cover
Contact Name
Dek Ngurah Laba Laksana
Contact Email
jurnal.jpicb@gmail.com
Phone
+6281236659407
Journal Mail Official
laba.laksana@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 29887852     DOI : https://doi.org/10.38048
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti (JPICB) adalah jurnal pendidikan yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti dengan Nomor : B.31.489.1/2379/SLBN1BDG/DIKPORA dan Nomor : 292/F73/NOK/V-2023. Jurnal ini adalah jurnal kemitraan antara SLB Negeri 1 Badung (Bali) dengan STKIP Citra Bakti (NTT). JPICB terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Surat Keputusan ISSN (2988-7852) Nomor 29887852/II.7.4/SK.ISSN/08/2023 Jurnal ini menerbitkan karya ilmiah dari guru, dosen, dan mahasiswa sesuai dengan scope jurnal. Scope jurnal adalah Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus Pembelajaran dan Media Pembelajaran Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus Isu isu Terkini dalam Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus Permasalahan Pendidikan secara Umum seperti kesulitan belajar, gaya belajar, parenting, dan konseling. Identifikasi dan Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus
Articles 76 Documents
ANALISIS PENDIDIKAN INKLUSI SEBAGAI TEMPAT PEMBELAJARAN TERHADAP ANAK PENYANDANG ADHD DI SEKOLAH INKLUSI YOGYAKARTA Megaputri, Regina Anggraini; Rusmawan
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v1i1.2209

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui peran sekolah inklusi sebagai tempat pengajaran terhadap anak yang menyandang ADHD. Penelitian memakai metode wawancara dan observasi langsung di sekolah inklusi Yogyakarta. Setelah data dikumpulkan, langkah yang dilakukan selanjutnya adalah menganalisis supaya dapat kesimpulan. Hasilnya adalah ADHD merupakan gambaran anak yang memiliki gangguan perilaku terlalu aktif (hiperaktif), perilaku impulsif, dan kesusahan dalam memperhatikan/ konsentrasi. Seringkali anak yang memiliki gangguan ini kesulitan dalam bergaul. ADHD dapat terlihat sejak usia 3 tahun. Fasilitas pendidikan yang dapat menunjang, memenuhi, menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap sangat dibutuhkan oleh anak penyandang ADHD, seperti di sekolah inklusi. Anak ADHD di sekolah inklusi dapat meningkatkan keterampilan, meningkatkan konsentrasi, meningkatkan komunikasi, dan pengendalian diri. Jadi, pendidikan inklusi sangat dibutuhkan untuk perkembangan anak ADHD.
INTERAKSI SOSIAL SISWA AUTIS DI SEKOLAH INKLUSI Christyastari, Wishti; Rusmawan
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi sosial anak autis di sekolah inklusi Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian ini adalah interaksi sosial anak autis di sekolah yang mencakup pola komunikasi (verbal dan non-verbal), pola bermain, perasaan atau emosi (positif dan negatif), interaksi dengan shadow, guru, dan teman, serta perilaku positif dalam berinteraksi. Subjek penelitian ini adalah satu siswa autis. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak autis dapat melakukan interaksi sosial dengan baik. Hal tersebut dikarenakan anak autis mendapat dukungan dari lingkungan sekolah.
STRATEGI DAKWAH PADA PROGRAM SEKOLAH INKLUSI DI BOJONGWETAN DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN KELOMPOK MARGINAL Mazaya, Amidda; Darmaningrum, Khaerunnisa Tri
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2407

Abstract

Dalam berdakwah tidak asal menyampaikan pesan yang akan disampaikan namun harus ditata seperti dalam pengucapan, materi, memilih sasaran mad’u yang tepat juga itu semua harus memiliki strategi agar dakwah yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh Mad’u nya. Oleh karena itu dalam berdakwah pun harus ada strateginya, adapun Strategi dakwah merupakan proses menentukan Upaya guna menghadapi sasaran dakwah dalam situasi dan kondisi tertentu agar mencapai tujuan dakwah dengan maksimal. Dalam menentukan strategi untuk berdakwah tidak memihak kepada siapapun, asalkan dakwah yang akan disampaikan bisa diterima disemua kalangan. Tujuan berdakwah juga berupaya untuk memberdayakan suatu proses perencanaan perubahan sosial yang bertindakan pada nilai-nilai Islam dengan bersifat netral. Seperti dalam kelompok marginal juga perlu dilakukan dakwah pemberdayaan karena masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap berbagi bidang, seperti status sosial yang paling rendah, kelompok ini sangat membutuhkan pendekatan dari segi manapun, dengan status sosial rendah kelompok marginal membutuhkan dorongan agar bisa merubah nasibnya. Bukan hanya bantuan materi saja namun bantuan seperti pemberdayaan dari semua aspek, pendekatan keagamaan, sikap saling menghargai itulah yang sangat dibutuhkan dari mereka. Dakwah pemberdayaan sendiri bertujuan agar perubahan sosial yang ingin dicapai lebih baik lagi sehingga dapat mengubah dan mengembangkan sikap dan pola berfikir agar mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat atau sekelompok sasaran guna meningkatkan kesadaran untuk berperilaku yang lebih baik. Kelompok marginal bisa dikategorikan sebagai kelompok sosial golongan kalangan bawah seperti pengemis, pemulung, bahkan orang yang memiliki kebutuhan khusus. Artikel ini akan membahas mengenai Strategi Dakwah Pada
MOTIVASI BELAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI Nabiilah, Nadia Aulia; Mahmudah, Siti; Anggraeny, Diah
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2408

Abstract

Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi belajar anak berkebutuhan khusus di sekolah. Dengan adanya pemparan hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi acuan guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak melalui beberapa strategi yang baik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan sehingga semua informasi yang diperoleh berasal dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Motivasi belajar pada anak ABK tentunya akan sangat mempengaruhi performanya dalam mengikuti pembelajaran dan tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam hal ini guru harus memiliki upaya untuk meningkatkan motivasi tersebut menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Ketika anak telah memiliki motivasi belajar yang tinggi maka harapannya anak berkebutuhan khusus mampu mencapai suatu prestasi tertentu.
ANALISA KENDALA GURU DALAM MENGHADAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER DI SEKOLAH DASAR Ningrum, Shinta Permata; Rusmawan
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2409

Abstract

Guru kelas di SD Inklusi di Yogyakarta menghadapi berbagai kendala dalam memberikan pelayanan kepada siswa dengan ADHD. Salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah Guru pendamping khusus (GPK) yang dapat memberikan bantuan. Tanggung jawab guru untuk siswa dengan ADHD melampaui ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesulitan yang dihadapi oleh guru sekolah dasar di Yogyakarta yang bertugas mendampingi siswa dengan gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD). Pendekatan kualitatif dan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan guru kelas sebagai objek penelitian. Informasi dianalisis secara kualitatif dengan mendeskripsikan hasil wawancara dan observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidik yang menangani siswa yang memiliki ADHD menghadapi sejumlah tantangan dalam memfasilitasi pendidikan mereka. Masalah pertama adalah kurangnya guru GPK yang tersedia untuk membantu anak-anak yang menderita ADHD. Ini menempatkan tuntutan tambahan pada guru kelas yang sudah sibuk. Tantangan kedua adalah perilaku siswa yang sulit diatur dan sulit diatur. Kendala ketiga adalah terkait dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru kelas seringkali menghadapi kesulitan dalam membuat RPP khusus untuk siswa ADHD, karena mereka menganggap proses pembelajaran siswa ADHD sama dengan siswa normal. Kendala keempat adalah terkait dengan media pembelajaran. Guru kelas seringkali menghadapi kendala dalam menciptakan media pembelajaran yang sesuai untuk membantu siswa ADHD memahami materi pembelajaran. Kendala terakhir adalah terkait dengan sarana dan prasarana pendidikan. Guru kelas menghadapi tantangan dalam menyediakan tempat khusus untuk melayani dan berkonsultasi dengan siswa ADHD.
PERILAKU KOMUNIKASI ANAK DOWN SYNDROME DALAM INTERAKSI SOSIAL DI SEKOLAH INKLUSI Ghazia, Mega Putri Naba; Rusmawan
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2410

Abstract

Tujuan dari penelitian ini berguna untuk mengetahui perilaku komunikasi anak down syndrome dalam interaksi sosial di salah satu sekolah inklusi di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus jenis single case. Objek dalam penelitian ini adalah perilaku komunikasi anak down syndrome dalam interaksi sosial. Subjek penelitian ini adalah satu siswi down syndrome. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi dan wawancara. Pemeriksaan kebenaran data dilaksanakan dengan uji kredibilitas berupa uji triangulasi, uji transferabilitas, uji dependabilitas, dan uji konfirmabilitas. Analisis data menggunakan analisis model Spradley dengan melalui tahapan analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak down syndrome belum cukup baik dalam perilaku komunikasi interaksi sosial di lingkungan sekolah. Peran guru di sekolah inklusi dapat membantu perkembangan perilaku komunikasi anak yang dapat dikembangkan melalui aktivitas yang berfokus pada hal yang memikat ketertarikannya dan melibatkan kegiatan motorik.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN BANDUNG BARAT Susanti, Teni; Herawati, Nenden Ineu
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v2i1.3096

Abstract

Tujuan dilaksanakannya pendidikan inklusif adalah memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk memenuhi hak anak penyandang disabilitas yaitu belajar bersama dengan siswa lainnya di lingkungan sekolah. Penyelenggaraan sekolah inklusif harus menginisiasi budaya inklusif, dan lingkungan yang ramah terhadap anak penyandang disabilitas. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendidikan inklusif di Kabupaten Bandung Barat. Data yang diolah diperoleh melalui studi literatur, wawancara, dan observasi lapangan. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa penyelenggaraan sekolah inklusif belum merata di setiap daerah, belum mempunyai aksesibilitas yang memadai, dan belum terpenuhinya tenaga pendidik yang berkompeten di bidang pendidikan khusus. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah pemerintah melakukan sosialisasi kebijakan keseluruh pelaksana kebijakan, memperhatikan kompetensi sumber daya manusia, serta melakukan supervisi implementasi pendidikan inklusif, memberikan aturan jelas terkait dokumentasi kurikulum pendidikan inklusif.
BERMAIN SOSIODRAMA PEMANFAATAN RAGAM BOTOL BEKAS SEBAGAI ALAT PERMAINAN EDUKASI UNTUK MENGENALKAN PRA KEAKSARAAN KEPADA ANAK USIA DINI Masturoh, Umi; Mufarochah, Siti; Yuliani, Naning
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v2i1.3206

Abstract

Cara belajar seorang anak berbeda dengan orang dewasa sehingga pembelajarannya pun harus dilakukan dengan strategi yang berbeda. Belajar bagi seorang anak memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan orang dewasa, di antaranya yaitu bermain sambil belajar, belajar alamiah, dan membangun sendiri pengetahuannya. Anak-anak menghabiskan begitu banyak waktu dan energi mereka sehari-hari dengan bermain. Bermain bagi seorang anak tidak sekedar mengisi waktu, melainkan dalam bermain anak memiliki nilai kesempatan untuk mengekspresikan sesuatu yang anak rasakan dan pikirkan, melalui aktivitas bermain itulah anak-anak sebenarnya belajar. Dan hal demikian tentu berbeda dengan belajar yang dipahami oleh orang dewasa dengan segala aturan dan tuntutan di akhirnya. Bermain Sosiodrama pada anak usia dini mempunyai tujuan yang mungkin tidak disadari oleh orang dewasa, dimana saat anak bermain, sebenarnya ia sedang mengembangkan seluruh potensi yang terdapat dalam dirinya guna menjadi modal awal yang kokoh bagi dirinya di masa depan saat menghadapi permasalahan dalam hidup. Dalam kegiatan bermain sosiodrama dibutuhkan perlengkapan yang mendukung, dalam hal ini peneliti memanfaatkan daur ulang botol bekas sebagai alat permainan edukasi (APE) pembelajaran untuk anak, yang mana kegiatannya adalah mengenal berbagai keaksaraan yang ada pada masing-masing botol bekas yang sudah tidak terpakai dengan menyamakan simbol hurufnya pada mini alfabet card atau APE pohon huruf. Penelitian ini dilatarbelakangi selain anak-anak mampu memainkan peran layaknya kehidupan sehari-hari bermasyarakat, tujuan berikutnya yakni agar anak lebih dini mampu mengenal beragam keaksaraan dengan menggunakan daur ulang botol bekas. Penelitian tentang bermain sosiodrama pemanfaatan ragam botol bekas sebagai alat permainan edukasi untuk mengenalkan pra keaksaraan kepada anak usia dini di satuan Pendidikan yang ada di Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik dan diharapkan memberikan referensi dan edukasi kepada orang tua dan Pendidik PAUD khususnya untuk bisa memahami dunia anak usia dini salah satunya dengan memahami hakikat bermain dan makna bermain bagi anak usia dini. Dalam hal ini, untuk mengenalkan huruf atau keaksaraan awal bisa melalui benda yang ada di sekitar yakni pemanfaatan botol bekas yang memiliki ragam merk atau jenis. Kegiatan tersebut dikemas melalui aktivitas sosiodrama atau bermain peran layaknya aktivitas orang dewasa namun versi anak. Hal ini diperoleh dengan mengeksplorasi berbagai sumber dari beberapa literatur dari hasil penelitian dan pemikiran di mana hasilnya dapat digunakan bagi orang tua dan Pendidik PAUD agar lebih tepat dalam mendampingi dan mendesain kegiatan pembelajaran bagi anak usia dini sehingga mutiara pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) yaitu bermain sambil belajar dapat tercapai.
EVALUASI PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR Puspita, Bila
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v2i1.3236

Abstract

Evaluasi atau penilaian pembelajaran bagi anak disabilitas umumnya merupakan suatu problematika yang harus dipecahkan atau diselesaikan dalam rangka menunjang keberhasilan pendidikan inklusif itu sendiri. Evaluasi pembelajaran dapat didefinisikan sebagai proses memperoleh data dan informasi yang diperlukan untuk menentukan sejauh mana dan bagaimana pembelajaran yang telah berjalan agar dapat dilakukan penilaian dan perbaikan yang diperlukan untuk memaksimalkan hasilnya. Evaluasi pembelajaran memiliki tujuan yang berguna untuk menentukan tingkat kelayakan atau mutu dan akreditasi pendidikan inklusi tersebut. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan kualitatif, dengan Teknik kajian literatur. Setelah semua data terkumpul, selanjutnya akan dilakukan analisis data sesuai tentang pembahasan tentang evalusi pembelajaran anak berkebutuhan khusus.
PENGEMBANGAN SOSIALISASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA SEKOLAH INKLUSI DI TK PERTIWI Oktaviani, Icha; Wibowo, Lia Yulistia Dewi; Trihapsari, Tarissa Febri; Netamarsa, Raisha; Meilana, Dariah
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v2i1.3494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan bersosialisasi anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian pada Taman Kanak-kanak Pertiwi, yang memiliki anak berkebutuhan khusus satu orang berada di TK B. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran guru dalam meningkatkan kemampuan sosial anak yakni sebagai motivator dan inovator dalam menangani kesulitan anak, serta sebagai fasilitator yang mampu memberikan fasilitas yang baik dan tepat kepada anak berkebutuhan khusus di TK Pertiwi. Selain itu, lembaga TK Pertiwi juga menerapkan kurikulum, sarana dan prasarana. Pada realitanya ABK sekolah di inklusi tidak mampu berjalan efektif dikarenakan rancangan pembelajaran yang tidak sesuai dengan tahap perkembangannya. Dari hasil wawancara yang kami teliti tidak adanya perkembangan sosialisasi dari ABK dengan teman sebayanya. Anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di inklusi terlihat bahwa kurangnya ketertarikan bersosialisasi di lingkungan sekolah dengan memilih mengurung dan asik dengan dunianya sendiri.