cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 909 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Ny.S G3P2A0 Usia 30 Tahun di Klinik Pratama Lestari I Ana Riandari; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is midwifery care aimed at improving public health, particularly reducing maternal and infant mortality rates. This care includes comprehensive midwifery care, including integrated antenatal care (ANC), delivery assisted by trained healthcare professionals, postpartum care, newborn care, and family planning services. Comprehensive midwifery care for Mrs. S was provided from April to May. The midwifery care method used a descriptive approach and was documented using Varney's 7 steps and SOAP. During the third trimester, the mother complained of frequent abdominal pain that subsided after a while and was irregular, indicating false contractions. The mother already knew these were not labor contractions. Mrs. S's pregnancy was in good and normal condition, with no problems endangering the mother or baby. She stated that she did not want any tears, so she exercised with a gym ball at home. She said she received information from social media. Delivery care was provided on April 21, 2025, with a normal delivery using APN steps. Mrs. S was born spontaneously at the back of the head. She was female, weighing 2,600 grams, measuring 46 cm long, and had no perineal tears. The delivery process was assisted by a slight perineal massage during delivery. Postpartum care for the mother and newborn was provided simultaneously, with an 8-hour visit, a second visit on the third day, a third visit on the fourteenth day, and a fourth visit on the twenty-fifth day. The conclusion was that both mother and baby were healthy and there were no complications. During the postpartum period, the mother received family planning information and education (IEC) and stated that she wanted to use a 3-monthly injection. Based on the results of the comprehensive midwifery care provided to Mrs. S, it is hoped that Mrs. S will implement the IEC provided during her care. Health workers are expected to provide maximum comprehensive care to improve the quality of life for mothers and babies, and are expected to implement complementary midwifery care to provide non-pharmacological services to mothers   Abstrak Continuity of care merupakan Asuhan kebidanan dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama mengurangi angka kematian ibu dan bayi, dengan cara melakukan Asuhan kebidanan komprehensif yang meliputi Asuhan kebidanan kehamilan yang benar yaitu dengan ANC Terpadu,persalinan dengan pertolongan tenaga kesehatan terlatih, Nifas dilakukan perawatan pasca salin, Bayi Baru Lahir (BBL) dilakuka perawatan bayi baru lahir, dan Pelayanan Keluarga Berencana (KB). Asuhan Kebidanan komprehensif pada Ny.S dilakukan mulai April sampai mei. Metode asuhan kebidanan menggunakan pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan menggunakan 7 langkah varney dan SOAP. Pada Asuhan kehamilan trimester III ibu datang mengeluh sering kencang-kencang pada perut lalu hilang setelah beberapa saat dan tidak teratur yang merupakan kontraksi palsu, ibu sudah tau jika ini bukan kontraksi tanda persalinan/kontraksi palsu, pada kehamilan Ny.S dalam keadaan baik dan normal, tidak ditemukan permasalahan yang membahayakan ibu dan bayi, ibu mengatakan tidak ingin ada robekan sehingga ibu melakukan gymball dirumah, ibu mengatakan mendapatkan informasi dari sosial media. Asuhan Persalinan dilakukan pada tanggal 21 April 2025 dengan Persalinan Normal dengan Langkah APN bayi Ny.S lahir spontan belakang kepala, jenis kelamin perempuan BB 2.600 gr, Panjang badan 46cm, dan tidak ada robekan perineum, pada proses persalinan dibantu sedikit pemijatan perineum disaat ibu. Asuhan pada masa nifas pada ibu dan asuhan bayi baru lahir dilakukan bersamaan yaitu kunjungan 8 jam, kunjungan kedua di hari ke tiga, kunjungan ke tiga dihari ke empat belas, kunjungan keempat dihari duapuluh lima dengan kesimpulan ibu dan bayi sehat dan tidak ada komplikasi. Pada Masa nifas ibu sudah diberikan KIE KB ibu mengatakan ingin menggunakan KB suntik 3 bulan. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny.S diharapkan Ny.S dapat menerapkan KIE yang telah diberikan selama diberikannya asuhan. Diharapkan tenaga Kesehatan memberikan pelayanan asuhan komprehensif yang maksimal untuk menaikan derajat hidup ibu dan bayi, serta diharapkan menerapkan asuhan kebidanan komplementer untuk memberikan pelayanan kepada ibu yang nonfarmakologi.
Penyuluhan tentang Common Cold dan Pijat Common Cold dalam Upaya Mengatasi Gejala Batuk Pilek pada Bayi/Balita Annisa Mastri Wahyu Nurjati; Icca Oktavia Noor Hidayati; Rinawati; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The common cold is an upper respiratory tract infection that frequently affects infants and toddlers. A situation analysis in Pringsari Village, Pringapus District, Semarang Regency, found a high incidence of coughs and colds in infants and toddlers, as well as low maternal knowledge regarding non-pharmacological treatment, such as common cold massage. Therefore, this community service program aims to improve mothers' knowledge and skills in performing common cold massage to address cough and cold symptoms in infants and toddlers. Babies are weak individuals and require an adaptation process. Every baby must be able to go through a physiological adaptation process consisting of the cardiovascular, respiratory system, hematopoiesis system, metabolism, body temperature, digestive tract system, endocrine glands, immunoglobulin system, glucose metabolism, integumentary and reproductive systems. Performing a Common Cold massage consisting of stages of massage for babies with coughs and colds consisting of the following movements: toward bridge nose & under the cheekbone, cheek rain drop, open book, butterfly, toby top intercostal, chest rain drop, positioning the baby face down, back and forth, sweeping neck to bottom, sweeping neck to feet, back circle, back rain drop, pitching and relaxation. Counseling on Common Cold Massage for Babies and Toddlers as an Effort to Overcome Coughs and Colds in the Pringsari Village Area, Pringapus District, Semarang Regency, which was attended by 15 respondents who were mothers who had babies. The Community Service Implementation was carried out on Saturday, May 9, 2026, starting at 09.00 – 11.30 WIB offline, with a method with an introduction first, then filling out the pre-test, then the presentation of the material and continued with a demonstration of Common Cold massage with 13 stages, followed by a question and answer process, then filling out the post-test and finally closing. The counseling participants understood and comprehended how to do Common Cold Massage to Overcome Coughs and Colds in Babies and Toddlers and good communication was established between the proposing team and the mothers who conducted the counseling. There was an increase in the knowledge and skills of mothers, as seen from the good percentage data of 53.3% (pretest) to 93.3% (posttest). It is hoped that mothers can practice Common Cold massage at home independently when their children have coughs and colds.   Abstrak Common cold merupakan salah satu gangguan saluran pernapasan atas yang sering terjadi pada bayi dan balita. Berdasarkan hasil analisis situasi di Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, ditemukan masih tingginya kejadian batuk pilek pada bayi dan balita serta rendahnya pengetahuan ibu mengenai penanganan nonfarmakologis berupa pijat Common Cold. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat Common Cold sebagai upaya mengatasi gejala batuk pilek pada bayi dan balita. Bayi merupakan individu yang lemah dan memerlukan proses adaptasi. Setiap bayi harus dapat melalui proses adaptasi fisiologis yang terdiri dari kardiovaskuler, sistem pernafasan, sistem hematopoiesis, metabolisme, suhu tubuh, sistem traktus digestivus, kelenjar endokrin, sistem imunoglobulin, metabolisme glukosa, sistem integumen dan reproduksi. Melakukan pijat Common Cold yang terdiri dari tahapan pijat bayi batuk pilek yang terdiri dari gerakan berikut melakukan gerakan toward bridge nose & under the cheek bone, cheek rain drop, open book, butterfly, toby top intercostal, chest rain drop, memposisikan bayi telungkup, back and forth, sweeping neck to bottom, sweeping neck to feet, back circle, back rain drop, pitching dan relaksasi. Penyuluhan Pijat Common Cold Pada Bayi dan Balita Sebagai Upaya Mengatasi Batuk Pilek di Wilayah Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang yang diikuti oleh 15 responden Ibu yang memiliki bayi. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dilakukan Hari Sabtu, 9 Mei 2026 mulai pukul 09.00 – 11.30 WIB secara luring (offline), dengan metode dengan perkenalan terlebih dahulu selanjutnya pengisian Pre Test, kemudian pemaparan materi dan dilanjutkan demonstrasi pijat Common Cold dengan 13 tahapan, berikutnya proses tanya jawab kemudian pengisian Post Test dan terakhir penutup. Peserta penyuluhan mengerti dan memahami cara melakukan Pijat Common Cold Untuk Mengatasi Batuk Pilek pada Bayi dan Balita dan bisa terjalin komunikasi baik tim pengusul dan para ibu yang melakukan penyuluhan. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu, yang dilihat dari data presentase baik 53,3% (pretest) menjadi 93,3% (Post Test). Diharapkan ibu-ibu dapat mempraktikkan pijat Common Cold dirumah secara mandiri saat anaknya mengalami batuk dan pilek.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. N Usia 30 Tahun G4P3A0 di Wilayah Kerja Puskesmas Kajen I Kabupaten Pekalongan Anggraeni Indri H; Heni Hirawati Pranoto
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain important indicators in assessing the degree of public health. In Indonesia, the MMR reaches 305 per 100,000 live births and the IMR is 22 per 1,000 live births. These high rates are influenced by various factors such as hemorrhage, infection, hypertension in pregnancy, and complications during childbirth and postpartum. One of the efforts to reduce MMR and IMR is through continuous midwifery care or Continuity of Care (CoC), which provides comprehensive care from pregnancy to family planning. This study used a descriptive method with a case study approach on Mrs. N, 30 years old, G4P3A0, in the working area of Puskesmas Kajen I, Pekalongan Regency,. Midwifery care was provided comprehensively covering pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning services using a midwifery management approach. The results showed that the implementation of Continuity of Care midwifery services was carried out well according to service standards. The condition of the mother and baby during pregnancy, childbirth, postpartum, and the newborn period was good without significant complications. The mother also understood self-care, newborn care, and the importance of contraceptive use. In conclusion, the implementation of comprehensive midwifery care through Continuity of Care is effective in improving the quality of services and supporting efforts to reduce MMR and IMR through early detection and appropriate management.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Di Indonesia, AKI mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 22 per 1.000 kelahiran hidup. Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perdarahan, infeksi, hipertensi dalam kehamilan, serta komplikasi persalinan dan nifas. Salah satu upaya untuk menurunkan AKI dan AKB adalah melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) yang memberikan asuhan secara menyeluruh sejak kehamilan hingga keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Ny. N usia 30 tahun G4P3A0 di wilayah kerja Puskesmas Kajen Kabupaten Pekalongan. Asuhan kebidanan diberikan secara komprehensif meliputi masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana dengan pendekatan manajemen kebidanan. Hasil menunjukkan bahwa asuhan kebidanan secara Continuity of Care dapat dilaksanakan dengan baik sesuai standar pelayanan. Kondisi ibu dan bayi selama kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dalam keadaan baik tanpa komplikasi yang berarti. Ibu juga memahami perawatan diri, perawatan bayi, serta pentingnya penggunaan kontrasepsi. Kesimpulannya, penerapan asuhan kebidanan komprehensif secara Continuity of Care efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta mendukung upaya penurunan AKI dan AKB melalui deteksi dini dan penanganan yang tepat.
Edukasi dan Pelatihan Yoga untuk Mengurangi Nyeri Haid Primer Bagi Remaja Putri Indra Puspita; Andi Sriana; Intan Yemima; Tita Nadea Pratiwi Rahma; Ana Lestari Ningsih; Herlina Liling; Mirwana; Heni Hirawati Pranoto
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Primary dysmenorrhea is a common health problem among adolescent girls and often disrupts daily activities. The usual management is the consumption of pain relievers, but non-pharmacological approaches such as yoga are still rarely known and practiced. This community service program aimed to increase adolescents’ knowledge about yoga as a complementary therapy to reduce primary menstrual pain so that adolescent girls are able to perform yoga movements independently to reduce pain and enhance comfort during menstruation. The program was conducted at SMPN 01 Peso and SMPN 03 Tana Tidung on May 22, 2026, involving 20 eighth-grade students. The methods included health education, yoga training, and evaluation of knowledge before and after the intervention. The results showed a significant improvement: prior to education, 80% of respondents had poor knowledge and 20% had moderate knowledge; after education, all respondents (100%) achieved good knowledge. These findings confirm that yoga education and training effectively enhance adolescents’ understanding of safe, independent, and non-pharmacological management of primary dysmenorrhea. This program is expected to be sustainably implemented in schools and adolescent health services to support reproductive health and improve the quality of life of adolescent girls.   Abstrak Nyeri haid primer (dismenore) merupakan masalah kesehatan yang umum dialami remaja putri dan sering mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan yang lazim dilakukan adalah konsumsi obat pereda nyeri, namun pendekatan non-farmakologis seperti yoga masih jarang diketahui dan diterapkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai yoga sebagai terapi komplementer dalam mengurangi nyeri haid primer sehingga remaja putri mampu melakukan gerakan yoga secara mandiri untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan selama menstruasi. Program dilaksanakan di SMPN 01 Peso dan SMPN 03 Tana Tidung pada 22 Mei 2026 dengan melibatkan 20 siswi kelas VIII. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan yoga, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan: sebelum edukasi, 80% responden memiliki pengetahuan kurang dan 20% cukup; setelah edukasi, seluruh responden (100%) mencapai kategori pengetahuan baik. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi dan pelatihan yoga efektif meningkatkan pemahaman remaja putri tentang penanganan nyeri haid primer secara mandiri, aman, dan non-farmakologis. Program ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah maupun posyandu remaja untuk mendukung kesehatan reproduksi dan kualitas hidup remaja putri.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Hamil Tentang Relaksasi dan Pernapasan Melalui Kegiatan Prenatal Yoga Nurul Fajriah; Iffatul Muna A; Eka Agustin Sinar Lina; Pebri Satni Lestari; Nurul Khaefa; Gina Audina; Nurul Muslimah; Ayu Arum Sari; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prenatal yoga is a non-pharmacological method that can help pregnant women reduce physical tension, anxiety, and psychological complaints during pregnancy. Knowledge and skills of pregnant women regarding relaxation and breathing techniques through prenatal yoga are still limited. This community service activity aimed to improve pregnant women's knowledge and skills in performing prenatal yoga. The program was conducted in 03 June 2026, in three locations, at Health Center Sebakung Taka, East Kalimantan Province, Nasyifa Medika Medical Clinic, Central Java Province, and Health Center Juata, North Kalimantan Province, involving 25 pregnant women. The method used was through education, demonstration, hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The pre-test results showed that most participants had low knowledge (76.9%). After participating in the education and prenatal yoga practice, most participants had high knowledge (69.2%), and none remained in the low category. These results indicate that education combined with practical exercises is effective in improving pregnant women's understanding and skills regarding prenatal yoga, relaxation, and breathing techniques. Prenatal yoga education should be conducted continuously through posyandu activities and community health programs to support comfort and readiness for childbirth.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam derajat kesehatan suatu negara. Salah satu strategi efektif untuk mendeteksi dini faktor risiko dan menekan angka kematian tersebut adalah penerapan asuhan kebidanan secara berkesinambungan (Continuity of Care/ COC). Memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, neonatus, hingga pilihan pelayanan keluarga berencana (KB) pada Ny. S di Desa Sambirejo. Jenis laporan menggunakan studi penelaahan kasus (case study) dengan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan didokumentasikan dalam format SOAP. Subjek studi adalah Ny. S umur 35 tahun G3P2A0. Asuhan diberikan sejak usia kehamilan 32 minggu pada Januari 2026 hingga masa nifas 6 minggu pada April 2026. Pada masa kehamilan trimester III ditemukan ketidaknyamanan fisiologis berupa punggung pegal-pegal yang diatasi dengan latihan prenatal yoga. Persalinan berlangsung pada usia kehamilan 39 minggu di RSGM secara Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis/obstetri, melahirkan bayi laki-laki dengan berat 3235gram secara sehat. Masa nifas berlangsung normal, involusi uterus baik, dan ASI keluar dengan lancar. Kunjungan neonatus menunjukkan pertumbuhan bayi yang sehat. Pada akhir masa nifas, ibu memilih menjadi akseptor baru KB implan. Secara keseluruhan asuhan kebidanan berkesinambungan (COC) pada Ny. S telah terlaksana dengan baik secara fisiologis tanpa adanya komplikasi, serta berhasil menjembatani kebutuhan ibu dalam memilih metode kontrasepsi jangka panjang.
Hipnoterapi untuk Mengatasi Kecemasan Ibu Hamil di Puskesmas Tanah Kuning dan RSUD Dr. H. Jusuf Sk Niken Riestiani; Ari Andayani; Rosauliya Handayani; Mariany Ba’ru; Harti Octavia Situmorang; Megawati; Andi Bella Gading Soraya; Ira Purnamasari Azis
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy involves complex physiological processes triggering physical, hormonal, and psychological changes that frequently induce significant maternal anxiety. Unmanaged anxiety can elevate cortisol production excessively, thereby increasing the risk of medical complications such as hypertension, preterm labor, and low birth weight. In this context, hypnotherapy serves as a safe, non-pharmacological complementary intervention designed to induce deep relaxation, stabilize the sympathetic nervous system, and plant positive suggestions to alleviate psychological stress. This community service study aims to evaluate the application of complementary hypnotherapy in reducing anxiety among pregnant women within the working areas of UPTD Puskesmas Tanah Kuning and RSUD dr. H. Jusuf SK. This community service project was conducted in May 2026 at UPTD Puskesmas Tanah Kuning, Bulungan Regency, and RSUD dr. H. Jusuf SK, Tarakan City, North Kalimantan. The sample consisted of 21 purposively selected pregnant women. The intervention method integrated educational and demonstrative approaches through health education and basic hypnotherapy practices. Standardized pre-test and post-test questionnaires were administered to assess anxiety levels before and after the intervention, with data analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. Demographic findings indicated that all participants (100%) were within the healthy reproductive age range (20–35 years), 95.24% were in their third trimester, and 52.38% had an ideal parity of 2–3. Pre-test results showed most participants experienced moderate anxiety (66.67%), followed by mild anxiety (19.05%) and severe anxiety (14.28%). Following the hypnotherapy and educational intervention, a significant shift in psychological indicators occurred in the post-test: the mild anxiety category surged sharply to 85.72%, moderate anxiety decreased to 14.28%, and the severe anxiety group was completely eliminated to zero percent (0%). The therapeutic mechanism relies on deep relaxation to decrease sympathetic nervous system activity, slow the heart rate, and relax muscles, allowing the subconscious mind to safely absorb positive suggestions that transform perceptions of pregnancy. The application of complementary hypnotherapy successfully reduced anxiety and enhanced the psychological readiness of pregnant women at both health facilities. Midwives are recommended to integrate hypnotherapy as a routine intervention in Antenatal Care (ANC) services to support sustainable maternal mental health.   Abstrak Kehamilan melibatkan proses fisiologis kompleks yang memicu perubahan fisik, hormonal, dan psikologis, sehingga sering menimbulkan kecemasan maternal yang signifikan. Kecemasan yang tidak terkelola dengan baik dapat meningkatkan produksi hormon kortisol secara berlebihan, menaikkan risiko komplikasi medis seperti hipertensi, persalinan prematur, dan berat badan lahir rendah. Dalam konteks ini, hipnoterapi berfungsi sebagai intervensi komplementer non-farmakologis yang aman untuk merangsang relaksasi mendalam, menstabilkan sistem saraf simpatis, dan menanamkan sugesti positif guna mengurangi stres psikologis. Penelitian berbasis pengabdian masyarakat ini bertujuan mengevaluasi penerapan hipnoterapi komplementer dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanah Kuning dan RSUD dr. H. Jusuf SK. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di UPTD Puskesmas Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, dan RSUD dr. H. Jusuf SK, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Sampel terdiri dari 21 ibu hamil yang dipilih secara purposif. Metode intervensi mengintegrasikan pendekatan edukatif dan demonstratif melalui penyuluhan kesehatan serta praktik hipnoterapi dasar. Kuesioner pre-test dan post-test standar diberikan untuk menilai tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi, lalu data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Temuan menunjukkan seluruh peserta (100%) berada pada rentang usia reproduksi sehat (20–35 tahun), 95,24% berada pada trimester ketiga, dan 52,38% memiliki paritas ideal 2–3. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar peserta mengalami kecemasan sedang (66,67%), diikuti kecemasan ringan (19,05%), dan kecemasan berat (14,28%). Setelah dilakukan intervensi hipnoterapi dan edukasi, terjadi pergeseran indikator psikologis yang signifikan pada post-test: kategori kecemasan ringan melonjak tajam menjadi 85,72%, kecemasan sedang menurun menjadi 14,28%, dan kelompok kecemasan berat berkurang total hingga mencapai nol persen (0%). Mekanisme terapeutik ini mengandalkan relaksasi mendalam untuk menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis, memperlambat denyut jantung, dan melemaskan otot, sehingga alam bawah sadar dapat menyerap sugesti positif yang mengubah persepsi tentang kehamilan secara aman. Penerapan hipnoterapi komplementer berhasil menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesiapan psikologis ibu hamil di kedua institusi tersebut. Bidan disarankan mengintegrasikan hipnoterapi sebagai intervensi non-farmakologis rutin layanan Antenatal Care (ANC) demi mendukung kesehatan mental maternal berkelanjutan.
Penerapan Terapi Akupresur sebagai Upaya Non-Farmakologis dalam Mengurangi Dismenore pada Remaja Putri Liya Fatikhatun Ni'mah; Herni Prafita Dewi; Lufi Indah Sari; Yhunie Yudistira; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is one of the most common complaints experienced by adolescent girls during menstruation and can significantly disrupt daily activities. Most adolescent girls tend to ignore menstrual pain or rely on pain relievers without the supervision of a health professional, which carries the risk of long-term side effects. This community service activity aims to implement acupressure therapy as a non-pharmacological effort to reduce dysmenorrhea in adolescent girls. The activity was carried out simultaneously on June 3, 2026, in three locations: Pekalongan City, Central Java, and Kapuas Hulu Regency and Sambas Regency, West Kalimantan, involving 20 adolescent girls. This activity was carried out through lectures, discussions, questions and answers, demonstrations, and direct practice using leaflets, PowerPoint presentations, and animated videos. Evaluation of the activity was carried out using measurement instruments before and after the intervention. The results of the activity showed an improvement in the condition of participants after receiving acupressure therapy, with an average score increasing from 3.60 before therapy to 6.00 after therapy. These results indicate that acupressure therapy is effective, safe, and can be applied independently by adolescent girls without the need for drugs or special equipment.   Abstrak Dismenore merupakan salah satu keluhan yang paling umum dialami remaja putri saat menstruasi dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan. Sebagian besar remaja putri cenderung mengabaikan nyeri haid atau mengandalkan obat pereda nyeri tanpa pengawasan tenaga kesehatan yang berisiko menimbulkan efek samping jangka panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan terapi akupresur sebagai upaya nonfarmakologis dalam mengurangi dismenore pada remaja putri. Kegiatan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 3 Juni 2026 di tiga lokasi, yaitu Kota Pekalongan, Jawa Tengah, serta Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dengan melibatkan 20 remaja putri. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik langsung menggunakan media leaflet, presentasi PowerPoint, dan video animasi. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kondisi peserta setelah mendapatkan terapi akupresur, dengan rata-rata skor yang meningkat dari 3,60 sebelum terapi menjadi 6,00 setelah terapi. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi akupresur efektif, aman, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh remaja putri tanpa memerlukan obat-obatan maupun alat khusus.
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Akupresur dalam Menangani Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Nita Nurhandayani; Agit Wahyuningsih; Hasni; Tuti Puwasih; Linda Rustiyana; Rasida; Anita Samperaung; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum is a common complaint experienced by pregnant women during the first trimester and can interfere with daily activities, potentially progressing to hyperemesis gravidarum if not managed appropriately. One non-pharmacological method that is safe, practical, and easy to perform independently is acupressure at the Pericardium 6 (PC6) point. However, limited knowledge and skills among pregnant women regarding this technique remain barriers to its utilization. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of first-trimester pregnant women in managing emesis gravidarum through health education and hands-on training in PC6 acupressure. The activity involved 23 pregnant women, most of whom had a secondary education background (60.9%). The method of implementing the activity is counseling and demonstration or practice of acupressure at point P6, as well as evaluation through pretest and posttest. Results: Pretest results showed that 60.9% of participants had poor knowledge regarding PC6 acupressure for managing nausea and vomiting during pregnancy. Following the educational session and practical training, participants demonstrated a significant improvement in knowledge, with 82.6% achieving a good level of knowledge and no participants remaining in the poor knowledge category. Participants were also able to correctly demonstrate the PC6 acupressure technique and actively participated throughout the activity. The health education and training program on PC6 acupressure effectively improved the knowledge and skills of first-trimester pregnant women in managing emesis gravidarum independently. This program serves as a promising promotive and preventive intervention that can be integrated into Antenatal Care (ANC) services and Pregnancy Classes to support maternal health and self-care during pregnancy.   Abstrak Emesis gravidarum merupakan keluhan yang sering dialami ibu hamil pada trimester pertama dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta berisiko berkembang menjadi hiperemesis gravidarum apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu metode nonfarmakologis yang aman, mudah, dan dapat dilakukan secara mandiri adalah teknik akupresur pada titik Perikardium 6 (PC6). Namun, masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu hamil mengenai teknik ini menjadi salah satu hambatan dalam penanganan mual muntah selama kehamilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester pertama dalam mengatasi emesis gravidarum melalui edukasi kesehatan dan pelatihan akupresur PC6. Kegiatan diikuti oleh 23 ibu hamil dengan mayoritas berpendidikan menengah (60,9%). Metode pelaksanaan kegiatan yakni penyuluhan dan demonstrasi atau praktek akupresur titik P6, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil: Hasil pretest menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan kurang mengenai akupresur PC6 (60,9%). Setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan kategori baik sebesar 82,6%, serta tidak ada lagi peserta yang memiliki pengetahuan kurang. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik akupresur PC6 dengan benar dan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Program edukasi kesehatan dan pelatihan akupresur PC6 efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester pertama dalam mengatasi emesis gravidarum secara mandiri. Kegiatan ini dapat menjadi upaya promotif dan preventif yang berpotensi diintegrasikan ke dalam pelayanan Antenatal Care (ANC) dan Kelas Ibu Hamil untuk mendukung kesehatan serta kemandirian ibu selama masa kehamilan.
Pemberdayaan Remaja Putri melalui Yoga sebagai Strategi Nonfarmakologis Pengelolaan Dismenore Kurnia Putri Permatasari; Desi Ambar Sari; Sri Ratmawati; Ila Larasati; Siti Hasanah; Merry Yuliana; Septa Puspitasari; Ropeah; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is one of the most common reproductive health problems among adolescent girls and may interfere with daily activities, learning concentration, and quality of life. Based on a community needs assessment conducted in Kalibanger Village, Gemawang Health Center area, many adolescent girls experienced menstrual pain but had limited knowledge regarding safe and effective non-pharmacological management. Yoga, which combines stretching exercises, breathing techniques, and relaxation, is considered a potential strategy to reduce dysmenorrhea. This community service program aimed to improve adolescent girls’ skills in practicing yoga as a non-pharmacological approach to managing menstrual pain. The activity involved 15 adolescent girls who had experienced menstruation. The intervention consisted of health education, yoga demonstrations, guided practice sessions, and mentoring. Evaluation was conducted using an observation checklist assessing participants’ ability to follow instructions, body positioning, breathing techniques, movement sequence performance, and independent yoga practice. The results showed that most participants demonstrated good performance in following yoga instructions (86.7%), practicing yoga independently (86.7%), body positioning accuracy (80.0%), movement sequence performance (80.0%), and breathing techniques (73.3%). Participants also showed high enthusiasm throughout the activity. This initiative demonstrates that health education combined with yoga demonstrations and practice is effective in improving adolescent girls’ ability to practise yoga as a non-pharmacological strategy for managing dysmenorrhoea. Similar initiatives should be developed on an ongoing basis as part of efforts to promote and prevent reproductive health issues amongst adolescents.   Abstrak Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Berdasarkan identifikasi kebutuhan di Desa Kalibanger wilayah kerja Puskesmas Gemawang, sebagian remaja putri mengalami nyeri haid namun belum mengetahui cara penanganan nonfarmakologis yang aman dan mudah dilakukan secara mandiri. Salah satu upaya yang dapat diterapkan untuk mengurangi dismenore adalah yoga, yaitu latihan yang mengombinasikan gerakan peregangan, teknik pernapasan, dan relaksasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan remaja putri dalam melakukan yoga sebagai upaya nonfarmakologis pengelolaan dismenore. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kalibanger wilayah kerja Puskesmas Gemawang dengan melibatkan 15 remaja putri yang telah mengalami menstruasi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, praktik yoga, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi keterampilan praktik yoga yang mencakup kemampuan mengikuti instruksi, ketepatan posisi tubuh, teknik pernapasan, kelancaran gerakan, dan kemampuan melakukan yoga secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri memiliki keterampilan yang baik dalam mengikuti instruksi gerakan yoga (86,7%), melakukan yoga secara mandiri (86,7%), ketepatan posisi tubuh (80,0%), kelancaran rangkaian gerakan (80,0%), dan teknik pernapasan (73,3%). Remaja putri juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan yang dikombinasikan dengan demonstrasi dan praktik yoga efektif dalam meningkatkan keterampilan remaja putri untuk melakukan yoga sebagai salah satu strategi nonfarmakologis dalam mengelola dismenore. Kegiatan serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan reproduksi remaja.