cover
Contact Name
Yunida Iashania
Contact Email
yunida.iashania@mining.upr.ac.id
Phone
+6285251136207
Journal Mail Official
jtp@upr.ac.id
Editorial Address
Kampus UPR Tunjung Nyaho Jalan Hendrik Timang
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Pertambangan (JTP)
ISSN : 20871058     EISSN : 29887712     DOI : 10.36873
JTP atau Jurnal Teknik Pertambangan merupakan media komunikasi yang berupa penelitian, kajian ataupun penemuan dalam bidang Teknik Pertambangan, membantu para akademis, peneliti dan praktisi untuk memberikan hasil penelitian. Semua publikasi di jurnal JTP bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berbayar atau berlangganan apapun. JTP menerbitkan artikel dalam setahun terbit secara berkala yaitu 2 kali pada bulan Febuari dan Agustus. Artikel jurnal berfokus pada apalikasi pertambangan yaitu: Eksplorasi, Geologi,Geomekanik, Pengolahan Mineral dan Batubara,Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Pertambangan, Sistem Manajemen Pertambangan, Ekonomi Mineral dan Batubara dan Lingkungan Pertambangan.
Articles 54 Documents
ANALISIS CRUSH ZONE PADA PELEDAKAN LAPISAN BATU KAPUR (LIMESTONE): Analysis of the Crush Zone in Limestone Layer Blasting Noveriady; Virgiyanti, Lisa; Novalisae; Nainggolan, Willy Kusuma
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 25 No. 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v25i2.21274

Abstract

Peledakan merupakan tahapan penting dalam kegiatan penambangan terbuka yang bertujuan untuk memecah massa batuan menjadi ukuran yang sesuai untuk proses selanjutnya. Salah satu zona krusial dalam proses ini adalah zona remuk (crush zone), yaitu area di sekitar lubang ledak yang mengalami kerusakan total akibat tekanan tinggi bahan peledak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik zona remuk pada lapisan limestone berdasarkan data geometri aktual lubang ledak. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data lapangan berupa burden, spasi, kedalaman lubang, stemming, dan kolom bahan peledak, serta perhitungan muatan bahan peledak, radius zona remuk, dan volume zona remuk. Muatan bahan peledak per lubang diperoleh sebesar 43,28 kg berdasarkan powder factor desain sebesar 0,245 kg/m³ dan volume batuan sebesar 176,64 m³. Radius zona remuk dihitung menggunakan rumus empiris Konya & Walter sebesar 4 meter dengan volume sebesar 134 m³. Nilai powder factor aktual pada zona remuk sebesar 0,323 kg/m³, lebih tinggi dari nilai desain, menunjukkan adanya potensi overblasting. Hasil ini menjadi dasar penting untuk optimalisasi desain peledakan agar energi lebih efisien dan fragmentasi batuan lebih terkendali. Kata kunci: Peledakan, Zona Remuk, Powder Factor, Limestone, Fragmentasi
ANALISIS KUALITAS DAN INDEKS PENCEMARAN AIR PERMUKAAN PADA KOLAM BEKAS PENAMBANGAN PASIR DI KELURAHAN SEI GOHONG KECAMATAN BUKIT BATU KOTA PALANGKA RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH: ANALYSIS OF QUALITY AND INDEX OF SURFACE WATER POLLUTION IN EX-SAND MINING POND IN SEI GOHONG VILLAGE YOSINDO YOHANES; SAPTAWARTONO; YUNIDA IASHANIA; FERRA MURATI; YOS DAVID INSO
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i1.19884

Abstract

Aktivitas penambangan bahan galian pasir banyak dilakukan di daerah jalan lintas Palangka Raya Tangkiling. Hal ini menyebabkan terbentuknya kolam bekas penambangan pasir tersebut yang berdampak pada perubahan bentang alam dan ekosistem perairan di lingkungan sekitar. Tujuan analisis  kualitas dan indeks pencemaran air permukaan pada kolam bekas penambangan pasir di kelurahan sei gohong ini dilakukan untuk menganalisis perbandingan kualitas air lampiran VII Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang baku mutu air dan menganalisis tingkat pencemaran air yang ada pada permukaan kolam bekas penambangan pasir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sampling lapangan langsung (kuantitatif). Berdasarkan hasil analisis kualitas air pada  kolam bekas penambangan pasir, diperoleh bahwa parameter pH, Cu, Fe, dan BOD tidak memenuhi  baku mutu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran IV untuk Kelas III.  Sementara   itu, parameter TSS, DO, TDS, dan Mn memenuhi standar baku mutu, dan parameter COD memenuhi baku mutu, kecuali pada kolam P3. Hasil perhitungan indeks pencemaran menunjukkan nilai IP 2,3 yang berarti kondisi kualitas air berada dalam kategori tercemar ringan. Kata kunci: Kualitas Air, Indeks Pencemaran, Penambangan Pasir.
PERHITUNGAN PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ANGKUT SWAKELOLA DAN KONTRAKTOR DALAM PEMBONGKARAN OVERBURDEN DI PT. INTERNASIONAL PRIMA COAL: PERHITUNGAN PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ANGKUT SWAKELOLA DAN KONTRAKTOR DALAM PEMBONGKARAN OVERBURDEN DI PT. INTERNASIONAL PRIMA COAL Putrawiyanta, I Putu; Lumbantoruan, Pudan S.; Pati Lewar, Immanuel
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 25 No. 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v25i2.21250

Abstract

PT. Internasional Prima Coal merupakan sebuah perusahaan pertambangan batubara yang berlokasi  di Kelurahan Bantuas. Permasalahan utama yang sering dialami perusahaan PT.Internasional Prima Coal adalah permasalahan pada produktivitas seperti target produksi yang tidak tercapai.Pengamatan ini bertujuan untuk menghitung produktivitas alat gali muat dan angkut dalam kegiatan pembongkaran overburden, dan memperbaiki faktor faktor yang menghambat pada kegiatan produksi. Pada pengamatan yang dilakukan ada beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan produksi. Diantaranya tingkat keserasian alat gali muat dengan alat angkut, faktor hujan dan front yang sempit. Analisis produktivitas dilakukan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel untuk menghitung produktivitas harian pembongkaran overburden. Dari  analisis produktivitas alat gali muat didapat hasil sebagai berikut, pada 7 Januari 2025  297,27 BCM/jam, 10 Januari 2025  241,441  BCM/jam,  dan 11 Januari 2025  241,441  BCM/jam. Hasil Pengamatan ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi oleh perusahaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memepengaruhi kegiatan    produksi, sehingga meningkatkan kinerja alat gali muat dan angkut dalam mendukung tercapainya target produksi yang sudah di rencanakan perusahaan. Kata kunci: Alat Gali Muat, Alat Angkut, Overburden, Produktivitas
KOMPARASI METODE PENGGARUAN DAN PELEDAKAN PADA PROSES PEMBERAIAN OVERBURDEN DI PIT E BANKO TENGAH, KABUPATEN MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN: COMPARISON OF RIPPING AND BLASTING METHODS FOR OVERBURDEN REMOVAL AT PIT E, CENTRAL BANKO, MUARA ENIM REGENCY, SOUTH SUMATERA Rizqika Nurul 'Aini; Haeruddin
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i1.22626

Abstract

Pemberaian overburden merupakan tahapan penting dalam kegiatan penambangan batubara karena secara langsung berpengaruh terhadap efektivitas penggalian dan pencapaian target produksi. Salah satu perusahaan di Pit E Banko Tengah, Sumatera Selatan, menggunakan dua metode pemberaian yaitu penggaruan dan peledakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas kedua metode tersebut, mengevaluasi efisiensi alat gali-muat, serta menganalisis biaya operasional yang diperlukan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan data yang dibutuhkan yaitu dimensi pemberaian, waktu edar alat, spesifikasi alat, kebutuhan bahan peledak, dan rincian biaya operasional. Analisis dilakukan dengan menghitung produktivitas pemberaian dan alat gali-muat serta menghitung biaya satuan operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas penggaruan sebesar 487.225 BCM/bulan, sedangkan peledakan mencapai 782.271 BCM/bulan. Produktivitas excavator untuk material hasil garu (Komatsu PC1250SP) sebesar 439 BCM/jam dan untuk hasil ledak sebesar 536 BCM/jam. Biaya satuan penggaruan sebesar Rp4.720/BCM, sedangkan peledakan sebesar Rp2.524/BCM. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode peledakan lebih efisien dan ekonomis dalam kegiatan pemberaian overburden di Pit E Banko Tengah. Namun, metode penggaruan tetap relevan sebagai alternatif saat peledakan tidak memungkinkan dilakukan. Kata kunci: Overburden, penggaruan, peledakan, produktivitas, biaya operasional
PERBANDINGAN PERHITUNGAN VOLUME OVERBURDEN MENGGUNAKAN METODE SURVEY DAN TRUCK COUNT PADA PIT 72 PT. UNIRICH MEGA PERSADA DESA HAJAK KECAMATAN TEWEH BARU KABUPATEN BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH: CALCULATION OF OVERBURDEN VOLUME USING SURVEY AND TRUCK COUNT METHODS AT PIT 72 PT. UNIRICH MEGA PERSADA CENTRAL KALIMANTAN PROVINCE Pebri Tampubolon; I Putu Putrawiyanta; Golden Candra Manurung
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i1.24721

Abstract

Terdapat potensi ketidakakuratan dalam pengambilan data survey merupakan pokok permasalahan dari penelitian ini. Standar volume vessel untuk isian 3 bucket adalah 6,25. Sedangkan standar volume vessel untuk isian 4 bucket adalah 7,15. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan di dapat total volume overburden selama 2 minggu sebesar 126.442 bcm. Dengan rincian total volume di Pit 72 front timur sebesar 107.724 sedangkan pada front barat sebesar 18.718 bcm. Sedangkan perhitungan volume overburden dengan metode truck count berdasarkan ritase alat angkut dump truck, jumlah volume overburden yang di gali sebesar 149.542,65 bcm. Terdapat perbedaan volume overburden yang tergali dengan deviasi sebesar 18,27 %. Faktor selisih volume overburden antara pengukuran menggunakan data survey dengan data truck count yaitu pengisian vessel alat angkut yang kurang penuh, dimana tidak sesuai dengan standar pengisian yang di sepakati (Top Soil sebanyak 3 bucket, claystone sebanyak  4 bucket), perbandingan antara perhitungan data aktual dengan pihak cheker, adanya material yang lengket / menempel pada vessel dump truck sehingga material yang harusnya di dumping di area disposal tidak seluruhnya dapat di turunkan, dan pengukuran atau pengambilan data survey yang agak renggang, sehingga area yang hendak di lakukan pengukuran tidak sepenuhnya tertutup. Kata kunci: Deviasi, overburden, volume, survey, truck count
ANALISIS SENSITIVITAS PRODUKTIVITAS ALAT BERAT TERHADAP FAKTOR CUACA DAN KONDISI JALAN DI AREA TAMBANG: SENSITIVITY ANALYSIS OF HEAVY EQUIPMENT PRODUCTIVITY TO WEATHER FACTORS AND ROAD CONDITIONS IN THE MINING AREA Noveriady; Wilmar Gabriel Mardongan Sinaga; Alexander Sinaga
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i1.24730

Abstract

Produktivitas alat gali muat dan angkut merupakan faktor utama penentu keberhasilan operasi tambang batubara, namun sering terhambat oleh faktor eksternal seperti cuaca dan kualitas jalan. Penelitian di Pit SM-A PT XYZ, Kalimantan Timur ini menganalisis pengaruh curah hujan dan variasi kondisi jalan terhadap kinerja excavator dan dump truck. Dengan menggunakan data sekunder, dilakukan analisis sensitivitas untuk membandingkan kinerja alat pada kondisi cuaca cerah dan hujan, serta pada jalan kering, berdebu, licin, dan berlumpur. Simulasi produktivitas juga dilakukan dengan memvariasikan cycle time dan efisiensi kerja sesuai skenario tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan curah hujan memperpanjang cycle time dump truck hingga 15,6% dan menurunkan efisiensi kerja excavator hingga 12,7%. Dampaknya, produktivitas excavator menurun sebesar 5,0-16,5% dan dump truck menurun sebesar 2,8- 13,1%. Kondisi jalan basah dan berlumpur menjadi faktor dominan penurunan kinerja karena memperlambat kecepatan angkut dan memperpanjang waktu siklus. Simulasi menegaskan bahwa produktivitas maksimal dicapai pada cuaca cerah dengan jalan kering, sedangkan hujan lebat dengan jalan berlumpur menciptakan kondisi paling kritis. Oleh karena itu, pengelolaan jalan angkut yang baik serta strategi operasi yang adaptif terhadap cuaca sangat diperlukan untuk menjaga efisiensi dan keberlanjutan operasi penambangan. Kata kunci: Alat angkut, curah hujan, cycle time, kondisi jalan angkut, produktivitas
PENGARUH KARAKTERISTIK LITOLOGI TERHADAP EFEKTIVITAS FRAGMENTASI PELEDAKAN DAN DIGGING TIME MATERIAL OVERBURDEN PADA TAMBANG BATUBARA TERBUKA: EFFECT OF LITHOLOGICAL CHARACTERISTICS ON THE EFFECTIVENESS OF BLAST FRAGMENTATION AND OVERBURDEN MATERIAL DIGGING TIME IN OPEN-PIT COAL MINING Maharani Rindu Widara; M. Indra Saputra
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i1.25413

Abstract

Kegiatan pembongkaran material overburden pada tambang batubara terbuka umumnya dilakukan melalui proses pemboran dan peledakan. Efektivitas peledakan ditentukan tidak hanya oleh desain geometri, tetapi juga oleh karakteristik litologi batuan yang dibongkar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh karakteristik litologi khususnya jenis dan kekerasan batuan terhadap kualitas fragmentasi hasil peledakan dan waktu penggalian (digging time) alat gali muat. Metode yang digunakan adalah observasional-deskriptif komparatif, dengan analisis fragmentasi menggunakan perangkat lunak Split Desktop 4.0 berbasis pengolahan citra digital, pengukuran kekerasan batuan menggunakan Schmidt Hammer, serta pengukuran digging time menggunakan stopwatch dari lebih dari 40 observasi pada tiap lokasi. Dua lokasi penelitian dengan litologi berbeda sandstone (UCS 65,3 MPa) dan claystone (UCS 43,6 MPa) dievaluasi menggunakan desain geometri peledakan yang sepenuhnya identik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perbedaan litologi menghasilkan fragmentasi median (F50) yang berbeda signifikan: 31,88 cm pada sandstone dan 15,98 cm pada claystone, dengan top size masing-masing 68,51 cm dan 45,11 cm. Fragmentasi sandstone melampaui standar perusahaan (60 cm), mengindikasikan bahwa desain geometri eksisting belum optimal untuk litologi tersebut. Rata-rata digging time pada sandstone (13,34 detik) lebih tinggi dibandingkan claystone (12,28 detik), keduanya melampaui standar 12 detik. Analisis regresi mengonfirmasi korelasi kuat fragmentasi dengan digging time (R²=0,873). Temuan ini menegaskan bahwa perencanaan geometri peledakan harus mempertimbangkan karakteristik litologi secara spesifik untuk mencapai efisiensi operasional yang optimal. Kata kunci: digging time, fragmentasi, geometri, overburden, split desktop
ANALISIS TINGKAT AKURASI PERHITUNGAN VOLUME STOCK OPNAME BATUBARA MENGGUNAKAN METODE TERESTRIAL PADA COAL YARD PLTU KALTENG 1 : ACCURACY ANALYSIS OF COAL STOCKPILE VOLUME CALCULATION USING A TERRESTRIAL METHOD AT THE COAL YARD OF KALTENG 1 STEAM POWER PLANT Marsel; Mikhael Dendi Prasetyo; Yusias Andri
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 2 (2026): Agustus, 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i2.25373

Abstract

Pengukuran volume batubara merupakan kegiatan penting dalam stock opname untuk memastikan kesesuaian antara data lapangan dan data administrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat akurasi perhitungan volume stock opname batubara menggunakan metode terrestrial survey pada area coal yard PLTU Kalteng 1, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Pengambilan data dilakukan menggunakan Total Station Sokkia IM-101 pada area North Coal Yard, South Coal Yard dan Extention Coal Yard. Data koordinat hasil pengukuran diolah menjadi Digital Terrain Model (DTM) untuk memperoleh volume tiga dimensi. Nilai bulk density sebesar 0,985 ton/m³ digunakan untuk mengonversi volume menjadi tonase. Hasil pengukuran menunjukkan adanya perubahan volume timbunan antara periode 11 dan 21 Agustus 2025. Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan data timbangan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian stock opname. Perbandingan menunjukkan deviasi yang relatif kecil, sehingga metode terrestrial survey dinilai mampu menghasilkan data yang akurat dan andal untuk pengukuran stok batubara. Faktor yang memengaruhi akurasi meliputi kondisi topografi timbunan, tingkat pemadatan material, dan keterampilan operator. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode terrestrial survey menggunakan total station efektif diterapkan dalam kegiatan stock opname batubara yang memerlukan ketelitian dan efisiensi pengukuran. Kata kunci: Batubara, Stock Opname, Metode Terestrial, Digital Terrain Model, Coal Yard.
ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM REKLAMASI TAMBANG BATU GAMPING DALAM PEMULIHAN FUNGSI LINGKUNGAN DI SUMATERA SELATAN: EFFECTIVENESS ANALYSIS OF LIMESTONE MINING RECLAMATION PROGRAMS IN THE RECOVERY OF ENVIRONMENTAL FUNCTIONS IN SOUTH SUMATRA Andrawina; Qurratul A’yun; Venty Lestari
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 2 (2026): Agustus, 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i2.26355

Abstract

Kegiatan penambangan terbuka batu gamping berpotensi menimbulkan degradasi lingkungan berupa perubahan bentang alam, penurunan kualitas tanah, serta meningkatnya risiko erosi dan sedimentasi. Oleh karena itu, reklamasi tambang menjadi instrumen utama dalam pemulihan fungsi lingkungan lahan bekas tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas rencana program reklamasi tambang batu gamping PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. Pada periode 2025–2029 berdasarkan kriteria teknis reklamasi. Metode penelitian dilakukan melalui analisis deskriptif kuantitatif terhadap dokumen rencana reklamasi, meliputi penataan lahan, penebaran tanah pucuk, pengendalian erosi dan sedimentasi, serta revegetasi. Luas lahan yang direncanakan untuk reklamasi mencapai 75,7 ha, dengan penebaran tanah pucuk seluas 27,47 ha dan revegetasi pada area disposal seluas 27,47 ha menggunakan tanaman lokal unggulan buah rukam dengan jarak tanam 8 × 8 m. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain reklamasi telah memenuhi standar teknis Kepmen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018, dengan target kerapatan tajuk ≥80%, kemiringan lereng maksimum 30°, serta sistem pengendalian erosi berupa saluran drainase dan kolam pengendap. Program reklamasi ini berpotensi efektif dalam memulihkan stabilitas lahan, mengendalikan erosi, dan mengembalikan fungsi ekologis lahan bekas tambang secara berkelanjutan. Kata kunci: Batu Gamping, Reklamasi Tambang, Revegetasi, Tambang Terbuka
PERENCANAAN PIT LIMIT OPTIMUM BERDASARKAN VARIASI STRIPPING RATIO DAN ANALISIS SENSITIVITAS HARGA PATOKAN BATUBARA DENGAN METODE DISCOUNTED CASHFLOW: OPTIMUM PIT LIMIT PLANNING BASED ON STRIPPING RATIO VARIATIONS AND PRICE SENSITIVITY ANALYSIS COAL BENCHMARKING USING THE DISCOUNTED CASHFLOW METHOD Zaharani; Yudi Arista Yulanda; Yosa Megasukma; Muhammad Faisal Seprizal; Zella Navtalia
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 2 (2026): Agustus, 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i2.26498

Abstract

PT Astaka Dodol yang sempat menghentikan kegiatan penambangan akibat penurunan harga batubara dan belum selesainya pembebasan lahan. Fluktuasi harga batubara memengaruhi kelayakan ekonomi penambangan, terutama dalam penentuan pit limit dan stripping ratio (SR) yang ekonomis. Penelitian ini bertujuan menentukan pit limit optimum berdasarkan variasi SR dari nilai Break Even Stripping Ratio (BESR) dengan mempertimbangkan Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Analisis ekonomi dilakukan menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) dengan variasi SR 4,5; 5,5; 6,5; dan 7,5. Penelitian ini berhasil menentukan pit limit optimum berdasarkan variasi Stripping Ratio (SR) dari nilai Break Even Stripping Ratio (BESR). Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi SR tersebut berpengaruh signifikan terhadap volume overburden, cadangan batubara, biaya produksi, dan aliran kas proyek. Kondisi paling optimum dicapai oleh design pit dengan SR 5,5 yang menghasilkan NPV sebesar USD 21.155.938 dan IRR 95%. Melalui analisis sensitivitas, batas pit limit ini terbukti dinamis terhadap fluktuasi pasar; kenaikan harga batubara sebesar 5% meningkatkan SR optimum menjadi 6,5 (NPV USD 26.282.455), dan kenaikan harga 25% menggeser SR optimum ke angka 7,5 dengan NPV mencapai USD 48.952.422. Kata kunci: Pit Limit, Stripping Ratio, Discounted Cash Flow, Net Present Value, Harga Batubara