cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 926 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. S Umur 34 Tahun G2P1A0 dengan Preeklamsia Berat di UPTD RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor Chusnul Khotimah; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and Child Health services aim to reduce maternal and neonatal morbidity and mortality through quality, continuous, and comprehensive care. Severe preeclampsia is a high-risk obstetric condition that requires early detection, close monitoring, and interprofessional collaboration because it can cause complications for both mother and fetus. Continuity of Care (COC) provides integrated midwifery care from pregnancy, childbirth, postpartum period, newborn care, to family planning. This case study aims to describe Continuity of Care midwifery care for Mrs. S, 34 years old, G2P1A0, with severe preeclampsia at UPTD RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Method: This study used a descriptive case study approach. Data were collected through interviews, observation, physical examination, obstetric examination, supporting examination results, and documentation using SOAP midwifery management. The care was provided from the third trimester of pregnancy until postpartum, newborn, and family planning care. Results: During antenatal care, Mrs. S initially complained of frequent urination, fatigue, and back pain. On the next visit, blood pressure was 156/99 mmHg with urine protein +2 and edema, accompanied by oligohydramnios based on medical evaluation. Collaborative management with an obstetrician was performed, including monitoring, education on danger signs, magnesium sulfate, antihypertensive therapy according to medical advice, and preparation for Sectio Caesarea. The baby was delivered by Sectio Caesarea on 15 February 2026 with female sex, birth weight 3500 grams, length 51 cm, APGAR score 7/8, and good adaptation. Postpartum care showed gradual recovery, normal wound healing, successful breastfeeding, and no signs of infection. Neonatal visits showed active movement, strong sucking reflex, normal growth, and no danger signs. Family planning counseling resulted in the selection of condoms as a non-hormonal method suitable for breastfeeding. Continuity of Care for Mrs. S supported early identification of severe preeclampsia, appropriate referral and collaboration, safe delivery, and continuous monitoring of mother and baby. Continuous midwifery care is recommended to strengthen maternal and newborn health services, especially in high-risk pregnancies.   Abstrak Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) bertujuan menurunkan kesakitan dan kematian ibu serta bayi melalui pelayanan yang bermutu, berkelanjutan, dan komprehensif. Preeklamsia berat merupakan kondisi obstetri risiko tinggi yang membutuhkan deteksi dini, pemantauan ketat, serta kolaborasi antar tenaga kesehatan karena dapat menimbulkan komplikasi pada ibu dan janin. Continuity of Care (COC) merupakan asuhan kebidanan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga keluarga berencana. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan menggambarkan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. S umur 34 tahun G2P1A0 dengan preeklamsia berat di UPTD RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan obstetri, hasil pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi menggunakan manajemen kebidanan SOAP. Asuhan diberikan sejak kehamilan trimester III hingga persalinan, nifas, bayi baru lahir/neonatus, dan keluarga berencana. Hasil: Pada asuhan kehamilan awal, Ny. S mengeluh sering BAK, mudah lelah, dan nyeri punggung. Pada kunjungan berikutnya ditemukan tekanan darah 156/99 mmHg, protein urine +2, edema kaki, serta oligohidramnion berdasarkan evaluasi medis. Penatalaksanaan dilakukan melalui kolaborasi dengan dokter SpOG, pemantauan kondisi ibu dan janin, edukasi tanda bahaya, pemberian MgSO4 dan antihipertensi sesuai advis, serta persiapan Sectio Caesarea. Bayi lahir tanggal 15 Februari 2026 secara Sectio Caesarea, jenis kelamin perempuan, berat badan 3500 gram, panjang badan 51 cm, APGAR score 7/8, dan beradaptasi baik. Masa nifas menunjukkan pemulihan bertahap, luka operasi baik, ASI lancar, dan tidak terdapat tanda infeksi. Kunjungan neonatus menunjukkan bayi aktif, menyusu kuat, tumbuh baik, dan tidak ditemukan tanda bahaya. Pada asuhan KB, Ny. S memilih kondom karena bersifat nonhormonal dan tidak mengganggu produksi ASI. Simpulan: Pendekatan Continuity of Care pada Ny. S membantu deteksi dini preeklamsia berat, kolaborasi tepat, persalinan aman, serta pemantauan berkelanjutan ibu dan bayi. Asuhan kebidanan berkesinambungan perlu diterapkan secara optimal terutama pada kehamilan risiko tinggi.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. R Usia 26 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Pembantu Wonomulyo Hasniati; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The mortality rate of the community over time can provide an overview of the development of the degree of public health and can also be used as an indicator in assessing the success of health services and other health development programs. In 2023 the Maternal Mortality Rate (MMR) in the world was 189 per 100,000 live births globally. In 2023 the Infant Mortality Rate (IMR) was 16.85 per 1000 live births. The main obstacle is the lack of quality supervision for women starting from before pregnancy, during pregnancy and after childbirth. The purpose of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care for Mrs. R, 26 years old, G1P0A0 at the Wonomulyo Sub-Health Center with a descriptive approach by conducting anamnesis and observation to patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum and when choosing contraceptives and documenting using SOAP. Meanwhile, health services for children are carried out when the baby is born, neonatal visits and providing counseling on how to care for the umbilical cord to exclusive breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, childbirth, postpartum, neonates and family planning is a descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. Data collection techniques use interview methods and direct observation of patients. The results obtained from comprehensive assistance with Continuity of Care (COC) on Mrs. R from pregnancy is still within normal limits, normal delivery, postpartum progressed physiologically, the newborn is normal, and Mrs. R decided to use PIL. The conclusion obtained by the author from carrying out comprehensive midwifery care with Continuity of Care (COC) on Mrs. R is that as health workers, especially midwive can apply comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR.   Abstrak Angka kematian masyarakat dari waktu ke waktu dapat memberikan gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dan dapat juga digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan lainnya. Tahun 2023 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia 189 per 100.000 kelahiran hidup secara global. Pada tahun 2023 Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 16,85 per 1000 kelahiran hidup. Kendala utamanya adalah kurangnya pengawasan yang berkualitas kepada perempuan mulai dari sebelum hamil, saat hamil dan setelah persalinan. Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah untuk menerrapkan asuhan kebidanan komperhensif pada Ny. R Usia 26 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Pembantu Wonomulyo dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi seta mendokumentasikan menggunakan SOAP. Sedangkan pelayanan kesehatan pada anak dilakukan pada saat bayi baru lahir, kunjungan neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga ASI Ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data menggunakan metode interview dan observasi langsung terhadap pasien. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. R dari kehamilan masih dalam batas normal, persalinan normal, nifas berjalan secara fisiologis, bayi baru lahir normal, dan Ny. R memutuskan untuk menggunakan KB PIL. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. R adalah bahwa sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komperhensif untuk menurunkan AKI dan AKB.
Implementasi Senam Pelvic Rocking dalam Kelas Ibu Hamil untuk Meningkatkan Kesiapan Persalinan di Desa Kedalon Fibrinika Tuta Setiani; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is often accompanied by various physical discomforts, particularly during the second and third trimesters, including lower back pain, pelvic discomfort, fatigue, and anxiety related to childbirth. One non-pharmacological intervention that can be used to alleviate these complaints is pelvic rocking exercise. However, the knowledge and skills of pregnant women regarding pelvic rocking remain limited, including among participants of maternal classes in Kedalon Village, Kalikajar District, Wonosobo Regency. This community service program aimed to improve pregnant women’s knowledge and skills related to pelvic rocking as an effort to enhance comfort during pregnancy and prepare for childbirth. The methods used in this program included health education, demonstrations, direct practice of pelvic rocking exercises using mats, and evaluation through pretest and posttest assessments. The target participants were pregnant women in the second and third trimesters attending maternal classes in Kedalon Village. Evaluation was conducted to assess improvements in participants’ knowledge and skills after the intervention. The results demonstrated an increase in pregnant women’s knowledge following the educational sessions and training. Most participants were able to correctly perform pelvic rocking movements and reported feeling more relaxed, comfortable, and experiencing reduced back pain after practicing the exercises. Educational methods combined with direct practice were considered effective in improving participants’ understanding and active participation in maternal classes.In conclusion, pelvic rocking training in maternal classes was effective in improving pregnant women’s knowledge and skills, while also providing benefits in reducing pregnancy discomfort and enhancing preparedness for childbirth.   Abstrak Kehamilan sering disertai berbagai ketidaknyamanan fisik, terutama pada trimester II dan III, seperti nyeri punggung bawah, pegal pada pinggang, mudah lelah, dan kecemasan menghadapi persalinan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan tersebut adalah pelvic rocking. Namun, pengetahuan dan keterampilan ibu hamil mengenai pelvic rocking masih rendah, termasuk pada peserta kelas ibu hamil di Desa Kedalon Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang pelvic rocking sebagai upaya meningkatkan kenyamanan selama kehamilan dan persiapan persalinan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, praktik langsung pelvic rocking menggunakan matras, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil trimester II dan III yang mengikuti kelas ibu hamil di Desa Kedalon. Evaluasi dilakukan untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi dan pelatihan. Sebagian besar peserta mampu mempraktikkan gerakan pelvic rocking dengan benar serta menyatakan merasakan tubuh lebih rileks, nyaman, dan berkurangnya nyeri punggung setelah latihan dilakukan. Metode edukasi yang dikombinasikan dengan praktik langsung dinilai efektif meningkatkan pemahaman dan partisipasi aktif peserta dalam kelas ibu hamil. Kesimpulan kegiatan ini adalah pelatihan pelvic rocking pada kelas ibu hamil mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil serta memberikan manfaat dalam mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan dan meningkatkan kesiapan menghadapi persalinan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. H umur 30 Tahun G4P3A0 di TPMB Siti Shofiah,S.ST.Keb,Bdn Azzade Ellyn Dardiana; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the important indicators of public health. MMR describes the number of women who die per 100,000 live births (KH), from a cause of death related to pregnancy disorders or their treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the postpartum period (42 days after delivery) so that comprehensive care is carried out to prevent maternal death during pregnancy, childbirth and postpartum (Indonesian Health Profile, 2019). The purpose of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care in Continuity of Care (COC) to Mrs. H at the Siti Shofiah TPMB with a descriptive approach by conducting anamnesis and observation of patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum and at the time of choosing contraceptives and documenting using SOAP. While health services for babies are carried out during neonatal home visits and counseling on how to care for the umbilical cord to exclusive breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, childbirth, postpartum, neonates and family planning is a descriptive research method and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case consisting of a single unit. The results obtained from comprehensive assistance in Continuity of Care (COC) on Mrs. H are from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns to mothers using contraceptives, which occurs physiologically and there are no complications. The conclusion obtained by the author from carrying out comprehensive midwifery care in Continuity Of Care (COC) on Mrs. H is that as health workers, especially midwives, they can apply comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal per100.000 kelahiran hidup (KH), dari suatu penyebab     kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) sehingga dilakukan asuhan komprehensif untuk mencegah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas (Profil Kesehatan Indonesia, 2019). Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah untuk menerapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. H di TPMB Siti Shofiah dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, Nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi serta mendokumentasikan menggunakan SOAP. Sedangkan pelayanan kesehan pada bayi dilakukan pada saat kunjungan rumah neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga asi Ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. H adalah dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi yaitu terjadi secara fisiologis dan tidak ada penyulit. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity Of Care (COC) pada Ny. H adalah bahwa sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komprehensif untuk menurunkan AKI dan AKB.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. W G2P1A0 Umur 29 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Bojong I Endang Kartiasih; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (COC) Midwifery Care is a Continuity of Care care from pregnancy to Family Planning (KB) as an effort to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). (Rayment-Jones et al., 2021) Pregnancy, childbirth and postpartum are physiological processes, in this process there are possible conditions that can threaten the lives of the mother and child. Maternal and infant mortality rates are indicators of the success of the role of midwifery. One of the efforts made is to provide midwifery services with Continuity of Care (COC) from Pregnancy, Postpartum, and Newborn Care (BBL). By this planning, it is vulnerable to physiological and pathological problems that have an indirect impact on the morbidity and health of the mother and baby (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2022). This study uses a descriptive case study method on one subject, namely Mrs. T, G2P1A0 with KEK. This study was conducted on Desember 15, 2025 at the Bojong I Health Center. Continuity of Care (COC) midwifery care provided to Mrs. "W" lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 2 pregnancy visits, 1 delivery, 4 postpartum visits, 4 neonates, and 2 family planning visits. In Mrs. "T" the pregnancy process went physiologically without any problems with back pain activity disorders at 28 weeks of pregnancy. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications and management was carried out according to the 60 APN steps. In normal and smooth postpartum midwifery care, there was a problem of low breast milk supply on the 3rd day postpartum. In providing family planning midwifery care, the mother was given counseling and decided to use a 3-month injection of contraception. Continuous midwifery care (continuity of care) that has been carried out on Mrs. The "W" during pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, and family planning results show no gap between theory and the midwifery care provided. It is hoped that the midwifery profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will continue to apply midwifery management, maintaining and improving competence in providing care according to midwifery service standards   Abstrak Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) merupakan asuhan secara Continuity of Care dari hamil sampai dengan Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).(Rayment-Jones et al., 2021) Kehamilan, bersalin dan nifas merupakan proses fisiologis, dalam proses ini terdapat kemungkinan keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu dan anak. Angka Kematian ibu dan bayi dalam indikator keberhasilan peranan kebidanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelayanan kebidanan secara Continuity Of Care (COC) dari Kehamilan, Nifas, dan Perawatan Bayi Baru Lahir (BBL). Oleh perencanaan tersebut rentan terhadap masalah-masalah fisiologis maupun patologis yang berdampak tidak langsung pada kesakitan dan kesehatan ibu dan bayi (Kementerian Kesehatan RI, 2022)..Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif (case study) pada satu subjek yaitu Ny.T, G2P1A0 hamil fisiologis. Studi ini dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2025 di Puskesmas Bojong I.Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) yang diberikan pada Ny.”W” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada Ny.”T” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak masalah gangguan aktifitas nyeri punggung pada kehamilan 28 minggu. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas normal dan lancar ada masalah asi seng sedikit pada hari ke 3 post partum. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan. Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “W” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil tidak adanya kesenjangan antara teori dan asuhan kebidanan yang di berikan. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan Kebidanan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. F Umur 21 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Sebakung Jaya Rifkawati; Risma Alviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Comprehensive midwifery care is a continuous service approach carried out from pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal, to family planning to support the safety of mothers and babies. The third trimester of pregnancy is often accompanied by complaints of discomfort such as back pain due to changes in body posture and increased pregnancy burden. In addition, obstetric complications such as premature rupture of membranes (PROM) can increase the risk of infection and contribute to cesarean section (CS) delivery. During the postpartum period, mothers are also susceptible to breast milk production disorders so that non-pharmacological interventions are needed, one of which is oxytocin massage to help increase breast milk production and release. This study aims to provide an overview of the implementation of comprehensive midwifery care for Mrs. F, 21 years old, G1P0A0, at the Sebakung Jaya Community Health Center. The research method used a case study with a continuity of care approach through assessment, observation, physical examination, interviews, documentation, and ongoing assistance. Monitoring of pregnant women was carried out three times. The results showed that in the third trimester the mother experienced complaints of back pain that could be overcome through posture education and relaxation exercises. During the delivery process, PROM was found which is an indication for a CS for the safety of the mother and fetus. Postpartum monitoring is performed four times. Oxytocin massage is performed during the postpartum period to help stimulate milk production and improve the comfort of breastfeeding mothers. Infant monitoring is performed three times, and family planning monitoring is performed once. Continuous, comprehensive midwifery care supports early detection of complications, improves the quality of maternal care, and accelerates postpartum recovery.   Abstrak Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pendekatan pelayanan berkelanjutan yang dilakukan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana untuk mendukung keselamatan ibu dan bayi. Kehamilan trimester III sering disertai keluhan ketidaknyamanan seperti sakit pinggang akibat perubahan postur tubuh dan peningkatan beban kehamilan. Pada masa nifas, ibu juga rentan mengalami gangguan pengeluaran ASI sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis, salah satunya pijat oksitosin untuk membantu meningkatkan produksi dan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. F umur 21 tahun G1P0A0 di Puskesmas Sebakung Jaya. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan continuity of care melalui pengkajian, observasi, pemeriksaan fisik, wawancara, dokumentasi, dan pendampingan berkelanjutan. Pemantauan ibu hamil dilakukan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada trimester III ibu mengalami keluhan sakit pinggang yang dapat diatasi melalui edukasi postur tubuh dan latihan relaksasi. Pemantauan pada masa nifas dilakukan 4 kali. Pada masa nifas dilakukan pijat oksitosin yang membantu memperlancar produksi ASI dan meningkatkan kenyamanan ibu menyusui. Pemantauan bayi dilakukan 3 kali dan pemantaun Kb 1 kali. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan secara berkesinambungan mampu mendukung deteksi dini komplikasi, meningkatkan kualitas pelayanan maternal, serta mempercepat pemulihan ibu postpartum.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. C Umur 30 Tahun G1P0A0 di RS Elisabeth Semarang dengan Senam Hamil untuk Mengurangi Nyeri Punggung Fransisca Desti Kurniasih; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates remain a health problem in Indonesia. One effort to reduce maternal and infant mortality rates is through comprehensive continuity of care (COC) services, starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, neonates, and family planning services. This study aims to provide comprehensive midwifery care to Mrs. C, 30 years old, G1P0A0, at Elisabeth Hospital Semarang in 2026 using Varney's 7-step midwifery management approach. This study used a descriptive case study design. Data collection techniques were carried out through interviews, observations, physical examinations, and documentation studies. Midwifery care was carried out from the second trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, neonates, and family planning services. The results of the study showed that comprehensive midwifery care was provided according to standards and no significant complications were found during pregnancy, childbirth, postpartum, or neonates. Approximately 46-58% of pregnant women experience lower back pain, which is found in the second trimester and 43.23% in the third trimester of pregnancy. In Indonesia, 60% to 80% of pregnant women experience back pain. Back pain is a symptom, not a disease. Back pain ranges from mild discomfort to excruciating pain. As the uterus enlarges, the center of gravity in pregnant women shifts forward. Pregnancy exercises, a combination of mind-body and psychological exercises, help mothers flex their joints and relieve discomfort, especially in the third trimester. The postpartum and neonatal periods proceed physiologically, with no danger signs observed. Mothers choose postpartum contraception based on their needs and condition. Continuity of care services can improve the quality of maternal and child health care through early detection and management of complications.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu upaya dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah melalui pelayanan continuity of care (COC) yang diberikan secara komprehensif mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus hingga pelayanan keluarga berencana. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. C umur 30 tahun G1P0A0 di RS Elisabeth Semarang Tahun 2026 menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Asuhan kebidanan dilakukan mulai dari kehamilan trimester II, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif telah diberikan sesuai standar dan tidak ditemukan komplikasi bermakna selama masa kehamilan, persalinan, nifas maupun neonatus. Pada saat melakukan kunjungan responden mengatakan sering mengalami nyeri punggung sejak kehamilan memasuki trimester II.  Sekitar 46 – 58% ibu hamil mengalami nyeri punggung bawah yang ditemukan pada trimester kedua dan 43,23% pada trimester ketiga kehamilan. Di Indonesia 60% - 80% nyeri punggung dialami oleh ibu hamil. Nyeri punggung merupakan suatu gejala dan bukan penyakit. Nyeri punggung adalah rasa tidak nyaman yang ringan hingga nyeri menyakitkan. Seiring dengan membesarnya uterus, maka pusat gravitasi pada wanita hamil akan berpindah kearah depan.Senam hamil merupakan kombinasi oleh badan pikiran serta psikologis yang membantu ibu melenturkan persendian serta meredakan ketidaknyamanan terutama pada trimester III. Masa nifas dan neonatus berjalan fisiologis serta tidak ditemukan tanda bahaya. Ibu memilih kontrasepsi pasca persalinan sesuai kebutuhan dan kondisi ibu yaitu ibu memilih menggunakan kontrasepsi kondom. Pelayanan continuity of care dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui deteksi dini dan penatalaksanaan komplikasi.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. N Umur 32 Tahun G1P0A0 dengan Anemia Ringan Mariyati; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) remains a global and national health problem that reflects the quality of maternal health services. One effort to reduce MMR is through continuous midwifery services or Continuity of Care (COC), especially for pregnant women with risk factors such as mild anemia. This study aims to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. S from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate, to family planning. The study used a descriptive method with a case study approach and SOAP documentation. Data were obtained through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies, and literature studies in March–May 2026. The results of care showed that during pregnancy the mother experienced complaints of fatigue and dizziness. The mother was given nutritional IEC care and the administration of FE and MMS tablets. The labor process went normally, the mother was given APN and complementary counterpressure delivery care. Postpartum care for Mrs. Mrs. S complained about her breast milk and was given oxytocin massage and advice to wash the genitals with boiled betel leaf water to accelerate the healing of perineal wounds. During newborn care, everything was found to be within normal limits. The baby was given 1 mg of vitamin K, hepatitis B immunization, and a SHK examination. Meanwhile, Mrs. S used the implant method for family planning care. It is hoped that health workers can optimize comprehensive screening and the integration of complementary care to improve the health of mothers and babies.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional yang mencerminkan mutu pelayanan kesehatan ibu. Salah satu upaya untuk menurunkan AKI adalah melalui pelayanan kebidanan berkelanjutan atau Continuity of Care (COC), terutama pada ibu hamil dengan faktor risiko seperti anemia ringan. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif dan berkesinambungan pada Ny. S mulai masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan pendokumentasian SOAP. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi, dan studi pustaka pada Maret–Mei 2026. Hasil asuhan menunjukkan pada masa kehamilan ibu mengalami keluhan mudah lelah, pusing. Ibu diberikan asuhan KIE nutrisi dan pemberian tablet FE dan MMS. Proses persalinan berjalan dengan normal, ibu diberikan asuhan persalinan secara APN dan komplemneter counterpresure. Asuhan nifas Ny. S mengeluh asinya dan diberikan asuhan pijat oksitosin dan anjuran untuk membasuh genetalia dengan rebusan air daun sirih untuk mempercepat penyembuhan luka perineum. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. S menggunakan metode KB implant. Diharapkan tenaga kesehatan dapat mengoptimalkan skrining komprehensif dan integrasi asuhan komplementer untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.
Efektifitas Teknik Counterpresure Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I pada Ny.A Umur 34 G2 P1 A0 Kebidanan di Ruang Bersalin RSUD Kudungga Dona Rande Bua; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (COC) is an important principle in midwifery practice that emphasizes continuous service between midwives and clients and ensures patients receive comprehensive and integrated care from early pregnancy, delivery, postpartum, newborn care, and family planning programs. This study examines the implementation of COC midwifery care for Mrs. A, a 34-year-old pregnant woman with gestational age 2, gestational age 1, and abortion stage 0 (G2P1A0), who was treated at Kudungga Regional Hospital, East Kutai. The application of complementary therapies in COC care is currently a positive alternative to provide comfort and psychophysical well-being for mothers during the reproductive process. This study emphasizes the importance of COC implementation as a primary strategy in reducing maternal mortality through quality and sustainable midwifery services that integrate prevention, early detection of complications, and family education. The application of complementary therapies such as acupressure massage during labor provides an effective alternative for pain management without pharmacological side effects. The implementation of COC-based midwifery care and the implementation of complementary therapy, counter-pressure massage, was carried out on Mrs. A, 34 years old, in the delivery room of Kudungga Regional Hospital. The method used in the case study report of Mrs. A is a case report. During the monitoring conducted from the third trimester of pregnancy, the first to fourth stages of labor, the newborn, the postpartum period, and the neonate, to contraceptive services, the author used Varney's 7-Step Midwifery Management. In the case conducted at Kudungga Regional Hospital on May 6, 2026, during the active phase of the first stage of labor monitoring, the mother experienced 3x10' contractions with a duration of 30-35''. Complementary therapy in the form of counterpressure massage was given, which effectively reduced physiological pain during labor. After 5 hours of in-partum monitoring, the baby was born vaginally at 1:10 PM, a healthy, female baby, weighing 3400 grams. The postpartum period proceeded normally, with no bleeding, good uterine contractions, a second-degree perineal rupture, and colostrum discharge. Mrs. A ended her postpartum period by choosing the contraceptive implant method, which consisted of two capsules. CoC care integrated with complementary therapies for Mrs. A has been shown to provide optimal clinical outcomes, increase patient comfort, and minimize the risk of complications during labor and postpartum. Midwives, educational institutions, pregnant women, and families are expected to collaborate in early detection and prevention of complications during pregnancy, labor, postpartum, and family planning.   Abstrak Continuity of Care (COC) merupakan prinsip penting dalam praktik kebidanan yang menekankan pelayanan berkelanjutan antara bidan dan klien serta memastikan pasien menerima perawatan yang komprehensif dan terpadu mulai dari awal kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga program keluarga berencana. Studi ini mengkaji penerapan asuhan kebidanan COC pada Ny. A, ibu hamil usia 34 tahun dengan status gravidas 2, para 1, abortus 0 (G2P1A0), yang dirawat di RSUD Kudungga Kutai Timur. Penerapan terapi komplementer pada asuhan COC pada saat ini menjadi salah satu alternatif positif untuk memberikan kenyamanan dan kesejahteraan psikofisik ibu selama proses reproduksi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelaksanaan COC sebagai strategi utama dalam menurunkan AKI, melalui pelayanan kebidanan berkualitas dan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek pencegahan, deteksi dini komplikasi, dan edukasi keluarga. Penerapan terapi komplementer seperti pijat akupresure selama persalinan memberikan alternatif efektif untuk manajemen nyeri tanpa efek samping farmakologis. Penerapan asuhan kebidanan berbasis coc serta di implementasikan terapi komplementer pijat counter-pressure pada Ny.A umur 34 thn di ruang bersalin RSUD Kudungga. Metode yang di gunakan pada laporan study kasus Ny.A adalah (case report). Pada pemantauan yang telah di lakukan dari kehamilam TM III, Persalinan kala I-IV, bayi baru lahir, nifas serta neonatus, sampai ke pelayanan kontrasepsi penulis menggunakan manajemen Kebidanan 7 Langkah Varney. Pada kasus yang di laksanakan di RSUD Kudungga pada tanggal 06 Mei 2026 pada pemantauan persalinan kala I fase aktif ibu mengalami kontraksi 3x 10’ durasi 30-35’’, di berikan terapi komplementer berupa pijat counterpressure yang efektif mengurangi nyeri fisiologis pada persalinan. Setelah di lakukan pemantauan inpartu selama 5 jam. Bayi lahir pervaginam pukul 13.10, bayi lahir bugar, perempuan, Berat badan 3400 gr. Pada masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, ruptur perineum derajat 2, kolostrum sudah ada keluar. Ny. A mengakhiri masa nifas dengan memilih metode kontrasepsi implan 2 kapsul. Asuhan CoC yang diintegrasikan dengan terapi komplementer pada Ny. A terbukti memberikan luaran klinis yang optimal, meningkatkan kenyamanan pasien, serta meminimkan resiko komplikasi masa persalinan dan nifas. Bidan, institusi Pendidikan, ibu hamil dan keluarga diharapkan mampu bekerjasama dalam deteksi dini dan pencegahan komplikasi dalam kehamilan, persalinan, nifas dan keluarga berencana.
Akupresur untuk Mengatasi Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I Sepri Winda Sari; Norvitasari; Muspida; Diana Das Dores Assunção Braz; Octavia de Deus; Ana Josefa Ximenes; Francisca Dos reis; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nausea and vomiting, or emesis gravidarum, are common complaints experienced by pregnant women in the first trimester. These symptoms may interfere with daily activities and affect maternal and fetal health if not properly managed. Acupressure at the Pericardium 6 (P6) point, also known as Nei Guan, is a non-pharmacological intervention that can be used to help reduce nausea and vomiting during pregnancy. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of first-trimester pregnant women in managing nausea and vomiting through education and independent practice of P6 acupressure in a safe, simple, and applicable manner at home. The activity was conducted at Akhmad Berahim Regional Hospital, North Kalimantan Province, involving 10 offline participants, and at Vera Cruz Public Health Center, Timor-Leste, involving 10 online participants. The methods used were health education, demonstration, and practice of P6 acupressure. The results showed an increase in participants’ knowledge after the education session. Before the session, 15 participants (75.0%) were in the poor knowledge category, 4 participants (20.0%) were in the moderate category, and 1 participant (5.0%) was in the good category. After the session, the number of participants in the good knowledge category increased to 18 participants (90.0%), while 2 participants (10.0%) were in the moderate category. In conclusion, health education and demonstration improved the knowledge and skills of first-trimester pregnant women in performing a simple, safe, and independent effort to help reduce nausea and vomiting.   Abstrak Mual muntah atau emesis gravidarum merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil trimester I yang dapat mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-hari, serta berdampak pada kesehatan ibu dan janin apabila tidak ditangani dengan baik. Akupresur titik Pericardium 6 (P6) atau Nei Guan merupakan salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan mual muntah pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester I dalam mengatasi keluhan mual muntah melalui edukasi dan praktik akupresur pada titik Pericardium 6 (P6) secara mandiri, aman, sederhana, dan mudah diterapkan di rumah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2026 di RSUD Akhmad Berahim Provinsi Kalimantan Utara dengan 10 peserta luring dan Puskesmas Vera Cruz Timor Leste dengan 10 peserta daring. Metode pelaksanaan kegiatan yakni penyuluhan dan demonstrasi atau praktik akupresur titik P6 menggunakan Power Point sebagai media penyuluhan. Instrumen evaluasi menggunakan kuesioner 15 pertanyaan dengan pilihan jawaban benar-salah yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan, sedangkan keterampilan dinilai melalui observasi langsung saat peserta mempraktikkan teknik akupresur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan. Sebelum penyuluhan, peserta berada pada kategori pengetahuan kurang sebanyak 15 orang (75,0%), kategori cukup sebanyak 4 orang (20,0%), dan kategori baik sebanyak 1 orang (5,0%). Setelah penyuluhan, peserta dengan kategori baik meningkat menjadi 18 orang (90,0%) dan kategori cukup sebanyak 2 orang (10,0%). Kesimpulan, setelah penyuluhan dan demonstrasi terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester I dalam melakukan upaya sederhana, aman, dan mandiri untuk membantu mengurangi keluhan mual muntah.