi pendidikan kebencanaan letusan gunung api ditinjau dari kesiapsiagaan bencana alam. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian control group pre-test-post-test design. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Cangkringan. Materi fisika yang diajarkan yaitu Usaha dan Energi. Instrumen pengumpulan data yaitu angket kesiapsiagaan bencana alam, soal tes, dan lembar observasi keterlaksanaan RPP. Analisis data menggunakan uji GLM-Manova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan penguasaan materi, (2) ada perbedaan kesiapsiagaan bencana alam, (3) pembelajaran fisika terintegrasi pendidikan kebencanaan letusan gunung api lebih efektif daripada pembelajaran fisika konvensional ditinjau dari penguasaan materi, dan (4) pembelajaran fisika terintegrasi pendidikan kebencanaan letusan gunung api lebih efektif daripada pembelajaran fisika konvensional ditinjau dari kesiapsiagaan bencana alam. Kata kunci : Integrasi pendidikan kebencanaan letusan gunung api, penguasaan materi, kesiapsiagaan bencana alam, usaha dan energi. Abstract This research was aimed (1) to find out the differences in material mastery, (2) to find out the differences in disaster preparedness, (3) to know the effectiveness of integrated physics learning disaster volcanic eruption education compared with the research of conventional physics in terms of mastery of materials, and (4) to know the effectiveness of integrated physics learning disaster volcanic eruption education compared with the research of conventional physics in terms of disaster preparedness of natural learner. This research is an experimental research with control group design pre-test-post-test design. The population of this research are students of class XI IPA in Senior high school 1 Cangkringan. Physics material that is learn is work and energy. The instruments of data collection are questionnaire of disaster preparedness, test question, and observation sheet of implementation of RPP. Data analysis using GLM-Manova test. The results of the research showed that (1) there were differences in material mastery and natural disaster preparedness among learners following integrated physics learning disaster volcanic eruption education and conventional physics learning model, and (2) integrated physics learning disaster education volcanic eruption more effective than learning conventional physics viewed from the mastery of the material and the preparedness of natural disaster learners. Keywords: Integrated physics learning disaster volcanic eruption education, material mastery, disaster preparedness, work and energy.
THE DEVELOPMENT OF AUDIO VISUAL PRACTICUM GUIDE THE SUBJECT OF FLUID TO IMPROVE THE LEARNING RESULT OF THE PHYSICS OF THE COGNITIVE AND PSYCHOMOTOR ASPECTS OF STUDENTS 9 YOGYAKARTA SENIOR HIGH SCHOOL Wahyu Elko Septiyono , Nur Kadarisman
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2018): Jurusan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui perbedaan hasil belajar ranah kognitif siswa yang menggunakan modul praktikum media audio visual dengan modul praktikum cetak pada. 2) Mengetahui perbedaan hasil belajar ranah psikomotor siswa yang menggunakan modul praktikum media audio visual dengan modul praktikum cetak.3) Mengetahui yang lebih baik antara penggunaan modul praktikum menggunakan media audio visual dengan modul praktikum media cetak ditinjau dari ranah kognitif pada pokok bahasan fluida di SMA Negeri 9 Yogyakarta. 4) Mengetahui yang lebih baik antara penggunaan modul praktikum menggunakan media audio visual dengan modul praktikum media cetak ditinjau dari ranah psikomotor. Kata kunci : panduan praktikum media audio visual, fluida, hasil belajar ranah kognitif dan psikomotor. Abstract This study aims to: 1) Know the difference in learning outcomes of the cognitive domain of students using visual media module practice module with printed lab module on. 2) Knowing the difference of psychomotor student learning result using visual media practicum module with print practice module .3) Knowing better between using practice module using audio visual media with print media practicum module viewed from the cognitive domain on the subject of fluid in SMA Negeri 9 Yogyakarta.4) Knowing better between the use of practicum module using audio visual media with print media practicum module in review from the psychomotor domain. Keyword : audio visual module practice, fluids, learning outcome cognitive domain and psychomotor domain
PENGGUNAAN PERMAINAN KARTU GAMBAR PADA PEMBELAJARAN DENGAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH SISTEMATIS TERHADAP PENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR FISIKA ASPEK KOGNITIF SISWA SMA KELAS X THE USING OF THE PICTURE CARD GAME ON LEARNING WITH SYSTEMATIC APPROACH TO PROBLEM SOLVINGONIMPROVMENT MOTIVATION AND LEARNING OUTCOMES OF COGNITIVE ASPECTS STUDENT SENIOR HIGH SCHOOL CLASS X ilma ihsan majid; rahayu dwisiwi sri retnowati
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 6, No 6 (2017): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui a). Perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar aspek kognitif fisika antara siswa yang diberikan pembelajaran dengan media Kartu Gambar dengan siswa yang diberi pembelajaran tanpa media Kartu Gambar pada materi Usaha dan Energi, b). Peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar aspek kognitif fisika menggunakan media Kartu Gambar pada materi Usaha dan Energi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen (quasi experimen) dengan desain penelitian pretest-posttest control group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMA N 3 Purworejo. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas yaitu kelas X MIA 3 sebagai kelompok kontrol dan kelas X MIA 4 sebagai kelompok eksperimen .Teknik pengumpulan data berupa pretest dan posttest, serta angket motivasi belajar. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan Uji Multivariate, dan nilai standar gain. Hasil penelitian ini adalah: 1). Ada perbedaan peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar aspek kognitif fisika antara siswa yang diberikan pembelajaran dengan media Kartu Gambar dengan siswa yang diberi pembelajaran tanpa media Kartu Gambar pada materi Usaha dan Energi, 2). Peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar aspek kognitif menggunakan media Kartu Gambar pada materi Usaha dan Energi dinyatakan dalam standard gain masing-masing sebesar 0,29 (rendah) dan 0,69 (sedang).Kata Kunci: mediaKartu Gambar, hasil belajar kognitif, motivasi belajar, usaha dan energiABSTRACTThis research was aimed to know: (a) The difference of motivation and outcomes of learning cognitive physics among students who were given learning by the Picture Cards with studentd who were given learning without Picture Cards on chapter Work and Energy(b) The improvement in the motivation and outcomes of learning cognitive physics using the Picture Card on chapter Work and Energy. This research wasaexperimental research using quasy experimental design with pretest-posttest group control design. The population of this research is the X MIA SMA N 3 Purworejo’s students. The sample of this research choosen by cluster random sampling’s methode as many as two class, X MIA 3 as control group and X MIA 4 as experiment group. The collection of data doing by pretest-posttest and the motivation questionnaire. The hypothesis test doing by Multivariate test, and Standard Gain. The result of this research are: (1) there is the difference of improvment in the motivationand outcomes of learning cognitive physicsamong students who were given learning by the Picture Cards with studentd who were given learning without Picture Cards on chapter Work and Energy, (2) The improvement in the motivation and outcomes of learning cognitive physics using the Picture Card on chapter Work and Energy are 0,293 (low) and 0,69 (medium).Keywords: Picture Cards, outcomes of kognitif learning, motivation, work and energy
Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Power Point Berbasis Science, Environment, Technology, and Society untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Ranah Kognitif Peserta Didik SMA Siwiati Tri Dewanti; Rahayu Dwisiwi Sri Retnowati
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran fisika power point berbasis SETS pada materi impuls dan momentum linier yang layak digunakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar ranah kognitif peserta didik SMA serta untuk mengetahui besar peningkatan motivasi dan hasil belajar ranah kognitif setelah menggunakan media. Adapun instrumen penelitian yang dihasilkan meliputi RPP, media power point berbasis SETS, angket motivasi belajar, soal pretest-posttest, angket respon peserta didik, dan lembar observasi keterlaksanaan RPP. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development dengan 4D models yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate. Analisis data dilakukan secara kualitatif berdasarkan saran validator dan kuantitatif menggunakan analisis SBi, Aiken’s V, Interjudge Agreement (IJA), Presentage of Agreement (PA), standard gain, dan uji prasyarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengembangan media pembelajaran dalam penelitian ini layak digunakan. Besar peningkatan motivasi dan hasil belajar ranah kognitif peserta didik berturut-turut adalah 0,183 (kategori rendah) dan 0,38 (kategori sedang).Kata-Kata Kunci: power point, SETS, motivasi belajar, hasil belajar ranah kognitif.
THE EFFECTIVENESS OF HIGH SCHOOL INTEGRATED PHYSICS LEARNING ON EARTHQUAKE DISASTER EDUCATION IN TERMS OF MATERIAL MASTERY AND DISASTER PREPAREDNESS Tita Trisnawati , Jumadi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2018): Jurusan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan penguasaan materi dan kesiapsiagaan bencana alam aspek pengetahuan, perencanaan, peringatan, dan mobilisasi sumber daya antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran fisika terintegrasi pendidikan kebencanaan gempa bumi dan pembelajaran fisika konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII IPA di SMA Negeri 1 Kretek. Teknik sampling adalah sampling jenuh, karena semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Materi fisika yang diajarkan yaitu Gelombang. Instrumen pengumpulan data yaitu soal tes, angket kesiapsiagaan bencana alam, lembar observasi kesiapsiagaan bencana alam, serta lembar observasi keterlaksanaan RPP. Data dianalisis berdasarkan standard gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan penguasaan materi dan kesiapsiagaan bencana alam aspek pengetahuan dan mobilisasi sumber daya antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran fisika terintegrasi pendidikan kebencanaan gempa bumi dan pembelajaran fisika konvensional (2) pembelajaran fisika terintegrasi pendidikan kebencanaan gempa bumi lebih efektif daripada pembelajaran fisika konvensioanal ditinjau dari penguasaan materi dan kesiapsiagaan bencana alam aspek pengetahuan dan mobilisasi sumber daya peserta didik. Kata-kata Kunci: integrasi pendidikan kebencanaan gempa bumi, penguasaan materi, kesiapsiagaan bencana alam Abstract The research aimed to find out the differences at the material mastery and disaster preparedness aspects of knowledge, planning, warning, and resource mobilization between students who follow integrated physics learning on disaster earthquarke education and conventional physics learning. This research used the quasi-experimental method. The population was all of XII IPA of SMA Negeri 1 Kretek. The sampling technique is a saturated sampling because all members of the population are used as samples. Physics material that is learn is wave. The instruments of data collection are test question, questionnaire of disaster preparedness, observation sheet simulation of disaster preparedness, and observation sheet of implementation of RPP. Data were analyzed based on standard gain. The results of the research showed that (1) there is differences at the material mastery and disaster preparedness aspects of knowledge and resource mobilization between students who follow integrated physics learning on disaster earthquarke education and conventional physics learning, and (2) the integrated physics learning on earthquarke disaster education was more effective than conventional physics learning by the consideration of material mastery and disaster preparedness aspects of knowledge and resource mobilization from the students . Keywords: integrated of earthquarke disaster education, material mastery, disaster preparedness
PERUSAKAN SIMETRI SPONTAN UNTUK MODEL INTERAKSI ELECTROWEAK DALAM TEORI MODEL STANDAR FISIKA PARTIKEL DENGAN MENGGUNAKAN FORMULASI LAGRANGIAN DAN KONTRIBUSINYA PADA MATA KULIAH FISIKA MODERN Sari, Mona; Akhsan, Hamdi; Supardi, Supardi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpf.v11i1.21002

Abstract

Perusakan simetri dalam teori model standar dihasilkan dengan memperkenalkan medan Higgs sehingga partikel dapat memperoleh massa dengan menerapkan formulasi Lagrangian. Prosedur perusakan simetri terjadi dengan membangkitkan massa dalam Lagrangian melalui tiga tahap yakni perusakan simetri spontan, perusakan simetri spontan gauge global, dan perusakan simetri spontan gauge lokal (Mekanisme Higgs). Pada Lagrangian yang dihasilkan dalam perusakan simetri spontan gauge global,  masih terdapat masalah dalam usaha membangkitkan massa boson gauge, yakni  partikel skalarnya sendiri tidak bermassa. Namun, perusakan simetri dengan gauge lokal dapat mengatasi masalah ini yang mana partikel Boson Goldstone akan memperoleh massa dan menjadi Boson Higgs.  Pada Lagrangian yang dihasilkan dari perusakan simetri spontan gauge lokal    hanya mendeskripsikan dua partikel yang berinteraksi, boson gauge vektor dan skalar masif h yang disebut partikel Higgs. Boson Goldstone yang tak dikehendaki telah diubah menjadi polarisasi longitudinal partikel gauge yang disebut dengan “ Mekanisme Higgs”

Filter by Year

2016 2025