cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : 30309158     DOI : https://doi.org/10.47134/pgsd
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar ISSN 3030-9158 is a scientific journal published by Indonesian Journal Publisher. This journal publishes four issues annually in the months of November, February, May, and August. This journal only accepts original scientific research works (not a review) that have not been published by other media. The focus and scope of Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar include the understanding, development theory, the scientific concept and its application to elementary education.
Articles 270 Documents
Petualangan di Dunia Nutrisi: Mengajak Anak Mengenal Makanan Sehat Melalui Permainan Interaktif Alfiatuz Zahro; Misbakhul Munir; Moh Aan Sulton
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i1.2237

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas media permainan interaktif “Petualangan di Dunia Nutrisi” dalam meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan keterlibatan siswa sekolah dasar terkait konsep gizi. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pretest–posttest control group. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator pengetahuan gizi setelah penggunaan permainan, didukung oleh observasi aktivitas siswa yang menunjukkan keterlibatan dan antusiasme tinggi selama pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edutainment melalui permainan interaktif mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret, menarik, dan relevan bagi anak. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media serupa sebagai alternatif pembelajaran gizi di sekolah dasar
Game-Based Edutainment Strategi Guru MI Untuk Mengaktifkan Siswa dalam Belajar Ulfa, Maria; Fitriana; Sulton, Moh
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i1.2238

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan, motivasi, dan hasil belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui penerapan strategi game-based edutainment dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan guru MI dan 25 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada keaktifan siswa dari 61% menjadi 89%, rata-rata hasil belajar dari 64 menjadi 86, serta ketuntasan belajar dari 48% menjadi 92%. Penelitian menyimpulkan bahwa game-based edutainment efektif menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan mendukung peningkatan prestasi belajar siswa.
Enhancing Elementary Mathematics Learning Through Contextual Teaching and Regalia: A Case Study in Blora, Indonesia Budiman, Muhammad; Nimah, Nurun; Bozorov, Murot
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i1.2298

Abstract

This study explores the implementation and perceived effectiveness of contextual teaching supported by regalia in elementary mathematics classes. A qualitative case study approach was adopted, employing in-depth interviews with a fifth-grade mathematics teacher in Blora, Indonesia, as the primary data source. The findings reveal that the integration of contextual teaching with regalia strengthens students’ conceptual understanding, engagement, motivation, and creativity during mathematics learning activities. Regalia enabled students to actively manipulate instructional objects, helping them connect mathematical ideas with real-world contexts. However, the approach presented challenges, including limited availability of instructional media and substantial preparation time required for classroom use. Despite these constraints, the study concludes that contextual teaching using regalia is an effective strategy for improving mathematics learning in elementary schools. The results also provide practical guidance for educators seeking meaningful, hands-on instructional approaches that encourage student participation and deeper understanding.
Strategi Eco School dalam Menghadirkan Karakter Peduli Lingkungan yang Selaras dengan Nilai Gotong Royong Pancasila Maimunah, Siti; Nadiroh, Nadiroh; Husen, Achmad; Asikin, Munawar
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i2.2309

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi Eco School dalam menghadirkan karakter peduli lingkungan yang selaras dengan nilai gotong royong Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satuan pendidikan yang menerapkan program Eco School. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap aktivitas sekolah, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan peserta didik, serta studi dokumentasi terhadap kebijakan, program, dan budaya sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi program. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi implementasi program Eco School dalam membentuk karakter peduli lingkungan yang selaras dengan nilai gotong royong Pancasila. Kajian dilakukan melalui studi literatur menggunakan sumber-sumber jurnal ilmiah mengenai pendidikan lingkungan, pendidikan karakter, dan Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eco School merupakan pendekatan sistemik yang mengintegrasikan kurikulum lingkungan, pembiasaan perilaku berkelanjutan, partisipasi kolektif warga sekolah, serta kolaborasi bersama masyarakat. Nilai gotong royong Pancasila menjadi dasar etis dalam pelaksanaan program, karena menekankan kerja sama, solidaritas, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Program Eco School dapat memperkuat kecakapan abad 21 pada peserta didik terutama dalam aspek kolaborasi, problem solving, dan civic responsibility. Nilai gotong royong Pancasila tercermin dalam kerja sama kolektif peserta didik dan guru dalam pengelolaan sampah, kegiatan kebersihan dan penghijauan sekolah, serta kolaborasi dengan orang tua dan komunitas lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan. Strategi tersebut mendorong terbentuknya sikap tanggung jawab bersama, solidaritas sosial, dan kesadaran ekologis peserta didik secara berkelanjutan. Dengan demikian, Eco School tidak hanya berperan dalam meningkatkan kesadaran ekologis, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter dan tanggung jawab kewargaan (civic responsibility) yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan lingkungan yang berorientasi pada pembentukan karakter bangsa.
Implementation of the Traditional Egrang Game in Improving Students' Motor Skills in Physical Education at Tenjolahang 2 State Primary School, Jiput District Damayanti, Dita; Alviani; Masfupah; Jabarudin, Hamdi; Agustian, Adi; Hanafiah; Sofyan, Ade
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i2.2342

Abstract

This study aims to explore this implementation from conventional egrang video game to fix students’ motor skills in Physical Education at SDN Tenjolahang 2, Jiput. This the background of this research is low gross motor skills among students and the suboptimal utilization of traditional games in PJOK (Physical Education, Sports, and Health) learning. This research was conducted using a descriptive qualitative method, with information collected through interviews, observations, and documentation. This results show this the traditional egrang. This game works well in enhancing students' motor skills, particularly in balance, coordination, and leg muscle strength. Its implementation also increases student engagement in enjoyable physical activities while promoting local cultural heritage. Supporting factors include student enthusiasm, teacher involvement, and the availability of learning tools. Meanwhile, inhibiting factors consist of limited equipment, the risk of injury, and restricted instructional time. In conclusion, integrating the egrang game into lessons can be an effective strategy to develop students’ motor abilities and instill cultural and sportsmanship values.
The Effect of Story-Based Learning Media on the Formation of Honest Character in Children at SDN Geredug 1 Kusmana, Nandang; Widia, Wila; Susilawati; Arofatusolihah, Lita; Aini; Gozali, Rifki
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i2.2343

Abstract

This study aimed to evaluate the effectiveness of storybased learning tools in promoting positive character development among elementary school students Honesty is a crucial component that molds human character. This study uses a qualitative descriptive methodology to describe the process of establishing the character value of honesty. The study's subjects were eighteen first-graders from Geredug 1 Public Elementary School in Bojong District, Pandeglang Regency. Data was gathered during the learning process through observation, interviews, and documentation. Stories were the main means of teaching the principle of honesty since they may simultaneously effect students' cognitive, emotive, and psychomotor abilities. The findings demonstrated that telling stories to kids can improve their comprehension and knowledge of the need of honesty. Pupils were more inclined to speak truthfully, own up to their mistakes, and exhibit consistent behavior in both words and deeds. As a result, stories can be utilized as an educational substitute to enhance character education in primary schools, especially when it comes to teaching kids the need of honesty at a young age.
Efforts to Improve Student Learning Outcomes from a Scientific Approach to the Theme of Growth and Development of Living Things in Class III of SDN Banyumekar, Labuan District, Pandeglang Regency Prasetyo, Fadhlan; Diningsih, Fitria; Yuningsih, Fajrin; Amelia, Rika; Hanawati; Subekhi, Andri
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i1.2344

Abstract

The purpose of this study was to determine how Nuraeni (2017:15) the use of the scientific approach could improve the learning outcomes of third-grade students at SDN Banyumekar, Labuan District, on the subject of the growth and development of living things. This study is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, with 22 students in the class involved in the planning, implementation, observation, and reflection stages.  III SDN Banyumekar in the 2020–2021 academic year. The methods used to collect data included observation, interviews, learning outcome tests, questionnaires, and information. The results of the study emphasised that the application of the scientific method can significantly improve school academic outcomes. The average learning outcome score increased from 56.96 in the pre-cycle to 71.81 in cycle I and 85.45 in cycle II. This improvement was also accompanied by an increase in student learning activities, particularly in terms of paying attention, asking questions, trying, debating, and communicating observation results. Thus, it can be concluded that the application of the scientific method improved student learning outcomes in the subject of growth and development of living things at SDN Banyumekar, Labuan District, in the 2020–2021 academic year.
Analisis Strategi Guru dan Sikap Siswa dalam Pembelajaran Adab di Sekolah Qur’an Yunianto, Teguh; Nadiya, Afra; Nisa, Istna; Mufid, Muammar; Balqis, Zahra
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i1.2360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dan sikap siswa dalam pembelajaran adab di sekolah Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru dan siswa kelas IV, serta pengumpulan data melalui wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran adab yang diterapkan guru meliputi keteladanan, pembiasaan, cerita teladan, dan pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Strategi tersebut berkontribusi terhadap terbentuknya sikap adab siswa yang cenderung sangat positif, baik dalam hubungan dengan orang tua maupun guru. Siswa menunjukkan perilaku sopan, rasa hormat, dan kepatuhan terhadap nilai-nilai adab, meskipun masih ditemukan beberapa aspek yang perlu diperkuat, terutama terkait inisiatif, pengendalian diri, dan disiplin akademik. Tantangan dalam pembelajaran adab dipengaruhi oleh lingkungan luar, penggunaan gadget, serta perbedaan pembiasaan adab di rumah, sehingga diperlukan kerja sama berkelanjutan antara sekolah dan orang tua untuk memperkuat pembentukan karakter siswa.
Penggunaan Media Boards Games untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Opini dan tanggapan Siswa kelas V Eka Mega Jayanti, Putu; Ni Putu Chandra Dewi Swandari; Ni Nyoman Kurnia Wati; I Nyoman Raka
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i2.2452

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of board games as an instructional medium in improving fifth-grade elementary students’ opinion and response writing skills. The research is motivated by the low ability of students to develop ideas, construct logical arguments, and organize their writing coherently. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) method following the PRISMA 2020 guidelines. Data were collected from reputable databases, including Google Scholar, DOAJ, SINTA, ERIC, and ProQuest, focusing on publications from 2020 to 2025. Out of 243 identified articles, 30 met the inclusion criteria and were analyzed thematically. The analysis focused on the contribution of board games to the development of critical thinking skills, argumentation ability, vocabulary enrichment, learning motivation, and overall writing quality. The findings indicate that board games consistently enhance students’ active engagement through social interaction, discussion, and decision-making processes that support idea construction before being expressed in written form. Furthermore, game-based learning creates an enjoyable classroom atmosphere, which increases students’ confidence and interest in writing activities. Although challenges such as time management and teacher readiness were identified, board games demonstrate significant potential as an innovative instructional medium for strengthening productive literacy skills at the elementary level. Therefore, integrating board games into Indonesian language instruction is recommended as an effective and contextual teaching strategy
Developing English Micro Habits to Support English Language Acquisition in a Pesantren-Based Elementary School MI Unggulan Mambaus Sholihin Blitar Zuraida, Zuraida; Susana, Intan; Zein, Dyah Ayu Soffiya
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i2.2459

Abstract

English is not just a language for international communication, but a key tool that connects people, knowledge and opportunities in our interconnected world. Many Indonesians, including students in early education stage, are now faced with the need to master English language for the demands of the realization of Golden Indonesia 2045. Elementary school age is considered a critical period for acquiring a second or foreign language. Framed within a descriptive qualitative method, this research investigated how small but consistent English language practices are developed in students’ daily routine recognized with their unique religious and cultural environment in a pesantren setting to enhance their English proficiency. The data of the study were collected through certain ways including classroom instructions observations, in-depth interviews with the teachers, and documentation of the students learning activities. The analysis focused on describing the implementation strategies and contextual factors that influence the success of micro habit development in an Islamic elementary boarding school. Findings indicates that micro habits-such as greetings, classroom instruction, simple conversations, vocabulary repetition- within a pesantren based elementary school contributes to students’ engagement, vocabulary acquisition, students’ motivation and confidence in using English in simple but authentic context. The integration of pesantren culture and discipline embedded in students’ daily routine also donates valuable implication in promoting early English language acquisition. This research highlights the significant role of fostering micro habits in the development of language proficiency, emphasizing how such habits can serve as a crucial educational strategy for bridging the existing gaps in students' language skills. By integrating these small, consistent practices into their routines, educators can enhance the language acquisition process, ultimately improving the overall language skills of young learners, especially in culturally diverse environments like those found in pesantren schools.