cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny.“U”Umur 29 Tahun G3P1IUFD 1XA0 Marjini; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care is a programme to improve the provision of continuous midwifery services carried out by midwives. Countinuity of care is a service that is achieved when there is a continuous relationship between a woman and a midwife. Continuous care related to health professionals, midwifery services are carried out from preconception, early pregnancy, during all trimesters, birth, to the first 6 weeks post partum. The goal is to help accelerate efforts to reduce MMR (Legawati, 2018). In order to accelerate the achievement of targets to reduce maternal mortality and infant mortality, Indonesia has a programme that has focused on continuity of care. Continuity of care in Indonesian can be interpreted as continuous care starting from pregnancy, childbirth, newborn care, post partum care, neonate care and quality family planning services which, when implemented in full, have proven to have high leverage in reducing mortality and morbidity rates that have been planned by the government (Diana, 2017Based on this description, the author conducts midwifery care entitled ‘Midwifery Care in Continuity of Care on Mrs. U at PMB Marjini’ Wonorejo Village, Pringapus District, Semarang Regency. U at PMB Marjini’ Wonorejo Village, Pringapus District, Semarang Regency, where the patient routinely does ANC at PMB Marjini Wonorejo Village, Pringapus District The method used is descriptive, data collection techniques use secondary data and primary data.  After conducting care and providing comprehensive midwifery care starting from Pregnant Women, Maternity, Postpartum, and Infants the results are normal pregnancy, normal delivery, normal babies, and have received family planning services. There is no gap between theory and case in Comprehensive midwifery care on Mrs U and By.Mrs U at PMB marjini Wonorejo Pringapus Village.   Abstrak Continuity of Care merupakan program peningkatan pemberian pelayanan kebidanan secara kontinyu yang dilaksanakan oleh Bidan. Countinuity of care adalah pelayanan yang di capai ketika terjalin hubungan yang terus menerus antara seseorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan yang berkaitan dengan tenaga professional kesehatan, pelayanan kebidanan dilakukan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran, sampai 6 minggu pertama post partum. Tujuannya adalah untuk membantu upaya percepatan penurunan AKI (Legawati, 2018). Dalam rangka mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Indonesia memiliki program yang sudah terfokus pada pelayanan kebidanan yang berkesinambungan (Continuity of Care). Continuity of care dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai perawatan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, asuhan bayi baru lahir, asuhan post partum, asuhan neonatus dan pelayanan KB yang berkualitas yang apabila dilaksanakan secara lengkap terbukti mempunyai daya ungkit yang tinggi dalam menurunkan angka mortalitas dan morbiditas yang sudah direncanakan oleh pemerintah (Diana, 2017). Berdasarkan uraian tersebut, penulis melakukan asuhan kebidanan yang berjudul “Asuhan Kebidanan Secara Continuity of Care pada Ny.U Di PMB Marjini” Desa Wonorejo kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, pasien tersebut secara rutin melakukan ANC di PMB Marjini Desa Wonorejo Kecamatan Pringapus. Metode yang digunakan  adalah  deskriptif,  teknik  Pengumpulan  data mengunakan  data  sekunder  dan  data  primer.  Setelah melakukan  asuhan  dan  memberikan  asuhan  kebidanan secara  Komprehensif  mulai  dari  Ibu  Hamil, Bersalin, Nifas,dan Bayi hasilnya adalah  hamil dengan Resiko tinggi,namun bersalin dengan normal,di RSGS Ungaran  bayi normal, dan ibu telah mendapatkan pelayanan  KB di RSGS Ungaran. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny. U dan By.Ny.U di PMB marjini Desa Wonorejo Pringapus. 
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny.E G2P1A0 Umur 30th di TPMB Ruliyah Ruliyah; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Article History Submitted, Accepted, Published,  Continuity of care (CoC) is a service that is achieved when there is an ongoing relationship between a woman and a midwife. Continuing care relates to the quality of service over time which requires a continuous relationship between patients and health professionals. Obstetric services should be provided from preconception, early pregnancy, during all trimesters, birth and delivery up to the first six weeks postpartum which can reduce numbers Maternal and infant mortality affects the health status of a nation. The aim of providing comprehensive midwifery care to Mrs E (Continuity of Care) includes pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates up to family planning. In this research method, the author used a data collection method, namely using interviews, observation with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination and this research began in February - August2024, the research instrument used SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) on Mrs E from pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates, it was found that Mrs. E, 30 years old, G2P1A0, 39 weeks of gestation, no problems were found, gave birth to Mrs. E was carried out at Puri Asih General Hospital. The postpartum period was normal, there was no bleeding, uterine contractions were good, lochea rubra, perineal abrasions, the mother received vitamin A. In the newborn the results of the anthropometric examination were normal. Mrs. E decided to use contraceptive injections for 3 months.   Abstrak Continuity of care (CoC) adalah pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus-menerus antara seorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan kualitas pelayanan dari waktu kewaktu yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dengan tenaga profesional kesehatan. Layanan kebidanan harus disediakan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran dan melahirkan sampai enam mingggu pertama postpartum yang dapat menurunkan Angka Kematian Ibu dan bayi untuk derajat kesehatan suatu bangsa. Tujuan memberikan asuhan kebidanan Pada Ny E secara Komperehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sampai KB. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak bulan Februari – Agustus 2024 instrumen penelitian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komperehensif (Continuity Of Care) pada Ny E dari kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus didapatkan Ny. E usia 30 Tahun G2P1A0 usia kehamilan 39 minggu tidak ditemukan masalah, Persalinan pada Ny. E dilakukan di Rumah Sakit Umum Puri Asih. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal. Ny. E memutuskan menggunakan KB Suntik 3 bulan.   
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. I G2P1A0 Umur 31 Tahun Persalinan dengan Counterpressure di Wilayah Puskesmas Sumowono Suryani; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COC to monitor and detect possible complications for the mother and baby from pregnancy to using contraceptives. The author is interested in providing COC Midwifery Care for Mrs. I G2P1A0 Age 31 Years in the Sumowono Community Health Center Working Area. The method used is a case study. Held from 20 July to 18 September 2024. The subjects used were pregnant women in the third trimester. Methods and Techniques for collecting data through interviews, observation and physical examination. The results of care for pregnant women found maternal discomfort in the form of Braxton Hicks contractions and back pain. The focus of care explains that this is normal for pregnant women in the third trimester, providing a sense of comfort and preparation for the birthing process. Mrs. I's labor care entered the 1st, II, III and IV stages of labor, with labor pain in the 1st stage. The focus of care in the 1st stage was to provide support for the labor process, and care to reduce labor pain, namely couterpressure. BBL care found no problems. The focus of care is keeping the baby warm, teaching the correct way to breastfeed, detecting danger signs for the baby and caring for the baby at home. The care of postpartum mothers is monitored by KF1, KF2, KF3, and KF4. During monitoring, problems with complaints of pain and poor breast milk were found, the focus of care was providing IEC for perineal wound pain, care for perineal suture wounds and efforts to facilitate breast milk with counseling on nutritious foods and oxytocin massage. At 5 weeks postpartum, contraceptive counseling was given and the mother chose 3-month injectable birth control. There is no gap between theory and fact. The conclusions and suggestions obtained are that in midwifery care for pregnancy, childbirth, BBL, and postpartum, the results were in accordance with the staff's expectations, the patient was cooperative and responded well, so that it proceeded normally (physiologically) and smoothly. Abstrak COC untuk memantau dan mendeteksi kemungkinan timbulnya komplikasi ibu dan bayi dari kehamilan sampai menggunakan alat kontrasepsi. Penulis tertarik melakukan Asuhan Kebidanan COC pada Ny. I G2P1A0 Umur 31 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono. Metode yang digunakan adalah Study penelaahan kasus (Case Study). Dilaksanakan tanggal 20 Juli-18 September 2024. Subyek yang digunakan ibu hamil trimester III. Metode dan Teknik Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil Asuhan pada ibu hamil ditemukan ketidaknyamanan ibu berupa kontraksi Braxton hicks dan nyeri punggung. Focus asuhan menjelaskan hal tersebut normal terjadi pada ibu hamil trimester III, memberikan rasa nyaman, dan persiapan menghadapi proses persalinan. Asuhan persalinan Ny.I memasuki persalinan kala 1, II,III dan IV, dengan nyeri persalinan pada kala 1. Focus asuhan pada kala 1 yaitu memberikan dukungan proses persalinan, dan asuhan mengurangi nyeri persalinan yaitu couterpressure. Asuhan BBL tidak ditemukan masalah. Focus asuhan menjaga kehangatan bayi, mengajari cara menyusui yang benar, mendeteksi tanda bahaya bayi dan perawatan bayi di rumah. Asuhan ibu nifas dilakukan pemantauan KF1, KF2, KF3, dan KF4. Selama pemantauan ditemukan masalah keluhan nyeri dan ASI kurang lancar, focus asuhan memberikan KIE nyeri luka perineum, perawatan luka jahitan perineum dan upaya memperlancar ASI dengan konseling makanan bergizi. Pada 5 minggu postpartum diberikan konseling alat kontrasepsi dan ibu memilih KB suntik 3 bulan. Tidak ada kesenjangan antara teori dan fakta. Kesimpulan dan saran yang diperoleh yaitu pada asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, BBL, dan nifas didapatkan hasil sesuai dengan harapan petugas, pasien kooperatif dan memberi respon yang baik, sehingga berlangsung normal (fisiologis) dan lancar.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. T Umur 37 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Mekar Sari Ari Budiawati; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the main indicator for a country in assessing the level of health services for pregnant, labor, and postpartum is Maternal Mortality Rate (MMR).  Efforts to accelerate the reduction of MMR are ensure that every mother is able to access quality health services, such as maternal health services, delivery assistance by trained health workers in health care facilities, postnatal care for mothers and babies special care and referrals in the event of complications and familly planning services including postnatal famliy planning. Continuity of care (COC) is a service that is achieved when there is a continuous relationship between a womand and a midwife. Continuing care related to health professionals, midwifery services start from preconception, early pregnancy, during all trimesters, labor and childbirth until the first 6 weeks postpartum.The purpose of this case study is give comprehensive midwifery care from pregnancy to family planning for Mrs. T 37 years old G1P0A0 at Mekar Sari Public Health Center. The method used is case study, the sampling use is pregnant woman in third trimester which is followed from pregnancy, childbirth, newborn, postpartum and familly planing. Instruments used for data collection using the midwifery care format for pregnant women and SOAP method for progress data. Data collection techniques is interview, observation and checkup. Results of care for Mrs. T 37 years old G1P0A0 start from pregnancy, childbirth newborn, postpartum and the mother choose to used  IUD. The conclusion is comprehensive midwifery care for Mrs. T 27 years old start from pregnancy, childbirth, newborn, postpartum and familly planing was normal without any complication.   Abstrak Salah satu indikator utama suatu negara dalam menilai tingkat pelayanan kesehatan pada ibu hamil, melahirkan dan nifas adalah Angka Kematian Ibu. Upaya percepatan penurunan AKI dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan keluarga berencana (KB) termasuk KB pasca persalinan. Asuhan kebidanan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) merupakan pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terusmenerus antara seorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan tenaga profesional kesehatan, pelayanan kebidanan dilakukan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran dan melahirkan sampai 6 minggu pertama postpartum. Tujuan dari studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif dari masa kehamilan hingga keluarga berencana pada Ny. T umur 37 tahun G1P0A0 di Puskesmas Mekar Sari. Metode yg digunakan adalah studi kasus, sampel yg digunakan adalah ibu hamil trimester III yang diikuti dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dan metode SOAP untuk data perkembangan. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan pemeriksaan. Hasil asuhan yang diberikan pada Ny. T umur 37 tahun G1P0A0 mulai asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan ibu memilih alat kontrasepsi IUD. Kesimpulan dalam asuhan kebidanan komprehensif yang dilakukan pada Ny. T umur 37 tahun G1P0A0 dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana berlangsung normal tanpa ada komplikasi.   
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “D” Usia 31 Tahun di PMB Ambarwati Ambarwati Rukmini; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection activities to overcome morbidity and The death of mothers, babies and toddlers can be done by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) which starts from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide midwifery care to Mrs. D comprehensively and continuously starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in March-September 2024. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found, namely the mother experiencing nausea, vomiting and back pain, given warm ginger water care to reduce nausea and vomiting and the gymball method to reduce pain. During labor, the mother was given gymball method care to speed up the duration of the first stage and reduce labor pain. During postpartum care, the mother said that her breast milk production was low and was given oxytocin massage care. During newborn care, all were obtained within normal limits. While in the care of Mrs. D's family planning using contraceptive injections after the baby was born, it is expected that health workers will always provide education to improve mothers' knowledge in dealing with pregnancy to family planning.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. D secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-September 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami mual muntah dan nyeri punggung, diberikan asuhan air jahe hangat untuk mengurangi mual muntah dan metode gymball untuk mengurangi nyeri. Pada saat persalinan ibu diberikan asuhan metode gymball untuk mempercepat lama kala I dan mengurangi nyeri persalinan. Pada asuhan nifas ibu mengatakan produksi ASI sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal. Sedangkan pada asuhan KB Ny. D menggunakan KB suntik setelah bayi lahir, Diharapkan untuk tenaga kesehatan selalu melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam mengahadapi kehamilan sampai KB.   
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. A Usia 35 Tahun G4P3A0 di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Balikpapan Tahun 2024 Putri, Nabilla Tiara; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The success of maternal health efforts can be seen, among other things, from the Maternal Mortality Rate (MMR) indicator. According to data from the World Health Organization (WHO), MMR in low-income countries in 2020 was 430 per 100,000 live births. According to data from the Indonesian Ministry of Health, MMR in 2022 will be 183 per 100,000 live births.  This figure is still far from the Sustainable Development Goals (SDGs) target set by the World Health Organization (WHO), namely 70 per 100,000 live births. There were 741 cases of bleeding, 232 cases of heart disease, and 1,504 cases of other causes (Ministry of Health, 2022). The aim of the case study is to provide comprehensive midwifery care for pregnant, maternity, postpartum, BBL, neonate and family planning women for Mrs. A in the Balikpapan City Community Health Center Work Area. The method used was a case study approach to midwifery care, namely SOAP (Subjective, Objective, Analysis and Management) for Mrs. A G4P3A0 from pregnant women to family planning services, most of the care has been provided in accordance with midwifery care standards.   Abstrak Keberhasilan upaya kesehatan ibu, diantaranya dapat dilihat dari indikator Angka Kematian Ibu (AKI). Menurut data World Health Organization (WHO), AKI di negara-negara bependapatan rendah pada tahun 2020 adalah 430 per 100.000 kelahiran hidup. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, AKI pada tahun 2022 adalah 183 per 100.000 kelahiran hidup.  Angka ini masih jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan oleh World Health Organizations (WHO) yaitu 70 per 100.000 kelahiran hidup. Kasus perdarahan sebanyak 741 kasus, jantung sebanyak 232 kasus, dan penyebab lain lain sebanyak 1.504 kasus  (Kemenkes , 2022). Tujuan dari Studi kasus untuk melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL, nenonatus dan KB pada Ny.A di Wilayah Kerja Pusksmas Kota Balikpapan. Metode yang digunakan dengan pendekatan studi kasus asuhan kebidanan yaitu SOAP (Subjektif, Objektif, Analisa dan Penatalaksanaan) pada Ny.A pada tanggal 16 Agustus 2024 – 06 November 2024. Hasil Asuhan yang dilakukan pada Ny. A G4P3A0 dari ibu hamil sampai pelayanan keluarga berencana sebagian besar asuhan telah di berikan sesuai dengan standar asuhan kebidanan.   
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “R” Umur 20 Tahun di PMB Sri Widyaningsih Widyaningsih, Sri; Risma Alviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal mortality and morbidity are still serious health problems in developing countries and are used as indicators of the success of a country's health service system. Efforts that can be made to reduce maternal mortality and infant mortality can be done by ensuring that every mother and baby receives quality comprehensive midwifery care, such as maternal health services with integrated ANC, delivery assistance by trained health workers in health service facilities. , post-natal care for mothers and babies, special care and referrals if complications occur, and family planning services including post-natal family planning. Labor pain can be controlled with 2 methods, namely pharmacological and non-pharmacological. The effleurage massage technique is one way to reduce pain in birthing mothers non-pharmacologically. Effleurage Massage produces impulses which are sent via large nerve fibers on the surface of the skin, these large nerve fibers will close the pain message gate so that the brain does not receive pain messages because they have been blocked by skin stimulation and with this massage technique it can activate endhorpine compounds located in the skin. spinal nerve cells and the brain synapse, so that the transmission of pain messages can be inhibited, as a result the perception of pain will change. Apart from relieving pain, this technique can also reduce muscle tension and increase blood circulation in painful areas (Yuliatun, 2008). The method in this research is a case study. Where to get direct patient information based on Continuity of Care for pregnant women, childbirth, newborns, postpartum and family planning. Through a variety and SOAP approach. Based on the results of studies that have been carried out from pregnancy to the family planning phase. The results showed that midwifery care for Mrs. L during pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning was in accordance with theory and it was found that there were no gaps with theory. Comprehensive care has been provided for Mrs. L Age 31 years from pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning, the results showed that the management was in accordance with theory and facts.   Abstrak Kematian dan kesakitan ibu masih merupakan masalah kesehatan yang serius di negara berkembang dan dijadikan sebagai salah satu indikator keberhasilan sistem pelayanan kesehatan suatu negara. Upaya yang dapat dilakukan untuk menangani penurunan Angka Kematian Ibu dan angka kematian bayi dapat dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu dan bayi mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil dengan ANC terpadu, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan Keluarga Berencana termasuk KB pasca persalinan. Nyeri persalinan dapat dikendalikan dengan 2 metode yaitu farmakologis dan non farmakologis. Teknik Massage effleurage merupakan salah satu cara untuk mengurangi rasa nyeri pada ibu bersalin secara non farmakologis. Massage Effleurage menghasilkan impuls yang di kirim lewat serabut saraf besar yang berada dipermukaan kulit, serabut saraf besar ini akan menutup gerbang pesan nyeri sehingga otak tidak menerima pesan nyeri karena sudah di blokir oleh stimulasi kulit dan dengan teknik massage ini dapat mengaktifkan senyawa endhorpin yang berada di sinaps sel-sel saraf tulang belakang dan otak, sehingga tranmisi dari pesan nyeri dapat dihambat, akibatnya persepsi nyeri akan berubah. Selain meredakan nyeri, teknik ini juga dapat mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah diarea yang terasa nyeri (Yuliatun, 2008). Metode dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Dimana mendapatkan informasi pasien secara langsung dengan berbasis Continuity of Care pada ibu hamil, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB. Melalui pendekatan secara varney dan SOAP. Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan mulai dari kehamilan sampai fase KB. Didapatkan hasil bahwa asuhan keidanan pada Ny.R ,selama hamil, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan KB sesuai dengan teori dan didapatkan tidak ada kesenjangan dengan teori. Telah dilakukan asuhan secara komprehensif pada Ny. R  Umur 20 Tahun dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan KB didapatkan hasil bahwa penatalaksanaan sesuai secara teori dan fakta.   
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. Y Umur 23 Tahun G1P0A0 di Rumah Sakit Balikpapan Baru Putri, Septiani Dewi; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate (AKI) and Infant Mortality Rate (AKB) are the main indicators of the success of maternal and infant health services. In order to reduce this number, continuous obstetric services or Continuity of Care (COC) is an important approach that includes pregnancy care, childbirth, postpartum, newborns, and family planning. This study aims to provide comprehensive obstetric care to Mrs. Y, 23 years old, at Balikpapan Baru Hospital, using a descriptive method through a case study. Data was obtained from interviews, observations, and simple physical and laboratory examinations. The results showed that pregnancy care was carried out eight visits, including the provision of nutrition education and danger signs in the third trimester. In normal childbirth, Mrs. Y went through a physiological process from stage I to stage IV without complications. The postpartum period is handled with four visits, involving education about nutrition, wound care, and contraceptive preparation. Newborn care is provided through vital monitoring, immunization, and education to mothers about exclusive breastfeeding. For family planning, Mrs. Y chooses a hormone-free contraceptive method based on counseling. All care is carried out in accordance with national health service standards and relevant midwifery theories. Comprehensive interventions have successfully improved client understanding and adherence to health recommendations, supporting a reduced risk of complications in mothers and babies. This study emphasizes the importance of implementing COC in improving the quality of midwifery services and reducing maternal and infant mortality. It is hoped that the implementation of COC can continue to be improved by health workers through training and the provision of adequate facilities.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama keberhasilan pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Dalam rangka menurunkan angka ini, pelayanan kebidanan berkelanjutan atau Continuity of Care (COC) menjadi pendekatan penting yang meliputi asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif kepada Ny. Y, usia 23 tahun, di RS Balikpapan Baru, menggunakan metode deskriptif melalui studi kasus. Data diperoleh dari wawancara, observasi, serta pemeriksaan fisik dan laboratorium sederhana.Hasil menunjukkan asuhan kehamilan dilakukan delapan kali kunjungan, meliputi pemberian edukasi gizi dan tanda bahaya trimester ketiga. Pada persalinan normal, Ny. Y melalui proses fisiologis dari kala I hingga kala IV tanpa komplikasi. Masa nifas ditangani dengan kunjungan empat kali, melibatkan edukasi tentang nutrisi, perawatan luka, dan persiapan kontrasepsi. Asuhan bayi baru lahir diberikan melalui pemantauan vital, imunisasi, dan edukasi kepada ibu mengenai pemberian ASI eksklusif. Untuk keluarga berencana, Ny. Y memilih metode kontrasepsi tanpa hormon berdasarkan konseling.Keseluruhan asuhan dilakukan sesuai standar pelayanan kesehatan nasional dan teori kebidanan yang relevan. Intervensi yang komprehensif berhasil meningkatkan pemahaman dan kepatuhan klien terhadap rekomendasi kesehatan, mendukung penurunan risiko komplikasi pada ibu dan bayi. Studi ini menekankan pentingnya pelaksanaan COC dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan mengurangi mortalitas ibu dan bayi. Diharapkan implementasi COC dapat terus ditingkatkan oleh tenaga kesehatan melalui pelatihan dan penyediaan sarana yang memadai.   
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. D Usia 34 Tahun di Puskesmas Gedangan Soesilowati, Peni; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (CoC) is a service that is achieved when there is an ongoing relationship between a woman and a midwife. Continuing care relates to the quality of service over time which requires a continuous relationship between patients and health professionals. Obstetric services should be provided from preconception, early pregnancy, during all trimesters, birth and delivery up to the first six weeks postpartum which can reduce maternal and infant mortality rates for the health status of a nation. The aim of providing comprehensive midwifery care to Mrs D (Continuity of Care) includes pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates up to family planning. In this research method, the author used a data collection method, namely using interviews, observation with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination and this research started from Maret 15 2024 to July 3 2024, the research instrument used SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) on Mrs F from pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates, it was found that Mrs. D 34 years old G1P0A0 39 weeks 2 days pregnant normally, gave birth to Mrs. D is carried out at the Community Health Center. The postpartum period progressed with problems with breast milk dams, no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, perineal abrasions, the mother received vitamin A. In newborns the results of anthropometric examinations were normal. Mrs. D decided to use contraceptive injections for 3 months.   Abstrak Article History Submitted, Accepted, Published, Abstrak Continuity of care (CoC) adalah pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus-menerus antara seorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan kualitas pelayanan dari waktu kewaktu yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dengan tenaga profesional kesehatan. Layanan kebidanan harus disediakan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran dan melahirkan sampai enam mingggu pertama postpartum yang dapat menurunkan Angka Kematian Ibu dan bayi untuk derajat kesehatan suatu bangsa. Keywords: Midwifery Care, Comprehensive Normal Kata Kunci: Asuhan Kebidanan, Komprehensif Tujuan memberikan asuhan kebidanan Pada Ny D secara Komperehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sampai KB. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak bulan 15 Maret 2024 sampai dengan 3 Juli 2024 instrumen               penelitian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komperehensif (Continuity Of Care) pada Ny F dari kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus didapatkan Ny. D Umur 34 tahun G1P0A0 hamil 39 minggu 2 hari dengan normal , Persalinan pada Ny. D   dilakukan di Puskesmas. Masa nifas berlangsung dengan masalah bendungan ASI, tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal. Ny. D memutuskan menggunakan KB Suntik 3 bulan.   
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Normal pada Ny. R G2P1A0 Umur 28 Tahun di Puskesmas Lerep Cicilia Suwarti; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal mortality rate (MMR) in Indonesia is still relatively high when compared to other ASEAN countries. So that health education institutions both State Higher Education and Private Higher Education, through the OSOC (One Student One Client) program which can later be upgraded to OTOC (One Team One Commonity). The OSOC (One Student One Client) Program is an ongoing mentoring program from pregnancy to 42 days of the puerperium. This research method is a type of descriptive research which is a case study. The results showed that obstetric care of pregnancy in Ny.There are no abnormal complaints. Birth obstetric care in Ny.It went well for Mrs. R had a atterm pregnancy,  and she decides go to hospital so the care given was by making a referral to the hospital. On obstetric care By.Mrs.R found no complications and there is no gap between theory and practice. Puerperal midwifery care, during the visit there were no complications, the client applied exclusive breastfeeding and there was no gap between theory and practice. Family planning obstetric care, clients are already using injectable birth control. It is expected that health workers continue to play an active role in providing quality obstetric services to patients, especially in maternal midwifery care from pregnancy to the puerperium by adhering to the standard of midwifery services by constantly developing their knowledge and being more applicable and in accordance with the patient's condition so as to reduce the increase in AKI and AKB in Indonesia.   Abstrak Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi apabila dibandingkan dengan negara – negara ASEAN lainnya. Sehingga Institusi Pendidikan Kesehatan baik Pendidikan Tinggi Negri mapun Pendidikan Tinggi Swasta, melalui program OSOC (One Student One Client) yang nantinya dapat ditingkatkan menjadi OTOC (One Tim One Commonity). Program OSOC (One Student One Client) merupakan program pendampingan secara berkelanjutan sejak hamil hingga 42 hari masa nifas. Metode penelitian ini berjenis penelitian deskriptif yang merupakan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asuhan kebidanan kehamilan pada Ny.R tidak terdapat keluhan yang bersifat abnormal. Asuhan kebidanan persalinan pada Ny.R berjalan dengan baik, dikarenakan Ny.R mengalami kehamilan atterm, dan memutuskan pergi ke Rumah Sakit, maka asuhan yang diberikan yaitu dengan melakukan rujukan ke RS. Pada asuhan kebidanan By.Ny.R tidak ditemukan komplikasi dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan praktek. Asuhan kebidanan nifas, selama kunjungan tidak ditemukan komplikasi-komplikasi, klien menerapkan ASI Eksklusif  dan tidak ada kesenjagan antara teori dan praktek. Asuhan kebidanan keluarga berencana, klien sudah menggunakan KB Suntik. Diharapkan tenaga kesehatan terus berperan aktif dalam memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas kepada pasien terutama dalam asuhan kebidanan ibu dari mulai hamil sampai dengan masa nifas dengan tetap berpegang pada standar pelayanan kebidanan senantiasa mengembangkan ilmu yang dimiliki serta lebih aplikatif dan sesuai dengan keadaan pasien sehingga dapat mengurangi terjadinya peningkatan AKI dan AKB di Indonesia.