cover
Contact Name
Zul hendry
Contact Email
lenteramitralestari2021@gmail.com
Phone
+6285738155507
Journal Mail Official
jurnal.sinergikesehatanidn@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Dewantara 31 Bagirati, Kelurahan Kr. Taliwang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kode Pos 83238
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29870186     DOI : 10.55887/jski
Core Subject : Health,
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia (JSKI) merupakan jurnal akses terbuka (open acces). JSKI diterbitkan oleh Yayasan Lentera Mitra Lestari yang berlokasi di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (Akta Pendirian Nomor 03/2021 serta sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-0000777.AH.01.04.2021 Tentang Pendirian Badan Hukum Yayasan Lentera Mitra Lestari). JSKI teregistrasi pada Pusat ISSN Nasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Nomor SK: 29870186/II.7.4/SK.ISSN/05/2023 menetapkan E-ISSN: 2987-0186. JSKI merupakan salah satu media publikasi yang memiliki tujuan memfasilitasi penyebarluasan hasil-hasil penelitian bidang kesehatan guna meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. JSKI menerbitkan artikel menggunakan Bahasa Indonesia. Naskah yang dikirimkan akan melalui proses initial review oleh tim editorial yang dilakukan selama 2 minggu. Naskah yang telah memenuhi kriteria seleksi akan dilakukan proses peer-review oleh mitra bestari JSKI. Editorial board dan mitra bestari berasal dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. JSKI diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Fokus & Scope: Fokus pada penerbitan JSKI adalah seluruh temuan-temuan hasil penelitian dalam bentuk artikel. Focus pada jurnal ini adalah original article, systematic review and meta-analysis, dan case study. JSKI mengundang seluruh akademisi maupun praktisi bidang kesehatan untuk mengirimkan naskah artikel. JSKI memiliki scope penelitian yang mencakup masalah pada bidang Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi, Manajemen Pelayanan Kesehatan, K3), Administrasi rumah Sakit, Rekam Medis, dan Biomedis.
Articles 46 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR: The Relationship Between Peer Social Support and Quarter Life Crisis in Final Year Students Cyntia Manihing; Aan Devianto; Jennifa
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i2.36

Abstract

Latar Belakang: Masa emerging adulthood merupakan fase perkembangan yang dialami individu pada usia 18-29 tahun, ditandai dengan periode eksplorasi diri dan kemandirian. Pada fase ini, individu sering mengalami quarter life crisis, yaitu kondisi ketidakstabilan emosi yang ditandai dengan kecemasan dan perasaan putus asa dalam menghadapi berbagai pilihan hidup. Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami quarter life crisis karena adanya tuntutan untuk mempersiapkan diri dalam transisi menuju studi lanjut dan dunia kerja. Dukungan sosial teman sebaya diperlukan dalam menghadapi quarter life crisis karena dapat memberikan perasaan saling mengerti, dan simpati yang membantu mahasiswa merasa lebih diperhatikan, dihargai, dan percaya diri dalam menjalankan aktivitasnya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 mahasiswa tingkat akhir dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner dukungan sosial teman sebaya dan Quarter Life Crisis. Teknik Analisa data menggunakan Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki dukungan sosial teman sebaya pada kategori sedang (36,1%) dan quarter life crisis mayoritas pada kategori sedang (41,2%). Hasil analisis Spearman Rank menunjukkan p-value = 0,001 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,717. Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta.
HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN DENGAN TERJADINYA HIPERVOLEMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA: Fluid Restriction Compliance and Hypervolemia in Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis Desak Putu Risna Dewi; Ni Luh Putu Lely Lestari; Dwi Oktavyanti; Gede Arya Bagus Arisudhana
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.38

Abstract

Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronik dapat didefinisikan sebagai kerusakan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali,sehingga tubuh kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan peningkatan ureumia. Pasien Gagal Ginjal kronik yang menjalani hemodialisa diketahui bahwa paling banyak mengalami kelebihan cairan sehingga terjadi perubahan berat badannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa. Metode : Penelitian ini menggunakan diskriptif korelasi pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjalkronik yang menjalani hemodialisa di RS Balimed Denpasar. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan menggunakan teknik quota sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk keparuhan pembatasan cairan, dan alat ukur untuk kejadian hipervolemia menggunakan lembar catatan pengukuran berat badan. Hasil: Kepatuhan pembatasan cairan kategori kurang patuh sebanyak 65 responden (72,2%) dan kejadian hipervolemia kategori hipervolemia ringan sebanyak 71 responden (78,9%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,019 (< α 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa. Pasien gagal ginjal kronis dalam lingkup rumah sakit, perawat bisa memeberikan pendidikan maupun konseling kesehatn mengenai pembatasan cairan dapat berupa diskusi atau menggunakan audio visual dengan demosntrasi sehingga pasien HD tidak hanya mendengar tetapi juga bisa langsung mempraktekannya.
PENGARUH LIMA PILAR DIABETES TERHADAP SELF CARE PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 : The Influence of the Five Pillars of Diabetes Management on Self-Care in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Via Oktaviani; Fitratul Insani Haqiqi; Risa Anisya Iqlima; Brilian Nikita Khoerunisa; Handisa Nasywa Azkia; Satriya Pranata
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v4i1.39

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronik dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Pengelolaan DMT2 di Indonesia mengacu pada lima pilar Diabetes Melitus, yaitu edukasi, terapi nutrisi medis, aktivitas fisik, terapi farmakologis, dan pemantauan glukosa darah mandiri, yang berperan penting dalam meningkatkan self-care pasien. Tujuan: Untuk mengevaluasi bukti ilmiah terkait pengaruh penerapan lima pilar Diabetes Melitus terhadap self-care pada pasien Diabetes Melitus tipe 2, sebagai landasan dalam merancang intervensi keperawatan yang berbasis bukti dan efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic review yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada empat basis data elektronik (PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar) dalam rentang tahun 2019–2025. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dan data disintesis secara naratif. Penilaian kualitas studi dilakukan menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. Hasil : Sebanyak 1.084 artikel diidentifikasi, dan setelah proses seleksi diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 5 studi quasi-experimental, 4 cross-sectional, dan 1 kualitatif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan lima pilar Diabetes Melitus berhubungan dengan peningkatan self-care pasien DMT2. Intervensi berbasis edukasi, khususnya Diabetes Self-Management Education (DSME), secara konsisten meningkatkan perilaku self-care. Intervensi multikomponen yang mengombinasikan beberapa pilar memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan intervensi tunggal. Kesimpulan: Penerapan lima pilar Diabetes Melitus secara komprehensif berperan penting dalam meningkatkan self-care pasien DMT2. Edukasi menjadi komponen utama yang mendukung keberhasilan pilar lainnya. Pendekatan terintegrasi diperlukan sebagai dasar pengembangan intervensi keperawatan yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi. 
EVALUASI SOFT SKILL PERAWAT DALAM MELAKUKAN TINDAKAN KEPERAWATAN BERDASARKAN LIMA DIMENSI KOMPETENSI SKKNI DI SILOAM HOSPITALS BALI: Evaluation of Nurses’ Soft Skills in Performing Nursing Care Based on the Five Dimensions of SKKNI Competencies at Siloam Hospitals Bali I Ketut Sudiarta; Lucia Ni Luh Yuniarti; Ni Luh Putu Mira Santana Sari
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Soft skill perawat merupakan aspek penting dalam pelaksanaan tindakan keperawatan yang aman, efektif, responsif, dan berorientasi pada pasien. Namun, kemampuan soft skill perawat masih belum optimal pada beberapa aspek sehingga dapat memengaruhi kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi soft skill perawat berdasarkan lima dimensi kompetensi SKKNI, yaitu task skill, task management skill, contingency management skill, job/role environment skill, dan transfer skill dalam pelaksanaan tindakan keperawatan di Siloam Hospitals Bali. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif evaluatif menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada Mei–Juli 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 45 perawat yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi kompetensi berbasis lima dimensi kompetensi SKKNI dengan skala Likert 1–5. Instrumen dinyatakan valid (p < 0,05) dan reliabel (Cronbach’s alpha = 0,800). Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Mayoritas responden berada pada kategori cukup pada dimensi task skill (42,2%), contingency management skill (75,6%), dan transfer skill (40,0%). Sementara itu, dimensi task management skill (51,1%) dan job/role environment skill (71,1%) berada pada kategori baik. Kesimpulan: Soft skill perawat masih memerlukan penguatan terutama pada dimensi contingency management skill dan transfer skill melalui pelatihan berbasis kompetensi dan pengembangan profesional berkelanjutan.
PENGARUH PSIKOEDUKASI TENTANG RISIKO PERKAWINAN USIA MUDA TERHADAP SIKAP PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA: The Effect of Psychoeducation About The Risks of Young Marriage on Attitudes Towards Early Marriage in Adolescents Jennifa; Cahya Fadila Nurul Aini; Aan Devianto
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v4i1.49

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan usia dini merupakan permasalahan yang terjadi di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Hal ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti resiko depresi berat, perceraian, kekerasan rumah tangga, putus sekolah, masalah ekonomi serta kehamilan pada usia anak. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah psikoedukasi, yaitu pemberian informasi dan pemahaman psikologis untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan remaja mengenai bahaya dan risiko pernikahan di usia muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi tentang risiko perkawinan usia muda terhadap perubahan sikap pernikahan dini pada remaja. Program psikoedukasi dilakukan satu kali pertemuan di ruang kelas. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest. Penelitian dilakukan di SMK Tunggal Cipta Manisrenggo. Subjek penelitian siswa dan siswi kelas X dan XI Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dengan total 62 responden. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat yaitu menggunakan Uji Non-Parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai sikap dari 31,91 (pretest) menjadi 34,81 (posttest). Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan nilai Z = -6,487 dan p-value = 0,000 (p< 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan perubahan sikap dari sebelum dan setelah dilakukan psikoedukasi tentang perkawinan usia muda terhadap sikap pernikahan dini pada remaja.
PENGARUH MASSAGE DEEP FRICTION DENGAN MINYAK PEPPERMINT TERHADAP PENURUNAN NYERI OTOT LEHER PADA PENENUN DI KABUPATEN JEMBRANA: The Effect of Deep Friction Massage with Peppermint Oil on Reducing Neck Muscle Pain in Weavers in Jembrana Regency Made Putri Tirta Yanti; Gede Arya Bagus Arisudhana; Komang Srititin Agustina
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v4i1.50

Abstract

Latar Belakang: Nyeri otot leher merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh penenun akibat posisi kerja statis dan tidak ergonomis yang berlangsung dalam waktu lama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian massage deep friction dengan minyak peppermint terhadap nyeri otot leher pada penenun. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitaif dengan metode Quasy Eksperimental dengan pendekatan Nonequivalent With Control Group. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Sampel terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 17 responden kelompok intervensi dan 17 responden kelompok kontrol. Alat pengumpulan data menggunakan numeric rating scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat signifikasi α=0,05.  Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok intervensi menunjukkan nilai Z = -4,025 dengan p-value <0,001. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat nyeri otot leher sebelum dan sesudah pemberian massage deep friction dengan minyak peppermint pada penenun di Kabupaten Jembrana