cover
Contact Name
Marthen L Mullik
Contact Email
animacultura@sdmce.net
Phone
-
Journal Mail Official
animacultura@sdmce.net
Editorial Address
Jl. Amabi No. 145, Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 85000
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Animal Agricultura
ISSN : -     EISSN : 29879876     DOI : 10.59891/animacultura
Animal Agricultura is an open access journal. It publishes original research articles, reviews, and communications that offer substantial new insight into any field of study that involves livestock and agriculture . Scientifically excellent papers that consider ruminants in the context of genetic or environmental conservation, rural development, or that have significant implications for animal welfare will be particularly welcome, and an interdisciplinary approach is encouraged. Experimental and genomic studies must explain what hypotheses are being tested, and whether new hypotheses are required. Submissions with a strong husbandry, nutritional, meat or dairy science, or genetic focus must make the wider interest of the work very clear. Our aim is to encourage scientists to publish their experimental and theoretical research in as much detail as possible. Full experimental details and/or method of study, must be provided for research articles. Articles submitted that involve subjecting animals to unnecessary pain or suffering will not be accepted, and all articles must be submitted with the necessary ethical approval (please refer to the Ethical Guidelines for more information). Our scope is reseach about animal husbandry, such as nutrition, production, reproduction, livestock maanjemen and business, and agricultural sciences such as agronomy, soil science, pests, agricultural engineering, industrial technology, food technology, fisheries, forestry, and agricultural socio-economics. Manuscripts are open to lecturers and researchers related to animal husbandry and agriculture.
Articles 125 Documents
Keragaman dan Komposisi Lalat Tertangkap pada Dua Peternakan Sapi Semi-Ekstensif di Kabupaten Kupang Menggunakan Perangkap Nzi Aven Oematan; Devi Y. J. A. Moenek; Jois M. Jacob; Nellyanti N. Toelle
Animal Agricultura Vol 4 No 1 (2026): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v4i1.145

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan keragaman takson dan komposisi tangkapan lalat pada dua peternakan sapi semi-ekstensif di Desa Manusak dan Desa Tolnaku, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, selama April-Mei 2024. Lalat dikoleksi menggunakan perangkap Nzi yang ditempatkan di padang penggembalaan dan sekitar kandang pada pukul 08.00-16.00; spesimen diambil setiap dua jam dan diidentifikasi secara morfologis. Karena data yang tersedia berupa jumlah agregat bulanan, analisis dibatasi pada indeks ekologi dan uji tabel kontingensi eksploratif; upaya tangkap serta mikroklimat per interval tidak dapat distandardisasi. Jumlah tangkapan mencapai 2.449 individu pada April dan 2.246 individu pada Mei. Musca domestica mendominasi kedua bulan, tetapi proporsinya menurun dari 71,95% menjadi 59,93%. Indeks Shannon gabungan meningkat dari 0,779 menjadi 0,984 dan kemerataan Pielou dari 0,435 menjadi 0,611. Komposisi tangkapan berbeda antar-lokasi pada April (χ²=109,48; p Monte Carlo<0,001; Cramér V=0,211) dan Mei (χ²=194,93; p<0,001; V=0,295), serta antar-bulan (χ²=121,32; p<0,001; V=0,161). Hasil tersebut menunjukkan perbedaan komposisi tangkapan perangkap Nzi, tetapi tidak membuktikan pengaruh kausal faktor lingkungan. Pencatatan trap-day dan pengukuran mikroklimat yang sinkron diperlukan pada penelitian berikutnya.
Pengaruh Level Inokulum EM4 (Effective Microorganisms 4) Terhadap Komposisi Kimiawi Kulit Kopi Produk Fermentasi Kresensia Anjelina Sartika; Marthen L. Mullik; Gustaf Oematan
Animal Agricultura Vol 4 No 1 (2026): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v4i1.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level inokulum EM4 (Effective Microorganisms 4) terhadap komposisi kimiawi kulit kopi produk fermentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan sehingga memperoleh 24 unit percobaan. Perlakuan tersebut adalah LI-0 (kulit kopi tanpa inokulum), LI-2 (kulit kopi + 2 ml EM4), LI-4 (kulit kopi + 4 ml EM4), LI-6 (kulit kopi + 6 ml EM4), LI-8 (kulit kopi + 8 ml EM4), LI-10 (kulit kopi + 10 ml EM4). Variabel yang diamati adalah bahan kering, bahan organik, protein kasar, serat kasar. Data yang dihimpun dianalisis ragam dan apabila berpengaruh nyata, diuji menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EM4 terhadap kulit buah kopi berpengaruh nyata (P<0,05). Pada pelakuan LI-8 dapat menurunkan kandungan bahan kering sebesar 63,35%, dan meningkatkan protein kasar sebesar 10,60%, kandungan bahan organik tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dari perlakuan LI-0 sebesar 93,10% dengan perlakuan LI-8 sebesar 93,03%, dan pada perlakuan LI-2 dapat menurunkan kandungan serat kasar sebesar 25,26% tidak jauh berbeda pada perlakuan LI-6 sebesar 25,27%, LI-4 sebesar 25,69%, LI-8 sebesar 25,93% dan perlakuan LI-10 sebesar 25,66% tetapi berbeda nyata dengan LI-8. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi kulit kopi dengan menggunakan EM4 dapat meningkatkan kandungan protein kasar, bahan organik , dan menurunkan kandungan serat kasar dan bahan kering. Dan level yang terbaik yang dapat meningkatkan protein kasar dan menurunkan kandungan bahan kering serta serat kasar adalah 8 ml atau LI-8.
Performa Reproduksi Babi Peranakan Landrace Yang Mendapat Tambahan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Dalam Air Minum Ni Nengah Suryani; I Kadek Yoga Kertiyasa; D.A. Nguru
Animal Agricultura Vol 4 No 1 (2026): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v4i1.152

Abstract

Kelor merupakan tanaman tropis dengan nilai gizi dan khasiat obat yang tinggi. Studi terbaru telah melaporkan efek daun kelor sangat baik dalam modifikasi inflamasi, antioksidatif, dan anti-diabetes, tetapi belum ada laporan signifikan tentang perannya dalam reproduksi ternak. Dalam penelitian ini, kami menyelidiki efek pemberian daun Moringa oleifera (MOL) dalam bentuk larutan dalam air minum terhadap kinerja reproduksi ternak babi.  Penelitian ini menggunakan 12 ekor babi sedang bunting paritas kedua, dengan kisaran bobot badan 120- 125 kg, rata-rata 122,5 kg dan koefisien variasi 1,46% yang diberi larutan daun kelor sejak bunting sampai beranak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P0 : air minum tanpa extract daun kelor, P1 : extract daun kelor 50 ml/L air minum, P2 : extract daun kelor 100ml/L air minum, P3 : larutan daun kelor 150 ml/L air minum. Variabel yang diteliti adalah lama kebuntingan, jumlah anak per kelahiran, bobot lahir dan bobot sapih.  Hasil analisis statistik menunjukkan tambahan extract daun kelor dalam air minum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap lama kebuntingan, jumlah anak per kelahiran  babi peranakan landrace, namun bobot lahir dan bobot sapih meningkat secara nyata (P<0,05) pada P3. Disimpulkan bahwa suplementasi ekstrak daun kelor sebesar 0, 50, 100, dan 150 ml/L menghasilkan lama bunting dan jumlah anak per kelahiran yang relatif sama, sedangkan bobot lahir dan bobot sapih meningkat pada perlakuan 150 ml/L air minum babi peranakan Landrace.
Strategi Peningkatan Sistem Kesehatan Ternak Berkelanjutan di Lahan Kering Alfonsus I. Malo; Gustaf Oematan
Animal Agricultura Vol 4 No 1 (2026): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v4i1.153

Abstract

Padang rumput lahan kering berperan penting dalam mendukung produksi ternak ruminansia di wilayah semiarid seperti Nusa Tenggara Timur karena menyediakan hijauan pakan sekaligus jasa ekosistem berupa konservasi tanah, penyimpanan karbon, pemeliharaan keanekaragaman hayati, dan pengaturan hidrologi. Namun, tekanan penggembalaan berlebihan, kebakaran berulang, gulma invasif, dan variabilitas iklim berkontribusi terhadap degradasi padang rumput sehingga menurunkan produktivitas hijauan dan daya dukung lahan. Artikel ini merupakan tinjauan pustaka naratif yang menyintesis bukti mengenai strategi konservasi untuk mempertahankan fungsi ekologis dan produktif padang rumput lahan kering. Strategi yang dikaji meliputi pengelolaan penggembalaan berbasis daya dukung, penggembalaan rotasi, restorasi vegetasi, konservasi tanah dan air, sistem silvopastura, serta pemantauan digital menggunakan GPS, pesawat udara nirawak, sensor vegetasi, dan citra satelit berbasis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Literatur yang ditelaah menunjukkan bahwa pengelolaan terintegrasi berpotensi meningkatkan ketersediaan hijauan, kondisi tanah, pemulihan vegetasi, dan ketahanan terhadap variabilitas iklim sekaligus mendukung produksi ternak ruminansia. Implementasi pada peternakan rakyat juga perlu mempertimbangkan biaya, kapasitas pengguna, dan dukungan kelembagaan. Oleh karena itu, integrasi pengelolaan ekologis, teknologi yang sesuai, dan kelayakan penerapan menjadi penting untuk mendukung peternakan ruminansia berkelanjutan di lahan kering.
Pengaruh Level Substitusi Jagung Giling Dengan Tepung Kulit Pisang Hasil Fermentasi Dalam Pakan Konsentrat dan Imbuhan Zn Biokompleks Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar Sapi Bali Jantan Penggemukan Maria Nona Elvi; Edi Djoko Sulistijo; Marthen Yunus
Animal Agricultura Vol 4 No 1 (2026): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v4i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi jagung giling dengan tepung kulit pisang hasil fermentasi (KPF) dalam pakan konsentrat yang diberi imbuhan Zn biokompleks terhadap konsumsi dan kecernaan protein kasar serta serat kasar sapi Bali jantan penggemukan. Materi penelitian berupa 12 ekor sapi Bali jantan penggemukan berumur 1-1,5 tahun dengan bobot badan awal 130,5-173,5 kg (KV = 7,8%). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan tiga ulangan sehingga terdapat 12 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas P0: hijauan 70% + konsentrat 30% tanpa substitusi jagung giling; P1: hijauan 70% + konsentrat 30% dengan substitusi jagung giling oleh KPF sebesar 25%; P2: substitusi 50%; dan P3: substitusi 75%. Seluruh perlakuan mendapat imbuhan Zn biokompleks dengan dosis yang sama sebesar 65 mg. Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan protein kasar serta serat kasar. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi protein kasar (P0 496,29; P1 522,87; P2 502,53; P3 497,37 g/ekor/hari), konsumsi serat kasar (1039,02; 1051,42; 1006,13; 1003,66 g/ekor/hari), kecernaan protein kasar (66,99; 71,29; 70,53; 65,69%), maupun kecernaan serat kasar (64,31; 66,51; 65,86; 66,34%). Disimpulkan bahwa substitusi jagung giling dengan KPF hingga 75% dalam konsentrat memberikan respons yang relatif sama terhadap konsumsi dan kecernaan protein kasar serta serat kasar sapi Bali jantan penggemukan yang mendapat pakan basal rumput alam dan imbuhan Zn biokompleks yang sama.

Page 13 of 13 | Total Record : 125