cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. M Umur 25 Tahun di Balikpapan Sodiyah; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate and Infant Mortality Rate are one of the indicators of health development in the National Medium Term Development Plan. One effort to reduce MMR and IMR is to provide continuous midwifery care starting from pregnancy, delivery, postpartum. The aim of the research is to provide midwifery care to Mrs. M comprehensively from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and family planning care. The research method used is analytical descriptive observational. The sample was pregnant women in the second trimester, 26 weeks of gestation, G1P0A0, 25 years old. Research time 25 May to 24 August 2024 at RSIA Asih Balikpapan. The research instrument uses the SOAP documentation method and the KIA book. Collection techniques use primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books. During pregnancy care in the second and third trimesters, the mother complained of frequent urination, was given IEC regarding the discomfort of the second and third trimesters of pregnancy, recommended personal hygiene. In the first stage of labor, the mother experienced PROM and was advised to take bed rest. The care provided is to help reduce pain and anxiety during childbirth while reducing medical intervention by providing complementary counter pressure massage therapy. Then a CTG examination was carried out with Fetal Low Variability results, Sectio Ceserea Cito surgery doctor's advice with an indication of 6 hour PROM and Fetal Low Variability, there was a gap in delivery care. During the care of newborns and postpartum babies, no defects or danger signs were found, everything went normally. The mother had used post-placental contraception, then was given IEC after IUD installation. Conclusion From the management, comprehensive care has been provided to the mother through pregnancy, childbirth and postpartum which were physiological without complications   Abstrak Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi  menjadi salah satu indicator dari pembangunan kesehatan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Salah satu upaya untuk menekan AKI dan AKB itu adalah memberikan asuhan kebidanan yang berkesinambungan mulai dari hamil, bersalin, nifas. Tujuan penelitian memberikan Asuhan Kebidanan Pada Ny. M secara komprehensif dari asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif analitik. Sampel adalah ibu hamil trimester II usia kehamilan 26 minggu, G1P0A0 umur 25 tahun. Waktu penelitian  25 Mei sampai 24 Agustus 2024 di RSIA Asih Balikpapan. Instrument penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dan buku KIA. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Pada Asuhan kehamilan di trimester  II dan III ibu mengeluh sering BAK, diberikan KIE mengenai ketidaknyamanan kehamilan trimester II dan III, menganjurkan personal hygiene. Pada persalinan Kala I ibu mengalami KPD  dan menganjurkan untuk  bedrest. Asuhan yang di berikan untuk membantu mengurangi nyeri dan  kecemasan dalam persalinan sekaligus mengurangi intervensi medis dengan memberikan terapi komplementer massage’’Counter Pressure’’. Kemudian dilakukan pemeriksaan CTG dengan hasil Fetal Low Variability, Advis dokter operasi Sectio Ceserea Cito dengan indikasi KPD 6 jam dan Fetal Low Variability, dalam asuhan persalinan terdapat kesenjangan. Pada asuhan bayi baru lahir dan nifas tidak ditemukan adanya cacat serta tanda bahaya, semua berjalan normal. Ibu sudah menggunakan kontrasepsi post plasenta, kemudian di berikan KIE post pemasanga IUD. Kesimpulan Dari penatalaksanaan telah dilakukan asuhan komprehensif pada ibu dari kehamilan, persalinan, dan nifas yang fisiologis tanpa penyulit.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny. F Usia 30 Tahun di RSIA Asih Kota Balikpapan Hidayah, Nurul; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maternal mortality rate has increased from 79 to 168 people. This increase also occurred in infants, from 600 to 702 people (BPS, 2022). Efforts to accelerate the reduction of AKI are carried out by ensuring that every mother is able to access quality health services, one of which is by means of continuous midwifery care (Continuity of Care). COC has been proven to have high leverage in reducing the mortality and morbidity rates that have been planned by the government (Yulivantina and Fadhilah, 2020). The purpose of this care is to provide comprehensive obstetric care (Continuity Of Care) to Mrs. F. The method used in this study is the data collection method, namely using interviews, observations with primary and secondary data through KIA books, physical examinations. This research started from July-September 2024. Documentation of the study using SOAP. Based on the results of a comprehensive case study on Mrs. F, it was found that the problem was 37 weeks and 2 days gestation, namely low back pain, Mrs. F gave birth SC at RSIA Asih on indications of induction failure and the newborn was in good condition, the postpartum period was normal and Mrs. S decided to use IUD. It is hoped that clients can apply the counseling that has been provided during pregnancy, postpartum, newborn, neonatal and family planning visits so that they can provide health benefits to mothers and babies and increase maternal knowledge about pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, neonates and family planning.   Abstrak Angka kematian ibu mengalami peningkatan dari 79 jiwa menjadi 168 jiwa. Peningkatan ini juga terjadi pada bayi yakni dari 600 jiwa menjadi 702 jiwa (BPS, 2022). Upaya percepatan penurunan AKI dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas salah satunya dengan cara pelayanan kebidanan yang berkesinambungan (Continuity of Care). COC secara lengkap terbukti mempunyai daya ungkit yang tinggi dalam menurunkan angka mortalitas dan morbiditas yang sudah direncanakan oleh pemerintah (Yulivantina and Fadhilah, 2020). Tujuan asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komperehensif (Continuity Of Care) pada Ny F. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik. Penelitian ini dimulai sejak bulan Juli-September 2024. Pendokumentasian penelitian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara komperehensif pada Ny.F didapatkan masalah saat usia kehamilan 37 minggu 2 hari yaitu nyeri pinggang, Ny. F bersalin secara SC di RSIA Asih atas indikasi gagal induksi dan bayi baru lahir dalam keadaan baik, masa nifas berlangsung normal dan Ny. S memutuskan menggunakan KB IUD. Diharapkan klien bisa menerapkan konseling yang telah diberikan selama kunjungan hamil, nifas, bayi baru lahir, neonatus, dan KB sehingga dapat memberikan manfaat kesehatan pada ibu dan bayi dan menambah ilmu pengetahuan ibu tentang kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan keluarga berencana.
Edukasi Akupresure Nyeri Haid pada Remaja Fadilah, Amelia Nur; Wahyuni, Sri; Br. Nainggolan, Julita; Donela, Ardenia; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems often felt by female adolescents related to menstruation are dysmenorrhea and premenstrual syndrome. Dysmenorrhea is menstruation accompanied by pain. The impacts caused by dysmenorrhea are pain, abdominal cramps, headaches, discomfort and impaired concentration. One effort to deal with dysmenorrhea pain is to use a non-pharmacological method, namely acupressure. The purpose of this activity is to increase adolescent knowledge about acupressure therapy to reduce menstrual pain. Community Service will be carried out in 3 stages, namely the First Stage is to prepare by collaborating with partners. The Second Stage is to provide counseling on menstrual pain acupressure, using Projector media and teaching menstrual pain acupressure techniques. The Third Stage is to conduct an evaluation by giving post-test questions. From the results of Community Service, it was found that before the counseling, the majority of adolescent knowledge levels were in the poor category, namely 14 people (70%), and after the counseling, the adolescent knowledge level was in the good category, namely 20 people (100%). This shows that there was an increase in adolescent knowledge before and after counseling. It is hoped that health workers can increase health promotion with media that is interesting and easy to understand for teenagers to increase knowledge about reproductive health.   Abstrak Masalah yang sering dirasakan remaja wanita berkaitan dengan menstruasi adalah dismenore dan sindrom premenstruasi. Dismenore yaitu menstruasi yang disertai dengan rasa nyeri. Dampak yang ditimbulkan dari disminore adalah nyeri, kram perut, sakit kepala, ketidaknyamanan dan gangguan kosentrasi. Salah satu upaya untuk menangani nyeri disminore dengan menggunakan metode nonfarmakologi yaitu akupresure. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja mengenai terapi akupresure untuk mengurangi nyeri haid. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua Memberikan penyuluhan mengenai akupresure nyeri haid, menggunakan media ppt dan mengajarkan teknik akupresure nyeri haid. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan soal posttest. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan, sebagian besar tingkat pengetahuan remaja dalam kategori kurang yaitu 14 orang (70%), dan sesudah penyuluhan tingkat pengetahuan remaja dalam kategori baik yaitu 20 orang (100%). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah penyuluhan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan promosi kesehatan dengan media yang menarik dan mudah dipahami kepada remaja untuk meningkatakn pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi.
Edukasi Ibu Hamil Tentang Deteksi Kehamilan Resiko Tinggi Melalui Pemeriksaan Tripel Eliminasi Sasanti, Dewi Ari; Novia Ningrum; Vannes Sukma Dewi; Putri Amelia; Nurlianti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The triple elimination program aims to prevent transmission of HIV, syphilis and hepatitis B from mother to fetus. In 2021, 2,485,430 pregnant women were tested for HIV (50.8%), 799,586 pregnant women were tested for syphilis (16.4%), and 2,946,013 pregnant women were tested for hepatitis B (60 .3%).3 The gap between the number of HIV, syphilis and hepatitis B tests indicates that this triple elimination program is not yet a priority. This community service uses educational methods using booklet media. Activity participants are pregnant women of all trimesters and cadres. The pre-test and post-test results showed that the level of participants' understanding of Triple Elimination increased by 3.92% after education was provided through booklets. Community service activities showed positive responses from pregnant women and cadres in the discussion process regarding triple elimination problems for pregnant women. It is hoped that pregnant women can carry out triple elimination examinations, and better understand the importance of triple elimination, cadre mothers can play an active role in passing on information to prospective pregnant women and pregnant women who have not yet received information about Triple Elimination.   Abstrak Program triple elimination bertujuan untuk mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu kepada janin. Pada tahun 2021 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan HIV sebanyak 2.485.430 orang (50,8%), jumlah ibu hamil dites sifilis yaitu sebanyak 799.586 orang (16,4%), dan ibu hamil dites hepatitis B sebanyak 2.946.013 orang (60,3%).3 Gaps antara jumlah pemeriksaan HIV, sifilis dan hepatitis B mengindikasikan bahwa program triple elimination ini belum semuanya menjadi prioritas. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode edukasi dengan media booklet. Peserta kegiatan adalah ibu hamil semua trimester dan kader. Hasil pre test dan post test menunjukan tingkat pemahaman peserta tentang Triple Eliminasi meningkat sebanyak 3,92% setelah di lakukan edukasi melalui booklet. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan tanggapan positif dari ibu hamil berserta kader dalam proses diskusi mengenai masalah-masalah triple eliminasi pada ibu hamil. Diharapkan ibu hamil dapat melaksanakan pemeriksaan triple eliminasi, dan lebih memahami pentingnya triple eliminasi, ibu kader dapat berperan aktif dalam meneruskan informasi kepada calon ibu hamil dan ibu hamil yang belum mendapatkam informasi tentang Triple eliminasi. 
Prenatal Yoga untuk Mengurangi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil di Desa Mundu Puskesmas Luwunggede Silvie Nurbaeni; Amilatun Azizah; Sairoh; Indriyani Suroso; Tri Fitriana Sakti; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During pregnancy, there are usually many common complaints or discomforts. One of them is back pain that occurs in pregnant women in the third trimester. One effort to overcome complaints of back pain is prenatal yoga. Prenatal yoga can stretch the muscles around the spine and flexibility, so to overcome this discomfort, non-conventional therapy is needed, one of which is prenatal yoga. Yoga exercises are currently widely used to improve the health of pregnant women, because the possibility of side effects of drugs on the fetus and pregnant women is very minimal. This community service activity aims to increase knowledge and involvement of pregnant women in doing prenatal yoga to improve health. This activity is carried out in several stages, namely establishing relationships, providing proposals and determining the schedule of activities, then, there will be an evaluation of the process of community service activities, namely a question and answer session. Counseling for this activity is carried out using lecture, discussion and practice methods, and is equipped with audio-visual media used when doing prenatal yoga.   Abstrak Selama kehamilan biasanya banyak sekali keluhan atau ketidaknyamanan yang umum terjadi. Salah satunya adalah nyeri punggung yang terjadi pada ibu hamil trimester ketiga. Salah satu upaya untuk mengatasi keluhan nyeri punggung adalah prenatal yoga. Prenatal yoga dapat melenturkan otot-otot di sekitar tulang belakang dan kelenturan, sehingga untuk mengatasi rasa ketidaknyamanan tersebut dibutuhkan terapi non konvensional salah satunya prenatal yoga. Latihan yoga saat ini banyak digunakan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil, karena kemungkinan efek samping obat pada janin dan ibu hamil sangat minim. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterlibatan ibu hamil dalam melakukan prenatal yoga untuk meningkatkan kesehatan. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu menjalin hubungan, memberikan proposal dan menentukan jadwal kegiatan, kemudian, akan ada evaluasi proses dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu sesi Tanya jawab. Penyuluhan kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan praktik, serta dilengkapi dengan media audio visual yang digunakan saat melakukan prenatal yoga..  Permaslahan yang masih banyak ditemui yakni ketidaknyamanan nyeri punggung  pada ibu hamil trimester II dan trimester III. Berdasarkan  masalah yang muncul, Maka diperlukanlah kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengatasi hal tersebut. Kegiatan diawali dengan pre-tes yang berkaitan dengan yoga kemudian penyampaian materi menggunakan metode small discussion dan selanjutnya melakukan yoga yang dihadiri oleh 5 ibu hamil. kegiatan selanjutnya adalah evaluasi dengan post-test. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah  untuk meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang prenatal yoga, perubahan tubuh dan keluhan, perawatan kehamilan, mempersiapkan fisik dan mental untuk persiapan persalinan. Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan penyuluhan tentang prenatal yoga untuk ketidaknyaman trimester III pada ibu hamil .
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja terkait HIV/AIDS pada Kelompok Sekaa Teruna-Teruni (STT) Mekar Jaya Desa Batukaang, Kintamani, Bali Nyoman Gita Laksmi Maharani; I Gusti Ayu Agung Intan Dewi; Ni Putu Citra Laksmi
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS is a significant global health problem, including in Indonesia. This disease has a negative impact on various groups and ages, especially adolescents. Bangli Regency, Bali, as one of the tourist destinations, contributes to the increase in cases due to the culture of free sex brought by tourists and has implications for adolescent vulnerability to this disease because adolescents tend to follow new trends or cultures. This activity aims to improve and determine the knowledge of adolescents about HIV/AIDS through counseling methods coupled with the provision of questionnaire-based pretest-posttest. The method was in the form of counseling and education activities to 20 adolescents who are members of Sekaa Teruna-Teruni (STT) Mekar Jaya in Batukaang Village, Kintamani, Bangli. The results showed that there was a significant increase in knowledge from initially none in the good knowledge category (0%) to 95% after being given counseling.   Abstrak HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan global yang cukup signifikan, termasuk di Indonesia. Penyakit ini berdampak negatif terhadap berbagai kalangan dan usia, terutama remaja. Kabupaten Bangli, Bali, sebagai salah satu destinasi wisata, memberikan andil terhadap peningkatan kasus HIV/AIDS akibat budaya seks bebas yang dibawa oleh wisatawan dan berimplikasi pada kerentanan remaja terhadap penyakit ini karena remaja memiliki kecenderungan mengikuti tren atau budaya baru. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengetahui gambaran pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS melalui metode penyuluhan ditambah dengan pemberian pretest-posttest berbasis kuesioner. Metode yang dilakukan berupa kegiatan penyuluhan dan edukasi kepada 20 remaja yang tergabung dalam Sekaa Teruna-Teruni (STT) Mekar Jaya di Desa Batukaang, Kintamani, Bangli. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan dari awalnya tidak ada pada kategori pengetahuan baik (0%) menjadi 95% setelah diberikan penyuluhan.   
Edukasi Visual dan Diskusi Interaktif: Solusi Cerdas Tingkatkan Pengetahuan Gizi Seimbang Remaja Desa Tukadmungga Ni Kadek Dwi Nanda Restiani; Ni Kadek Gina Pramitayani; Kadek Karunia Dita Rahayu; Ni Putu Sita Manika Virgiani; Luh Nik Armini
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teenager are an age group that is vulnerable to nutritional problems due to a lack of understanding of the principles of balanced nutrition. Tukadmungga Village, as one of the areas with a significant teenager population, faces challenges in improving balanced nutrition behavior. This study aims to improve teenager knowledge about balanced nutrition through a visual education approach and interactive discussions about balanced nutrition. The method used is visual education with posters and power points and interactive discussions through Kahoot! games to explore understanding and feedback. This activity involved 11 teenager selected by purposive sampling. Data analysis was carried out descriptively using pre-tests and post-tests to measure changes in participants' knowledge levels. The results showed a significant increase in balanced nutrition knowledge scores, with an average increase of 91.81% after the intervention. Based on these results, a visual education approach combined with interactive discussions can improve balanced nutrition knowledge among teenager, and can be recommended as an innovative strategy in improving balanced nutrition knowledge, especially in rural areas.   Abstrak Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap permasalahan gizi akibat kurangnya pemahaman mengenai prinsip gizi seimbang. Desa Tukadmungga, sebagai salah satu wilayah dengan populasi remaja yang signifikan, menghadapi tantangan dalam meningkatkan perilaku gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang gizi seimbang melalui pendekatan edukasi visual serta diskusi interaktif tentang gizi seimbang. Metode yang digunakan adalah edukasi visual dengan poster dan power point  serta diskusi interaktif melalui games Kahoot! untuk menggali pemahaman dan umpan balik. Kegiatan ini melibatkan 11 remaja yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan gizi seimbang, dengan rata-rata peningkatan sebesar 91,81% setelah intervensi. Berdasarkan hasil ini, pendekatan edukasi visual yang dikombinasikan dengan diskusi interaktif dapat meningkatkan pengetahuan gizi seimbang di kalangan remaja, dan dapat direkomendasikan sebagai strategi inovatif dalam meningkatkan pengetahuan gizi seimbang khususnya di wilayah pedesaan.  
Optimalisasi Kader dalam Pencegahan Anemia Remaja Putri untuk Mencegah Stunting di Desa Selat Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Putu Irma Pratiwi; Ni Luh Kadek Alit Arsani; Made Anggita Abdi Jayanti; Kadek Bunga Harry Pratiwi
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia, characterized by low hemoglobin (Hb) levels, is a significant health concern, particularly among adolescent girls experiencing menstruation. Reports indicate that the prevalence of anemia in adolescent girls reaches 37.2%,, primarily caused by nutritional deficiencies and blood loss during menstruation. The government has introduced several programs to address anemia, such as iron supplementation (tablet tambah darah or TTD) and balanced nutrition education. However, many adolescent girls do not adhere to TTD consumption recommendations due to factors such as taste and side effects. This study aims to enhance the knowledge of posyandu cadres on anemia prevention and management through systematic training. The community service activities included training 20 cadres from each village cluster in Desa Selat, focusing on the causes, symptoms, and prevention of anemia. The results demonstrated a significant increase in the cadres’ knowledge after the training. Prior to the training, most cadres exhibited limited knowledge, but post-training assessments revealed a substantial improvement, with a majority achieving good knowledge levels. Continued mentoring ensured that cadres could effectively disseminate accurate information to adolescent girls in posyandu settings. This initiative not only enhanced cadres’ knowledge but also boosted their confidence in communicating with adolescents about anemia prevention. Thus, the role of posyandu cadres as educators and motivators is pivotal in combating anemia and preventing stunting among adolescent girls. The optimization of posyandu cadres through education and mentoring is an effective strategy for improving adolescent health and reducing stunting prevalence in the future.   Abstrak Anemia, yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) yang rendah, menjadi masalah kesehatan serius, terutama pada remaja putri yang mengalami menstruasi. Berdasarkan laporan, prevalensi anemia di kalangan remaja putri mencapai 37,2%, dengan penyebab utama termasuk defisiensi gizi dan kehilangan darah saat menstruasi.Pemerintah telah meluncurkan beberapa program untuk menangani anemia, seperti suplementasi tablet tambah darah (TTD) dan edukasi gizi seimbang. Namun, masih banyak remaja putri yang tidak mematuhi anjuran konsumsi TTD karena berbagai alasan, termasuk rasa dan efek samping. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai pencegahan dan penanggulangan anemia melalui pelatihan yang sistematis. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini mencakup pelatihan kader posyandu yang melibatkan 20 orang perwakilan dari setiap dusun di Desa Selat. Pelatihan ini mencakup materi tentang anemia, penyebabnya, serta cara pencegahannya. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader tentang anemia setelah mengikuti sesi edukasi. Sebelum pelatihan, sebagian besar kader memiliki pengetahuan yang kurang baik; setelah pelatihan, jumlah kader dengan pengetahuan baik meningkat drastis.Pendampingan lanjutan dilakukan untuk memastikan kader mampu menyampaikan informasi dengan tepat kepada remaja putri di posyandu. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan kader tetapi juga memberikan kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan remaja mengenai pentingnya pencegahan anemia. Dengan demikian, peran kader posyandu sebagai educator dan motivator sangat penting dalam upaya penanggulangan anemia dan pencegahan stunting di kalangan remaja putri.Kesimpulannya, optimalisasi peran kader posyandu melalui pendidikan dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menangani masalah anemia. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesehatan remaja putri dan mencegah stunting di masa depan.  
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. A Umur 30 Tahun G2P1A0 di Praktik Mandiri Bidan Sri Harti Banyubiru Puji Astutik; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is an important indicator of the level of public health. AKI describes the number of women who die per 100,000 live births (KH), from a cause of death related to pregnancy disorders or their treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the postpartum period (42 days after giving birth) so that care is provided comprehensive to prevent maternal deaths during pregnancy, childbirth and postpartum (Indonesian Health Profile, 2018). The aim of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care using Continuity of Care (COC) for Mrs. A at PMB Sri Harti Banyubiru  with a descriptive approach by taking anamnesis and observing patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum and when selecting contraceptives and documenting the use of SOAP. Meanwhile, health services for children are carried out when new babies are born, neonate visits and counseling on how to care for the umbilical cord and exclusive breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, giving birth, postpartum, neonates and family planning is a descriptive research method and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case consisting of units. single. The results obtained from comprehensive assistance using Continuity of Care (COC) for Mrs. A is from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn until the mother uses contraception, that is, it occurs physiologically and there are no complications. The conclusions obtained by the author from carrying out comprehensive midwifery care using Continuity of Care (COC) for Mrs. A is that as health workers, especially midwives, they can implement comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal per100.000 kelahiran hidup (KH), dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) sehingga dilakukan asuhan komprehensif untuk mencegah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas (Profil Kesehatan Indonesia, 2018). Tujuan dari  asuhan kebidanan ini adalah untuk menerapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. A di PMB Sri Harti Banyubiru   dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, Nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi serta mendokumentasikan menggunakan SOAP . Sedangkan pelayanan kesehatan pada anak dilakukan pada saat bayi baru lahir, kunjungan neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga asi Ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal.Hasil yang diperoleh dari pendampingan  komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. A adalah dari masa kehamilan, persalinan, nifas,  bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi yaitu terjadi secara fisiologis dan tidak ada penyulit. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity Of Care (COC) pada Ny. A adalah bahwa sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komperhensif untuk menurunkan AKI dan AKB
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) pada Ny. N Umur 30 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Bergas Siwi Indriatni; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of maternal deaths in 2020 in Semarang Regency was 25 people with the highest number of deaths in postpartum mothers, namely 12 people, 8 maternity mothers and 5 pregnant women. The Infant Mortality Rate in Semarang Regency in 2020 was 120 cases per 1,000 KH and decreased in 2021 quarter 1 by 32 cases. (BPS Kabupaten Semarang. 2020). Deaths that occur in infants aged 0-11 months, which include neonatal death (age 0-28 days). The biggest causes of infant mortality are asphyxia (22), BBLR (18), and the rest (57) are due to infections, aspiration, congenital abnormalities, diarrhea, pneumonia, and others (Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, 2018). The method in this study is in the form of a case study, which is researching a problem through a case consisting of a single unit. The single unit in question can contain 1 person, a group of residents affected by a problem. Monitoring pregnant women was carried out by the author 2 times in the third trimester. The first pregnancy monitoring results obtained were complaints in the third trimester in the form of low back pain which is physiological and complementary therapy was given pelvic rocking with the results of Mrs. N feeling comfortable and complaints were reduced. Normal delivery at the Bergas Health Center on June 16, 2024 will be given complementary therapy with deep breathing techniques with the results of the pain scale when contractions are reduced. Furthermore, Mrs. N's baby was born in a healthy state, male gender. The visit from KN1 to KN 3 was carried out well and no problems were found. The care of KF 1 to KF 4 was carried out well by the author without any problems. In the care of KF 2, the author found complaints of smooth breastfeeding but still few so the author provided oxytocin massage therapy with the result that Mrs. N felt comfortable and breastfeeding was smooth after being done independently at home. Mrs. N chose to use 1 implant birth control and no problems were found. Care has been provided on a Continuity of Care basis or continuous and there is no gap between theory and case in Continuity of Care (Coc) Midwifery Care for Mrs. N aged 30 years in the working area of the Bergas Health Center.   Abstrak Jumlah kematian ibu pada tahun 2020 pada Kabupaten Semarang adalah 25 orang dengan jumlah kematian terbanyak pada ibu nifas yaitu 12 orang, ibu bersalin 8 orang dan ibu hamil 5 orang. Angka Kematian Bayi Kabupaten Semarang pada Tahun 2020 sebanyak  120  kasus  per  1.000  KH  dan  menggalami  penurunan  pada  tahun 2021 triwulan 1 sebanyak 32 kasus. (BPS Kabupaten Semarang. 2020). Kematian yang terjadi pada bayi usia 0-11 bulan, yang termasuk di dalamnya adalah kematian neonatus (usia 0-28 hari). Penyebab terbesar Angka Kemtian Bayi adalah asfiksia (22), BBLR (18), dan sisanya (57) adalah karena infeksi, aspirasi, kelainan kongenital, diare, pneumonia, dll (Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, 2018). Metode dalam penelitian ini berupa studi penelaahan kasus (case study) yaitu meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang dimaksud dapat berisi 1 orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Pemantauan ibu hamil dilakukan penulis sebanyak 2x di trimester III. Hasil pemantauan kehamilan pertama yang didapatkan adalah keluhan pada trimester III berupa nyeri pinggang yang merupakan hal fisiologis dan diberikan terapi komplementer pelvick rocking dengan hasil Ny. N merasa nyaman dan keluhan berkurang. Persalinan secara normal di Puskesmas Bergas pada tanggal 16 Juni 2024 diberikan terapi komplementer tehnik pernafasan dalam dengan hasil skala nyeri saat kontraksi berkurang. Selanjutnya bayi Ny. N lahir dalam keadaan sehat, jenis kelamin laki-laki. Pada kunjungan KN1 sampai KN 3 dilakukan dengan baik dan tidak ditemukan masalah. Asuhan KF 1 sampai KF 4 penulis laksanakan dengan baik tanpa masalah. Pada asuhan KF 2 penulis ditemukan keluhan ASI lancar tetapi masih sedikit sehingga penulis memberikan terapi pijat oksitosin dengan hasil Ny. N merasa nyaman dan ASI lancar setelah dilakukan secara mandiri dirumah. Ny. N memilih menggunakan KB implant 1 batang dan tidak ditemukan masalah. Asuhan telah diberikan secara Continuity of Care atau berkelanjutan dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (Coc)Pada Ny. N Umur 30 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Bergas