cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health & Medical Sciences
ISSN : -     EISSN : 30263867     DOI : https://doi.org.10.47134/phms
Core Subject : Health,
Pubmedia Health & Medical Sciences uses an online submission and peer review platform, which allows authors to track the progress of their manuscript and enables shorter processing times. Amidst the trend in attempting to constantly provide answers in problems or phenomena in our reality for a better health condition, Pubmedia Digital Series strive to publish a factual and applicable research result through the publication of journals from a wide arrange of field of studies such as in medicine, pharmacy, biology and the like. Focus and Scope Physiology Pharmacology Toxicology Genetics Neuroscience Tissue Engineering Regenerative Medicine Hematology Immunology Oncology Dentistry
Articles 247 Documents
Analisis Penyebab Pending Klaim BPJS Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Kaliwates Aprillia Maya Puspitasari; Rossalina Adi Wijayanti; Maya Weka Santi; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.707

Abstract

Rumah Sakit Umum Kaliwates akan melakukan pengajuan klaim setiap tanggal 10 bulan berikutnya, akan tetapi pada caturwulan 1 tahun 2022 terjadi pending klaim sebesar 6,57% dengan risiko berdampak pada arus kas rumah sakit. Penelitian memiliki tujuan untuk mengentahui penyebab terjadinya pending klaim di Rumah Sakit Umum Kaliwates dengan menggunakan teori Harrington Emerson (man, method, machine dan money). Unsur man pada penelitian ini membahas mengenai pengetahuan petugas. Unsur method tentang mengenenai ketesedian Standar Prosedur Operasional dan Berita Acara. Unsur machine mengenai penggunaan komputer. Terakhir unsur money, tentang dana yang ada di rumah sakit. Metode penelitian berupa penelitian kualitatif. Wawancara, observasi, serta dokumentasi dipilih untuk pengumpulan data. Hasil yang diperoleh mengenai penyebab terjadinya pending klaim, yaitu kurangnya sosialisasi Standar Prosedur Operasional dan kurangnya sosialisasi mengenai perubahan berita acara kesepakatan koding oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti pemberitahuan secara lisan ketika ada pertemuan rutin dan koordinasi jika terjadi perubahan berita acara kesepakatan koding.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Rawat Inap di RSU BaliMed Negara Bali Ni Made Oktin Permata Sari; Maya Weka Santi; Ervina Rachmawati; Sabran Sabran
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.708

Abstract

Formulir informed consent penting untuk diiisi lengkap karena mempengaruhi mutu kualitas rekam medis dan pelayanan kesehatan. Rata-rata ketidaklengkapan pengisian informed consent di Rumah Sakit Umum BaliMed Negara Bali Bulan Januari-Juli 2022 sebesar 20,83%. Ketidaklengkapan pengisian informed consent mengakibatkan berkurangnya validitas alat bukti hukum dan utilitas rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian informed consent pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum BaliMed Negara Bali. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, CARL, dan brainstorming. Subjek penelitian yaitu 3 dokter, 2 perawat rawat inap, 1 petugas assembling, kepala rekam medis dan sumber daya manusia. Objek penelitian adalah informed consent. Hasil penelitian menunjukkan faktor ability yaitu kurangnya pengetahuan dokter dan perawat, serta belum pernah diadakannya pelatihan pengisian informed consent. Motivation yaitu tidak adanya reward dan punishment bagi dokter dan perawat. Opportunity yaitu belum tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) dan job desc terkait kelengkapan formulir informed consent. Hasil prioritas masalah yaitu belum terdapat SOP, pelatihan, serta kurangnya pengetahuan dokter dan perawat terkait pengisian formulir informed consent. Upaya perbaikan masalah yaitu membuat, mensosialisasikan, dan memberikan SOP ke setiap poli, serta mengirimkan dokter dan perawat untuk mengikuti pelatihan atau seminar terkait pengisian informed consent.
Hubungan Ketersediaan Informasi Medis dengan Keakuratan Kode Diagnosis Diabetes Mellitus berdasarkan ICD-10 Tyas Errica Dewi Maharani; Veronika Vestine; Novita Nuraini; Erna Selviyanti
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.709

Abstract

Ketersediaan informasi medis dapat mempengaruhi keakuratan kode. Ditemukan 13 (48,15%) kode DM yang tidak akurat dan ketersediaan informasi medis yang lengkap belum mencapai 100%. Informasi medis tersebut adalah pemeriksaan fisik tersedia 37,03%, pemeriksaan laboratorium tersedia 70,38%, dan diagnosis tersedia 3,7%. Ketidakakuratan kode berdampak pada kualitas data morbiditas yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketersediaan informasi medis dan akurasi kode diagnosis DM. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah rekam medis rawat inap tahun 2022 berdiagnosis DM, sampel berjumlah 235 rekam medis yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Persentase ketersediaan informasi medis anamnesis 76,17%, pemeriksaan fisik 96,17%, pemeriksaan laboratorium 17,87%, dan diagnosis 0,43%. Kode diagnosis DM yang tidak akurat berjumlah 97,02% (228 rekam medis). Uji statistik menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi. Hasil uji menunjukkan dari ketersediaan 4 variabel (anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan diagnosis), hanya variabel diagnosis yang memiliki hubungan dengan keakuratan kode DM dengan p 0,000 < 0,05 dan koefisien kontingensi 0,350. Kesimpulan, ketersediaan informasi medis diagnosis memiliki hubungan yang signifikan dengan keakuaratan kode DM. Peningkatan audit kelengkapan informasi medis terutama ketersediaan dan konsistensi diagnosis secara lengkap serta keterampilan koder perlu ditingkatkan karena berhubungan dengan keakuratan kode.
Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Arifin Achmad Nelly Yanti; Novita Nuraini; Atma Deharja; Selvia Juwita Swari
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.710

Abstract

Keterlambatan pengembalian rekam medis merupakan kendala dalam penyelenggaraan rekam medis yang dapat menghambat pelayanan pasien di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Studi pendahuluan menunjukkan angka keterlambatan sebesar 37,67% pada Oktober, 29,78% pada November, dan 41,95% pada Desember 2022, jauh dari standar 100% dalam waktu 2x24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan brainstorming. Subjek penelitian terdiri dari 8 orang, termasuk kepala rekam medis, petugas rekam medis di bagian assembling, dan petugas admin rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan faktor predisposisi meliputi rendahnya tanggung jawab dan kedisiplinan petugas. Faktor pemungkin meliputi jarak ruangan yang jauh sehingga memerlukan waktu lama untuk mencapai ruang rekam medis. Faktor penguat mencakup kurangnya motivasi dan pelatihan bagi petugas terkait serta tidak adanya sosialisasi SPO tentang pengembalian rekam medis. Upaya perbaikan meliputi evaluasi rutin kedisiplinan, penyediaan sepeda listrik, pemberian motivasi, sosialisasi SPO, serta pelatihan rekam medis bagi petugas rekam medis dan admin ruangan.
Klasifikasi Penyakit Tuberkulosis Paru Menggunakan Algoritma C4.5 di Rumah Sakit Paru Jember Tria Tita Putri Fatchiah; Angga Rahagiyanto; Niyalatul Muna; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.711

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Myobacterium tuberculosis. Pada pelaporan 10 besar penyakit rawat inap Rumah Sakit Paru Jember tahun 2022, diketahui penyakit Tuberkulosis Paru dengan BTA (+) menempati peringkat 3 dengan jumlah kasus sebanyak 1124 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi penyakit Tuberkulosis Paru mengunakan Algoritma C4.5 di Rumah Sakit Paru Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang diolah tools RapidMiner dengan metode Algoritma C4.5. Pengambilan sampel menggnuakan teknik simple random sampling sejumlah358 berkas dengan 11 variabel yang terdiri dari batuk ≥ 2 minggu, batuk berdahak, batuk berdahak disertai darah, nyeri dada, sesak napas, malaise, penurunan berat badan, menurunnya nafsu makan, menggigil, demam, berkeringat malam hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel batuk ≥ 2 minggu memiliki nilai gain ratio tertinggi dan menjadi variabel yang paling berpengaruh dalam penentuan Tuberkulosis Paru. Perbandingan rasio data training dan data testing 90% : 10% memiliki nilai akurasi 80,56%, precision 73,91%, dan recall 94,44 %.
Perancangan dan Pembuatan Rekam Medis Elektronik Pasien Rawat Jalan di Poli Umum Puskesmas Kalisat Jember Hilda Melina Putri Pangestu; Niyalatul Muna; Rossalina Adi Wijayanti; Bakhtiyar Hadi Prakoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.712

Abstract

Pencatatan rekam medis di Poli Umum Puskesmas Kalisat Jember masih dilakukan secara manual dan pendaftaran pasien menggunakan google sheet. Petugas rekam medis yang betugas sebagai petugas filing merasa kesulitan saat harus melihat monitor secara berkala untuk mengetahui rekam medis mana yang dibutuhkan. Selain itu, laporan kunjungan pasien masih dihitung secara manual, sehingga rentan terjadi kesalahan penulisan maupun perhitungan jumlah kunjungan. Hal ini mempengaruhi kecepatan pelayanan dan pengolahan data menjadi informasi yang diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan perancangan dan pembuatan rekam medis elektronik pasien rawat jalan di poli umum Puskesmas Kalisat Jember guna meningkatkan mutu pelayanan. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall yang terdiri dari tahapan analisis kebutuhan, desain, pengkodean, dan pengujian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian yaitu koor rekam medis, petugas pendaftaran, dokter, dan apoteker. Hasil dari penelitian ini adalah sistem rekam medis elektronik pasien rawat jalan di poli umum Puskesmas Kalisat Jember yang dapat memudahkan petugas dalam pencatatan dan pencarian data pasien, mencetak nomor antrian, mencetak KIB, pencatatan hasil pemeriksaan pasien, tersedia kode diagnosa ICD 10 otomatis, mencetak hasil pemeriksaan pasien, dapat melihat stok obat, serta menghasilkan laporan kunjungan, laporan 10 besar penyakit, laporan obat, dan laporan kesakitan.
Rancang Bangun Aplikasi Reservasi Online Pasien Medical Check-Up di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang Suparmin Suparmin; Andri Permana Wicaksono; Rossalina Adi Wijayanti; Mudafiq Riyan Pratama
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.713

Abstract

RSUD dr. R. Soetrasno Rembang tahun 2022 klinik medical chek up jumlah kunjungan 1712 pasien, persentase pasien baru 49,82 %, lonjakan kedatangan pasien terjadi pada waktu-waktu tertentu. Sistem pendaftarannya dilakukan secara manual dengan memanggil nomor antrian pasien. Dampak yang ditimbulkan adalah persentasi pasien baru yang tinggi dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk proses pendaftarannya. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang membangun aplikasi reservasi online pasien medical check up di RSUD dr R. Soetrasno Rembang. Penelitian ini merupakan penelitian research and development dengan menggunakan metode pengembangan waterfall. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, brainstorming dan studi literatur. Hasil penelitian ini aplikasi reservasi online pasien medical check up di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang yang dapat membantu mempermudah, mempercepat pasien serta pihak rumah sakit dalam melaksanakan pelayanan terhadap pasien.
Klasifikasi Stroke Iskemik Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor (KNN) di RS Bhayangkara Bondowoso Adinda Zulaikha; Angga Rahagiyanto; Muhammad Yunus; Dony Setiawan Hendyca Putra
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.714

Abstract

Stroke iskemik terjadi akibat penyempitan pembuluh darah sehingga sirkulasi darah terganggu. Angka kasus stroke iskemik di RS Bhayangkara Bondowoso mengalami fluktuasi dari tahun 2019-2023. Penelitian ini bertujuan melakukan klasifikasi penyakit stroke iskemik berdasarkan faktor risiko (usia, jenis kelamin, diabetes melitus, GDA, obesitas, hipertensi dan merokok), gejala (kelemahan ekstremitas, penurunan kesadaran, pusing, muntah, kejang, sesak, nyeri, kesemutan dan afasia) dan tindakan CT Scan kepala. Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan data primer. Sampel penelitian terdiri dari 385 rekam medis rawat inap menggunakan simple random sampling. Klasifikasi menggunakan algoritma KNN dengan supplied test. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang menjadi faktor risiko penyakit stroke iskemik yaitu usia (65,8%), jenis kelamin (58,03%) dan hipertensi (63,73%). Sedangkan gejala yang sering dialami pasien stroke iskemik yaitu kelemahan ekstremitas (54,92%), pusing (53,89%) dan lemas (52,33%). Serta tindakan CT Scan kepala yaitu 98,96%. Klasifikasi ini menggunakan metode K-Nearest Neighbor dengan k=18 dan supplied test. Hasil akurasi menghasilkan performance dengan tingkat akurasi 92,2078%, Precision 86,05%, Recall 100%, F1 Score 0,9250 dan nilai ROC Area 0,9962. Nilai ROC area tergolong kategori Excellent Classification. Saran dalam penelitian ini yaitu melakukan perancangan sistem.
Analisis Faktor Penyebab Kerusakan Map Rekam Medis di Rumah Sakit Citra Husada Jember Sysilia Mahendra Ainunnisa; Angga Rahagiyanto; Gamasiano Alfiansyah; Sabran Sabran
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 2 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i2.725

Abstract

Rekam medis merupakan dokumen rahasia pasien yang harus dijaga kerahasiaannya, keamanannya, dan terbebas dari kerusakan fisik. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada Juni 2022 di unit RM RS Citra Husada Jember sebanyak 198 atau 60% kerusakan DRM. Kerusakan berupa map berlubang akibat staples tracer, map robek sehingga formulir di dalamnya tidak terlindungi dan bagian nomor rekam medis bagian samping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kerusakan map DRM di RS Citra Husada Jember menggunakan teori unsur 7M (man, methods, machine, material, media, motivation and money). Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode wawancara dan observasi sebagai pengumpulan data. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan metode pengumpulan data wawancara dan observasi. Subjek penelitian terdiri dari 4 informan. Memprioritaskan masalah dengan metode USG dan upaya rekomendasi dengan brainstrorming. Hasil penelitian berdasarkan prioritas masalah dengan USG didapatkan penyebab kerusakan map rekam medis adalah tingkat kualitas kertas map kurang, kurangnya pengetahuan dan kedisiplinan petugas mengenai pengelolaan pemeliharaan rekam medis. Upaya perbaikan melakukan desain ulang map menggunakan kertas artpaper 260gr lapisan glossy, memberikan pelatihan dan seminar kepada petugas mengenai pengelolaan pemeliharaan rekam medis untuk memberikan peranan penting dalam pengetahuan pegawai, dan memberikan pengawasan serta sanksi kepada petugas untuk memberikan peranan penting dalam memelihara kedisiplinan pegawai.
Analisis Faktor Penyebab Kerusakan Rekam Medis di Ruang Filing Puskesmas Kalianget Sanuri Istiqamah; Atma Deharja; Novita Nuraini; Dony Setiawan Hendyca Putra
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 2 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i2.729

Abstract

Kerusakan rekam medis adalah tidak utuhnya rekam medis seperti robek, luntur, dan tidak terbaca. Permasalahan kerusakan rekam medis di Puskesmas Kalianget sebanyak 244 atau 25,68%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor penyebab kerusakan rekam medis di ruang filing Puskesmas Kalianget. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan brainstorming. Subjek penelitian yaitu petugas filing, petugas loket, dan kepala puskesmas. Hasil penelitian faktor intrinsik yaitu kualitas kertas, tinta, dan bahan perekat sudah baik. Faktor ekstrinsik dari segi aspek fisik yaitu tidak terdapat AC, debu, dan rak filing penuh. Aspek biologis yaitu jamur. Aspek kimiawi yaitu tinta luntur. Aspek kelalaian yaitu rekam medis terkena minuman, dan SOP pemeliharaan tidak dilaksanakan secara maksimal. Hasil USG yaitu jamur, debu, dan tidak terdapat AC. Hasil brainstorming yaitu menempatkan rekam medis di ruangan berventilasi baik, membuat jadwal rutin kebersihan, pengadaan AC. Saran dari penelitian yaitu penambahan rak filing, retensi, dan sosialisasi pemeliharaan rekam medis.