cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : 30309158     DOI : https://doi.org/10.47134/pgsd
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar ISSN 3030-9158 is a scientific journal published by Indonesian Journal Publisher. This journal publishes four issues annually in the months of November, February, May, and August. This journal only accepts original scientific research works (not a review) that have not been published by other media. The focus and scope of Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar include the understanding, development theory, the scientific concept and its application to elementary education.
Articles 299 Documents
Inovasi Pembelajaran Interaktif Berbasis Digital untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa Sekolah Dasar Ni Putu Kharisma Putri; Kadek Kariswari Saistri; Gusti Made Andita Pradnyani; Putu Suartami Maharani Putri; Ni Luh Tantri Purwaningrat; I Gusti Agung Ayu Mirah Paramitha Sudewi
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i3.2743

Abstract

Kemajuan teknologi digital pada abad ke-21 menuntut penguatan literasi digital sejak jenjang sekolah dasar, sementara berbagai indikator internasional menunjukkan bahwa capaian literasi digital siswa Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai inovasi pembelajaran interaktif berbasis digital yang dapat meningkatkan literasi digital siswa sekolah dasar dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, beserta faktor pendukung dan hambatan dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan kajian pustaka (literature review), dengan data dikumpulkan dari artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi jenis inovasi yang diterapkan, dampaknya terhadap literasi digital siswa, faktor pendukung keberhasilan, serta hambatan implementasinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai inovasi seperti multimedia interaktif berbasis web, Canva, Microsoft Sway, aplikasi Android, Book Creator, Learning Management System, YouTube, hingga platform berbasis kecerdasan buatan terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kemampuan mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital secara bertanggung jawab, sekaligus mendorong pergeseran dari pembelajaran berpusat pada guru menuju pembelajaran berpusat pada siswa. Keberhasilan implementasi inovasi tersebut sangat dipengaruhi oleh kompetensi pedagogis digital guru, dukungan kepemimpinan sekolah yang visioner, serta ketersediaan infrastruktur teknologi yang memadai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi pembelajaran interaktif digital berperan penting dalam mengoptimalkan literasi digital siswa sekolah dasar, namun keberlanjutannya masih dihambat oleh keterbatasan perangkat dan akses internet, kesenjangan digital antarwilayah, rendahnya kesiapan sebagian guru dalam memanfaatkan teknologi, serta masih lemahnya literasi keamanan digital dan kecakapan berelasi siswa di ruang daring
Inovasi Pengembangan Sistem Pembelajaran Digital Untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa Sekolah Dasar Kadek Ayu Kartika Dewi; Kadek Dinda Dwi Suryani; Ayu Komang Lestari Dewi; I Wayan Halmahera D. Wijaya; Luh Putu Eka Bellantari; Ni Kadek Asri Damayanti
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i3.2744

Abstract

Digital transformation in education has encouraged changes in learning systems, particularly in developing students’ competencies required in the 21st century. One essential skill that needs to be developed from elementary school is digital literacy, which refers to the ability to access, understand, evaluate, create, and use digital information effectively and responsibly. This study aims to analyze innovations in digital learning system development and their implications for improving elementary school students’ digital literacy. This research employed a literature review method with a qualitative approach through the identification, selection, analysis, and synthesis of relevant national and international journal articles, conference proceedings, academic books, and educational policy documents published from 2015 to 2025. Data were collected through searches in several academic databases and analyzed using content analysis techniques to identify patterns, strategies, and the effectiveness of digital learning technology implementation. The findings reveal that innovations in digital learning systems contribute positively to improving students’ digital literacy through several technological approaches, including Learning Management Systems (LMS) and digital learning platforms, Android-based mobile learning, Artificial Intelligence (AI) and Augmented Reality (AR), as well as interactive multimedia and video-based learning. These technologies enhance students’ abilities to access information, evaluate digital sources, communicate, collaborate, develop creativity, and improve critical thinking skills. However, the implementation of digital learning systems is still influenced by factors such as technological infrastructure, teacher readiness, digital access, and learning environment support. This study concludes that interactive, adaptive, and student-centered digital learning systems are effective strategies for enhancing elementary school students’ digital literacy and supporting sustainable educational transformation.
Implementasi Kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan dalam Mendukung Kompetensi Calon Guru di SD Negeri 160 Palembang Eka Prihartini; Feri Firmansyah; Intan Maharani; Mely Trianasari; Dwi Reni Astiana; Dita Adelia; Feri Cahya Pratama; Eka Puji Lestari; Indri Apeiani; Kurnia Meilan Saputri; Auliya Nurhidayah; Nadia Fazzira; Aprilyana Nurjamilah; M. Rapli Satria; Nia Sulista; Fira Putri Utami; Lisa Latipa
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i3.2758

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dalam mendukung kompetensi calon guru di SD Negeri 160 Palembang. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa hasil observasi kegiatan PLP, catatan lapangan, dokumentasi kegiatan, serta perangkat pembelajaran yang digunakan selama PLP. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses pemilihan data, pengelompokan temuan, penyajian uraian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PLP terlaksana melalui tahapan observasi sekolah dan kelas, asistensi mengajar, praktik mengajar mandiri, penyusunan perangkat pembelajaran, serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sekolah. Kegiatan tersebut mendukung penguatan kompetensi pedagogik melalui pengalaman memahami karakter peserta didik, mengelola kelas, memilih strategi pembelajaran, dan menggunakan media yang sesuai. Kompetensi profesional berkembang melalui penyusunan perangkat ajar, penguasaan materi, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Kompetensi sosial terbentuk melalui interaksi dengan warga sekolah, sedangkan kompetensi kepribadian berkembang melalui pembiasaan disiplin, tanggung jawab, etika, percaya diri, dan keteladanan. PLP juga memberi ruang refleksi bagi mahasiswa dalam menghadapi kendala pembelajaran, seperti perbedaan karakter peserta didik, keterbatasan media, dan tuntutan pengelolaan kelas yang adaptif.
Inovasi Guru Sekolah Dasar dalam Pengelolaan Pembelajaran pada Era Kurikulum Merdeka Putu Devi Suci Pratiwi; Ida Ayu Komang Ningrat; Ni Kadek Ade Suliantari Putri; Kadek Sinta Pradnyasari; Kadek Resmi Lestari
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i3.2762

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis inovasi guru sekolah dasar dalam pengelolaan pembelajaran pada era Kurikulum Merdeka serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional bereputasi yang relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Data pendukung diperoleh dari laporan Kemendikbudristek, hasil Asesmen Nasional, dan survei kesiapan guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa hingga tahun 2024 lebih dari 300.000 satuan pendidikan telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, dengan sebagian besar guru menunjukkan kesiapan pada kategori sedang hingga tinggi dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan berbasis proyek (Kemendikbudristek, 2024; OECD, 2023; UNESCO, 2023). Temuan menunjukkan bahwa inovasi guru diwujudkan melalui penerapan Project Based Learning, Problem Based Learning, pembelajaran berdiferensiasi, pemanfaatan media digital interaktif, serta integrasi pembelajaran IPAS dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Temuan ini selaras dengan teori Konstruktivisme Piaget dan Vygotsky yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran, teori Experiential Learning Kolb yang menekankan pengalaman belajar langsung, kerangka TPACK dalam integrasi teknologi pembelajaran, serta Diffusion of Innovation Theory Rogers yang menjelaskan proses adopsi inovasi oleh guru (Kolb, 2015; Mishra & Koehler, 2006; Rogers, 2003). Meskipun demikian, berbagai kendala seperti keterbatasan infrastruktur, kompetensi digital, dan pelatihan berkelanjutan masih ditemukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan inovasi guru memerlukan dukungan sistemik melalui penguatan kompetensi, penyediaan fasilitas, dan kolaborasi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian peserta didik pada era Kurikulum Merdeka.
Transformasi Manajemen Sistem Pembelajaran Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI) Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Modern Ketut Sintia Devi; Desak Putu Gayatri Sintia Putri; Komang Darma Waspayanti Putri; Made Darma Waspayani Putri; I Komang Redi Prayoga; I Putu Prasita Yasa
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i3.2764

Abstract

The rapid advancement of digital technology has encouraged the integration of Artificial Intelligence (AI) into various aspects of education, including digital learning management systems. AI offers significant opportunities to enhance the effectiveness, flexibility, and quality of learning by supporting more personalized and data-driven educational practices. This study aims to analyze the implementation of AI in digital learning management and examine its contribution to improving the quality of modern education. The study employs a qualitative approach using a literature review method. Data were collected from relevant scientific sources, including journal articles, books, conference proceedings, and other academic publications, and analyzed using content analysis techniques. The findings indicate that AI plays an important role in supporting personalized learning through technologies such as intelligent tutoring systems, adaptive learning, learning analytics, and educational chatbots. In addition to enhancing learning effectiveness, AI contributes to curriculum management, assessment processes, and data-driven decision-making. However, its implementation continues to face several challenges, including limited technological infrastructure, uneven digital competencies among educators, and concerns related to data security and ethical issues. In conclusion, AI has considerable potential to transform digital learning management and improve educational quality. Its successful implementation requires supportive policies, capacity building for human resources, and adequate technological infrastructure to ensure sustainable and effective integration in education.
Transformasi Manajemen Pembelajaran Digital dalam Membangun Kelas Interaktif di Sekolah Dasar Kadek Dwita Mahayuni; Kadek Febi Ayu Widya; Kadek Ayu Windayani; Kadek Adinda Dita Pratiwi; Dina Lorensia Carceres; Komang Indrawan
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i3.2774

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji transformasi manajemen pembelajaran digital dalam membangun kelas interaktif di sekolah dasar, meliputi konsep transformasi, implementasi pada pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis isi. Sumber data berasal dari 20 literatur utama yang terdiri atas artikel jurnal, buku, dan prosiding yang relevan, dipilih melalui basis data seperti Google Scholar, Garuda, Scopus, dan Crossref dengan rentang publikasi 2016 – 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi manajemen pembelajaran digital mencakup empat fungsi utama, yaitu perencanaan pembelajaran berbasis digital, pengorganisasian sumber daya digital, pelaksanaan pembelajaran interaktif, dan evaluasi berbasis digital. Perencanaan yang matang, pengelolaan sumber daya yang baik, penggunaan media digital yang variatif, serta evaluasi yang fleksibel terbukti mendukung terciptanya kelas yang aktif, menarik, dan berpusat pada peserta didik. Adapun faktor pendukung utama meliputi kompetensi digital guru, ketersediaan infrastruktur, kebijakan sekolah, dan keterlibatan orang tua. Sementara itu, hambatan yang masih menonjol ialah rendahnya literasi digital guru, keterbatasan akses internet dan perangkat, kesenjangan digital antarwilayah, serta kebutuhan pendampingan intensif bagi siswa sekolah dasar. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa transformasi manajemen pembelajaran digital merupakan kebutuhan penting dalam pendidikan dasar dan dapat berhasil apabila didukung oleh sinergi antara guru, sekolah, orang tua, dan kebijakan pendidikan yang tepat. Temuan ini memberikan implikasi bahwa penguatan kompetensi digital guru dan pemerataan akses teknologi perlu menjadi prioritas utama untuk memastikan transformasi pembelajaran digital berjalan efektif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar secara menyeluruh dan mendukung pembelajaran abad ke dua puluh satu secara berkelanjutan.
Coding and Artificial Intelligence Learning to Improve Elementary School Students' Digital Literacy Dewi Ni Luh Putu Manik Candra; Luh Rizka Aprilia Dewi; Ni Putu Wipradnyani Prasetya Dewi; Luh Nopiani; Putu Regina Septiani Agatha
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i4.2781

Abstract

The rapid advancement of digital technology has transformed the educational landscape and increased the need to strengthen digital literacy among elementary school students. In the Society 5.0 era, students are expected not only to use technology but also to understand, evaluate, and apply it responsibly. This study aims to analyze the role of coding and artificial intelligence learning in enhancing the digital literacy of elementary school students. A Systematic Literature Review method was employed by examining 11 scientific articles published between 2021 and 2026. Data were collected from various academic databases and analyzed using content analysis and thematic analysis to identify patterns, trends, and key findings related to the implementation of coding, AI, and digital literacy in elementary education. The findings indicate that coding and AI learning positively contribute to the development of students’ digital literacy, computational thinking, critical thinking, creativity, problem-solving abilities, and other essential 21st-century skills. Coding activities help students understand the fundamental logic of digital technologies, while AI-based learning supports more adaptive, interactive, and personalized learning experiences. However, several challenges remain, including limited technological infrastructure, unequal access to digital resources, and insufficient teacher competence in integrating coding and AI into classroom instruction. The study concludes that coding and AI learning have significant potential to improve elementary school students’ digital literacy and prepare them for future technological challenges. Therefore, strengthening teacher professional development, improving technological infrastructure, and developing supportive curricula are essential to ensure the effective and sustainable implementation of coding and AI education in elementary schools.
Perancangan dan Pembuatan Alat Peraga KULAP (Kue Lapis Pecahan) Berbasis Etnomatematika melalui Kajian Literatur Dyah Ayu Pramoda Wardhani; Kholifatul Hasanah; Esti Luin Nisa; Amrina Rosyada; Salsa Ani Wijayanti
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i4.2782

Abstract

Pembelajaran pecahan di sekolah dasar sering menghadapi kendala karena sifat konsep yang abstrak sehingga memerlukan media yang mampu memberikan representasi konkret. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pengembangan media pembelajaran adalah etnomatematika, yaitu pemanfaatan unsur budaya sebagai konteks pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat peraga KULAP (Kue Lapis Pecahan) berbasis etnomatematika melalui kajian literatur. Penelitian menggunakan metode kajian literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan etnomatematika, pembelajaran pecahan, dan media pembelajaran matematika. Hasil kajian literatur digunakan sebagai dasar dalam proses perancangan dan pembuatan alat peraga. Tahapan penelitian meliputi identifikasi literatur, seleksi literatur, analisis dan sintesis temuan, perancangan media, serta pembuatan prototipe alat peraga. Hasil penelitian berupa alat peraga KULAP yang mengadaptasi bentuk makanan tradisional kue lapis sebagai representasi konsep pecahan. Alat peraga dirancang dalam bentuk lingkaran berlapis yang memuat berbagai representasi pecahan, yaitu 1, 1/2, 1/3, 1/4, 1/5, 1/6, 1/8, 1/10 dan 1/12. Integrasi unsur budaya lokal dalam desain media menunjukkan bahwa konsep etnomatematika dapat dijadikan landasan dalam menghasilkan media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Penelitian ini menghasilkan prototipe alat peraga KULAP sebagai alternatif media pembelajaran berbasis budaya untuk materi pecahan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji validitas, kepraktisan, dan efektivitas media dalam pembelajaran di sekolah dasar.
The Effect of Reinforcement on the Achievement of Islamic Religious Education Learning at Mts Anwarul Hidayah Ciputri Ade Sofyan; Lita Arofatusolihah
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i4.2870

Abstract

This study is based on the fact that there is no concrete evidence explaining the extent of the relationship between the success of Islamic Religious Education learning at MTs Anwarul Hidayah Ciputri Menes, Pandeglang Regency, Banten. Therefore, the purpose of this study is to determine and analyze the relationship between the success of Islamic Religious Education learning and reinforcement. The purpose of this study was to determine the effect of reinforcement on the success of Islamic Religious Education learning. This study involved quantitative methods and the degree of influence between the two variables. This study involved 42 teachers and 42 eighth-grade students. Data were obtained through questionnaires and analyzed using simple linear regression tests, t-tests, and product-moment correlations. The results of the study indicate that the strong and positive category is included in the category with a correlation value of rxy = 0.93. This relationship is significant, according to the t-test, because tcount = 6.32 is greater than the table = 1.69. This coefficient of determination (Cd) of 90.25% indicates that reinforcement plays a significant role in learning success. While other factors influence 9.75%, the role of reinforcement is still evident. Therefore, it can be concluded that the more effective teachers are in providing both verbal and nonverbal reinforcement, the higher the students' learning success will be. Therefore, teachers must continue to develop warm, varied, and meaningful reinforcement methods to create a pleasant learning environment and shape students' characters in accordance with Islamic values