cover
Contact Name
Muladi Putra Mahardika
Contact Email
muladimahardika@yahoo.com
Phone
+6285327061300
Journal Mail Official
parapemikir@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Jalan Mataram No 9 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : 10.30591
Core Subject : Health, Science,
Parapemikir journals based on the results of research in the field of Pharmacy science and community covering Social Behavior and Pharmacy Administration including Pharmacy, Biopharmaceuticals, Drug Submission Systems, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Microbiology and Biotechnology Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry , Pharmaceutical Chemistry, Biological Pharmacy, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicine, Pharmacy Management, Farmakoekonomi, Farmakoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policy.
Articles 367 Documents
IMPLEMENTASI STRATEGI BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) PADA OBAT BEBAS DI APOTEK “NURBUNDA” DARI PERSPEKTIF ETIKA KEFARMASIAN Rosaria Ika Pratiwi; Sari Prabandari
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v7i1.740

Abstract

Strategi pemasaran yang digunakan sebagai acuan adalah bauran pemasaran (marketing mix).Bauran pemasaran (marketing mix) adalah sekumpulan kegiatan yang saling berhubungan, disusundengan tujuan untuk mengetahui kebutuhan konsumen, mengembangkan barang yang dibutuhkan,menentukan harganya, mendistribusikan, dan mempromosikannya. Elemen bauran pemasaran (marketingmix) terdiri dari 4 hal, antara lain : product (produk), price (harga), place (tempat), promotion (promosi).Dunia bisnis tidak lepas dari kegiatan pemasaran, begitu pula pada penjualan obat di apotek, memberikandampak positif bagi upaya peningkatan profit dan perbaikan mutu pelayanan. Jenis penelitian yangdigunakan ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan secaradeskriptif-normatif untuk mencari kesesuaian antara teori etika kefarmasian dengan penerapan strategibauran pemasaran (marketing mix) pada manajemen pemasaran farmasi Apotek X. Data yang diperlukandalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dengan menggunakan teknik pengumpulan datamelalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data ini dikumpulkan dari berbagai sumber baiklangsung maupun tidak langsung dan disajikan dalam bentuk tulisan kemudian dilakukan analisis. Datadideskripsikan dalam konsep bauran pemasaran (marketing mix) serta penerapannya pada Apotek X,kemudian dikorelasikan teori dan penerapannya dalam bentuk tinjauan umum dalam perspektif etikakefarmasian. Dari segi product, pengadaan (pembelian) obat bebas dilakukan melalui distributor atauPedagang Besar Farmasi (PBF) yang telah memenuhi kualifikasi serta pengaturan display Apotek “X”menggunakan konsep first in first out (FIFO) dan first expired first out (FEFO). Dari segi price hargayang diterapkan oleh Apotek “X” adalah menjual produk dengan harga yang dapat dijangkau olehmasyarakat sekitar dengan kualitas tinggi. Dari segi place, produk obat bebas diletakkan di bagian depandengan penataan display yang mudah dilihat dan menarik minat konsumen sehingga memberikankemudahan dalam proses distribusi produk obat bebas kepada konsumen. Dari segi promotion, melaluibeberapa cara antara lain : leaflet, media sosial online, radio, dan menjadi sponsor dalam kegiatan baktisosial.Bauran pemasaran ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 73 Tahun 2016Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.Kata kunci : Bauran Pemasaran (marketing mix), Obat Bebas, Etika Kefarmasian
Penentuan Kadar Fenol Total Dan Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Herba Pegagan (Centella asiatica L. Urban) Dan Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa(Scheff.) Boerl.) Purgiyanti Purgiyanti; Anny Victor Purba; Hendig Winarno
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v8i2.1395

Abstract

Many diseases that were originally caused by free radicals, so that free radicals and antioxidants observed extensively in the world of health. Gotu kola herb and fruit Mahkota Dewa were supposed to have antioxidant activity that can reduce the activity of free radicals. The purpose of this study was to determinethe total phenol content and the antioxidant activity of the combination of herbal extracts of Gotu kola (Centella asiatica L. Urban) and Mahkota Dewa fruit (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) Gotu kola herb extracts and Mahkota Dewa fruit extracts obtained by maceration using ethanol 70% with the ratio between crude drug powder and solvent was 1: 5. The antioxidant activity was determined by DPPH (2,2-diphenyl-1 picrylhydrazyl). Total phenol content was determined using UV-Vis spectrophotometry reagent Folin- Ciocalteau the results expressed in gallic acid equivalents (mg GAE / 100 g extract). The result shows that the combination of the ethanol extract of Centellaasiatica herb and Mahkota Dewa fruit in the ratio of 1: 1 has a total phenol content of 3.67 mg GAE / 100 g of extract and active as an antioxidant with IC50 value of 67.07 mg / mL, and vitamin C as active comparison as an antioxidant with IC50 value of 8.81 mg / mL. This study shows that a combination of herbal extracts between Gotu Kola and MahkotaDewa have potentials as natural antioxidants.Keywords— Gotu Kola herb, Mahkota Dewa fruit, total phenols, Folin-Ciocalteau,DPPH
PENGARUH KONSENTRASI BASIS ADEPS LANAE TERHADAP SIFAT FISIK KRIM REBUSAN MENIRAN (Phylanthus urinaria, Linn) Heni Purwatiningrum; Heru Nurcahyo; Aldi Budi Riyanta
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v4i2.294

Abstract

Meniran (Phylanthus urinaria, Linn) merupakan tanaman herbal yang sangat bermanfaat bagi kesehatan,diantaranya berfungsi sebagai antiradang, penghilang nyeri (analgesik), dan melancarkan sirkulasimeridian dan darah. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruhkonsentrasi basis adeps lanae terhadap sifat fisik krim rebusan meniran dan mengetahui konsentrasi basisadeps lanae yang paling baik terhadap sifat fisik krim rebusan meniran (Phylanthus urinaria, Linn).Peneletian ini dilakukan di Laboratorium Farmasetika PoliTeknik Harapan Bersama Tegal. Hasil daripenelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa krim yang dibuat merupakan krim bertipe M/A danmempunyai pH 6. Krim yang diperoleh kemudian dilakukan uji sifat fisiknya meliputi organoleptik,homogenitas, pH , daya sebar, daya lekat,dan daya proteksi, lalu dianalisis dengan menggunakan metodestatistik anova satu arah dan uji t-test. Dari hasil metode statistik anova satu arah dan uji t-testmenunjukan pada masingmasing formula bahwa F hitung F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Halini menunjukan ada pengaruh konsentrasi basis adeps lanae terhadap sifat fisik krim rebusan meniran(Phylanthus urinaria, Linn). Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian dapat disimpulkan bahwabasis adeps lanae dengan konsentrasi 5% , 10%, dan 15% memiliki perbedaan yang bermakna terhadapsifat fisik krim minyak sereh, formula I dengan konsentrasi adeps lanae 5 % memiliki hasil yang palingbaik sebagai basis krim minyak sereh.Kata kunci : Adeps lanae, Meniran (Phylanthus urinaria, Linn), krim, sifat fisik dan evaluasi sediaan.
GAMBARAN MEDICATION ERROR (ME) PADA PENGOBATAN GASTRITIS PASIEN RAWAT INAP KLINIK PRATAMA AL MADINAH DI KABUPATEN BREBES Putri, Anggy Rima; Sari, Meliyana Perwita
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v7i2.984

Abstract

Gambaran dan persentase kejadian medication error yang terjadi pada pasien gastritis  rawat inap di klinik pratama Al Madinah Brebes. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan gambaran dan persentase kejadian medication error pasien gastritis rawat inap di Klinik Pratama Al Madinah Brebes. Penelitian ini merupakan penelitian observasi deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional pada pasien gastritis rawat inap. Pengambilan data dilakukan dengan mengumpulkan data pasien secara prospektif. Persentase Kejadian medication error pada pengobatan pasien gastritis  rawat inap di Klinik Pratama Al Madinah adalah sebanyak 5  dari 27 (18,52%)  pasien yang mengalami medication error. Dari 5 pasien yang mengalami kejadian ME, 2 diantaranya disimpulkan  mengalami ME terkait pemberian metoklopramide pada geriatri (kontraindikasi), 2 diantaranya lagi adalah terjadi kesalahan dalam pemberian sukralfat yang berbarengan dengan obat ranitidin, serta 1 ME yang terjadi lagi adalah pemberian dexamethasone (golongan kortikosteroid) pada penderita gastritis
PENGARUH BASIS SALEP HIDROKARBON, SERAP DAN KOMBINASI TERHADAP SIFAT FISIK SALEP EKSTRAK MASERASI DAUN PEPAYA (Folium papaya) Dian Ayu Ismawati Rositha
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v2i3.55

Abstract

Daun Pepaya (Folium  papaya ) merupakan salah satu tanaman obat yang dapat digunakan sebagai pengobatan jerawat. Salep adalah sediaan setengah padat, ditujukan untuk pemakaian topical pada kulit atau selaput lendir. Basis salep merupakan komponen terbesar yang sangat menentukan kecepatan pelepasan atau aksi dari obat, sehingga akan mempengaruhi khasiat atau keberhasilan terapi. Pada penelitian ini, ekstrak daun pepaya yang didapatkan menggunakan metode maserasi dengan pelarut alkohol 70%.Hasil penelitian ekstrak maserasi daun pepaya yang didapatkan berwarna hijau pekat dengan berat ekstrak 88,02g dengan rendemen 35,20%.Dari analisis One-Way Anova diperoleh F hitung F tabel yaitu daya sebar 50g sebesar 55,180 5,143253, daya sebar 100g sebesar 105,958 5,143253, daya lekat sebesar 106,206 5,143253. Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, menunjukan bahwa ada pengaruh penggunaan basis salep hidrokarbon, serap dan kombinasi terhadap sifat fisik salep maserasi daun pepaya (Folium papaya ).Kata kunci : Daun pepaya, Maserasi, Ekstrak daun pepaya, Salep, Basis Salep, Sifat Fisik Salep.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Masker Gel Peel-Off Sari Buah Mangga Cengkir (Mangifera Indica L.) Sebagai Antioksidan Untuk Menutrisi Kulit Wajah Erna Wati
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i2.2773

Abstract

Masker wajah peel-off merupakan salah satu jenis masker wajah yang memiliki keunggulan dalam penggunaanya yaitu dapat dengan mudah dilepas atau diangkat seperti elastis membran. Jenis penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung dalam sari buah mangga cengkir kemudian memformulasikannya dalam bentuk sediaan masker gel peel-off serta mengetahui karakterisasi fisiknya melalui evaluasi sediaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan fitokimia yang dilakukan, diketahui bahwa sari buah mangga senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan berupa senyawa flavonoid dan saponin. Selain itu buah mangga juga mengandung vitamin A, vitamin C dan vitamin E yang mampu menutrisi kulit.Sari buah mangga dibuat dengan menghaluskan daging buah dengan cara diblender kemudian disaring dan ditambahkan natrium metabisulfit 0, 1% sebagai antioksidan kemudian dipekatkan di atas penangas air. Masker gel peel-off dibuat dengan basis PVA dan HPMC dengan konsentrasi sari buah mangga sebesar 10%, 20%, dan 30%. Karakteristik fisik masker gel peel-off dilihat berdasarkan pengamatan secara organoleptis, homogenitas, pH, dan waktu kering. hasil Berdasarkan penelitian yang dilakukan, sari buah mangga dapat dirumuskan sebagai masker gel peel-off. Masker dengan konsentrasi sari buah mangga sebesar 30% yang terdapat dalam F3 merupakan formulasi paling baik dibandingkan formula lainnya.Hal itu disebabkan formula 3 memiliki warna yang paling menarik, tekstur yang tidak terlalu kental sehingga mudah diaplikasikan serta homogen. Selain itu pH sediaan masker ini yaitu 7 dan sediaan mengering lebih cepat dibandingkan formula lain yaitu pada menit ke 17.50. 
Pengaruh Iradiasi Dan Penyimpanan Terhadap Kualitas Sifat Fisiko-Kimia Tepung Ketan Hitam Novriyanti Lubis; Idrus Kadir; Erina Aenia Farhatun
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v10i1.2103

Abstract

Tepung ketan hitam merupakan tepung yang terbuat dari beras ketan hitam yang dapat digunakan untuk mengurangi ketergantungan impor tepung terigu. Pengaruh iradiasi gamma dosis sedang dengan sumber radiasi 60Co dan penyimpanan selama satu bulan terhadap kualitas sifat fisiko-kimianya telah diteliti. Tepung ketan hitam tanpa iradiasi, diiradiasi dengan dosis 5 kGy, dan 7 kGy dikemas dengan bahan kemasan LDPE. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik rancangan acak lengkap faktorial.  Dengan lama peyimpanan 0 Hari dan 30 hari. Berdasarkan hasil penelitian tidak terdapat pengaruh dosis iradasi, lama penyimpanan dan interaksi antara dosis iradiasi dengan penyimpanan terhadap parameter organoleptik, kadar air, kadar abu, aktivitas air dan derajat putih, dan memberikan pengaruh untuk  parameter pH, viskositas, dan kadar pati terhadap kualitas dari tepung ketan hitam. 
FORMULASI DAN EVALUASI SABUN PADAT ANTIOKSIDAN EKTRAK MASERASI KULIT BUAH PISANG KEPOK(Musa normalis L) Rosaria Sari; Aldi Budi Riyanta; Anggun Setya Wibawa
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v6i2.587

Abstract

Sekarang ini semakin banyak orang tertarik menggunakan sabun herbal karena sifat bioaktifsenyawa yang terkandung di dalamnya.Sabun herbal sebagai sabun alami dibuat dengan mencampurkan ekstrak tanaman herbal. Kulit pisang kepok (Musa normalis L) sebagai salah satutanaman mengandung antioksidan, senyawa vit c , flavonoid,dan serotonin. Berdasarkan aneka manfaat kulit pisang kepok dan mudah diperoleh maka dilakukan kajian tentang pemanfaatan pembuatan sabun dan efektivitas antioksidan yang terkandung dalam kulit pisang.Pembuatan sabun dilakukan dengan menerapkan reaksi saponifikasi menggunakan bahan dasar minyak kelapa, NaOH, dan ekstrak kulit pisang kepok. Sabun dibuat dengan kadar asam stearat yang berbeda-beda yaitu 5%, 15%,  dan 20%. Kualitas sabun diuji menurut standar mutu sabun mandi SNI No.06-3532-1994, uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan melakukan perhitungan persen penghambat 2.2- diphenyl-1-picryl-hydrazyl (DPPH). Hasil kajian menunjukkan bahwa sabun herbal dengan bahan dasar minyak kelapa, minyak jarak, asam stearat larutan NaOH 35%, dan ekstrak kulit pisang kepok memenuhi standar mutu sabun mandi SNI No. 06-3532-1994.Kata kunci: ekstrak kulit pisang kepok (Musa normalis), saponifikasi, aktivitas antioksidan
SIX SIGMA UNTUK PERBAIKAN LAYANAN RESEP DI RS X KOTA SEMARANG Sri Suwarni; Metrikana Novembrina
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v8i1.1330

Abstract

Six sigma is an improvement method that focuses on output quality improvement free from defects and important value for customers. Based on pharmacy service standards at the Hospital, that at each stage of the prescription service flow, efforts were made to prevent the occurrence of medication errors. The purpose of this study was to determine the performance of prescription services in outpatient pharmacy installations by calculating potential medication error events analyzed with Six Sigma used to determine the priority of quality improvement output, namely a decrease in defects in prescription services. observational descriptive research design, the population of this study were outpatient pharmacy patients, sampling techniques with probability sampling method. The sample in this study were 150 recipes. Using the instrument, check the observation sheet for counting medication errors. There are 5 stages of problem solving in the Six Sigma method, they are define, measure, analyze, analyze, and control. The value of the service performance prescription value, yield = 92.98%, defect = 6.54%, meaning that the service performance of prescription of RSI Sultan Agung outpatient pharmacy unit which still gives the opportunity for the emergence of medication error is 6.54%. If the sigma 2.146 is still needed an improvement in the performance of prescription services. Calculated sigma levels are priority improvements in the phase of clinical prescribing, pharmacy prescribing, administrative prescribing, transcribing, and dispensing to improve patient safety
TANAMAN OBAT KELUARGA Nurniswati Nurniswati
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v3i2.216

Abstract

Indonesia dikenal sebagai gudangnya tanaman obat sehingga mendapat julukan live laboratory. Sekitar 30.000 jenis tanaman obat dimiliki Indonesia. Dengan kekayaan flora tersebut, tentu Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan produk herbal yang kualitasnya setara dengan obat modern. Akan tetapi, sumber daya alam tersebut belum dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat. Baru sekitar 1200 species tanaman obat yang dimanfaatkan dan diteliti sebagai obat tradisional. Beberapa spesies tanaman obat yang berasal dari hutan tropis Indonesia justru digunakan oleh negara lainPenyuluhan tanaman obat keluarga dilaksanakan dengan tujuan memberikan ketrampilan kepada masyarakat tentang pentingnya obat yang disediakan oleh alam dalam bentuk tanaman herbal. Telah dilaksanakan penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami dan mampu menggunakan tanaman herbal sebagai obat atau jamu bagi keluarganya.Kesimpulan hasil pelatihan adalah telah terjadi peningkatan pemahaman dalam menanam, memelihara dan memanfaatkan tanaman disekitar rumah sebagai obat herbal.Kata kunci : Toga, Obat Herbal, Jamu

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 1 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi More Issue