cover
Contact Name
Dona Setya
Contact Email
donasetya@polinela.ac.id
Phone
+6285725370543
Journal Mail Official
marshelajurnal@polinela.ac.id
Editorial Address
Gedung Kenanga (Q) Jl. Soekarno Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35144
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal)
ISSN : -     EISSN : 29883822     DOI : https://doi.org/10.25181/marshela.v1i2
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) diasuh oleh Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung dengan jadwal penerbitan 2 (dua) kali dalam satu tahun dengan tujuan menyebarluaskan informasi ilmiah tentang perkembangan perikanan dan Kelautan, antara lain: teknologi perikanan tangkap, teknologi kelautan, inderaja kelautan, akustik dan instrumentasi, teknologi kapal perikanan, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknologi budidaya perikanan, bioteknologi kelautan, teknik manajemen pesisir dan kelautan, teknik manajemen lingkungan perairan, kesehatan perikanan, nutrisi dan pakan ikan, lingkungan akuakultur, reproduksi akuakultur.
Articles 42 Documents
PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN SET NET DENGAN ALAT BANTU LAMPU DI MUARA PANTAI HARAPAN TELUK SEMAKA KABUPATEN TANGGAMUS PROPINIS LAMPUNG Sugianto, Yusep; syahrudin; Ariana, Made; Heri Kuswoyo, Agus; harbani Sitepu, Mestiria; Hermawan, Fajar
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 3 No 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v3i1.4076

Abstract

Kabupaten Tanggamus merupakan wilayah pesisir yang banyak penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Para nelayan ini tidak hanya menangkap ikan di laut, namun juga menangkap ikan di muara. Salah satunya muara Pantai Harapan yang terletak di Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus. Nelayan yang menangkap ikan di muara ini menggunakan alat tangkap set net. Penggunaan lampu yang dipasang pada set net di muara Pantai Harapan umumnya menggunakan lampu berwarna putih. Nelayan setempat mengatakan alasan penggunaan lampu berwarna putih adalah karena warna ini lebih terang dibandingkan warna lainnya. Peneliti menyebutkan bahwa warna biru merupakan warna yang lebih efektif untuk menarik perhatian ikan dibandingkan warna lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah ikan yang ditangkap dengan alat tangkap set net dengan penarik cahaya berbagai warna, serta mengetahui spesies ikan apa saja yang tertangkap dengan alat set net. Penelitian ini bersifat eksperimental, yaitu suatu desain yang diujicobakan untuk memperoleh informasi mengenai masalah yang diteliti. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 unit jaring set, dan 3 unit lampu LED kedap air 36 watt bertenaga baterai kering dengan warna terang biru, hijau, dan putih. Hasil tangkapan dipisahkan berdasarkan spesies, dan berdasarkan unit jaring yang ditetapkan, kemudian dihitung jumlah ikan untuk setiap spesies. Data hasil tangkapan yang diperoleh selain persentase hasil tangkapan, juga mencakup data setiap spesies ikan yang tertangkap jarring set net. Sebanyak 175 ekor ikan dan udang berhasil ditangkap menggunakan set net dengan atraktor cahaya biru atau 41,97% dari total hasil tangkapan. set net dengan lampu hijau menangkap 123 ikan dan udang (29,50%), sedangkan set net dengan lampu putih menangkap 119 ikan dan udang atau 28,54% dari total tangkapan. Spesies udang (Macrobrachium equidens) merupakan spesies yang paling banyak ditangkap menggunakan set net, yaitu sebesar 35,97% dari total tangkapan set net. Ikan nila (Oreochromis niloticus) menyumbang 19,42%, ikan serideng (Ambassis nalua) 18,71%, ikan belanak (Moolgarda seheli) 17,75%, dan ikan buntal (Arothron hispidus) menyumbang 8,15% dari total tangkapan.
POLA DISTRIBUSI HASIL TANGKAPAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LEMPASING TELUK BETUNG LAMPUNG Syah Putri, Aprilia; Alfareza, Anisa; Syahputra, Fauzi; Salistia Citra, Lalik
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 3 No 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v3i1.4091

Abstract

Pelabuhan perikanan pantai (PPP) lempasing terletak di kecamatan teluk betung barat kota bandar lampung dengan luas lahan 42.500 m². Pola distribusi adalah kegiatan mulai dari pembongkaran hasil tangkapan, penyimpanan, transportasi hingga pemasaran. Beberapa saluran pola distribusi yaitu dari pemilik kapal, pegepul, agen, pedagang pasar, pedagang transportasi, pengecer lalu terakhir ke konsumen. Tujuan penelitiaan mengetahui pola distribusi ikan hasil tangkapan di pelabuhan perikanan pantai (PPP) lempasing dan mengidentifikasi pelaku-usaha dalam rantai pola distribusi hasil penangkapan. Penelitian di laksanakan di pelabuhan perikanan pantai lempasing yang terletak di Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung 35236, Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode ini dilakukan dengan wawancara, observasi langsung kelapangan dengan cara peninjauan, pengamatan dan informasi secara langsung dilapangan serta data yang dikumpulkan terdiri dari data data primer, yaitu data hasil wawancara dengan responden langsung. Pola distribusi hasil tangkapan ikan nelayan di pelabuhan perikanan pantai lempasing yang paling umum terjadi adalah pemilik kapal – pengepul – agen – pedagang pasar – pedagang transportasi – pedagang eceran – konsumen. Pola ini menjadi pola distribusi yang paling umum terjadi dikarenakan para pemilik kapal tidak membutuhkan waktu hingga tenaga untuk mendistribusikan hasil tangkapan sehingga pola ini dapat menguntungkan para pemilik kapal dari segi waktu dan lebih efisien. Tetapi juga menjadi kerugian pada pemilik kapal karena harga penjualan lebih murah mengikuti ketentuan dari pengepul.
Pemeriksaan Teknis dan Nautis Kapal Perikanan di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman Jakarta Aprilia Syah Putri; Mestiria Harbani Sitepu; Fauzi Syahputra; Denta Tirtana; selly Ananda
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v4i1.4526

Abstract

Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam aktivitas perikanan tangkap nasional. Dalam rangka menjamin keselamatan pelayaran dan operasional kapal perikanan yang sesuai standar, dilakukan pemeriksaan teknis dan nautis terhadap setiap kapal sebelum keberangkatan. Pemeriksaan ini menjadi syarat penting untuk memperoleh persetujuan berlayar (SPB) dari pihak Syahbandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan dan prosedur pemeriksaan teknis dan nautis kapal perikanan di PPS Nizam Zachman Jakarta, kesesuaian pemeriksaan kapal perikanan dengan standar yang telah ditetapkan, serta kendala atau hambatan yang dihadapi dalam proses pemeriksaan tersebut. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara dan kuesioner dengan 30 responden yaitu petugas Syahbandar dan pihak kapal (nahkoda/ABK/pengurus kapal). Data sekunder diperoleh dari dokumen SOP, sedangkan data primer dikumpulkan melalui pengamatan langsung terhadap pemeriksaan kapal serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prosedur dan tahapan pemeriksaan teknis dan nautis kapal perikanan di PPS Nizam Zachman Jakarta meliputi Persiapan Pemeriksaan, Pemeriksaan Teknis Dan Nautis Kapal, pemeriksaan Pengawakan, Pemeriksaan alat Penangkapan Ikan, Penetapan Hasil Dan Pelaporan serta pemeriksaan Formulir Pendukung. Dari 30 kapal yang diperiksa, Tingkat kepatuhan kapal terhadap standar teknis dan nautis mencapai 93%, dengan mayoritas aspek sudah sesuai, sebagian besar telah memenuhi standar yang ditetapkan dengan tingkat kepatuhan tinggi pada aspek alat tangkap, alat keselamatan, alat navigasi, komunikasi, permesinan, palka, pengawakan, dan tanda pengenal kapal (100% sesuai). Namun, masih terdapat kekurangan pada dokumen administratif (10% tidak sesuai) dan peralatan pemadam kebakaran (20% tidak sesuai). Selain itu, ditemukan beberapa kendala dalam proses pemeriksaan, seperti keterbatasan jumlah petugas, antrean kapal yang padat setelah libur panjang, jarak kapal yang jauh dari dermaga, serta faktor cuaca yang tidak mendukung.
Pola Musim Penangkapan Ikan Selar Kuning (Selaroides Leptolepis) Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Ricky Winrison Fuah; Imelda Agustina
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v4i1.4879

Abstract

Ikan selar kuning (Selaroides leptolepis) merupakan salah satu sumber daya perikanan yang melimpah di Indonesia, terutama di wilayah perairan Selat Malaka.Walaupun hasil tangkapan sering di ddartkan di Pelabuhan Perikana Samudera Belawan, tren produktivitas tahunan menunujukkan penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola musim penangkapan dan produktivitas ikan selar kuning yang didaratkan di PPS Belawan. Penilitian ini dilaksanakan pada bula April dan Mei 2024 di PPS Belawan. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan nelayan pengguna alat tangkap pukat cincin dan pukat tarik. Analisis dilakukan menggunakan metode Catch Per Unit Effort (CPUE) yang telah distandarkan melalui Fishing Power Index (FPI), serta analisis Indeks Musim Penangkapan (IMP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi tertinggi terjadi pada tahun 2018 sebesar 24.646,12 ton dengan nilai CPUE 0,14 ton/trip, sedangkan produksi terendah terjadi pada tahun 2022 sebesar 936,44 ton dengan nilai CPUE 3,33 ton/trip. Beberapa faktor yang memengaruhi nilai CPUE antara lain jumlah trip penangkapan, jumlah anak buah kapal (ABK), jumlah umpan, ukuran kapal (GT), kekuatan mesin, dan jumlah bahan bakar. Berdasarkan analisis musim penangkapan, bulan Mei dikategorikan sebagai musim peralihan I dengan IMP sebesar 81,33%, sedangkan bulan Juni merupakan puncak musim penangkapan dengan IMP mencapai 147,61%. Penelitian ini menyarankan agar nelayan memanfaatkan musim puncak untuk meningkatkan efisiensi dan hasil tangkapan.
Persepsi Generasi Muda Terhadap Penerapan Teknologi Internet Of Things (IoT) Dalam Akuakultur: Studi Pada Mahasiswa Ilmu Perikanan ITA APRIANI
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v4i1.4886

Abstract

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) dalam bidang akuakultur menawarkan potensi besar dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas perikanan. Namun, adopsi teknologi ini sangat bergantung pada persepsi generasi muda, khususnya mahasiswa perikanan sebagai calon praktisi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi generasi muda khususnya mahasiswa perikanan terhadap penerapan teknologi IoT dalam akuakultur menggunakan kerangka teori Technology Acceptance Model (TAM). Survei dilakukan terhadap 478 mahasiswa Ilmu Perikanan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang mencakup tiga konstruk: Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), dan Behavioral Intention (BI). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor PU sebesar 4,003±0,541, PEOU sebesar 3,555±0,525, dan BI sebesar 3,749±0,549, yang mengindikasikan persepsi positif. Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach's alpha PU sebesar 0,874, PEOU sebesar 0,854, dan BI sebesar 0,880, yang menunjukkan konsistensi internal yang tinggi. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif signifikan antara PU–BI (r = 0,553), PEOU–BI (r = 0,592), dan PEOU–PU (r = 0,407). Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa perikanan memiliki persepsi positif terhadap teknologi IoT dalam akuakultur dan niat yang kuat untuk menggunakannya dalam praktik perikanan di masa depan.
Analisis Hubungan Panjang-Berat Induk Oreochromis Niloticus Strain Jica Sebagai Dasar Pengelolaan Induk Dalam Sistem Budidaya Febrina Rolin; Muhamad Idris Arsandi
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v4i1.4889

Abstract

Hubungan panjang–berat merupakan parameter penting dalam biologi perikanan yang digunakan untuk menggambarkan pola pertumbuhan dan kondisi fisiologis ikan, serta menjadi dasar dalam pengelolaan induk pada kegiatan akuakultur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang–berat induk ikan nila JICA (Oreochromis niloticus) berdasarkan parameter panjang total (TL), panjang standar (SL), dan bobot tubuh (BW), serta membandingkan pola pertumbuhan antara ikan jantan dan betina. Sampling dilakukan terhadap 20 ekor induk ikan nila yang terdiri atas 10 ekor jantan dan 10 ekor betina yang dipelihara di unit keramba jaring apung (KJA) BPBAT Sungai Gelam. Analisis hubungan panjang–berat menggunakan model allometrik W = aLᵇ yang ditransformasi ke bentuk logaritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien pertumbuhan (b) berdasarkan panjang total (TL) sebesar 0,557 (R² = 0,158) pada induk betina dan 2,287 (R² = 0,735) pada induk jantan. Berdasarkan panjang standar (SL), nilai b sebesar 0,435 (R² = 0,143) pada betina dan 2,324 (R² = 0,742) pada jantan. Seluruh nilai b < 3 menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, di mana pertambahan panjang tubuh lebih dominan dibandingkan pertambahan bobot. Nilai R² yang lebih tinggi pada induk jantan mengindikasikan hubungan panjang–berat yang lebih kuat dibandingkan betina, yang diduga berkaitan dengan perbedaan alokasi energi antara pertumbuhan somatik dan perkembangan reproduksi. Informasi ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar seleksi dan pengelolaan induk guna meningkatkan efisiensi produksi benih pada sistem budidaya ikan nila.
Indeks Potensi Hasil Tangkapan Purse Seine Berbasis Fase Bulan, Suhu Permukaan Laut, dan Klorofil-a di Perairan Biak Numfor Muhammad Sobri Maulana; Dwitia Pratiwi; Arditya Prayogi
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v4i1.4892

Abstract

Penelitian ini menyusun model prediksi relatif hasil tangkapan purse seine di perairan Biak Numfor dengan mengintegrasikan tiga pengendali utama, yaitu fase bulan, suhu permukaan laut (SST), dan klorofil-a. Studi ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian Biak Numfor yang menghubungkan faktor oseanografi dan fase bulan secara simultan, sementara penelitian lokal yang tersedia masih dominan pada desain alat tangkap, pemetaan zona penangkapan potensial, atau variabilitas parameter oseanografi secara terpisah. Data yang digunakan merupakan data sekunder representatif: seri SST bulanan diharmonisasi dari klimatologi Cenderawasih, seri klorofil-a bulanan disusun dari variabilitas klorofil-a Cenderawasih, dan skor fase bulan dihitung dari kalender lunar 2024 dengan pembobotan peluang malam gelap. Model keluaran dinyatakan sebagai Indeks Potensi Hasil Tangkapan (IPHT) skala 0–100. Hasil menunjukkan bahwa bulan dengan IPHT tertinggi adalah April (94.2), Juni (94.2), dan Maret (94.0), diikuti Agustus (88.0) serta Mei–Juli (87.8–86.7). Bulan dengan nilai terendah adalah November (30.1) dan Oktober (49.4), terutama karena kesesuaian SST yang rendah ketika suhu melampaui ambang optimum model. Secara umum, jendela penangkapan yang paling prospektif berada pada akhir musim barat hingga musim peralihan dan awal musim timur. Meskipun belum menggunakan data hasil tangkapan aktual per trip, model ini berguna sebagai kerangka awal untuk perencanaan operasi penangkapan, penentuan waktu melaut, serta dasar pengembangan model prediksi yang lebih kuat berbasis logbook, citra satelit piksel aktual, dan validasi lapangan.
Komposisi Hasil Tangkapan Utama Dan Sampingan Pancing Tonda Yang Berpangkalan Di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus, Padang Rosi Rahayu; Ricky Winrison Fuah
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v4i1.4893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan utama dan tangkapan sampingan pada perikanan pancing tonda yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui pendekatan survei lapangan. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap hasil tangkapan, wawancara dengan nelayan, serta dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan instansi terkait. Analisis data meliputi komposisi hasil tangkapan, proporsi tangkapan utama dan sampingan, serta identifikasi spesies dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan didominasi oleh ikan pelagis besar, terutama tuna dan cakalang. Proporsi tangkapan utama mencapai 97%, sedangkan tangkapan sampingan hanya sebesar 3%, yang menunjukkan tingkat selektivitas alat tangkap yang sangat tinggi. Spesies dominan adalah tuna (57,13%) dan cakalang (39,99%), yang secara kumulatif mencapai sekitar 97% dari total hasil tangkapan. Tangkapan sampingan seperti lemadang, tenggiri, dan tongkol memiliki kontribusi yang relatif kecil. Hasil ini menunjukkan bahwa pancing tonda merupakan alat tangkap yang efisien dan ramah lingkungan, namun tetap memerlukan pengelolaan yang berkelanjutan untuk menjaga kelestarian sumber daya ikan pelagis.
Hubungan Efisiensi Penerbitan Surat Laik Operasi dan Hasil Tangkapan Kapal Perikanan di Wilayah Stasiun PSDKP Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur: Relationship between the Efficiency of Issuing Operation Worthiness Certificate and the Catch Yields of Fishing Vessels in the Area of the Kupang PSDKP Station, East Nusa Tenggara Province ange vince
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v4i1.4896

Abstract

Surat Laik Operasi (SLO) merupakan salah satu instrumen dalam pengawasan perikanan sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 23 Tahun 2021. Penelitian dimulai tanggal 4 Fabruari sampai dengan 4 Juni 2025, bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efisien penerbitan SLO di stasiun PSDKP Kupang (NTT) dengan hasil tangkapan ikan kapal perikanan. Metode yang digunakan berupa observasi langsung dan wawancara, dan analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan, Surat Laik Operasi dan produksi ikan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan nilai korelasi sebesar 0,735. Hal ini membuktikan bahwa semakin banyak kapal yang mengurus SLO, maka semakin besar kontribusinya pada peningkatan produksi perikanan. SLO berperan penting dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasi kapal perikanan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan produksi perikanan. Dengan standarisasi kelaikan yang ketat, kapal dapat beroperasi secara optimal, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan volume produksi perikanan. Prosedur penerbitan SLO di stasiun PSDKP Kupang bersifat ringkas dan sederhana, efisien. Jumlah penerbitan SLO pada stasiun PSDKP Kupang tahun 2024 berfluktuasi sesuai kondisi cuaca yang mempengaruhi aktivitas penangkapan ikan oleh kapal perikanan. Kapal dengan ukuran menengah (antara 10–20 GT) mendominasi penerbitan SLO, sementara kapal dengan ukuran sangat kecil (<5 GT) dan sangat besar (>30 GT) menunjukkan jumlah yang relatif sedikit. Sistem perikanan tangkap di NTT didominasi oleh kapal menengah sebagai tulang punggung kegiatan operasional.
Analisis Kualitas Air Berdasarkan Parameter Fisika di Sungai Klawing, Purbalingga Sahda Salsabila; Indah karunia putri; Teuku Junaidi; I Gede Suweda Anggana Putera; Fidia Indah Rizkiana; saprudin saprudin; Talitha Putri Windiarta; Taufik Budhi Pramono; Sawitania Christiany Dwi Utami Boru Situmorang; Rizka Helisia Putri
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v4i1.4903

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Kualitas Air Berdasarkan Parameter Fisika di Sungai Klawing, Purbalingga. Sungai Klawing memiliki peran vital bagi masyarakat namun rentan terhadap tekanan aktivitas antropogenik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi aktual kualitas air berdasarkan parameter fisika (Suhu, TDS, dan TSS) serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan Baku Mutu Air Nasional PP No. 22 Tahun 2021. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan (hulu, tengah, dan hilir) yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu perairan berkisar antara 26°C–31°C dan nilai TDS berkisar antara 96–124 mg/L; kedua parameter ini statusnya masih memenuhi baku mutu Kelas III. Namun, parameter TSS menunjukkan nilai yang bervariasi antara 82–252 mg/L. Bagian hulu tercatat masih memenuhi baku mutu, sedangkan bagian tengah dan hilir dinyatakan tidak memenuhi baku mutu karena nilai TSS telah melampaui ambang batas maksimum 100 mg/L. Terjadi degradasi kualitas air dari hulu ke hilir akibat tingginya beban pencemaran padatan tersuspensi.