cover
Contact Name
Gusti Nyoman Pardomuan
Contact Email
pardomuan@stakpnsentani.ac.id
Phone
+6282223939046
Journal Mail Official
adminjurnal@stakpnsentani.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Sentani – Depapre, Distrik Waibu, Kab. Jayapura - Papua 99352
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : 29880335     EISSN : 29879310     DOI : -
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen merupakan jurnal yang mengacu dibidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen serta bersentuhan langsung dengan ilmu Kemanusiaan dan Kemasyarakatan. Jurnal ini memotivasi para penulis artikel dalam ranah kajian teoritis hermeneutis, filosofis dan aplikatif berdasarkan penelitian dan pengembangan pengetahuan Teologi untuk memperkokoh iman kekristenan guna merespon perkembangan global yang berdampak positif bagi Lembaga: Pendidikan, keagamaan, pemerintah dan masyarakat adat. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri dengan frekwensi terbitan dua kali dalam satu tahun (Mei dan November). Pertama kali terbit pada tahun 2023, sehingga dengan senang hati kami menyambut berbagai kajian yang bernuansa teologi Kristen dan sosial kemasyarakatan dalam berbagai perspektif yang beragam guna pengembangan pengetahuan, taat pada Tuhan dan rukun dengan sesama manusia serta alam semesta.
Articles 57 Documents
Konsep Tanda dalam Injil Yohanes Kapojos, Shintia Maria
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2023): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v1i2.79

Abstract

Konsep tanda dalam Injil Yohanes bukan hanya sekedar menunjukkan tentang mujizat yang dilakukan oleh Yesus, namun terdapat makna yang mendalam dalam penggunaan kata ini, yakni tentang pribadi Yesus dan kesatuannya dengan Bapa, kemesiasan, keilahian serta kemahakuasaan-Nya untuk menununjukkan kemuliaan-Nya dengan tujuan agar orang dapat percaya bahwa Yesus adalah benar Anak Allah.  Penulisan ini menggunakan metode kualitatif, dengan studi kepustakaan dan pendekatan eksposisi.
Kriteria Dan Peran Guru Sekolah Minggu Dalam Mendidik Anak Usia 1-5 Tahun Budiman, Sabda; Bukari; Junita, Erla
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2023): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v1i2.84

Abstract

Pembentukan pribadi anak memainkan peran yang sangat penting bagi perilaku anak ketika dewasa. Secara khsusu pendidikan anak usia 1-5 tahun, di mana pada masa ini, anak memiliki daya tangkap yang kuat. Pembentukan pribadi anak juga terjadi secara rohani. Salah satu yang bertanggung jawab atas pembentukan anak secara rohani adalah guru sekolah minggu. Namun tidak semua orang dapat menjadi guru sekolah minggu, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang guru sekolah minggu usia 1-5 tahun. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menguraikan beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh guru sekolah minggu usia 1-5 tahun dan perannya dalam pembentukan rohani anak. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber data yaitu buku-buku dan jurnal-jurnal. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa guru sekolah minggu yang baik adalah seorang yang telah lahir baru, dewasa secara rohani, dan memiliki kecakapan dalam mengajar. Peran guru sekolah minggu dalam mendidik anak usia 1-5 tahun yaitu membentuk kepribadian anak, membentuk kedisiplinan rohani anak, dan menumbuhkan pengenalan akan Tuhan yang benar kepada anak.
Dampak Gadget Terhadap Perkembangan Moral Anak Usia Remaja di Jemaat GKI Mahanaim Burere Kreuta, Konstantina; Hutapea , Melina
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2023): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v1i2.85

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak gadget terhadap perkembangan moral anak usia remaja. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode Kualitatif Deskriptif, untuk mendiskripsikan atau menjelaskan peristiwa dan kejadian yang memberikan gambaran yang konkrit. Adapun hasil penelitian yang dicapai yaitu aktivitas guru sekolah minggu pada sudah cukup baik, namun terlihat masih kurang maksimal dalam memberikan motivasi pada anak, dan akan diperbaiki pada aktivitas anak usia 8 – 12 tahun diketahui anak-anak masih ragu dan malu menyampaikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran yang dipelajari sehingga perlu diberikan motivasi dan penguatan sebelum proses pembelajaran agar anak kreatif., Kesalahan yang dilakukannya sering menimbulkan kekuatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungannya, orangtuanya. Kesalahan yang diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman sebayanya. Hal ini karena mereka semua memang masih dalam masa mencari identitas. Kesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai kenakalan remaja. Dalam surat kabar sering kali kita membaca berita tentang perkelahian pelajar, penyebaran narkotika, pemakaian obat bius, minuman keras, penjambret yang dilakukan oleh anak yang berusia belasan tahun, meningkatnya kehamilan di kalangan remaja putri dan lain sebagainya. Hal tersebut adalah merupakan suatu masalah yang dihadapi masyarakat yang kini semakin marak, Oleh karena itu masalah kenakalan remaja seyogyanya mendapatkan perhatian yang serius dan terfokus untuk mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif, yang titik beratnya untuk terciptanya suatu sistem dalam menanggulangi kenakalan di kalangan remaja.
Peran Gembala Mencerminkan Sifat Allah Bagi Kehidupan Jemaat Martin Putra Hura; Selfina Selan; Darlene Nathana Ndun; Daniel Martin Tamera; Martina Novalina
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2023): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v1i2.88

Abstract

Pandangan dan Perdebatan tentang Allah selalu menjadi topik yang sering dibahas, terutama konsep-konsep tentang Allah yang bertentangan dengan Alkitab, yang dimana ada konsep tentang manusia yang menciptakan Allah selain itu ada juga, Allah diciptakan dari imajinasi manusia. Fenomena ini yang yang menyebabkan manusia meragukan tentang keberadaan Allah. Dalam hal ini, Gembala memiliki tanggung jawab penting dalam membawa jemaat lebih dekat kepada Allah. Gembala harus mencerminkan atribut-atribut Allah, seperti kebijaksanaan, kasih, kebenaran, dan penggembalaan. Seorang gembala yang mencerminkan Allah akan menggembalakan jemaat dengan penuh kasih, memberikan perhatian pastoral yang mendalam, dan memimpin dengan kebijaksanaan yang diberikan oleh Allah. Penulis memakai metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka (Library Research), artikel jurnal, literatur-literatur dan dari situs internet dalam menjelaskan peran gembala yang menjadi cerminan Allah bagi jemaat. Selanjutnya, Penulis akan mendeskripsikan tentang gembala, jemaat, Allah serta peran gembala dalam mencerminkan Allah kepada jemaat. Tujuan dan manfaat Penelitian ini memberikan pemahaman dan inspirasi bagi para gembala gereja agar dapat efektif menjalankan tugasnya dan memberkati jemaat yang dilayaninya, sebaliknya jemaat dapat melihat cerminan Allah dari seorang gembala dalam teladan dan pengajaran seorang gembala. Selain itu, penelitian ini juga dapat mengidentifikasi praktik dan kualitas yang diperlukan bagi para gembala di gereja untuk menjalankan perannya dengan baik, seperti keteladanan, pengajaran, serta kepedulian terhadap jemaat. Dengan memahami peran gembala dalam mencerminkan Allah di dalam gereja, maka penelitian ini dapat memberikan bimbingan dan inspirasi bagi para gembala gereja agar dapat efektif menjalankan tugasnya dan memberkati jemaat yang dilayaninya.
Komunikasi Injil Yang Efektif Berdasarkan Yohanes 4:1-26 Tolanda, Yofsan
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i1.80

Abstract

Injil merupakan berita penting yang harus diberitakan dalam dunia ini, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan semua orang berdosa. Tanpa Injil tak satu pun dapat diselamatkan. Injil merupakan kebutuhan mendasar bagi semua orang. Oleh karena itu, setiap orang percaya bertanggungjawab dalam menyampaikan berita Injil kepada siapapun. Pemberitaan Injil harus disampaikan dengan cara komunikasi yang jelas, tepat dan baik agar berita injil ini dapat diterima oleh pendengar. Melalui Yohanes 4, orang percaya dapat melihat model komunikasi Injil yang efektif yang diterapkan Yesus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu studiliteratur dengan menggunakan metode hermeneutika, khususnya hermeneutika alkitabiah.
Penerapan Hermeneutika Kognitif Pada Pendidikan Agama Kristen Upaya Pemahaman Alkitab Masa Kini Jabes Pasaribu; Suset Pasaribu
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i1.91

Abstract

Alkitab merupakan buku kuno yang menjadi dasar kekristenan sebagai wahyu Ilahi yang memberikan dasar: petunjuk, ajaran, dan informasi tentang iman dan kehidupan rohani dan kepada kekekalan. Kristen menekankan otoritas Ilahi Alkitab, dihormati sebagai panduan spiritual, meskipun memahaminya sebagai pewahyuan Allah menimbulkan kompleksitas. Sejarah teologi menunjukkan tahap dekonstruksi, konstruksi, dan rekonstruksi, dipengaruhi oleh ideologi dan filsafat bahkan masalah teologi yang harus dipertimbangkan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Sehingga untuk memamahami Alkitab dalam suatu interpretasi bagaimana memahami Alkitab sebagai kesatuan wahyu Allah dan dampak konstruksi teologi terhadap pandangan hidup Kristen menjadi perhatian utama. Penulis menggunakan metode Kualitatif dengan mendeskripsikan objek, fenomena atau setting social terhadap pemahaman Alkitab. Sehingga ditemukan bahwa hermeneutika kognitif bidang Pendidikan Agama Kristen dalam Interpretasi Alkitab sebagai jembatan memperdalam pemahaman teologis Alkitab yang memberikan kontribusi penting pada studi Alkita. Hermeneutika kognitif juga memperluas pemahaman interpretasi pesan rohani, dengan fokus pada relevansi dan akurasi dalam kehidupan Kristen. Sehingga melalaui pendidikan agama Kristen akan Integrasi hermeneutika kognitif dengan pemahaman Alkitab memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan kontekstual terhadap teks suci dalam kehidupan Kristen masa kini.
AI Dalam Gereja : Mengungkap Peluang AI Bagi Pertumbuhan Iman Jemaat Dalam Gereja Laoli, Opriyaman; Pogo, Bella Atalia; Saer, Siti Nurbayani; Kurniawan, Johanes
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i1.95

Abstract

AI merupakan kepanjangan dari Artificial Intelligence yang berarti kecerdasan buatan, bukanlah barang langka tetapi sebuah terobosan generasi terkini. Kemampuannya sebagai teknologi telah menimbulkan ketakutan bahwa AI membawa dampak negatif baik dalam kehidupan masyarakat secara umum maupun gereja karena meniru cara berpikir manusia dan terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peluang apa saja yang diperoleh oleh gereja dengan adanya teknologi AI dalam menumbuhkan iman jemaat sekaligus jawaban atas pertanyaan “apakah AI mempunyai peran bagi pertumbuhan iman Kristen atau justru keberadaan AI menjadi ancaman semata-mata bagi pertumbuhan iman Kristen?”. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif penelitian yang objek kajiannya menggunakan data pustaka berupa buku-buku sebagai sumber datanya (library research).  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan AI memberikan banyak peluang bagi gereja dalam pertumbuhan iman jemaatnya, yakni gereja jadi melek teknologi, mempermudah akses terhadap informasi di gereja, sumber daya manusia dalam pelayanan di gereja terus berinovasi dan pengembangan jaringan internet kian merambah ke seluruh pelosok sebagai akibat kebutuhan mendesak. Gereja harus memiliki pemahaman dan pertimbangan etis tentang AI sehingga tidak terikat atau bergantung sepenuhnya pada teknologi. Kehadiran teknologi AI mampu menyiarkan kebenaran firman Tuhan sampai keujung bumi sehingga amanat agung dapat terlaksana.
Kelahiran Kembali Menurut Kitab Titus 3:5-7 Dalam Pertumbuhan Karakter Mahasiswa STT Ekumene Rofinson Polu Panjang; Derin Dewirna Suek
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i1.97

Abstract

Pertumbuhan karakter Kristen adalah suatu proses yang melibatkan pertumbuhan rohani, seseorang mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperdalam hubungan dengan-Nya melalui doa, membaca Alkitab, persekutuan dengan sesama umat beriman, dan pelayanan kepada sesama. Hal ini mencerminkan konsep kelahiran kembali diajarkan dalam Kitab Titus 3:5-7, yaitu proses spiritual yang dapat membentuk karakter seseorang. Oleh karena itu, penting untuk memperdalam pemahaman mengenai konsep kelahiran kembali menurut Kitab Titus 3:5-7. Konsep ini dapat diterapkan pada penumbuhan karakter mahasiswa STT Ecumene. Metode penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada filosofi yang digunakan untuk meneliti kondisi ilmiah. Studi literatur, artikel jurnal, dan media lainnya digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pertumbuhan karakter dalam agama Kristen. Selain itu, metode studi literatur juga digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian dengan mencari sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian, antara lain buku teks dan jurnal ilmiah. Kitab Titus 3:5 menekankan bahwa keselamatan datang bukan karena perbuatan baik yang kita lakukan, namun karena kasih karunia Tuhan. Konsep kelahiran kembali dalam konteks agama Kristen mengacu pada pengalaman spiritual seseorang mengalami transformasi batin yang mendalam, melalui pertobatan, pengampunan dosa, dan penerimaan kembali oleh Tuhan. Lingkungan belajar dan kehidupan di kampus dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan karakter mahasiswa, sedangkan pembaharuan oleh Roh Kudus adalah proses dimana individu diberikan hidup baru di dalam Kristus, dan Roh Kudus bekerja dalam diri individu untuk mengubah hati dan pikiran mereka. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus telah membayar dosa manusia dan membuka jalan bagi mereka untuk menerima keselamatan dan pembaharuan melalui Roh Kudus.
Menyikapi Perkembangan Teknologi AI (ChatGPT) Sesuai Dengan Kebenaran Alkitabiah Zendrato, Carlin Puspinta
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i1.105

Abstract

Teknologi merupakan salah satu alat yang tidak bisa lepas dalam hidup manusia saat ini, karena pada umumnya tujuan dari teknologi adalah memudahkan manusia dalam melakukan kegiatan sehari hari. Perkembangan teknologi yang semakin memudahkan manusia menjadi salah satu pengaruh manusia mengalami perubahan positif maupun negatif dalam berbagai aspek kehidupan baik dalam dunia kerja, industri, ekonomi, sosial budaya, kesehatan, dan juga pendidikan. Saat ini teknologi AI diyakini bahwa mampu menyaingi kognitif manusia karena kecerdasannya, salah satu contoh teknologi AI yang sedang marak adalah Chatgpt. Chatgpt salah satu aplikasi dari teknologi AI yang mampu membantu berbagai bentuk pekerjaan manusia seperti pencarian informasi yang jauh lebih cepat, pencarian gagasan atau ide, dan juga membantu mencari referensi dalam tugas akademik. Revolusi industri 4.0 saat ini yang terus menawarkan keinginan manusia di dalam memudahkan pekerjaan dan yang tidak bisa dihindari adalah teknologi akan terus canggih dan modern sehingga sangat diperlukan kebijaksanaan dalam menyikapi setiap kemajuan dari teknologi yang terus berevolusi dan sikap penuh tanggung jawab dalam penggunaannya oleh sebab itu tujuan dari tulisan ini adalah untuk menunjukkan penggunaan teknologi berdasarkan etika kristen yang bersumber dari kebenaran alkitab dalam penggunaan salah satu contoh teknologi AI yaitu chatgpt menggunakan metode studi literatur. Penelitian ini diawali dengan pengenalan akan teknologi AI salah satunya yaitu chatgpt serta dampak dalam penggunaannya. Penjelasan selanjutnya adalah tentang pendapat dari berbagai perspektif seperti: sains dan teknologi, hukum, filsafat/etika serta dari perspektif teologi dan di bagian akhir kesimpulan serta saran.
Peran Remaja Kristen dalam Penggunaan Media Sosial Hasibuan, Derlina Agustina
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i1.109

Abstract

Dalam perkembangan dunia yang semakin modern ini, penggunaan media sosial sudah tidak asing lagi di kalangan siapa pun terutama dikalangan remaja. Terdapat banyak dampak positif dari adanya media sosial, salah satunya adalah membantu terjalinnya relasi dan komunikasi dengan orang lain secara mudah. Akan tetapi terdapat juga dampak negative dari penggunaan media sosial ini yaitu terkait moral remaja sudah semakin rusak akibat penggunaan media sosial yang tidak terkontrol. Hal ini mengakibatkan munculnya perilaku-perilaku yang menyeleweng seperti bullyng, penipuan, pemalsuan identitas, dan lain-lain. Melihat para remaja yang sudah semakin rusak moralnya akibat pengaruh media sosial, maka perlu untuk seorang remaja Kristen menyadari identitasnya sebagai gambar dan rupa Allah yang harus merepresentatifkan Allah di dunia ini. Di mana seorang remaja Kristen di dalam penggunaan media sosial harus memberitakan Injil Yesus Kristus sehingga setiap orang dapat mengenal dan percaya kepada Yesus. Perlu juga sebagai seorang remaja Kristen untuk terus menumbuhkan imannya yang benar kepada Yesus Kristus sehingga bisa juga menjadi berkat dengan melakukan penginjilan melallui media sosial sehingga orang-orang yang belum mengenal dan percaya kepada Yesus Kristus dapat mengenal dan percaya kepadaNya memlaui pertolongan Roh Kudus.