cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. “A” Umur 33 Tahun G6P5A0 di Desa Kebun Janda Kab.Bobong La Tanjo, Yunita; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (COC) midwifery care is continuous midwifery care provided to mothers and babies starting during pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning. COC midwifery care is one effort to reduce the maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR)). Based on the description above, the author monitored Mrs. A pregnant, postpartum, neonate and family planning at the Bobong Community Health Center. Because the Puskesmas has met midwifery care standards and has an MOU with educational institutions. So the author is interested in carrying out midwifery care entitled "Continuity of care midwifery care for Mrs. A, 33 years old in Kebun Janda Village" by providing ongoing Midwifery Care for pregnant, maternity, postpartum, newborn (BBL) and family planning mothers. The method used is descriptive, data collection techniques using secondary data and primary data. After providing care, we have provided comprehensive midwifery care starting from Pregnant Women, Childbirth, Postpartum, Babies and the results are normal pregnancies, normal births, normal babies, and up to family planning. There is no gap between theory and cases in Comprehensive Midwifery Care for Mrs. A and By. Mrs.A in Kebun Janda Village.   Abstrak Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) merupakan asuhan kebidanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu dan bayi dimulai pada saat kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana. Asuhan kebidanan secara COC adalah salah satu upaya untuk menurunkan Angka kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Penulis melakukan pemantauan pada Ny.A hamil bersalin, nifas, neonatus dan keluarga berencana di Puskesmas Bobong. Puskesmas tersebut sudah memenuhi standart asuhan kebidanan dan telah memiliki MOU dengan institusi pendidikan. Sehingga penulis tertarik untuk melakukan asuhan kebidanan yang berjudul “Asuhan Kebidanan Continuity of care pada Ny. A Umur 33 Tahun di Desa Kebun Janda” dengan melakukan Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan pada Ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir (BBL) dan keluarga berencana Metode yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data mengunakan data sekundar dan data primer. Setelah melakukan asuhan telah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari ibu hamil, bersalin, nifas, bayi dan hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan normal, bayi dengan normal, dan sampai dengan KB. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny. A dan By. Ny.A di Desa Kebun Janda.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care Nn. N Umur 17 Tahun di BPM Wijayanti dengan Anemia Ringan Wijayanti; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of obstetric care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to deciding to use family planning. This aims to help, monitor, and detect the possibility of complications that accompany the mother and baby from pregnancy to the use of birth control. The midwifery care method at PMB Wijayanti is through home visits by providing counseling according to the needs of the mother. Midwifery care given to Mrs." N" lasts from pregnancy, postpartum delivery, neonates, to family planning with the frequency of pregnancy visits as much as 3 time, childbirth 1 time, postpartum 4 times, neonatal 3 times and birth control as much as 1 time. To Mrs." N" pregnancy process experiencing mild anemia is caused by improper consumption of Fe tablets and complaints of dizziness and nausea. The management given during pregnancy is providing counseling about anemia, danger signs of anemia in pregnancy TM III, KIE nutrition, how to consume Fe tablets. In the process of childbirth was not found to have any obstructions, in the second stage the mother was led to push for 1 hour and management was carried out according to the 60 steps of APN. In the midwifery care during the first day of the postpartum period, the mother complained pain in the perineum so the author provided Kegel exercise care to help reduce pain in the perineal wound. In providing birth control midwifery care, the mother has been given counseling and has decided to use 3-monthly injectable birth control at 30 days postpartum. Continuous midwifery care (continuity of care) has been provided to Ms. "N" during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and family planning. It is hoped that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always implement midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standards. Absrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu, memantau, dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai dengan ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di BPM Bidan Wijayanti melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Nn.”N” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin nifas, neonatus, sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 3 kali serta KB sebanyak 1 kali. Pada Nn.”N” proses kehamilan mengalami anemia ringan diakibatkan oleh cara konsumsi tablet Fe yang belum benar dan mengeluh pusing serta lemes. Penatalaksanaan yag diberikan pada masa kehamilan yaitu memberikan konseling tentang anemia, tanda bahaya anemia di kehamilan TM III, KIE nutrisi, KIE cara mengkonsumsi tablet Fe. Pada proses persalinan ibu tidak ditemukan adanya penghambat, pada kala II ibu di pimpin bengejan selama 1 jam dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari ke-1 ibu mengeluhkan nyeri pada perineum sehingga penulis memberikan asuhan Senam Kegel untuk membantu mengurangi nyeri pada luka perineum. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan telah memutuskan untuk menggunakan KB Suntik 3 Bulanan pada 30 Hari Postpartum. Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Nn.”N” saat hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.
Implementasi Asuhan Kebidanan Komunitas dengan Penyuluhan KB Modern, Kesehatan Remaja, Imunisasi Rutin, Edukasi Pencegahan Hipertensi, dan Peningkatan Kesehatan Lingkungan di RT 5 Kelurahan Gunung Seteleng Wilayah Kerja Puskesmas Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Agustina; Dewi Utara Anggraini; Eny Lutfyah Fitrotin; Siti Salma; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of health workers, especially midwives, is required to be able to provide MCH/KB services and women's health throughout their life cycle, both in curative/clinical hospital institutions and also in MCH/KB service efforts that are promotive, preventive and capable of mobilizing participation. community in efforts for maternal and child health and family planning in accordance with the principles Primary Health Care (PHC). In order to prepare midwives who are skilled and qualified to carry out the tasks as expected above, it is necessary to provide targeted and integrated learning opportunities and experiences to female midwife profession students not only in hospitals but also in community health centers and communities. This community activity begins with data collection, problem identification, problem prioritization, activity planning, activity implementation, and evaluation. The priority problem is that couples of childbearing age do not have family planning. All activities for implementing community midwifery practices in the RT. 5 Gunung Seteleng Subdistrict received support and support from all RT residents. 5 with the large number of residents who come to each activity, and their enthusiasm to know more about matters related to health. In its implementation, all activities ran smoothly without any obstacles. Hopefully with community midwifery practice activities in RT. 5 Gunung Seteleng Subdistricts can increase public knowledge and awareness about the importance of health.   Abstrak Peran tenaga kesehatan khususnya tenaga bidan dituntut untuk dapat memberikan pelayanan KIA/KB dan kesehatan wanita sepanjang siklus kehidupannya baik di institusi Rumah Sakit yang bersifat kuratif/ klinis maupun juga dalam upaya-upaya pelayanan KIA/KB yang bersifat promotif, preventif dan mampu menggerakkan peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan ibu dan anak serta KB sesuai dengan prinsip Primary Health Care (PHC). Dalam rangka mempersiapkan tenaga bidan yang terampil dan bermutu dalam melaksanakan tugas seperti yang diharapkan di atas maka perlu kiranya memberikan kesempatan serta pengalaman belajar yang terarah dan terpadu kepada Mahasiswi Profesi Bidan tidak hanya di Rumah Sakit tetapi di Puskesmas maupun Masyarakat. Kegiatan komunitas ini dimulai dengan pengumpulan data, identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Identifikasi permasalahan kesehatan masyarakat  berdasarkan dari analisis data sekunder dan data primer. Penentuan prioritas masalah didasarkan dari hasil diskusi dengan tokoh masyarakat dan kader dengan metode USG (Urgency, Seriousness, and Growth). Penentuan alternatif solusi masalah kesehatan masyarakat dilakukan dengan FGD (Focus Group Discussion). Prioritas masalah adalah Pasangan Usia Subur tidak ber KB. Semua kegiatan pelaksanaan praktek kebidanan komunitas di RT. 5 Kelurahan Gunung Seteleng mendapat dukungan dan support dari semua warga RT. 5 dengan banyaknya warga yang datang di setiap kegiatan, serta antusias mereka untuk lebih tahu terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. Dalam pelaksanaannya, semua kegiatan berjalan dengan lancar tidak ada hambatan. Semoga dengan adanya kegiatan praktek kebidanan komunitas di RT. 5 Kelurahan Gunung Seteleng dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. A Umur 22 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Kalongan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Erna Suryani; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning (KB) Physiological conditions but must be watched out for if there are conditions that can threaten the life of the mother or fetus. Efforts made with Continuity Of Care (COC) with the aim of improving the quality of services between patients and health workers, namely monitoring the condition of pregnant women from early pregnancy to the delivery process and monitoring newborns (BBL) and facilitators in Family Planning services. The approach used is carried out in the form of a case study, through the SOAP approach with the Varney management mindset. The sample is a pregnant woman in the first trimester of pregnancy, 13 weeks G1P0A0. The results of the care obtained in Mrs. A, 22 years old, G1P0A0, 13 weeks of pregnancy with physiological pregnancy, normal labor, normal postpartum period, and no signs of abnormality in the newborn. The care provided during pregnancy until the birth of Mrs. A's baby is in accordance with the needs including the provision of complementary care of effluent massage and oxytocin. Providing IEC on newborn care, and Mrs. A decided to use 3-month injectable contraception.   Absrak Kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana (KB) merupakan suatu keadaan yang fisiologis namun harus diwaspadai apabila terjadi keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu maupun janin. Upaya yang dilakukan dengan Continuity Of Care (COC) dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan yang terus-menerus antara pasien dengan tenaga kesehatan, yaitu memantau kondisi ibu hamil mulai dari awal kehamilan sampai proses persalinan dan pemantauan bayi baru lahir (BBL) serta pelayanan Keluarga Berencana (KB).  Pendekatan yang digunakan yaitu dilakukan dalam bentuk studi kasus, melalui pendekatan SOAP dengan pola pikir manajemen Varney. Sample adalah seorang ibu hamil trimester I Usia Kehamilan 13 Minggu G1P0A0. Hasil asuhan yang didapat Pada Ny. A umur 22 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 13 minggu dengan hamil fisiologis, persalinan berlangsung normal, masa nifas berlangsung normal, dan pada bayi baru lahir tidak ada tanda-tanda kelainan abnormal.  Asuhan yang diberikan pada masa kehamilan sampai kelahiran bayi Ny. A sesuai dengan kebutuhan termasuk didalamnya pemberian suhan komplementer pemijatan efflurage dan oksitosin. Memberikan KIE tentang perawatan BBL and Ny. A memutuskan untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan.   
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny”Y” Umur 30 Tahun di PMB Sri Sulastri Sulastri, Sri; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maternal mortality rate in Semarang Regency in 2017 increased compared to 2016. Semarang Regency government programmes in 2017 involving health workers, especially midwives, to reduce maternal and infant mortality rates included the implementation of the Maternal and Infant Mortality Meeting (M3) programme from the village to the district level, early detection of pregnant women through the Childbirth Planning and Complication Prevention (P4K) programme and integrated Antenatal Care (ANC). This is continuous with the programme carried out by Indonesian health education institutions, namely the OSOC (One Student One Client) programme, namely continuous assistance from pregnancy to 42 days of postpartum period. Based on these reviews, the authors conducted midwifery care entitled ‘Midwifery Care in Continuity of Care (CoC) on Mrs Y aged 30 years at PMB Sri Sulastri’. The method used is descriptive research method and case study research type. The location of the case study was taken at PMB Sri Sulastri which started from June-August 2024. The subject used was a pregnant woman Mrs Y whose gestational age began in the third trimester, then care was provided in childbirth, postpartum, LBW, up to family planning. The data collection techniques such as: Interview, Physical Examination, and Observation. Assessment of Mrs Y aged 30 years G2P1A0 pregnant 34 weeks and 37 weeks 2 days, normal, no complaints. In obstetric care in the delivery mother, a referral was made to the RSGS because from the examination notes at the doctor it was known that there was a twist of the central talli. Mrs Y's baby was born spontaneously vaginally on 2 July 2024 at 07.00 WIB, female gender. The baby was born immediately crying, reddish skin, and active movement. The baby weighed 3000 grams, 51 cm long, no abnormalities or birth trauma. At KN1 and KN2 from the assessment there were no complaints, all normal. In the postpartum period, monitoring was carried out 1 day post partum and 6 days post partum, during monitoring no complaints were found and all were normal. In family planning care, the mother chose to use implantable family planning. It is hoped that the midwifery care that has been provided can increase the knowledge and experience of both clients and midwives. The family can also be expected to help meet the needs of the mother, provide psychological support, carry out the roles and functions of the family to maintain the health of mothers and children.   Abstrak Angka Kematian Ibu di Kabupaten Semarang Tahun 2017 mengalami peningkatan bila dibandingkan Tahun 2016. Program pemerintahan Kabupaten Semarang Tahun 2017 dengan melibatkan tenaga kesehatan khusunya bidan untuk menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi antara lain dengan melaksanakan Program Maternal and Infant Mortality Meeting (M3) dari tingkat desa sampai tingkat kabupaten, upaya deteksi dini ibu hamil dengan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dan Antenatal Care (ANC) terintegrasi. Hal ini berkesinambungan dengan program yang dilakukan oleh institusi pendidikan kesehatan indonesia yaitu dengan dilakukannya program OSOC (One Student One Client) yaitu pendampingan secara berkelanjutan dari hamil hingga 42 hari masa nifas. Berdasarkan ulasan tersebut penulis melakukan asuhan kebidanan yang berjudul “Asuhan Kebidanan Secara Continuity Of Care (CoC) Pada Ny. Y umur 30 Tahun di PMB Sri Sulastri”. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian studi penelaahan kasus (Case Study). Lokasi pengambilan studi kasus dilakukan di PMB Sri Sulastri yang dimulai dari Juni-Agustus 2024. Subjek yang digunakan adalah seorang ibu hamil Ny. Y yang usia kehamilannya mulai trimester III, kemudian dilakukan asuhan pada persalinan, nifas, BBL, sampai dengan KB. Adapun teknik pengumpulan data seperti : Interview, Pemeriksaan Fisik, dan Observasi. Pengkajian pada Ny. Y usia 30 tahun G2P1A0 hamil 34 minggu dan 37 minggu 2 hari, normal, tidak ada keluhan. Pada asuhan kebidanan pada ibu bersalin dilakukan rujukan ke RSGS dikarenakan dari catatan pemeriksaan di dokter diketahui bahwa terdapat lilitan talli pusat. Bayi Ny. Y lahir spontan pervaginam pada tanggal 2 Juli 2024 pukul 07.00 WIB, jenis kelamin perempuan. Bayi lahir langsung menangis, kulit kemerahan, dan gerak aktif. Berat badan bayi 3000 gram, Panjang badan 51 cm, tidak ada kelaiana ataupun trauma lahir. Pada KN1 dan KN2 dari pengkajian tidak ada keluhan, semua normal. Pada masa nifas dilakukan pemantauan 1 hari post partum dan 6 hari post partum, selama pemantauan tidak ditemukan keluhan dan semua normal. Pada asuhan KB, ibu memilih menggunkan KB implant. Diharapkan asuhan kebidanan yang telah diberikan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman baik klien maupun bidan. Keluarga juga dapat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan ibu, memberikan dukungan psikologis, menjalankan peran dan fungsi keluarga untuk tetap mempertahankan kesehatan ibu dan anak.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Ny. N Umur 24 Tahun di PMB May Minarni May Minarni; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal health is one of the targets set in the 2030 agenda (Sustainable Development Goals) ss3, namely targeting a MMR of 70 per 100,000 live births, because the MMR in Indonesia is still relatively high. Maternal death cases in Central Java Province were 355 cases (84.6)  per 100,000 people. The a MMR in Semarang Regency 2022 is lower than the national maternal mortality rate, namely 137.12 per 100,000. Based on the description above, the author monitored Mrs. N  from pregnancy, delivery, postpartum, neonate and family planning. The method used is a Case Study with Varney management and SOAP. This case study was carried out at PMB May Minarni from June to October 2024. The subjects used were one sample of pregnant women in the third trimester until the birth process, postpartum, newborn neonates and family planning. Data collection techniques use interviews, observation, and examination.. The results of the study showed that during pregnancy care, subjective data was obtained from the mother saying she felt back pain. Objective data within normal limits. Analysis in the form of Mrs. N is 24 years old G1P0A0 30 physiological weeks pregnant. The management provided is according to antenatal standards and the mother is taught efflurage massage. Maternity care on 21 August 2024 at 09.00 WIB obtained subjective data. Mrs. At 10.00 WIB the mother came to the hospital, objective data was within normal limits, she was 1 cm dilated. Analysis in the form of Mrs. N aged 24 years G1P0A0 40 weeks pregnant with oligohydramnios. Management involves giving labor induction. The postpartum period was assessed at 2 days, 5 days, 11 days and 41 days post partum. During monitoring, complaints about low breast milk production were found, the examination results were within normal limits. Analysis in the form of Mrs. N aged 24 years P1A0 physiological postpartum. Management is carried out according to postpartum care standards. Midwives teach mothers and their families the correct breastfeeding position and how to do oxytocin massage. In BBL care, assessments are carried out at 2 days, 5 days and 11 days after birth. It is known that Mrs. N was born normally with labor induction on August 21 2024 at 22.00 WIB, male gender, crying, reddish skin, active movements. The baby's weight is 3100 grams, body length is 50 cm. During the assessment there were no complaints. The examination was within normal limits. Analysis of Mrs. N BBL physiological baby. Management is carried out according to standards of neonatal care. Midwives teach baby massage to mothers to stimulate the baby. In the family planning assessment, subjective data was obtained. The mother said she wanted to use injectable birth control. Objective data within normal limits. Analysis in the form of Mrs. N is 24 years old, a new acceptor of 3 month birth control injections. The management provided is family planning counseling and 3-month birth control injections. Midwives are expected to be able to provide comprehensive midwifery care with correct procedures and in accordance with the client's needs.   Abstrak Kesehatan ibu merupakan salah satu target yang ditentukan dalam tujuan agenda 2030 (Sustainable Development Goals) yang ke-3 yaitu menargetkan AKI  70 per 100.000 kelahiran hidup, dikarenakan AKI di Indonesia masih tergolong tinggi. Pada Tahun 2022.). Kasus kematian maternal di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 355 kasus (84,6) per 100.000 kh. AKI di Kabupaten Semarang 2022 lebih kecil dari angka kematian ibu secara nasional yaitu 137,12 per 100.000. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis melakukan pemantauan pada Ny. N dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah Study Kasus (Case Study) menggunakan  manajemen Varney dan SOAP. Studi kasus ini dilaksanakan di PMB May Minarni pada bulan Juni sampai Oktober 2024. Subyek yang digunakan satu sampel ibu hamil trimester III sampai proses persalinan, nifas, bayi baru lahir neonatus dan kb. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan  pemeriksaan. Hasil studi menunjukkan Pada asuhan kehamilan diperoleh data subyektif ibu mengatakan merasakan nyeri punggung. Data obyektif dalam batas normal. Analisis berupa Ny. N umur 24 tahun G1P0A0 hamil 30 minggu fisiologis. Penatalaksanaan yang diberikan sesuai standar antenatal dan ibu diajarkan massage efflurage. Asuhan persalinan pada tanggal 21 Agustus 2024 pukul 09.00 WIB diperoleh data subyektif Ny.N datang ke klinik dokter SpOg keluhan belum merasakan tanda  persalinan, pemeriksaan USG TBJ 3.100 gram , usia kehamilan 40 minggu , jumlah air ketubannya sedikit, ibu dilakukan rujukan ke rumah sakit. Pada pukul 10.00 WIB ibu datang ke rumah sakit, data obyektif dalam batas normal, sudah pembukaan 1 cm . Analisis berupa Ny. N umur 24 tahun G1P0A0 hamil 40 minggu dengan oligohidramnion. Penatalaksanaan dengan pemberian induksi persalinan. Masa nifas dilakukan pengkajian pada 2 hari,5 hari,11 hari dan 41 hari post partum. Selama pemantauan ditemukan keluhan produksi asi sedikit, hasil  pemeriksaan dalam batas normal. Analisis berupa Ny. N umur 24 tahun P1A0 postpartum fisiologis. Penatalaksanaan yang dilakukan sesuai standar asuhan nifas. Bidan mengajarkan pada ibu beserta keluarga posisi menyusui yang benar dan cara melakukan pijat oxytocin.. Pada Asuhan BBL dilakukan pengkajian pada 2 hari , 5 hari  dan 11 hari setelah lahir. Diketahui bayi Ny. N lahir normal dengan induksi persalinan pada tanggal 21 Agustus 2024 Pukul  22.00 WIB, jenis kelamin laki –laki ,menangis, kulit kemerahan,  gerakan aktif. Berat badan bayi 3100 gram, Panjang badan 50 cm. Selama pengkajian tidak ada keluhan.,pemeriksaan dalam batas normal. Analisis berupa bayi Ny.N BBL fisiologis. Penatalaksanaan yang dilakukan sesuai standar asuhan neonatus. Bidan  mengajarkan pijat bayi kepada ibu untuk stimulasi bayi. Pada pengkajian KB diperoleh data subyektif Ibu mengatakan ingin menggunakan KB suntik. Data obyektif dalam batas normal. Analisis berupa Ny. N umur 24 tahun akseptor baru suntik KB 3 bulan . Penatalaksanaan yang diberikan konseling  KB dan penyuntikan suntik KB 3 bulan .Bidan diharapkan dapat melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan prosedur yang benar dan sesuai dengan kebutuhan klien.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. L Umur 27 Tahun dengan Riwayat SC 2 Kali dan Anemia Berat Suharni, Heni; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. Midwives have an important role as implementers, such as midwives providing midwifery care for pregnancies and family planning acceptors, midwives as administrators, such as managing community health activities, especially regarding mothers and children, and midwives as educators, such as midwives providing health education and counseling to clients, training and guiding cadres. In this study, the author used descriptive research methods, data collection techniques, namely through interviews, observation, physical examination, supporting examination, documentation study and bibliography study. The subject in this case study is purposive, which means that the subject is selected based on certain goals to be achieved.This research starts from May 01, 2024 to November 10, 2024. The midwifery care provided to Mrs. L lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 6 visits for pregnancy, 4 times postpartum, 3 times for neonates, delivery and family planning were carried out at the hospital. In Mrs. L, the pregnancy process experienced severe anemia. In the first trimester, the mother complained of nausea and vomiting, in the third trimester, she complained of back pain and Mrs. L was referred because of her previous history of SC delivery. The entire delivery process takes place with SC surgery. During postpartum midwifery care on the first day, the mother complained of pain from the surgical wound, so the author provided midwifery care by teaching reflexology massage techniques. In providing birth control maternity care, the mother was given counseling and decided to use MOW family planning at the hospital after SC surgery. It is expected that Mrs. L can improve the knowledge of pregnant women about comprehensive pregnancy care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, BBL to KB. From this activity, it was found that there was an increase in both knowledge and actions of pregnant women after continuous care was carried out starting from pregnancy, postpartum, BBL to KB. Mrs. L should implement and follow the recommendations of health workers, including: paying attention to nutrition during pregnancy and postpartum, how to consume iron tablets, providing exclusive breastfeeding on demand, and getting enough rest. So that Mrs. L knows how important monitoring is during pregnancy which is beneficial for the health of the mother and the well-being of her fetus.   Abstrak Asuhan Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Bidan mempunyai peran penting sebagai pelaksana seperti, bidan melakukan asuhan kebidanan kehamilan hingga akseptor KB, bidan sebagai pengelola seperti, mengelola kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat terutama tentang ibu dan anak dan bidan sebagai pendidik seperti, bidan memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien, melatih dan membimbing kader. Dalam asuhan ini penulis menggunakan desain case study teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Subjek pada studi kasus ini yaitu secara purposive artinya pengambilan subjek dilakukan berdasarkan adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 01 Mei 2024 sampai dengan 10 November 2024. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. L yang berlangsung dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 6 kali, nifas 4 kali, neonatus 3  kali, persalinan dan KB dilakukan di RS. Pada Ny. L Proses kehamilan mengalami anemia berat. Pada TM I ibu mengeluh mual muntah, TM III mengeluh pinggang pegel dan Ny. L dirujuk karena riwayat persalinan sebelumnya SC. Seluruh proses persalinan berlangsung dengan operasi SC. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari ke 1 ibu mengeluh luka bekas operasi nyeri, sehingga penulis memberikan asuhan kebidanan dengan mengajarkan teknik pijat refleksi. Dalam memberikan asuhan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan untuk menggunakan KB MOW di RS setelah operasi SC. Diharapkan Ny. L bisa meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang asuhan kehamilan secara menyeluruh mulai dari masa kehamilan, masa bersalin, masa nifas, masa BBL sampai KB. Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan baik pada pengetahuan dan tindakan ibu hamil setelah dilakukan asuhan secara berkesinambungan mulai dari masa hamil, nifas, BBL sampai KB. Sebaiknya Ny. L  melaksanakan dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan, antara lain : memperhatikan nutrisi selama hamil dan nifas, cara mengkonsumsi tablet tambah darah, memberikan asi eksklusif secara on demand, dan istirahat cukup. Sehingga Ny. L mengetahui betapa pentingnya pemantauan selama hamil yang bermanfaat bagi kesehatan ibu serta kesejahteraan janinnya.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “K” Usia 27 Tahun dengan Diabetes Gestasional Harni Suprikatin; Hirawati Pranoto, Heni
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. K starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in July-October 2024. From the results of the provision of pregnancy care, a problem was found, namely the mother had gestational diabetes and was given 10 UI insulin therapy. The labor process went smoothly and the mother was given counterpressure care to reduce labor pain. During the second postpartum visit, the mother complained that her breast milk was not flowing smoothly and was given oxytocin massage care. In newborn care, all were found to be within normal limits. Meanwhile, in family planning care, Mrs. K used a Post-placental IUD. It is hoped that health workers will increase education for pregnant women regarding the risk factors for gestational diabetes so that pregnant women will undergo a healthy pregnancy.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. K secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami diabetes gestasional dan diberikan terapi insulin 10 UI. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan ibu diberikan asuhan counterpressure untuk mengurangi nyeri persalinan. Pada kunjungan nifas kedua ibu mengeluh Asi tidak lancar dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal. Sedangkan pada asuhan KB Ny. K menggunakan IUD Post plasenta. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatakan edukasi kepada ibu hamil mengenai faktor resiko terjadinya diabates gestasional sehingga ibu hamil akan menjalani kehamilan dengan sehat.
Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Haid di RT 009 Sungai Parit Sry Wahyuni; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems experienced by adolescents related to menstruation are dysmenorrhea and premenstrual syndrome (PMS). Dysmenorrhea is the most common gynecological complaint among adult women and adolescents. This needs to be considered; if not, taking appropriate action will cause discomfort in daily physical activities. Ways to reduce dysmenorrhea can be done in 2 ways, namely pharmacological and non-pharmacological. Non-pharmacological therapy is known as a safer therapy than pharmacological therapy, which tends to have side effects that are later dangerous. Non-pharmacologically, it can be done with acupressure techniques. Therefore, health education is needed to increase knowledge about acupressure in adolescent girls. Community service activities were carried out on October 14-21, 2024, in Sungai Parit Village, Penajam District, Penajam Paser Utara Regency, East Kalimantan Province, which was attended by 15 adolescent girls. From the results of this community service activity, there was an increase in the knowledge of young women about how to reduce menstrual pain non-pharmacologically or without using drugs or herbal medicine but by doing massage or acupressure at certain points; this is very effective and gives good results, namely it can reduce menstrual pain in young women and can overcome menstrual pain when they experience menstrual pain in the future. It is hoped that young women can practice acupressure massage when experiencing menstrual pain independently at home.   Abstrak Masalah yang dirasakan remaja berkaitan dengan menstruasi adalah dismenore dan sindrom premenstruasi (PMS). Dismenore adalah keluhan ginekologis yang paling umum diantara wanita dewasa dan remaja. Hal ini perlu diperhatikan, apabila tidak dilakukan tindakan yang tepat akan menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas fisik sehari-hari. Cara mengurangi disminore dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu farmakologi dan non farmakologi. Terapi non farmakologi dikenal sebagai terapi yang lebih aman dari pada terapi faramakologi yang cenderung memiliki efek samping yang nantinya membahayakan. Secara non farmakologi yang dapat dilakukan dengan teknik akupresur. Oleh karena itu diperlukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang akupresure pada remaja putri. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 14-21 Oktober 2024 di Kelurahan Sungai Parit Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur yang dihadiri oleh 15 remaja putri. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri tentang cara mengurangi nyeri haid secara non farmakologi atau tanpa menggunakan obat atau jamu tetapi dengan melakukan pemijatan atau akupresure pada titik-titik tertentu, hal ini sangat efektif dan memberikan hasil yang baik yaitu dapat mengurangi nyeri haid pada remaja putri dan dapat menanggulangi nyeri mestruasi ketika dikemudian hari mengalami nyeri menstruasi. Diharapkan remaja putri dapat mempraktikkan pijat akupresure saat mengalami nyeri haid secara mandiri di rumah., seorang ibu berusia 30 tahun. Pelaksanaan asuhan meliputi kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, dan keluarga berencana. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi menggunakan pendekatan secara varney dan SOAP. Hasil studi menunjukkan bahwa asuhan kebidanan pada Ny. S sesuai dengan teori tanpa ditemukan kesenjangan. Kunjungan ANC dilakukan sebanyak 8 kali sesuai standar. Persalinan berjalan normal, dengan bayi lahir sehat dan penatalaksanaan sesuai 60 langkah APN. Masa nifas dan kunjungan bayi baru lahir berjalan lancar tanpa komplikasi. Pasien merencanakan penggunaan kontrasepsi minipil setelah berdiskusi dengan pasangan. Continuity of Care pada Ny. S telah diterapkan secara optimal. Implementasi asuhan kebidanan komprehensif sesuai teori berkontribusi pada pencegahan komplikasi dan mendukung kesehatan ibu serta bayi. 
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. Sj Umur 29 Tahun G1P0A0 Hamil 28 Minggu dengan Pre Eklampsia Berat di RS Restu Ibu Balikpapan Meilina Novi Anita; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (COC) midwifery care is continuous midwifery care provided to mothers and babies starting during pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning. With COC care, the development of the mother's condition at all times will be well monitored. This is Efforts are being made to reduce the maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR). The method used in comprehensive care for pregnant, maternity, postpartum, neonate and family planning women is the descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. Data collection techniques use interview methods and direct observation of patients. The results obtained from comprehensive assistance using Continuity of Care (COC) for Mrs. SJ provides complementary care to reduce discomfort in the second trimester, namely with massage efflurage care, while the delivery occurs pathologically due to surgery because there have been complications in the mother since pregnancy, namely an increase in blood pressure until it is decided to give birth pathologically, namely via caesarean section. The conclusions obtained by the author from carrying out comprehensive midwifery care using Continuity of Care (COC) for Mrs. SJ is that as health workers, especially midwives, they can implement comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR.   Abstrak Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) merupakan asuhan kebidanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu dan bayi dimulai pada saat kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana, dengan adanya asuhan COC maka perkembangan kondisi ibu setiap saat akan terpantau dengan baikhal ini merupakan upaya yang dilakukan untuk menurunkan Angka kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data menggunakan metode interview dan observasi langsung terhadap pasien. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. SJ dilakukan asuhan komplementer untuk mengurangi ketidaknyamanan trimester dua yaitu dengan asuhan massage efflurage sedangkan masa persalinan terjadi secara patologis dikarenakan yaitu dengan operasi karena terdapat komplikasi pada ibu sejak kehamilan yaitu terjadi peningkatan tekanan darah hingga diputuskan persalinan secara patologis yaitu melalui operasi sesar. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. SJ  adalah bahwa sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komperhensif untuk menurunkan AKI dan AKB.