cover
Contact Name
Gusti Nyoman Pardomuan
Contact Email
pardomuan@stakpnsentani.ac.id
Phone
+6282223939046
Journal Mail Official
adminjurnal@stakpnsentani.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Sentani – Depapre, Distrik Waibu, Kab. Jayapura - Papua 99352
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : 29880335     EISSN : 29879310     DOI : -
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen merupakan jurnal yang mengacu dibidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen serta bersentuhan langsung dengan ilmu Kemanusiaan dan Kemasyarakatan. Jurnal ini memotivasi para penulis artikel dalam ranah kajian teoritis hermeneutis, filosofis dan aplikatif berdasarkan penelitian dan pengembangan pengetahuan Teologi untuk memperkokoh iman kekristenan guna merespon perkembangan global yang berdampak positif bagi Lembaga: Pendidikan, keagamaan, pemerintah dan masyarakat adat. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri dengan frekwensi terbitan dua kali dalam satu tahun (Mei dan November). Pertama kali terbit pada tahun 2023, sehingga dengan senang hati kami menyambut berbagai kajian yang bernuansa teologi Kristen dan sosial kemasyarakatan dalam berbagai perspektif yang beragam guna pengembangan pengetahuan, taat pada Tuhan dan rukun dengan sesama manusia serta alam semesta.
Articles 57 Documents
Peran Pendidikan Kristen Dalam Penanganan dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja Lobo, Zakarias Radja; Yesaya Widjaya
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i1.110

Abstract

Narkoba di kalangan remaja merupakan salah satu tantangan serius yang dihadapi oleh masyarakat modern. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental remaja, tetapi juga merusak integritas moral mereka dan memberikan dampak negatif pada masyarakat secara keseluruhan. Dalam konteks ini, pendidikan Kristen memiliki peran penting dalam upaya penanganan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja.Pendidikan Kristen mendorong pembentukan nilai-nilai moral yang kuat dan kesadaran akan tanggung jawab sosial. Ini memberikan fondasi moral yang kokoh bagi remaja, membantu mereka memahami konsep tentang tindakan baik dan buruk, serta dampak dari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Melalui pengajaran Alkitab dan nilai-nilai Kristen, remaja diajarkan untuk menghormati diri mereka sendiri sebagai ciptaan Tuhan dan juga menghormati sesama manusia. Pendidikan Kristen juga menekankan pentingnya kehidupan yang seimbang dan sehat.
Pengangguran dan Mandat Budaya Iswoyo, Febe
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i1.113

Abstract

Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menjelaskan kajian Pengangguran dan mandat budaya dalam pandangan Alkitab. Pengangguran menjadi masalah di negara tertentu, khususnya di Indonesia. Setiap tahunnya Indonesia mencatat jumlah penduduk dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Selain itu, juga termasuk umat Kristiani yang merupakan salah satu kelompok pengangguran. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilihat dari sudut pandang Alkitab. Konsep pengangguran tentu tidak sesuai dengan apa yang Alkitab katakan. Sejak awal penciptaan, Tuhan telah memberikan manusia mandat untuk bekerja. Maka sebagai umat Kristiani, penting untuk memahami konsep pengangguran dan dampaknya terhadap kehidupan individu. Konsep pengangguran tidak hanya dipahami secara umum tetapi juga harus dipahami dari sudut pandang Alkitab. Alkitab tidak pernah mencatat dan menyetujui pegangguran, justru Alkitab mencatat bahwa setiap orang harus bekerja dengan tujuan akhir yaitu memuliakan Tuhan, Sang Pencipta dan Pemberi Mandat.
Tinjauan Teologis eksistensi Yesus sebagai Logos dalam injil Yohanes 1:1-18 Biri, Surya
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i1.122

Abstract

Tulisan ini mendalami tentang fenomena Yesus sebagai sosok yang dijanjikan oleh Allah dan muncul dalam dunia sebagai manusia nyata, proses yang dikenal sebagai inkarnasi. Pengertian Logos banyak ditafsirkan dalam berbagai konteks, ada ahli yang menyatakan bahwa “Logos itu ilahi”, dalam pengertian bahwa Logos itu sedikit lebih rendah dari Allah. Inkarnasi menggambarkan penyatuan keilahian dan kemanusiaan dalam diri Yesus, sering kali disebut sebagai Logos. Namun, apakah Logos hanya merupakan gelar atau mencakup aspek pribadi Yesus masih menjadi subjek perdebatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan melalui literatur dan referensi kepustakaan. Dengan pendekatan ini, penulis menggali informasi mengenai Yesus dan peran-Nya dalam perjanjian baru, dengan fokus utama pada inkarnasi. Hasil penelitian mencakup empat aspek utama. Pertama, peran Yesus dalam perjanjian baru menjadi landasan penting untuk memahami pesan dan ajaran-Nya. Kedua, inkarnasi menjadi titik sentral, menunjukkan bagaimana Allah mengambil rupa manusia dalam Yesus. Ketiga, eksistensi Yesus sebagai Logos dalam kitab Injil Yohanes memberikan perspektif mendalam tentang siapa Yesus sebenarnya. Selain itu, Logos tidak hanya merupakan gelar, tetapi juga mencakup aspek pribadi Yesus, tercermin dalam kisah kehidupan-Nya yang tercatat dalam kitab Yohanes. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang kompleksitas Yesus sebagai figur inkarnasi, mengeksplorasi aspek keilahian dan kemanusiaan yang bersatu dalam satu entitas.
Analisis Iman Abraham Sebagai Model Iman Masa Kini Berdasarkan Surat Galatia 3:6-9 Ruy, Margareta; Hendi
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i1.169

Abstract

Artikel ini akan mencoba membahas mengenai iman Abraham sebagai model iman masa kini. Dewasa ini, iman menjadi  pusat baru orang Kristen merasa terjamin dalam kehidupannya. Sehingga, yang dipikirkan hanyalah iman yang diwarisi sudah cukup menyelamatkan akhir kehidupan. Namun lebih dari itu, orang percaya yang beriman bukan sekedar iman warisan, tetapi orang percaya harus mengorientasikan iman sebagai orang percaya kepada Allah yang dipercayai seperti Abraham yang menjadi model iman orang percaya. Meneladani Abraham akan memberikan keuntungan tersendiri bagi orang percaya. Meneladani iman Abraham membuat kepercayaannya akan diperhitungkan oleh Allah. Sebab, kepercayaan Abraham terhitung sebagai kebenaran sehingga orang yang beriman adalah anak-anak Abraham dan semua orang yang beriman diberkati seperti Abraham. Karena itu,  penulis akan memaparkan model iman Abraham sebagai contoh bagi orang percaya masa kini. Dalam penulis artikel ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode eksegesis. Penulis memaparkan menggunakan metode eksegesis. Penulis memperoleh data dari teks Surat Galatia 3:6-9 yang diambil dari The Greek New Testam ent Nestle-Aland 28th Edition of the Greek New Testament. Kemudian penulis menganalisis data menggunakan metode eksposisi yang mencari dan menemukan makna spiritual dalam isi semantis di balik teks Surat Galatia 3:6-9. Kemudian teks tersebut akan menjadi fokus utama berinteraksi dengan teks lain dan literatur yang mendukung.
Pornografi dan Kualitas Guru Kristen Sebagai Teladan Hidup Bagi Siswa Widjaya, Yesaya Adhi; Tumanggor, Yehuda Adriel
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i2.111

Abstract

Dewasa ini pornografi menjadi isu besar yang seringkali tidak terlalu digubris dalam masyarakat dibanding isu-isu sosial lainnya. Banyak masyarakat yang menganggap bahwa konsumsi pornografi merupakan hal yang wajar dan tidak terlalu penting untuk diberikan perhatian tinggi. Bahkan sebagian besar masyarakat dunia yang merupakan kalangan dewasa muda mulai mentoleransi dan memaklumi konsumsi pornografi sebagai usaha pemenuhan kebutuhan seksual manusia yang memang seharusnya diterima sejak dulu. Padahal kalangan ini yang berada pada posisi paling ideal untuk memutus ikatan rantai adiksi ini karena mereka yang sedang memegang peranan besar dalam berbagai profesi di dalam masyarakat. Memang ada beberapa kelompok profesi yang menolak pornografi secara terang-terangan, salah satunya adalah profesi guru, namun kenyataannya banyak guru dalam kehidupan pribadinya tetap mengkonsumsi pornografi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Oleh sebab itu muncul pertanyaan tentang bagaimana guru seharunya memposisikan dirinya sebagai penuntun generasi berikutnya.
Strategi Mengatasi Ketakutan Dalam Diri Sendiri Bagi Orang Tua Lanjut Usia Berdasarkan Markus 4:37-41 Lawolo, Nirta; Lawolo, Andianus; Waruwu, Anwar Three Millenium
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i2.168

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan strategi mengatasi ketakutan dalam diri sendiri bagi lansia. Lansia dapat mengatasi ketakutan dalam dirinya dengan baik dan benar, supaya mengalami ketenangan batiniah dan hidup berkenan kepada Tuhan. Ketakutan merupakan masalah yang cukup serius dan sering dihadapi oleh lansia. Strategi mengatasi ketakutan dalam diri sendiri bagi lansia, banyak orang berpendapat dengan cara berani, penelitian mengenai strategi mengatasi ketakutan dalam diri sendiri bagi lansia ini, masih terbatas dan tidak tepat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi mengatasi ketakutan dalam diri sendiri bagi lansia adalah iman. Iman yang benar kepada Tuhan, lansia dapat menemukan kekuatan, penghiburan dan ketenangan dalam menghadapi ketakutan yang dialaminya. Iman kepada Tuhan adalah mempersembahkan hidup dengan penuh pengharapan dan keyakinan bahwa “hidup atau mati milik Kristus”. Lansia yang memiliki Iman benar tidak mungkin mengalami ketakutan, sebab kerinduannya pulang kerumah Bapa bertemu dengan Tuhan Yesus.
Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Mengajar dan Membentuk Karakter Siswa Gulo, Atirina; Lawolo, Andianus; Tatubeket, Ela Meronisa R.
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i2.174

Abstract

Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana menjadi guru yang profesional di lingkungan PAK dalam mengajar, mendidik dan membentuk karakter peserta didik sesuai dengan ajaran Alkitab (berkarakter Kristus). Sebab Pada realitanya guru belum menjadi guru yang profesional dalam konteks pendidikan agama Kristen untuk memimpin peserta didik. Guru PAK tidak memberi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik, tidak kreatif, tujuan PAK dan memperlengkapi setiap peserta didik untuk menjadi pribadi yang Tuhan inginkan. Guru yang mengajar tidak sesuai bidang keahliannya sehingga kualitas mutu pendidikan tidak tercapai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan mengumpulkan data dari artikel-artikel, buku-buku dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru yang profesional yaitu guru yang memiliki berbagai kecerdasan: intelektual, emosional, moral, dan spiritual. Guru harus mampu mengenal setiap pribadi peserta didik dan berbagai metode yang kreatif dan inovatif dalam belajar. Guru yang profesional adalah memiliki integritas, jiwa kepemimpinan yang bijaksana, mendidik peserta didik untuk semakin berkarakter Kristus. Selanjutnya guru PAK yang profesional adalah guru yang benar-benar ahli di bidangnya dengan pemahaman yang luas tentang PAK dan pengenalan Allah yang dalam. Sehingga guru menjadi role model dan benar-benar mengajar peserta didik untuk hidup dalam kekudusan Allah.
Kekudusan Hidup Seperti Yesus Sebagai bentuk Profesionalisme Guru PAK Delvryance, Agustihana; M, Marse; Awang, Herlis Djawa Rama; Seldjatem, Cristian
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i2.180

Abstract

Profesionalisme guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) menjadi elemen krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter siswa. Teladan yang diharapkan dari seorang guru PAK adalah kekudusan hidup seperti Yesus Kristus. Artikel ini menguraikan hubungan antara profesionalisme guru PAK dengan kekudusan hidup sebagai teladan, sebagaimana yang diajarkan dalam Alkitab. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber pustaka yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Hasilnya menunjukkan bahwa kekudusan hidup menurut Alkitab merujuk pada pemisahan dari dosa dan kejahatan, serta menjadi seperti Yesus Kristus yang kudus. Profesionalisme guru PAK mencakup kompetensi kepribadian, di mana teladan menjadi aspek kunci. Guru PAK dituntut untuk hidup dalam kekudusan dan meneladani kehidupan Yesus. Kekudusan hidup menjadi landasan bagi profesionalisme guru PAK, yang kemudian diimplementasikan dalam memberikan teladan kepada siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai kekudusan hidup, diperlukan pengenalan diri dan pengontrolan diri, serta kesadaran akan pentingnya mematuhi ajaran Alkitab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, menjadi kudus seperti Yesus adalah bentuk profesionalisme yang sejati bagi guru PAK.
Sabat dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan Implikasi Bagi Orang Percaya Masa Kini Tobi, Ongki Riando; Budiman, Sabda; Guild, Stuard; Tansi, Filmon Gusti; Tanhidy, Jamin
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i2.184

Abstract

Artikel ini membahas tentang Sabat dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru serta implikasi bagi orang percaya masa kini. Sabat dalam bahasa Ibraninya adalah syabat yang artinya berhenti atau beristirahat. Teks pertama di dalam Alkitab yang memperkenalkan tema hari Sabat kepada bangsa Israel dalam kitab terdapat dalam kitab Keluaran 16:21-3. Dua alasan melakukan Sabat yaitu alasan universal dan khusus. Sabat dalam Perjanjian Baru sendiri terdiri terdapat Sabat menurut Yesus, Kemudian makna Sabat dalam pandangan Kristen. Selanjutnya Sabat masa kini dalam pandangan Kristen juga tidak diwajibkan untuk dilakukannya. Orang Kristen boleh bekerja pada hari Minggu. Hari Minggu sebagai hari untuk mengenang kebangkitan Yesus dengan pergi bersekutu di gereja dan melakukan aktivitas lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, khususnya metode Hermeneutik Alkitab. Penulis mengumpulkan data melalui metode literatur dan kepustakaan. Sumber-sumber yang digunakan mencakup Alkitab, jurnal eksegese, buku tafsiran The Wycliffe Bible Commentary, dan Kamus Alkitab, digunakan sebagai panduan sesuai dengan topik penelitian. Dengan tujuan untuk menjelaskan topik sabat secara Alkitabiah.
Strategi Guru PAK Dalam Mengajar Siswa Disabilitas Tuna Rungu (Tuli) Zega, Siprianus Kesabaran
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i2.193

Abstract

Penelitian ini terkhusus kepada siswa dengan kondisi disabilitas tunarungu tuli (hard of hearing) yang berfokus pada strategi Guru pendidikan agama kristen dalam mengajar dan memberikan pembelajaran dengan metode visual serta memprioritaskan tuna rungu (tuli) untuk dapat memperoleh materi pembelajaran dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk memberikan solusi kepada guru pendidikan agama kristen untuk dapat mempunyai strategi belajar terkhusus kepada siswa disabilitas tunarungu tuli (hard of hearing). Penelitian ini yang menggunakan metode kualitatif yang dianalisis dan dipertanggung jawabkan, untuk memberikan gambaran kepada guru pendidikan agama kristen bahwa siswa dengan keterbatasan mendengar dengan sisa kemampuan dengan dapat mereka bisa dan berhak mendapatkan pembelajaran pendidikan agama kristen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dibutuhkan seorang guru yang harus kreatif, sabar, dan punya ide menarik dalam memberikan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.