cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi
ISSN : -     EISSN : 30267447     DOI : https://doi.org/10.47134/pjp
Jurnal Psikologi is a scientific journal published by Indonesian Journal Publisher. Jurnal Psikologi publishes four issues annually in the months of November, February, May and August. The focus and scope of Jurnal Psikologi include articles concerned with Clinical Psychology, Cognitive Psychology, Social Psychology, Educational Psychology, Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Abnormal Psychology, Health Psychology, Sports Psychology dan Experimental Psychology.
Articles 207 Documents
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Resiliensi Akademik Mahasiswa Danendra Putra Hantoro; Dwi Nastiti
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i3.5819

Abstract

Resiliensi akademik sangat besar manfaatnya bagi mahasiswa yaitu memberikan dukungan kepada mahasiswa agar tetap bertahan dalam menghadapi tantangan dan kesulitan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap akademiknya, tetapi masih ditemukan fenomena mahasiswa yang bermasalah dalam resiliensi akademiknya seperti mudah putus asa serta menjadi kurang fokus menghadapi kesulitan akademik, saat mengalami kesulitan kurang dalam mencari bantuan dari pihak lain dan kurang dalam optimis juga pengendalian emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara dukungan sosial dan resiliensi akademik pada mahasiswa. PAI PAUD di Institut Agama Islam Al Khoziny. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan seluruh populasi yang berjumlah 90 mahasiswa dijadikan sebagai sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan skala Dukungan Sosial dan Resiliensi Akademik, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi akademik (r = 0.487, p < 0.05). Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat resiliensi akademiknya. Sebaliknya, mahasiswa dengan tingkat dukungan sosial yang rendah cenderung memiliki resiliensi akademik yang lebih rendah.
Pengaruh Persepsi Beban Kerja dan Iklim Organisasi terhadap Psychological Well Being pada Perawat di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu Salsabila Soleha; Ugung Dwi Ario Wibowo
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i4.5821

Abstract

Kesejahteraan Psikologis (Psychological Well-Being) sangat krusial bagi perawat. Oleh karena itu, banyak perawat yang mengalami dinamika Kesejahteraan Psikologis di tempat kerja mereka. Penelitian ini menguji pengaruh persepsi beban kerja dan iklim organisasi terhadap Kesejahteraan Psikologis perawat di Rumah Sakit Umum Siti Aminah Muhammadiyah Bumiayu. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan tiga skala: skala Kesejahteraan Psikologis ($\alpha=0.925$), skala Persepsi Beban Kerja ($\alpha=0.820$), dan skala Iklim Organisasi ($\alpha=0.889$). Populasi penelitian terdiri dari 140 perawat di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 104 perawat. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh persepsi beban kerja terhadap Kesejahteraan Psikologis ($p=0.140$, $t=4.489$, $R=0.012$), namun iklim organisasi berpengaruh terhadap Kesejahteraan Psikologis ($p=0.000$, $t=1.973$, $R=0.506$). Secara simultan (bersama-sama), terdapat pengaruh persepsi beban kerja dan iklim organisasi terhadap Kesejahteraan Psikologis ($p=0.000$, $t=2.373$, $R=0.517$). Dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi merupakan variabel utama yang dapat memengaruhi Kesejahteraan Psikologis. Oleh karena itu, iklim organisasi yang telah dicapai harus tetap dipertahankan.
Hubungan Celebrity Worship dan Mindfulness pada Penggemar K-pop Dewasa Awal di Kota Jambi Indah Mulyani; Annisa Andriani; Verdiantika Annisa
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i4.5865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara celebrity worship (pemujaan terhadap selebriti) dan mindfulness (kesadaran penuh) pada penggemar K-Pop usia dewasa awal di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Partisipan terdiri dari 111 penggemar K-Pop berusia 18–25 tahun di Kota Jambi. Instrumen yang digunakan adalah Celebrity Attitude Scale (CAS) dan Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,157 dengan nilai signifikansi 0,100 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara celebrity worship dan mindfulness. Arah hubungan yang negatif menunjukkan bahwa celebrity worship yang lebih tinggi cenderung dikaitkan dengan mindfulness yang lebih rendah, meskipun hubungan tersebut sangat lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa mindfulness lebih dipengaruhi oleh faktor internal individu daripada keterikatan pada selebriti.
Peran Self-Regulated Learning terhadap Penyesuaian Akademik Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi Angkatan 2025 dalam Pembelajaran Daring pada Hari Jumat Arsinta Barus; Claudine Teresa Ndovi Ndruru; Alya Ramadhani Zaineka; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Dinda Agraiza; Muhammad Ilham
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i4.5926

Abstract

Kemampuan self-regulated learning menjadi faktor krusial mahasiswa baru dalam menghadapi transisi pembelajaran hybrid. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan penyesuaian akademik mahasiswa baru FKIK Universitas Jambi angkatan 2025 pada perkuliahan daring hari Jumat. Metode kuantitatif korelasional digunakan dengan melibatkan 87 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala psikologi daring dan dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan nilai r = 0,406 dan p < 0,001, menandakan hubungan positif signifikan berkekuatan sedang. Disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan self-regulated learning, semakin baik pula penyesuaian akademik mahasiswa dalam menghadapi tuntutan perkuliahan hybrid.
Emotional Control in Interpersonal Communication Among Female Students at SMPN 1 Weru Lutfi Nur Baity; Siti Khumayah; Aghnia Dian Lestari
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i4.5981

Abstract

The emotional development of adolescents in junior high school is very important for the quality of interpersonal communication. Adolescents’ emotional lability often has a negative effect on social interactions, emotional regulation is therefore an important factor of establishing effective relationships. This research is a descriptive study which aims to analyse the emotional regulation in interpersonal communication of female students at SMPN 1 Weru based on the Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) theory which includes inclusion, control, and affection. This study uses a descriptive qualitative approach. The respondents of this research are seventh, eighth, and ninth grade students. Data were collected by interview, observation, and documentation, and analysed by triangulation techniques. The results indicate that students can handle emotions in interpersonal communication, but they still feel negative emotions like anxiety, fear of rejection and low self-esteem. The awareness of the needs for inclusion, control, and affection influences the quality of the social interactions of the students. Communication barriers are negative social experience and emotional instability. This study confirms the important role of emotion regulation in promoting effective interpersonal communication and contributes by integrating the concepts of emotion regulation and FIRO theory in the context of junior high school adolescents.
Efektivitas Pelatihan Self-Leadership untuk Meningkatkan Kesejahteraan Kerja Karyawan Divisi Human Capital di PT X Muhammad Faqih Ihsan; Asti Candrasasi C.P
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i4.6062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan self-leadership dalam meningkatkan kesejahteraan kerja karyawan Divisi Human Capital di PT X. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen one group pretest-posttest design dengan melibatkan 9 orang staf Divisi Human Capital. Intervensi berupa pelatihan self-leadership yang mencakup tiga strategi utama: strategi berfokus perilaku (behavior-focused strategies), strategi penghargaan alami (natural reward strategies), dan strategi pola pikir konstruktif (constructive thought pattern strategies). Data dikumpulkan menggunakan Employee Well-Being Scale yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test setelah uji normalitas Shapiro-Wilk terpenuhi (W = 0,906; p = 0,292). Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test (M = 58,89; SD = 3,98) dan post-test (M = 82,67; SD = 2,92) dengan nilai t = -17,46, p < 0,001, dan Cohen’s d = -5,819. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan self-leadership efektif dalam meningkatkan kesejahteraan kerja karyawan.
Pengaruh Adverse Childhood Experiences terhadap Resiliensi: Peran Dukungan Sosial sebagai Faktor Protektif Rina Sari; Suci Lutfiah
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i4.6245

Abstract

Adverse Childhood Experiences (ACEs) merupakan pengalaman negatif pada masa kanak-kanak yang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kemampuan individu dalam beradaptasi, termasuk resiliensi. Dukungan sosial dipandang sebagai faktor protektif yang berpotensi mengurangi dampak negatif ACEs, namun penelitian yang menguji peran masing-masing dimensi dukungan sosial sebagai moderator pada populasi emerging adulthood di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Adverse Childhood Experiences terhadap resiliensi serta menguji peran emotional support, informational support, tangible support, dan belonging support sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 189 responden dengan riwayat ACEs berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan ACE Questionnaire, Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) versi Bahasa Indonesia, dan skala dukungan sosial yang disusun berdasarkan teori Bert N. Uchino. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear dan analisis moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ACEs berpengaruh negatif dan signifikan terhadap resiliensi dengan kontribusi sebesar 7,5%. Dari empat dimensi dukungan sosial yang diuji, hanya belonging support yang terbukti memoderasi hubungan antara ACEs dan resiliensi, ditunjukkan oleh peningkatan koefisien determinasi (R²) dari 7,5% menjadi 18,8% serta efek interaksi yang signifikan (p = 0,032). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi paparan ACEs, semakin rendah tingkat resiliensi, sedangkan belonging support berperan sebagai faktor protektif yang membantu mengurangi dampak negatif pengalaman buruk masa kanak-kanak terhadap resiliensi pada individu emerging adulthood.