cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi
ISSN : -     EISSN : 30267447     DOI : https://doi.org/10.47134/pjp
Jurnal Psikologi is a scientific journal published by Indonesian Journal Publisher. Jurnal Psikologi publishes four issues annually in the months of November, February, May and August. The focus and scope of Jurnal Psikologi include articles concerned with Clinical Psychology, Cognitive Psychology, Social Psychology, Educational Psychology, Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Abnormal Psychology, Health Psychology, Sports Psychology dan Experimental Psychology.
Articles 201 Documents
Kasus Potential Review pada Trainee Human Capital di Hotel XY Surabaya Wrycza, Ida; Sofiah, Diah
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i2.5525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan potential review terhadap seorang trainee Human Capital di Hotel X Surabaya sebagai bahan pertimbangan penempatan pada posisi Daily Worker. Penelitian dilakukan dengan pendekatan multimodal yang mengombinasikan metode tes dan non-tes, meliputi Behavioral Event Interview (BEI), tes intelegensi Intelligenz Struktur Test (IST), tes kepribadian Sixteen Personality Factors Questionnaire (16PF) dan PAPI Kostick, tes sikap kerja Kraeplin, serta tes grafis Draw-a-Person Test (DAP) dan Baum Tree Test. Analisis dilakukan secara integratif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai aspek kognitif, sikap kerja, kepribadian, dan dinamika emosional subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki kemampuan kognitif pada tingkat sedang hingga tinggi pada fungsi-fungsi utama yang relevan dengan tuntutan pekerjaan administratif dan operasional Human Capital. Aspek sikap kerja menunjukkan kecepatan, ketelitian, dan ketahanan kerja yang baik, sementara profil kepribadian mengindikasikan kecenderungan bekerja secara mandiri, bertanggung jawab, dan menjaga hubungan kerja profesional. Terdapat satu area pengembangan pada aspek stabilitas emosi, namun tidak mengganggu pemenuhan kriteria inti jabatan. Berdasarkan analisis kesesuaian kompetensi menggunakan prinsip Just Noticeable Difference dari Weber’s Law, perbedaan kompetensi masih berada dalam batas toleransi yang dapat diterima. Dengan demikian, subjek disarankan untuk menempati posisi Daily Worker di Departemen Human Capital dengan catatan perlunya pendampingan dan penguatan pada aspek regulasi emosi dan komunikasi asertif.
Loneliness Pada Lansia dengan Penyakit Kronis di Poli Geriatri Sasongko, Prajna; Arifiana, Isrida
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i2.5590

Abstract

This study aimed to explore the dynamics of loneliness among older adults attending a geriatric outpatient clinic in Surabaya and to identify personal, relational, and environmental factors contributing to their experiences. A mixed methods approach with a convergent parallel design was applied. Quantitative data were collected using the UCLA Loneliness Scale Version 3, while qualitative data were obtained through semi-structured interviews and participatory observations. The participants consisted of ten older adults aged 60–85 years who were active patients in the geriatric clinic. Quantitative results indicated that the majority of participants experienced moderate to severe levels of loneliness. Qualitative findings revealed that loneliness was closely related to the loss of meaningful social roles, increased dependency due to chronic illness, limited opportunities for meaningful social interaction, and emotionally distant communication patterns within the family. Participants also described feelings of helplessness, reduced self-worth, and uncertainty about their future, which further intensified their sense of isolation. The integration of quantitative and qualitative findings demonstrates that loneliness among older adults in geriatric care is multidimensional, involving psychological vulnerability, relational disconnection, and environmental constraints within healthcare settings. These findings highlight the importance of incorporating routine psychosocial screening into geriatric services and developing comprehensive interventions that extend beyond medical treatment. Family-based support programs, structured peer-support activities, and community-oriented initiatives are recommended to strengthen social connectedness, promote active engagement, and enhance overall psychological well-being among older adults receiving long-term care.
Psikoedukasi Pencegahan Cyberbullying pada Siswa SMP: Upaya Meningkatkan Literasi Digital pada Remaja Nuha, Vivin; Djudiyah; Fasikha, Siti
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i2.5608

Abstract

Tingginya penggunaan media digital pada remaja meningkatkan risiko terjadinya cyberbullying, khususnya pada siswa SMP yang memiliki literasi digital rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi literasi digital sebagai upaya pencegahan cyberbullying pada siswa SMP. Penelitian ini memakai desain one-group pretest-posttest pada 20 siswa SMP berusia 14-15 tahun untuk partisipan. Intervensi berupa psikoedukasi “Upaya meningkatkan literasi digital pada remaja” dilaksanakan selama 90 menit melalui pemberian materi, diskusi, dan role play. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner skala likert sebelum dan sesudah intervensi. Temuan analisis t test menemukan t = -10,308 dengqn p=0,00 (p<0,01). Hal ini memperlihatkan ada perbedaan pengetahuan literasi digital yang sangat signifikan sebelum dan setelah dilakukan psikoedukasi. Mean post-test (Mean=87,75) lebih besar disbanding dengan Mean pre-test (Mean=77,50). Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi literasi digital efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap etis siswa dalam bermedia digital sebagai langkah preventif terhadap cyberbullying.
Pengaruh Self-Esteem, Rejection Sensitivity Dan Avoidant Attachment Terhadap Fear Of Rejection Pada Remaja Akhir Dan Dewasa Awal (17-25 Tahun) Fauzi, Ahmad Febrian
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i2.5636

Abstract

Fear of rejection is a psychological experience that often emerges in late adolescence and early adulthood when individuals begin to develop more complex interpersonal relationships. Various psychological factors, such as self-evaluation, sensitivity to potential rejection, and interpersonal attachment patterns, may influence how individuals perceive and respond to the possibility of being rejected. This study aimed to examine the influence of self-esteem, rejection sensitivity, and avoidant attachment on fear of rejection among individuals aged 17–25 years. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected from 150 respondents using Likert-scale questionnaires measuring self-esteem, rejection sensitivity, avoidant attachment, and fear of rejection. The data were analyzed using multiple linear regression after meeting classical assumption tests. The results showed that self-esteem had a negative and significant effect on fear of rejection, indicating that individuals with higher self-esteem tended to experience lower fear of rejection. In contrast, rejection sensitivity and avoidant attachment had positive and significant effects on fear of rejection. Simultaneously, the three independent variables significantly predicted fear of rejection among participants. In conclusion, fear of rejection in late adolescence and early adulthood is influenced by the combined roles of self-evaluation, sensitivity to potential rejection, and interpersonal attachment patterns. These findings highlight the importance of both intrapersonal and interpersonal psychological factors in understanding individuals’ responses to perceived social rejection.
Penerapan Musik Sebagai Intervensi Psikologis Untuk Menurunkan Stres Kerja Pada Karyawan Sumber Daya Manusia Dan Hukum Salam, Najwa; Candrasasi, Asti
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i3.5212

Abstract

Tingginya tuntutan kerja yang dihadapi oleh divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum, terutama pada institusi pelayanan publik seperti rumah sakit, telah terbukti memicu stres kerja kronis. Tekanan yang bersumber dari tanggung jawab manajerial, penanganan konflik kepegawaian yang sensitif, dan kepatuhan regulasi hukum yang ketat berdampak serius pada kesejahteraan psikologis, emotional exhaustion, dan kinerja karyawan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi manajemen stres yang praktis, mudah diakses, dan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan musik sebagai intervensi psikologis non-farmakologis untuk menurunkan tingkat stres kerja pada karyawan di divisi SDM dan Hukum Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada tujuh partisipan karyawan di divisi tersebut. Stres kerja diukur melalui kuesioner yang mengukur empat dimensi: Job Stress, Role Expectation Conflict, Coworker Support, dan Work-Life Balance. Intervensi dilakukan dengan memutar musik pop instrumental bertempo sedang sebagai background di area kerja selama dua minggu penuh. Hasil analisis statistik Paired Sample T-Test menunjukkan penurunan skor stres kerja yang sangat  signifikan, dari rata-rata 80,86 (pre-test) menjadi 69,57 (post-test), dengan nilai signifikansi p = 0,002 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa musik terbukti efektif dalam memicu respons relaksasi, meningkatkan fokus, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menyediakan model intervensi low-cost yang valid untuk manajemen stres di lingkungan kerja yang sangat menuntut.
Hubungan Antara Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Fear Of Missing Out (Fomo) pada Remaja Pengguna Aktif Media Sosial di Kota Makassar Fiqh, Salsabila; Khumas, Asniar; Sufartianingsih , Eka
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i3.5687

Abstract

Penggunaan media sosial yang tinggi di kalangan remaja di Kota Makassar berpotensi memicu munculnya fear of missing out (FoMO), yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan kehidupan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan tingkat FoMO pada remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 410 responden berusia 15–21 tahun yang berdomisili di Kota Makassar dan teridentifikasi sebagai pengguna aktif media sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring, sedangkan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho untuk mengukur hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan FoMO (r = 0.399). Analisis lanjutan mengungkap bahwa dimensi penggunaan media sosial pada waktu senggang, penggunaan di tempat umum, serta motif penggunaan memiliki hubungan signifikan dengan FoMO. Sebaliknya, penggunaan media sosial pada saat stres dan saat kegiatan akademik tidak menunjukkan hubungan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin besar kecenderungan remaja mengalami FoMO. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengelola penggunaan media sosial secara bijak, termasuk edukasi literasi digital dan penguatan kesehatan mental, guna meminimalkan dampak negatif terhadap kesejahteraan psikolosgis remaja.
Hubungan Antara Self-Regulation Dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Bekerja di Universitas Tama Jagakarsa La Ode Shalza Yusharyahya; Mira Rizki; Sri Cahya Kencana
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i3.5613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self-Regulation dengan Konsentrasi Belajar pada mahasiswa yang bekerja di Universitas Tama Jagakarsa. Mahasiswa yang menjalani peran ganda sebagai pelajar sekaligus pekerja menghadapi tuntutan yang kompleks, baik dari aspek akademik maupun pekerjaan, sehingga kemampuan dalam mengatur diri dan mempertahankan konsentrasi menjadi sangat penting dalam menunjang keberhasilan belajar. Self-regulation dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk mengatur proses berpikir, perasaan, serta tindakannya secara terarah dalam rangka mencapai tujuan tertentu, yang secara konseptual diyakini berperan dalam meningkatkan konsentrasi saat belajar. Namun demikian, dalam konteks mahasiswa bekerja, terdapat berbagai faktor eksternal seperti beban kerja, tekanan waktu, kelelahan fisik, serta kondisi lingkungan belajar yang dapat memengaruhi efektivitas regulasi diri dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan korelasional, serta melibatkan sebanyak 150 mahasiswa aktif yang juga bekerja sebagai partisipan. Instrumen penelitian terdiri atas Skala Self-Regulation yang mencakup aspek Impulse Control, Self-Direction, Decision Making, dan Goal Orientation, serta Skala Konsentrasi Belajar. Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menerapkan uji korelasi Spearman guna mengidentifikasi keterkaitan antara variabel-variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Self-Regulation dengan Konsentrasi Belajar (r = -0,112, p = 0,175), dengan nilai koefisien determinasi yang sangat rendah (R² = 0,014). Temuan ini mengindikasikan bahwa Self-Regulation bukan merupakan faktor utama yang memengaruhi konsentrasi belajar pada mahasiswa yang bekerja. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa faktor-faktor eksternal atau kontekstual kemungkinan memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan kemampuan regulasi diri. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar penelitian selanjutnya mempertimbangkan variabel lain seperti dukungan sosial, manajemen stres, keseimbangan antara pekerjaan dan studi, serta faktor lingkungan belajar untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Kasus Peningkatan Kerjasama Tim Pada Komunitas L Latar Layanan Komunitas di Kota X Laili, Dyah
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i3.5679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meningkatkan kualitas kerja tim dalam Komunitas L di Kota X melalui intervensi psikologi komunitas berbasis pembangunan tim. Penelitian ini dimotivasi oleh temuan awal yang menunjukkan beberapa tantangan dalam dinamika kelompok komunitas, termasuk komunikasi yang tidak efektif, koordinasi kegiatan yang terbatas, dan dukungan emosional yang tidak memadai di antara anggota. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain pra-uji dan pasca-uji yang mengintegrasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi kelompok, wawancara semi-terstruktur dengan anggota komunitas dan fasilitator, dan Kuesioner Kualitas Kerja Tim (TWQ) untuk mengukur dimensi seperti komunikasi, koordinasi, dukungan, kohesi, dan kontribusi anggota. Intervensi diimplementasikan melalui program pembangunan tim terstruktur yang terdiri dari sesi kesadaran tim, latihan komunikasi interpersonal, permainan kolaboratif, dan kegiatan refleksi kelompok. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kualitas kerja tim setelah intervensi, yang tercermin dalam pola komunikasi yang lebih terbuka, koordinasi yang lebih baik di antara anggota, dan dukungan emosional yang lebih kuat dalam kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi pembangunan tim dapat berfungsi sebagai strategi yang efektif untuk memperkuat dinamika kelompok dan meningkatkan hubungan interpersonal dalam lingkungan komunitas pemuda.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intensitas Bermain Game Roblox pada Remaja Fajarwati, Adinda; Gita Rahmania; Karinna Putri; Nabil Abdurrahman; Tiffany Dwi Ardana; Yofa Putri Adinda
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i3.5701

Abstract

This study examines psychological and social factors influencing adolescents’ gaming behavior on Roblox. A qualitative descriptive approach with thematic analysis was applied. Data were collected from 150 participants aged 13–21 through open-ended questionnaires. The findings reveal that gaming motivation is influenced by entertainment needs, boredom, fear of missing out (FOMO), peer influence, and game features. High gaming intensity (more than 3 hours per day) indicates a tendency toward addictive behavior, particularly when gaming functions as a coping mechanism. Roblox provides positive impacts such as enhanced creativity and social interaction, but also negative consequences including sleep disruption, reduced productivity, and decreased offline engagement. The findings highlight that excessive gaming behavior results from the interaction of emotional, social, and game-design factors.  
Dimensi Psikologis pada Psychopreneur, Sociopreneur dan Technopreneur: Kajian Konseptual Kusumawati, Retno; Kurniawan, Dery; Sari, Novita; Bahar, Ririn; Wardani, Infanti
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i3.5713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dimensi psikologis dalam psychopreneur, sociopreneur, dan technopreneur guna memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku kewirausahaan modern. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui penelusuran literatur. Teknik pengumpulan data meliputi penelusuran literatur dari artikel ilmiah, buku akademik, dan dokumen yang relevan. Selanjutnya, data dianalisis melalui tahapan identifikasi tema, reduksi data, kategorisasi konsep, dan penarikan kesimpulan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis seperti motivasi intrinsik, keefektifan diri, inovasi, dan kemampuan untuk menghadapi ketidakpastian menjadi komponen utama yang membentuk orientasi kewirausahaan. Ada perbedaan pada fokus, yaitu pengembangan diri untuk psychopreneur, orientasi sosial untuk sociopreneur, dan pemanfaatan teknologi untuk technopreneur. Selain itu, ditemukan bahwa interaksi antara faktor psikologis, sosial, dan teknologi menciptakan pola perilaku kewirausahaan yang kompleks dan saling terintegrasi. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidimensional dalam pengembangan kewirausahaan, baik dalam konteks akademik maupun praktis. Kesimpulannya, penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian kewirausahaan dengan menawarkan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan aspek psikologis, sosial, dan teknologi dalam memahami dinamika kewirausahaan kontemporer.