cover
Contact Name
Ernita Silviana
Contact Email
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260295059
Journal Mail Official
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh Jl. Sukarno-Hatta, Desa Lheu blang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, 23552
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia
ISSN : 27754510     EISSN : 28091973     DOI : https://doi.org/10.30867/jifs
Core Subject : Health, Science,
Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini meliputi farmasi komunitas, farmasi klinik, obat tradisional, kosmetika, teknologi farmasi,
Articles 100 Documents
Studi Formulasi Sediaan Hair Tonic dari Ekstrak Etanol Daun Waru (Hibiscus tiliaceus L.) rinaldi; fauziah; Febi Andani
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman waru (Hibiscus tiliaceus L) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat. Kandungan yang terdapat pada daunnya seperti saponin, flavonoid, polifenol, Vitamin A, Vitamin B, Natrium, Zat besi dan Kalsium. Kandungan tersebut dapat merangsang pertumbuhan rambut menjadi lebih cepat dan menjaga kesuburan pada rambut. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi sediaan Hair Tonic yang diformulasikan dari ekstrak etanol daun waru (Hibiscus tiliaceus L) pada variasi konsentarasi ekstrak 2% (F1), 3% (F2) dan 4% (F3). Parameter uji meliputi organoleptis, pH dan uji iritasi pada hari ke-0; ke-1; ke-7; ke-14; ke-21 dan ke-28 pada penyimpanan suhu kamar. Penelitian ini bersifat ekperimental dengan memformulasikan ekstrak etanol daun waru (Hibiscus tiliaceus L) kedalam bentuk sediaan hair tonic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan hair tonic berupa larutan jernih, berwarna kecoklatan sampai coklat kehijauan, aroma khas ektstrak. Nilai pH 5 – 6. Sediaan tidak mengiritasi kulit setelah penggunaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun waru (Hibiscus tiliaceus L) dapat diformulasikan kedalam bentuk sediaan Hair tonic
Penggunaan Obat Anestesi di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Fauziah Kabupaten Bireun amelia sari; Defri Aroni; Berwi Fazri Pamudi; Fatimah Fatimah
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anestesi adalah suatu tindakan menahan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Istilah anestesi pertama kali digunakan pertama kali oleh Oliver Wendel Holmes Sr pada tahun 1846. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penggunaan obat anestesi di instalasi bedah sentral RSUD dr. Fauziah Bireuen. Sifat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif terhadap resep pasien anestesi di instalasi bedah sentraldengan mengambil resep pasien anestesi sebanyak 300 resep pasien. Data hasil penelitian dari tiap-tiap variabel disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Rekapitulasi persentase rata-rata yangdiperoleh dari resep pasien anestesi berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki sebesar 51,3%, berdasarkan usia yaitu usia > 50 tahun sebesar 27,4%. Dari hasil tabulasi tingkat penggunaan obat anestesi di instalasi bedah sentral RSUD dr. Fauziah Bireuen tahun 2018 yang paling tinggi persentasenya adalah pethidin 50 mg/2 ml ampul yaitu sebanyak 22,2%, sedangkan yang paling rendah persentasenya adalah sevofluran sebanyak 0,3%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat penggunaan obat anestesi di instalasi bedah sentral RSUD dr. Fauziah Bireuen menunjukkan obat anestesi pethidin yang paling banyak digunakan
Analisis Cemaran Logam Timbal (Pb) Pada Beberapa Merek Lip Gloss Yang Beredar Di Kota Palopo Secara Spektrofotometri Serapan Atom Andi Ulfah Magefirah Rasyid; Dewi Isnaeni; Syafruddin Syafruddin; Zulkifli Zulkifli; Sri Widyastuti
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak cemaran logam (Pb) pada kosmetik lip gloss dan untuk menganalisis serta menentukan kadar logam (Pb) pada kosmetik sediaan lip gloss yang beredar di kota Palopo secara Spektrofotometri Serapan Atom. Sampel penelitian adalah lip gloss yang dibeli dari beberapa toko kosmetik di kota Palopo sebanyak 3 merek yang berbeda. Jenis penelitian adalah observasi laboratorium dengan menggunakan instrumen Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) untuk menentukan kadar Timbal (Pb). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa ketiga sediaan kosmetik lip gloss yang beredar di kota Palopo positif mengandung cemaran logam Timbal (Pb). Kadar cemaran logam Timbal (Pb) dalam sampel lip gloss dengan kode Lg1 rata-rata berkisar 3,5033 µg/gram, sampel dengan kode Lg2 rata-rata berkisar 1,4837µg/gram dan sampel dengan kode Lg3 rata-rata berkisar 2,6488 µg/gram. Hasil yang didapat memenuhi syarat dari ambang batas yang ditetapkan dalam Peraturan Kepala Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2014, dimana batas cemaran timbal dalam kosmetika adalah ≤ 20 mg/kg.
Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Mahasiswa Farmasi terhadap Pencegahan COVID-19 Nur Azizah Febriyanti Azizah; Ida Adhayanti; Ismail Ibrahim
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemic COVID-19 telah merambah ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Seiring dengan tingginya resiko terinfeksi COVID-19, pencegahan COVID-19 ini sangat penting untuk dilakukan.  Penularan COVID-19 dapat dicegah dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan oleh masyarakat, khususnya oleh mahasiswa kesehatan. Mahasiswa kesehatan merupakan salah satu profesi remaja yang dipercayakan dalam menyebar informasi dan memiliki kemampuan dalam membantu mengedukasi masyarakat mengenai Coronavirus khususnya  dalam pencegahan COVID-19.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa farmasi terhadap pencegahan COVID-19 dan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap, dan pengetahuan dengan perilaku mahasiswa farmasi terhadap pencegahan COVID-19. Jenis penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif dengan desain cross sectional, kemudian untuk memperoleh data penelitian menggunakan kuesioner online yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk masing-masing variabel pengetahuan, sikap dan perilaku. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata tingkat pengetahuan mahasiswa farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar terhadap pencegahan COVID-19 memiliki tingkat pengetahuan yang sedang dengan nilai rata-rata 45,50, memiliki sikap yang sangat baik dengan nilai rata-rata 37,25, memiliki perilaku yang sangat baik dengan nilai rata-rata 32,70, dan diperoleh hasil uji Chi-Square dengan nilai >0,05 yang berarti tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap dan juga tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keraguan Lansia Dalam Menerima Vaksin COVID-19 Pada Era New Normal Di Kelurahan Maccini Kecamatan Makassar Nurul Rahmaniar Amalia Nurul; Ida Adhayanti; Ismail Ibrahim
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Indonesia sudah dalam proses transisi perubahan pandemi menjadi endemi. Salah satu langkah memutus mata rantai penularan COVID-19 adalah dengan melaksanakan program vaksinasi COVID-19. Vaksinasi dimulai di Indonesia pada 13 Januari 2021 oleh Presiden Joko Widodo, kemudian dilanjutkan dengan vaksinasi kelompok prioritas seperti tenaga kesehatan, lansia dan seluruh masyarakat Indonesia. Masih adanya banyak pihak yang meragukan bahwa vaksin dapat menghambat COVID-19, salah satunya kelompok lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keraguan lansia dalam menerima vaksin COVID-19 pada era new normal di Kelurahan Maccini Kecamatan Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik purposive sampling, kemudian untuk memperoleh data penelitian menggunakan kuesioner offline yang terdiri dari 29 pertanyaan. Data yang didapatkan kemudian diuji dengan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) dan dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian, dari ketujuh faktor-faktor yang mempengaruhi keraguan lansia, faktor tertinggi dengan nilai 71,2% yaitu faktor riwayat masa lalu dan faktor terendah dengan nilai 23,5% yaitu hambatan geografis dan biaya. Dengan rata-rata ketujuh faktor yaitu 39,8%  dan masuk kedalam kategori kurang. Lansia di Kelurahan Maccini Kecamatan Makassar menolak divaksin COVID-19 bahkan dari 95 responden tidak ada yang bersedia untuk divaksin COVID-19 dengan alasan tertinggi yaitu dengan nilai 62,1% mempunyai penyakit penyerta (komorbid) dilarang dokter. Kata kunci: COVID-19, Keraguan Lansia, Vaksin   Currently, Indonesia is in the process of transitioning from a pandemic to an endemic one. One of the steps to break the chain of transmission of COVID-19 is to implement a COVID-19 vaccination program. Vaccination was started in Indonesia on January 13, 2021 by President Joko Widodo, then followed by vaccination of priority groups such as health workers, the elderly and all Indonesian people. There are still many who doubt that vaccines can inhibit COVID-19, one of which is the elderly group. The purpose of the study was to determine the factors that influence the doubts of the elderly in receiving the COVID-19 vaccine in the new normal era in Maccini Village, Makassar District. This research is a descriptive study with purposive sampling technique, then to obtain research data using an offline questionnaire consisting of 29 questions. The data obtained were then tested with SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) and analyzed. Based on the results of the study, of the seven factors that influence the elderly's doubts, the highest factor with a value of 71.2% is the past history factor and the lowest factor with a value of 23.5% is geographical barriers and costs. The average of the seven factors is 39.8% and is included in the less category. The elderly in Maccini Village, Makassar District, refused to be vaccinated against COVID-19, even from 95 respondents, none of them were willing to be vaccinated against COVID-19, with the highest reason being that with a score of 62.1%, having comorbidities (comorbid) was prohibited by doctors.
Potensi Analgetika Ekstrak Etanol Daun Bawang Prei (Allium ampeloprasum) Pada Mencit Dengan Metode Writhing Test Rosa Juwita Hesturini; Retno Sofia Sukma Rahayu; Feny Oktaviana; Krisna Kharisma Pertiwi
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun bawang prei (Allium ampeloprosum) merupakan jenis bawang ketiga yang luas dikonsumsi dan juga telah dikenal oleh masyarakat luas sebagai bahan masakan. Kandungan daun bawang prei dari hasil skrining dan KLT antara lain flavonoid, polifenol, tanin, dan saponin. Nyeri merupakan persepsi sensorik mengganggu yang dapat ditangani dengan analgetika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas analgetika pada daun bawang prei pada mencit jantan (Mus musculus) menggunakan metode writhing test ditandai dengan penarikan kedua kaki ke belakang serta menempelkan perut ke lantai. Pengamatan dilakukan selama 30 menit, sebagai kontrol positif digunakan asetosal 500 mg/kg BB yang diinduksi dengan asam asetat 1% secara intraperitoneal sebanyak 0,1 ml. Rute pemberian ekstrak etanol daun bawang prei (Allium ampeloprosum) secara oral dengan dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400 mg/kg BB yang disuspensikan dalam CMC-Na 0,5%. Data yang diperoleh dengan menggunakan analysis of varian (ANOVA) satu arah adalah (sig <0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bawang prei mempunyai efek sebagai analgesik. Persentase daya analgesik asetosal, dosis 100 mg/kg BB, dosis 200 mg/kg BB, dosis 400 mg/kg BB adalah 70,72 %, 44,34 %, 60,28 %, 65,21 %. Dan dapat disimpulkan bahwa dosis paling efektif adalah 200 mg/kg BB dinyatakan sebanding dengan asetosal dengan Sig. 0.085.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum Linn), Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Dan Kunyit (Curcuma domestica Val) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli munira munira; Dewi Sarfica; noni zakiah; nunung sri mulyani
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri merupakan salah satu mikroorganisme penyebab infeksi. Pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi dapat dilakukan menggunakan tanaman obat, antara lain bawang putih dan jahe serta kunyit. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 8 perlakuan dalam 3 kali ulangan yaitu aquades, perbandingan 3:3:3, 3:2:1, 3:1:2, 1:2:3, 2:1:3, 1:3:2, dan 3:2:1. Uji mikrobiologi menggunakan metode difusi cakram. Hasil Anova menunjukkan bahwa ekstrak kombinasi bawang putih, jahe dan kunyit sangat berpengaruh terhadap aktivitas pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Rata-rata diameter zona hambat yang terbesar adalah ekstrak kombinasi Bawang putih, jahe dan kunyit pada perbandingan 1:2:3 sebesar 16,67 mm dan yang terkecil pada perbandingan 2:3:1 sebesar 12,50 mm dalam menghambat Staphylococcus aureus. Rata-rata diameter zona hambat yang terbesar adalah ekstrak kombinasi Bawang putih, jahe dan kunyit pada perbandingan 3:3:3 sebesar 10,16 mm dan yang terkecil pada perbandingan 2:3:1 sebesar 8,66 mm dalam menghambat Eschericia coli. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kombinasi bawang putih, jahe dan kunyit sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus dan Eschericia coli pada perbandingan 1:2:3 sebesar 16,67 mm dan perbandingan 3:3:3 sebesar 10,16 mm.
Formulasi Krim Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine Palmifolia (L.) Merr) dan Efektivitasnya terhadap Staphylococcusaureus Rima Hayati; Jihan Vanira
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umbi bawang dayak berkhasiat sebagai antibakteri dan beberapa penelitian sudah membuktikan ekstrak etanol umbi bawang dayak efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan katagori daya hambat kuat. Pada penelitian ini ekstrak etanol umbi bawang dayak diformulasikan menjadi sediaan krim kemudian menguji efektivitas sediaan terhadap Staphylococcus aureus. Ekstraksi umbi bawang dayak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Basis krim adalahvanishing cream yang dengan F0 (basis krim), F1 (ekstrak etanol umbi bawang dayak 1%) dan F2 (ekstrak etanol umbi bawang dayak 5%). Hasil uji karakteristik fisik sediaan menunjukkan ketiga formula homogen, tipe emulsi M/A, pH dalam rentang 7, nilai viskositas memenuhi syarat rentang 2000-50.000 cP dan daya sebar 4 - 5,7 cm. Berdasarkan uji efektivitas terhadap Staphylococcus aureusmenunjukkan rata-rata diameter zona hambat 3,9 ± 4,3 mm (F1), 11,33 ± 0,75 mm (F2), 12,83 ± 0,98 mm (krim Gentamisin).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol umbi bawang dayak dapat diformulasi mejadi sediaan krim dan efektif terhadap Staphylococcus aureus.
Evaluasi Penggunaan Human Serum Albumin (HSA) pada Pasien Rawat Inap Penyakit Dalam di Rumah Sakit Provinsi Aceh azizah vonna; lydia septa desiana; farras amany husna
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi penggunaan Human Serum Albumin (HSA) di ruang rawat inap penyakit dalam Rumah Sakit Provinsi Aceh telah dilakukan untuk mengetahui prevalensi, variasi, rata-rata lama penggunaan HSA, dan dampak pemberian HSA dalam memperbaiki kadar albumin pasien. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan secara retrospektif terhadap 94 pasien rawat inap di ruang rawat penyakit dalam yang menerima terapi HSA periode Oktober-Desember 2015. Mayoritas pasien dalam penelitian ini merupakan pasien perempuan (59,57%) dengan rentang umur yang paling dominan adalah 40-59 tahun (43,62%). Sebagian besar pasien dirawat selama lebih dari 9 hari (70,22%). Sebanyak 95,74% pasien yang menerima terapi HSA didiagnosa memiliki ≥ 5 penyakit. Prevalensi penggunaan HSA dari keseluruhan pasien yaitu sebesar 21,17% dengan variasi penggunaan produk HSA tertinggi yaitu Plasbumin® 25%. Rata-rata lama penggunaan HSA pada pasien rawat inap adalah 5 hari dengan penggunaan paling singkat yaitu 1 hari dan penggunaan paling lama yaitu 16 hari. Persentase indikasi penggunaan HSA terbesar yaitu pada kasus sepsis (36%) dan kasus sirosis hati (14%). Hasil evaluasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien mengalami peningkatan kadar albumin setelah diterapi dengan HSA (56,38%). Hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa pemberian terapi HSA pada sebagian besar pasien memberikan dampak positif terhadap perbaikan kadar albumin.
Perbandingan aktivitas antioksidan jus dan infused water apel hijau (Malus sylvestris Mill.) Vonna Aulianshah; Munadia Munadia
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apel Hijau (Malus sylvestris Mill.) mengandung zat antioksidan yang memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan, yang dapat mengurangi resiko kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker paru-paru. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antioksidan pada jus dan infused water apel hijau. Pengujian dilakukan pada  jus dan infused water apel hijau dengan 5 konsentrasi berbeda pada masing masing sampel yaitu 5, 10, 15, 20, 25 ppm. Masing masing sampel jus dan infused water dari tiap konsentrasi direaksikan dengan DPPH sebagai radikal bebas, kemudian diukur nilai absorbansinya menggunakan Spektrofotometri UV/Vis pada panjang gelombang 517 nm. Berdasarkan hasil analisa menggunakan uji probit terhadap data persentase inhibisi masing-masing sampel uji diperoleh aktivitas antioksidan jus Apel hijau  memiliki nilai IC50  sebesar 10.82 ppm yang dikategorikan sangat kuat dan infused water apel hijau menghasilkan nilai IC50 sebesar 37.05 ppm yang dapat dikategorikan kuat. Jadi dapat disimpulkan jus  dan infused water apel hijau memiliki aktivitas antioksidan dan jus memiliki aktifitas antioksidan yang lebih kuat dibandingkan infused water apel hijau.

Page 2 of 10 | Total Record : 100