cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi
ISSN : -     EISSN : 30267447     DOI : https://doi.org/10.47134/pjp
Jurnal Psikologi is a scientific journal published by Indonesian Journal Publisher. Jurnal Psikologi publishes four issues annually in the months of November, February, May and August. The focus and scope of Jurnal Psikologi include articles concerned with Clinical Psychology, Cognitive Psychology, Social Psychology, Educational Psychology, Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Abnormal Psychology, Health Psychology, Sports Psychology dan Experimental Psychology.
Articles 184 Documents
Harga Diri dan Self-Injury: Sebuah Studi pada Individu dengan Riwayat Adverse Childhood Experiences Sari, Rina; Akerpia, Regina Kristy
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dan NSSI pada individu yang memiliki pengalaman buruk masa kecil serta pernah melakukan tindakan menyakiti diri tanpa niat bunuh diri. Penelitian ini menggunakan desain korelasional. Partisipan berjumlah 50 orang yang memenuhi kriteria pengalaman trauma masa kecil dan riwayat setidaknya satu kali melakukan NSSI, diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan meliputi The Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) – Adult Version untuk mengukur tingkat self-esteem, serta Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) untuk mengukur kecenderungan NSSI. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara self-esteem dan NSSI (r = –0.281; p < 0.05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem yang dimiliki individu, maka semakin rendah kecenderungan melakukan NSSI, khususnya pada individu dengan riwayat trauma masa kecil. Self-esteem memiliki peran penting dalam membantu individu menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan situasi serta lingkungan baru, sekaligus memfasilitasi penggunaan strategi coping yang adaptif dalam menghadapi permasalahan. Individu dengan self-esteem yang lebih baik cenderung mampu mengelola emosi secara efektif, sedangkan self-esteem yang rendah sering dikaitkan dengan munculnya perilaku maladaptif seperti nonsuicidal self-injury (NSSI). Implikasi penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa self-esteem berperan sebagai faktor protektif terhadap perilaku menyakiti diri tanpa niat bunuh diri. Selain itu, hasil ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis yang berfokus pada penguatan self-esteem untuk meminimalkan risiko NSSI pada populasi dengan pengalaman traumatis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel psikologis lain yang berpotensi berperan sebagai mediator atau moderator dalam hubungan tersebut.
Efektivitas Penerapan Teknik Reinforcement Positif untuk Meningkatkan Disiplin Kerja Pegawai Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Gresik Faridah, Nur; WicaksonoWicaksono, Awang
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5131

Abstract

Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas teknik reinforcement positif dan self-monitoring dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai. Penelitian menggunakan desain one-group pretest-posttest pada lima pegawai Bidang Keluarga Berencana Dinas KBPPPA Gresik. Intervensi dilakukan melalui self-monitoring menggunakan Google Form harian dan pemberian reward mingguan. Analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata disiplin kerja dari 32,6 (pretest) menjadi 35,8 (posttest) dengan nilai signifikansi 0,035 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan setelah intervensi. Dengan demikian, reinforcement positif dan self-monitoring terbukti efektif meningkatkan disiplin kerja pegawai, sesuai dengan teori modifikasi perilaku (Martin & Pear, 2019) dan penguatan positif (Skinner, 1953). Intervensi ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam program manajemen SDM instansi  pemerintahan.
Efektivitas Psikoedukasi Sense of Community untuk Meningkatian Komitmen Anggota Komunitas Sepak Bola Wahyudi, Iwan; Rina, Amersthia
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5137

Abstract

This study examined the commitment and cohesiveness of members within the Hura-Hura FC amateur football community in Sidoarjo, Indonesia. Using a mixed-method approach that combined observation, interviews, questionnaires, and focus group discussions, the assessment identified a significant decline in member commitment and participation. Based on Meyer and Allen’s Three-Component Model of Commitment, findings showed decreases across affective, continuance, and normative dimensions, primarily caused by ineffective communication, lack of appreciation, monotonous training routines, and time constraints. To address these issues, a psychoeducational intervention titled “Building a Sense of Community and Commitment” was implemented to strengthen emotional bonds, trust, and responsibility through interactive learning, reflection, and group collaboration. The intervention improved members’ understanding of community values, communication, and motivation, though consistent behavioral change and attendance required further reinforcement. Challenges such as uneven participation and limited online engagement highlighted the need for sustainable follow-up efforts. Therefore, continuous psychoeducation, structured appreciation systems, and enhanced communication channels were recommended to ensure long-term cohesion. This study underscores that member commitment in community-based sports is shaped not only by participation structure but also by emotional attachment, recognition, and shared purpose).
Pengalaman Insecurity Mahasiswa Pengguna Non-iPhone dalam Interaksi Sosial di Lingkungan Kampus Maulidar; Selian, Sri
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai gambaran perasaan insecure mahasiswa non-iPhone dalam lingkungan sosial kampus. Tujuan penelitian mencakup identifikasi bentuk-bentuk perasaan insecure, pemicu yang menyebabkan munculnya perasaan tersebut, serta cara mahasiswa memaknai dan mengelolanya dalam situasi sosial yang beragam. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa pengguna smartphone non-iPhone yang dipilih melalui purposive sampling. Proses wawancara dilakukan secara langsung untuk menggali pengalaman subjektif, dinamika emosi, serta persepsi mahasiswa mengenai tekanan sosial yang muncul akibat perbedaan penggunaan perangkat teknologi di lingkungan pergaulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa non-iPhone mengalami beragam bentuk perasaan insecure, seperti rasa minder, kecanggungan, rasa tidak layak, serta kekhawatiran terhadap penilaian negatif dari teman sebaya. Perasaan ini terutama dipicu oleh anggapan bahwa iPhone merupakan simbol status sosial, (Błachnio, A., Przepiorka, A., & Pantic, 2015)modernitas, dan kemapanan ekonomi, sehingga memengaruhi cara mahasiswa memandang nilai diri dan posisi mereka dalam kelompok. Pengalaman insecure juga muncul dalam situasi yang menonjolkan perbandingan kualitas kamera, fitur perangkat, hingga gaya hidup yang diidentikkan dengan pengguna iPhone. Tekanan sosial tersebut diperkuat oleh norma kelompok yang mengaitkan penggunaan iPhone dengan citra diri yang lebih tinggi, rasa percaya diri, dan penerimaan sosial. Meskipun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa mampu mengelola pengalaman tersebut melalui penerimaan diri, penguatan pola pikir positif, serta fokus pada potensi dan kemampuan personal. Temuan ini menegaskan bahwa perasaan insecure bersifat dinamis dan dapat diminimalkan melalui dukungan sosial yang positif, lingkungan kampus yang inklusif, serta kesadaran diri bahwa nilai personal tidak ditentukan oleh barang yang dimiliki, melainkan oleh karakter dan kemampuan individu.
Pengaruh Beban Kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan X Fitria, Delia
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan stress kerja terhadap kinerja karyawan di Perusahaan X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan dengan 100 responden. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian beban kerja menunjukkan nilai thitung > ttabel (8,455 > 1,661) dan nilai sig α 0,000 < 0,05, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara beban kerja terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya variabel stres kerja nilai thitung < dari ttabel (-1,892 < 1,661) dengan nilai sig α 0,061 > 0,05, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif dan tidak signifikan antara stres kerja terhadap kinerja kinerja karyawan. Sedangkan hasil uji secara simultan menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel (39,467 > 3,09), artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan secara bersama sama antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan nilai sig 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh positif dan signifikan antara beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan secara simultan.
Systematic Literature Review: Pengembangan Minat dan Bakat Anak Sebagai Langkah Awal Pengembangan Karir Jeconiah, Frank; Yesika Litik; Vialin Bessie; Clara Ndun; Mernon Yerlinda C. Mage; Jesica S. Bessie
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5256

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengembangan minat dan bakat anak sebagai langkah awal pengembangan karier. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi dan mensintesis berbagai penelitian terkait pengembangan minat dan bakat anak. Hasil literatur review menunjukkan bahwa pengembangan minat dan bakat anak merupakan fondasi penting dalam membentuk kesiapan karier sejak dini. Proses ini dipengaruhi oleh faktor internal serta faktor eksternal seperti peran orang tua, sekolah, dan lingkungan sosial. Beberapa hambatan juga ditemukan, seperti keterbatasan waktu orang tua dan minimnya fasilitas sekolah. Kesimpulannya, pengembangan minat dan bakat anak merupakan proses yang penting dan berkaitan erat dengan kesiapan karier sejak dini. Dukungan yang optimal dari berbagai pihak membantu anak mengenal potensi diri dan membangun orientasi masa depan lebih terarah.
Penerapan Eisenhower Matrix untuk Meningkatkan Manajemen Waktu Kerja pada Peserta Magang di Divisi Human Capital PT X Dinda Cantika Putri; Puspitaningrum, Noer Suci Endah
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5351

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Eisenhower Matrix in improving work time management among interns. This study used a one-group pretest and posttest design on six interns in the Human Capital Division. The intervention was provided through training led by professional psychologists who understood the use of the Eisenhower Matrix method, which is useful as a tool in prioritizing tasks based on their level of importance and urgency. Data were collected through measuring work time management before (pretest) and after (posttest) the intervention, after which it was analyzed using a paired sample t-test. The results showed an increase in the average time management score in the pretest from 75.17 to 105.83 in the posttest. The statistical test results showed a significant value of p 0.001 < 0.05, indicating a significant difference between work time management before and after the intervention. Thus, the application of the Eisenhower Matrix is ​​effective in helping interns determine work priorities, improve skills in completing tasks, and optimize work time effectively and systematically.
Application of Rebt Techniques to Reduce Bullying Behavior Among Students at SMP X Gresik Rif'ah, Ziadatur; Amelasasih, Prianggi
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5369

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) in reducing bullying behavior among eighth-grade students at SMP X Gresik who were identified as perpetrators. The research employed a qualitative case study design involving one student selected through purposive sampling based on reports from guidance and counseling teachers and classroom observations. Data were collected through non-participatory observation, in-depth interviews with counseling teachers, homeroom teachers, and parents, as well as documentation of counseling records. The intervention consisted of six individual counseling sessions using REBT techniques, including identification of irrational beliefs, cognitive disputation, reframing, and imaginal disputation. Data analysis was conducted using qualitative descriptive analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate significant improvements in the subject’s cognitive, emotional, and behavioral functioning following the intervention. Irrational beliefs related to aggression and dominance were successfully challenged and replaced with more rational thinking patterns. Emotionally, the subject demonstrated improved self-regulation and reduced impulsive anger responses. Behaviorally, bullying incidents—including verbal harassment, social exclusion, and mild physical aggression—decreased progressively and ceased entirely by the end of the intervention. Additional positive outcomes included increased empathy, cooperative peer interactions, voluntary apologies, and consistent behavioral improvements across both school and home environments. These findings demonstrate that REBT is effective in reducing bullying behavior and can be applied as an evidence-based intervention within school guidance and counseling services.
The Role of Perceived Organizational Support and Job Satisfaction on Work Engagement at PT. X Pratiwi, Widad; Prabowo, Hendro
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5421

Abstract

This study aims to determine the role of perceived organizational support and job satisfaction on work engagement at PT. X. PT. X is a company that provides services in the field of construction vendors. Services provided include providing construction manufacturing and installation services for events organized by companies, agencies and organizations such as the manufacture and installation of booths, stages, and event organizing needs. Respondents in this study were 75 employees of PT. X. The sampling technique used is total sampling. The data analysis technique used is multiple regression. The results showed that the R Square value was 0,938, so that the influence of perceived organizational support and job satisfaction on work engagement was 93,8%, where the remaining 6,2% was influenced by other factors outside of this study, such as organizational commitment, individual intention to leave the organization, characteristics personality, compensation, company culture, communication with colleagues, peer support, leadership style, and type of work performed.
Kecemasan Kerja pada Pekerja Berperforma Tinggi: Studi Kasus Berbasis Job Demands-Resources Model Trysanti, Dina; Pratikto, Herlan
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i2.5428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena pekerja yang menunjukkan kinerja tinggi namun berada dalam kondisi kerentanan psikologis, khususnya kecemasan kerja, dengan menggunakan Model Job Demands–Resources (JDR) sebagai kerangka analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap seorang karyawan laki-laki dewasa yang bekerja pada posisi manajerial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi perilaku, serta asesmen psikologis menggunakan beberapa instrumen, yaitu Depression Anxiety Stress Scale (DASS), Sixteen Personality Factor Questionnaire (16PF), dan asesmen proyektif grafis. Hasil asesmen menunjukkan bahwa adanya ketegangan emosional dan kerentanan psikologis pada pada subjek, namun subjek tetap mampu mempertahankan produktivitas, tanggung jawab, dan komitmen kerja yang tinggi meskipun mengalami kecemasan kerja. Tuntutan pekerjaan yang berlebihan, seperti ketidakjelasan peran, peningkatan beban kerja, serta minimnya arahan dan umpan balik dari atasan, berkontribusi signifikan terhadap munculnya kecemasan kerja. Karakteristik kepribadian berupa tanggung jawab tinggi, etos kerja kuat, dan kegigihan berperan sebagai sumber daya personal yang membantu menjaga kinerja,Intervensi yang diberikan menggunakan pendekatan kognitif dalam bentuk konseling singkat yang dikombinasikan dengan psikoedukasi, dengan fokus pada klarifikasi peran kerja, restrukturisasi kognitif, dan manajemen stres. Evaluasi pascaintervensi menunjukkan adanya penurunan kecemasan dan peningkatan regulasi emosi, meskipun tuntutan pekerjaan secara struktural belum banyak berubah. Temuan ini mendukung asumsi Model JDR bahwa ketidakseimbangan antara tuntutan kerja dan sumber daya dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis pekerja meskipun kinerja  tetap terjaga