cover
Contact Name
Muhammad Zulkifli Muhdar
Contact Email
jurnal.qawanin@umi.ac.id
Phone
+6285255694313
Journal Mail Official
jurnal.qawanin@umi.ac.id
Editorial Address
Fakultas Hukum Gedung Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia Jl. Urip Sumohardjo KM. 5, Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum
ISSN : -     EISSN : 27765741     DOI : https://doi.org/10.56087/qawaninjih
Core Subject : Social,
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum merupakan publikasi ilmiah yang terbit setiap bulan Maret dan September. Qawanin Jurnal Ilmu Hukum mendata artikel ilmiah skripsi/thesis Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia dengan fokus pada ilmu hukum, dan khususnya dibidang Hukum Perdata, Hukum Pidana, Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, Hukum Acara, Hukum Dasar, Hukum dan Masyarakat, Hukum Internasional, dan Hukum Islam.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 214 Documents
TINJAUAN YURIDIS TENTANG PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT SIMPAN PINJAM KOPERASI BERDASARKAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA Ahmad Shubhan Rafie; Ilham Abbas; Muryani Sufran
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol 1 No 2: September 2020 – Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the implementation of credit agreements on savings and loans at cooperatives based on the Civil Code. As well as to find out obstacles in the process of credit agreement for savings and loans at the Mallomo Jaya Abadi Cooperative in Makassar City. This study uses an empirical legal research method, namely legal research that focuses on research on legal realities in society. The results of this study indicate that the implementation of the agreement between parties is very easy. Cooperative members only submit guarantees in accordance with the goods that have been determined by the Savings and Loan Cooperative (KSP). Inhibiting factors in the process of credit agreements for savings and loans at the Mallomo Jaya Abadi Cooperative in Makassar City are due to profession and default. In resolving a dispute if a member of the Cooperative fails, the management of the Mallomo Jaya Abadi Cooperative will go to the member of the cooperative and ask the problem why the cooperative member cannot pay his loan. The recommendation of this research is that the Mallomo Jaya Abadi Cooperative should take into account the value of the guarantee more carefully so that if the members of the Cooperative make arrears for a long time, the guarantee value can still cover the principal debt and costs for the delay and it is expected that the Mallomo Jaya Cooperative The perpetrator must be more assertive in implementing the contents of the agreement and taking action against cooperative members who violate the agreement according to the law, namely gradually giving a warning in accordance with the agreement, both an oral warning and a written warning.
Analisis Hukum Terhadap Pemalsuan Dokumen Pernikahan Anak Di Bawah Umur Atria Wati Ningsih; Ilham Abbas; Abdul Agis
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol 1 No 2: September 2020 – Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study used a qualitative descriptive research method. The research location was in Bonto Mate’ne Village, Marusu District, Maros Regency. The type of research carried out is first, to find data by reading and examining written sources that are used as material in supporting the preparation and discussion of the writing. Second, field research (field research) is carried out through interviews, and collecting related documents. The results of this study indicate the number of data on the number of early marriages that occurred in Bonto Mate’ne Villages from 2017-2020 as many as 202 people and the factors behind the falsification of child marriage documents in the form of internal factors and external factors as well as how government efforts to prevent and reduce the occurrence of falsification of child marriage documents.
Analisis Pelaksanaan Pengangkatan Anak Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 Nurul Hidayah; Nurjaya Nurjaya; Dinaryati Rahim
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol 1 No 2: September 2020 – Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine and analyze how the implementation of adoption within the scope of the Religious Courts. This study uses empirical research methods. The location of the research was carried out in Makassar City, especially in the Class 1A Makassar Religious Court. Types and sources of data used are primary data and secondary data. Data collection techniques, library research and field research. Data analysis, namely data that has been obtained, both primary and secondary data, will then be processed and analyzed to produce conclusions, then presented descriptively. The results of research in the implementation of adoption at the Makassar Religious Court are in accordance with government regulation number 54 of 2007 concerning the implementation of adoption as judges consider in giving a decision based on statutory regulations and the Qur'an relating to cases of adoption in religious courts. Makassar. The research recommendation is that religious courts need to provide an understanding of the principles of adoption so that the rights and obligations between children and adoptive parents can be fulfilled and for people who intend to adopt children so that they can continue to implement it through the judiciary because it can provide legal certainty for an adopted child. Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pelaksanaan pengangkatan anak dalam lingkup Pengadilan Agama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kota Makassar Khususnya di Pengadilan Agama Kelas 1A Makassar. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data, penelitian Pustaka dan penelitian lapangan. Analisis data yakni data-data yang telah diperoleh baik data primer maupun data sekunder kemudian akan diolah dan dianalisis untuk menghasilkan kesimpulan, kemudian disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian dalam pelaksanaan pengangkatan anak di Pengadilan Agama Makassar, telah sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 54 tahun 2007 tentang pelaksanaan pengangkatan anaksebagaimana pertimbangan hakim dalam memberikan sebuah putusan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan al-qur’an yang berkaitan dengan kasus pengangkatan anak di pengadilan agama makassar. Rekomendasi penelitian bahwa pengadilan agama perlu memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip dalam pengangkatan anak sehingga hak dan kewajiban antara anak dan orang tua angkat dapat terpenuhi dan untuk masyarakat yang berniat melakukan pengangkatan anak, agar tetap melaksanakannya melalui peradilan karena dengan demikian maka dapat memberikan kepastian hukum terhadap anak yang diangkat.
Tinjauan Yuridis Terhadap Pembatalan Perkawinan Dan Akibat Hukumnya Syaharuddin Syaharuddin; Zainuddin Zainuddin; Salmawati Salmawati
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol 1 No 2: September 2020 – Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage is one of the phases of life that is commonly practiced by every adult human (puberty, baligh), ready physically and mentally, and has a sense of responsibility in building a household. The main problems discussed in this thesis are the factors that. cause cancellation marriage To answer the main problem, a research with empirical law was carried out, the nature of the research used was analyzed qualitatively and then described in a descriptive manner, which was intended to obtain a clear and directed picture in order to answer the problem under study. The conclusion from the analysis is that the factors causing the cancellation of a marriage based on a court decision are due to falsification of identity and mistrust. Abstrak:Menikah merupakan salah satu fase kehidupan yang lazim dilakukan oleh setiap manusia dewasa (akil, baligh), siap secara lahir dan batin, serta memiliki rasa tanggung jawab dalam membangun rumah tangga.. Pokok permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya pembatalan perkawinan. Untuk menjawab pokok permasalahan tersebut dilakukan penelitian dengan tipe hukum empiris, sifat penelitian yang digunakan dianalisis secara kualitatif selanjutnya di uraikan secara deskriptif hal yang dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang dapat dipahami secara jelas dan terarah guna menjawab permasalahan yang diteliti. Kesimpulan dari analisis bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya pembatalan perkawinan berdasarkan putusan pengadilan ialah karena adanya pemalsuan identitas dan salah sangka.
Tinjauan Yuridis Pembatalan Akta Jual Beli Tanah Yang Dibuat Oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah Fikrah Adi Wangsa; Hasbuddin Khalid; Nurul Qamar
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol 1 No 2: September 2020 – Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the legal actions in land issues is the sale and purchase of land, which is a legal act in the form of handing over land rights to another party forever. Article 1457 of the Civil Code is an agreement, whereby one party (the seller) binds himself to deliver (title to) an object and the other party (the buyer) to pay the price promised. Transfer of title to land can only be transferred if there is evidence in the form of a deed made by the authorized official. Because the legal action referred to here is an agreement to transfer land rights, grant a new right to land, it must be proven by a deed where this deed is drawn up by and in front of the official land deed maker (PPAT). PPAT is a public official who is given the authority to make authentic deeds regarding certain legal actions regarding land rights or property rights over apartment units. Sometimes for some reason, someone can cancel what he has given to other people due to unfulfilled achievements. So with a sale and purchase whose rights have been transferred to another person or even their own children are revoked or withdrawn, what is meant by revoking and withdrawing is cancelling the grant and buying and selling. PPAT deed cancellation through a court decision, not only because of the result of mistakes or negligence of PPAT in making the deed. But the cancellation of the PPAT deed can also be caused by mistakes or negligence of the parties who bind themselves to the deed, so that an error or negligence causes a lawsuit from one of the parties. Abstrak:Salah satu perbuatan hukum dalam permasalahan Tanah yakni Jual beli tanah yang merupakan suatu perbuatan hukum yang berupa penyerahan tanah hak kepada pihak lain untuk selama-lamanya. KUHPerdata Pasal 1457 adalah suatu perjanjian, dengan mana pihak yang satu (penjual) mengikatkan dirinya untuk menyerahkan (hak milik atas) suatu benda dan pihak yang lain (pembeli) untuk membayar harga yang telah dijanjikan. Beralihnya hak milik atas tanah baru bisa beralih jika sudah ada bukti yang berupa akta yang dibuat oleh pejabat yang berwenang. Oleh karena perbuatan hukum yang dimaksud disini adalah perjanjian memindahkan hak atas tanah, memberikan suatu hak baru atas tanah, maka harus dibuktikan dengan suatu akta yang dimana akta ini dibuat oleh dan dihadapan pejabat pembuat akta tanah (PPAT). PPAT adalah pejabat umum yang diberi kewenangan untuk membuat akta-akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun. Kadang kala karena suatu hal seseorang itu dapat membatalkan apa yang telah ia berikan kepada orang lain yang karena tidak terpenuhinya prestasi. Begitu dengan Jual beli yang haknya sudah dialihkan kepada orang lain atau bahkan anaknya sendiri dicabut atau menariknya kembali, yang dimaksud mencabut dan menariknya kembali adalah membatalkan hibah dan jual beli. Pembatalan akta PPAT melalui putusan pengadilan, bukan hanya karena akibat dari kesalahan atau kelalaian PPAT saja di dalam membuat akta. Tetapi pembatalan akta PPAT juga dapat disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian para pihak yang saling mengikatkan diri dalam akta tersebut, sehingga dengan adanya kesalahan atau kelalaian menyebabkan adanya gugatan dari salah satu pihak.
Tinjauan Hukum Tentang Kewenangan Pemerintah Daerah Terkait Produk Halal Syamsir Faturachman; Hamza Baharuddin; Syarifuddin Syarifuddin
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol 1 No 2: September 2020 – Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaminan produk halal sebagai perlindungan bagi konsumen Muslim dalam penerapan di Indonesia. Sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi konsumen dari produk yang tidak halal. ada banyak perundang - undanpan gang sejak lama digunakan anWk pengatur peredaran produk halal. Perat:uran -peraWran tersebut bahkan jauh sebelumnya Rancan9an Undang - Undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH) dibahas di DPR. l-lal int menandakan bahwa persoalan pengaWran produk halal sesungguhnya sydah sejak lama diperlukan baik. Apabila dikaitkan dengan hadimya peraWran daerah tentang kehalalan suatu produk perlu diperhaäkan, pemerintahan daerah mempunyai keweiiangan berdasarka n atribusi dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah dan Wgas pembantuan dan secara delegasi sebagai penjabaran lebih lanjut peraturan peruridnrg-uridongnri gung /ehifi tinggi dofom hat pemf›erian wewenang hepada pemerintah daerah, undarig -undang yang menjadi dasar pemberian kewenangan kepada pemerintah daerah secara atribusi adalah Undaiig-Undang Ho.23 Tahiin 2014 tentang Pemerintahan Daeraü Permasalalıan )'ang dikaji dalam penelitian ini adalalı T'engaturan tentang Jaminan Prodiik Hala J di fndonesia don £ewenon¿;an Pemerintah Daerah dalam pengaturan Jaminan Produk Halal di lndonesia. Untuk itu dilakukan penelitian dengan metode peneliäan yuridis normative y'aitu penelitain yang meneka nkan kepada sumber-sum ber hahan sekunder, haik benipa peraturan-peraturan
Tinjauan Hukum mengenai Jasa Pengangkutan Barang melalui Layanan Ojek Online ditinjau dari Hukum Perlindungan Konsumen Jihan Syahrani Bachrir; Andi Risma; Salmawati Salmawati
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol 1 No 2: September 2020 – Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out and understand how are the arrangements for the transportation of goods through online motorcycle taxi services in Indonesia and what is the form of consumer legal protection for users of online ojek goods transportation services if there is damage or loss.This thesis research uses empirical legal research type, which uses primary and secondary legal material sources, the research location is located in Makassar, namely at PT. Go-Jek Indonesia Branch Makassar and PT. Grab Teknologi Indonesia Branch Makassar. The population that the researchers later chose as the research object at PT. Gojek and PT. Grab is the entire staff of both. While the sample is part of the population that can represent the entire population, the sample used by the author is one each PT Gojek and Grab staff and 2 drivers. The data analysis used in legal research uses descriptive analysis (analysis). Descriptiv- Analysis).The results of this study indicate that the provisions regarding the validity of goods delivery services via online ojek are not yet clear. Whether it is in Law Number 22 of 2009 concerning Road Traffic and Transportation, to the latest regulations at the level of the Minister of Transportation Regulation Number 12 of 2019 concerning the Safety Protection of Motorcycle Users used for Public Interest and Forms of Legal Protection offered by Service Providers are the form of compensation for damage or loss of goods after going through several procedures, between the gojek and grab, each on the terms agreed in the Term and Condition amounting to Rp. 10,000,000, -. Research recommendations, namely that the government should immediately provide legitimacy at the level of laws and regulations regarding the validity of the operation of online motorcycle taxis so that customers have a clear legal umbrella regarding the various losses experienced. And in terms of compensation, the service provider should provide compensation in accordance with the nominal value of the lost item. Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami Bagaimanakah Pengaturan mengenai Jasa Pengangkutan Barang melalui Ojek Online di Indonesia dan Bagaimanakah Bentuk Perlindungan Hukum Konsumen Terhadap Pengguna Jasa Angkutan Barang Ojek online Jika Terjadi Kerusakan atau Kehilangan.Penelitian skripsi ini menggunakan tipe ‎penelitian hukum empiris, yang menggunakan sumber bahan hukum primer dan sekunder, lokasi penelitian yaitu berlokasi di Makassar, yakni di PT. Go-jek Indonesia Branch Makasasar dan PT. Grab Teknologi Indonesia Branch Makassar. Populasi yang nantinya peneliti pilih sebagai obyek penelitian di PT. Gojek dan PT. Grab ialah seluruh staff dari keduanya. Sedangkan sampel merupakan bagian dari populasi yang dapat mewakili dari seluruh populasi, maka sampel yang digunakan penulis ialah masing-masing satu orang staf PT.Gojek dan Grab dan 2 orang driver, Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian hukum menggunakan sifat analisis deskriptif-analisis (Descriptiv- Analysis).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ketentuan mengenai keabsahan dari Layanan Pengantaran barang melalui Ojek Online hingga saat ini belum jelas. Baik itu dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, hingga peraturan terbaru dalam tataran Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang digunakan untuk Kepentingan Masyarakat dan Bentuk Perlindungan Hukum yang ditawarkan oleh Penyedia Layanan ialah bentuk ganti rugi terhadap kerusakan atau kehilangan barang setelah melalui beberapa prosedur, antara gojek dan grab masing-masing pada persyaratannya yang telah disepakati dalam Term and Condition berjumlah Rp. 10.000.000,-.Rekomendasi Penelitian yaitu Sebaiknya pemerintah segera memberi legitimasi dalam tataran peraturan perundang-undangan terkait keabsahan dari pengoperasian Ojek Online, sehingga para pelanggan memiliki payung hukum yang jelas terkait berbagai kerugian yang dialami. Dan Seharusnya dalam hal ganti rugi, pihak penyedia layanan memberikan ganti rugi sesuai dengan nominal barang yang hilang.
Efektivitas Undang-Undang Perlindungan Konsumen Terhadap Jual Beli Pakaian Secara Online Hestiana Hestiana; Sri Lestari Purnomo; Anggreani Arief
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol 1 No 2: September 2020 – Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine and analyze the effectiveness of consumer protection laws on buying and selling of clothes online and the causes of losses for businesses and consumers in buying and selling online. This study uses an empirical method or goes directly to the field. The research location was carried out in an online shop located in Makassar and the consumer dispute resolution agency (BPSK). Types and sources of data used are primary data and secondary data with data collection techniques obtained through interviews and literature study. The number of samples is 4 business actors and 10 consumers. The data obtained were analyzed by means of qualitative analysis with a deductive approach. The results show that the Consumer Protection Law is less effective in buying and selling clothes online due to the lack of socialization by the government to the public regarding consumer protection which is regulated in the Consumer Protection Act so that business actors and consumers do not understand their rights and obligations. The factors that cause losses to business actors are consumers making hit and run defaults in cod, and false proof of payment, and factors that cause consumer losses, namely goods ordered not in accordance with expectations, prices that do not match the quality of goods and goods containing hidden defects. The recommendation of government research is that the government as a policy maker must be active in disseminating information to businesses and consumers so that business actors and consumers understand their rights and obligations. And business actors and consumers must understand their respective rights and obligations so that neither party is disadvantaged. As a business actor, you should pay attention to the goods to be sold so as not to harm consumers as well as consumers must pay attention to the details of the products to be purchased and see testimonials from previous consumers. Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas undang-undang perlindungan konsumen terhadap jual beli pakaian secara online dan penyebab kerugian pelaku usaha dan konsumen dalam jual beli online. Penelitian ini menggunakan metode empiris atau turun langsung kelapangan. Lokasi penelitian dilaksanakan ditoko online yang terletak dimakassar dan badan penyelesaian sengketa konsumen (BPSK). Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data yang diperoleh melalui wawancara dan study kepustakaan. Jumlah sampel 4 pelaku usaha dan 10 konsumen. Data-data yang diperoleh dioalah dengan analisis kualitatif dengan pendekatan deduktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Undang-Undang Perlindungan Konsumen kurang efektif dalam jual beli pakaiaan secara online karena kurangnya soasialisasi pemerintah kepada masyarakat tentang perlindungan konsumen yang di atur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen sehingga pelaku usaha dan konsumen kurang paham mengenai hak dan kewajibannya. Adapun faktor yang menyebabkan kerugian pelaku usaha yaitu konsumen melakukan hit and run wanprestasi dalam cod,dan bukti pembayaran yang palsu, dan faktor yang menyebabkan kerugian konsumen yaitu barang yang dipesan tidak sesuai dengan ekpektasi, harga yang tidak sesuai dengan kualitas barang dan barang mengandung cacat tersembunyi. Rekomendasi penelitian pemerintah yaitu pemerintah sebagai pembuat kebijakan harus aktif dalam melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha dan konsumen agar pelaku usaha dan konsumen paham mengenai hak dan kewajibannya. Dan pelaku usaha dan konsumen harus memahami hak dan kewajibannya masing-masing sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Sebagai pelaku usaha sebaiknya memperhatikan barang yang akan dijual agar tidak merugikan konsumen begitupun dengan konsumen harus memperhatikan secara detail produk yang akan dibeli dan melihat testimoni dari konsumen sebelumnya.
Perlindungan Hukum Bagi Konsumen dalam Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Andi Alief Alrifani Ayub; Andi Risma; Sitti Ulfah
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol 1 No 2: September 2020 – Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses about Undang-Undang Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. Legal protection for consumers includes the fulfillment of consumer rights by providers of goods and/or services. One of the regionally owned enterprises owned by the Wajo Regency Government, namely the Regional Drinking Water Company, has the authority to manage water resources. Consumers of the Regional Drinking Water Company located in the Grandhill housing complex, Atakkae Village, Tempe District, Wajo Regency, complain that the process of distributing clean water is not optimal so that people often lack water. The Regional Drinking Water Company has made every effort to distribute clean water to all consumers. The distribution mechanism is carried out in turns with an interval of one day so that the distribution of clean water can be evenly distributed. The inadequate distribution of clean water is caused by several factors namely lack of water pumps, repair of water treatment plants and the increasing number of people in Wajo Regency who need clean water. Although the Regional Drinking Water Company has not provided clean water services optimally due to inhibiting factors, from the point of view of their responsibilities based on Undang-Undang Number 8 of 1999 Article 7 letter c "treats and serves consumers properly and honestly and is not discriminatory." Drinking Wajo Regency has served consumers properly and honestly and is not discriminatory. Abstrak:Penelitian ini membahas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Perlindungan hukum bagi konsumen mencakup pemenuhan hak-hak konsumen oleh penyedia barang dan/ atau jasa. Salah satu Badan Usaha Milik Daerah yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Wajo yaitu Perusahaan Daerah Air Minum memiliki kewenangan mengelola sumber daya air. Konsumen Perusahaan Daerah Air Minum yang berada di kompleks perumahan Grandhill Kelurahan Atakkae Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo mengeluhkan proses pendistribusian air bersih yang tidak maksimal sehingga masyarakat sering kekurangan air. Perusahaan Daerah Air Minum telah berusaha semaksimal mungkin untuk mendistribusikan air bersih kepada seluruh konsumen. Mekanisme pendistribusian dilakukan secara bergilir dengan selang satu hari agar pembagian air bersih dapat merata. Kurang maksimalnya pendistribusian air bersih disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya pompa air, perbaikan Instalasi Pengolahan Air dan terus bertambahnya jumlah penduduk di Kabupaten Wajo yang membutuhkan air bersih. Walaupun Perusahaan Daerah Air Minum belum memberikan layanan air bersih secara maksimal karena adanya faktor penghambat akan tetapi dari sisi tanggung jawabnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Pasal 7 huruf c “memperlakukan dan melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif” Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Wajo telah melayani konsumen secara benar dan jujur seta tidak diskriminatif.
Tinjauan Hukum Tentang Pencatatan Perkawinan Di Kantor Urusan Agama Andi Besse Simpur; Lauddin Marsyuni; Dwi Handayani
Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Vol 1 No 2: September 2020 – Februari 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine and analyze the records of marriages in the religious affairs office of Bantimurung sub-district, as well as to identify and analyze the causes of not registering marriages in the religious affairs office of Bantimurung district.This study uses empirical research methods, sampling is obtained through interviews and direct research with employees and staff of the religious affairs office as well as literature studies related to research, the number of samples is two people, the research location is in the religious affairs office in Bantimurung district, data collection techniques are Librarian studies and field studies, in this case interviews, and the data obtained are processed by qualitative analysis with a deductive approach. The results of this study indicate that: 1.) the registration of marriages at the Office of Religious Affairs, Bantimurung District, can be said to have not been fully implemented because from the research results there were still unregistered marriages. There are at least about 13% marriages that are not recorded each year. The phenomenon that usually occurs is usually because the husband commits polygamy without the permission of the wife and it is done not in front of the KUA officer, 2. an understanding of the benefits of registering marriage and second marriage and so on after widowing and widowers. Research recommendations for the Office of Religious Affairs and the Government need to work together in order to further optimize its duties in educating the public, through counselling and disseminating information regarding the importance of registering marriages in the religious affairs office. Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tercatatnya perkawinan di kantor urusan agama kecamatan bantimurung,serta untuk mengetahui dan menganalisis faktor penyebab tidak dicatatnya perkawinan di kantor urusan agama kecamatan bantimurung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris, penarikan sampel diperoleh melalui wawancara dan penelitian secara langsung dengan pegawai dan staff kantor urusan agama serta studi kepustakaan yang berhubungan dengan penelitian, jumlah sampel sebanyak dua orang, lokasi penelitian di kantor urusan agama kecamatan bantimurung,tehnik pengumpulan data yaitu studi kepustaaan dan studi lapangan dalam hal ini wawancara, dan data yang diperoleh diolah dengan analisis kualitatif dengan pendekatan deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1.) pencatatan perkawinan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantimurung dapat dikatakan belum dilaksanakan sepenuhnya karena dari hasil penelitian masih terdapat perkawinan yang tidak tercatat. Terdapat sedikitnya sekitar 13% perkawinan yang tidak tercatat setiap tahun nya. Fenomena yang biasa terjadi biasanya karena suami melakukan poligami tanpa seizin istri dan dilakukan tidak didepan petugas KUA,2.) faktor penyebab tidak tercatatnya perkawinan di kantor urusan agama kecamatan bantimurung yaitu pertama, karena tidak terpenuhi syarat administratif,hamil diluar nikah,keinginan poligami,kurangnya pemahaman terhadap manfaat pencatatan perkawinan dan pernikahan kedua dan seterusnya setelah menjanda dan menduda

Page 11 of 22 | Total Record : 214