cover
Contact Name
Abdul Muis
Contact Email
muis@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bambang.bs@unram.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 62 Mataram Fakultas Pertanian Universitas Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 28303431     DOI : https://doi.org/10.29303/jima.v1i3
JIMA (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek merupakan media jurnal elektronik ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. JIMA sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi atau tugas akhir mahasiswa yang diterbitkan sebanyak tiga periode, yaitu pada Maret, Juli, dan November. Focus JIMA, pada publikasi hasil penelitian, kajian, dan gagasan pengembangan ilmu pengetahuan bidang agrokomplek (agroekoteknologi, agribisnis, ilmu tanah, ilmu kehutanan, dan budidaya perikanan serta ilmu kelautan). JIMA, menerima artikel yang belum pernah dipublikasi dalam bentuk media publikasi apapun. Tim Redaksi JIMA berhak memperbaiki tata tulis artikel tanpa merubah isi tulisan. Artikel dimuat setelah melalui tahap editing dan reviewing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 409 Documents
Pengaruh Pupuk Kandang Sapi dan NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kale (Brassica oleracea Var. Sabellica) Salsa Dwi Cahyani; Nurrachman; Anjar Pranggawan Azhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/1xzsnp71

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh dosis pupuk kandang sapi dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kale Brassica oleracea var.sabellica menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan kombinasi dosis pupuk kandang sapi (5, 10, 15, 20 ton/ha) dan NPK (0, 100, 200, 300 kg/ha). Hasil analisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) menunjukkan bahwa interaksi kedua pupuk tidak signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kale. Namun secara mandiri pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap bobot segar konsumsi dan total dengan dosis optimum 17 ton/ha, sedangkan dosis pupuk NPK signifikan terhadap laju pertambahan tinggi kale, bobot segar konsumsi dan bobot segar total, serta luas daun namun tidak pada laju pertambahan daun dan bobot basah akar. Adapun dosis optimum NPK yang disarankan pada tanaman kale sama dengan 350,9 kg/ha.
Perilaku Masyarakat terhadap Inovasi Pemanfaatan Residu Pertanian dalam Mendorong Ekonomi Sirkular di Nusa Tenggara Barat I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi; Abdullah Satriawan; M. Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/hx1z7537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku masyarakat terhadap inovasi pemanfaatan residu pertanian dalam mendorong ekonomi sirkular di Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan adalah survei terhadap 188 responden yang terdiri dari petani, pedagang, mahasiswa, dan masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat belum berpengaruh signifikan terhadap perilaku pemanfaatan residu pertanian (sig. = 0,448 > 0,05), sedangkan variabel sikap dan keterampilan berpengaruh signifikan (sig. = 0,000 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa sikap positif dan keterampilan teknis menjadi faktor penting dalam meningkatkan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan limbah pertanian. Kendala utama yang ditemukan berkaitan dengan aspek teknis dan sosial, namun semakin tinggi pengetahuan dan keterampilan, semakin rendah tingkat kendala yang dihadapi. Uji Chi-Square memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara kendala dengan perilaku masyarakat dalam mengolah residu pertanian (p < 0,05). Dengan demikian, peningkatan kapasitas pengetahuan, sikap positif, dan keterampilan teknis dapat memperkuat implementasi ekonomi sirkular berbasis pertanian di daerah tersebut.
Struktur Vegetasi, Regenerasi Alami, dan Spesies Inti sebagai Indikator Fungsi Refugia Hutan Adat Montong Gedeng pada Lansekap Hutan Musim Dataran Rendah Niechi Valentino; Andrie Ridzki Prasetyo; Rato Silamon Firdaus; Nurul Chaerani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rm4mpc45

Abstract

Hutan musim tropis dataran rendah merupakan salah satu ekosistem yang paling terancam akibat konversi lahan, fragmentasi habitat, dan perubahan penggunaan lahan yang menyebabkan penurunan biodiversitas serta degradasi fungsi ekologis. Dalam konteks konservasi, habitat yang mampu mempertahankan spesies dan proses ekologis penting di tengah tekanan lingkungan berpotensi berfungsi sebagai refugia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi fungsi refugia Hutan Adat Montong Gedeng, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, berdasarkan struktur vegetasi, regenerasi alami, dan keberadaan spesies inti penyusun hutan musim tropis dataran rendah. Penelitian dilakukan pada kawasan seluas 84 ha menggunakan metode systematic sampling with random start dengan intensitas sampling 1% sehingga diperoleh 21 petak ukur. Analisis vegetasi meliputi Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H'), indeks kemerataan (E'), indeks kekayaan jenis Margalef (R'), analisis regenerasi alami, dan identifikasi spesies inti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas vegetasi memiliki keanekaragaman sedang (H' = 1,59–1,93), kemerataan relatif tinggi (E' = 0,66–0,84), dan kekayaan jenis sedang (R' = 1,35–2,34), serta ditemukan vegetasi pada seluruh tingkat pertumbuhan. Lima spesies menunjukkan regenerasi kontinu, yaitu Schleichera oleosa, Schoutenia ovata, Streblus asper, Tamarindus indica, dan Vatica bantamensis. Analisis dominansi dan regenerasi mengidentifikasi lima spesies inti yang mendominasi komunitas vegetasi. Temuan ini menunjukkan bahwa Hutan Adat Montong Gedeng memiliki karakteristik ekologis yang mendukung potensinya sebagai refugia bagi vegetasi hutan musim tropis dataran rendah di Pulau Lombok.
Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman dalam Kalsium Klorida (CaCl2) terhadap Kualitas Buah Melon (Cucumis melo L.) Selama Masa Penyimpanan Liana Suryaningsih B.; Meriyati; Herman Suheri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/8mxrdj42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam kalsium klorida terhadap kualitas buah melon selama masa penyimpanan telah dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium Fisiologi dan Teknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Mataram menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Yang menjadi faktor pertama adalah konsentrasi kalsium klorida dengan satu perlakuan kontrol dan tiga konsentrasi, yaitu 10 g//L, 30 g/L, dan 50 g/L. Faktor kedua adalah lama perendaman dalam kalsium klorida, terdiri atas 5 menit dan 10 menit lama perendaman. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang bervariasi terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan konsentrasi kalsium klorida (K) berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan kandungan padatan terlarut buah melon pada hari ke-10 penyimpanan dan tidak berpengaruh terhadap parameter lainnya pada hari ke-5 dan ke-10 penyimpanan. Lama perendaman dalam kalsium klorida berpengaruh nyata terhadap parameter susut bobot buah melon pada hari ke-10 penyimpanan dan tidak berpengaruh pada parameter pengamatan lainnya pada hari ke-5 dan ke-10 penyimpanan. Terjadi interaksi antara perlakuan konsentrasi kalsium klorida dan lama perendaman terhadap parameter pengamatan kandungan padatan terlarut buah melon hari ke-10 penyimpanan, tetapi tidak terjadi interaksi terhadap parameter lainnya pada hari ke-5 dan ke-10 penyimpanan.
Uji Toleransi pada Fase Kecambah Beberapa Genotipe Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap Cekaman Salinitas Safira Mawaddah; A. Farid Hemon; I Gusti Muliarta Aryana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/6en8sm73

Abstract

Salinitas merupakan salah satu cekaman abiotik yang membatasi pertumbuhan dan produktivitas kacang tanah (Arachis hypogaea L.), khususnya pada lahan marginal di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menguji toleransi pada fase kecambah beberapa genotipe kacang tanah terhadap cekaman salinitas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2025 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kondisi lingkungan, yaitu tanpa cekaman (kontrol) dan cekaman salinitas NaCl 45 mM (5,1 dS m⁻¹), terhadap sepuluh genotipe kacang tanah: G19-UI, G200-I, G300-II, Domba, Bison, Kelinci, Panther, Pelanduk, Lokal Lombok, dan Hypoma-I, dengan tiga ulangan. Germinator dikondisikan pada suhu 28 ± 1°C, kelembapan relatif 70–80%, dan fotoperiode 12 jam terang/12 jam gelap. Parameter yang diamati meliputi panjang akar, panjang hipokotil, bobot basah akar kecambah, bobot basah kecambah, dan tinggi kecambah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam, indeks sensitivitas (IS), dan persentase penekanan cekaman salinitas terhadap kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman salinitas NaCl 45 mM secara signifikan menurunkan pertumbuhan kecambah kacang tanah, dengan tingkat penekanan yang bervariasi antar genotipe. Genotipe Panther menunjukkan panjang akar tertinggi pada kondisi salin yaitu 6,38 cm, sedangkan bobot basah kecambah tertinggi diperoleh pada genotipe Hypoma-I sebesar 2,33 g. Berdasarkan nilai IS, genotipe Hypoma-I dan Pelanduk diklasifikasikan sebagai toleran; genotipe Domba, Panther, Kelinci, dan G300-II tergolong agak toleran; sementara genotipe Bison, G19-UI, Lokal Lombok, dan G200-I dikategorikan peka. Toleransi pada genotipe toleran diduga berkaitan dengan kemampuan mempertahankan keseimbangan ion, akumulasi osmolit, dan efisiensi osmoregulasi selama fase perkecambahan. Genotipe Hypoma-I dan Pelanduk berpotensi dijadikan tetua dalam program pemuliaan kacang tanah toleran salinitas.
Keberadaan Hama Ulat Kipat pada Beberapa Varietas Tanaman Alpukat (Persea americana) di Kawasan Agrowisata Sembalun Lombok Timur Muhammad Kharizma Prasetya; Bambang Supeno; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kjhnb228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan hama ulat kipat pada beberapa varietas tanaman alpukat di kawasan agrowisata sembalun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan tekhnik survey. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Laboratorium dan di kebun Alpukat milik petani di wilayah Agrowisata Sembalun. Lokasi pengambilan contoh dilakukan di kebun Alpukat milik petani yang menanam tujuh varietas Alpukat. Ketujuh varietas alpukat tersebut adalah: varietas Hass, Lamb Hass, Pinkerton, Red Vietnam, Miki, Aligator, dan Malama. Hasil penelitian diperoleh hanya satu spesies ulat kipat dari family Saturniidae, genus Cricula. Rata-rata intensitas serangan hama ulat kipat pada tanaman alpukat mencapai 9,24%. Total populasi ulat kipat 114. Varietas Hass dengan intensitas serangan 16,91%, populasi ulat 16; varietas Lamb Hass dengan intensitas serangan 10,22%, populasi ulat 21; varietas Pinkerton dengan intensitas serangan 7,37%, populasi ulat 19; varietas Red Vietnam dengan intensitas serangan 5,24%, populasi ulat tidak ada; varietas Miki dengan intensitas serangan 8,57% dan populasi 54 ekor; varietas Aligator dengan intensitas serangan 8,87%; varietas Malama dengan intensitas serangan 8,87%.
Kompetisi Gulma Teki (Cyperus rotondus L.) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah di Lahan Kering I Wayan Budiartha; I Ketut Ngawit; Ni Wayan Sri Suliartini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/tgjyzg38

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui indeks kompetisi dan kehilangan hasil bawang merah akibat kompetisi teki dengan model percobaan aditif, substitusi dan dinamik. Indeks kompetisi teki saat bawang merah berumur 28, 56 dan 84 HST 0,01615; 0,01876 dan 0,02057, sehingga kehilangan hasil bawang merah mencapai 16,15%, 18,76% dan 20,57%. Hasil ini, relevan dengan prediksi kehilangan hasil bawang merah yang dihitung dengan dominansi terbobot, yaitu 16,10%, 18,76% dan 20,57%. Jumlah populasi gulma teki yang dapat ditolerir kehadirannya oleh bawang merah pada umur 28, 56, dan 84 HST 4,00 rumpun m-2, .5,27 rumpun m-2 dan 3.00 rumpun m-2. Kemampuan bawang merah menekan populasi teki menurun pada umur 56 HST dan kembali meningkat pada umur 84 HST. Sebaliknya kemampuan teki menekan pertumbuhan bawang merah pada umur 56 HST meningkat, akan tetapi sedikit menurun pada umur 84 HST, yaitu dari jumlah populasi 3,35 rumpun menjadi 4,244 rumpun. Jadi keberadaan teki pada tanaman bawang merah tidak boleh dibiarkan sampai pencapai populasi 3-4 rumpun m2. Penguasaan sarana tumbuh (Relative Space Occupantion) = RSO) bawang merah pada umur 28 HST lebih tinggi dibandingkan dengan RSO teki. Akan tetapi pada saat tanaman berumur 56 HST, penguasaan sarana tumbuh teki pada semua tingkat kerapatannya, signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan penguasaan sarana tumbuh bawang merah. Pada tingkat kerapatan populasi 5 rumpun m-2 - 35 rumpun m-2, nilai RSO bawang merah 10,273% – 44,,491%, sedangkan nilai RSO gulma teki 32,512% – 77,128%, dengan nilai pembending berkisar antara 22,239% - 32,637%.
Pengaruh Konsentrasi AB Mix terhadap Pertumbuhan Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Sistem Hidroponik Wick Abi Markus; Fida Rachmadiarti; Hanifah Nur Azizah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/j6e30t96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) pada sistem hidroponik wick serta menentukan konsentrasi yang paling optimal. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan konsentrasi AB Mix, yaitu 5%, 10%, dan 15%, dengan sembilan kali pengulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun selama tiga minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi AB Mix berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Perlakuan konsentrasi 10% memberikan pertumbuhan terbaik, dengan rata-rata tinggi tanaman mencapai 14,33 cm pada minggu ke-2 dan jumlah daun sebanyak 14,56 helai pada minggu ke-3. Konsentrasi 5% menghasilkan pertumbuhan yang cukup baik, tetapi belum optimal karena keterbatasan unsur hara. Sebaliknya, konsentrasi 15% menyebabkan penurunan pertumbuhan akibat kelebihan nutrisi yang memicu stres fisiologis pada tanaman. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi AB Mix 10% merupakan perlakuan paling optimal untuk mendukung pertumbuhan tanaman pakcoy pada sistem hidroponik wick.
Optimalisasi Produktivitas Benih Padi Kelas Stock Seed pada Berbagai Varietas dan Sistem Tanam Ivana Ayu Permatasari; Suharno; Nicky Oktav Fauziah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/vvhp7r70

Abstract

Penurunan produksi benih padi kelas Stock Seed (SS) di Indonesia menjadi ancaman serius, sehingga membutuhkan penggunaan varietas unggul dan sistem tanam yang tepat untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh varietas dan sistem tanam terhadap produktivitas benih padi kelas Stock Seed (SS). Penelitian dilaksanakan pada November 2025 hingga Februari 2026 di lahan sawah irigasi, Kabupaten Sleman, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri atas varietas Inpari 32, Inpari 42, dan Cakrabuana, sedangkan faktor kedua meliputi sistem tanam Tegel, Jajar Legowo, dan Larik. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas dan sistem tanam berpengaruh terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan hasil tanaman padi, sedangkan interaksi kedua faktor hanya terjadi pada parameter berat gabah kering. Varietas Inpari 32 dan Inpari 42 menghasilkan produktivitas lebih tinggi dibandingkan varietas Cakrabuana. Sistem tanam Larik memberikan produktivitas tertinggi sebesar 6,23 ton/ha karena memiliki populasi tanaman lebih banyak per satuan luas. Namun, kepadatan populasi pada sistem tanam Larik berpotensi meningkatkan kelembapan yang dapat memicu penyakit patah leher (neck blast).
Keberadaan Hama Thrips pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum) yang Ditumpangsarikan dengan Beberapa Tanaman Aromatik Lalu Sesar Nuranggista Utama; Ruth Stella Petrunella Thei; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/9s659q29

Abstract

Hama Thrips merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) utama pada budidaya kentang (Solanum tuberosum L.) yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas hingga 90%. Pengendalian hama secara kultur teknis melalui sistem tumpangsari dengan tanaman aromatik menjadi salah satu alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji populasi dan intensitas serangan hama Thrips pada tanaman kentang yang ditumpangsarikan dengan kemangi (Ocimum basilicum), seledri (Apium graveolens), dan bawang daun (Allium fistulosum), serta menganalisis hubungan antara populasi dan intensitas serangan tersebut. Penelitian dilaksanakan di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur pada bulan Juni–September 2023 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Pengamatan populasi Thrips dilakukan secara langsung (hand counting), dengan perangkap yellow pan trap dan pitfall trap sebanyak 11 kali pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tumpangsari tanaman aromatik tidak berpengaruh nyata terhadap populasi dan intensitas serangan hama Thrips (F = 0,59; P = 0,63 > 0,05). Secara deskriptif, rata-rata populasi terendah ditemukan pada perlakuan tumpangsari kentang dengan kemangi (51,44 ekor/tanaman) dan seledri (52,36 ekor/tanaman), sedangkan populasi tertinggi pada monokultur (61,92 ekor/tanaman). Kontribusi intensitas serangan Thrips terendah terdapat pada tumpangsari kentang-seledri (4,68%). Analisis regresi menunjukkan hubungan positif antara populasi dan intensitas serangan (Y = 0,0141 + 0,0079X; R² = 0,72; P < 0,05).