cover
Contact Name
kasman
Contact Email
sejarahfkipubn@gmail.com
Phone
+6281242728006
Journal Mail Official
sejarahfkipubn@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. maluku tengah,
Maluku
INDONESIA
Banda Historia: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya
ISSN : -     EISSN : 29864143     DOI : -
Jurnal BANDA HISTORIA adalah Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Banda Naira yang mengarusutamakan kajian pendidikan sejarah, Ilmu sejarah dan studi budaya. Jurnal ini dikelola secara khusus oleh para sarjana dan dosen Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas Banda Naira. Publikasi pada jurnal ini didasarkan pada data dan fakta hasil penelitian yang diperuntukkan secara terbuka kepada para pakar dan akademisi dari disiplin keilmuan tersebut.
Articles 30 Documents
WANDAN DALAM MEMORI SEJARAH: Eksodus Orang Banda di Kepulauan Key Abad XVII dalam Ingatan Kolektif Masyarakat Banda Eli dan Banda Elat Abidin, Megawati; Renyaan, Kasman; Temarwut, Rahma
BANDA HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Vol 2 No 1 (2024): BANDA HISTORIA : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya
Publisher : Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/bastoria.v2i1.378

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang Wandan dalam Memori Sejarah: Eksodus Orang Banda di Kepulauan Key Abad XVII dalam Ingatan Kolektif Masyarakat Banda Eli dan Banda Elat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan penyebab dan proses eksodus orang Banda ke Kepulauan Kei Abad XVII serta penyesuaian kehidupan mereka setelah berada di Kepulauan Kei. Penelitian ini mengunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan melalui tahapan heuristik, yakni mengumpulkan data memalui studi pustaka, arsip dan dokumentasi, wawancara. Data yang terkumpul lalu divervikasi melalui kritik sumber dan diinterpertasi untuk menemukan fakta atas kisah dan peristiwa sejarah yang dilukiskan, selanjutnya dirangkai dalam narasi sejarah berbentuk historiografi. Hasil penelitian menemukan, bahwa Wandan merupakan sebuah identitas budaya dan sejarah dari orang asli Banda, yang kini dapat dijumpai di Banda Eli dan Banda Elat Kepulauan Kei. Terdapat empat faktor yang mendorong eksodus itu Pertama, peristiwa meletusnya gunung Api Banda, Kedua terjadinya peperangan di Pulau Ay antara Belanda dan penduduk Ay pada 1615. Ketiga, demi mempertahankan akidah Islam dari pengaruh VOC Belanda, sehingga hijarah ke Pulau Key (Banda Eli dan Banda Elat). Keempat, peristiwa genosida Banda pada 1621. Kehadiran para eksodus Banda kala itu disambut baik oleh penguasa di sana. Mereka beradaptasi hidup rukun dan saling menghargai. Kini identias Wandan (orang Banda Eli dan Elat), terus hidup dan diabadikan melalui marga-marga yang menyerupai nama negeri mereka dahulu di Banda, di antaranya marga Latar, Lonthor, Selamon/Selamun, Roseinggin, Uar, Sairun dan beberapa magra lainnya yang bercirikan asli Banda di Kepulauan Kei.
TARIAN SIAMALE DESA ADAT LONTHOIR: Analisis Historis-Filosofis Tarian Adat Siamale Berbasis Oral History di Kepulauan Banda Burhan, Nurhaeni
BANDA HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Vol 2 No 1 (2024): BANDA HISTORIA : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya
Publisher : Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/bastoria.v2i1.379

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menemukan latar historis dari ritual tarian adat Siamale pada masyarakat Desa Lonthoir Kecamatan Banda Naira. Topik ini dipilih berdasarkan pada pemahaman tentang pentingnya pelestarian tarian tradisional di tengah melemahnya pemahaman tentang budaya local dan makna ritual adat sebagai kearifan tradisional di kalangan masyarakat Indonesia. Penelitian menggunakan metode sejarah lisan (oral histori) dan (oral tradition). Sejarah lisan dimaksud untuk mengukap suara-suara masa silam yang tersembunyi di alam pikir masyarakat yang diwujudkan dalam paktek adat, budaya dan ritual ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap latar historis, dan memotret seluruh prosesi adat serta mengungkap makna yang terkandung dalam gerak tarian yang dianalisis dalam kerangka filsafat kebudayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Pertama, sejarah lisan tarian Siamale Banda memiliki 3 macam versi historis, yaitu (1) sebagai bentuk kesyukuran atas kehadiran agama islam, (2) sebagai penghormatan tamu (kolonial), dan (3) sebagai model tarian kemenangan dalam peperangan. Kedua, prosesi tarian diawali pendahuluan di dalam ruangan atribut, penari harus berwudhu sebelum menari, dan memiliki 14 bentuk prosesi gerakan. Ketiga, ada 5 makna yang terkandung dalam tarian Siamale, yaitu, (1) makna teologis, (2) makna etis, (3) makna sosiologis, (4) makna feminis, dan (5) makna mitis.
MANUSIA DALAM DEMENSI SEJARAH: Berfilsafat Bersama Jose Ortega Y. Gasset La Tora, Rusdan
BANDA HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Vol 2 No 1 (2024): BANDA HISTORIA : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya
Publisher : Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/bastoria.v2i1.380

Abstract

Artikel ini bertujuan menjelaskan manusia dalam dimensi sejarah menurut Jose Ortega Y. Gasset. Topik ini menjadi tema penting berdasarkan pemahaman tentang pentingnya metodologi ilmu pengetahuan filsafat sejarah dalam memahami sebuah kebenaran yang lebih radikal tentang realitas-realitas kehidupan harus berdasarkan realitas hidup manusia sebab manusia tidak bisa di samakan dengan realitas materi tapi manusia hidup sebagai “aku”. Selain itu, kegandrungan pada penalaran fisik-matematis dalam sebuah realitas adalah membuat ilmu pengetahuan gagal dalam memahami manusia dan masyarat. Itulah sebabnya topic ini diangkat. Penelitian ini adalah penelitian analisis diskriptif kualitatif mengunakan studi pustaka. Data diolah melalui tahapan reduksi data, penjajian data dan penarikan kesimpulan. Dari artikel ini hasil analisis dalam pembahasan ini menunjukan bahwa ilmu penalaran filsafat seorang Ortega memang dapat dijadikan rujukan untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan filsafat sejarah: tentang manusia dan struktur kehidupan manusia adalah bagian dari subtransi sejarah.
JEJAK SEJARAH LISAN MASJID KOTA MARAK DESA ADAT LONTHOIR KEPULAUAN BANDA Obeng, Nila
BANDA HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Vol 2 No 1 (2024): BANDA HISTORIA : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya
Publisher : Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/bastoria.v2i1.381

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap jejak sejarah lisan Masjid Tua Kota Marak desa adat Lonthoir, Kepulauan Banda. Penelitian mengunakan metode sejarah lisan (oral history) yang dimaksud untuk mengukap suara-suara masa silam yang tersembunyi dengan mengunakan perspektif masyarakat. Hasil penelitian ini menemukkan: Pertama, Narasi sejarah lisan Masjid Kota Marak memiliki ragam kisah, namun yang umum diyakini adalah versi tentang 7 orang bersaudara, 2 orang tinggal di Gunung Kei sedangkan ke-5 saudara pergi merantau ke Mekkah mereka belajar ilmu agama islam. Kedua, keberadaan masjid Kota Marak menjadi sentra pendidikan agama islam pertama di kepualauan Banda. Ketiga, narasi peristiwa masjid Kota Marak diyakini para tetua adat terjadi sebelum penjajahan di Kepulauan Banda, tanpa kejelasan tahun. Keempat, upaya pewarisan kisah masjid Kota Marak dilakukan secara turun temurun melalui cerita keluarga yang datang secara rutin membersihkan lokasi puing bangunan dan membaca doa dan ritual khusus.
DARI MEMORIA PASSIONIS MENUJU TRUESTORIOGRAFI: Peristiwa Genosida Banda Tahun 1621 Sebagai Refleksi Farid, Muhammad
BANDA HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Vol 2 No 1 (2024): BANDA HISTORIA : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya
Publisher : Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/bastoria.v2i1.382

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap jejak genosida VOC di Kepulauan Banda tahun 1621 sebagai sebuah memoria in passionis kepada sebuah kejujuran penulisan sejarah (truestoriografi) di masa kini. Fenomena ikonoklasme yang marak terjadi di Belanda bagaikan badai Nieuwe Beelden harus dimengerti sebagai sebuah kesadaran historis baru yang sedang tumbuh dalam kehidupan warga dunia. Dalam kesadaran baru itulah hasrat untuk menuliskan ulang sejarah kehidupan orang Banda menjadi penting bagi masa depan yang lebih baik. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan perspektif fenomenologi-historis lewat penelusuran sumber-sumber sejarah terkait. Hasil telaah ini merekomendasikan sebuah upaya menuliskan ulang sejarah dengan cara yang lebih jujur, adil dan terbuka demi masa depan bersama. Kesadarn rasional sangat diutamakan ketika berhadapan dengan ikon-ikon kolonial diruang publik agar tetap dapat memahami konteks sejarah masa lalu dengan sikap yang berkeadilan demi kedamaian hidup bersama
Penerapan Pembelajaran Berbasis Metode Discovery Learning pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs NUTirto Pekalongan Akmal, Failasuf; Prayogi, Arditya; Mustika Sari, Nurul Husnah
BANDA HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Vol 2 No 2 (2024): BANDA HISTORIA : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya
Publisher : Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/bastoria.v2i2.451

Abstract

Learning the history of Islamic culture, which is identical to the lecture method of learning, is still often carried out by teachers of the history of Islamic culture. In general, learning is still centered on the teacher, which causes students to quickly feel bored when listening, observing and working on questions from the teacher. Therefore, teachers must provide variations in using learning models, one of which is by implementing the discovery learning model which requires students to be active in learning, where this model has the aim of guiding students so that they can find the learning concepts they want for themselves. This article aims to describe the application of discovery learning in Islamic cultural history subjects at MTs NU Tirto Pekalongan, as well as to describe the supporting and inhibiting factors in its application. Based on the results of the study, an overview of the application of learning based on the discovery learning method in Islamic cultural history subjects at MTs NU Tirto Pekalongan was obtained, consisting of four stages, namely: First, planning which is the main description of a teacher in achieving learning objectives. Second, implementation which is an overall picture of when learning takes place, Third, evaluation is a systematic process to determine the effectiveness of the discovery learning learning model, Fourth, monitoring and adjustment by the teacher ensuring that learning takes place in accordance with the needs of students or not. Furthermore, in its implementation the supporting factors are adequate facilities and training or discussion space at MTs NU Tirto Pekalongan. Meanwhile, the inhibiting factors include lack of time, lack of student ability, and lack of interest in learning
Transendensi Kasi Makan Laut dalam Ritual Adat di Kepulauan Banda Latora, Rusdan
BANDA HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Vol 2 No 2 (2024): BANDA HISTORIA : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya
Publisher : Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/bastoria.v2i2.452

Abstract

In the context of the cultural ritual traditions of the Banda people, this abstract aims to investigate the transcendent meaning of feeding the sea. This research was conducted in Banda District, Regency, Central Maluku. A philosophical approach is the basis of the research methodology used in this paper. The research results show that the traditional ritual of feeding the sea in Banda is still carried out and has transcendental, religious, ethical, and mystical meaning. This shows the harmonious relationship between humans and the Creator, fellow humans, and the universe. Understanding symbols such as sacredness, togetherness, and the balance of nature (the sea) is used as part of the politics of community hope to ensure that the village community desires to avoid disasters and dangers, as well as the potential benefits of the sea for the lives of the Banda community. This study shows that the ritual of feeding the sea creates social, cultural, and economic identity and strengthens the spiritual connection and highest religious values of the Bandan community. Taking a deep understanding of the transcendental in the ritual of feeding the sea means following transcendence and becoming one's identity as a Bandanese people.
Budaya Badati Sebagai Identitas Nasional Masyarakat Kepulauan Banda Syarifudin
BANDA HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Vol 2 No 2 (2024): BANDA HISTORIA : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya
Publisher : Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/bastoria.v2i2.454

Abstract

This study investigates a community tradition in welcoming Indonesian independence in Banda Naira, Central Maluku. This study found two main problems: 1) How the independence ceremony was carried out; and 2) How the unity of heritage and modern religions contributed to Indonesian independence. To describe the independence ceremonies of modern religions and heritage religions, a qualitative descriptive approach is used. As research objects, in-depth discussions, interviews, and analysis of oral literature are data collection methods. This study involved seven informants from heritage religions and seven informants from modern religions. Haberman's concept is used in data analysis, which begins with data collection, organising it, analysing and interpreting it, and drawing conclusions. The results of the research show that the independence ceremony of the Republic of Indonesia is practiced in Badati culture as a means of reinforcing brotherhood as the identity of the Indonesian nation in Banda Neira. This research describes various aspects of independence rituals, both internal and external, in communities that adhere to the teachings of modern religions and inherited religions. This condition has an impact on the Badati social and cultural order as the basis for maintaining local solidarity, local wisdom, and local wisdom as the cultural identity of the people in Banda Neira. Badati culture is a typical expression for the Bandanese people in welcoming Indonesian independence, which produces social harmony to achieve true independence
WARISAN KERAJAAN PAGARUYUNG: Studi Historis-Antropologis Rahmawati, Nadia; Susanti, Lr Retno; Hudaidah
BANDA HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Vol 2 No 2 (2024): BANDA HISTORIA : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya
Publisher : Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/bastoria.v2i2.456

Abstract

The relics of the Pagaruyung Kingdom are a very valuable cultural heritage for the Minangkabau people in West Sumatra. This article discusses the history and cultural contributions offered by this kingdom, with an emphasis on historical artifacts and buildings, especially the Pagaruyung Palace which reflects the uniqueness of traditional architecture. Through a historical and anthropological analysis approach, this study identifies the social, economic and spiritual values contained in these relics. Apart from that, this article also Keywords: Minangkabau Culture, Pagaruyung Kingdom, Royal Legacy examines the challenges faced in preserving cultural heritage in modern times, as well as the importance of joint efforts to maintain Minangkabau cultural identity. Thus, this research aims to increase awareness regarding the importance of preserving cultural heritage as part of Indonesia's cultural diversity
Melihat Konflik Jambi-Johor Dari Sudut Pandang Tungkal Deansyah, Muhammad Rizky
BANDA HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Vol 2 No 2 (2024): BANDA HISTORIA : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya
Publisher : Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/bastoria.v2i2.457

Abstract

Tungkal was one of the parties involved in the Jambi-Johor Conflict. The Jambi-Johor conflict was a conflict that had a major influence on the political and economic conditions of the Malacca Strait. This paper reveals Tungkal's perspective on the Jambi-Johor conflict, which indicated its impact on Tungkal's economy and trade. Through Historical research methodology consisting of Heuristics, Verification, Interpretation, and Historiography. It is known that during the Jambi-Johor Conflict, Tungkal supported Johor. After the conflict, economic and trade activities in Tungkal became quieter. The VOC's monopoly on Jambi trade, tense relations between Jambi and Johor, pirate activities, and the fall in pepper prices were the main causes of the decline.

Page 2 of 3 | Total Record : 30