cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 926 Documents
Edukasi Penerapan Pijat Common cold Untuk Mengatasi Batuk Pilek Pada Balita Agustina; Ana Setiawati; Milah Khanifiyah; Yeni Nurwati; Anggi Lestari; Heslinawati; Susilowati; Dahliana; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batuk pilek (common cold) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi dan balita akibat infeksi virus saluran pernapasan atas. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, gangguan tidur, penurunan nafsu makan, serta meningkatkan kecemasan orang tua dalam merawat anak di rumah. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala batuk pilek adalah pijat common cold. Namun, pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai teknik pijat ini masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam menerapkan pijat common cold sebagai upaya mengatasi batuk pilek pada balita. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2026 di Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dan Puskesmas Petungkriyono Kabupaten Pekalongan dengan melibatkan 20 ibu balita. Metode yang digunakan adalah hybrid learning melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil pretest menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 15 orang (75%) dan pengetahuan cukup sebanyak 5 orang (25%). Setelah diberikan edukasi dan demonstrasi pijat common cold, seluruh responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 20 orang (100%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi praktik efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai manfaat dan teknik pijat common cold. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan pengetahuan ibu dalam melakukan perawatan nonfarmakologis pada balita yang mengalami batuk pilek. Oleh karena itu, edukasi pijat common cold perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan posyandu dan program kesehatan masyarakat.
Edukasi Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Haid Primer pada Remaja Annisa Rahman; Fajrianisa Sholihah; Nurhayanti; Ermawati; Felismia Maria Carrdoso; Agustina Carvalho Moniz Tilman; Elia Nurfalah; Ririn Febriyani; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual pain, or dysmenorrhea, is a common problem experienced by young women during menstruation. Primary menstrual pain can impact adolescent productivity and well-being, resulting in impaired concentration, school absence, and decreased academic performance. Menstrual pain can be managed through pharmacological and non-pharmacological methods. One recommended non-pharmacological therapy is acupressure. The purpose of this activity is to introduce acupressure to adolescents as a solution for overcoming menstrual pain. The method used in carrying out community service was Hybrid Learning on May 30, 2026 at the At-Taqwa Belendung Islamic Boarding School. Community service will be implemented in three stages: the first stage is preparation by collaborating with partners. The second stage is the implementation stage, where a pre-test is conducted before the counseling is conducted to explore adolescents' knowledge. Next, education and training on menstrual pain acupressure are conducted by directly practicing menstrual pain acupressure. The third stage is an evaluation through a post-test and direct interviews, and concludes with an activity report. The results of the community service show that 26 adolescents participated in this activity. Before the counseling session on acupressure for menstrual pain, the majority of adolescents' knowledge was in the poor category, with 20 (76.9%) and after the counseling session, 24 (92.3%) had good knowledge. This concludes that there was an increase in knowledge before and after the acupressure session. It is hoped that health workers will improve health promotion programs regarding non-pharmacological methods of managing dysmenorrhea in adolescents, especially acupressure.   Abstrak Nyeri haid atau dismenore adalah salah satu masalah yang seringkali dialami oleh wanita muda ketika menstruasi. Nyeri haid primer dapat memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan remaja seperti gangguan konsentrasi, ketidakhadiran sekolah, dan penurunan prestasi akademik. Penanganan nyeri haid dapat dilakukan dengan cara yaitu, secara farmakologi dan non farmakologi. Adapun terapi non farmakologi yang dianjurkan salah satunya yaitu akupresur. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan akupresure kepada remaja sebagai Solusi dalam mengatasi nyeri haid. Metode yang digunakan dalam melakukan pengabdian masyarakat yaitu Hybrid Learning pada tanggal 30 Mei 2026 di Pondok Pesantren At-Taqwa Belendung. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan remaja. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan akupresure nyeri haid dengan mempraktekkan langsung akupresure nyeri haid. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan posttest dan wawancara secara langsung dan diakhiri dengan membuat laporan kegiatan. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 26 orang remaja. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai akupresure nyeri haid didapatkan sebagian besar pengetahuan remaja dalam kategori kurang yaitu sebanyak 20 orang (76,9%) dan setelah dilakukan penyuluhan remaja memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 24 orang (92,3%). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyeluhan mengenai akupresure.  Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan program promosi kesehatan mengenai cara mengatasi disminore pada remaja secara non farmokologi terutama akupresure.
Optimalisasi Kenyamanan Ibu Hamil Trimester III melalui Edukasi Penerapan Pelvic Rocking Mela Treusna Martiawati; Ana Qurrotu A'yunin; Nurul Citra Astria Wulandari Siregar; Wa Ode Puput Timisela; Carmelita de Deus; Rita Da Conceicao Celeste Barros; Sufadmi; Insiyatul Hasanah; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discomfort in the third trimester of pregnancy, especially lower back pain, is often experienced by pregnant women due to physiological and biomechanical changes during pregnancy. This discomfort is physiological, but if left untreated, it can interfere with daily activities, quality of rest, readiness for childbirth, and the mother's psychological well-being. One non-pharmacological method that can be used to reduce this discomfort is pelvic rocking. The method used in carrying out community service is Hybrid Learning. Community Service will be implemented in three stages: The first stage is preparation by collaborating with partners. The second stage is the implementation stage, before the counseling is carried out, a pre-test is conducted to explore the knowledge of pregnant women. Next, education and training on pelvic rocking are carried out by directly practicing pelvic rocking movements. The third stage is an evaluation through a post-test and direct interviews and concludes with a report on the activity. The results of the community service show that this activity was attended by 20 pregnant women in their third trimester. Before the education about menstrual pain acupressure, it was found that most of the pregnant women's knowledge was in the poor category at 70% with an average score of 47.5 and after being given education, pregnant women had a level of knowledge in the good category at 85% with an average score of 88. It can be concluded that there was an increase in knowledge before and after the education about pelvic rocking. It is hoped that health workers, especially midwives, will integrate education and demonstrations of pelvic rocking into integrated antenatal services and pregnant women's class activities as a promotive and preventive effort in overcoming discomfort in the third trimester of pregnancy.   Abstrak Ketidaknyamanan pada kehamilan trimester III, terutama nyeri punggung bawah, sering dialami oleh ibu hamil akibat perubahan fisiologis dan biomekanik selama kehamilan. Ketidaknyamanan ini bersifat fisiologis, tetapi bila tidak ditangani dapat mengganggu aktivitas harian, kualitas istirahat, kesiapan menghadapi persalinan, dan kesejahteraan psikologis ibu. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut adalah pelvic rocking. Metode yang digunakan dalam melakukan pengabdian masyarakat yaitu Hybrid Learning. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan ibu hamil. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan pelvic rocking dengan mempraktekkan langsung gerakan-gerakan pelvic rocking. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan posttest dan wawancara secara langsung dan diakhiri dengan membuat laporan kegiatan. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 20 orang ibu hamil trimester III. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai pelvic rocking didapatkan sebagian besar pengetahuan ibu hamil dalam kategori kurang sebesar 70% dengan rata-rata nilai 47,5 dan sesudah diberikan edukasi, ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori baik sebesar 85% dengan rata-rata nilai 88. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang pelvic rocking. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan untuk mengintegrasikan edukasi dan demonstrasi pelvic rocking ke dalam pelayanan antenatal terpadu dan kegiatan kelas ibu hamil sebagai upaya promotif dan preventif dalam mengatasi ketidaknyamanan kehamilan trimester III.
Prenatal Yoga untuk Meningkatkan Kenyamanan dan Kesejahteraan Ibu Hamil Hulian Utari; Hanugrah Ayu Kardhanik; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is a physiological process that often causes discomfort such as back pain, foot edema, and anxiety. Non-pharmacological methods such as prenatal yoga are effective in reducing these complaints. The purpose of this community service was to improve the knowledge, comfort, and well-being of pregnant women through prenatal yoga training at PMB Tri Utami Sari, Semarang. The method used was participatory with stages of preparation, outreach, demonstration, and direct practice of yoga movements. Participants were 10 pregnant women in the third trimester. The results showed an 85% increase in knowledge (mean pre-test score 45 to post-test 90). There was a reduction in complaints: back pain (80% of participants), foot edema (70%), and anxiety (75%). All participants were able to perform the five basic movements correctly and expressed high satisfaction (average score 4.8 out of 5). This activity was effective in increasing the comfort and well-being of pregnant women. It is recommended that prenatal yoga be implemented as a routine program in midwifery care.   Abstrak Kehamilan merupakan proses fisiologis yang sering menimbulkan ketidaknyamanan seperti nyeri punggung, edema kaki, dan kecemasan. Metode nonfarmakologis seperti prenatal yoga terbukti efektif dalam mengurangi keluhan tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, kenyamanan, dan kesejahteraan ibu hamil melalui pelatihan prenatal yoga di PMB Tri Utami Sari, Semarang. Metode yang digunakan adalah partisipatif dengan tahapan persiapan, penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung gerakan yoga. Peserta berjumlah 10 orang ibu hamil trimester III. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 85% (rata-rata nilai pre-test 45 menjadi post-test 90). Terjadi penurunan keluhan nyeri punggung (80% peserta), kaki bengkak (70%), dan kecemasan (75%). Seluruh peserta mampu melakukan kelima gerakan dasar dengan benar dan menyatakan kepuasan tinggi (skor rata-rata 4,8 dari 5). Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan ibu hamil. Prenatal yoga direkomendasikan untuk dijadikan program rutin dalam asuhan kebidanan.
Edukasi Pijat Common cold untuk Mengatasi Gejala ISPA pada Balita Nora Yuni Intasari; Heni Setyowati; Siti Hafsyah Mubarokah; Iness Irmayanty Saragih; Delvina Nor Dahlia; Sri Rahayu; Ekasari; Irma Kurnia; Artha Prihati Ningsih; Melianna Silaban; Astri Purnamasari Mustar
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Common cold is a common health problem in infants and toddlers due to upper respiratory tract viral infections. This condition can cause discomfort, sleep disturbances, decreased appetite, and increase parental anxiety in caring for children at home. One non-pharmacological effort that can be used to help relieve symptoms of cough and cold is common cold massage. However, mothers' knowledge and skills regarding this massage technique are still limited. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of mothers of toddlers in applying common cold massage as an effort to overcome cough and cold in toddlers. The activity was carried out on May 30, 2026 at the Sakura Integrated Health Post (Posyandu) in the Sekatak Community Health Center Working Area, involving 10 mothers of toddlers. The method used was hybrid learning through counseling, demonstrations, direct practice, and evaluation using pretest and posttest questionnaires. The pretest results showed that most respondents had a low level of knowledge, as many as 9 people (90%) with an average score of 45.33%. After being given education and demonstration of common cold massage, most respondents had a good level of knowledge as many as 8 people (80%) [lH2.1] with an average of 86.67. These results indicate that education accompanied by practical demonstrations is effective in increasing mothers' understanding of the benefits and techniques of common cold massage. This activity has been proven to be able to increase mothers' knowledge in providing non-pharmacological care to toddlers with coughs and colds. Therefore, education on common cold massage needs to be carried out continuously through integrated health post activities and community health programs.   Abstrak Batuk pilek (common cold) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi dan balita akibat infeksi virus saluran pernapasan atas. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, gangguan tidur, penurunan nafsu makan, serta meningkatkan kecemasan orang tua dalam merawat anak di rumah. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala batuk pilek adalah pijat common cold. Namun, pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai teknik pijat ini masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam menerapkan pijat common cold sebagai upaya mengatasi batuk pilek pada balita. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2026 di Posyandu Sakura Wilayah Kerja Puskesmas Sekatak dengan melibatkan 10 ibu balita. Metode yang digunakan adalah hybrid learning melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil pretest menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 9 orang (90%) dengan nilai rata-rata 45,33%. Setelah diberikan edukasi dan demonstrasi pijat common cold, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 8 orang (80%) dengan rata-rata 86,67. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi praktik efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai manfaat dan teknik pijat common cold. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan pengetahuan ibu dalam melakukan perawatan nonfarmakologis pada balita yang mengalami batuk pilek. Oleh karena itu, edukasi pijat common cold perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan posyandu dan program kesehatan masyarakat.
Pemberian Edukasi Pediatric Massage Therapy untuk Kolik pada Kader Posyandu dan Ibu Bayi Herma; Besse Nia Asniar; Selmiati selmi; Nurfitriana Roby Hapsari; Sischa Widyawati; Mugi Musrianah; Asri Puspa Dewi; Sahdia; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infantile colic is a common condition in infants characterized by excessive crying without an identifiable cause. This condition can cause discomfort in infants and increase stress among parents. One non-pharmacological method that can help reduce colic symptoms is Pediatric Massage Therapy. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of community health volunteers (posyandu cadres) and mothers regarding infantile colic and infant massage techniques. The activity was conducted on May 26, 2026, at Posyandu Bunga Sepatu and involved 20 participants. The methods included health education, demonstrations, hands-on practice, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the proportion of participants in the good knowledge category increasing from 20% in the pre-test to 80% in the post-test. In addition, participants demonstrated a better understanding and ability to perform Pediatric Massage Therapy after the training. These findings indicate that education combined with demonstrations and direct practice is effective in improving participants’ understanding. In conclusion, this program successfully enhanced the knowledge and skills of posyandu cadres and mothers in performing Pediatric Massage Therapy as a non-pharmacological approach to help reduce infantile colic symptoms. Therefore, similar educational activities should be implemented continuously to support infant health and well-being.   Abstrak Kolik infantil merupakan kondisi yang sering terjadi pada bayi dan ditandai dengan tangisan berlebihan tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi serta meningkatkan stres pada orang tua. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi gejala kolik adalah Pediatric Massage Therapy. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu serta ibu bayi mengenai kolik infantil dan teknik pijat bayi. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Mei 2026 di Posyandu Bunga Sepatu dengan melibatkan 20 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 20% saat pre-test menjadi 80% pada post-test. Selain itu, seluruh peserta mampu memahami dan mempraktikkan teknik Pediatric Massage Therapy dengan lebih baik setelah mengikuti kegiatan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Kegiatan ini dapat disimpulkan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu serta ibu bayi dalam melakukan Pediatric Massage Therapy sebagai upaya nonfarmakologis untuk membantu mengurangi gejala kolik pada bayi. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan bayi.