cover
Contact Name
Endrizal
Contact Email
rizalpiliang84@gmail.com
Phone
+6281225197932
Journal Mail Official
Ethnography@isi-padangpanjang.ac.id
Editorial Address
https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ethno/about/editorialTeam
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ethnography
ISSN : -     EISSN : 30311616     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/ethnography
FOCUS Ethnography : Journal of Cultural Anthropology fokus menerbitkan artikel terkait isu-isu antropologi budaya dari hasil kajian riset/penelitian para akademisi, peneliti. SCOPE 1. Kajian Tradisi dan Ritual 2. Kajian Multikulturalisme 3. Kajian Gender dalam kebudayaan 4. Kajian Lingkungan dan Kebudayaan 5. Kajian Agama dan Budaya
Articles 32 Documents
Analisis Semiotika Tradisi Antuang-antuang dalam Upacara Kematian di Nagari Saok Lawe Fitria, Fitria
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 4, No 2 (2025): Etnography Juli - Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v4i2.5638

Abstract

Antuang-antuang merupakan sebuah tradisi yang terdapat di Nagari Saok Laweh, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tradisi ini dilaksanakan dalam sebuah upacara kematian yang disebut dengan manyaratuih, manyaratuih merupakan upacara kematian yang dilaksanakan pada 100 hari setelah kematian seseorang. Pada hari ke-100 tersebut biasanya juga akan dilaksanakan mando’a oleh orang alim, pemilihan tradisi antuang-antuang tergantung dengan pilihan sipangka sendiri, karena antuang-antuang dilaksanakan pada alek manangah dan alek gadang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji makna antuang-antuang sebagai sebuah tradisi dalam alek manangah dan alek gadang, menggunakan perspektif Charles Sanders Peirce. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan melakukan wawancara secara mendalam dengan narasumber dan observasi lapangan secara langsung. Tradisi Antuang-antuang memiliki  makna sebagai sedekah kepada orang alim ulama dari si Pangka yang telah melaksanakan mando’a selama 100 hari dirumahnya. Jadi Antuang-antuang merupakan sebuah tanda ucapan terimakasih yang diberikan si Pangka dari para Sumandan kepada alim ulama, dan setiap bagian antuang-antuang memiliki makna mendalam, agar setelah mengaji hari ke-100 ini kesedihan si Pangka digantikan dengan keikhlasan dan kedamaian yang masuk kerumah.
Transformasi Surau, Lapau, Dan Rantau Dalam Struktur Sosial Masyarakat Minangkabau: Studi Etnografi Di Nagari Canduang Koto Laweh Muzaki, Ahmad; Bahrudin, Ahmad; Rahmi, Hijratur
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 4, No 2 (2025): Etnography Juli - Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v4i2.5663

Abstract

Surau, lapau, dan rantau merupakan institusi budaya yang secara historis membentuk struktur sosial dan karakter laki-laki Minangkabau. Ketiga institusi ini berfungsi sebagai ruang pendidikan moral, sosial, dan kultural yang saling berkelindan dalam kehidupan masyarakat. Namun, dinamika sosial, perkembangan zaman, serta perubahan kebutuhan ekonomi telah mendorong terjadinya transformasi peran surau, lapau, dan rantau dalam masyarakat Minangkabau kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan faktor transformasi peran surau, lapau, dan rantau dalam struktur sosial masyarakat Minangkabau di Nagari Canduang Koto Laweh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan tokoh adat serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surau mengalami penyempitan fungsi dari pusat pendidikan sosial dan budaya menjadi ruang ibadah semata, lapau mengalami perubahan makna dari ruang dialektika menjadi ruang yang dipersepsikan negatif oleh sebagian masyarakat, sementara tradisi merantau mengalami perluasan subjek pelaku yang tidak lagi terbatas pada laki-laki. Transformasi ini berdampak pada perubahan pola pembentukan karakter, relasi sosial, dan pewarisan nilai budaya dalam masyarakat Minangkabau

Page 4 of 4 | Total Record : 32