cover
Contact Name
Muladi Putra Mahardika
Contact Email
muladimahardika@yahoo.com
Phone
+6285327061300
Journal Mail Official
parapemikir@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Jalan Mataram No 9 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : 10.30591
Core Subject : Health, Science,
Parapemikir journals based on the results of research in the field of Pharmacy science and community covering Social Behavior and Pharmacy Administration including Pharmacy, Biopharmaceuticals, Drug Submission Systems, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Microbiology and Biotechnology Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry , Pharmaceutical Chemistry, Biological Pharmacy, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicine, Pharmacy Management, Farmakoekonomi, Farmakoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policy.
Articles 343 Documents
REVIEW : AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK DAN HIPOLIPIDEMIK EKSTRAK PEPAYA ( Carica papaya Linn ) TERHADAP TIKUS DIABETES YANG DI INDUKSI OLEH ALOKSAN DAN GLIBENKLAMID Sukmawati, Sukmawati; Susilawati, Yaswinar; Milanda, Tiana
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v7i2.986

Abstract

Diabetes adalah gangguan metabolisme pada tubuh disebabkan abnormalitas sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya, yang ditandai dengan gangguan  metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Satu satu tumbuhan obat yang memiliki aktivitas antihiperglikemik dan hipolipidemikadalah pepaya(CaricapapayaLinn).Dari hasil review beberapa artikel diketahui bahwa ekstrak air  biji pepaya. ekstrak air daun  pepaya dan ekstrak metanol kulit batang pepaya menunjukkan adanya aktivitas antihiperglikemik. Waktu  penelitian bervariasi selama 21 dan 30 hari, menggunakan tikus yang diinduksi oleh aloksan dan glibenklamid. Dosis efektif pada pengujian ekstrak air biji pepaya dan ekstrak daun pepaya adalah   400 mg/kg bb, sedangkan dosis efektif pada ekstrak metanol kulit batang pepaya adalah 500 mg/kg bb
PENGARUH CMC, KARBOMER DAN TRAGAKAN SEBAGAI SUSPENDING AGENT TERHADAP SIFAT FISIK SUSPENSI METRONIDAZOL Etti Yuliana
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v2i4.60

Abstract

AbstrakKarboksimetilselulosa (CMC), karbomer dan tragakan merupakan golongan derivat selulosa, polimer sintetik dan polisakarida yang dapat digunakan sebagai suspending agent. Permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah apakah karboksimetilselulosa (CMC), karbomer dan tragakan dengan masing – masing konsentrasi 1% mempunyai pengaruh terhadap sifat fisik suspensi metronidazol dan suspending agent manakah yang memiliki pengaruh paling baik sebagai pensuspensi terhadap sifat fisik suspensi metronidazol.Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmasetika PoliTeknik Harapan Bersama Tegal. Suspensi yang akan dibuat menggunakan zat aktif metronidazol. Metode yang digunakan dalam pembuatan sediaan suspensi adalah metode dispersi. Sediaan suspensi dibuat sebanyak 3 botol masing – masing 60 ml. Ketiga sediaan yang dibuat dilakukan pengamatan terhadap sifat fisik organoleptik, pH, bobot jenis, viskositas dan sedimentasi.Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukan bahwa ketiga zat pensuspensi yang digunakan memberikan sifat fisik suspensi metronidazol yang berbeda. Dari ketiga formula yang dibuat menunjukkan bahwa formula III yang menggunakan suspending agent tragakan menunjukkan hasil yang paling berpengaruh dibandingkan dengan formula yang menggunakan suspending agent CMC dan Karbomer, dilihat dari uji bobot jenis dan uji viskositasnya. Hasil uji organoleptik untuk Formula I, Formula II dan Formula III menghasilkan bentuk yang seragam yaitu bentuk cair kental, berwarna orange, mempunyai bau khas jeruk dan berasa manis. Hasil pH untuk semua formula adalah 6. Untuk uji bobot jenis dari Formula 1 sebesar 1,10 g/ml, Formula 2 sebesar 1,09 g/ml dan untuk Formula 3 sebesar 1,20 g/ml. Hasil uji viskositas untuk Formula 1 sebesar 129,50 cp, Formula 2 sebesar 95,60 cp dan untuk Formula 3 sebesar 198,59 cp, sedangkan untuk hasil uji sedimentasi untuk Formula I adalah 0,62, untuk Formula II yaitu 0,84 dan untuk hasil sedimentasi Formula III adalah 0,91.Kata Kunci : Karboksimetilselulosa (CMC), Karbomer Dan Tragakan, Suspensi Metronidazol, Sifat Fisik Suspensi.
PENGARUH SUHU TERHADAP DAYA SIMPAN BISKUIT COKLAT FERMENTASI BEKATUL Dewi Rachmawati; Aldi Budi Riyanta; Joko Santoso
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i2.5145

Abstract

Produksi padi di Indonesia adalah sekitar 47 juta ton per tahun akan menghasilkan bekatul sekitar 2,5 juta ton. Kandungan nutrisi yang terdapat di bekatul yang berkualitas baik antara lain protein, pati, lemak, dan serat kasar berpotensi dijadikan pangan olahan. Nutrisi didalam bekatul perlu dilakukan peningkatan dengan fermentasi untuk kemudian diolah menjadi biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh suhu terhadap daya simpan biskuit fermentasi coklat bekatul. Metode penelitian daya simpan pada biskuit coklat bekatul menggunakan tiga suhu yang berbeda yaitu pada suhu dingin (-5oC-5oC), suhu ruang (25-35oC) dan suhu hangat (40-50oC) dan  diamati berdasarkan sifat organoleptiknya selama 90 hari. Daya simpan biscuit F20, F21, F22 dan F23 pada suhu dingin dan ruang bertahan hingga 90 hari dengan tidak ditemukannya jamur yang tumbuh pada biskuit selama pengujian berlangsung. Sedangkan daya simpan biskuit pada suhu hangat hanya bertahan selama 42 hari dengan ditemukannya jamur yang tumbuh pada biskuit. Analisa sifat fisik biskuit yaitu kadar abu dan kadar air menggunakan metode gravimetri. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa daya simpan biskuit pada penyimpanan suhu dingin dan ruang berpengaruh lebih lama dibandingkan pada suhu hangat.
Karakteristik Pasien Jantung Koroner dengan Komorbit di Rumah Sakit X Cilacap Periode 2019-2020 Mika Tri Kumala Swandari
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i3.3614

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan penyakit katastropik yang tingkat kejadiannya terus meningkat setiap tahun dan pengobatannya membutuhkan biaya yang besar. Biaya pengobatan merupakan komponen biaya terbesar pada terapi PJK, maka pengaruh biaya pengobatan menjadi penting untuk dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  profil penggunaan obat, profil biaya pengobatan, hubungan biaya pengobatan, dan pengaruh biaya pengobatan  dengan jumlah penggunaan obat kardiovaskular pada pasien PJK di instalasi rawat jalan RS X periode bulan 2019 dan 2020. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap 55 di tahun 2019 dan 139 ditahun 2020. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien PJK tahun 2019 menunjukkan jumlah pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan yaitu 92,7%, jumlah pasien terbanyak pada kelompok usia 56 – 65 tahun sebanyak 63,6%. Penyakit hipertensi merupakan penyakit penyerta terbanyak yaitu 51,0%. Karakteristik pasien PJK tahun 2020 menunjukkan jumlah pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan yaitu 57,6% dan jumlah pasien terbanyak pada kelompok usia 56 – 65 tahun 43,9%. Penyakit hipertensi merupakan penyakit penyerta terbanyak yaitu 50,4%.
FORMULASI LIP BALM EKSTRAK ETANOL BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack)) DAN UJI STABILITAS MENGGUNAKAN METODE FREEZE AND THAW Yahdian Rasyadi
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v10i2.2505

Abstract

Bibir membutuhkan perlindungan agar kelembabannya tetap terjaga. Bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) memiliki potensi antioksidan yang dapat digunakan sebagai bahan aktif pada kosmetik untuk bibir. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan lipbalm yang mengandung ekstrak etanol bunga kecombrang masing-masingnya 0%(F0), 0,5%(F1), 1%(F2), dan 1,5%(F3) dan melihat stabilitasnya. Evaluasi sediaan lipbalm meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, suhu lebur, dan uji stabilitas. Hasil evaluasi organoleptis menunjukkan bentuk setengah padat dan bau strawberry untuk F0, F1, F2, F3, warna putih (F0), warna oranye tua (F1), warna oranye muda (F2), warna pink (F3). Hasil uji homogenitas menunjukkan F0, F1, F2, dan F3 homogen. Hasil uji pH menunjukkan pH 4,83(F0), 3,95(F1), 3,79(F2), 3,72(F3). Hasil uji titik lebur menunjukkan 54oC(F0), 60oC(F1), 60oC(F2), 62oC(F3). Hasil uji stabilitas menunjukkan F0, F1, F2, F3 stabil karena tidak memisah pada suhu kamar dan suhu ekstrim selama penyimpanan 6 minggu. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bunga kecombrang dapat diformulasikan sebagai sediaan lip balm dan stabil selama penyimpanan 6 siklus.
Formulasi Spray Gel Ekstrak Daun Pandan Wangi Sebagai Antiseptik Tangan Metha Anung Anindhita; Nila Oktaviani
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v9i1.1503

Abstract

Spray gel as an alternative to hand washing soap. Pandan wangi leaves are efficacious as antiseptics. This study aimed to obtain a good formulation of spray gel pandan wangi leaves extract and efficacious as an antiseptic. The method used in this study was to compare the concentration of Hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) on three formulas including 0,5%; 1,5%; and 2,5%. The formulas was tested for their physical properties to determine the best formula and will be tested for physical stability at room temperature (28o±2oC) for 4 weeks and followed by testing the effectiveness of antibacterials. The result showed that formula I (0,5% HPMC concentration) was the best formula. This formula fulfills all the criteria for good physical properties. The formula I was stable at room temperature and has effectiveness against Staphylococcus aureus. This study is the basic experiment for development of spray gel prparations with active substances derived from natural ingredientsKeywords : mspray gel, Pandanus amaryllifolius, Roxb. extract, anseptic
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK DAUN PARE METODE KOMPLEKS KOLORIMETRIDENGAN PENGUKURAN ABSORBANSI SECARA SPEKTROFOTOMETRI Agung Nur Cahyanta
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v5i1.318

Abstract

Secara empiris daun pare (Momordicacharantia) sangat berpotensi untuk dijadikan sediaan obattradisional. Untuk itu perlu dikembangkan metode standardisasi sediaan obat tradisional, salah satunyaadalah dengan penetapan kadar salah satu kandungan senyawa aktif dalam daun pare. Penelitiansebelumnya menyebutkan bahwa daun pare memiliki kandungan senyawa flavonoid sehingga dapatdilakukan penentuan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun pare secara kolorimetri komplementerdengan aluminium klorida untuk menentukan golongan flavon dan flavonol. Dari hasil penelitiandiperoleh kandungan flavonoid total dalam daun pare sebesar 8,30% b/b.
ANALISIS MIKROPLASTIK PADA BOTOL SUSU PLASTIK BAYI DENGAN METODA FTIR Lukky Jayadi; Anisatur Rahmah Kurniawan
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i1.3880

Abstract

Botol susu merupakan alat bantu untuk bayi atau balita dalam pemberian minum ASI atau susu formula. Penggunakan botol susu merupakan hal yang umum dilakukan karena sifat praktisnya dalam pemberian susu. Botol susu yang paling sering digunakan dan ditemukan di pasaran adalah jenis botol susu plastik, khususnya jenis Polyprophylene (PP). Dalam penggunaanya, botol susu plastik dapat menimbulkan permasalaham yang cukup membahayakan karena dapat menguraikan mikroplastik dari bahan plastik yang digunakan. Penelitian mikroplastik pada botol susu plastik masih sangat minim dilakukan. Oleh karenanya, penelitian ini ada untuk mengetahui kandungan mikroplastik jenis Polyprophylene (PP) pada botol susu plastik secara kualitatif. Penelitian didasarkan pada usia botol susu dan suhu air yang digunakan. Keberadaan mikroplastik diidentifikasi dengan menggunakan metode Spektroskopi FTIR. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah tidak ditemukan kandungan mikroplastik jenis Polyprophylene (PP) pada semua sampel. Mikroplastik tidak dapat teridentifikasi pada suhu rendah atau suhu ruang, baik pada botol susu plastik usia lama maupun usia baru. 
Ketepatan Perencanaan Antibiotik Di Puskesmas Tanon 1 Sragen Risma Sakti Pambudi
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i2.3472

Abstract

Ketersediaan obat essensial adalah salah satu kunci dalam mencapai jaminan kesehatan. Sehingga  obat esensial harus tersedia dalam jumlah dan jenis yang sesuai. Perencanaan merupakan kegiatan seleksi obat untuk menentukan jumlah serta jenis obat. Perencanaan dan pengelolaan obat yang kurang baik akan menyebabkan terjadinya penumpukan obat dan kekosongan stok obat. Antibiotik adalah jenis obat yang vital dan berhubungan dengan anggaran dana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-evaluatif dengan populasi Obat pada Lembar Pemakaiana dan Permintaan Obat (LPLPO) tahun 2019. Sampel yang digunakan adalah lima obat antibiotik dengan konsumsi tertinggi di Puskesmas Tanon 1 Sragen. Evaluasi dilakukan dengan melakukan perhitungan presentase ketepatan pemilihan obat  yaitu jumlah item obat yang ada dalam perencanaan  dibagi jumlah data yang ada dalam kenyataan selama 1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat item obat antibiotik yang belum sesuai dengan Pedoman Depkes R1 2020 dengan nilai standar ketepatan perencanaan obat 100% yaitu Amoksisilin 500 mg (93,08%), Ampicilin 1 gram (94,67)  dan Erytromycin sirup (88%).
Analisis Interaksi Obat Antihiperrtensi Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD dr.Sayidiman Magetan Isnami Nor Rohimah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v10i1.2539

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah kronik. Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena tidak memiliki tanda atau gejala, sehingga pada usia lanjut memerlukan pengontrolan tekanan darah rutin. Hipertensi memiliki potensi interaksi obat lebih tinggi pada usia lanjut dibandingkan dengan remaja dan dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penggunaan antihipertensi dan analisis interaksi obat antihipertensi pada pasien rawat inap di RSUD dr. Sayidiman Magetan.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan penelusuran data secara retrospektif terhadap rekam medis. Subyek penelitian ini tidak dilakukan penelitian karena termasuk non eksperimental. Data yang digunakan merupakan data rekam medik tahun 2020. Fenomena kesehatan pada data rekam medis dievaluasi menggunakan Ebook Drug Inteerction Facts.Hasil penelitian penggunaan antihipertensi paling umum digunakan adalah 2 kombinasi sejumlah 112 pasien (56%). Berdasarkan interaksi pada tingkat keparahan mayor dan tingkat signifikansi 1 dan 4 obat harus mendekati. Pada tingkat keparahan moderat dan signifikansi 2 menyebabkan penurunan status klinis pasien, memerlukakan terapi tambahan atau diperpanjang rawat di rumah sakit.Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah 2 kombinasi sejumlah 112 kasus (56%), interaksi obat antihipertensi berdasarkan tingkat keparahan adalah keparahan kecil sejumlah 158 kasus (48,62%) dan berdasarkan tingkat signifikansi adalah signifikansi 5 sejumlah 87 kasus (26 , 77%).

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 1 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi More Issue