cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health & Medical Sciences
ISSN : -     EISSN : 30263867     DOI : https://doi.org.10.47134/phms
Core Subject : Health,
Pubmedia Health & Medical Sciences uses an online submission and peer review platform, which allows authors to track the progress of their manuscript and enables shorter processing times. Amidst the trend in attempting to constantly provide answers in problems or phenomena in our reality for a better health condition, Pubmedia Digital Series strive to publish a factual and applicable research result through the publication of journals from a wide arrange of field of studies such as in medicine, pharmacy, biology and the like. Focus and Scope Physiology Pharmacology Toxicology Genetics Neuroscience Tissue Engineering Regenerative Medicine Hematology Immunology Oncology Dentistry
Articles 247 Documents
Analisis Faktor Penyebab tidak Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur (BOR) di RS Baladhika Husada Jember Bella Imania Putri; Efri Tri Ardianto; Indah Muflihatin; Erna Selviyanti
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.746

Abstract

Penggunaan tempat tidur di RS Baladhika Husada Jember belum mencapai efisien dilihat dari nilai BOR pada tahun 2019-2021 yang semakin menurun. Kondisi ini berdampak pada kualitas pelayanan rumah sakit seperti tenaga kesehatan yang tidak memenuhi standar dan fasilitas rumah sakit yang masih kurang mengakibatkan ketidakpuasan pasien, serta kegiatan promosi yang tidak maksimal berdampak pada ketidakefisienan pelayanan kesehatan dikarenakan banyak masyarakat yang kurang tahu terkait rumah sakit dan fasilitas apa saja yang diberikan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal penyebab tidak efisiennya pemakaian tempat tidur di RS Baladhika Husada Jember tahun 2019-2021. Jenis penilitan ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah perawat dan pasien. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat faktor internal dan eksternal penyebab ketidakefisienan penggunaan tempat tidur (BOR) di RS Baladhika Husada Jember. Faktor internal adalah jumlah tenaga medis khususnya perawat yang tidak sesuai dengan standart yang telah ditetapkan, kurangnya alat pemeriksaan penunjang seperti CT Scan dan Lab PA, serta promosi yang dilakukan belum dapat meningkatkan jumlah kunjungan di rumah sakit. Sedangkan faktor eksternal adanya wabah (pandemi covid-19) yang sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan pasien. Saran dari peneliti yaitu perlu melakukan penambahan tenaga kesehatan khususnya perawat, melakukan pengadaan terkait alat pemeriksaan penunjang yang kurang, dan memaksimalkan promosi rumah sakit.
Analisis Pending Klaim Rawat Inap di Rumah Sakit X Tahun 2025 Vivi Sumarliyanti Ekowati Sugiyanto; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono; Novita Nuraini; Dony Setiawan Hendyca Putra
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.747

Abstract

Pending klaim di Rumah Sakit X sering terjadi akibat ketidaklengkapan atau kesalahan administrasi, medis, dan koding. Pada tahun 2024, tercatat 5,74% klaim rawat inap dan 5% klaim rawat jalan mengalami pending, yang berdampak pada gangguan arus kas, keterlambatan pembayaran, dan penurunan mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab pending klaim rawat inap tahun 2025 berdasarkan variabel kinerja Robbins motivation, opportunity, dan ability. Hasil penelitian menunjukkan dari variabel motivasi, subvariabel reward menjadi penyebab karena penghargaan seperti pujian belum diberikan secara merata kepada seluruh staf, serta belum adanya insentif bagi petugas yang berhasil menyelesaikan klaim tepat waktu. Dari variabel opportunity, kendala ditemukan pada subvariabel job description yang masih kurang lengkap dan tidak terperinci dalam SK. Selain itu, fasilitas kerja bagi koder belum memadai, seperti ketersediaan buku ICD-10 dan ICD-9-CM, komputer, pemindai dokumen, dan printer. Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang belum terintegrasi dengan V-Claim dan E-Claim juga menjadi hambatan, ditambah ketiadaan SOP yang mengatur alur verifikasi, dan perbaikan klaim BPJS. Sementara itu, pada variabel ability terdapat petugas yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan yang sesuai, serta kurangnya pemahaman mengenai prosedur klaim. Tidak tersedianya pelatihan dan transfer knowledge juga memperkuat kendala dalam pengelolaan klaim pending.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaktepatan Kodefikasi Penyakit dan Tindakan di RSUD RAA Soewondo Pati Dwi Nur Setyowati; Novita Nuraini; Maya Weka Santi; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.748

Abstract

Kodefikasi merupakan klasifikasi penyakit yang sejenis kedalam satu grup nomor sesuai dengan ICD 10 untuk penyakit dan ICD 9 CM untuk tindakan. Hasil studi pendahuluan diperoleh data ketidaktepatan kodefikasi ranap sebanyak 22% dan rajal sebanyak 5% dari 60 sampel. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor penyebab ketidaktepatan kodefikasi penyakit dan tindakan pasien BPJS kesehatan ranap berdasarkan aspek predisposing, enabling, reinforcing dan menentukan prioritas penyebab masalah menggunakan USG serta menyusun upaya perbaikan masalah menggunakan brainstorming. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan pertanyaan tertulis, wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian sebagai informan utama 4 koder ranap dan informan pendukung meliputi 1 Verifikator Internal, 1 koordinator verifikator, 1 kepala RM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab ketidaktepatan kodefikasi dari predisposing factor koder tidak paham tanda baca pada ICD, perintah omitcode sesuai PMK 26 Tahun 2021 dan kurang paham syarat penegakan diagnosis sesuai BA kesepakatan bersama. Dari enabling factor sarana, tidak tersedia AC diruang koder dan koder jarang mengikuti pelatihan koding. Dari reinforcing factor tidak ada SOP kodefikasi. Prioritas masalah yang harus diselesaikan adalah tidak adanya SOP kodefikasi, Adapun upaya perbaikan masalahanya adalah menyusun SOP kodefikasi.
Klasifikasi Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor (Studi Kasus Puskesmas Silo II Kabupaten Jember) Faiz Robbani; Mudafiq Riyan Pratama; Ervina Rachmawati; Mochammad Choirur Roziqin
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.754

Abstract

Tingginya angka kematian neonatal (AKN) di Indonesia dipengaruhi oleh kasus berat badan lahir rendah (BBLR), yang menjadi penyebab utama kematian neonatal, terutama di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 2020–2022. Kondisi ini berisiko menghambat pencapaian target SDGs 2030 untuk menurunkan AKN. Penelitian ini bertujuan melakukan klasifikasi kejadian BBLR menggunakan metode K-Nearest Neighbor (K-NN). Data berasal dari riwayat pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Silo II, Kabupaten Jember, dengan 1341 data kotor, dan 705 data yang digunakan setelah preprocessing, melibatkan 15 variabel. Pengujian akurasi metode K-NN dilakukan menggunakan confusion matrix dan nilai AUC ROC. Data risiko kejadian BBLR mencakup usia ibu, status kelahiran, berat bayi lahir, dan faktor lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik dalam klasifikasi kejadian BBLR dengan metode K-NN menggunakan perbandingan rasio data uji dan data latih 90:10 dengan type shuffled sampling dan nilai K=45 mencapai akurasi 92.86% dan nilai AUC ROC sebesar 0.834, yang tergolong baik. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan memperhatikan keseimbangan data dengan metode penanganan data imbalanced, yang sering terjadi pada kasus data mining di bidang kesehatan. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi sistem deteksi dini BBLR untuk mendukung Indonesia mencapai SDGs.
Analisis Penyebab Ketidalengkapan Pengisian Informed Consent Tindakan Bedah Obstetri Ginekologi di Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo Nur Suci Ramdhani; Indah Muflihatin; Rossalina Adi Wijayanti; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.755

Abstract

Ketidaklengkapan pengisian informed consent masih terjadi di Rumah Sakit Mitra Sehat dengan hasil penelitian diperoleh ketidaklengkapan identitas keluarga pasien atau penanggungjawab pada item umur sebesar 27,1%, ketidaklengkapan tertinggi di laporan penting pada item nama dokter, prognosis, dan estimasi biaya sebesar 21,4%, ketidaklengkapan tertinggi di autentifikasi pada item tanda tangan saksi 2 (Perawat/bidan) sebesar 47,1%. Tujuan penelitian ini adalah menimenganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian informed consent di Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo berdasarkan faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor pendorong atau penguat Jenis penelitian yaitu kualitatif dengan pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi, dan brainstorming. Subjek penelitian terdiri 3 dokter obgyn, 3 perawat bedah, 1 penanggungjawab rekam medis, 1 petugas assembling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas (dokter, assembling) kurang mengetahui standar kelengkapan informed consent serta petugas (dokter, perawat) tampak belum memahami tata cara pengisian informed consent, sikap petugas (dokter, perawat) kurang tanggungjawab dan disiplin dalam pengisian informed consent, tidak adanya reward kelengkapan pengisian rekam medis, punishment yang diterapkan kurang maksimal. Saran yang dapat diusulkan yaitu diterapkannya sosialisai pentingnya sikap disiplin kepada petugas, menerapkan system reward dan punishment, mendistribusikan SOP, mencantumkan standar kelengkapan di SOP, melakukan telaah isi SOP dan mensosialisasikan isi SOP.
Analisis SIMRS Pendaftaran Rawat Jalan Metode PIECES di RSU Srikandi IBI Jember Robithatil Khoirot; Atma Deharja; Gamasiano Alfiansyah; Sabran Sabran
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.756

Abstract

SIMRS yang digunakan oleh RSU Srikandi IBI Jember merupakan aplikasi sistem informasi berbasis desktop. Ditemukan berbagai masalah terkait SIMRS, seperti tidak ada buku pedoman pengoperasian SIMRS, kurangnya pelatihan, serta gangguan sistem seperti loading sistem dan downtime. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis SIMRS pendaftaran pasien rawat jalan menggunakan metode PIECES. Jenis penelitian adalah kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa SIMRS berdasarkan aspek performance belum terdapat menu laporan kunjungan pasien per poli dan opsi pada menu Kelurahan/Desa masih belum sesuai dengan spesifikasi Kecamatan, aspek Information data yang dihasilkan akurat namun belum memberikan informasi terkait tanggal kunjungan terakhir pasien mendaftar. Aspek Economy SIMRS sudah terintegrasi dengan v-claim serta terdapat anggaran dalam pemeliharaan SIMRS, Aspek control terkait integritas, keamanan sistem, Aspek Efficiency sudah memberikan efisiensi dalam penerapannya, Aspek Service SIMRS belum terdapat warning pada pengisian NIK yang sama pada menu pasien baru sehingga SIMRS masih belum sesuai harapan pengguna. Saran dari penelitian ini yakni petugas IT/pengembang menambahkan menu atau fitur laporan kunjungan pasien per poli dan cetak label otomatis, warning fitur tanggal terakhir kunjungan pasien pada pencarian data, fitur logout otomatis sehingga bisa membantu menjagakeamanan setiap user, minimal password
Analisis Pelaksanaan Penyusutan dan Pemusnahan Rekam Medis Inaktif di Puskesmas Pandian Rizqiyah Putri Qoriatul Alifa; Rossalina Adi Wijayanti; Ervina Rachmawati; Angga Rahagiyanto
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.757

Abstract

Penyusutan dan pemusnahan telah dilaksanakan di Puskesmas Pandian, akan tetapi pelaksanaannya tidak sesuai dengan aturan Depkes (2006), rekam medis inaktif tidak disimpan di rak atau ruang terpisah khusus rekam medis inaktif dan tidak memikrofilm berkas inaktif yang mempunyai nilai guna. Tujuan penelitian untuk menganalisis penyebab permasalahan pada pelaksanaan penyusutan dan pemusnahan rekam medis inaktif di Puskesmas Pandian. Jenis penelitian yaitu kualitatif. Subjek penelitian yaitu 1 kepala rekam medis dan 3 petugas rekam medis. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yaitu pedoman wawancara, pedoman observasi, pedoman dokumentasi. Keabsahan data dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian permasalahan pada penyusutan dan pemusnahan rekam medis inaktif yaitu kualifikasi pendidikan tidak sesuai standart, petugas belum pernah mengikuti pelatihan dan seminar, tidak tersedianya alat scanner untuk penggandaan rekam medis yang mempunyai nilai guna, tersedianya komputer sebagai alat penyimpanan rekam medis yang masih bernilai guna dalam bentuk pdf, tidak terdapat SOP penyusutan dan pemusnahan berkas inaktif.
Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Misfile Rekam Medis di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember Roudhotul Falah; Maya Weka Santi; Novita Nuraini; Sabran Sabran; Rika Furi Retnoningrum
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.758

Abstract

Jumlah misfile di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember pada tahun 2022 sebesar 2,85%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya misfile di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember, menganalisis prioritas masalah menggunakan CARL (Capability, Accessibility, Readiness, Leverage), dan upaya perbaikan menggunakan brainstorming. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala rekam medis, enam petugas filing, dan tiga perawat ruangan Nusa Indah. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi literatur, dan brainstorming. Hasil penelitian yaitu kurangnya pengetahuan petugas, petugas filing yang berlatar belakang pendidikan Sekolah Menengah Atas dan belum pernah mengikuti pelatihan rekam medis, belum disiplinnya petugas, belum terhubungnya komputer di unit filing dengan genset, rak penuh, serta sebagian petugas filing belum memahami dan mengetahui isi dari standar operasional prosedur yang ada. Berdasarkan hasil perhitungan prioritas masalah didapatkan hasil yaitu belum disiplinnya petugas, kurangnya pengetahuan petugas, dan rak penuh. Solusi untuk menyelesaikan masalah yaitu perlu adanya surat keputusan tentang pemberian reward dan punishment bagi petugas, memberikan pelatihan tentang rekam medis kepada petugas, serta melaksanakan retensi dan penyimpanan rekam medis diganti menjadi rekam medis elektronik.
Evaluasi Pelaksanaan Penyimpanan Rekam Medis di Ruang Filing Klinik Unej Medical Center (UMC) Jember Gandu Eko Julianto Suyoso; Sandi Nur Azizah; Novita Nuraini; Indah Muflihatin
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan rekam medis digunakan untuk pendokumentasian dan pemeliharaan rekam medis kepada pasien yang akan datang kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil pengamatan di Klinik UNEJ Medical Center Jember menunjukkan bahwa rekam medis yang disimpan tidak semuanya dijajarkan tetapi sebagian disimpan dengan ditumpuk sehingga mengganggu sistem penjajaran rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan penyimpanan rekam medis di ruang filing Klinik UNEJ Medical Center (UMC) Jember menggunakan metode evaluasi pendekatan sistem dan RE-AIM (Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, Maintenance). Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 2 orang petugas rekam medis, koordinator administrasi umum dan kepegawaian, serta koordinator layanan penunjang medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas rekam medis berlatar pendidikan rekam medis dan memiliki pengetahuan mengenai rekam medis. Terdapat rekam medis yang memiliki kerusakan fisik dan tidak setiap rekam medis yang disimpan dilindungi dengan map. Selain itu, masih terdapat petugas lain yang keluar masuk ruang rekam medis. Pelaksanaan penyimpanan rekam medis dapat dikatakan masih belum optimal dan belum sesuai dengan Standar Prosedur Operasional yang berlaku dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana. Saran dari penelitian ini yaitu melakukan perbaikan maupun
Rancang Bangun Sistem Retensi dan Pemusnahan Rekam Medis di Puskesmas Tempurejo Ihab Majdi; Muhammad Yunus; Ida Nurmawati; Bakhtiyar Hadi Prakoso
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.760

Abstract

Pencatatan yang efisien saat ini lebih ditekankan di segala bidang salah satunya di bidang kesehatan. Adanya era digitalisasi tidak terkecuali bidang kesehatan membuat sistem informasi digunakan untuk mempermudah petugas rekam medis di bagian filling dalam pengelolaan rekam medis yaitu retensi. Retensi atau depresiasi adalah tindakan memilah atau memisahkan berkas rekam medis yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif, dan mengurangi jumlah formulir di dalam dokumen rekam medis dengan menilai nilai guna dari setiap formulir. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan September 2022 di Puskesmas Tempurejo didapatkan bahwa belum pernah dilakukannya retensi rekam medis. Belum dilakukannya retensi mengakibatkan rekam medis rusak, serta menumpuk di lantai. Oleh karena itu, perlu adanya rancang bangun sistem retensi sehingga dapat meningkatkan kinerja petugas rekam medis di Puskesmas Tempurejo dalam proses retensi dan pemusnahan agar lebih efektif dan efisien. Penyusunan sistem dengan pendekatan metode waterfall melibatkan beberapa tahapan, seperti analisis dan penentuan persyaratan, perancangan sistem dan perangkat lunak, implementasi serta uji unit, dan akhirnya integrasi dan pengujian keseluruhan sistem. Tahap analisis kebutuhan dilakukan dengan teknik pengumpulan data wawancara langsung kepada pengguna. Tahap pemodelan sistem menggunakan flowchart, DFD dan ERD. Tahap pengujian sistem menggunakan metode uji black box yang berfokus pada uji fungsionalitas sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini adalah sistem informasi retensi dan pemusnahan rekam medis yang dapat mempermudah kinerja petugas dan dapat meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas Tempurejo.