cover
Contact Name
Gusti Nyoman Pardomuan
Contact Email
pardomuan@stakpnsentani.ac.id
Phone
+6282223939046
Journal Mail Official
adminjurnal@stakpnsentani.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Sentani – Depapre, Distrik Waibu, Kab. Jayapura - Papua 99352
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : 29880335     EISSN : 29879310     DOI : -
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen merupakan jurnal yang mengacu dibidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen serta bersentuhan langsung dengan ilmu Kemanusiaan dan Kemasyarakatan. Jurnal ini memotivasi para penulis artikel dalam ranah kajian teoritis hermeneutis, filosofis dan aplikatif berdasarkan penelitian dan pengembangan pengetahuan Teologi untuk memperkokoh iman kekristenan guna merespon perkembangan global yang berdampak positif bagi Lembaga: Pendidikan, keagamaan, pemerintah dan masyarakat adat. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri dengan frekwensi terbitan dua kali dalam satu tahun (Mei dan November). Pertama kali terbit pada tahun 2023, sehingga dengan senang hati kami menyambut berbagai kajian yang bernuansa teologi Kristen dan sosial kemasyarakatan dalam berbagai perspektif yang beragam guna pengembangan pengetahuan, taat pada Tuhan dan rukun dengan sesama manusia serta alam semesta.
Articles 66 Documents
Refleksi Teologis Tentang Integrasi Kecerdasan Buatan Dalam Pendidikan Agama Kristen di Era Algoritma Puling, Harun
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.376

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) telah membawa dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara reflektif-teologis bagaimana integrasi AI dapat mendukung, menantang, sekaligus menafsir ulang proses pembentukan iman di era algoritma. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan model refleksi teologis, kajian ini menganalisis literatur teologi, pendidikan, dan teknologi terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu memfasilitasi pembelajaran adaptif dan kontekstual, memperkaya pengalaman iman melalui personalisasi dan interaktivitas. Namun, integrasi ini juga menimbulkan persoalan etis dan spiritual, terutama terkait potensi dehumanisasi dan hilangnya sentuhan rohani dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, AI perlu ditempatkan sebagai alat bantu yang tunduk pada nilai-nilai kasih, kebijaksanaan, dan tanggung jawab teologis. Refleksi ini menegaskan bahwa pendidikan iman Kristen di era algoritma harus membangun paradigma teologi digital yang menempatkan teknologi sebagai sarana partisipasi manusia dalam karya Allah, bukan sebagai pengganti kehadiran-Nya.
Proclaiming the Gospel in the Midst of Pluralism: Contextual Evangelism Strategies in Jayapura-Papua Yanto Minggu, Trisno; Labobar, Yohanes Kristian
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.382

Abstract

The aims of this research is to formulate evangelistic strategies and explores the internal and external challenges in the Indonesian especially in Jayapura-Papua context. The method used is qualitative with interview techniques with pastors, evangelists, and congregation elders. Data analysis uses the Miles and Huberman model, namely through reduction, presentation of data in tables, and drawing conclusions. The results of the study show that evangelism in Indonesia faces various obstacles in three areas: cultural, social, and political. Internal challenges in the cultural field include a lack of understanding of contextual theology and the application of gospel inculturation, while external challenges are in the form of cultural diversity and rejection of Christian symbols. In the social sphere, the internal is the division between denominations, while the external is majority pressure and a negative stigma against evangelism. In the political field, internal challenges are in the form of a lack of church synergy in responding to regulations, while external challenges include legal restrictions and intolerance. This research shows the evangelistic strategies that integrate understanding of local culture with adaptive theological reflection. This is effective in answering challenges and conveying the gospel in a relevant way in the midst of the plurality of Jayapura society
Optimalisasi Pendidikan Agama Kristen Keluarga dalam Membangun Ketahanan Remaja Terhadap Perundungan Purba, Sudiarjo; Hidayat, Udin Firman
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.393

Abstract

Perundungan pada remaja merupakan fenomena sosial yang kian meningkat dan berdampak serius terhadap kesehatan mental, sosial, serta akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendidikan agama Kristen (PAK) dalam keluarga dalam membangun ketahanan remaja terhadap perundungan. Pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka digunakan dengan menelaah literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci, peran keluarga, strategi implementasi, serta tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAK keluarga berkontribusi pada pembentukan ketahanan remaja melalui empat aspek utama, yakni spiritual, emosional, sosial, dan moral. Implementasi yang konsisten melalui penanaman nilai iman, pembinaan karakter, keterampilan merespon perundungan, serta keteladanan orang tua menjadi kunci penguatan daya lenting remaja. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi PAK keluarga sebagai upaya preventif dalam mengurangi dampak perundungan sekaligus sebagai dasar pembentukan generasi remaja Kristen yang tangguh.
Supremasi Kristus dan Formasi Jemaat: Analisis Teologi Pastoral Kolose 1:15-20 bagi Pembinaan Iman Jemaat Silalahi, Binsar Pandapotan; Dalemeng, Febriani Fransiska; Tawera, Kezia Thesalonika Meilani; Yonathan, Triesa Zefania; Guntawan, Kezia Gabrielle; Ohoitimur, Priskilla Jessika
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.395

Abstract

Artikel ini menelaah Kolose 1:15-20 sebagai teks kristologis yang memiliki signifikansi fundamental bagi pembinaan iman jemaat. Kajian sebelumnya cenderung menekankan aspek linguistik, kristologi kosmik, atau konteks sosial tertentu, namun belum menghubungkannya secara konsisten dengan orientasi pastoral. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menafsirkan himne Kristus dalam kerangka teologi pastoral, sehingga supremasi Kristus tidak hanya dipahami sebagai konstruksi doktrinal, tetapi juga sebagai fondasi formasi identitas dan kesetiaan gereja. Tujuan penelitian ini adalah menelaah teks Kolose 1:15-20 secara eksegetis-kritis berdasarkan edisi Yunani NA28 dan mengaitkannya dengan pembinaan iman jemaat di tengah pluralitas kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah teologi pastoral berbasis eksegesis biblika yang menekankan aspek linguistik, literer, dan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur chiastik himne menyatukan karya penciptaan dan rekonsiliasi, serta menegaskan Kristus sebagai pusat kosmos dan kepala gereja. Kesimpulannya, penelitian ini memperluas pemahaman kristologi kosmik menuju orientasi pastoral yang konstruktif, serta menyediakan kerangka transformatif bagi gereja dalam menghadapi tantangan ideologis, budaya, dan spiritual pada masa kini.
Kepemimpinan Kristen Sebagai Kesaksian Iman Dalam Masyarakat Modern Tampubolon, Maruli Tua; Afaradi, Asep
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.404

Abstract

Kepemimpinan Kristen bukan sekadar pengelolaan organisasi, tetapi merupakan kesaksian iman yang transformatif, membentuk karakter, moral, dan spiritual pengikutnya sekaligus menghadirkan nilai Kerajaan Allah dalam masyarakat modern. Tulisan ini mengkaji dasar alkitabiah kepemimpinan Kristen, karakteristik pemimpin yang bersaksi, kesaksian pemimpin di tengah masyarakat modern, perbedaan dengan kepemimpinan sekuler, serta implikasinya bagi gereja dan komunitas luas. Analisis dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur Alkitab dan karya akademik tentang kepemimpinan Kristiani (Banks & Ledbetter, 2004; Blackaby & Blackaby, 2001; Greenleaf, 1977; Stott, 2006; Wright, 2000). Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kristen menekankan integritas, kerendahan hati, pelayanan, keteladanan, dan spiritualitas yang hidup, yang membedakannya dari kepemimpinan sekuler yang berfokus pada kekuasaan, keuntungan, atau efektivitas semata. Kesaksian pemimpin Kristen diwujudkan dalam pengambilan keputusan etis, pelayanan sosial, pendidikan karakter, dan advokasi keadilan, sehingga menjadi instrumen transformasi holistik bagi gereja dan masyarakat. Tulisan ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Kristen yang bersaksi berperan sebagai agent of change, meneguhkan gereja, membentuk generasi pemimpin baru, dan membawa dampak positif bagi masyarakat yang bermoral, inklusif, dan manusiawi.
Strategi Pengembangan Profesional Berkelanjutan bagi Pengawas Pendidikan Agama Kristen dalam Konteks Kurikulum Merdeka Marthen, Marthen
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi efektif dalam pengembangan profesional berkelanjutan bagi pengawas pendidikan agama Kristen yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah reviu literatur sifat naratif dengan menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian terdahulu yang membahas pengawasan pendidikan, pengembangan profesional berkelanjutan, serta implementasi Kurikulum Merdeka. Penemuan strategi itu memperkuat kompetensi pengawas dalam aspek akademik, manajerial, sosial, dan spiritual. Dengan penerapan strategi pengembangan profesional berkelanjutan secara terencana dan kontekstual, pengawas mampu menjalankan fungsi supervisi secara lebih efektif dan reflektif, sekaligus menjadi agen transformasi dalam mewujudkan pendidikan agama Kristen yang berkualitas, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Teodisi Allah Sebagai Bantahan terhadap Hukum Retribusi Dalam Kitab Ayub Fransiska, Ni Nyoman; Sukadana, Gusti Ngurah; J, Johan
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.419

Abstract

Penderitaan adalah aspek yang tidak dapat diprediksi dan tidak terhindarkan dalam kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan orang Kristen. Namun, interpretasi tentang penderitaan seringkali sangat bervariasi. Banyak tradisi agama memandang penderitaan sebagai konsekuensi dari dosa atau hukuman ilahi berdasarkan prinsip teologi retributif (hukum sebab-akibat), yang telah lama menjadi subjek perdebatan teologis. Indonesia pemahaman perspektif ini masih dominan, menciptakan kesenjangan pemahaman tentang penderitaan dalam konteks Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep teodisi dan anti-teodisi dalam Kitab Ayub guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang penderitaan orang beriman. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan penelitian perpustakaan untuk menganalisis teodisi dalam Kitab Ayub. Metode ini berfokus pada interpretasi teks yang mendalam, yang memerlukan pemahaman komprehensif melalui analisis hermeneutik dan eksegesis Alkitab. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Allah mengizinkan penderitaan dan cobaan yang dialami oleh orang-orang beriman untuk tiga tujuan. Penderitaan itu untuk agar manusia mengakui kekuasaan-Nya, Kemurnian iman, dan dalam penderitaan harus tetap rendah hati untuk mengandalkan Tuhan. Maka disimpulkan bahwa teodisi dalam Kitab Ayub berfungsi sebagai argumen kontra terhadap teologi pembalasan, menunjukkan bahwa penderitaan tidak selalu merupakan hukuman atas dosa, tetapi dapat berfungsi sebagai disiplin ilahi, proses pembentukan iman, dan sarana untuk mengembangkan kerendahan hati di hadapan kedaulatan Allah.
Peran Keluarga dan Gereja Dalam Mengatasi Bully: Kolaborasi dalam Membentuk Karakter Generasi Z Widya Septiana Zebua; Yanuar Ada Zega; Sisi Sisi
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2026): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v4i1.215

Abstract

Artikel ini membahas peran penting keluarga dan gereja dalam mengatasi masalah Bullying melalui kolaborasi yang efektif dalam membentuk karakter Kristen bagi generasi Z. Keluarga, sebagai unit sosial pertama bagi anak, memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai moral dan empati, sementara gereja menyediakan bimbingan spiritual dan moral yang memperkuat pendidikan karakter ini. Sinergi antara kedua institusi ini menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perkembangan anak, membekali mereka dengan keterampilan sosial dan emosional yang diperlukan untuk menghadapi Bullying. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dipilih sebagai metode dalam mengumpulkan data, dalam penelitian ini penerapan metode ini mampu mengakomodir peniliti untuk menarik Kesimpulan dan menjawab hipotesa yang telah peneliti rangkum. Artikel ini juga mengeksplorasi tantangan yang dihadapi dalam kolaborasi ini dan menawarkan solusi praktis untuk mengatasinya, dengan tujuan membentuk generasi muda yang kuat, berintegritas, dan siap melayani sesuai dengan ajaran Kristiani
Peran Orangtua dalam Mengajarkan Etika Kristen Kepada Anak-Anak di Era Digital Sonya Mautuka; Imel Sepatandekan; Damica Waruwu; Monica Santosa
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2026): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v4i1.235

Abstract

Dunia digital menawarkan kemudahan akses informasi namun juga dapat menyebarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan prinsip moral, termaksud nilai-nilai kekristenan. Penelitian ini mengajarkan pentingnya peran orang tua dalam mengajarkan etika Kristen kepada anak-anak di tengan era digital yang penuh dengan tantangan dan pengaruh negatif. Bagaimana peran orang tua dalam mengjatkan etika kristen kepda anak do era digital dan apa strategi efektif yanh dapat diterapkan untuk membentuk karakter anak berdasakan etika Kristen di era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran orang tua dalam mendidik anak-anak, agar anak-anak bisa bertumbuh dalam Kristus dan menanamkan nilai-nilai etika Kekristenan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode pendekatakan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, data dikumpulkan dari berbagi sumber literatur, seperti buku jurnal dan artikel yang relavan mengenai etika Kristen, pendidikan anak dan tantangan di era digital. Penelitian ini menunjukan bahwa nilai-nilai utaman dalam etika Kristen, seperti kasih, keadilan, kebenaran, kerendahan hati pelayanan dan pengampunan. Nilai-nilai ini sangat penting untuk diajarkan oleh orangtua kepada anak sejak dini, orang tua berperan penting sebagai teladan, komunikator, pengawas, dan pendidik dalam kehidupan anak. Strategi yang dapat diteraokan meliputi penggunaan media sosial secara bijak, membangun komunikasi terbuka, memberikan pengajarkan sesuai dengan nilai kekristenan serta memebrikan dukungan emosional dan pembinaan rohani secara konsisten. Keterlibatan aktif orang tua dalam membimbing anak dengan nilai-nilai etika Kristen dapat membentuk karakter yang kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman, seperti keterbatasan waktu, tekanan teman sebaya, dan informasi tidak akurat.
Analisis Teologis Dampak Kejatuhan Manusia Dalam Berdasarkan Dari Kejadian 3 Noh Asbanu; Desriang Zebua; sariyanto sariyanto
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2026): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v4i1.321

Abstract

The fall of Adam and Eve in Genesis 3 is a pivotal event in Christian theology that altered humanity's relationship with God, others, and nature. This study aims to analyze the theological, moral, and existential impacts of the fall and its relevance to contemporary issues such as social conflicts and ecological crises. The research employs a qualitative approach through the analysis of biblical texts, theological literature, and contextual studies. The findings reveal that the original sin stemmed from a lie that sowed doubt about God’s goodness, leading to disobedience. Consequently, humanity’s relationship with God was broken, divisions among people emerged, and harmony with nature was disrupted. In conclusion, the fall underscores the necessity of the doctrine of redemption to restore damaged relationships. The church is expected to play an active role in spiritual education and moral guidance to help address the effects of sin in human life.