cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. U Umur 42 Tahun Ngatini; Afriyani, Luvi Dian
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In order to accelerate the achievement of the target of The method used by the author is to use a case study by taking the case of a pregnant woman. The care provided is comprehensive care starting from pregnancy, maternity, postpartum, newborns, neonates and family planning. The data collection method uses primary data through interviews, observations and examinations as well as secondary data through the KIA book. Presentation and analysis of data using a variety of management thinking patterns and documentation with SOAP (Subjective Objective Management Analysis).’ ‘The care provided during pregnancy is based on an assessment of subjective and objective data to encourage mothers to exercise during pregnancy to reduce complaints. The care provided during the birth process uses 60 APN steps. The care provided during postpartum is monitoring KF1 at 5 days postpartum, KF2 at 8 days postpartum. Care for newborns aged 8 days, the baby's weight increases, this shows that the baby's nutrition is adequate because the baby is always given breast milk on demand so that the baby's weight continues to increase every week, and there is no gap between theory and fact. Conclusion: A gap between practice and theory occurs in care during childbirth.   Abstrak Dalam rangka mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Indonesia memiliki program yang sudah terfokus pada pelayanan kebidanan yang berkesinambungan (Continuity of Care). Continuity of care dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai perawatan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, asuhan bayi baru lahir, asuhan postpartum, asuhan neonatus dan pelayanan KB yang berkualitas yang apabila dilaksanakan secara lengkap terbukti mempunyai daya ungkit yang tinggi dalam menurunkan angka mortalitas dan morbiditas yang sudah direncanakan oleh pemerintah. Metode yang digunakan penulis yaitu menggunakan studi kasus dengan cara mengambil kasus ibu hamil. Asuhan yang diberikan adalah asuhan secara komprehensif mulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan KB. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dengan wwancara, observasi dan pemeriksaan serta data sekunder melalui buku KIA. Penyajian dan analisis data menggunkan pola piker manajemen varney dan pendokumentasian dengan SOAP (Subyektif Obyektif Analisa Penatalsanaan ) Asuhan yang diberikan saat hamil berdasarkan pengkajian data subyektif dan obyektif menganjurkan ibu senam hamil untuk mengurangi keluhan. Asuhan yang diberikan saat proses persalinan  menggunakan 60 langkah APN . Asuhan yang diberikan saat nifas yaitu melakukan pemantauan KF1 pada 5 hari postpartum, KF2 pada 8 hari postpartum . Asuhan pada bayi baru lahir usia 8 hari berat badan bayi mengalami kenaikan, hal ini menunjukkan bahwa nutrisi bayi telah tercukupi karena bayi selalu diberikan ASI secara on demand sehingga berat badan bayi terus naik setiap minggunya, serta tidak ada kesenjangan antara teori dan fakta.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny”N.F” Umur 23 Tahun di UPTD Puskesmas Duren Lutfiyah, Elly; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CHD) is a condition in which the nutrients needed by the body are not fulfilled. So that pregnant women who suffer from SEZ have a risk due to an imbalance in nutritional intake between energy and protein, sudden maternal death in the perinatal period or the risk of giving birth to babies with low birth weight (LBW). Based on the data obtained at Puskesmas Duren in 2023, there were 41 cases of pregnant women with SEVERITY, so if not handled properly it will cause problems for pregnant women. So the author conducted midwifery care entitled ‘Midwifery Care in Continuity of Care (CoC) on Mrs. N.F aged 23 years G1P0A0 at UPTD Puskesmas Duren’. The method used is descriptive research method with case study. The research was conducted in Banyukuning Village, Bandungan District, Semarang Regency. The subjects in this study were pregnant women Mrs N.F Age 23 Years G1P0A0. The instrument used was the SOAP method. Data collection techniques used are observation, interview, and documentation. The results of midwifery care are in pregnancy midwifery care in Mrs N.F subjective data at the first and second visits there were no complaints. On the third visit there were complaints of frequent urination. The problem that arises in the case of Mrs N.F during pregnancy is at visit 3, namely frequent urination so that the needs that arise are IEC on the causes of frequent urination in pregnant women TM 3 and moral support. Potential diagnoses and identification of immediate treatment are not found. The management given to Mrs S's pregnancy care is appropriate. Midwifery care for delivery in Mrs. N.F aged 23 years was carried out by SC at Bina Kasih Ambarawa Hospital. The baby was born at 13.00 WIB with male gender. Postpartum midwifery care in Mrs N.F has not met the standard, which has only been carried out 3 times. The first visit was on 3 August 2024, the second visit was on 21 March 2024 via VIA WA and the third visit was on 25 August 2024. During the visit there were no complications found in Mrs N.F. In midwifery care By. Mrs N.F is given by assessing the focus data, namely subjective data and objective data, determining assessment, carrying out management including planning, implementation and evaluation. So that there is no gap between theory and practice. During the newborn period, visits were not carried out according to the standard, namely only 3 visits. It is hoped that the results of this case study can be used as a reference to add insight and knowledge about midwifery care in pregnant women, maternity, puerperium, newborns and neonates which are carried out continuously.   Abstrak Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan kondisi yang disebabkan sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi. Sehingga ibu hamil yang menderita KEK mempunyai resiko karena adanya ketidakseimbangan asupan gizi antara energi dan protein, kematian ibu mendadak pada masaperinatal atau resiko melahirkan bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR). Berdasarkan data yang di dapatkan di Puskesmas Duren tahun 2023 yaitu terdapat kasus ibu hamil dengan KEK sejumlah 41 orang sehingga apabila jika tidak dilakukan penanganan dengan baik maka akan menyebabkan masalah bagi ibu hamil. Sehingga penulis melakukan asuhan kebidanan yang berjudul “Asuhan Kebidanan Secara Continuity Of Care (CoC) Pada Ny. N.F umur 23 tahun G1P0A0 di UPTD Puskesmas Duren”. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan studi penelaahan kasus (Case Study). Tempat penelitian dilakukan di Desa Banyukuning Kecamatan Bandungan Kab.Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu hamil Pada Ny. N.F Umur 23 Tahun G1P0A0. Instrumen yang digunakan adalah metode SOAP. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil  asuhan kebidanan adalah pada asuhan kebidanan kehamilan pada Ny. N.F data subjektif pada kunjungan pertama dan kedua tidak ada keluhan. Pada kunjungan ketiga terdapat keluhan sering kencing. Pada data objektif didapatkan Hasil  Hb 11. Masalah yang muncul pada kasus Ny. N.F saat hamil terdapat pada kunjungan 3 yaitu sering kencing sehingga kebutuhan yang muncul adalah KIE penyebab sering kencing pada ibu hamil TM 3 dan dukungan moril. Diagnosa potensial dan identifikasi penanganan segera tidak ditemukan. Penatalaksanaan yang diberikan pada asuhan kehamilan Ny.S sudah sesuai. Asuhan kebidanan persalinan pada Ny. N.F umur 23 tahun dilakukan dengan SC di RS Bina Kasih Ambarawa. Bayi lahir pukul 13.00 WIB dengan jenis kelamin laki laki. Asuhan kebidanan nifas pada Ny. N.F belum memenuhi dengan standar yaitu baru dilakukan sebanyak 3 kali. Kunjungan pertama pada tanggal 3 Agustus 2024, kunjungan kedua pada tanggal 21 maret 2024 melalui VIA WA dan kunjungan ketiga pada tanggal 25 Agustus 2024 . Selama kunjungan dilakukan tidak ditemukan komplikasi – komplikasi yang ada pada Ny. N.F. Pada asuhan kebidanan By. Ny. N.F diberikan dengan melakukan pengkajian data fokus yaitu data subjektif dan data objektif, menentukan assesment, melakukan penatalaksanaan meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sehingga tidak didapatkan kesenjangan antara teori dan praktik. Selama masa bayi baru lahir dilakukan kunjungan belum sesuai standar yaitu kunjungan hanya 3 kali. Diharapkan hasil  studi kasus ini dapat digunakan sebagai referensi untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan neonatus yang dilakukan secara berkesinambungan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. M Umur 18 Tahun di PMB Deni Rahmawati Rahmawati, Deni; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The MMR in Semarang Regency in 2021 experienced a significant increase compared to 2020, if in 2020 it was 75.8 per 100,000 KH (7 cases), then in 2021 it will increase to 95.32 per 100,000 KH (10 cases). The greatest number of maternal deaths occurred in mothers aged > 35 years (5 cases), mothers aged 20-35 years (1 case) and mothers aged < 20 years (1 case). The highest mortality occurred during the delivery period (4 cases) and the postpartum period (3 cases).In order to accelerate the achievement of the target of reducing maternal mortality and infant mortality, Indonesia has a program that focuses on continuous midwifery services (Continuity of Care). Continuity of care in Indonesian can be interpreted as continuous care starting from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, neonate care and quality family planning services which, if implemented completely, are proven to have high leverage in reducing mortality and morbidity rates. which has been planned by the government (Diana, 2017). The method in this research is the case study method. Where researchers get information directly from patients based on Continuity of Care for pregnant women, giving birth, newborns, postpartum and family planning. Through the Varney and SOAP approaches. Results: Based on the results of a case study based on Continuity of Care from pregnancy to family planning counseling, it was found that midwifery care for Mrs. M during pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning was in accordance with theory and there were no gaps. Comprehensive midwifery care has been carried out on Mrs. M aged 18 years from pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning. The results show that the management is in accordance with theory and facts.   Abstrak AKI di Kabupaten Semarang 2021 mengalami peningkatan yang signifikan bila dibandingkan Tahun 2020, bila di Tahun 2020 yaitu sebanyak 75,8 per 100.000 KH (7 kasus) maka pada Tahun 2021 naik menjadi 95,32 per100.000 KH (10 kasus). Kematian ibu terbesar terjadi pada ibu pada usia > 35 tahun (5 kasus), usia ibu 20–35 tahun (1 kasus) dan usia ibu < 20 tahun (1 kasus). Kematian tertinggi terjadi pada masa bersalin (4 kasus) dan masa nifas (3 kasus). Dalam rangka mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Indonesia memiliki program yang sudah terfokus pada pelayanan kebidanan yang berkesinambungan (Continuity of Care). Continuity of care dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai perawatan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, asuhan bayi baru lahir, asuhan postpartum, asuhan neonatus dan pelayanan KB yang berkualitas yang apabila dilaksanakan secara lengkap terbukti mempunyai daya ungkit yang tinggi dalam menurunkan angka mortalitas dan morbiditas yang sudah direncanakan oleh pemerintah (Diana,2017). Metode dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Peneliti mendapatkan informasi langsung dari pasien dengan berbasis Continuity of Care pada ibu hamil, bersalin,, bayi baru lahir, nifas dan KB. Berdasarkan hasil studi kasus berbasis Continuity of Care mulai dari kehamilan hingga konseling KB didapatkan hasil bahwa asuhan kebidanan pada Ny.M selama masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB telah dilakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny.M Umur 18 tahun dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB didapatkan hasil bahwa penatalaksanaan sudah sesuai dengan teori dan fakta.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.I Umur 23 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Penajam Agustina; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of obstetric care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to deciding to use a family with family (KB).This is intended as an effort to help, monitor, and detect the possibility of complications who accompany the mother and baby from pregnancy to the mother using birth control.The method of midwifery care at PKM Penajam is through home visits by providing counseling according to the needs of mothers. The obstetric care given to Mrs. "I" lasted from pregnancy, postpartum delivery, neonates, to family planning with a frequency of 3 pregnancy visits, 4 postpartum visits, 3 neonates and 1 birth control.The method in this study uses a data collection method, namely using interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination and this research starts from July – October 2024 research instruments using SOAP documentation.Based on the results of a comprehensive case study (Continuity Of Care) on Mrs. I from the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum period, newborns and neonates. Mrs. I was 23 years old G2P1A0 with a gestational age of 33 weeks. The delivery of Mrs. I took place at the Health Center, the postpartum period took place normally, there was no abnormal bleeding, uterine contractions were good.In newborns, the results of anthropometric examination were normal, and Mrs. I decided to use injectable birth control for 3 months. It is hoped that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always implement midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with service standardsMidwifery.   Abstrak Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (continuity of care)yaitu pemberian asuhan kebidanan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan keluarga berencana (KB). Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu,memantau,dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi pada masa kehamilan sampai dengan menggunakan. Metode Asuhan kebidanan di PKM penajam  melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. “I” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin nifas, neonatus, sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, nifas 4 kali, neonatus 3 kali serta KB sebanyak 1 kali. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai dari bulan Juli – Oktober 2024 instrumen penelitian menggunakan dokumentasi SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komprehensif (Continuity Of Care) pada Ny. I dari kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan neonatus. Didapatkannya. I umur 23 Tahun G2P1A0 usia kehamilan 33 Minggu. Persalinan pada Ny. I berlangsung di Puskesmas, masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, danNy.Memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “J” Usia 30 Tahun di Puskesmas Penajam Utara Anggraini, Dewi; Setyowati, Heni
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. J starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in June-September 2024. From the results of the provision of pregnancy care, the mother complained of frequent dizziness, easily tired and lethargic, HB 10 gr / dL, given nutritional education and Fe 1x1. The delivery process was by CS for indications of fetal distress. Postpartum care went normally, no signs of complications were found during the postpartum period. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg of vitamin K care, hepatitis B0 immunization and SHK examination. While in family planning care, Mrs. J used a 3-month injection of birth control.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. J secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-September 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan, ibu mengeluh sering pusing, mudah Lelah dan lesu, HB 10 gr/dL, diberikan asuhan edukasi pola nutrisi dan Fe 1x1. Proses persalinan secara SC atas indikasi fetal distress. Asuhan nifas berjalan normal, tidak ditemukan tanda-tanda penyulit pada masa nifas. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. J menggunakan KB suntik 3 bulan.
Penyuluhan Gizi Seimbang untuk Pencegahan Stunting Wulan Murti; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition problem caused by chronic nutritional intake caused by insufficient nutritional intake for a long time due to the provision of food that does not meet nutritional needs. Stunting can occur as a result of malnutrition, especially during the first 1000 days of pregnancy, 270 days during pregnancy plus the first year of 365 days and the second year of 365 days. Those thousand days are a golden opportunity to form healthy and smart children. One way to prevent stunting is to fulfill nutrition and services for pregnant women. Malnutrition at an early age increases infant and child mortality rates, causing sufferers to get sick easily and have less than optimal posture as adults. The cognitive abilities of sufferers are also reduced, resulting in long-term economic losses for Indonesia. The purpose of this activity is to provide education to mothers of toddlers on how to prevent stunting in toddlers. The problem that arises is that the results of the KMS growth chart are below the red line (BGM). Community service will be carried out in 3 stages, namely the First Stage, selecting a group of mothers of toddlers in RT 14 Kampung Pelayaran, Prapatan Village, Balikpapan City. The second stage provides health education on balanced nutrition to prevent stunting. The third stage evaluates the delivery of information about balanced nutrition to prevent stunting. The evaluation results show that there is an increase in the knowledge of mothers of toddlers about balanced nutrition to prevent stunting. It is hoped that the community can improve their ability to understand balanced nutrition for toddlers as an effort to prevent stunting.   Abstrak Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 hari pertama kehamilan, 270 hari selama kehamilan ditambah tahun pertama 365 hari dan tahun kedua 365 hari. Seribu hari itu merupakan kesempatan emas untuk membentuk anak yang sehat dan pintar. Salah satu cara mencegah stunting adalah pemenuhan gizi dan pelayanan pada ibu hamil kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur yang tidak maksimal saat dewasa. Kemampuan kognitif para penderita juga berkurang, sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada ibu balita bagaimana pencegahan stunting pada balita. Masalah yang muncul adalah hasil KMS grafik pertumbuhan berada dibawha garis merah (BGM). Pengabdian masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama pemilihan kelompok ibu balita di RT 14 Kampung Pelayaran Kelurahan Prapatan Kota Balikpapan. Tahap Kedua memberikan penyuluhan kesehatan mengenai gizi seimbang untuk pencegahan stunting. Tahap Ketiga melakukan evaluasi terhadap penyampaian informasi tentang gizi seimbang untuk pencegahan stunting. Hasil evaluasi didapatkann hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai gizi seimbang untuk pencegahan stunting. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kemampuannya dalam pemahaman mengenai gizi seimbang untuk balita sebagai salah satu upaya dalam pencegahan stunting.
Yoga Anak untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar di TK Sukomarsudi Putro I Setiyowati; Fatchiyah, Siti; Purwati; Rila Aneka; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The age of preschool children is the age range of 3-6 years with various characteristics, at this time children like to imagine believing that they have strength. Preschool-age children are in a golden period of human development because at that time their physical and non-physical developments develop rapidly. The golden period is the age of children when they are 0-5 years old, this period is a sensitive and critical period, where children are especially easy to receive stimuli from their environment and is a period of brain development. Thus the golden age lies at an early age, to be able to stimulate the development of children's intelligence so that they can develop optimally to be a shared responsibility between teachers and parents at home. It is quite difficult for a child to be able to sit still for a long time and concentrate. So one of the things that can be done is with children's yoga. Several studies explain that yoga practice can help children to concentrate, regulate their breath, calm their minds with certain poses. This service is carried out in 4 stages, namely observing children's learning in the classroom, licensing to the school, carrying out activities, testimonials from teachers and children. This service aims to increase children's learning concentration and provide education to teachers at schools about children's yoga. The population of this service is kindergarten students, totaling 15 children. This activity uses leaflets and is carried out face-to-face at TK Sukomarsudi Putro I.   Abstrak Usia anak prasekolah adalah rentang usia 3-6 tahun dengan berbagai macam ciri, pada masa ini anak-anak senang berimajinasi percaya bahwa mereka memiliki kekuatan. Anak usia prasekolah berada dalam masa emas perkembangan manusia karena pada masa itu perkembangan fisik maupun nonfisik berkembang secara pesat. Masa emas adalah usia anak ketika berumur 0-5 tahun, masa ini merupakan periode sensitif dan kritis, dimana anak secara khusus mudah menerima stimulus-stimulus dari lingkungannya dan merupakan masa perkembangan otak. Dengan demikian masa emas (golden age) terletak pada usia dini, untuk mampu menstimulasi perkembangan kecerdasan anak agar dapat berkembang maksimal menjadi tanggung jawab bersama antara guru dan orang tua dirumah. Agak sulit untuk anak bisa duduk diam di waktu yang lama dan berkonsentrasi. Maka salah satu hal yang dapat dilakukan yaitu dengan yoga anak. Beberapa studi menjelaskan bahwa latihan yoga dapat membantu anak untuk berkonsentrasi, mengatur napas, menenangkan pikiran dengan pose-pose tertentu. Pengabdian ini dilaksanakan dalam 4 tahapan yaitu pengamatan pembelajaran anak di ruang kelas, perizinan kepada pihak sekolah, pelaksanaan kegiatan, testimoni dari guru dan anak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak serta memberikan edukasi kepada guru di sekolah tentang yoga anak. Populasi dari pengabdian ini adalah siswa TK yang berjumlah 15 anak. Kegiatan ini menggunakan leaflet dan dilakukan secara tatap muka di TK Sukomarsudi Putro I.
Asuhan Kebidanan Pada Ny. Wumur 27 Tahun di Puskesmas Karang Joang Indawanti; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates in Indonesia remain a significant challenge in healthcare, particularly in areas with limited access to medical services. One effective strategy to reduce these rates is the implementation of Continuity of Care (CoC), which includes monitoring throughout pregnancy, delivery, the postpartum period, and Family Planning (FP) services after childbirth. This approach ensures that both mother and baby receive comprehensive and continuous care, ultimately reducing the risk of mortality and complications. This study aims to implement and evaluate the effectiveness of Continuity of Care for Mrs. W, a 27-year-old G2P1A0, at Karang Joang Public Health Center, Balikpapan. The study employed a descriptive method with a case study approach. Care was provided starting from the third trimester of pregnancy, followed by a Cesarean Section delivery, postpartum care, and newborn care. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation review. The results indicate that the application of Continuity of Care facilitated early detection of complications, such as issues during pregnancy and post-operative concerns. Care during the postpartum period and newborn care showed optimal outcomes with no serious complications, including the successful initiation of exclusive breastfeeding. These findings underscore the importance of Continuity of Care in improving the efficiency and quality of midwifery services, as well as in reducing the risk of complications that could endanger both the mother and the baby.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam pelayanan kesehatan, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap layanan medis. Salah satu strategi yang efektif untuk menurunkan angka tersebut adalah penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care), yang mencakup pemantauan dari kehamilan, persalinan, masa nifas, hingga pelayanan Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan. Pendekatan ini memastikan ibu dan bayi mendapatkan layanan yang komprehensif dan berkesinambungan, yang pada akhirnya berpotensi mengurangi angka kematian dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan mengevaluasi efektivitas asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. W, usia 27 tahun, G2P1A0, di Puskesmas Karang Joang, Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Asuhan diberikan mulai dari trimester III kehamilan, dilanjutkan dengan persalinan melalui Sectio Caesarea, masa nifas, dan perawatan bayi baru lahir. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Continuity of Care membantu mendeteksi komplikasi sejak dini, seperti keluhan pada masa kehamilan dan pasca operasi. Asuhan pada masa nifas dan bayi baru lahir menunjukkan hasil yang optimal tanpa komplikasi serius, dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan Continuity of Care dalam meningkatkan efisiensi, kualitas pelayanan kebidanan, dan mengurangi risiko komplikasi yang membahayakan ibu dan bayi.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “N” Usia 35 Tahun dengan Anemia Sedang Zelda Rizmi Silviana; Setyowati, Heni
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be done by one of them, namely the implementation of continuous care or Continuity Of Care (COC) which starts from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to be able to provide midwifery care to Mrs. J in a comprehensive and continuous manner starting from from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in May-August 2024. From the results of providing pregnancy care, the mother complained of frequent dizziness, fatigue and lethargy. , HB 9.0 gr/dL, given nutritional education and Fe 2x1, Vit C 2x1 and nutritional education, on the second visit the mother complained of lower back pain and was given acupressure care BL 23. The delivery process was by C-section due to indications of long second stage. . Postpartum care Mrs. N complained of low breast milk production and was given oxytocin massage care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg vitamin K care, hepatitis B0 immunization and SHK examination. While in family planning care Mrs. N used The permanent birth control method is MOW/sterile.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. J secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei- Agustus 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan, ibu mengeluh sering pusing, mudah Lelah dan lesu, HB 9,0 gr/dL, diberikan asuhan edukasi pola nutrisi dan Fe 2x1, Vit C 2x1 dan edukasi pola nutrisi, pada kunjungan kedua ibu mengeluh nyeri punggung bawah dan diberikan asuhan akupresure BL 23. Proses persalinan secara SC atas indikasi Kala II lama. Asuhan nifas Ny. N mengeluh produksi asi sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny.N menggunakan metode KB mantap yaitu MOW/steril.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “S” Usia 27 Tahun dengan Anemia Ringan Sry Wahyuni; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one indicator to measure the level of health of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, babies and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, up to family planning. The aim of this research is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. S, starting from pregnancy, delivery, postpartum, neonate and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in SOAP form. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This research was conducted in July-October 2024. From the results of providing pregnancy care, a problem was found, namely that the mother experienced discomfort in the third trimester of pregnancy, namely back pain and was given prenatal yoga care and experienced anemia. During labor there were no problems, the mother was given care in accordance with the APN 60 steps. In postpartum care no problems were found. During the care of the newborn, everything was found to be within normal limits, and a SHK examination was carried out. Meanwhile, under KB care, Mrs. S decided to use 3-month injectable birth control.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB.. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny.S secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamana kehamilan trimester III yaitu nyeri punggang dan diberikan asuhan yoga prenatal dan mengalami anemia. Selama persalinan tidak ada masalah, ibu diberikan asuhan sesuai dengan APN 60 langkah Pada asuhan nifas tidak ditemukan masalah. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. S memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan.