Belalek
The focus of BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services) is the result of community service activities in any form, whether religious activities, products, or in the form of modules and methods. The scope of this journal contains reports of community service activities related to all fields of science, such as: education, economics, socio-culture, law and government, science and technology, and religion
Articles
49 Documents
Pelatihan Penentuan Arah Kiblat Masjid dan Mushollah pada Imam Masjid di Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa
Pewangi, Mawardi;
Alamsyah;
Ferdinan
Belalek Vol. 1 No. 2 (2023): BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/belalek.v1i2.2488
Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Imam Masjid dan para pegawai KUA Tombolo Pao dalam melakukan pengukuran Arah Kbilat Masjid dan Mushollah. Pengabdian telah dilaksanakan di Mushollah Madrasah Aliyah pada tanggal 14 Juni 2021. Pelatihan ini menggunakan media praktek Istiwa’Aini dengan menggunakan metode diskusi, demontrasi dan pendampingan yang dikemas dalam bentuk pelatihan langsung penggunaan alat pengukur arah kiblat. Pengabdian yang dikemas dalam bentuk pelatihan ini dibagi dalam 3 sesi yaitu Pemberian materi tentang Fiqih arah Kiblat, Problematika Arah Kiblat di Indonesia dan dilanjutkan dengan praktek penggunaan alat pengukur arah kiblat Istiwa’Aini dan Kompas. Peserta sebanyak 30 orang yang merupakan Imama Masjid Sekecamatan Tombolo Apo yang didampingi oleh seluruh pegawai KUA Tombolo Pao. Dalam kegiatan ini Imam masjid dilatih untuk memahami fiqih arah kiblat sebagai dasar mereka dalam menjawab problematika dimasyarakat tentang pentingnya menghadap ke kiblat dalam hal melaksanakan ibadah (Shalat). Selanjutnya Imam masjid kemudian dibekali dengan praktek penggunaan Alat Istiwa’Aini yang dikolaborasikan dengan Aplikasi Istiwa’Aini.
Pelatihan Pembuatan Gula Merah Cair dan Pemasaran E-Commerce di Desa Tapango Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar
Rufaida, Erty Rospyana;
Asnidar
Belalek Vol. 1 No. 2 (2023): BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/belalek.v1i2.2495
Community Service with the title “Pelatihan Pembuatan Gula Merah Cair dan Pemasaran E-Commerce di Desa Tapango Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar”. This activity is based on the conditions of making brown sugar whose manufacturing and marketing processes are still simple, very simple. Through this community service activity, training will be given on procedures for developing brown sugar products and the online marketing process through e-commerce. Product development is carried out by providing training to the public about processing liquid brown sugar so that the brown sugar they market is not only in simple form, but the product can be further developed and will have an impact on higher selling value (economic value). With a high selling value, it will have an impact on brown sugar sales revenue which will increase. Furthermore, after providing training on how to manage liquid brown sugar until it reaches the stage of packaging the product properly so that the liquid brown sugar is ready to be marketed. After product development, they will also be taught about online marketing strategies through various social media applications such as Facebook and Instagram. Apart from that, there is also online marketing in one of the number one online shop applications in Indonesia, namely the Shopee application. In this way, it is hoped that the brown sugar products they produce will not only be marketed on a local scale but will be able to compete on the national scale market.
Peningkatan Kompetensi Kode Etik dan Etika Profesi bagi Calon Lulusan Mahasiswa ISB Atma Luhur
Septryanti, Ade;
Magdalena, Hilyah;
Irawadi, Syafrul;
Perkasa, Eza Budi
Belalek Vol. 1 No. 2 (2023): BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/belalek.v1i2.2514
Calon lulusan saat ini tidak banyak memiliki kompetensi tentang kode etik dan etika profesi, sehingga sangat sulit sebagai calon lulusan untuk mendapatkan pekerjaan. Selain itu kompetensi dasar seperti kode etik dan etika profesi sangat dibutuhkan bagi calon lulusan agar mereka bisa menerapkan ilmu tersebut ditempat kerja. Tujuan kegiatan ini memberikan bekal ilmu bagi calon lulusan mahasiswa ISB Atma luhur guna meningkatkan mutu, profesionalisme, dan soft skills agar dapat diterapkan ditempat mereka bekerja. Metode pelaksanaan peltihan ini menggunakan metode pelatihan ceramah, metode pelatihan daring dan metode tanya jawab. Kegiatan tersebut dapat membuka fikiran calon lulusan betapa pentingnya penerapan kode etik dan etika profesi yang dibutuhkan untuk mendapatkan nilai tambah ditempat kerja.
Peran Kepala Sekolah dalam Mengambil Keputusan Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTs Ma’arif Curug Cijulang
Nupusiah, Ulpah;
Aziz, Arif Rahman
Belalek Vol. 2 No. 1 (2024): BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/belalek.v2i1.2778
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam mengambil keputusan untuk meningkatkan mutu pendidikan studi kasus MTs Ma’arif Curug Cijulang. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakasek kesiswaan, guru dan staf. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah MTs Ma’arif Curug Cijulang yaitu dengan cara: mendefenisikan masalah, menganalisis masalah, mengembangkan alternatif solusi, memutusan alternatif, pengimplementasian serta evaluasi. Dan juga kepala sekolah mendorong para guru-guru untuk selalu aktif dan kreatif dalam setiap pengambilan keputusan guna menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam peningkatan mutu pendidikan di lembaga tersebut. (2) Partisipasi yang dilakukan oleh kepala sekolah MTs Ma’arif Curug Cijulang ialah dengan mengikutsertakan: yayasan, para dewan guru beserta staff tata usaha dalam pengambilan keputusan. Untuk melaksanakan partisipasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan musyawarah dan meminta tanggapan. Hal ini agar menumbuhkan rasa tanggung jawab yang lebih besar dalam melaksanakan keputusan- keputusan tersebut dan merasakan keadilan serta merasa keadilan serta merasa dihargai. Dalam hal pelaksanaan agar berjalan efektif kepala sekolah MTs Ma’arif Curug Cijulang membuat Reward dan Punishment. (3) Evaluasi pelaksanaan keputusan yang dilakukan oleh kepala sekolah MTs Ma’arif Curug Cijulang dilaksanakan oleh seluruh komponen yang ada dalam lembaga tersebut dan yang bertanggung jawab dalam pengevaluasian keputusan yaitu semua pihak yang terkait dalam melaksanakan keputusan tersebut dan pengevaluasian juga bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana dampak dari keputusan tersebut. Berdasarkan hal tersebut pengevaluasian di MTs Ma’arif Curug Cijulang sangat efektif karena pengevaluasian dilakukan dengan kerja sama dengan semua staf terkait.
Pendampingan Penerapan dan Pengembangan Program Pendidikan Anak Usia Dini pada Lembaga PAUD di Daerah Kabupaten Sambas
Multahada, Asyruni
Belalek Vol. 2 No. 1 (2024): BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/belalek.v2i1.3040
Kegiatan “Pendampingan Penerapan dan Pengembangan Program Pendidikan Anak Usia Dini pada Lembaga PAUD di Daerah Kabupaten Sambas” bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan dan mengembangkan program pendidikan anak usia dini di Lembaga PAUD serta meningkatkan mutu lembaga PAUD di daerah Kabupaten Sambas. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini, yakni: 1) Tahapan dalam merancang program dimulai dari pembagian tim, pemberian materi, menganalisis masalah, menentukan program dan presentasi program; 2) Pelaksanaan program pendidikan anak usia dini dilakukan dalam 3 tahap. Setiap tahapan selalu dilakukan pelaporan program, evaluasi dan tindak lanjut kegiatan. Kegiatan pengabdian ini juga diupload ke media sosial Facebook sebagai bahan pembelajaran kepada guru-guru lain; dan 3) Implikasi kegiatan ini diantaranya adalah peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan dan mengembangkan program pendidikan anak usia dini serta peningkatan mutu pendidikan pada lembaga PAUD di daerah Kabupaten Sambas.
Halal Certification Guarantee for Culinary Business Actors in Sambas Regency
Firmansyah, Yuman;
Muhammad Amin, Abdul Rauf;
Muthiadin, Cut
Belalek Vol. 2 No. 1 (2024): BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/belalek.v2i1.3136
This article discusses the opportunities for implementing halal certification to increase their economic growth. It is said that new opportunities for business actors who are benchmarks are the guarantee of halalness of products sold to consumers in attracting the business opportunities they are undergoing. Therefore, the Sambas Regency Government is always optimal and strives to develop the halal food and beverage industry in each region in order to encourage the growth of the halal industry for culinary business actors. In implementing the acceleration of the implementation of halal standards where one of the things needed is halal products, article 4 states that halal certification of a product is mandatory. To support one of the developments of the halal industry, an in-depth study is needed in this study to find out the extent of application in providing halal product assurance through halal certification for MSME food and beverage products in Sambas district. The research method used is a descriptive qualitative approach research method. Based on the results of observations that show that superior food and beverage products, culinary business actors have great potential in realizing halal product guarantees so that they have optimal potential and are found to be quite strategic and appropriate in realizing the design of the halal food and beverage industry.
Mekanisme Pengusulan dan Penetapan Propemperda di Tingkat Legislatif dan Eksekutif dalam Pelaksanaan Keputusan DPRD Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Sambas Tahun 2021
Nadia, Nadia
Belalek Vol. 2 No. 1 (2024): BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/belalek.v2i1.3180
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pengusulan dan penetapan propemperda di tingkat legislatif maupun eksekutif dalam pelaksanaan Keputusan DPRD Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Sambas Tahun 2021.Fokus masalah dalam penelitian ini bagaimana mekanisme pengusulan dan penetapan Propemperda di tingkat Legislatif maupun Eksekutif dalam pelaksanaan Keputusan DPRD Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Sambas Tahun 2021.Jenis penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang melakukan pengamatan tentang fenomena dalam suatu keadaan ilmiah untuk menelaah penelitian. Penggunaan penelitian kualitatif bertujuan untuk menjalankan fenomena melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya. Pendekatan empiris merupakan pendekatan dalam meneliti hukum sebagai obyek penelitiannya tidak hanya dipandang sebagai disiplin yang preskriptif dan terapan belaka, tetapi juga empirical atau kenyataan hukum. Untuk memperoleh data, menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian Mekanisme pengajuan Propemperda oleh Bupati yaitu dimana Bupati menugaskan pimpinan perangkat daerah dalam penyusunan propemperda si lingkungan Pemerintah. Penyusunan propemperda dikoordinasikan oleh Bagian Hukum, dan dapat mengikutsertakan instansi vertikal terkait. Hasil penyusunan Propemperda diajukan oleh Bagian Hukum kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Selanjutnya Bupati menyampaikan hasil penyusunan Propemperda di lingkungan Pemerintah Kabupaten kepada Bapemperda melalui Pimpinan DPRD Kabupaten.
Implementasi Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sambas dalam Mewujudkan Aparatur yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
Harista, Fajar
Belalek Vol. 2 No. 1 (2024): BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/belalek.v2i1.3186
DPRD Kabupaten Sambas sudah beberapa kali dalam melakukan pengawasan dalam mewujudkan aparatur pemerintah yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Adapun fokus masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana implementasi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah terhadap pemerintah daerah yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan konteks melalui pengumpulan data dari lapangan serta berinteraksi secara langsung dengan para informan dan Pendekatan Normatif Empiris. Sumber data penelitian berasal dari wawancara kepada anggota DPRD Kabupaten Sambas. Teknik analisis data berupa Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa implementasi pengawasan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah pengawasan 4 kali dari BPK, dan pengawasan melalui degitalisasi pihak KPK. Kedua Kendala yang dihadapi yaitu ialah tidak ada keterbukaan terkait dengan pengawasan sehingga akan mempersulit dalam mengumpulkan data-data.
Kebijakan Pemerintahan Desa Lela dalam Percepatan Penurunan Stunting Berbasis Otonomi Desa
Fitriani, Cici
Belalek Vol. 2 No. 2 (2024): BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/belalek.v2i2.3647
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka stunting di Desa Lela yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Data menunjukkan jumlah balita stunting sebanyak 74 orang pada tahun 2020, meningkat menjadi 78 pada 2021, dan mencapai 83 pada 2023. Meskipun telah dilaksanakan program percepatan penurunan stunting oleh pemerintah desa, angka tersebut menunjukkan tren peningkatan. Hal ini menandakan perlunya evaluasi terhadap efektivitas kebijakan yang diterapkan serta pentingnya pendekatan berbasis otonomi desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebijakan pemerintah desa dalam percepatan penurunan stunting dan sejauh mana efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dengan pihak terkait seperti Kepala Desa, Ketua BPD, petugas Posyandu, TPPS, serta masyarakat, dan dokumentasi dari Puskesmas Sekura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan percepatan penurunan stunting di Desa Lela belum efektif. Penyebab utamanya adalah belum optimalnya program yang dilaksanakan serta tantangan dalam mengubah pola pikir dan pola asuh masyarakat terkait kesehatan anak. Diperlukan kebijakan yang lebih kuat, seperti penerbitan peraturan desa (perdes) tentang stunting, agar upaya penanganan dapat dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Desa Lela.
Implementasi Peraturan Bupati mengenai Pengelolaan Sampah di Kecamatan Tekarang
Munandar, Aris
Belalek Vol. 2 No. 2 (2024): BELALEK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal of Community Services)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/belalek.v2i2.3648
Penelitian ini membahas implementasi Peraturan Bupati Sambas Nomor 69 Tahun 2018 tentang Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Sambas Nomor 69 Tahun 2018 tentang Kebijakan Dan Strategi Kabupaten Sambas Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga Tahun 2018-2025 di Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas. Latar belakang penelitian ini adalah belum optimalnya pengelolaan sampah di wilayah tersebut, yang mendorong peneliti untuk menelaah lebih lanjut mengenai efektivitas pelaksanaan regulasi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi peraturan tersebut serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif empiris. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan Camat Tekarang dan pejabat seksi kebersihan, sedangkan data sekunder berasal dari literatur, jurnal, dan peraturan perundang-undangan terkait. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Perbup No. 69 Tahun 2018 di Kecamatan Tekarang berjalan cukup baik. Pemerintah kecamatan telah berupaya melaksanakan peraturan secara aktif, termasuk mengajak partisipasi masyarakat melalui RT/RW dan kepala desa dalam menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari pembuangan sampah sembarangan, termasuk ke sungai dan parit. Faktor pendukung utama adalah tingginya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri. Namun demikian, faktor penghambat yang signifikan adalah keterbatasan sarana dan prasarana, terutama kurangnya fasilitas pendukung dan kendaraan pengangkut sampah yang menyebabkan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) belum maksimal.