cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 909 Documents
Edukasi Prenatal Yoga pada Ibu Hamil untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil Afrokhiyah; Dinawati Obed; Rusdiya Handayani Sarah; Anita Situmorang; Dini Laxmiary; Nazdia; Sus Meinar Ratrina; Dwi Puspa Indah; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During pregnancy, the mother will experience discomfort such as frequent urination, back pain, insomnia, calf muscle cramps, varicose veins, ankle edema, fatigue, erratic moods, and increased anxiety, which can interfere with daily activities and take up the attention of pregnant women if the mother lacks knowledge and experience regarding pregnancy. The purpose of this community service is to provide counseling about prenatal yoga to improve the health of pregnant women. This service is carried out through counseling activities for 20 pregnant women in the second and third trimesters in the Bulakpelem village area, Sragi District, Pekalongan Regency and Bumi Ayu village, North Kalimantan, starting with a Pre-Test to determine the knowledge of pregnant women before being given material about Trimester III discomfort, prenatal yoga, then continued with the delivery of material and ended with a Post-Test. This activity was carried out on June 2, 2026. From the results obtained after the counseling, there was an increase in respondents' knowledge of the material provided where there was a significant increase, namely from an average value of 94.72 to 97.35. It is hoped that prenatal yoga can be integrated into pregnancy classes, providing evidence-based education about its benefits in reducing pregnancy discomfort.   Abstrak Selama kehamilan ibu akan mengalami ketidaknyamanan seperti sering buang air kecil, nyeri punggung, insomnia, kram otot betis, varises, edema pergelangan kaki, mudah lelah, mood yang tidak menentu, dan peningkatan kecemasan, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyita perhatian ibu hamil jika ibu kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai kehamilan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang prenatal yoga untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil. Pengabdian ini dilakukan melalui kegiatan penyuluhan  pada 20 ibu hamil  trimester II dan trimester III wilayah desa Bulakpelem Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan dan desa Bumi Ayu Kalimantan Utara, diawali dengan Pre Test  untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan materi tentang ketidaknyamanan Trimester III, prenatal yoga, kemudian dilanjutkan penyampaian materi dan diakhiri dengan Post Test. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2026. Dari hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan responden terhadap materi yang diberikan dimana terdapat peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari nilai rata-rata 94.72 meningkat menjadi 97.35. Diharapkan prenatal yoga dapat diintegrasikan ke dalam kelas ibu hamil, memberikan edukasi berbasis bukti mengenai manfaatnya untuk  mengurangi ketidaknyamanan  kehamilan.
Studi Kasus : Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. E Umur 20 Tahun GIP0A0 dengan Penerapan Massage Effleurage di Klinik Jhon’s Armelinda Octavia Nay; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are key indicators of a country’s well-being. To reduce these rates, high-quality, comprehensive, and evidence-based maternal and child health services are essential. One of the most common discomforts experienced during the third trimester of pregnancy is back pain. An effective non-pharmacological treatment is the effleurage massage. The research method used was a descriptive case study approach at John’s Clinic from April to June 2026. The research subject was Ms. E, a 20-year-old G1P0A0 mother in her third trimester of pregnancy who was experiencing back pain. After receiving the effleurage massage intervention, Ms. E reported that her lower back pain had decreased and that she always felt drowsy during the effleurage massage. The conclusion is that effleurage massage is effective in reducing back pain in pregnant women and makes them feel comfortable. Pregnant women and their families are advised to perform effleurage massage independently to help reduce back pain and provide comfort to the mother.   Abstrak AKI dan AKB merupakan salah satu indikator kesejahteraan suatu negara. Untuk menurunkan AKI dan AKB, diperlukan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas dan komprehensif berbasis evidence based. Salah satu gangguan ketidaknyamanan yang sering dirasakan pada kehamilan trimester III yakni nyeri punggung. Penanganan nonfarmokologi yang efektif adalah dengan melakukan massage effleurage. Metode penelitian yang digunakan yakni pendekatan deskriptif studi kasus di klinik Jhon’s sejak bulan April sampai dengan Juni 2026. Subjek penelitian adalah Ny, E umur 20 tahun, ibu G1P0A0 ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung.  Setelah diberikan intervensi massage effleurage, Ny. E mengatakan nyeri pada pinggangnya berkurang dan selalu merasa mengantuk saat dilakukan massage effleurage. Kesimpulan massage effleurage efektif menurunkan nyeri pada punggung ibu dan ibu merasa nyaman. Ibu hamil dan keluarga disarankan menerapkan massage effleurage secara mandiri untuk membantu menurunkan nyeri punggung dan memberikan rasa nyaman pada ibu.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. A Umur 29 Tahun G1P0A0 di Desa Wringinputih Bella Safitri; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (COC) is a continuous care from pregnancy to Family Planning (KB) as an effort to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). In reality, there are still deliveries that experience complications resulting in maternal and infant deaths. This study aims to provide comprehensive midwifery care to Mrs. A, aged 29, starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn to family planning services. The method used is a case study with data collection through interviews, observations, physical examinations and documentation. The results of the care show that Mrs. A and her baby are in good condition throughout the entire series of care, with no significant complications found and demonstrating understanding and compliance with the education provided. These results indicate that Continuity of Care services play an important role in improving the quality of maternal and infant health, as well as providing a positive experience for clients during the pregnancy process until postpartum care.   Abstrak Asuhan Continuity of Care (COC) merupakan asuhan secara berkesinambungan dari hamil sampai dengan Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) & Angka Kematian Bayi (AKB). Kenyataannya masih ada persalinan yang mengalami komplikasi sehingga mengakibatkan kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. A, usia 29 tahun, mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. Hasil dari asuhan menunjukkan bahwa Ny. A dan bayinya berada dalam kondisi baik selama seluruh rangkaian asuhan, dengan tidak ditemukannya komplikasi yang berarti serta menunjukkan pemahaman dan kepatuhan terhadap edukasi yang diberikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelayanan Continuity of Care berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi, serta memberikan pengalaman positif bagi klien dalam menjalani proses kehamilan hingga perawatan pasca persalinan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) pada Ny K Umur 30 Tahun di Puskesmas Kandangserang Kab. Pekalongan Kurniawati Tri Utami; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) is a continuous midwifery care approach aimed at improving maternal and neonatal health services and reducing maternal and infant mortality rates. Preeclampsia is one of the high-risk pregnancy complications and a major cause of maternal morbidity and mortality; therefore, comprehensive and continuous midwifery care is required from pregnancy through the postpartum period and family planning services. Through continuous care, maternal health problems can be detected early so that preventive and management efforts can be carried out more optimally in each phase of maternal health services. The purpose of this case study was to provide midwifery care through Continuity of Care for Mrs. K, a 30-year-old woman G2P1A0 at the Kandangserang Community Health Center, Pekalongan Regency. The method used was a case study with Varney’s midwifery management approach and SOAP documentation, conducted from pregnancy, labor, postpartum, newborn care, to family planning. The results showed that the pregnancy progressed physiologically without complications, labor occurred normally according to the 60 steps of Normal Delivery Care (APN), the postpartum period and newborn condition were healthy without complications, and the mother chose a 3-month injectable contraceptive method for family planning. In conclusion, the implementation of Continuity of Care can improve early detection of maternal and neonatal health problems and support comprehensive and continuous prevention of complications. Therefore, mothers are advised to have regular health check-ups, and health workers are expected to maintain and optimize comprehensive and sustainable midwifery services.   Abstrak Continuity of Care (CoC) merupakan asuhan kebidanan berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berisiko tinggi dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas maternal, sehingga diperlukan pelayanan kebidanan yang komprehensif, berkesinambungan, dan terpantau sejak masa kehamilan hingga masa nifas dan keluarga berencana. Melalui asuhan berkelanjutan ini, permasalahan kesehatan pada ibu dapat terdeteksi secara dini sehingga upaya pencegahan dan penanganan komplikasi dapat dilakukan lebih optimal pada setiap periode pelayanan kebidanan. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara Continuity of Care pada Ny. K umur 30 tahun G2P1A0 di Puskesmas Kandangserang Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan Varney dan dokumentasi SOAP yang dilakukan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung secara fisiologis tanpa komplikasi, proses persalinan berjalan normal sesuai 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN), masa nifas dan bayi baru lahir berada dalam kondisi baik tanpa adanya komplikasi, serta ibu memilih metode kontrasepsi suntik 3 bulan sebagai pilihan keluarga berencana. Kesimpulan dari studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan Continuity of Care dapat meningkatkan deteksi dini terhadap masalah kesehatan ibu dan bayi serta mendukung upaya pencegahan komplikasi secara menyeluruh dan berkesinambungan. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, dan tenaga kesehatan diharapkan dapat mempertahankan serta mengoptimalkan pelayanan kebidanan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. Hm Umur 31 Tahun P2A0 Aseptor Keluarga Berencana (KB) Pascasalin dengan Metode IUD (Intrauterine Device) di UPTD Puskesmas Jambuk Chatrine Sugiarti; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In developing countries, the use of IUDs only reaches 6.7%, while in Indonesia the use of IUDs is 6.1%. The national Family Planning program is an important program for national development and national progress. The use of the Intra Uterine Device (IUD) contraceptive method is one of the most effective and safe long-term contraceptive methods. The World Health Organization (WHO) recommends a minimum pregnancy interval of 24 months to reduce the risk of maternal and child mortality and morbidity, improve maternal and child health, ensure adequate nutrition for both mother and child, and support the psychological development of children. The purpose of this study was to provide Continuity of Care (CoC) midwifery care to Mrs. HM, a 31 year old P2A0 postpartum family planning acceptor using the IUD (Intrauterine Device) method at UPTD Puskesmas Jambuk. This study used a descriptive case study approach with one sample, namely a second-trimester pregnant woman, who was followed throughout pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal care, and family planning services. Family planning midwifery care for Mrs. HM was carried out through focused data assessment consisting of subjective and objective data, determining assessments, conducting management and implementation, and performing evaluations. During the family planning care, services were provided according to Mrs. HM’s needs using the IUD contraceptive method. It is expected that midwifery services can become more qualified from pregnancy to family planning according to midwifery service standards, thereby reducing the increase in maternal and infant mortality rates in Indonesia.   Abstrak Di negara berkembang pengguna IUD hanya mencapai 6,7%, Di Indonesia penggunaan IUD 6,1%. Program Kelurga Berencana nasional merupakan program penting bagi pembangunan nasional dan kemajuan bangsa pemakaian metode kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) adalah salah satu alat kontrasepsi jangka panjang yang paling efektif dan aman. WHO merekomendasikan untuk mengatur jarak kehamilan minimal 24 bulan untuk menurunkan risiko kematian serta kesakitan pada ibu dan anak, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, menjamin terpenuhinya nutrisi bagi ibu dan anak, serta menjaga perkembangan psikologis anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan asuhan secara Contuinity of Care (CoC) pada Ny. HM Umur 31 Tahun P2A0 aseptor keluarga berencana (KB) pascasalin dengan metode IUD (intrauterine device) di UPTD Puskesmas Jambuk. Metode dengan penelitian deskriptif studi penelaahan kasus (Case Study) dengan satu sampel seorang ibu hamil trimester II, diikuti proses hamil,persalinan, nifas, neonatus dan KB. Hasil Asuhan kebidanan keluarga berencana pada Ny. HM diberikan dengan melakukan pengkajian data fokus yaitu data subyektif dan data objekktif, menentukan assesment, melakukan penatalaksanaan, implementasi, melakukan evaluasi. Selama asuhan KB dilakukan sesuai dengan kebutuhan Ny HM menggunakan KB IUD. Pelayanan kebidanan diharapkan dapat lebih berkualitas mulai hamil sampai dengan KB dengan standar pelayanan kebidanan sehingga dapat mengurangi terjadinya peningkatan AKI dan AKI di Indonesia.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) pada Ny. P Umur 28 Tahun di Puskesmas Kalikajar 2 Imbuh; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) in midwifery refers to the provision of comprehensive care from pregnancy, childbirth, postpartum, and neonatal periods until the mother decides to use a family planning method. This approach aims to monitor and detect potential complications affecting both mother and baby from pregnancy through family planning utilization. The objective of this case study was to provide comprehensive midwifery care to Ny.P at Kalikajar 2 Community Health Center, Wonosobo. This case study was conducted on Ny.P, a 28-year-old woman with obstetric status G2P1A0, at Kalikajar 2 Community Health Center. Antenatal care was provided through six visits with monitoring based on the 10T standard. Delivery was performed by cesarean section due to severe preeclampsia at Adina Mother and Child Hospital. A male infant was born weighing 2,790 grams, with a body length of 48 cm, and cried spontaneously immediately after birth. The postpartum and neonatal periods progressed normally without signs of infection or other complications. Following delivery, the mother chose to use an intrauterine device (IUD) as her contraceptive method. In conclusion, the comprehensive midwifery care provided demonstrated that the cesarean section was performed according to medical indications and Evidence-Based Midwifery guidelines. Continuous and comprehensive care contributed to the mother's recovery and helped prevent further complications.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (Icontinuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB ini bertujuan sebagai upaya membantu memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Tujuan penelitian adalah melakukan asuhan kebidanan komprehnsif pada Ny. Di Puskesmas Kalikajar 2 Wonosobo. Studi kasus ini dilakukan pada Ny.P usia 28 tahun G2P1A0 di Puskesmas Kalikajar 2. Asuhan kehmilan diberikan sebanyak 6 kali dengan pemantauan standar 10 T. Persalinan dilakukan melalui tindakan secio caesare atas indikasi Preeklamsi Berat di RSIA Adina. Bayi lahir dengan jenis kelamin laki-laki, BB 2790 gr, panjang badan 48 cm, dan langsung menangis. Masa nifas dan neonatus berjalan normal tanpa tanda-tanda infeksi atau komplikasi. Ibu menggunakan KB IUD pasca persalinan. Kesimpulan dari asuhan kebidanna komprehensif ini bahwa tindakan secio caesarea telah dilakukan sesuai dengan indikasi medis dan pedovan Evidance-Based Midwifery. Asuhan yang diberikan secara komprehensif membantu mempercepat pemulihan ibu dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Pemantauan Ibu Hamil Usia Resiko Tinggi Melalui Pendekatan Continuity of Care (COC) Annisa Mastri Wahyu Nur Jati; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are critical indicators of a nation's health status. An effective strategy for early risk detection and reducing mortality is implementing continuity of care (COC) in midwifery practices. To provide comprehensive and continuous midwifery care starting from the third trimester of pregnancy, labor, postpartum, neonates, to family planning (KB) services for Mrs. S in Sambirejo Village. This case study applied the 7-step Varney midwifery management and was documented using the SOAP format. The subject was Mrs. S, a 35-year-old G3P2A0. Care was standardly given from 32 weeks of gestation in January 2026 until 6 weeks postpartum in April 2026. During the third trimester, physiological discomfort in the form of back pain was managed through prenatal yoga. Delivery occurred at 39 weeks of gestation at RSGM via Sectio Caesarea (SC) due to obstetric indication, delivering a healthy baby boy weighing 3235 grams. The postpartum period progressed normally with good uterine involution and smooth lactation. Neonatal visits indicated a healthy infant. At the end of postpartum, the client opted for an implant contraceptive method. Overall, the continuity of care (COC) for Mrs. S was carried out successfully without complications, effectively fulfilling the client's reproductive health needs and transitioning her to long-acting reversible contraception.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam derajat kesehatan suatu negara. Salah satu strategi efektif untuk mendeteksi dini faktor risiko dan menekan angka kematian tersebut adalah penerapan asuhan kebidanan secara berkesinambungan (Continuity of Care/ COC). Memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, neonatus, hingga pilihan pelayanan keluarga berencana (KB) pada Ny. S di Desa Sambirejo. Jenis laporan menggunakan studi penelaahan kasus (case study) dengan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan didokumentasikan dalam format SOAP. Subjek studi adalah Ny. S umur 35 tahun G3P2A0. Asuhan diberikan sejak usia kehamilan 32 minggu pada Januari 2026 hingga masa nifas 6 minggu pada April 2026. Pada masa kehamilan trimester III ditemukan ketidaknyamanan fisiologis berupa punggung pegal-pegal yang diatasi dengan latihan prenatal yoga. Persalinan berlangsung pada usia kehamilan 39 minggu di RSGM secara Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis/obstetri, melahirkan bayi laki-laki dengan berat 3235gram secara sehat. Masa nifas berlangsung normal, involusi uterus baik, dan ASI keluar dengan lancar. Kunjungan neonatus menunjukkan pertumbuhan bayi yang sehat. Pada akhir masa nifas, ibu memilih menjadi akseptor baru KB implan. Secara keseluruhan asuhan kebidanan berkesinambungan (COC) pada Ny. S telah terlaksana dengan baik secara fisiologis tanpa adanya komplikasi, serta berhasil menjembatani kebutuhan ibu dalam memilih metode kontrasepsi jangka panjang.
Peran Edukasi Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya dan Gizi Kehamilan Trimester III Gita Fitrya; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The third trimester of pregnancy is a critical period that requires special attention due to the increased risk of complications for both the mother and the fetus. Limited understanding of pregnancy danger signs and adequate nutritional requirements may increase the risk of anemia, preterm birth, and low birth weight. This community midwifery care activity aimed to improve pregnant women's understanding of danger signs during the third trimester and nutritional needs during pregnancy. The activity was conducted with Mrs. S, a 33-year-old pregnant woman with an obstetric history of G4P3A0 at 28 weeks of gestation, residing in RT 05 Tanjung Tengah, Penajam. The methods used included interviews, observation, a pre-test, health education using leaflet media, and a post-test for evaluation. The results showed an increase in the knowledge score from 80 to 100 after the intervention. These findings indicate that health education was effective in improving the mother's knowledge regarding pregnancy danger signs and nutritional requirements during pregnancy. It is recommended that health education interventions be carried out routinely by healthcare providers as part of antenatal care services to enhance maternal knowledge and reduce the risk of complications during pregnancy.   Abstrak Kehamilan trimester III merupakan periode yang memerlukan perhatian khusus karena meningkatnya risiko komplikasi pada ibu dan janin. Kurangnya pemahaman mengenai tanda bahaya kehamilan dan pemenuhan gizi yang adekuat dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia, persalinan prematur, serta bayi berat lahir rendah. Kegiatan asuhan kebidanan komunitas ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dan kebutuhan gizi selama kehamilan. Kegiatan dilakukan pada Ny. S usia 33 tahun dengan status obstetri G4P3A0 pada usia kehamilan 28 minggu di RT 05 Tanjung Tengah, Penajam. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, pre-test, pemberian penyuluhan menggunakan media leaflet, dan post-test sebagai evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 80 menjadi 100 setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya dan kebutuhan gizi selama kehamilan. Disarankan agar intervensi edukasi kesehatan dilakukan secara rutin oleh tenaga kesehatan sebagai bagian dari pelayanan antenatal guna meningkatkan pengetahuan ibu serta menurunkan risiko komplikasi selama kehamilan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. S Umur 45 Tahun G3P2A0 dengan Resiko Tinggi di RS Ken Saras Ambar Wati; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, maternal and child health remains a major concern due to the high Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). Efforts to reduce MMR and IMR are carried out through continuous midwifery care or Continuity of Care (CoC), starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, to family planning services. This study aimed to provide comprehensive midwifery care for Mrs. S, a 45-year-old G3P2A0 woman with a high-risk pregnancy at Ken Saras Hospital. This study used a descriptive method with a case study approach. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, documentation of the maternal and child health (MCH) book, and medical records. Care was provided continuously from the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum period, newborn care, to family planning services. The results showed that Mrs. S experienced a high-risk pregnancy due to maternal age >35 years, with third-trimester complaints including frequent urination, back pain, and fatigue, which were managed through education and non-pharmacological management. Delivery was performed by cesarean section based on certain indications. The baby was born in good condition and received standard newborn care. During the postpartum period, the mother experienced suboptimal breast milk production, therefore breastfeeding education, oxytocin massage, and nutritional support were provided. In family planning services, the mother chose the MOW contraceptive method. The conclusion of this study shows that Continuity of Care midwifery care is effective in detecting risk factors, preventing complications, and improving maternal and infant health.   Abstrak Kondisi kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih menjadi perhatian utama karena tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Upaya penurunan AKI dan AKB dilakukan melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S umur 45 tahun G3P2A0 dengan risiko tinggi di RS Ken Saras. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi buku KIA, dan rekam medis. Asuhan diberikan secara berkelanjutan sejak kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. S mengalami kehamilan risiko tinggi karena usia >35 tahun dengan keluhan trimester III berupa sering buang air kecil, nyeri punggung, dan mudah lelah yang dapat diatasi melalui edukasi dan penatalaksanaan nonfarmakologis. Persalinan dilakukan secara sectio caesarea atas indikasi tertentu. Bayi lahir dalam keadaan baik dan mendapatkan asuhan sesuai standar. Pada masa nifas, ibu mengalami produksi ASI belum optimal sehingga diberikan edukasi menyusui, pijat oksitosin, dan dukungan nutrisi. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kontrasepsi MOW. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa asuhan kebidanan Continuity of Care efektif dalam mendeteksi faktor risiko, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kesehatan ibu serta bayi.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. D G2P1A0 Umur 19 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Pimping Ana Maulidiyah; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is continuous care starting from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, neonatal care and quality family planning services which when implemented completely are proven to have high effectiveness in reducing mortality and morbidity rates. The research method is a case study approach. Data collection techniques were obtained using primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews, observations, and examinations. Secondary data was obtained through the KIA book and the results of supporting examinations. Data review using Varney Midwifery Management and documented with SOAP. The case study was carried out from November 27, 2025 to April 06, 2026. The comprehensive midwifery care provided lasts from pregnancy, childbirth, postpartum and neonatal to birth control with a frequency of 3 pregnancy visits, 1 delivery, 4 postpartum periods, 3 neonatal periods, and 2 birth control periods. During pregnancy, the mother experienced mild anemia and was managed with Fe-giving education, the mother gave birth normally at 39 weeks gestation at dr. Soemarno Sostroadmojo Hospital. Newborns are normal and IMD is performed. After the mother's postpartum is normal, the mother chooses IUD birth control. Comprehensive obstetric care will improve the health and well-being of the mother.   Abstrak Continuity   of   care   adalah   perawatan   yang berkesinambungan  mulai  dari  kehamilan,  persalinan, asuhan  bayi  baru  lahir,  asuhan  post  partum,  asuhan neonatus dan pelayanan KB yang berkualitas yang apabila dilaksanakan  secara  lengkap  terbukti  mempunyai efektifitas  yang  tinggi  dalam  menurunkan  angka mortalitas dan morbiditas. Metode penelitian adalah study pendekatan  kasus  (Case  Study).Tekhnik  pengumpulan data  diperoleh  dengan  menggunakan  data  primer  dan sekunder.  Data  primer  diperoleh  melalui  wawancara, observasi,dan  pemeriksaan.  Data  sekunder  diperoleh melalui  buku  KIA  dan  hasil  pemeriksaan  penunjang. Pengkajian  data  menggunakan  Manajemen  Kebidanan Varney dan didokumentasikan dengan SOAP. Studi kasus dilaksanakan  pada  tanggal  27 November  2025  sampai  06 April 2026. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan  berlangsung  dari  masa  kehamilan,  bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus  3  kali,serta  KB  sebanyak  2  kali.  Pada  masa kehamilan ibu mengalami anemia ringan dan ditatalaksanakan dengan pendidikan pemberian Fe, ibu bersalin normal pada umur kehamilan 39 minggu di RSUD dr. Soemarno Sostroadmojo. Bayi baru lahir normal dan dilakukan  IMD.  Nifas  ibu  normal,  ibu  memilih  KB IUD. Dengan Asuhan kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu.