cover
Contact Name
Fandro Armando Tasijawa
Contact Email
fandrotasidjawa@gmail.com
Phone
+6281247200128
Journal Mail Official
jurnal.kks@gmail.com
Editorial Address
Jln Ot Pattimaipauw RT.003/RW.003 Talake, Kel Wainitu, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Karya Kesehatan Siwalima
ISSN : 28288408     EISSN : 28288181     DOI : https://doi.org/10.54639/kks.v1i1
Core Subject : Health,
Karya Kesehatan Siwalima (KKS) is a peer-reviewed scientific journal committed to the dissemination of knowledge, research findings, and evidence-based practices in the field of health sciences. The journal aims to advance interdisciplinary perspectives and promote innovative approaches to improving health outcomes at the individual, family, and community levels, both nationally and globally. KKS serves as a scholarly platform for academics, researchers, practitioners, and policymakers to publish high-quality original research articles, systematic reviews, case studies, and theoretical analyses that contribute to the advancement of health sciences and the development of healthcare services. The journal places strong emphasis on research-based practice, community-oriented interventions, and the integration of science, technology, and humanistic care in addressing contemporary health challenges. In particular, Karya Kesehatan Siwalima highlights the importance of contextual and culturally sensitive approaches, especially within archipelagic and multicultural settings such as Indonesia, while maintaining relevance within the broader global health discourse. The journal also supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially those related to health and well-being, through the publication of empirical studies, innovative models, and conceptual frameworks. Managed by the Faculty of Health, Universitas Kristen Indonesia Maluku, Karya Kesehatan Siwalima publishes articles derived from both research projects and community service activities. These works encompass a wide range of themes, including health education, counseling, community engagement and socialization programs, as well as evaluations of development initiatives, survey-based studies, and experimental research in the health sector.
Articles 137 Documents
Edukasi dan Deteksi Dini Krisis Hipertensi pada Masyarakat Penderita Hipertensi di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala Makassar Wirmando Wirmando; Deva Lolo Payung; Faustino Atbar
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i1.697

Abstract

Hipertensi merupakan masalah utama dan paling umum ditemukan di dunia kesehatan. Fase lebih lanjut dari hipertensi adalah krisis hipertensi (urgensi dan emergensi) yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan dapat disertai dengan kerusakan organ target. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang krisis hipertensi dan dilajutkan dengan melakukan skrining atau deteksi dini kepada masyarakat yang berisiko mengalami krisis hipertensi. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu penyuluhan kesehatan dan dilanjutkan dengan deteksi dini menggunakan kuesioner risiko krisis hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 Juni 2021 di rumah kader RT 5 dan RT 6, RW 1, Kel Batua, Kec Manggala Makassar yang dihadiri oleh 14 warga yang menderita hipertensi. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan pemahaman warga tentang krisis hipertensi dan ditemukan sebanyak 6 (43%) warga yang memiliki risiko sedang mengalami krisis hipertensi. Oleh sebab itu, kegiatan ini penting terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran warga tentang krisis hipertensi dan juga mengaktifkan kader-kader kesehatan untuk rutin melakukan deteksi dini risiko krisis hipertensi agar masyarakat dapat rutin megontrol tekanan darah dan meningkatkan kepatuhan masyarakat penderita hipertensi  dalam mengkonsumsi obat antihipertensi.
Penerapan Solution Focused Brief Counseling Untuk Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko Arthur Huwae
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i1.716

Abstract

Permasalahan akan meningkatnya perilaku seksual berisiko di kalangan remaja era digital, selalu memberikan dampak yang buruk. Untuk itu, perlu adanya sarana intervensi yang memfasilitasi remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pencegahan perilaku seksual berisiko. Salah satu bentuk program intervensi dari perspektif psikologi yang bisa diterapkan yaitu solution focused brief counseling (SFBC). Peserta dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa SMP Kristen Lentera Ambarawa Jawa Tengah kelas VII-IX usia 13-15 tahun, dengan metode focused group discussion. SFBC merupakan pendekatan yang mengutamakan penemuan solusi positif dari situasi yang dialami individu. Dari hasil penerapan SFBC, menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan sekaligus kesadaran remaja akan pentingnya meningkatkan kesehatan diri dari perilaku seksual berisiko. Terealisasinya kesadaran remaja untuk menjaga diri dari perilaku seksual berisiko, akan mudah teratasi apabila diiringi juga dengan pembinaan berkala dari orang tua di rumah, pendampingan dari guru di sekolah, dukungan teman sebaya, penanaman nilai-nilai agama dan budaya, serta penggunaan media digital yang seimbang. Dengan demikian, remaja akan membangun tujuan yang positif atas kehidupan yang mereka jalani di masa kini dan masa depan.
Edukasi dan Deteksi Dini Sindrom Metabolik pada Masyarakat Desa Waai Kecamatan Salahutu Theosobia Grace Orno; Devita Madiuw; Viere Allanled Siauta
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i1.720

Abstract

Sindrom metabolik merupakan suatu kelainan metabolik yang secara kompleks meliputi melainan metabolism karbohidrat, lipid dan protein yang diketahui menjadi penyebab utama penyakit diabetes melitus, hipertensi serta penyakit jantung koroner. Desa Waai Kecamatan Salahutu merupakan salah satu desa dengan kasus sindrom metabolik yang tinggi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang sindrom metabolik dengan metode ceramah dilanjutkan dengan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya sindrom metabolik yaitu pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar glukosa darah puasa dan pemeriksaan kadar trigliserida dengan metode Point of Care Testing. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat  tentang sindrom metabolik. Terdapat 29 dari 50 peserta (58%) yang mengalami sindrom metabolik dengan rerata tekanan darah 148/94 mmHg, rerata kadar glukosa darah puasa sebesar 158 mg/dL, dan rerata kadar trigliserida sebesar 198 mg/dL. Diharapkan adanya perhatian secara serius oleh tenaga kesehatan setempat maupun pihak-pihak terkait untuk terus melakukan edukasi dan upaya preventif demi pencegahan komplikasi sindrom metabolik.
Pelatihan Video Animasi Untuk Promosi Kesehatan Jiwa di Media Sosial Selama Pandemi Covid-19 Novi Aliyudin; Sartika Rajagukguk; Fandro Armando Tasijawa; Devita Madiuw; Vanny Leutualy
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i1.734

Abstract

Covid-19 menyebabkan masyarakat mengalami masalah psikososial seperti kuatir, cemas dan stress. Salah satu yang menyebabkan hal ini karena terpaparnya informasi yang keliru di media sosial. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang cara membuat konten animasi dan menyebarluaskan hal positif terkait menjaga eustress, manajemen stress serta penanggulangan distress di media sosial. Peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 42 mahasiswa. Pelatihan menggunakan media zoom meeting dan whatsApp group dengan penyampaian materi, simulasi dan pendampingan pembuatan konten. Evaluasi kegiatan dilakukan satu bulan setelah pelatihan dengan cara peserta mengupload video animasi dan menandai tim pada media sosial facebook dan instagram. Tanggapan pengguna media sosial (facebook dan instagram) sangat baik dengan total like dan tayangan 31.415 (like 6.249, tayangan 25.166) serta komentar yang sangat positif. Kegiatan pelatihan ini menarik perhatian masyarakat sebagai pengguna media sosial karena penyampaian informasi kesehatan jiwa dilakukan secara kreatif.
Pengaruh Edukasi PHBS Terhadap Tingkat Pengetahuan pada Yayasan Jage Kestare Regina Pricilia Yunika; M. Zulfikar Al Fariqi; Irwan Cahyadi; Lina Yunita; Baiq Fitria Rahmiati
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i1.735

Abstract

Anak usia sekolah baik tingkat Pra Sekolah dan Sekolah Dasar merupakan suatu masa usia anak yang sangat berbeda dengan usia dewasa. Pada periode usia ini, didapatkan banyak permasalahan kesehatan yang sangat menentukan kualitas anak dikemudian hari. Masalah kesehatan tersebut meliputi kesehatan umum, gangguan perkembangan,gangguan perilaku dan gangguan belajar. Permasalahan kesehatan tersebut pada umumnya akan menghambat pencapaian prestasi pada peserta didik disekolah. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah PHBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Edukasi PHBS terhadap tingkat pengetahuan pada anak usia sekolah di Yayasan Jage Kestare, Desa Ungga, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen dengan rancangan one group pretest and posttes design. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 40 responden yang ditarik menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji paired t-test. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata (mean) pengetahuan responden tentang PHBS pada saat pre-test adalah 11,72 dan pada post-test meningkat menjadi 20,22. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan. Ada pengaruh edukasi PHBS terhadap tingkat pengetahuan pada anak usia sekolah di Yayasan Jage Kestare. Disarankan kepada pemerintah untuk tetap melakukan edukasi PHBS dengan memanfaatkan media sosial yang bersifat rutin dan berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang PHBS.
Mengabdi Untuk Kesehatan Masyarakat Fandro Armando Tasijawa; Devita Madiuw
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i1.738

Abstract

Issue pada bulan Maret-Agustus 2022 terdiri dari beberapa kontributor institusi yaitu Poltekkes Kemenkes Kendari, STIKes Widya Nusantara Palu, Universitas Kristen Satya Wacana, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar, Universitas Sebelas April Sumedang, Puskesmas Cikajang Jawa Barat, STIKes Tengku Maharatu, Universitas Bumigora, dan Universitas Kristen Indonesia Maluku.Terbitan pada Volume 1, Nomor 1 ini dengan tema mengabdi untuk kesehatan masyarakat. Pengabdian yang telah dilakukan oleh berbagai kontributor di bidang kesehatan menitikberatkan pada intervensi edukasi melalui penyuluhan secara langsung atau melalui media online, dan pelaksanaan deteksi dini untuk meninjau kesehatan masyarakat. Pengabdian yang telah dilakukan memberi dampak positif bagi peningkatan pengetahuan, perilaku masyarakat untuk lebih sadar akan kesehatan.Artikel dengan judul edukasi dan deteksi dini sindrom metabolik di Desa Waai dengan metode ceramah, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan glukosa dan trigliserida mengungkapkan terdapat 58% yang mengalami sindrom metabolik. Pengabdian lainnya terkait edukasi dan deteksi dini krisis hipertensi di Makassar menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan pemahaman warga terkait krisis hipertensi dan ditemukan 43% warga yang memiliki risiko mengalami hipertensi. Selain itu, edukasi PHBS di Yayasan Jage Kestare juga menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi PHBS kepada anak usia sekolah dasar. Hal ini ditunjukkan melalui hasil pre-test 11,72 meningkat menjadi 20,22 saat hasil post-test.Pengabdian yang digambarkan mempunyai harapan bagi pemerintah melalui dinas kesehatan, tenaga kesehatan setempat untuk aktif melakukan edukasi sebagai bagian dari promosi kesehatan, mengaktifkan kader kesehatan di desa masing-masing untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat agar kesadaran untuk memeriksa kesehatan, serta aktifkan Unit Kesehatan Sekolah sebagai bagian yang penting dalam mengedukasi anak sekolah.Pengabdian secara langsung dengan menekankan protokol kesehatan dapat dilakukan, namun intervensi melalui media sosial juga menjadi inovasi di saat pandemi Covid-19. Hal ini tergambar dalam artikel video animasi untuk promosi kesehatan jiwa di media sosial. Pelatihan membuat video animasi agar mahasiswa mampu membuat video animasi yang menarik untuk dinonton dan diharapkan berdampak pada peningkatan pengetahuan masyarakat pengguna media sosial. Pelatihan yang dilakukan menggunakan media zoom meeting dan whatsApp group untuk penyampaian materi, simulasi dan pendampingan. Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat, hal ini dapat dievaluasi melalui kolom komentar dan like dari pengguna media sosial facebook serta instagram.Kegiatan lainnya yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan perilaku seksual berisiko di kalangan siswa SMP yaitu intervensi Solution Focused Brief Counseling (SFBC). Intervensi psikologi ini menekankan penemuan solusi positif yang dialami individu. Pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan juga kesadaran remaja akan pentingnya kesehatan seksual dan perilaku seksual berisiko. Namun hal ini tidak dapat berjalan sendiri perlu adanya pembinaan berkala dari orang tua, guru di sekolah, dukungan teman sebaya, pemahaman nilai agama dan budaya serta media sosial digunakan dengan bijak.Editor sangat berterima kasih kepada kontributor, reviewer yang telah menjadi bagian dalam peningkatan kualitas melalui proses submit, revisi yang dilakukan tepat waktu dan sesuai dengan saran ataupun dilakukan klarifikasi naskah. Harapan kami, semoga jurnal ini dapat menjadi media aktif dalam penyelenggaraan pengabdian yang telah dilakukan oleh pegiat kesehatan di mana saja berada.
Partisipasi Mahasiswa KKN UKIM Desa Wadludan Dalam Menggerakan Ibu Balita Memanfaatkan Posyandu Magdalena Paunno; Reimon Lekiohapy; Mersi Olivia Kowa; Delila Afarik Luturmas; Yunus Alfanay; Aprillia Solfina Kofit; Roy H Wutuwensa; Nova Andrias; Hermina P Ralahalu; Karmalita Louk; Dian Miryam Lambiombir
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v2i2.782

Abstract

Pos pelayanan terpadu (Posyandu) merupakan perpanjangan tangan Puskesmas yang memberikan pelayanan dan pemantauan kesehatan dengan sasaran seluruh masyarakat/keluarga, utamanya adalah bayi baru lair, bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, dan pasangan usia subur (PUS). Namun dari hasil pengumpulan data di Desa Wadludan, tanya jawab pengamatan langsung ke sasaran pengguna layanan Posyandu hasilnya bahwa; 1. Sebagian besar bayi dan balita tidak memiliki buku KIA yang berisi grafik berat badan anak menurut umur dan jadwal imunisasi sehingga berdampak kurangnya pengetahuan Ibu tentang manfaat grafik berat badan anak menurut usia dan jadwal imunisasi, 2.Sangat rendah ibu bayi dan ibu balita memanfaatkan sarana posyandu, terlihat dari jumlah yang memanfaatkan posyandu setiap bulan, 3. Kader kurang menggerakan Ibu bayi dan balita saat hari pelaksanaan posyandu. Kegiatan bertujuan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Kegiatan posyandu lebih diarahkan kepada upaya promotif dan preventif melalui integrasi 5 kegiatan, dikelolah dari masyarakat dan untuk masyarakat yang dalam kegiatannya dilakukan oleh kader posyandu sesuai ketentuan 5 orang yang secara sukarela mengabdikan dirinya sebagai petugas posyandu, selanjutnya dilatih oleh petugas puskesmas yang bertanggung jawab terhadap posyandu tersebut. Dalam pelatihannya disampaikan terkait pelaksanaan kegiatan posyandu dan pengerakan yang dilakukan oleh kader dibawah penanggung jawab kepala pemerintahan desa. Luaran kegiatan ini telah diupload pada channel YouTube https://youtu.be/eZgQAUKyH1Q. 
Diseminasi Penerapan SDKI, SLKI dan SIKI di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Masohi Olivia Talahatu
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.788

Abstract

Tuntutan hukum menjadi bagian tak terpisahkan dari dokumentasi keperawatan yang terstandar dari organisasi profesi. Standar keperawatan telah disusun oleh organisasi profesi untuk memandu mahasiswa, praktisi, dan akademisi yaitu standar diagnosa keperawatan Indonesia (SDKI), standar luaran keperawatan Indonesia (SLKI), dan standar intervensi keperawatan Indonesia (SIKI). Penerapan ketiga standar ini harus mendapat komitmen dari perawat dalam penerapannya. Tujuan PKM ini untuk melakukan diseminasi penerapan SDKI, SLKI, dan SIKI di RSUD Kota Masohi. Pada pelaksanaannya terdapat dua kegiatan yaitu diseminasi dan praktek pengisian NCP dengan pembentukan focus group discussion. Walau pada kenyataannya dari waktu pelaksanaan kegiatan PKM dengan dikeluarkannya buku ketiga standar tersebut sudah berlangsung 2 sampai 3 tahun yang lalu nyatanya bahwa realisasi penyebaran sosialisasi belum terlalu berdampak sampai kepada tindak lanjut dalam sebuah form NCP di Rumah Sakit Umum Kota Masohi yang sudah terstandar sesuai dengan yang di sosialisasikan.
Edukasi Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan Lalu Lintas pada Siswa SMA di Kubu Rokan Hilir T. Abdur Rasyid; Rani Lisa Indra; Bayu Saputra; Sandra Sandra
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.789

Abstract

Angka kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) meningkat setiap tahunnya. Kematian akibat laka lantas meningkat terutama di negara – negara berkembang termasuk di Indonesia. Korban laka lantas di Indonesia didominasi oleh kelompok usia produktif terutama pelajar dan mahasiswa. Kematian korban akibat laka lantas di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau cukup tinggi. Sebagian besar pertolongan pertama pada korban laka lantas dilakukan oleh masyarakat di tempat kejadian. Namun banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui cara menolong korban yang baik dan benar pada saat setelah kecelakaan terjadi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA N 1 Kubu Kabupaten Rokan Hilir dalam pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah edukasi pertolongan pertama korban kecelakaan yang dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) melalui google meeting. Sebanyak 25 orang siswa dilibatkan sebagai peserta. Pengetahuan siswa sebelum dan setelah mengikuti edukasi diidentifikasi menggunakan pre-test dan post-test yang berisi 10 pertanyaan multiple choice melalui google form. Pengetahuan siswa dalam pertolongan pertama korban laka lantas disajikan dalam bentuk grafik. Rata – rata skor pre-test menunjukkan nilai 54,50 poin dan meningkat pada post-test sebesar 84,80 poin. Ini menunjukkan bahwa edukasi pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas pada siswa SMA N 1 Kubu Kabupaten Rokan Hilir dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada ranah kognitif. Disarankan untuk organisasi didalam sekolah maupun sekolah itu sendiri untuk dapat meningkatkan kerjasama dengan pihak puskesmas dalam simulasi pertolongan pertama kecelakaan sehingga siswa SMA memimiliki kemampuan untuk menolong korban kecelakaan lalu lintas.
Bakti Sosial Khitan Dan Edukasi Kesehatan: "Mitos Pasca Khitan" Sandra Sandra; Rani Lisa Indra; Tengku Abdur Rasyid
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.800

Abstract

Khitan merupakan proses pembersihan alat kelamin dengan cara memotong sebagian penutup penis sehingga sumbatan yang mungkin ada karena kotoran pada saluran penis menjadi hilang dan terhindar dari terjangkitnya penyakit. Saat ini, bakti sosial khitan adalah hal yang dibutuhkan orang tua untuk menjalankan sunnah tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Selain itu pemahaman tentang perawatan pasca khitan masih disikapi keliru oleh orang tua seperti melarang anak makan telur, melangkahi kotoran ayam, melarang mandi dan sebagainya yang dipengaruhi oleh beberapa kepercayaan terhadap mitos dan nilai sosial di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang hal-hal yang harus dilakukan dan diperhatikan serta dihindari dalam perawatan luka dan mitos pasca khitan pada anak.Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui kegiatan bakti sosial khitan terhadap 30 anak, juga edukasi mitos pasca khitan ke 30 orang tua anak yang di khitan melalui ceramah menggunakan leaflet secara personal. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara mengetahui tingkat keberhasilan edukasi menggunakan cara pretest dan post-tes pada orang tua. Hasil evaluasi yang diperoleh adalah rerata skor pre-test menunjukkan nilai 43 poin dan meningkat pada post-test sebesar 100 poin. Ini menunjukkan bahwa edukasi mitos pasca khitan dapat meningkatkan pengetahuan orang tua pada ranah kognitif. Sehingga edukasi mitos pasca khitan sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko pelambatan kesembuhan luka pasca khitan pada anak.