cover
Contact Name
Konradus Silvester Jenahut
Contact Email
ejurnal.sibernetik@gmail.com
Phone
+6282213331314
Journal Mail Official
ejurnal.sibernetik@gmail.com
Editorial Address
Jln. Veteran No. 1-3 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur
Location
Kab. kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Published by Universitas San Pedro
ISSN : 29880858     EISSN : 29880823     DOI : https://doi.org/10.59632
Core Subject : Education,
Fokus dan ruang lingkup SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran terkait dengan isu-isu yang relevan dalam bidang pendidikan dan pembelajaran untuk semua jenjang pendidikan yang meliputi: Teori pendidikan dan pembelajaran, Filosofi pendidikan dan pembelajaran, Teknologi pendidikan dan pembelajaran, Kurikulum pendidikan dan pembelajaran, Media pendidikan dan pembelajaran, Kebijakan pendidikan dan pembelajaran, Metode dan strategi pembelajaran, Evaluasi pendidikan, Manajemen pendidikan, Inovasi pendidikan dan pembelajaran, Pendidikan formal, Pendidikan informal, Pendidikan non formal, Pendidikan inklusi, dan Asesmen pembelajaran.
Articles 75 Documents
Analisis Implementasi Kurikulum Berbasis Profil Pelajar Pancasila dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Kebinekaan di MA Futuhiyyah Kwagean Muhammad Sabiqul A’laa Emha; M. Afdhal Fikrian Ramadhan; Afridho Satria Adirama; Moh. Righel Wirenda Pradana; Safril Nur Wicaksono; Irawan Hadi Wiranata
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2026): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v4i1.752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Profil Pelajar Pancasila dalam meningkatkan nilai-nilai kebinekaan di MA Futuhiyyah Kwagean. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguatan sikap toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman dalam lingkungan pendidikan yang majemuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan informan utama yaitu guru di MA Futuhiyyah Kwagean. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila telah diterapkan melalui penggunaan bahasa Indonesia dalam pembelajaran, penguatan dimensi berkebinekaan global, serta kegiatan sekolah yang mendukung interaksi antarpeserta didik yang beragam. Selain itu, nilai kebinekaan tercermin dari sikap saling menghormati antar siswa meskipun masih ditemukan tantangan berupa perilaku bullying dan sikap kurang menghargai perbedaan. Sekolah telah melakukan upaya penanganan melalui pembinaan bertahap dan layanan Bimbingan Konseling (BK). Dengan demikian, implementasi kurikulum berbasis Profil Pelajar Pancasila berkontribusi dalam penguatan nilai kebinekaan di lingkungan sekolah, meskipun masih memerlukan penguatan berkelanjutan dalam praktiknya.
Eksposur Visual tanpa Izin di TikTok: Analisis Kritis Privasi Anak Usia Dini Alya Nabila Nailatul Izza; Tasya Tasya Aulia Zahra; Nur Khasanah
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2026): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v4i1.768

Abstract

Perkembangan TikTok sebagai media sosial berbasis video pendek telah memengaruhi praktik dokumentasi dan publikasi kegiatan pembelajaran di lingkungan pendidikan anak usia dini. Guru PAUD semakin sering membagikan video aktivitas anak di sekolah, tetapi praktik tersebut berpotensi menimbulkan persoalan privasi ketika wajah, suara, ekspresi, atribut sekolah, dan aktivitas personal anak dipublikasikan tanpa mekanisme persetujuan yang jelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pelanggaran privasi anak usia dini melalui eksposur visual tanpa izin di TikTok serta mengkaji perilaku digital guru PAUD dari perspektif etika digital dan perlindungan hak anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-kritis. Data dikumpulkan melalui observasi digital non-partisipan, dokumentasi konten TikTok, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan utama, yaitu pergeseran fungsi dokumentasi pembelajaran menjadi konsumsi publik, eksposur identitas visual anak, lemahnya mekanisme persetujuan, pengaruh budaya viralitas, dan terbentuknya jejak digital anak sejak usia dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik eksposur visual anak di TikTok bukan hanya persoalan penggunaan media sosial, tetapi juga menyangkut tanggung jawab profesional guru dalam melindungi privasi, martabat, dan kepentingan terbaik anak di ruang digital.
Persepsi Generasi Z Laki-Laki terhadap Minat Menjadi Guru Taman Kanak-Kanak: Studi Deskriptif pada Siswa SMA Negeri 3 Malang Priska Akwila Buana; Ahmad Samawi
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2026): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v4i1.814

Abstract

Ketimpangan gender dalam profesi guru Taman Kanak-Kanak masih menjadi persoalan dalam pendidikan anak usia dini. Jumlah guru laki-laki pada jenjang TK relatif sangat sedikit dibandingkan guru perempuan, sehingga penting untuk mengkaji bagaimana persepsi generasi muda laki-laki terhadap profesi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi Generasi Z laki-laki terhadap minat menjadi guru Taman Kanak-Kanak pada siswa SMA Negeri 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 80 siswa laki-laki yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui angket dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, meliputi mean, median, modus, standar deviasi, nilai minimum, dan nilai maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata persepsi responden sebesar 73,2, median 74, modus 76, standar deviasi 3,62, nilai minimum 66, dan nilai maksimum 78. Berdasarkan kategori rentang skor, hasil tersebut termasuk dalam kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa laki-laki Generasi Z memiliki persepsi yang positif terhadap profesi guru TK dan menunjukkan adanya keterbukaan terhadap pilihan karier yang selama ini cenderung dipersepsikan sebagai profesi perempuan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan bimbingan karier dan sosialisasi profesi guru TK secara lebih inklusif untuk mendorong partisipasi laki-laki dalam pendidikan anak usia dini.
EduGrow sebagai Aplikasi Asesmen Perkembangan Anak Usia 4–6 Tahun di Lembaga PAUD Rimaya Safru Wiyusi; I Wayan Sutama
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2026): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v4i1.782

Abstract

Pelaksanaan asesmen perkembangan anak usia dini di lembaga PAUD masih didominasi oleh pencatatan manual dan semidigital yang belum terintegrasi sehingga proses pencatatan, rekapitulasi, pelaporan, dan pengarsipan data memerlukan waktu relatif lama serta berisiko mengalami kehilangan data. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya aplikasi asesmen yang mampu mengelola data perkembangan anak secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan EduGrow sebagai aplikasi asesmen perkembangan anak usia 4–6 tahun berbasis web di lembaga PAUD. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket. Validasi produk melibatkan dua ahli teknologi informasi dan dua ahli asesmen, sedangkan uji coba pengguna melibatkan enam guru pada kelompok kecil dan 16 guru pada kelompok besar. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. EduGrow mengintegrasikan ceklis perkembangan, catatan anekdot, hasil karya, dan foto berseri dalam asesmen mingguan serta dilengkapi dengan rekapitulasi bulanan, grafik perkembangan anak, dan rapor digital. Hasil validasi ahli teknologi informasi memperoleh rata-rata 87%, validasi ahli asesmen 84,5%, uji coba kelompok kecil 89,5%, dan uji coba kelompok besar 86,6%. Seluruh hasil tersebut berada pada kategori sangat layak. EduGrow memperoleh penilaian sangat layak pada aspek fungsional, kemudahan, dan kebermanfaatan serta dipersepsikan dapat membantu guru mengelola asesmen perkembangan anak secara lebih sistematis dan berkelanjutan. Dengan demikian, EduGrow layak digunakan sebagai aplikasi asesmen perkembangan anak usia 4–6 tahun di lembaga PAUD.
Penerapan Permainan Tradisional Lompat Kodok untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 5–6 Tahun Hidayati; Syahrul Ismet
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2026): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v4i1.848

Abstract

Kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun di Taman Kanak-kanak Harapan Ite belum berkembang secara optimal, terutama dalam mengenal lambang bilangan, menyebutkan urutan bilangan, menghitung jumlah, dan menghubungkan lambang bilangan dengan jumlah yang sesuai. Kondisi tersebut berkaitan dengan pembelajaran yang masih didominasi penjelasan dan lembar kerja serta belum banyak melibatkan kegiatan bermain dan gerakan tubuh. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun melalui penerapan permainan tradisional lompat kodok. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok B. Penelitian dilaksanakan melalui pra-siklus dan dua siklus tindakan. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian kinerja, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase ketercapaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik meningkat dari 0% pada pra-siklus menjadi 50% pada siklus I dan 100% pada siklus II. Permainan lompat kodok membantu anak mengenal lambang bilangan, membilang secara berurutan, menghitung jumlah lompatan, dan mencocokkan jumlah dengan lambang bilangan. Dengan demikian, penerapan permainan tradisional lompat kodok dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui pembelajaran yang konkret, aktif, dan menyenangkan.