cover
Contact Name
Teguh Lesmana
Contact Email
teguhcrbn131@gmail.com
Phone
+6283824046348
Journal Mail Official
edulead.bbc@gmail.com
Editorial Address
https://journal.bungabangsacirebon.ac.id/index.php/edulead/timeditor
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edulead
ISSN : 26849208     EISSN : 28296311     DOI : 10.47453
Jurnal EDULEAD dibuat sebagai sarana publikasi berbagai bentuk kegiatan ilmiah dosen dan mahasiswa khususnya hasil penelitian bidang manajemen pendidikan dan kepemimpinan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Pengelolaan Kepemimpinan Pendidikan Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi Dan Sosiologi Rohman Rohman; Neneng Komariah; Sofyan Sauri; Faiz Karim Fatkhullah
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 1 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i1.385

Abstract

Management is synonymous with management. Management is defined as the art of managing human resources so that they are willing to do work voluntarily and together achieve the goals that have been set effectively and efficiently. Referring to the expert opinion on the notion of management, not all daily activities are called management, only activities that have the following characteristics are called management, namely: 1) used for group efforts, 2) the common goals to be achieved are clearly formulated, 3) In achieving the goal, there is a unification of thoughts, feelings, will, energy, materials, tools, and space, 4) Always evaluating, 5) The achievement of goals is carried out systematically, integrated, controlled, and consistently, 6) The division of labor is regulated and detailed clearly and unequivocally. Management elements consist of people, money, goods, machines, methods and market share. Executors of management are called managers or leaders. Leadership is the ability of a leader to influence, coordinate, and move others to achieve the educational goals that have been set. Management activities are often equated with the term management. Good and correct management is actually a necessity and obligation for all elements of society in order to achieve the goals that have been determined effectively and efficiently. In Islamic teachings, it is said that all humans are leaders in the sphere of life they are living and will be responsible for whatever they lead. Leadership is the ability of leaders to influence, coordinate, and mobilize other people who have to do with the implementation and development of education to achieve educational goals effectively and efficiently. Some things that usually underlie the leadership style of education, including aspects of religion, philosophy, psychology and sociology. Educational leaders who are based on a religious foundation will manage all that is within their authority to be directed to the religious concepts they believe in while upholding tolerance. Leaders who are based on philosophy will mobilize all their components to implement the philosophy they believe in. Leaders who believe that psychology is an important thing that must be considered in all important decisions under their authority. And leaders who are based on sociology, will be sensitive to the conditions and social situations they experience, so that all management activities are directed to resolve social issues that hinder them. This study uses a type of qualitative method by referring to library research, meaning that the research is limited to existing reading references and does not directly observe conditions in the field. Abstrak Pengelolaan identik dengan manajemen. Manajemen diartikan sebagai seni dalam mengatur sumber daya manusia agar mau melakukan pekerjaan dengan sukarela dan bersama-sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan efektif dan efisien. Merujuk kepada pendapat ahli tentang pengertian manajemen, maka tidak semua kegiatan keseharian disebut manajemen, hanya kegiatan yang mempunyai ciri – ciri berikut yang disebut manajemen, yakni: 1) digunakan terhadap usaha –usaha kelompok, 2) Tujuan bersama yang ingin dicapai dirumuskan dengan jelas, 3) Dalam mencapai tujuan terdapat penyatuan pikiran, perasaan, kemauan, tenaga, bahan, alat, dan ruangan, 4) Selalu melakukan evaluasi, 5) Pencapaian tujuan dilakukan secara sistematis, terpadu, terkontrol, dan konsisten, 6) Pembagian kerja diatur dan dirinci secara jelas dan tegas. Unsur manajemen terdiri dari manusia, uang, barang, mesin, metode dan pangsa pasar. Pelaksana manajemen disebut manajer atau pemimpin. Kepemimpinan merupakan kemampuan seorang pemimpin dalam mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakkan orang lain agar Bersama-sama mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Kegiatan manajemen seringali disejajarkan dengan istilah pengelolaan. Pengelolaan yang baik dan benar sejatinya menjadi kebutuhan dan kewajiban bagi semua unsur masyarakat agar dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan efektif dan efisien. Dalam ajaran Islam, dikatakan bahwa semua manusia adalah pemimpin dalam lingkup kehidupan yang sedang dijalaninya dan akan mempertanggungjawabkan apa- apa yang dipimpinnya. Kepemimpinan merupakan kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakkan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Beberapa hal yang biasanya melandasi corak kepemimpinan Pendidikan, diantaranya aspek agama, filsafat, psikologi dan sosiologi. Pemimpin Pendidikan yang berpijak pada landasan agama akan mengelola semua yang menjadi wewenangnya untuk diarahkan pada konsep keagamaan yang diyakininya dengan tetap menjunjung tinggi toleraansi. Pemimpin yang berlandaskan filsafat akan mengerahkan seluruh komponen yang dimilikinya untuk menerapkan faham filsafat yang diyakininya. Pemimpin yang meyakini bahwasanya psikologi menjadi hal penting yang harus dipertimbangkan dalam semua keputusan penting yang menjadi wewenangnya. Dan Pemimpin yang berlandaskan sosiologi, akan peka dengan kondisi dan situasi sosial yang dialaminya, hingga semua kegiatan pengelolaan diarahkan untuk menyelesaikan isu-isu sosial yang menghambatnya. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif dengan merujuk kepada penelitian kepustakaan (library research), artinya Penelitian terbatas pada referensi bacaan yang ada dan tidak secara langsung mengamati kondisi di lapangan.
Pendidikan Karakter Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum Sekolah Dasar Di Malaysia Dan Finlandia EKO MULYANA BIN YUNIR
Edulead : Journal of Education Management Vol 5 No 1 (2023): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v5i1.1152

Abstract

Penelitian ini adalah benchmarking di Malaysia dan Finlandia mengenai pendidikan karakter. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dimana penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendekatan pendidikan karakter di Malaysia dan Finlandia untuk mengidentifikasi perbedaan dan kesamaan dalam pengembangan nilai-nilai karakter siswa. Pendidikan karakter memainkan peran penting dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan sistem pendidikan dasar di Malaysia dan Finlandia memiliki kesamaan kategori usia anak dan guru diberikan kebebasan untuk berkreativitas dan berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran. Perbedaannya terkait assesment kebijakan pemerintah, sarana prasarana, mutu pendidikan dan kualitas guru
MANAJEMEN PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR’AN DI MTS NURUL HUDA TIMBANG KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGAN Oman Abdurahman; Amirudin Amirudin
Edulead : Journal of Education Management Vol 2 No 2 (2020): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang;1)Manajemen Program Tahfidz Al-Qur’an di MTs Nurul Huda Timbang Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan Tahun 2020./2021, 2) Hambatan dan Solusi dari Manajemen Program Tahfidz Al-Qur’an di MTs Nurul Huda Timbang Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan. Pendekatanpenelitianinimenggunakanpenelitiandeskriptifkualitatif. Tempatpenelitian di MTs Nurul Huda Timbang, Penelitiandilakukanbulan September-Nopember 2020. SubyekpenelitianKepalaSekolah, Ketua Yayasan, KomiteSekolah dan guru Tahfidz al-Qur’an, siswa, wakil kepalasekolahbidangkurikulum, dan Wali Murid. Teknik pengumpulandata;observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknikkeabsahan data menggunakantrianggulasisumber.Teknikanalisis data menggunakanmetodeinteraktif yang dimulaidaripengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikankesimpulan.Hasil penelitian mengungkap mengenai Manajemen Program Tahfidz Al-Qur’an di MTs Nurul Huda Timbang Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan Tahun 2020/2021 yang digunakan fungsi Manajemen Program Tahfidz dalam 4 penelitian a) Perencanaan Program Tahfidz di MTs Nurul Huda Timbang, b) Pengorganisasian Program Tahfidz di MTs Nurul Huda Timbang,selalu koordinasi atau rapat rutin disekolah terkait peningkatan prestasi siswa serta diskusi sesama guru mencari solusi permasalahan di kelas, serta kepala sekolah dan pengawas, c) Pelaksanaan Program Tahfidz :disesuaikan standar kurikulum, penambahan materi, dalil dan gambar. disampaikan siswa, supaya siswa mempunyai pemahaman yang lebih luas.d) Pengawasan Program Tahfidz; dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas sesuai jadwal satu bulan sekali. 2) Hambatan;(A) kurangnyakesadaransiswatentangpentingnya Program tahfiddz Al-Qur’an (B) kurangnyamotivasi, (C) materi yang terbatas, (D) ketersediaanwaktu yang terbatas.FaktorEksternalyaitu: (a) lingkungankeluarga (b) lingkungansekolah. 3) Solusi; a)siswamenyadaripentingnyaTahfidz Al-Qur’an,(b) tambahanwaktu (c) motivator orang tua (d)saranaprasarana ,(e) kerjasamalingkungankeluarga.
MANAJEMEN MARKETING DALAM MENINGKATKAN MINAT MASYARAKAT DI TK AL FADHILAH INDRAMAYU Amanah Hutomo; Cecep Sumarna; Dian Widiantari; Bambang Firmansyah; Mashuri Mashuri
Edulead : Journal of Education Management Vol 4 No 1 (2022): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v4i1.1511

Abstract

Abstrak Banyak anak usia dini yang belum bersekolah karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak usia dini, sehingga memerlukan marketing untuk menarik minat masyarakat akan keberadaan TK Al Fadhilah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan manajemen marketing yang dilakukan agar maka lembaga pendidikan tersebut diterima, dikenal dan dipahami oleh masyarakat desa Panyindangan Kulon. Sehingga setiap tahun TK Al Fadhilah selalu bertambah jumlah anak didiknya. Marketing juga dilakukan untuk memetakan dan mengenalkan TK Al Fadhilah pada sasaran yang masih belum memahami pentingnya pendidiak anak usia dini dengan kunjungan ke rumah calon anak didik. Melakukan promosi dengan unjuk kreatifitas anak, mengundang anak TK lain ikut lomba kretifitas, dan kegiatan yang melibatkan orang tua anak didik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metodologi studi kasus. Hasil penelitian menunjukan, manajemen marketing di TK Al Fadhilah dilakukan dengan cara kerjasama guru-guru dan orang tua anak didik, yang juga membantu pendanaan dan ikut dalam kegiatan manajemen marketing sehingga setiap kegiatan dapat berjalan sesuai harapan, ditunjukan dengan bertambahnya jumlah anak didik setiap tahun. Abstract Many early childhood children who have not attended school due to lack of public understanding of the importance of early childhood education, so it requires marketing to attract public interest in the existence of TK Al Fadhilah. This study aims to determine, planning, organizing, implementation and supervision of marketing Management carried out so that the educational institution is accepted, known and understood by the people of panyindangan Kulon village. So every year TK Al Fadhilah always increases the number of students. Marketing is also done to map and introduce kindergarten Al Fadhilah on target who still do not understand the importance of early childhood education with a visit to the home of prospective students. Doing promotion with children's creativity, inviting other kindergarten children to participate in creativity competitions, and activities involving parents of students. In this study, researchers used qualitative research methods with Case Study Methodology. The results showed, marketing Management in TK Al Fadhilah done by way of cooperation of teachers and parents of students, which also helps funding and participate in marketing management activities so that each activity can run as expected, indicated by the increasing number of students each year.
MANEJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENCIPTAKAN SEKOLAH EFEKTIF Nurasih Nurasih
Edulead : Journal of Education Management Vol 1 No 1 (2019): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v1i1.107

Abstract

Kemampuan manajerial kepala sekolah merupakan faktor penting dan strategis dalam kerangka peningkatan kualitas dan kemajuan sekolah yang dipimpinnya. Dengan adanya kemampuan manajerial diharapkan kepala sekolah dapat menjadikan sekolah yang dipimpinnya menjadi sekolah efektif. Pada sekolah yang efektif kepala sekolah memiliki peran yang kuat dalam merencanakan, perorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode ini didasari pada pendapat Sugiyono yang menyatakan bahwa penelitian kualitatif (qualitative research) bertolak dari filsafat konstruktivisme yang berasumsi bahwa kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan suatu pertukaran pengalaman sosial (a shared social experience) yang diinterpretasikan oleh individu-individu. Hasil penelitian adalah kemampuan manajerial kepala sekolah dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan,dan pengendalian dalam menciptakan sekolah efektif sesuai dengan kriteria sekolah efektif.
EVALUASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN PADA MADRASAH IBTIDAIYAH PLUS AL USAMA JAPURA BAKTI CIREBON Abdullah Abdullah
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 2 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i2.537

Abstract

Evaluation of curriculum is important to know the achievements of the program implemented, implementation, monitoring and supporting the implementation of SBC factors. This study aimed to describe the data on the evaluation of the implementation of curriculum in 67 public primary schools in Banda Aceh. This research uses descriptive qualitative method. Data was collected through interviews, observation and documentation as well as filling a questionnaire study. Data analysis techniques such as data reduction, data display and conclusion. Subjects in this study were principals, vice-principals, and teachers. the conclusion is: (1) Content Document 1 curriculum according to the guidelines but still lacking an explanation of life skills education, education-based local and global. Syllabus and RPP was adopted from examples issued by the National Education Standards, but most of the teachers have been adapted according to the conditions of the school. Syllabus and RPP are still weak in terms of withdrawal indicators and assessment as well as low-grade lesson plan is not thematic. (2) Implementation of SBC Document 1 is in accordance with the plan, but in self-development activities there is little difference for not conducting counseling. Implementation has not been fully based learning lesson plans. Low-grade teacher is not using a thematic approach. Teachers in core activities already conducting exploration activities, elaboration and confirmation as well as carry out the grip so that the students active and creative, but there is still a small proportion of teachers who have not been able to do well. Teachers already use a variety of media and learning resources, but there is still a small fraction of teachers who have not used it. Teachers at the preliminary event does not convey the purpose, benefits, coverage of materials and learning strategies, and the cover does not carry out the activities of reflection. Teachers in implementing learning assessment still shortcomings, such as is found to be less variability assessment technique, lack of due indicators to the basic competencies and the assessment techniques used and the results of the assessment has not been used as a follow-up plan. (3) Supervisors and principals have oversight of curriculum through supervision activities are done once a year. (4) The availability of a complete infrastructure, support parents, and principals, high student motivation, and cooperation among teachers is supportive of curriculum implementation and the weak ability of teachers in planning thematic lesson plans, thematic application and design instructional materials and assessment , is a barrier in the application of the SBC. Abstrak Evaluasi KTSP penting dilaksanakan untuk mengetahui capaian program, pelaksanaan, pengawasan dan faktor pendukung penerapan KTSP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data tentang evaluasi penerapan KTSP pada MI Plus Al Usama Japura Bakti Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini ialah kepala Madrasah, wakil kepala Madrasah, dan pendidik. kesimpulannya ialah: (1) Isi Dokumen 1 KTSP sesuai panduan namun masih kurang penjelasan tentang pendidikan kecakapan hidup, pendidikan berbasis lokal dan global. Silabus dan RPP diadopsi dari contoh yang dikeluarkan oleh BSNP, namun sebagian besar pendidik sudah mengadaptasi sesuai dengan kondisi Madrasahnya. Silabus dan RPP masih lemah dalam hal penarikan indikator dan penilaian sertaRPP kelas rendah belum tematik. (2) Pelaksanaan KTSP Dokumen 1 sudah sesuai dengan perencanaan. Pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya berdasarkan RPP. Pendidik kelas rendah belum menggunakan pendekatan tematik. Pendidik pada kegiatan inti sudah melaksanakan kegiatan eksplorasi elaborasi dan konfirmasi serta melaksanakan pakem sehingga siswa aktif dan kreatif namun masih ada sebagian kecil pendidik yang belum dapat melakukannya dengan baik. Pendidik sudah menggunakan berbagai media dan sumber belajar, namun masih ada sebagian kecil pendidik yang belum menggunakannya. Pendidik pada kegiatan pendahuluan tidak menyampaikan tujuan, manfaat, cakupan materi dan strategi belajar, dan pada kegiatan penutup tidak melaksanakan refleksi. Pendidik dalam melaksanakan penilaian pembelajaran masih terdapat kelemahan-kelemahan, seperti masih ditemukan kurang bervariasinya tehnik penilaian, kurang sesuainya indikator dengan kompetensi dasar dan dengan tehnik penilaian yang digunakan serta hasil penilaian belum dimanfaatkan sebagai bahan menyusun rencana tindak lanjut. (3) Pengawas dan kepala Madrasah telah melakukan pengawasan KTSP melalui kegiatan supervisi yang dilakukan setahun sekali. (4) Tersedianya sarana prasarana yang lengkap, dukungan orang tua, dan kepala Madrasah, motivasi siswa yang tinggi, serta kerjasama antar pendidik menjadi faktor pendukung penerapan KTSP dan masih lemahnya kemampuan pendidik dalam hal perencanaan RPP tematik, penerapan tematik dan perancangan bahan ajar serta penilaian, menjadi faktor penghambat penerapan KTSP.
Peningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Tentang Teks Interaksi Transaksional Mata Pelajaran Bahasa Inggris Melalui Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Pada Siswa Kelas VIII-A SMPN 2 Lemahabang Tahun Pelajaran 2022/2023 Teti Kusmiyati
Edulead : Journal of Education Management Vol 5 No 2 (2023): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v5i2.1626

Abstract

Berbagai dampak negative dalam menggunakan metode kerja kelompok tersebut seharusnya bisa dihindari jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Yang diperkanalkan dalam metode pembelajaran cooperative learning bukan sekedar kerja kelompok, melainkan pada penstrukturannya. Jadi, system pengajaran cooperative learning bisa di definisikan sebagai kerja/belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsur pokok (Johnson & Johnson, 1993), yaitu saling ketergantungan positif, tanggungjawab individual, interaksi personal, keahlian bekerjasama, dan proses kelompok. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah sisw akelas VIII-A SMPN 2 Lemahabang. Data yang diperoleh berupaha siltes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK DI TAMAN KANAK KANAK AMPERA KOTA CIREBON sri kuntari
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 1 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i1.331

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan kemampuan kognitif anak di taman kanak kanak Ampera kota Cirebon. Penelitian dilakukan dengan latar belakang masih rendahnya kemampuan kognitif anak seperti belum sepenuhnya mengetahui bentuk lambang bilangan dan anak belum sempurna dalam penulisan lambang bilangan dalam hal ini masih banyak yang terbalik.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perencanaan, proses dan hasil kegiatan menarik garis, menghubungkan jumalah gambar dan angka untuk peningkatan kemampuan kognitif anak di taman kanak kanak Ampera kota Cirebon ini.Pengembangan kognitif dalam pengenalan konsep bilangan dan lambang bilangan dengan tujuan agar anak mengetahui bentuk lambang bilangan dengan cara memberikan kegiatan konsep matematika sederhana melalui kegiatan menghubungkan jumlah gambar dengan lambang bilangannya dengan cara ditarik garis, menghitung jumlah gambar dang dilingkari angkanya,menghitung jumalh gambar dan ditulis angkanya dan bermain kartu angka. Dengan kegiatan konsep matematika sederhana tersebut diharapkan anak mempunyai kesiapan dalam mengikuti pembelajaran matematika yang sesungguhnya disaast kelak anak berada di jenjang pendidikan dasar.Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan terhadap enam orang anak. Dengan teknik pengumpulan data melalui uji coba, test dan observasi atau pengamatan.dengan menggunakan instrumen penelitian berbentuk Rencana Program Pembelajaran Harian (RPPH), lembar kerja anak sebagai pedoman test dan lembar observasi. Analisis data dilakukan melalui analisis hasil pembelajaran.Hasil pembelajaran melalui kegiatan menghubungkan jumlah gambar dengan lambang bilangannya dengan cara menarik garis di taman kanak kanak Ampera mengalami peningkatan hal ini diketahui dari hasil penelitian dimana pada siklus I mencapai 52%, kemudian meningkat di siklus II menjadi 67 % dan pada siklus ke III kemampuan anak pada kemampuan kogniti meningkat menjadi 86%..Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan menghubungkan jumlah gambar dengan lambang bilangannya dengan cara ditarik garis, menghitung jumlah gambar dang dilingkari angkanya,menghitung jumalh gambar dan ditulis angkanya dan bermain kartu angka berpengaruh nyata terhadap peningkatan kemampuan kognitif anak di taman kanak kanak Ampera kota Cirebon. Abstract : This research is conducted with the purpose to know the efforts on raising the cognitive ability of the children at Taman Kanak-Kanak Ampera Kota Cirebon (Ampera Kindergarten in Cirebon). The research is to be done due to the fact that there is still a low cognitive ability on the children, such as being unable to completely know the form of number symbols and the apparent room for improvement in writing such symbols. The formulation of the problem in this research is how the planning, the process and the result from drawing line activity, connect the number of pictures and numbers to the effort on raising the cognitive abilty on children enrolled in Taman Kanak-Kanak Ampera Kota Cirebon. This cognitive development on the introduction of numbers concept and numbers symbol has the purpose of making the children knowing such numbers symbols through an mathematical learning activity on connecting the amount of pictures and the number symbols with the use of a line, counting the number of pictures by circling the numbers, counting the number of the pictures, and writing the numbers down, as well as a numbers card game session. With the mentioned simple mathematical concept activity, it is hoped that the children will be prepared to follow mathematics learning in later time, for example in elementary school. This research uses experimental research through an approach towards six children. With the data collection technique done through trials, tests and observations, complemented by the use of research instrument “Rencana Program Pembelajaran Harian (RPPH), children worksheets as test guideline, and observation sheets. Data analysis will be done with an analysis on the learning outcomes. The learning outcomes result from the activity on connecting the number of pictures to their numbers symbol by drawing a line at Taman Kanak-Kanak Ampera face an improvement, this is known from the research outcomes indicate that Siklus I (1st Cycle) reached 52%, and then a raise in Siklus II (2nd Cycle) with the percentage of 67%, and finally on Siklus III (3rd Cycle) where children’s cognitive ability set the percentage of 86%. It is thus can be concluded that the activity of connecting the number of pictures and their numbers symbol with the use of lines, counting the number of the pictures and circling the numbers, counting the number of pictures and writing the numbers down, as well as a session of numbers cards game have a real impact on the improvement of the cognitive ability of the children at Taman Kanak-Kanak Ampera in Cirebon.
Manajemen Pendidikan Strategi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MA Darul Masholeh Kota Cirebon Zainuri Zainuri; Dian Widiantari
Edulead : Journal of Education Management Vol 5 No 1 (2023): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v5i1.1527

Abstract

Peningkatan mutu Pendidikan tidak dapat dilepaskan dengan upaya peningkatan mutu peserta didik yang akan berdampak pada mutu lulusannya. Mutu adalah sebuah perubahan yang memerlukan waktu dalam jangka Panjang. Dalam mewujudkan Pendidikan yang bermutu, memerlukan rencana-rencana strategi. MA Darul Masholeh Kota Cirebon merupakan madrasah yang menerapkan strategi untuk meningkatkan kualitas mutu siswa atau lulusannya. Fokus penelitian ini adalah Bagaimana formulasi strategi kepala madrasah dalam meningkatkan mutu lulusan di MA Darul Masholeh Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mencakup langkah-langkah dalam formulasi strategi kepemimpinan, implementasi strategi, dan evaluasi hasilnya. Beberapa strategi yang diterapkan termasuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) guru, perbaikan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), peningkatan sarana dan prasarana sekolah, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat. Evaluasi strategi adalah bagian integral dari proses ini, yang membantu kepala madrasah mengukur kemajuan, mengidentifikasi kendala, dan menilai keberhasilan implementasi strategi.
IMPLEMENTASI KONSEP MANAJEMEN MUTU JOSEPH MOSES JURAN DALAM PENGENDALIAN KINERJA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI SDIT TIHAMAH Himatun Mardhiyah; Dedi Djubaedi; Septi Gumiandari
Edulead : Journal of Education Management Vol 2 No 2 (2020): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality control management is a step taken in controlling activity programs in order to minimize errors that occur. This study discusses how the concept of Joseph Moses Juran's Trylogi is applied in SDIT Tihamah, as well as what obstacles and how are efforts to handle quality control management for educators and staff education at SDIT Tihamah. The results of this study are: firstly, the implementation of the quality management concept of the Joseph Moses Juran trylogi in the quality control management of educators and staff education at SDIT Tihamah can be implemented properly through 1) quality planning, 2) quality control, and 3) quality improvement. The two obstacles experienced include: 1) infrastructure, 2) human resources who are less competent in using technology, 3) overlapping policies. The development efforts carried out are 1) providing alternative infrastructure, 2) providing training to educators and staff education, 3) the existence of well-ordered regulations. ABSTRAK Manajemen pengendalian mutu merupakan suatu langkah yang ditempuh dalam mengontrol program kegiatan agar meminimalisir kesalahan-kesalahan yang terjadi. Penelitian ini membahas tentang bagaimana konsep Trylogi Joseph Moses Juran diterapkan di SDIT Tihamah, serta apasaja hambatan dan bagaimana upaya penanganan dalam manajemen pengendalian mutu tenaga pendidik dan kependidikan di SDIT Tihamah. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah: pertama implementasi konsep manajemen mutu trylogi Joseph Moses Juran dalam manajemen pengendalian mutu tenaga pendidik dan kependidikan di SDIT Tihamah dapat diterapkan dengan baik melalui 1) perencanaan mutu, 2) pengendalian mutu, dan 3) peningkatan mutut. Kedua hambatan yang dialami antara lain: 1) sarana prasarana, 2) SDM yang kurang cakap dalam menggunakan teknologi, 3) adanya kebijakan yang tumpang tindih. Upaya pengembangan yang dilakukan yakni 1) memberikan sarana prasarana alternatif, 2) memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik dan kependidikan, 3) adanya regulasi yang tertata rapi.