cover
Contact Name
Didah Nurhamidah
Contact Email
didah.uinjkt@gmail.com
Phone
+6285710777541
Journal Mail Official
didah.uinjkt@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaGedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 5Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah JakartaJalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dialektika
ISSN : 25025201     EISSN : 2407506X     DOI : 10.15408/dialektika
Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published two times a year (June and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Dialektika is published in collaboration between the Department of Indonesian Language and Literature Education,  Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI). Dialektika has been a CrossRef member since 2015 and all of the published writings have a unique number in the DOI and been indexed in DOAJ, Google Scholar, Moraref,  Indonesia One Search- National Library of Indonesia, and Portal Garuda.
Articles 282 Documents
KAJIAN EKOLOGI SASTRA BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM CERPEN “ORANG BUNIAN” KARYA GUS TF SAKAI Nur Ahmad Salman Herbowo
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v7i1.13887

Abstract

Abstract: This research discusses the short story "Orang Bunian" by Gus TF Sakai as a material object and ecological studies related to local wisdom and myths in literary works as formal objects. The theory that used is ecocriticism. The method used is descriptive qualitative research analysis. The short story "Orang Bunian" is one of the short stories of Gus TF Sakai in the short story anthology of Kaki Yang Terhormat that contains narratives about myths and people who believe in them and relating to nature and the environment. This is research is to identificating and analizing the short story based on the ecology approach and what its relation with local wisdom. The result of analysis showed that this myth is the part of local wisdom of that area. The society's believe on orang bunian indirectly affected them in their behavior on maintain and conserving the natural source around them. Besides the presents of orang bunian also affected in the development of  culture and knowledge, the believed in orang bunian give the people the understanding about a proper time for hunting in the forest. so it makes orang bunian as the believe and forbidden thing in the society of that short storyAbstrak: Penelitian ini menjadikan cerpen “Orang Bunian” karya Gus TF Sakai sebagai objek material dan kajian ekologis yang berhubungan dengan kearifan lokal terkait dengan mitos dalam karya sastra sebagai objek formal. Teori yang digunakan adalah ekokritik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian analisis kualitatif deskriptif. Cerpen “Orang Bunian” merupakan salah satu cerpen Gus TF Sakai dalam kumpulan cerpen Kaki Yang Terhormat yang memuat narasi tentang mitos dan masyarakat yang memercayai berkaitan dengan alam dan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis berdasarkan kajian ekologi sastra dalam cerpen tersebut dan hubungannya dengan kearifan lokal di daerah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran mitos urang bunian merupakan bentuk dari kearifan lokal masyarakat setempat. Kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran urang bunian secara tidak langsung berdampak terhadap perliku masyarakat dalam menjaga dan melestarikan sumber daya alam. Selain itu, keberadaan urang bunian juga berdampak terhadap pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan, yaitu keberadaanya memberikan pemahaman akan waktu-waktu tertentu yang diperbolehkan untuk berburu di dalam hutan. Sehingga urang bunian dianggap sebagai petuah, kepercayaan dan pantangan bagi masyarakat dalam cerpen tersebut. 
KARAKTERISTIK PENGGUNAAN BAHASA DALAM MAJALAH ISLAM Nuryani Nuryani; Arif Budiman
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v7i2.18195

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the characteristics of language use in Islamic magazine. The characteristics are seen through the use of code switching and code mixing in the magazine. Islamic magazine was chosen because currently the development of religiosity in society tends to increase. This increase was also accompanied by an increase in reading options with Islamic content and nuances. The Islamic magazine chosen in this study is Hidayah Magazine. The theory used to dissect this research is the theory about the characteristics of the language presented by Jendra. The method used to retrieve data is the observation and note method. Based on the analysis that has been done, it can be concluded that in Hidayah magazines there are many events of code switching and code mixing. There is code switching in the form of clauses and sentences. In addition, code mixing is found in the form of words, compound words, and phrases. In terms of the type of code switching, it was found that metaphorical code switching was found. The events of code switching and code mixing in Hidayah magazines were found in various contexts, namely the ease of conveying information, feeling more “Islamic”, and adjusting to market segmentation.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan karakteristik penggunaan bahasa dalam majalah Islam. Karakteristik dilihat melalui penggunaan alih kode dan campur kode dalam majalah tersebut. Majalah Islam dipilih karena saat ini perkembangan religiositas dalam masyarakat cenderung meningkat. Peningkatan tersebut juga dibarengi dengan peningkatan pilihan bacaan dengan muatan dan nuansa Islam. Majalah Islam yang dipilih dalam penelitian ini adalah Majalah Hidayah. Teori yang digunakan untuk membedah penelitian ini adalah teori mengenai karakteristik bahasa yang disampaikan oleh Jendra. Metode yang digunakan untuk mengambil data adalah metode simak dan catat. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dalam majalah Hidayah banyak peristiwa alih kode dan campur kode. Terdapat alih kode dalam bentuk klausa dan kalimat. Selain itu, campur kode ditemukan dalam bentuk kata, kata majemuk, dan frasa. Dari sisi tipe alih kode ditemukan alih kode metaforis. Peristiwa alih kode dan campur kode dalam majalah Hidayah ditemukan dalam berbagai konteks, yakni kemudahan penyampaikan informasi, lebih merasakan “keislaman”, dan menyesuaikan dengan segmentasi pasar.  
STRATIFIKASI SOSIAL PADA NOVEL ANAK SEMUA BANGSA Risa Anjani; Lutfi Syauki Faznur
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v7i2.16547

Abstract

Abstract: This research is motivated by the existence of social differentiation or social stratification in the novel Anak Semua Bangsa. The purpose of this research is to criticize and describe the social stratification gap between the natives and the Dutch. The method used in this research is descriptive qualitative. Literature study is a technique of collecting data sources and the nature of this research. The sociology of literature approach is used to describe the data obtained by the stratification theory or social class differentiation. The results of the research show that we can criticize the novel Anak Semua Bangsa, the part of social stratification, in which there are still social gaps or discrimination. This social stratification is contained and remains in effect. The lowest strata are indigenous peoples while the highest strata are still occupied by Dutch Europeans. The Dutch control everything that happens in the Indies.Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pembeda sosial atau stratifikasi sosial dalam novel Anak Semua Bangsa. Tujuan penelitian ini adalah mengkritisi dan menggambarkan kesenjangan stratifikasi sosial antara pribumi dengan bangsa Belanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Studi pustaka menjadi teknik pengumpulan sumber data dan sifat dari penelitian ini. Pendekatan sosiologi sastra digunakan untuk menjabarkan data-data yang didapatkan dengan teori stratifikasi atau kelas pembeda sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Anak Semua Bangsa dapat kita kritisi bagian stratifikasi sosial, yakni masih adanya kesenjangan atau diskriminasi sosial. Stratifikasi sosial ini termuat dan tetap berlaku. Strata terendah adalah bangsa pribumi sementara strata tertinggi tetap diduduki oleh Bangsa Eropa Belanda. Belanda menguasai segala hal yang terjadi di Hindia. 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKS CERITA ULANG BERMUATAN TOKOH LOKAL PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Herza Alwanny; M. Oky Fardian Gafari; Abdurrahman Adisahputera
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v7i2.17779

Abstract

Abstract: This study aims to: (1) describe the feasibility of developing learning media for recount texts containing local figures, and (2) describe the results of the development of learning media for recount texts containing local figures in the form of integrated media that is websites. This research method is Research and Development (R&D) with a 4-D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The results showed that: (1) validation of material experts with an average of 85.25% on very good criteria; (2) expert validation of instructional media design with an average of 91.25% on very good criteria, (3) individual trials with an average of 75% with good criteria , (4) small group trials with an average of 82.5% with very good criteria, and (5) limited field group trials with an average of 93% with very good criteria. The final activity of developing instructional media is continued by observing student learning outcomes in rewriting the recount text containing local figures. The learning outcomes of the recount text writing test before using learning media were 73.85, while using learning media increased by 86.05. Difference of 12.2 from before to after using media. This proves that the learning media for recount texts containing local figures that are developed can improve student learning outcomes.Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan kelayakan pengembangan media pembelajaran teks cerita ulang bermuatan tokoh lokal, dan (2) mendeskripsikan hasil pengembangan media pembelajaran teks cerita ulang bermuatan tokoh lokal berupa media yang dipadukan dalam bentuk website. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validasi ahli materi dengan rata-rata 85.25% pada kriteria sangat baik; (2) validasi ahli desain media pembelajaran dengan rata-rata 91.25% pada kriteria sangat baik, (4) uji coba perorangan dengan rata-rata 75% dengan kriteria baik, dan (5) uji coba kelompok lapangan terbatas dengan rata-rata 93% dengan kriteria sangat baik. Kegiatan akhir dari pengembangan media pembelajaran ini dilanjutkan dengan melihat hasil belajar siswa dalam menulis kembali teks cerita ulang bermuatan tokoh lokal. Hasil belajar tes menulis teks cerita ulang sebelum menggunakan media pembelajaran sebesar 73.85, sedangkan menggunakan media pembelajaran meningkat sebesar 86.05. Selisih 12.2 dari sebelum ke sesudah menggunakan media. Hal ini membuktikan bahwa media pembelajaran teks cerita ulang bermuatan tokoh lokal yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TECHNOLOGI ENTERTAINMENT DESIGN (TED) DAN CLOUD COMPUTING Desy Anggraini
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v7i2.13601

Abstract

Abstract: This study aims for (1) Providing new innovations for students about different media, namely using TED media. (2) So that students have skills in learning. (3) Students are able to understand how the process or way of learning with learning media based on Technology Entertainment Design and Cloud Computing. The method in the Indonesian Language Learning Research based on Tecnology Entertainment Design (TED) and Cloud Computing is using Research and Development Research using the Lee and Owens Model which consists of 5 stages, namely analysis, design, development, implementation, implementation ), and evaluation (evaluation). From these research methods so as to produce 2D learning by learning to bring leaders who are experts in certain fields in the application that can be accessed by students using their android mobile phones that are guided directly by the operator (teacher). TED is a digital portal that provides content, both animated and lectured by expert figures in their fields. Cloud Computing or Cloud Computing can be used as a storage media, network and software that can be accessed anywhere while connected to the internet.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memberikan inovasi baru terhadap peserta didik mengenai media yang berbeda yaitu dengan menggunakan media TED. (2) Agar peserta didik memiliki keterampilan di dalam pembelajaran. (3)Peserta didik mampu memahami bagaimana proses atau cara pembelajaran dengan media pembelajaran berbasis Technologi Entertainment Design and Cloud Computing. Metode pada penelitian Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Tecnology Entertainment Design (TED) dan Cloud Computing yaitu menggunakan Penelitian Research and Development menggunakan Model Lee dan Owens yang terdiri dari 5 tahap, yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Dari metode penelitian tersebut menghasilkan pembelajaran 2D dengan pembelajaran menghadirkan para tokoh yang ahli dalam bidang tertentu di dalam aplikasi yang dapat diakses oleh siswa menggunakan telepon genggam android.  Mereka dipandu langsung oleh operator yaitu guru. TED merupakan portal digital yang menyediakan konten, baik animasi maupun ceramah tokoh-tokoh ahli di bidangnya. Sementara itu, Cloud Computing atau Komputasi Awan digunakan sebagai media penyimpanan, jaringan, dan software yang dapat diakses di mana saja selagi tersambung dengan internet.
REDUPLIKASI ADVERBIA SEBAGAI PROSEDE MORFOLOGIS PALING DOMINAN DALAM BAHASA INDONESIA: PERSPEKTIF PRAGMATIK SISTEMIK R. Kunjana Rahardi
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v7i2.15216

Abstract

Abstract: Research on the reduplication of open and closed word classes in Indonesian language morphology in a systemic pragmatic perspective was carried out in order to respond to this reality. The research problem is formulated as follows, (1) What are the manifestations of open word class reduplication in Indonesian morphological procedures from a systemic pragmatic perspective; (b) What is the most dominant class of word reduplication in Indonesian morphological procedures? The data of this study were collected by listening and competent methods. The listening method used is applied by note taking and recording techniques. As for the proficient methods used, the proficiency techniques are proficient and the techniques of proficiency are not upfront. The proficient methods and techniques are supplemented by note taking and recording techniques. The data that has been presented well, has been classified and properly typified, then analyzed using the distribution analysis method and the method of matching analysis. The conclusions of this study are: (1) Reduplication of adverb word classes occurs with a very dominant use of informal Indonesian in electronic mass media such as those contained in television. (2) Reduplication both in the word classes of adverbs, verbs, adjectives, nouns, and numerals found in this study partly changes the word class and meaning, changes the word class but does not change the meaning. (3) The systemic pragmatic perspective can be used to interpret the reduplication more precisely because in this perspective the internal aspects of the language as well as the external aspects of the language are equally considered.Abstrak: Penelitian reduplikasi kelas kata terbuka dan tertutup dalam prosede morfologi bahasa Indonesia dalam perspektif pragmatik sistemik ini dilakukan dalam rangka merespons kenyataan ini. Masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut, (1) Apa sajakah manifestasi reduplikasi kelas kata terbuka dalam prosede morfologis bahasa Indonesia ditinjau dari perspektif pragmatik sistemik; (b) Reduplikasi kelas kata apakah yang paling dominan terjadi dalam prosede morfologis bahasa Indonesia? Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode simak dan metode cakap. Metode simak yang digunakan diterapkan dengan teknik catat dan teknik rekam. Adapun metode cakap yang digunakan adalah teknik cakap semuka dan teknik cakap yang tidak semuka. Metode dan teknik cakap itu dilengkapi dengan teknik catat dan teknik rekam. Data yang telah tersaji dengan baik, telah diklasifikasi dan ditipifikasi dengan baik, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis distribusional dan metode analisis padan. Simpulan penelitian ini adalah, (1) Reduplikasi kelas kata adverbia terjadi dengan sangat dominan dalam pemakaian bahasa Indonesia informal di media massa elektronik seperti yang terdapat dalam televisi. (2) Reduplikasi baik dalam kelas kata adverbia, verba, adjektiva, nomina, maupun numeralia yang ditemukan dalam penelitian ini sebagian mengubah kelas kata dan makna, mengubah kelas kata tetapi tidak mengubah makna. (3) Perspektif pragmatik sistemik dapat digunakan untuk memaknai reduplikasi tersebut secara lebih tepat karena dalam perspektif ini aspek internal kebahasaan maupun aspek eksternal kebahasaan sama-sama dipertimbangkan. 
UNSUR BUDAYA DALAM KUMPULAN CERPEN MARTABAT KEMATIAN KARYA MUNA MASYARI SEBAGAI MATERI AJAR BIPA Novita Herdiawati; Siti Isnaniah
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v7i2.12568

Abstract

Abstract: This study aims to explain and describe the cultural elements contained in the collection of short stories of the Martabat Kematian’s by Muna Masyari as Indonesian language teaching material for Foreign Speakers (BIPA) at C1 and C2 levels. The subject of this study were 12 short stories contained in the collection of short stories of the Martabat Kematian’s by Muna Masyari. This study uses a qualitative descriptive approach to describe phenomena systematically, namely cultural elements as BIPA teaching material. Techniques for collecting data using read-notes, literature, and data cards. This study shows that the collection of short stories of the Martabat Kematian’s by Muna Masyari contains cultural elements in the form of language, knowledge systems, livelihood systems, religious systems and the arts. The whole element of culture can be used as both teaching material and as an introduction to culture, especially Madura’s culture as a support for BIPA learners' language skills.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan unsur-unsur budaya yang terdapat dalam Kumpulan cerpen Martabat Kematian karya Muna Masyari sebagai materi ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat C1 dan C2. Subjek penelitian ini adalah 12 cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen Martabat Kematian karya Muna Masyari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan fenomena secara sistematis yaitu unsur kebudayaan sebagai materi ajar BIPA. Teknik pengumpulan data menggunakan baca-catat, kepustakaan, dan kartu data. Penelitian ini menunjukkan bahwa kumpulan cerpen Martabat Kematian karya Muna Masyari mengandung unsur-unsur kebudayaan berupa bahasa, sistem pengetahuan, sistem mata pencaharian, sistem religi dan kesenian. Keseluruhan unsur kebudayaan dapat dijadikan baik sebagai materi ajar maupun sebagai pengenalan budaya terutama budaya Madura sebagai penunjang keterampilan berbahasa pemelajar BIPA. 
PANDANGAN PENDIDIKAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA DAN NOVEL MATA DAN RAHASIA PULAU GAPI Suhailah Naili Salsabila
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v7i2.13820

Abstract

Abstract: The study of education on the main character in novel Negeri 5 Menara by A. Fuadi and Mata dan Rahasia Pulau Gapi by Okky Madasari is to dissect and explain the differences in the intellectual development of both personalities to explain that their age and sex may be a factor in the difference in their attitude toward the issue they face, the education they face. In addition, the study has another factor, that the thinking of the main character influences one to act according to one’s age. The study employed the theory of literary psychology with a literary approach to comparison. Using a qualitative method to do a descriptive interpretation to see a comparison in both characters by a quotation in the novel. In this method use the library technique of reading and note for a descriptive interpretation. The data used is novel Negeri 5 Menara by A. Fuadi in 2009 and novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi by Okky Madasari appears in 2018. The ten-year-old novel of problems raised in the study over time. Studies of age and gender differences affect a person’s actions and thoughts on addressing a problem.Abstrak: Penelitian pandangan mengenai pendidikan pada tokoh utama dalam novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi dan novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi karya Okky Madasari adalah membedah dan menjabarkan perbedaan perkembangan intelektual dari kedua tokoh untuk menjelaskan bahwa umur dan jenis kelamin bisa menjadi faktor perbedaan sikap mereka dalam menyikapi permasalahan yang mereka hadapi, yaitu dalam memandang dunia pendidikan. Selain itu, penelitian ini mempunyai faktor lain, bahwa pemikiran tokoh utama berpengaruh untuk mengambil tindakan sesuai umurnya. Penelitian ini menggunakan teori psikologi sastra dengan pendekatan sastra bandingan. Menggunakan metode kualitaif untuk melakukan penafsiran secara deskriptif untuk melihat adanya perbandingan dalam kedua tokoh tersebut melalui kutipan dalam novel sesuai permasalahan. Pada metode ini menggunakan teknik pustaka yaitu baca dan catat untuk dapat melakukan penafsiran secara deskriptif. Data yang digunakan yaitu novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi terbit tahun 2009 dan novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi karya Okky Madasari terbit tahun 2018. Perbedaan karya novel yang 10 tahun ini juga mempermudah untuk melihat perkembangan permasalahan yang diangkat pada penelitian ini dari jarak waktu. hasil penelitian adanya perbedaan umur dan jenis kelamin mempengaruhi seseorang bertindak dan berpikir untuk mengatasi suatu masalah. 
SUMBER TASAWUF, SYAHADAT, DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMAKNAAN TERHADAP REALITAS abdul wachid bambang suharto
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.17545

Abstract

Abstract: This research is motivated by the vital words of shahada and the cleanliness of the human heart or in Islamic mysticism that is called Sufism. Apart from Sufism, there are also terms “esotericism” and “spirituality” whose alignment of philosophies and concepts are often vague. Therefore, the purpose of this study is to identify the source of Sufism, the concept of the shahada, and the implications for the reality of life. The data source used is documentation through the process of reading, analyzing, observing, and describing information related to the object of research. The results of this study indicate that there are many meanings of the term Sufism, those are purified people, goat hair that Sufis commonly used as clothing, the name of a room near Medina, rows of saf when praying, and wisdom. The source of Sufism comes from Islamic values. Sufism is associated with awareness and feeling. Sufism is also related to Islamic morals. Therefore, the principal reference sources are al-Qur'an and as-Sunnah (Hadith). The reality in the perspective of Sufism is "Everything perishes except His Face" (QS al-Qashas / 28: 8), as the substance of all faiths, "There is no essence except Allah".  Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingya ucapan syahadat dan kebersihan hati manusia atau pada wilayah mistisisme Islam yang disebut sebagai tasawuf.  Selain tasawuf, terdapat juga istilah “esoterisme” dan “spiritualitas” yang kerap kabur penyejajaran filosofi dan konsepnya. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sumber tasawuf, konsep syahadat dan implikasinya terhadap realitas kehidupan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (library research). Objek penelitian digali lewat beragam informasi kepustakaan. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kualitatif yang mengarah pada penjelasan deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa dokumentasi melalui proses membaca, menganalisis, mencermati, dan menguraikan informasi-informasi yang berhubungan dengan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan banyak makna dari istilah tasawuf, antara lain: orang yang disucikan, bulu kambing yang biasa digunakan sebagai bahan pakaian kaum sufi, nama suatu ruang dekat Madinah, baris-baris saf ketika shalat, serta hikmah. Sumber tasawuf berasal dari nilai-nilai keislaman. Tasawuf dikaitkan dengan kesadaran dan perasaan. Tasawuf juga berhubungan dengan moralitas Islam. Maka dari itu, sumber rujukan utamanya adalah al-Qur’an dan as-Sunnah (Hadis). Realitas dalam perspektif tasawuf ialah “Segala sesuatu binasa kecuali wajah-Nya” (Q.S. al-Qashas/ 28: 8), sebagaimana substansi dari keseluruhan syahadat, “Tidak ada hakikat kecuali Allah”.
KONFLIK INTERNAL TOKOH UTAMA DALAM MIMPI KECIL TITA KARYA DESI PUSPITASARI Syifa Fauzia Chairul; Darsita Darsita Suparno; Santje Iroth; Donald Matheos Rattu
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.19327

Abstract

Abstract: Many experts have observed the main character's internal conflict, however their analysis has not explained the conflict form that has an impact on the mental state of the child.  This study aims to analyze: a) form of inner conflict experienced by the main character in the novel Mimpi Kecil Tita, b) find out what factors cause internal conflict in the novel Mimpi Kecil Tita?  Sigmund Freud’s Psychoanalytic theory is used to reveal internal conflict and several factors that cause it.  Descriptive qualitative analysis was used as a research method. Overall, these results indicate that fears, anxiety, absence, and hopes are identified as conflict settings referring to the concepts of approach-avoidance and avoidance-avoidance. Viewed from the concept of approaching-avoidance (approach-avoidance) and broad-away (avoidance-avoidance) refers to anxiety, failure, pain, cunning based on the impact of personality or id.  The facts of the story show the Ego is miserable. This misery causes an inner conflict is identified as the avoidance of desire (approach-avoidance) marked by the confused id.  The form of Superego conflict in Tita is feelings of suffering, anger at someone, and hurt.  Four factors that cause internal conflict, namely economic hardship, dishonesty, frustration, and hurt feelings.Abstrak: Penelitian yang mengkaji konflik internal tokoh utama telah banyak dilakukan para ahli, namun analisis mereka terhadap konflik internal tokoh utama belum menjelaskan bentuk konflik yang berdampak pada keadaan jiwa anak. Teori Psikoanalis dari Freud digunakan untuk mengungkap tikai batin dan aneka faktor penyebab konflik. Analisis kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode penelitian.  Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan ketakutan, kegalauan, ketiadaan, dan berharap diidentifikasi sebagai tatanan konflik merujuk kepada konsep mendekat-menjauh (approach-avoidance), dan konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance). Ditinjau dari konsep mendekat-menjauh (approach-avoidance) dan menjauh-menjauh (avoidance-avoidance) merujuk kepada kecemasan, kegagalan, kepedihan, kelicikan didasarkan adanya dampak personalitas atau id. Fakta cerita menunjukkan Ego sengsara. Kesengsaraan itu menimbulkan konflik batin yang diidentifikasi sebagai penghindaran diri dari keinginan (appproach-avoidance) ditandai oleh id yang merasa kebingungan. Wujud konflik superego dalam diri Tita adalah perasaan penderitaan, marah pada seseorang, dan sakit hati. Faktor-faktor yang menimbulkan konflik internal ada empat yaitu kesulitan ekonomi, ketidakjujuran, frustasi, dan sakit hati. 

Page 10 of 29 | Total Record : 282