cover
Contact Name
Gusti Nyoman Pardomuan
Contact Email
pardomuan@stakpnsentani.ac.id
Phone
+6282223939046
Journal Mail Official
adminjurnal@stakpnsentani.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Sentani – Depapre, Distrik Waibu, Kab. Jayapura - Papua 99352
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : 29880335     EISSN : 29879310     DOI : -
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen merupakan jurnal yang mengacu dibidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen serta bersentuhan langsung dengan ilmu Kemanusiaan dan Kemasyarakatan. Jurnal ini memotivasi para penulis artikel dalam ranah kajian teoritis hermeneutis, filosofis dan aplikatif berdasarkan penelitian dan pengembangan pengetahuan Teologi untuk memperkokoh iman kekristenan guna merespon perkembangan global yang berdampak positif bagi Lembaga: Pendidikan, keagamaan, pemerintah dan masyarakat adat. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri dengan frekwensi terbitan dua kali dalam satu tahun (Mei dan November). Pertama kali terbit pada tahun 2023, sehingga dengan senang hati kami menyambut berbagai kajian yang bernuansa teologi Kristen dan sosial kemasyarakatan dalam berbagai perspektif yang beragam guna pengembangan pengetahuan, taat pada Tuhan dan rukun dengan sesama manusia serta alam semesta.
Articles 57 Documents
Strategi Misi Digital Berdasarkan Survei Penetrasi Internet 2024: Adaptasi Penggunaan Media Sosial Generasi Z Wiyono, Slamet; Hanock, Edward. E.; Arwam, Bryan. A.
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i1.216

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat di Indonesia, khususnya dengan peningkatan penetrasi internet berdasarkan Survei Penetrasi Internet 2024, telah membawa dampak signifikan bagi gereja dalam menjalankan misi penginjilan dan pemuridan. Generasi Z dan Milenial, sebagai kelompok digital-native, semakin sering menggunakan platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube untuk keperluan spiritual mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi misi digital yang efektif bagi gereja di Indonesia dengan fokus pada adaptasi perilaku digital generasi muda. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa gereja perlu berinovasi dalam menggunakan media sosial tanpa mengabaikan prinsip-prinsip teologis. Kesimpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa strategi misi yang sukses harus memanfaatkan teknologi modern dan sejalan dengan nilai-nilai Kristiani, untuk menjangkau dan melibatkan Generasi Z dan Milenial secara efektif di ruang digital.
Peran Guru Sekolah Minggu untuk Pengenalan dan Pertumbuhan Iman Anak Sekolah Minggu Mariangga, Orpa
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i1.220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan guru sekolah minggu dalam pengenalan dan pertumbuhan iman anak-anak. Peran guru sekolah minggu sangat penting dalam membentuk dasar iman yang kokoh pada anak-anak sejak usia dini. Melalui pengajaran yang dilakukan secara rutin, guru sekolah minggu tidak hanya menyampaikan pengetahuan agama tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual yang esensial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa gereja, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru sekolah minggu, serta analisis dokumen pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sekolah minggu memainkan peran kunci dalam memperkenalkan konsep iman dan membimbing anak-anak dalam mengembangkan kebiasaan spiritual, seperti berdoa dan membaca Alkitab. Penggunaan metode pengajaran yang interaktif dan kreatif terbukti efektif dalam membantu anak-anak memahami dan menginternalisasi ajaran-ajaran agama. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang dihadapi oleh guru, termasuk keterbatasan waktu dan beragamnya latar belakang anak-anak. Selain itu, dukungan dari gereja dan orang tua ternyata sangat penting dalam memperkuat dampak pengajaran yang dilakukan di sekolah minggu. Sinergi antara guru, gereja, dan keluarga dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan iman anak-anak secara holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru sekolah minggu sangat vital dalam pengenalan dan pertumbuhan iman anak-anak, namun memerlukan dukungan yang berkelanjutan dari semua pihak yang terlibat.
Analisis Eksegesis pisteu,wn Dalam Yohanes 12:44-50: Sebuah Kajian Teologis Tentang Konsep Percaya Hia, Robert Stefanus
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i1.228

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian terhadap makna pisteu,wn dalam Injil Yohanes 12:44-50. Tema pisteu,wn merupakan salah satu tema kunci dalam Injil Yohanes yang memiliki kandungan makna yang mengikat satu dengan lainnya dengan kata πιστις. Walaupun memiliki kemiripan makna, namun tema pisteu,wn sebagaimana yang dikembangkan dalam Injil Yohanes memiliki kekhasan tentang karya keselamatan melalui Kristus. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi pustaka yaitu melakukan eksegesis kata pisteu,wn berdasarkan Yohanes 12:44-50 untuk mengungkapkan makna relevan dengan topik yang diteliti. Kesimpulan artikel ini adalah kata pisteu,wn dalam Yohanes 12:44-50 selalu dalam bentuk kata kerja sehingga kata “percaya” merupakan kata yang menunjuk kepada tindakan. Tindakan percaya adalah suatu proses yang aktif berkelanjutan dengan bimbingan Roh Kudus yang selalu mengajar dan memberikan kesaksian mengenai Tuhan Yesus dan kebenaran.
Pendidikan Agama Kristen dan Realitas Virtual: Membangun Pengalaman Pembelajaran Iman yang Imersif di Dunia Digital Gulo, Rezeki Putra; Mbelanggedo, Nelci; Rangga, Oktavianus
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i1.232

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi integrasi teknologi Realitas Virtual (VR) dalam Pendidikan Agama Kristen untuk memperkaya pengalaman spiritual peserta didik melalui pembelajaran imersif. Melalui metode library research, penelitian menganalisis literatur tentang peran teknologi realitas virtual dalam Pendidikan Agama Kristen untuk mengidentifikasi pendekatan pedagogis yang tepat dalam menghadapi tantangan teknologi digital. Novelty penelitian terletak pada fokus penggunaan realitas virtual untuk menciptakan simulasi tiga dimensi dari narasi Alkitab dan lingkungan spiritual yang memberikan kedalaman pengalaman iman yang sulit dicapai melalui media konvensional. Hasil penelitian menunjukkan realitas virtual dapat menjadi mediator efektif bagi Pendidikan Agama Kristen di era digital, meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pengalaman visual interaktif yang memvisualisasikan peristiwa-peristiwa Alkitab dan konsep teologis kompleks. Kesimpulannya, teknologi realitas virtual berpotensi memperkaya pembelajaran iman, namun penting diimbangi dengan praktik spiritual tradisional seperti doa, refleksi, dan keterlibatan komunitas agar nilai-nilai dasar Pendidikan Agama Kristen tetap terpelihara dalam proses pembelajaran.
Kesiapan Guru PAK Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar Pada Kelas XI di SMAN 1 Palangka Raya Desti, Desti
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i1.265

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar merupakan kurikulum baru yang menekankan pada kemerdekaan belajar bagi siswa. Guru dituntut untuk beradaptasi dengan kurikulum baru ini, termasuk guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) di SMAN 1 Palangka Raya. Dalam pelaksanaannya Kurikulum Merdeka Belajar membawa berbagai tantangan bagi para guru. Penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis kesiapan guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) di SMAN 1 Palangka Raya dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar, menganalisis faktor penghambat dan pendukung dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMAN 1 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar di SMAN 1 Palangka Raya masih perlu adanya persiapan yang matang dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran yang dilaksanakan di SMAN 1 Palangka Raya  sudah cukup baik, guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) telah menyusun perencanaan  pembelajaran yang berfokus pada pengembangan Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran. Namun, dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih perlu ditingkatkan lagi dikarenakan adanya faktor penghambat yang dihadapi oleh Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) adalah sebagai berikut: a) Pemahaman Kurikulum Merdeka Belajar, b) Penyusunan Modul Ajar, c) Pemilihan Strategi Pembelajaran, d) Pengelolaan Kelas, e) Kurangnya Aktivitas Siswa. Perlu adanya peningkatan kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar di SMAN 1 Palangka Raya.
Pemberdayaan Perempuan Dalam Spiritualitas Ursulin di SMA Santa Ursula Jakarta Khoerunnisa, Amalia; Azizah, Amalia Nur; Alifia, Dita Dwi; Mahmud, Nabila; Maulana, Abdullah Muslich Rizal
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i1.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan perempuan melalui penerapan nilai-nilai spiritualitas Ursulin di SMA Santa Ursula Jakarta menimbang perlunya pemberdayaan perempuan di tengah maraknya diskriminasi terhadap perempuan. Artikel ini termasuk dalam jenis jurnal pendidikan dan sosial, dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami secara mendalam bagaimana nilai-nilai spiritualitas Ursulin (Serviam) diterapkan dalam proses pembentukan karakter siswi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan kajian dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Santa Ursula Jakarta secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas Ursulin dalam sistem pendidikannya. Hal ini tercermin dari keberhasilan sekolah tersebut dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pemberdayaan perempuan, baik dari aspek pendidikan akademis, pengembangan keagamaan, pengasahan minat dan bakat, peningkatan kemandirian, maupun keterlibatan sosial. Integrasi nilai-nilai ini tidak hanya membantu siswi menjadi individu yang berkarakter spiritual tinggi, beriman, dan berakhlak baik, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi perempuan berkualitas, berintegritas, dan memiliki karakter yang kuat. Kesimpulannya, penerapan nilai-nilai spiritualitas Ursulin di SMA Santa Ursula Jakarta dapat dijadikan model bagi institusi pendidikan lainnya dalam merancang sistem pendidikan yang berperspektif pemberdayaan gender melalui pendekatan spiritual. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan yang mendukung pemberdayaan perempuan secara holistik.
Peran Generasi Z dalam Pendidikan Agama Kristen di Tengah Disrupsi Teknologi Gulo, Novrini
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.274

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi Z belajar dan berinteraksi dengan dunia Dalam konteks ini, teknologi bukan hanya tantangan, tetapi juga alat yang dapat digunakan untuk memperkuat pemahaman dan pengalaman spiritual. Hal ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pendidikan agama Kristen. Artikel ini akan membahas bagaimana pendidikan agama Kristen dapat beradaptasi dengan era digital untuk tetap relevan bagi generasi Z. Penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai dan kepercayaan Generasi Z berinteraksi dengan tradisi agama, serta implikasinya terhadap metode pengajaran dan keterlibatan komunitas gereja. Dengan demikian, artikel ini memberikan wawasan tentang potensi Generasi Z dalam memperbarui pendidikan agama Kristen untuk memenuhi kebutuhan zaman modern yang akan menganalisis tantangan seperti disinformasi online dan sekularisme, serta peluang seperti pengembangan konten kreatif dan kolaborasi lintas generasi.
Tindakan Preventif Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Mengatasi Kekerasan Seksual di Kalangan Pelajar Mendrofa, Efraim
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.338

Abstract

Kekerasan seksual merupakan salah satu bentuk kekerasan langsung, di mana tindakan tersebut melibatkan orang lain dalam aktivitas seksual yang tidak dikehendaki, baik secara lisan maupun perbuatan. Pada kasus kekerasan seksual, dampak yang ditimbulkan tidak hanya menyerang pada kekerasan fisik, tetapi juga secara tidak langsung menyerang mental korban. Isu kekerasan seksual di dunia pendidikan saat ini memang menjadi perhatian hangat. Kasus tindakan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan seakan tanpa henti, bahkan semakin memburuk. Terlebih lagi, kasus kekerasan seksual ini semakin merajalela di institusi pendidikan, yang seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi peserta didik, namun justru menjadi tempat di mana predator kekerasan seksual beraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tindakan preventif yang dapat diambil oleh guru Pendidikan Agama Kristen dalam mengatasi kekerasan seksual di kalangan peserta didik, dengan menyoroti pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter dan moralitas anak. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penelitian ini membahas tentang guru berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung diskusi terbuka. Melalui integrasi ajaran Alkitab dan informasi ilmiah, siswa diajak untuk memahami seksualitas secara holistik, termasuk aspek emosional dan sosial. Program berbasis nilai Kristiani mengedepankan integritas, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap diri sendiri dan orang lain, mempersiapkan generasi muda untuk membuat keputusan yang bijaksana sesuai dengan iman mereka.
Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pertumbuhan Kerohanian Siswa Kelas IV-VI di SD Inpres Kiniar Malan, Aprianus; Ibrahim, Ibrahim; Leatemia, Yurico A. W.
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.343

Abstract

Pendidikan Agama Kristen merupakan salah satu mata pelajaran penting dalam kurikulum sekolah, khususnya dalam membentuk karakter dan moral siswa. Namun, dalam praktiknya di lapangan, pembelajaran Pendidikan Agama Kristen sering dihadapkan pada berbagai kendala, seperti kurangnya minat siswa, metode pembelajaran yang monoton, serta keterbatasan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai iman secara kontekstual. Kondisi tersebut menyebabkan proses pembelajaran kurang optimal dan pertumbuhan kerohanian siswa tidak berkembang secara signifikan. Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang agama serta membentuk mereka menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap pertumbuhan kerohanian siswa kelas IV hingga VI di SD Inpres Kiniar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan angket model Likert yang melibatkan 42 siswa. Pengujian validitas dilakukan dengan metode korelasi product moment Pearson, sedangkan pengujian reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap pertumbuhan kerohanian siswa kelas IV hingga VI di SD Inpres Kiniar, yang dapat dilihat dari Model Summary, di mana nilai R adalah 0,341. Dari output tersebut, koefisien determinasi (P square) sebesar 0,117 menunjukkan bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah 11,7%, sementara sisanya 88,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Tubuh yang Terlupakan: Meneropong Disabilitas melalui Lensa Teologi yang Inklusif Agustine, Maria; Seldjatem, Cristian
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.348

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konstruksi teologis tradisional kerap memarginalkan penyandang disabilitas, serta menawarkan pendekatan baru melalui teologi yang inklusif. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi pustaka, artikel ini menganalisis teks-teks Alkitab dan literatur teologi disabilitas untuk menggali pemahaman yang lebih adil dan manusiawi terhadap tubuh yang berbeda. Dalam banyak tradisi keagamaan, tubuh penyandang disabilitas sering diasosiasikan dengan dosa, kutuk, atau kekurangan iman. Namun, melalui lensa teologi inklusif, tubuh dengan disabilitas justru dipahami sebagai bagian utuh dari keberagaman ciptaan dan tempat nyata bagi karya Allah. Narasi dalam Perjanjian Baru, khususnya pelayanan Yesus, menunjukkan pergeseran paradigma dari penyembuhan fisik menuju pemulihan relasi sosial dan spiritual. Artikel ini menyimpulkan bahwa gereja masa kini perlu menata ulang pemahaman, struktur, dan liturgi agar benar-benar mencerminkan tubuh Kristus yang merangkul semua, termasuk mereka yang selama ini dilupakan.